Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA 1

KINETIKA REAKSI SAPONIFIKASI ETIL ASETAT

Dosen Pengampu :

1. Dr. Sumari, M.Si


2. Drs. Darsono Sigit, M.Pd

Oleh :

Kelompok 3/ Offering H

1. Khalizah Septiana Devi (170332614578)


2. Lely Devia Puspitasari (170332614581)
3. Meag Nuraini (170332614583)*

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
April 2019
A. Judul Percobaan
Kinetika Reaksi Saponifikasi Etil Asetat
B. Tujuan Percobaan
1. Mahasiswa dapat menunjukkan bahwa reaksi penyabunan etil asetat oleh ion
hidroksida adalah reaksi orde dua
2. Mahasiswa dapat menentukan konstanta kecepatan reaksi pada reaksi tersebut.

C. Dasar Teori

Rekasi saponifikasi merupakan reaksi hidrolisis asam lemak oleh adanya basa kuat.
Reaksi ini biasanya diguanakan dalam pembentukan sabun sehingga reaksi ini disebut juga
dengan reaksi penyabunan. Salah satu reaksi saponifikasi yaitu reaksi antara etil asetat
dengan basa kuat berupa NaOH yang memiliki persamaan reaksi:

CH3COOC2H5 + OH-  CH3COO- + C2H5OH ..(1)


t=0 A B - -
X X X X
t=t (a-x) (b-x) X X

Meskipun reaksi (1) bukan reaksi sederhana, namun reaksi ini merupakan reaksi
orde dua dengan hukum laju reaksinya sebagai berikut :

 d [ester ]
 k1[ Ester ][OH  ] (2)
dt
atau,
dX
 k 1 ( a  x )( b  x ) (3)
dt
dengan:
a = Konsentrasi awal ester (mol/L)
b = Konsentrasi awal ion OH- (mol/L)
x = Jumlah mol/L ester atau basa yang telah bereaksi
k1 = Tetapan laju reaksi

Persamaan (3) dapat diintregasikan dengan memperhatikan berbagai keadaan :


 Bila a = b
Bila persamaan (3) diintregasikan akan memberikan :

ln b(a  x )
 k1 (a  b)t (4)
a (b  x )

Yang dapat dituliskan menjadi :

t b(a  x )
k 1 ln (4a)
t ( a  b) a ( b  x )
Atau
ln( a  x ) a
 k1 (a  b)t  ln (4b)
(b  x ) b

Menurut persamaan (4b) apabila ln(a-x)/(b-x) dialurkan terhadap t akan diperoleh garis
lurus dengan arah lereng k1(a-b), sehingga penentuan dari arah lereng ini memungkinkan
perhitungan dari tetapan laju reaksi k1.
 Bila a = b

Bila konsentrasi dari kedua pereaksi sama, maka persamaan (3) dapat dituliskan sebagai:

dx
 k1 ( a  x ) 2
dt
Yang dapat diintregasikan menjadi :
1 1
k1t  
(a  x ) a
persamaan terakhir ini mengungkapkan bahwa aluran 1/(a-x) terhadap t merupakan garis
lurus dengan arah lereng sama dengan k1.

D. Alat dan Bahan


Alat:
1. Kaca arloji
2. Labu ukur
3. Erlenmeyer
4. Buret
5. Statif dan klem
6. Corong
7. Beaker glass
8. Stopwatch
9. Pipet gondok dan pipet tetes
10. Botol semprot
11. Termometer

Bahan:

1. Etil asetat
2. Naoh
3. HCl
4. Indikator PP
5. Aquades
E. Prosedur Percobaan
\ Asetat
Etil

o Disediakan 50 ml etil asetat 0,02 N


o Di sediakan 50 ml NaOH 0,02 N
o Dimasukkan masing-masing dalam erlenmeyer
o Diukur suhu awal masing-masing larutan
o Dipipet 2 ml HCl 0,02 Ndalam masing-masing Erlenmeyer sebanyak 7 buah
o Dicampurkan larutan etil asetat dengan NaOH
o Dikocok dan dijalankan stopwatch
o Dipipet 10 ml setelah 3 menit dan dimasukkan dalam larutan HCl
o Diaduk dan dititrasi dengan NaOH 0,02 N
o Diulang langkah diatas pada menit ke-8, 15, 25, 40, 65 dan pemanasan
o Dilakukan titrasi
o Dicatat hasil percobaan

Hasil

F. Data Pengamatan
Waktu ( menit ) Volume Volume HCl VNaOH yang
Campuran (mL) (mL) diperlukan (mL)

3 10 20 15,5

8 10 20 16,5

15 10 20 17,7

25 10 20 17,8
40 10 20 18,0

65 10 20 18,3

Pemanasan 10 20 18,5

VNaOH = 50 mL
Konsentrasi NaOH = 0,02 N
VCH3COOC2H5 = 50 mL
Konsentrasi CH3COOC2H5 = 0,02 N
Tcampuran = 45oC
G. Analisis Data dan Pembahasan
Percobaan ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa reaksipenyabunan etil asetat
pleh ion hidroksida adalah reaksi orde dua dan menentukan konstanta kecepatan reaksi
pada reaksi tersebut.
. Langkah awal percobaan yaitu menyiapkan masing-masing 50 mL larutan etil
asetat dan 50 mL larutan NaOH. Sebelum kedua larutan dicampurkan, kedua larutan
dimasukkan ke dalam termostat terlebih dahulu agar memiliki suhu yang sama sehingga
laju reaksi yang dihasilkan tidak mengalami perubahan yang besar. Setelah suhu kedua
larutan sama yaitu sebesar 45 C barulah kedua larutan dicampurkan ,dikocok dan
dijalankan stopwatch. Disiapkan 20 mL larutan HCl 0,02 N dalam 7 buah erlenmeyer.
Dipipet campuran sebanyak 10 ml menggunakan pipet ukur pada menit ke-3, lalu segera
dimasukkan ke dalam larutan HCl yang telah disiapkan ke dalam erlenmeyer tadi.
Kemudian ditirasi dengan larutan NaOH 0,02 N. Diulangi pengambilan 10 mL sampel pada
menit ke-8, 15, 25, 40, dan 65 sehingga diperoleh data seperti pada tabel pengamatan di
atas.
Reaksi saponifikasi etil asetat oleh ion hidroksida adalah sebagai berikut :

CH3COOC2H5(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + C2H5OH (aq)


Mula-mula : a - -
Bereaksi : x x x x
Sisa : - (a-x) x x
Berdasarkan persamaan reaksi tersebut, untuk menentukan kelebihan basa OH-
ditentukan dengan mereaksikan dengan HCl sehingga reaksinya menjadi.

HCl(aq) + OH-(aq)  Cl-(aq) + H2O(aq)


Mula-mula : a a - -
Bereaksi : x x x x
Sisa : (a-x) - x x

Kelebihan HCl dapat ditentukan melalui titrasi dengan NaOH.

mmol NaOH sisa = mmol HCl yang bereaksi


mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir/sisa

a) Pada saat t = 3 menit


mmol NaOH sisa = mmol HCl awal – mmol HCl akhir/sisa
mmol NaOH sisa = (0,02 N x 20,00 mL) – (0,02 N x 15,5 mL)
= 0,4 mmol - 0,31 mmol
= 0,09 mmol
0,09 𝑚𝑚𝑜𝑙
[𝑁𝑎𝑂𝐻] = = 0,0009 𝑀 ≈ 𝟎, 𝟎𝟎𝟎𝟗 𝑵
100 𝑚𝐿

b) Pada saat t = 8 menit


mmol NaOH sisa = (0,02 N x 20 mL) – (0,02 N x 16,5 mL)
= 0,4 mmol- 0,33 mmol
= 0,07 mmol
0,07 𝑚𝑚𝑜𝑙
[𝑁𝑎𝑂𝐻] = = 0,0007 𝑀 ≈ 𝟎, 𝟎𝟎𝟎𝟕 𝑵
100 𝑚𝐿

c) Pada saat t = 15 menit


mmol NaOH sisa = (0,02 N x 20 mL) – (0,02 N x 17,7 mL)
= 0,4 mmol- 0,354 mmol
= 0,046 mmol
0,046 𝑚𝑚𝑜𝑙
[𝑁𝑎𝑂𝐻] = = 0,00046 𝑀 ≈ 𝟎, 𝟎𝟎𝟎𝟒𝟔 𝑁
100 𝑚𝐿

d) Pada saat t = 25 menit


mmol NaOH sisa = (0,02 N x 20 mL) – (0,02 N x 17,8 mL)
= 0,4 mmol- 0,356 mmol
= 0,044 mmol
0,044 𝑚𝑚𝑜𝑙
[𝑁𝑎𝑂𝐻] = = 0,00044 𝑀 ≈ 𝟎, 𝟎𝟎𝟎𝟒𝟒 𝑁
100 𝑚𝐿

e) Pada saat t = 40 menit


mmol NaOH sisa = (0,02 N x 20 mL) – (0,02 N x 18,0 mL)
= 0,4 mmol- 0,36 mmol
= 0,04 mmol
0,04 mmol
[NaOH]= =0,0004 M ≈0,0004 N
100 mL

f) Pada saat t = 65 menit


mmol NaOH sisa = (0,02 N x 20 mL) – (0,02 N x 18,3 mL)
= 0,4 mmol- 0,366 mmol
=0,034 mmol
0,034 mmol
[NaOH]= =0,00034 M ≈0,00034 N
100 mL

Konsentrasi awal (a) NaOH = etil asetat = 0,02 M ≈ 0,02 N.

Penentuan orde reaksi dengan metode integrasi persamaan laju berorde dua adalah sebagai berikut.
d[etil asetat]
r =- =k [etil asetat][OH- ]
dt
[etil asetat]=[OH-]= (a-x), sehingga
dx
- =k (a-x)2
dt
Setelah diintegrasikan menjadi.
1 1
=kt +
(a-x) a
1
Di mana sumbu y adalah (a-x) , sumbu x adalah t, slope adalah k dan 1/a adalah intersep sehingga

didapat data sebagai berikut.

t (s) (a-x) (M) a (M) 1 1 -1


(M-1 ) (M )
(a-x) a

180 0,0009 0,02 1.111,11 50

480 0,0007 0,02 1.428,57 50

900 0,00046 0,02 2.173.91 50

1500 0,00044 0,02 2.272,13 50

2400 0,0004 0,02 2.500 50

3900 0,00034 0,02 2.941,17 50

Dari data yang diperoleh, dibuat grafik berdasarkan peningkatan volume NaOH yang
digunakan untuk titrasi. Sehingga data yang digunakan yaitu semua volume NaOH yang
dibutuhkan pada menit ke- 3, 8, 15, 25, 40, dan 65.
Hal tersebut dikarenakan data hasil titrasi yang diperoleh sesuai dengan dasar teori
yang telah ada. Yaitu, volume NaOH yang diperlukan semakin banyak seiring semakin
lama rentang waktu hasil campuran reaksi hingga proses titrasi.
-
Gambar grafik dari reaksi saponifikasi etil asetat oleh ion OH

Grafik Fungsi 1/(a-x) terhadap t


3,500.00

3,000.00

2,500.00 y = 0.4473x + 1373.3


R² = 0.8335
2,000.00
1/(a-x)

1,500.00

1,000.00

500.00

0.00
0.00 1,000.00 2,000.00 3,000.00 4,000.00
t (s)

Berdasarkan grafik tersebut diperoleh regresi sebesar 0,8335. Dari grafik tersebut
menunjukkan saponifikasi etil asetat oleh ion hidroksida ialah reaksi orde dua. Nilai k
(tetepan laju reaksi) dapat dihitung dari nilai slope(b)= k =0,4473"
Volume NaOH yang diperoleh pada rentan waktu tertentu naik seperti yang
ditunjukkan pada grafik. Semakin lama pengocokan semakin banyak pula volume NaOH
yang dibutuhkan. Hal ini dikarenakan NaOH dalam campuran etil asetat dan NaOH yang
semakin berkurang. Sehingga NaOH sisa yang bereaksi dengan HCl semakin sedikit, itu
artinya bahwa HCl semakin banyak. Maka dari itu untuk menetralkan HCL, diperlukan
NaOH yang semakin lama semakin banyak.
Pada penentuan orde reaksi penyabunan etil asetat, digunakan kurva untuk
membuktikan orde reaksi yang terjadi. Kurva yang digunakan pada penentuan orde reaksi
adalah kurva yang menunjukkan garis linier.

H. Kesimpulan
Berdasarkan nilai regresi pada grafik diatas dapat disimpulkan bahwa reaksi saponifikasi
etil asetat oleh ion OH- terbukti berorde dua dan konstanta kecepatan reaksi tersebut
sebesar 0,4473 M-1s-1
I. Tugas
1. Kenyataan apakah yang membuktikan bahwa reaksi penyabunan etil asetat ini
adalah reaksi orde dua?
Jawab : Bukti bahwa reaksi penyabunan etil asetat oleh ion hidroksida adalah
reaksi orde kedua yaitu hasil perhitungan dari grafik diperoleh nilai regresi 0,8335
≈ 1. Berdasarkan grafik fungsi 1/(a-x) terhadap t menunjukkan grafik yang lurus
sebagai berikut:

Grafik Fungsi 1/(a-x) terhadap t


3,500.00

3,000.00

2,500.00 y = 0.4473x + 1373.3


R² = 0.8335
2,000.00
1/(a-x)

1,500.00

1,000.00

500.00

0.00
0.00 1,000.00 2,000.00 3,000.00 4,000.00
t (s)

2. Apakah perbedaan antara orde reaksi dengan kemolekulan reaksi?


Jawab : Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang
mempengaruhi kecepatan reaksi. Nilai orde reaksi dapat berupa bilangan bulat
positif, pecahan atau nol.
Kemolekulan reaksi merupakan banyaknya molekul zat pereaksi (reaktan) dalam
sebuah persamaan stoikiometri reaksi yang sederhana. Kemolekulan reaksi selalu
berupa bilangan bulat positif.

3. Apakah yang mempengaruhi kecepatan reaksi? Jelaskan


Jawab :
a. Luas permukaan
Luas permukaan menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Semakin kecil
luas permukaan bidang, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel,
sehingga laju reaksi pun semakin kecil.
b. Suhu
Apabila Suhu dinaikkan maka menyebabkan partikel semakin aktif
bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi
semakin besar dan sebaliknya.
c. Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu
tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri.
d. Molaritas atau konsentrasi
Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat
pelarut.Semakin besar molaritas suatu zat, maka semakin cepat suatu reaksi
berlangsung.
4. Apa yang dimaksud dengan konstanta kecepatan reaksi?
Jawab :

Konstanta kecepatan reaksi (k) adalah perbandingan antara laju reaksi


dengan konsentrasi reaktan.Nilai kakan semakin besar jika reaksi berlangsung
cepat,
Daftar Pustaka

KBK Kimia Fisik. 2018. Kimia Fisika. Malang


LAMPIRAN

Mengambil 50 mL larutan etil Hasil titrasi dengan waktu 3 Mengambil 20 mL larutan


asetat menit HCl

Hasil titrasi dengan waktu 8 Hasil titrasi dengan waktu 15 Hasil titrasi dengan waktu 25
menit menit menit

Hasil titrasi dengan waktu 40 Hasil titrasi dengan waktu 65 Hasil titrasi dengan
menit menit pemanasan

Penambahan larutan NaOH Proses titrasi campuran etil Mengambil larutan NaOH
dalam etil asetat asetat+NaOH+HCl dengan
larutan NaOH

Anda mungkin juga menyukai