Anda di halaman 1dari 27

PLANKTONOLOGI

KLASIFIKASI PLANKTON

DISUSUN OLEH :

MEILISSA CHINTYA WIJAYA

0318012831

KELAS PAGI

SEMESTER III FAKULTAS PERIKANAN

UNIVERSITAS PEKALONGAN

TAHUN 2019
FITOPLANKTON

KLASIFIKASI
• Kingdom : Bacteria
• Phylum : Cyanophyta
• Class : Cyanophyceae
• Order : Oscillatoriales
• Family : Nostocaceae
• Genus : Anabaena
• Spesies : Anabaena sp.

HABITAT :
Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Sel Anabaena berukuran 6-10 μm (Mizuno, 1969: 118). Anabaena memiliki sel khusus
heterosista, yaitu sel yang berukuran lebih besar dari sel biasa yang berperan dalam
penambatan nitrogen dari udara, sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman dan
seringkali bersimbiosis dengan Pakis Haji (Cycas rumphii) dan paku air (Azolla pinnata)
(Tjitrosoepomo, 2005: 26-27). Sel-sel Anabaena sp. berbentuk seperti manik-manik yang
tersusun dalam filamen yang lurus, bengkok, atau hampir menggulung.
KLASIFIKASI
• Kingdom : Bacteria
• Phylum : Cyanophyta
• Class : Cyanophyceae
• Order : Chroococales
• Family : Chroococaceae
• Genus : Merismopedia
• Spesies : Merismopdedia sp.
HABITAT :
Perairan Tawar dan laut Biasanya ditemukan pada ketinggian 0 sampai 61 meter (0 sampai
200 kaki) , Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Sel-sel Merismopedia berbentuk bulat atau elips dan memiliki panjang 3-6 μm dan lebar
4,5 μm. Sel tersebut umumnya ditemukan dalam bentuk colonial- coenobic, yaitu koloni
dengan bentuk organisasi sel yang teratur (John et all.,2002: 613). Koloni berbentuk
persegi atau persegi panjang yang terdiri dari selapis sel berwarna hiaju biru pucat,
tersusun rapat dalam barisan dan diselimuti oleh matriks berlendir.
KLASIFIKASI
• Kingdom : Bacteria
• Phylum : Cyanophyta
• Class : Cyanophyceae
• Order : Oscillatoriales
• Family : Oscillatoriaceae
• Genus : Oscillatoria
• Spesies : Oscillatoria sp.

HABITAT :
Perairan Tawar, Payau dan Laut, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Oscillatoria berbentuk filamen tak bercabang yang terdiri atas sel-sel pipih. Lebar sel dapat
mencapai 6,8 μm (Wehr & Sheat, 2003: 155). Filamen ada yang terlihat berwarna hijau,
biru-hijau, ungu, atau merah dan tidak memiliki heterosista. Filamen tersebut dapat
bergerak dengan cara meluncur lambat.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Chlorophyta
• Class : Chlorophyceae
• Order : Oedogenales
• Family : Oedogoniaceae
• Genus : Bulbochaete
• Spesies : Bulbochaete sp.

HABITAT :
Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Bulbochaete berbentuk filamen bercabang, terdiri dari sel-sel yang panjang dengan lebar
sel berkisar 10- 40 μm. Setiap sel memiliki kloroplas berbentuk seperti jaring (Pantecost,
1984: 189). Sebagian besar sel membengkak pada bagian dasar dan beberapa bagian
ujungnya dilengkapi dengan stuktur seperti rambut.
KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Chlorophyta
• Class : Chlorophyceae
• Order : Volvocales
• Family : Chlamydomonadaceae
• Genus : Chlamydomonas
• Spesies : Chlamydomonas sp.
HABITAT :
Perairan Tawar dan laut, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Chlamydomonas sp. berbentuk bulat telur dengan panjang 10-15 μm dan lebar sel 8-14
μm. Sel memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, 1– 2 vakuola kontraktil, 1 nukleus serta
kloroplas (Pantecost, 1984: 138). Sel dapat bergerak cepat dan memiliki stigma (bintik
mata) yang terlihat jelas.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Charophyta
• Class : Charophyceae
• Order : Zygnemetales
• Family : Desmidiaceae
• Genus : Closterium
• Spesies : Closterium
lanceolatum
HABITAT :
Perairan Tawar dan Payau, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Sel berbentuk lanset, yaitu berbentuk seperti mata tobak dan tidak berlekuk. Panjang sel
145-260 μm dan lebar 30-32 μm. Bentuk tepi ventral lurus dan tepi dorsal melengkung
serta membengkak pada bagian tengah, sedangkan bentuk (apeks) ujung runcing (Rai &
Misra. 2008: 47). Pada kloroplasnya terdapat garis longitudinal (ridge) berjumlah 4-5 dan
terdapat 6-8 pirenoid.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Charophyta
• Class : Charophyceae
• Order : Zygnemetales
• Family : Desmidiaceae
• Genus : Cosmarium
• Spesies : Cosmarium
cyclidium
HABITAT :
Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6), Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Sel berbentuk elips memanjang longitudinal dengan panjang 33-34 μm dan lebar 47,5 -
57,5 μm (John et all., 2002: 543). Sel terdiri dari 2 semi sel dengan tepi rata dan apeks
membulat. Sel melekuk pada bagian tengah dengan sinus (lekukan) yang dalam dan
tertutup.
KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Charophyta
• Class : Charophyceae
• Order : Zygnemetales
• Family : Desmidiaceae
• Genus : Desmidium
• Spesies : Desmidium sp.
HABITAT :
Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6), Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Filamen terdiri dari sel-sel berbentuk persegi panjang, dengan panjang sel 38-50 μm dan
lebar 12-21 μm. Pada penampakan vertikal, sel berbentuk segitiga dengan lekukan sedang
pada bagian tengahnya (John et all.,2002; 588). Semi sel memiliki apeks rata, sinus dangkal
dan tertutup.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Charophyta
• Class : Charophyceae
• Order : Zygnemetales
• Family : Desmidiaceae
• Genus : Euastrum
• Spesies : Euastrum ansatum

HABITAT :
Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6), Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Panjang sel 70-110 μm dan lebar 32- 51 μm. Pada bagian tengah sel terdapat lekukan
dengan sinus yang dalam dan tertutup, tetapi terbuka di bagian luar (John et all., 2002:
544). Sel terdiri dari 2 semi sel yang berbentuk piramida dengan apeks agak rata. Bentuk
tepi semi sel bagian bawah sedikit cembung sedangkan pada bagian atasnya lurus hingga
ke apeks.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Charophyta
• Class : Charophyceae
• Order : Zygnemetales
• Family : Mesotaeniaceae
• Genus : Gonatozygon
• Spesies : Gonatozygon
monotaenium
HABITAT :
Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6) serta Payau, Situ Cikedal, Pandeglang
Banten
KARAKTERISTIK :
Sel berbentuk silindris memanjang dengan panjang 90-300 μm dan lebar 8-12,5 μm (John
et all., 2002: 529). Apeks rata dengan dinding sel ditutupi oleh struktur seperti spine.
Dalam setiap sel terdapat 2 kloroplas yang berbentuk seperti pita dengan banyak pirenoid.
Gonatozygon dapat ditemukan soliter maupun dalam bentuk filamen.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Chlorophyta
• Class : Chlorophyceae
• Order : Chlorococcales
• Family : Radiococcaceae
• Genus : Gloeocystis
• Spesies : Gloeocystis sp.

HABITAT :
Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Koloni terdiri dari sel-sel yang berbentuk bulat atau elips dengan diameter 5-15 μm. Dalam
satu koloni dapat berjumlah 4 atau lebih sel. Kloroplas setiap sel umumnya berbentuk
seperti mangkuk dan memiliki 1 pirenoid (Werh & Sheath, 2003: 284). Koloni diselubungi
oleh lapisan lendir dan sel jarang ditemukan dalam bentuk soliter.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Charophyta
• Class : Charophyceae
• Order : Zygnemetales
• Family : Desmidiaceae
• Genus : Micrasterias
• Spesies : Micrasterias fimbriata

HABITAT :
Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6) serta Payau, Situ Cikedal, Pandeglang
Banten
KARAKTERISTIK :
Bentuk sel hampir bulat dengan panjang sel 200- 280 μm dan lebar 170-240 μm. Pada
bagian tengah sel terdapat lekukan yang dalam, sempit, lurus dengan sinus meruncing.
Setiap semi sel terdiri atas 5 lobus (1 lobus polar, 2 lobus lateral di kiri dan 2 lobus lateral
di kanan) (John et all., 2002: 558). Lobus lateral bagian atas berukuran lebih besar
daripada lobus lateral bawahnya. Setiap lobus membentuk 2 lobulus (lekukan lobus)
kemudian lobulus terbagi lagi oleh torehan yang berbentuk seperti huruf V dan ujungnya
dilengkapi oleh spine yang melengkung. Dinding sel berbintik serta dihiasi oleh sebaris
spine kecil.
KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Charophyta
• Class : Charophyceae
• Order : Zygnemetales
• Family : Zygnemetaceae
• Genus : Mougeotia
• Spesies : Mougeotia sp.

HABITAT :
Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Filamen tersusun atas sel yang berbentuk silindris. Lebar filamen berkisar 15-25 μm
(Pantecost, 1984; 194). Kloroplasnya berbentuk pita dan dilengkapi dengan sebaris
pirenoid. Kloroplas biasanya memenuhi hampir seluruh ruangan sel dan terkadang terpilin.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Charophyta
• Class : Charophyceae
• Order : Zygnemetales
• Family : Desmidiaceae
• Genus : Pleurotaenium
• Spesies : Pleurotaenium kayei

HABITAT :
Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6) serta Payau, Situ Cikedal, Pandeglang
Banten
KARAKTERISTIK :
Sel berbentuk silindris memanjang dan terdiri dari 2 semi sel. Sel memiliki panjang 350-
515 μm dan lebar 45-60 μm. Kloroplas berbentuk pita dan terletak parietal dengan banyak
pirenoid (Mizuno, 1969: 283). Bentuk lateral margin setiap semi sel bergelombang,
sedangkan pada bagian apeks agak rata (subtruncate) dan dikelilingi oleh struktur sepeti
duri kecil (spine) dalam jumlah yang banyak.
KLASIFIKASI
• Kingdom : Protozoa
• Phylum : Euglenophyta
• Class : Euglenophyceae
• Order : Euglenales
• Family : Euglenaceae
• Genus : Euglena
• Spesies : Euglena oxyuris

HABITAT :
Perairan Tawar yang kaya bahan organik, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Euglena merupakan uniseluler-motil yang dapat berubah-ubah bentuknya, namun
umumnya silindris panjang. Panjang sel mencapai 140-190 μm dan lebar 19-45 μm. Setiap
sel memiliki 1 stigma, kloroplas dan 1 flagel untuk berpindah tempat. (Mizuno, 1969: 11).
Pada bagian apikal berbentuk lebar dan membulat dengan celah yang terbuka di bagian
tengahnya, sedangkan pada bagian posterior lebar kemudian meruncing panjang.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Chromista
• Phylum : Brachiopoda
• Class : Rhynchonellata
• Order : Terebratulida
• Family : Fragilariaceae
• Genus : Centronella
• Spesies : Centronella sp.

HABITAT :
Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Centronella dapat ditemukan pada perairan tawar maupun laut. Sel memiliki panjang
katup 40-120 μm (Pantecost, 1984: 136). Frustule (katup yang setangkup) berbentuk
persegi panjang yang sempit atau seperti tulang panjang. Umumnya dalam bentuk koloni
yang terdiri dari 3 frustule.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Chromista
• Phylum : Ochrophyta
• Class : Chrysophyceae
• Order : Chromulinales
• Family : Dinobryaceae
• Genus : Dinobryon
• Spesies : Dinobryon sp.
HABITAT :
Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Sel berbentuk oval memanjang dan berada dalam lorika transparan, berbentuk seperti vas
bunga atau kerucut. Panjang lorica 21,2μm, sedangkan panjang sel 12,7 μm (Mizuno,
1969: 7). Setiap sel memiliki 2 flagel yang tidak sama besar, 2 kloroplas besar, 1-2 vakuola
kontraktil dan stigma (Werh & Sheath, 2008: 498). Koloni bercabangcabang seperti bunga
terompet.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Protozoa
• Phylum : Myzozoa
• Class : Dinophyceae
• Order : Peridinales
• Family : Peridineaceae
• Genus : Peridinium
• Spesies : Peridinium sp.

HABITAT :
Perairan Tawar dan Sebagaian besar hidup di Laut, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Peridinium merupakan uniseluler yang berenang aktif dalam gerakan memutar. Sel
berbentuk bulat dengan ukuran 13-30 μm serta memiliki flagel (Wehr & Sheath, 2008:
707). Pada permukaan sel terdapat lempengan selulosa yang umumnya berbentuk
heksagonal dan membungkus sel. Pada sisi dorsal terdapat lekukan transversal dan juga
lekukan longitudinal pada sisi ventral.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Plantae
• Phylum : Chlorophyta
• Class : Ulvophyceae
• Order : Ulothricales
• Family : Ulothricaeae
• Genus : Ulothrix
• Spesies : Ulothrix sp.

HABITAT :
Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Bentuk filamen panjang tak bercabang dengan lebar 11-45 μm. Pada setiap sel terdapat
kloroplas yang berbentuk seperti ladam/lempengan yang terletak pada bagian tepi
ruangan sel dan dilengkapi dengan 1-2 pireniod (Mizuno, 1969: 207). Pada bagain luar
filamen terdapat struktur seperti rambut.
KLASIFIKASI
• Kingdom : Chromista
• Phylum : Ochrophyta
• Class : Xanthophyceae
• Order : Mischococcales
• Family : Centritractaceae
• Genus : Centritractus
• Spesies : Centritractus
belenophorus

HABITAT :
Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten
KARAKTERISTIK :
Panjang sel 40-90 μm dan panjang spine 15- 32 μm. Sel memiliki 1 atau 2 lebih plastid
pipih tanpa pirenoid dan memiliki banyak granul (Werh & Sheath, 2008: 458). Sel
berbentuk silindris lurus panjang dan pada kedua ujungnya terdapat spine panjang.

KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Division : Chlorophyta
Class : Chlorophyceae
Ordo : Chlorococcales
Famili : Hidrodictyaceae
Genus : Pediastrum
Species : Pediastrum sp.

Pediastrum banyak ditemukan pada kolam-kolam yang permanen atau semi permanent.
Pediastrum koloninya mengapung, berisi 2 –128 (biasanya 4-64) sel poligonal (bersudut
banyak) yang tersusun dari satu bidang pipih setebal selnya. Perkembangbiakan aseksual
dengan membentuk zoospore. Sedangkan secara seksual dengan isogami. Ciri-ciri sel dan
koloni tanpa selabung gelatin yang mencolok, sel membentuk seperti piring datar
melingkar, sel tubuh dalam bentuk poligonal, dengan tanduk menyerupai tonjolan.

KLASIFIKASI
Domain : Eukaryota
Kerajaan : Plantae
Divisi : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Chlorococcales
Famili : Chlorococcaceae
Genus : Chlorococcum
Spesies : Chlorococcum sp.

Chlorococcum sp. adalah ganggang hijau bersel tunggal yang hidup di air tawar,
berkembangbiak secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan Chlorococcum secara
vegetatif adalah dengan membentuk zoospora. Tiap sel Chlorococcum dewasa yang tidak
berflagel, inti dan plasmanya dapat membelah dan menghasilkan delapan sampai dengan
enam belas zoospora. Tiap zoospora berflagel sepasang. Perkembangbiakannya secara
generatif terjadi dengan konjugasi zoospora. Hasil konjugasi berupa zigospora. Setelah
zigospora masak, dindingnya akan pecah dan menghasilkan beberapa zoospora.
Selanjutnya, setiap zoospora akan menanggalkan flagelumnya dan tumbuh menjadi
individu dewasa.

KLASIFIKASI
Domain : Bakteri
Kingdom : Plantae
Phylum : Cyanobacteria
Kelas : Cyanobacteria
Order : Oscillatoriales
Family : Oscillatoriaceae
Genus : Plectonema
Spesies : Plectonema sp.

Plectonema palsu bercabang, biasanya biru-hijau, einzellreihige benang dengan diameter


0,7-22 mikron. Silinder mereka sel mengandung, seperti itu dari semua bakteri, baik inti
maupun plastida. Setiap thread di selubung agar-agar tipis. Plectonema palsu bercabang
terjadi pertumbuhan kabisat, sedangkan lingkaran terbentuk dalam thread, meledak dari
selubung agar-agar, biasanya setelah kematian sel. Cabang-cabang lateral yang dihasilkan
masing-masing selubung agar-agar bentuk baru.

KLASIFIKASI
Domain : Eukaryota
Kingdom : Plantae
Division : Chlorophyta
Class : Chlorophycae
Order : Chlorococcales
Family : Micractiniaceae
Genus : Golenkinia
Spesies : Golenkinia radiata

Golenkinia sp. merupakan alga hijau uniseluler.


KLASIFIKASI
Kingdom : Diatomea
Phylum : Bacillariophytina
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Cymbellales
Famili : Gomphonemataceae
Genus : Gomphonema
Spesies : Gomphonema sp.

Ghomphonema sp. merupakan jenis diatom epilitik yang mampu hidup pada kondisi
lingkungan dengan UVR (ultraviolet radiation) tinggi. Keberadaan Ghomphonema sp. juga
mengindikasikan bahwa telah terjadi pencemaran sedang pada perairan tersebut.
Gomphonema angustatum adalah toleran dan mampu hidup pada perairan yang tercemar
sedang

KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Divisi : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Bangsa : Zygnematales
Suku : Desmidiaceae
Genus : Penium
Spesies : Penium spirostriolatum

Ciri-ciri Bentuknya seperti pita. Silinder Placoderm, ujung tumpul, unicell, dinding Laterl
dalam berbagai spesies adalah datar atau nodular. Habitat air tawar di perairan tergenang.

KLASIFIKASI
Divisi : Chlorophyta
Class : Chlorophyceae
Ordo : Chlorococcales
Famili : Scenedesmaceae
Genus : Actinastrum
Speseies : Actinastrum hantzschii

Ciri-ciri:
 sel dan koloni tanpa selabung gelatin yang mencolok
 sel memanjang membentuk koloni 4,8, atau 16 memancar dari pusat
 tubuh sel berbentuk silinder atau dalam bentuk gelondong panjang
 tersusun secara radial dengan menempel satu sisi ke sisi lain
KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Division: Chrysophyta
Class : Bacillariophyceae
Ordo : Pennales
Famili : Naviculaceae
Genus : Navicula
Species : Navicula laterostrata

 bentuk memenjang simetri bilateral


 kedua ujung mengecil dan menbulat
 ukuran sedang dengan bagian tengan membuncit

Klasifikasi
Divisi : Chlorophyta
Class : Chlorophyceae
Order : Chlorococcales
Family : Scenedesmaceae
Genus : Scenedesmus
Spesies : Scenedesmus
ellipsoideus

 berwarna hijau terang


 kosmopolitan (air tawar, payau, asin)
 dinding sel terbuat dari selulosa atau polimer xylosa atau mannosa atau hemiselulosa
 memiliki flagela dapat bergerak sedikit
 bentuk flagel isokontae
 jumlah dan letak sangat bervariasi (apikal, subapikal, lateral)

Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Fragilariophyceae

Order : Fragilariales
Family : Fragilariaceae
Genus : Synedra
Species : Synedra flugens

Berbentuk memanjang seperti jarum. Bisa hidup secara individu ataupun koloni jika
berkoloni, akan berkumpul pada satu titik digumpalan lendir yang dikeluarkan dari pori-
porinya. Spesies tertentu memiliki 2 tanduk pendek atau duri yang menonjol tepat diatas
katup pori-pori. Hidup di air tawar seperti danau atau waduk

Klasifikasi

Division : Ochrophyta
Class ; Bacillariophyceae
Order : Cymbellales
Family : Gomphonemataceae
Genus : Gomphonema
Species : Gomphonema olivaceum

Bentuk elips dengan tiang kepala bulat lebar, menyempit ke tiang kaki lebih bulat akut. Sel
berbentuk baji dalam tampilan korset dengan pseudosepta terlihat.
Tidak ada pori-pori yang terisolasi di daerah pusat, tetapi pori-pori di ujung striae yang
lebih panjang yang berdekatan dengan daerah pusat sedikit lebih mencolok (SEM); bidang
pori apikal bilobed hadir di kutub kaki (SEM).

Klasifikasi

Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Naviculales
Family : Pinnulariaceae
Genus : Pinnularia
Species : Pinnularia braunii

 Pinnularia termasuk organisme uniseluler.


 Dinding sel tersusun atas zat pectic pada kerangka silika yang kaku.
 Dinding mereka terdiri dari dua bagian yang disebut katup (hipoteka dan epiteka)
 terdapat dua kloroplas hadir di sepanjang sisi sel, dan mengandung klorofil a, c, beta-
karoten dan fucoxanthin pigmen.

Klasifikasi
Division : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Order : Achnanthales
Family : Achnanthidiaceae
Genus : Eucoconeis
Species : Eucoconeis sp

Hidup soliter.Sel berbentuk elips, terdapat garis dengan tiang bulat atau bercotok dan
mantel yang relatif dalam. Terdapat satu kloroplas ditengah
Klasifikasi
Kelas : Cyanophyceae
Ordo : Chroochoccales
Genus : Gomphosphaeria
Species : Gomphosphaeria Aponina

Berkoloni, berklorofil, hidup di air danau


ZOOPLANKTON

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Maxillopoda
• Order : Cyclopoida
• Family : Cyclopidae
• Genus : Acanthocyclops
• Spesies : Acanthocyclops robustus

Biasanya ditemukan pada ketinggian 0-516 meter (0 sampai 1.693 kaki). Dalam danau yang
sangat produktif, A. robustus lebih berhasil di zona litoral dari zona pelagik . A. robustus
lebih memilih lapisan lumpur dari zona litoral selama tahap-tahap istirahat . A. robustus
mentolerir perairan payau dari muara.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Branchiopoda
• Order : Diplostraca
• Family : Cercopagididae
• Genus : Bythotrephes
• Spesies : Bythotrephes cederstroemi
HABITAT :
Bythotrephes adalah invasif di Amerika Utara dan asli utara Eropa dan Asia. Ini tak
sengaja diperkenalkan ke dalam Danau Besar Amerika Serikat pada tahun 1982 dan telah
menyebar ke danau yang lebih kecil di wilayah Great Lakes.

KARAKTERISTIK :
• Tubuh dan kaki tidak tertutup kerang karapas
• ekor embel (ekor tulang belakang) sangat panjang dengan barbs dipasangkan beberapa
• Panjang tubuhnya berkisar 1,5-5 mm plus tulang belakang mm ekor tambahan 5-7

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Branchiopoda
• Order : Diplostraca
• Family : Daphniidae
• Genus : Ceriodaphnia
• Spesies : Ceriodaphnia dubia
HABITAT :
Biasanya ditemukan pada ketinggian 0 sampai 747 meter (0 sampai 2.451 kaki). di
daerah sirkumpolar . Ditemukan di perairan payau danau dan kolam batu kecil.
KARAKTERISTIK :
• Tidak ada rostrum
• Kepala kecil dan tertekan
• Terdapat Serviks sinus
• Cakar Postabdominal dengan pecten pusat: dua morphotypes pecten telah ditemukan di
C. dubia . Sebuah pecten baik morph yang terdiri dari 18-24 gigi sempit dengan sisi hampir
paralel dan morph pecten jarang bergigi yang memiliki 7-14 gigi ovately meruncing dekat
ditetapkan. Para pecten pada morph baik dapat dibedakan pada kekuatan magnifcation
kurang dari 400x.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Maxillopoda
• Order : Cyclopoida
• Family : Cyclopidae
• Genus : Cyclops
• Spesies : Cyclops scutifer

HABITAT :
• Cyclops scutifer lebih suka dingin, danau air tawar dan sering terjadi pada kedalaman
lebih dari 6 meter. Kepadatan maksimum terjadi pada musim semi dan awal musim panas
ketika suplai oksigen yang cukup tersedia pada suhu sekitar 10 ° C. Populasi dipaksa ke
dalam lapisan atas oksigen danau sebagai hypolimnion menjadi kehabisan oksigen . Jenis
ini dapat mentolerir suhu sampai 15 ° C (2).
• Cyclops scutifer adalah copepoda air tawar
KARAKTERISTIK :
• Tubuh panjang sekitar 0,7-1,5 mm
• Pendek antena, memperluas tidak lebih dari setengah panjang tubuh
• Jauh lebih besar dari urosome Prosome
• 17 segmen atau lebih dalam 1 st antena
• Hyaline membran absen
• Ridge hadir pada punggung, sisi belakang rami

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Branchiopoda
• Order : Diplostraca
• Family : Daphniidae
• Genus : Daphnia
• Spesies : Daphnia magna

HABITAT :
• Biasanya ditemukan pada ketinggian 0 sampai 747 meter (0 sampai 2.451 kaki).
• D. magna terjadi di daerah sirkumpolar.
• D. magna ditemukan di perairan payau danau dan kolam batu kecil. Ditemukan juga di
selokan, kolam dangkal, dan waduk kecil eutrofik, semua rentan terhadap kekeringan .
Batas atas kebohongan salinitas toleransi antara 4 dan 8 ppt. Pertumbuhan dan output
reproduksi tertinggi ketika salinitas adalah 4 ppt; salinitas 8 ppt disebabkan penurunan yang
signifikan dalam pertumbuhan dan reproduksi selain konsumsi oksigen berkurang dan lebih
rendah ekskresi amonium .

KARAKTERISTIK :
• Rostrum present
• Cervical sinus absent
• karapas meluas sebagai strip antara sisi perisai kepala
• Besar hingga 5 mm

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Maxillopoda
• Order : Cyclopoida
• Family : Cyclopidae
• Genus : Diacyclops
• Spesies : Diacyclops thomasi
HABITAT :
• D. thomasi didistribusikan secara luas di seluruh Amerika Utara dan merupakan
copepoda yang paling umum dalam sampel zooplankton di Great Lakes . Contoh lokasi
dilaporkan khusus meliputi Danau Michigan , Belews Lake’ setidaknya 0,3 m dari 75%
bagian bawah waktu; ini menunjukkan sebagian besar individu adalah plankton bukan
epibenthic (penduduk pada atau dekat bagian bawah).
KARAKTERISTIK :
• Caudal rami panjangnya 6-7 kali.
• Tulang belakang lateral dimasukkan perkiraan jarak dari 55% dari pangkal ekor ramus
ke puncak.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Maxillopoda
• Order : Calanoida
• Family : Temoridae
• Genus : Epischura
• Spesies : Epischura lacustris

HABITAT :
Biasanya ditemukan dalam air dengan kedalaman 0 sampai -112 meter (0 sampai -367
kaki). E. lacustris ditemukan di zona pelagik danau air dingin.
KARAKTERISTIK :
• Perut betina membungkuk ke kanan
• Tiga ekor setae
• E. lacustris adalah omnivora, dan menampilkan perilaku berenang dan mencari makan
waktu makan
• Konsumsi rotifera dan ganggang sangat penting bagi E. lacustris untuk mempertahankan
reproduksi
• E. lacustris berhenti produksi telur oleh awal musim gugur.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Branchiopoda
• Order : Diplostraca
• Family : Chydoridae
• Genus : Graptoleberis
• Spesies : Graptoleberis testudinaria

HABITAT :
Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari
permukaan laut 3 meter (8 kaki). Graptoleberis testudinaria ditemukan berhubungan
terutama dengan vegetasi daripada menjadi penghuni bawah.
KARAKTERISTIK :
• Rostrum luas dan berbentuk setengah lingkaran
• Secara umum dengan dua gigi menonjol di sudut inferoposteal, spesimen dengan satu
gigi telah diamati
• Postabdominal cakar dengan satu tulang basal menit
• karapas dan kepala dengan retikulasi mencolok

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Maxillopoda
• Order : Calanoida
• Family : Temoridae
• Genus : Heterocope
• Spesies : Heterocope septentrionalis

HABITAT :
ditemukan di zona pelagik danau air dingin Terdapat Terjadi musim semi melalui
musim gugur dengan kelimpahan puncak di musim panas. Biasanya ditemukan pada
ketinggian 0 sampai 86 meter (0-282 kaki).
KARAKTERISTIK :
• ekor ramus dengan tiga setae
• ramus ekor dari kedua jenis kelamin dengan seta luar ramping yang sekitar sama
panjang dengan ramus.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Branchiopoda
• Order : Diplostraca
• Family : Macrothricidae
• Genus : Ilyocryptus
• Spesies : Ilyocryptus spp.

HABITAT :
Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari
permukaan laut 3 meter (8 kaki). Graptoleberis testudinaria ditemukan berhubungan
terutama dengan vegetasi daripada menjadi penghuni bawah. Terjadi musim semi melalui
musim gugur dengan kelimpahan puncak di musim panas. Biasanya ditemukan pada
ketinggian 0 sampai 86 meter (0-282 kaki).
KARAKTERISTIK :
• Antennules dua tersegmentasi
• Pada banyak spesies yang karapas lama tidak membuang selama molting, memberikan
penampilan kerang bersarang
• besar dengan dentikel marjinal banyak dan setae lateral yang panjang Postabdomen
• Sering ditutupi dengan detritus

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Rotifera
• Class : Monogononta
• Order : Ploimida
• Family : Brachionidae
• Genus : Keratella
• Spesies : Keratella testudo

HABITAT :
Hadir dalam danau dari musim semi sampai musim gugur.
KARAKTERISTIK :
• Postero-lateral aspek pada permukaan dorsal lorica biasanya buka.
• Tidak ada pustula hadir pada permukaan lorica.
• Para punggungan horisontal anterior dari segi antero adalah tentang panjang yang sama
dengan pegunungan lain dari segi memberikan bentuk jelas heksagonal.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Branchiopoda
• Order : Diplostraca
• Family : Chydoridae
• Genus : Kurzia
• Spesies : Kurzia latissima
HABITAT :
Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari permukaan
laut 8 meter (25 kaki).
KARAKTERISTIK :
• Postabdominal cakar dengan satu tulang basal dan gigi sekunder di tengah
• Antennal setae rumus 1-1-3 / 0-0-3
• Postabdomen dengan 10 sampai 12 dentikel marjinal
• Sedikit puncak di belakang saja, tidak ada di kepala.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Branchiopoda
• Order : Diplostraca
• Family : Leptodoridae
• Genus : Leptodora
• Spesies : Leptodora kindtii

HABITAT :
Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari permukaan
laut dari 34 meter (111 kaki)
KARAKTERISTIK :
• Tubuh dan kaki tidak tertutup kerang karapas
• Enam pasang kaki agak rata, jelas tersegmentasi dan dpt memegang
• Tubuh panjang

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Rotifera
• Class : Monogononta
• Order : Ploimida
• Family : Lecanidae
• Genus : Monostyla
• Spesies : Monostyla lunaris

HABITAT :
Hadir dalam danau dari musim semi sampai musim gugur. Terjadi musim semi
melalui musim gugur dengan kelimpahan puncak di musim panas. Biasanya ditemukan
pada ketinggian 0 sampai 86 meter (0-282 kaki).
KARAKTERISTIK :
• Panjang: plat ventral 118 µm, jari kaki (dengan cakar) 66 µm
• Lebar: lorica 86 µm
KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Rotifera
• Class : Monogononta
• Order : Ploimida
• Family : Brachionidae
• Genus : Notholca
• Spesies : Notholca caudata

HABITAT :
Notholca spp. adalah stenotherms dingin, hidup hanya dalam kisaran terbatas suhu
dingin. Ini rotifera adalah plankton tetapi mungkin juga pesisir. Notholca spp. berkembang
dalam kisaran pH 6 sampai 8.
KARAKTERISTIK :
• Memiliki proses ekor
• Notholca caudata adalah spesies terbesar dan paling langka dari genus Notholca.

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Maxillopoda
• Order : Calanoida
• Family : Diaptomidae
• Genus : Onychodiaptomus
• Spesies : Onychodiaptomus sanguineus

HABITAT :
Ditemukan di zona pelagik danau air dingin Terdapat Terjadi musim semi melalui
musim gugur dengan kelimpahan puncak di musim panas. Biasanya ditemukan pada
ketinggian 0 sampai 86 meter (0-282 kaki).
KARAKTERISTIK :
• Panjang : ventral plate 118 µm, jari kaki (dengan cakar) 66 µm
• Setiap ramus ekor dengan lima setae
• Ketiga segmen dari ujung antena yang tepat dengan proses ramping yang melengkung
dan biasanya menunjuk. Proses ini lebih pendek dari segmen kedua dari ujung antena yang
sama

KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Branchiopoda
• Order : Diplostraca
• Family : Chydoridae
• Genus : Pleuroxus
• Spesies : Pleuroxus striatus
HABITAT :
Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari
permukaan laut 8 meter (25 kaki).
KARAKTERISTIK :
• Postabdominal cakar dengan dua duri basal
• sudut Superoposteal melampaui batas posterior dari katup
• Inferoposteal sudut titik yang tajam
• Dua marjinal dentikel distalmost biasanya bergabung di dasar
• panjang dengan kurva sedikit Postabdomen
KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Branchiopoda
• Order : Diplostraca
• Family : Chydoridae
• Genus : Rhynchotalona
• Spesies : Rhynchotalona falcata

HABITAT :
Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari
permukaan laut 21 meter (68 kaki).
KARAKTERISTIK :
• Postabdominal cakar dengan satu tulang basal
• Postabdomen dengan dua sampai empat dentikel marjinal besar dan serangkaian panjang
dentikel lateral yang
• mimbar bengkok dan memanjang masa lalu antennules
KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Arthropoda
• Class : Maxillopoda
• Order : Calanoida
• Family : Diaptomidae
• Genus : Skistodiaptomus
• Spesies : Skistodiaptomus pygmaeus

HABITAT :
Ditemukan di danau dan kolam negara bagian timur laut.
KARAKTERISTIK :
• Setiap ramus ekor dengan lima setae
• segmen ketiga dari akhir pada antena kanan memiliki embel-embel tidak
• kelima kaki kiri lebih pendek dari kaki kelima yang tepat dan mencapai luar segmen
pertama dari kanan exopod
• Endopod kaki kelima kanan lebih panjang dari exopod pertama dari kelima kaki kanan
• Terminal cakar kaki kelima hak untuk tidak miring
• panjang specimen sekitar 1mm
KLASIFIKASI
• Kingdom : Animalia
• Phylum : Rotifera
• Class : Monogononta
• Order : Ploimida
• Family : Trichocercidae
• Genus : Trichocerca
• Spesies : Trichocerca multicrinis
HABITAT :
Sering dikaitkan dengan perairan eutrofik.
KARAKTERISTIK :
• Tubuh bulat telur.
• Single anterior mucro.
• Panjang Tubuh = 180 - 200 µm, jari kaki = 90 - 100 µm.
• Trichocerca dapat menggunakan pedal kelenjar untuk memproduksi sekresi lendir untuk
melampirkan substrat. Sekresi juga dapat menjadi mekanisme energik untuk tetap
tersuspensi dalam kolom air.

KLASIFIKASI :
Kingdom : Animalia
Filum : Arthrophoda
Class : Branchiopoda
Ordo : Diplostraca
Famili : Bosminidae
Genus : Bosmina Baird
Spesies : Bosmina longirostris

Bosmina longirostris adalah spesies kutu air yang ditemukan di Danau Hebat dan Eropa
Tengah. Ini ditemukan di plankton dekat garis pantai danau dan kolam.
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Maxillopoda
Ordo : Calanoida
Famili : Calanidae
Genus : Undinula
Spesies : Undinula vulgaris

Hidup di laut. Distribusi Newfoundland ke Teluk Meksiko, Atlantik Utara tengah, Atlantik
Selatan timur dan barat, Samudra Hindia barat.
KLASIFIKASI :
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Hexanauplia
Ordo : Calanoida
Famili : Calanidae
Genus : Calanus
Spesies : Calanus finmarchicus
Calanus finmarchicus paling sering ditemukan di Laut Utara dan Laut Norwegia. Hal ini
juga ditemukan di seluruh perairan dingin di Atlantik Utara, terutama di lepas pantai
Kanada, di Teluk Maine, dan sampai ke Svalbard barat dan utara. Calanus finmarchicus
dianggap sebagai copepoda besar, dengan panjang 2-4 milimeter (0,08-0,16 in).
KLASIFIKASI
Fillum : Arthropoda
Kelas : Crustacea
Sub kelas : Branchiopoda
Ordo : Cladocera
Famili : Sididae
Genus : Diaphanosoma
Species : Diaphanosoma sp.

Dibedakan dengan memiliki mata majemuk di tengah kepalanya. Karakteristik yang paling
membedakan dari Diaphanosoma adalah antena kedua. Yang lebih panjang dari tubuh dan
ketika diawetkan sering mencuat ke samping. Antena kedua dapat mencapai pinggiran
belakang carapace.
Habitat
Danau, perairan tergenag dan air tawar

KLASIFIKASI
Kerajaan : Animalia
Filum : Arthropoda
Subphylum: Crustacea
Kelas : Hexanauplia
Subkelas : Copepoda
Keluarga : Diaptomidae
Marga : Diaptomus
Spesies : Diaptomus sp.
Ciri-ciri
Calanus Finmarchicus dianggap menjadi copepoda besar, yang biasanya 2-4 milimeter
(0,08-0,16)
Habitat
di Laut Utara danLautNorwegia. Hal ini juga ditemukan di seluruh perairan dingin Atlantik
Utara, terutama di lepas pantai Kanada dan di Teluk Maine.

KLASIFIKASI
Phylum : Arthropoda
Class : Maxillopoda
Order : Calanoida
Genus : Acartia
Spesies : Acartia clausi

Ciri-ciri
Tubuh memanjang, ramping. Mempunyai sepasang antena. Seluruh kegiatan hidupnya
dilakukan oleh sel itu sendiri.
Habitat :
Hidup di Kolam
DAFTAR PUSTAKA

http://hariyano.blogspot.com/2014/12/sistem-klasifikasi-fitoplankton-dan.html

http://fitoplankton-tambak-boyo.blogspot.com/p/beranda.htmlV

https://www.dunia-perairan.com/2019/05/mengenal-beberapa-jenis-fitoplankton.html

http://mefishandmarine.blogspot.com/2012/05/10-zooplankton.html