Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN


ALAT PEMADAM API RINGAN

Oleh :

Nama : Dhea Chika Damayanthy


Kelas : K3 – 4A
NRP : 0517040005
Kelompok :3

TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


TEKNIK PERMESINAN KAPAL
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di kehidupan sehari-hari pasti kita sering menemui berbagai macam benda
yang mudah terbakar, mulai dari benda yang terbuat dari bahan plastik sampai
benda yang terbuat dari bahan kayu. Dimanapun bangunan tempat kita
berpijak mulai dari rumah, kos sampai di tempat kerja pun mempunyai tingkat
resiko kebakaran. Kebakaran di tempat kerja dapat membawa konsekuensi
yang berdampak merugikan banyak pihak baik bagi pengusaha, tenaga kerja
maupun masyarakat luas. Maka dari itu perlu dilakukan suatu langkah
pencengahan dan penanggulangan terhadap kebakaran itu sendiri. Menurut
Indra 2012 Salah satu cara pencegahan kebakaran adalah menggunakan APAR
(Alat Pemadam Api Ringan).
Alat Pemadam Api menurut jenisnya dibagi menjadi 2, yaitu alat
pemadam api tradisional dan alat pemadam api modern. Secara fungsi kedua
alat pemadam api sama yaitu memutus salah satu rangkaian reaksi kimia yang
terjadi antara 3 unsur pembentuk api yaitu suhu panas, bahan bakar, dan
oksigen.Terdapat banyak contoh alat pemadam api modern, namun dalam
praktikum kali ini kita hanya menggunakan alat pemadam api ringan sebagai
alat pemadam api.
Memadamkan api dengan cara tradisional dapat dilakukan dengan
menggunakan peralatan yang tradisional pula, seperti karung goni dan handuk
yang telah dibasahi sebelumnya. Cara ini biasanya diaplikasikan pada rumah
tangga. Sedangkan memadamkan api secara modern dapat dilakukan dengan
menggunakan alat bantu bernama APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
Biasanya, APAR digunakan untuk memadamkan api di lingkungan kerja.
APAR dianggap lebih efektif untuk memadamkan kebakaran secara dini, agar
kebakaran tidak membesar.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara mengaplikasikan teori pemadaman kebakaran?
2. Bagaimana prosedur yang benar untuk pemakaian APAR?
3. Bagaimana cara memdamkan kebakaran dengan APAR?
1.3 Tujuan
1. Mampu mengaplikasikan teori pemadaman kebakaran
2. Mampu melakukan prosedur pemakaian APAR dengan benar
3. Mampu memadamkan kebakaran dengan menggunakan APAR

1.4 Manfaat
1. Dapat mengaplikasikan teori pemadaman kebakaran dengan baik dan
benar
2. Dapat melakukan prosedur pemakaian APAR dengan benar
3. Dapat memadamkan kebakaran dengan menggunakan APAR yang baik
dan benar

BAB II

DASAR TEORI

2.1 Pengertian APAR


Pengertian APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah Alat pemadaman
yang bisa dibawa dan gunakan oleh satu orang dan berdiri sendiri.
Apar merupakan alat pemadam api yang pemakaiannya dilakukan secara
manual dan langsung diarahkan pada posisi dimana api berada. Apar dikenal
sebagai alat pemadam api portable yang mudah dibawa, cepat dan tepat di
dalam penggunaan untuk awal kebakaran, selain itu karena bentuknya
yang portable dan ringan sehingga mudah mendekati daerah kebakaran.
Dikarenakan fungsinya untuk penanganan dini, peletakan APAR-pun harus
ditempatkan di tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan didalam
penggunaannya(safe,endless : 2019)

Sedangkan menurut Handoko,Lukman : 2014 pengertian APAR sendiri


adalah peralatan yang dirancang sebagai pertolongan pertama pada awal
terjadinya kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (berat maks. 16 kg) yang
mudah dilayani oleh satu orang untuk memadamkan api pada mula terjadinya
kebakaran. Berikut adalah contoh gambar APAR yang ditunjukkan pada
Gambar 2.1 dibawah ini

Gambar 2.1 APAR

(Sumber:https://www.produksielektronik.com/jenis-alat-pemadam-api-ringan-
apar/)

Kebakaran dapat ditranggulangi dengan tiga cara :


a) Cara pendinginan yaitu pendinginan pada bahan yang terbakar hingga
berada dibawah titik nyalanya.
b) Cara isolasi dengan menurunkan kadar oksigen sampai dibawah 12%
sehingga pembakaran tidak berlanjut,
c) Cara penguraian, pisahkan bahan bakar. Misalnya gas atau bahan bakar
cair dapat dilakukan dengan menutup kerangan (valves) atau dengan
mengosongkan tangki bahan bakar.(Handoko,Lukman : 2014)

2.2 Klasifikasi Kebakaran

Kebakaran itu sendiri dapat dibeda – bedakan menurut penyebab


terjadinya api atau yang biasa disebut dengan klasifikasi kebakaran supaya
jenis APAR yang dipergunakan efektif dalam mengendalikan kebakaran
tersebut. Adapun menurut Hendro: 2014 berikut ini adalah Kelas-kelas
Kebakaran

a. Kebakaran Kelas A
Kebakaran Kelas A merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan
oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Plastik, Kain, Kayu,
Karet dan lain sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan
kebakaran Kelas A adalah APAR jenis Cairan (Water), APAR jenis Busa
(Foam) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder)
b. Kebakaran Kelas B
Kebakaran Kelas B merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan
oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak (Bensin, Solar,
Oli), Alkohol, Cat, Solvent, Methanol dan lain sebagainya). Jenis APAR
yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas B adalah APAR jenis
Karbon Diokside (CO2), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis
Tepung Kimia (Dry Powder)
c. Kebakaran Kelas C
Kebakaran Kelas C merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan
oleh Instalasi Listrik yang bertegangan. Jenis APAR yang cocok untuk
memadamkan kebakaran Kelas C adalah APAR jenis Karbon Diokside
(CO2) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder)
d. Kebakaran Kelas D
Kebakaran Kelas D merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan
oleh bahan-bahan logam yang mudah terbakar seperti sodium, magnesium,
aluminium, lithium dan potassium. Kebakaran Jenis ini perlu APAR
khusus dalam memadamkannya
e. Kebakaran Kelas K
Kebakaran Kelas K merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan
oleh minyak masak (minyak sayur, minyak hewan) ataupun lemak yang
biasanya dipergunakan dalam dapur masak. Jenis APAR yang cocok untuk
memadamkan Kebakaran Kelas K adalah APAR jenis Busa (Foam) dan
APAR jenis Karbon Diokside (CO2).

2.3 Jenis – jenis APAR

Berdasarkan Bahan pemadam api yang digunakan, APAR (Alat Pemadam


Api Ringan) dapat digolongkan menjadi beberapa Jenis. Diantaranya terdapat
4 jenis APAR yang paling umum digunakan, yaitu :

a. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Cairan/Water


APAR Jenis Air (Water) adalah Jenis APAR yang disikan oleh Air
dengan tekanan tinggi. APAR Jenis Air ini merupakan jenis APAR yang
paling Ekonomis dan cocok untuk memadamkan api yang dikarenakan
oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet, Plastik dan
lain sebagainya (Kebakaran Kelas A). Tetapi akan sangat berbahaya jika
dipergunakan pada kebakaran yang dikarenakan Instalasi Listrik yang
bertegangan (Kebakaran Kelas C). Berikut adalah contoh gambar APAR
yang ditunjukkan pada Gambar 2.2 dibawah ini

Gambar 2.2 APAR Water


(Sumber : http://alat-pemadam.co.id/jenis-isi/water-air.html)
b. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Busa/Foam (AFFF)
APAR Jenis Busa ini adalah Jenis APAR yang terdiri dari bahan
kimia yang dapat membentuk busa. Busa AFFF (Aqueous Film Forming
Foam) yang disembur keluar akan menutupi bahan yang terbakar sehingga
Oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran. APAR Jenis Busa
AFFF ini efektif untuk memadamkan api yang ditimbulkan oleh bahan-
bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet dan lain sebagainya
(Kebakaran Kelas A) serta kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan
cair yang mudah terbakar seperti Minyak, Alkohol, Solvent dan lain
sebagainya (Kebakaran Jenis B). Berikut adalah contoh gambar APAR
foam yang ditunjukkan pada Gambar 2.3 dibawah ini

Gambar 2.3 APAR Foam

(Sumber:https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Falat-
pemadam.co.id%2Fimg%2FTabung-Pemadam-Isi-Foam
%2520500x500.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Falat-pemadam.co.id%2Fjenis-
isi%2Faff-foam.html&docid=M2cl9Uv05hK6dM&tbnid=tdWbU9SUIGTbdM
%3A&vet=10ahUKEwiEl7b8uI_iAhUp6XMBHQbmATsQMwgrKAIwAg..i&w=
500&h=500&safe=strict&bih=657&biw=1366&q=apar
%20foam&ved=0ahUKEwiEl7b8uI_iAhUp6XMBHQbmATsQMwgrKAIwAg&ia
ct=mrc&uact=8)

c. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Serbuk Kimia/Dry Chemical Powder


APAR Jenis Serbuk Kimia atau Dry Chemical Powder Fire
Extinguisher terdiri dari serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi
dari Mono-amonium dan ammonium sulphate. Serbuk kering Kimia yang
dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan
Oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran. APAR Jenis
Dry Chemical Powder ini merupakan Alat pemadam api yang serbaguna
karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas
kebakaran seperti Kelas A, B dan C. Berikut adalah contoh gambar jenis
APAR ini yang ditunjukkan pada Gambar 2.4 dibawah ini
Gambar 2.4 APAR Dry Chemical Powder
(Sumber : http://alat-pemadam.co.id/jenis-isi/abc-dry-powder.html)
APAR Jenis Dry Chemical Powder tidak disarankan untuk
digunakan dalam Industri karena akan mengotori dan merusak peralatan
produksi di sekitarnya. APAR Dry Chemical Powder umumnya digunakan
pada mobil.
d. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Karbon Dioksida/Carbon Dioxide (CO2)
APAR Jenis Karbon Dioksida (CO2) adalah Jenis APAR yang
menggunakan bahan Karbon Dioksida (Carbon Dioxide / CO2) sebagai
bahan pemadamnya. APAR Karbon Dioksida sangat cocok untuk
Kebakaran Kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan Kelas C
(Instalasi Listrik yang bertegangan).(Fahjrin,Rifdah:2018) berikut adalah
contoh gambar APAR Jenis Karbon Dioksida/Carbon Dioxide (CO2)
ditunjukkan pada Gambar 2.5 dibawah ini

Gambar 2.5 Contoh APAR Jenis Karbon Dioksida

(Sumber : https://patigeni.com/alat-pemadam-api-untuk-kapal/co2/)

2.4 Pemasangan dan Penempatan APAR

Adapun Pemasangan dan penempatan APAR yang baik dan benar adalah
sebagai berikut :

a. Setiap APAR dipasang pada posisi yang mudah dilihat dan dijangkau
b. Pemasangan APAR harus sesuai dengan jenis benda / tempat yang
dilindungi
c. Setiap APAR harus dipasang menggantung
d. Pemasangan APAR dengan ketinggian max. 1,2 meter
e. Pemasangan APAR tidak boleh diruangan yang mempunyai suhu
lebih dari 49º C dan di bawah 4º C

Persyaratan Teknis APAR :

1. Tabung harus dalam keadaan baik ( tidak berkarat )


2. Dilengkapi dengan etiket cara – cara penggunaan yang memuat
urutan singkat dan jelas tetang cara penggunaannya
3. Segel harus dalam keadaan baik
4. Tidak ada kebocoran pada membran tabung gas tekanan tinggi (
Cartridge )
5. Selang harus dalam keadaan baik dan tahan tekanan tinggi.
6. APAR jenis busa / foam, tabung dalamnya tidak bocor serta lubang
pengeluaran tidak tersumbat
7. Bahan baku pemadaman harus selalu dalam keadaan baik
8. Tutup tabung harus baik dan tertutup rapat
9. Warna tabung harus mudah dilihatJenis-jenis APAR

2.5 Bagian – bagian APAR

a. Tabung

Tabung yang digunakan dalam APAR terbuat dari bahan berkualitas


tinggi baja paduan. Mereka banyak diterapkan dalam kimia, metalurgi,
mekanik. Sehingga tahan terhadap bahan kimia serta tahan terhadap
tekanan yang terukur. Tabung berbentuk seamless yaitu tabung yang dibuat
tanpa adanya las. Berikut contoh tabung pada APAR ditunjukkan pada
Gambar 2.6 dibawah ini

Gambar 2.6 Tabung APAR

(Sumber : https://alatpemadamapi101.com/product/harga-apar-9-kg-
dcp/)

b. Valve
Spare part yang berfungsi untuk menutup dan membuka aliran media
atau isi yang berada di dalam tabung. Berikut contoh Valve pada APAR
ditunjukkan pada Gambar 2.7 dibawah ini

Gambar 2.7 Valve APAR

(Sumber : https://www.bukalapak.com/p/industrial/safety/apar/zbc1le-jual-
jual-valve-apar-karbondioksida-2-9kg)

c. Handle

Spare part yang berfungsi sebagai pegangan untuk menekan serta


membantu valve dalam melakukan fungsinya. Berikut contoh Valve pada
APAR ditunjukkan pada Gambar 2.8 dibawah ini

Gambar 2.8 Handle APAR

(Sumber : http://www.alat-pemadam.co.id/sparepart/tuas-handle.html )

d. Pressure Gauge
Spare part yang berfungsi untuk menunjukkan tekanan dalam tabung,
Berikut contoh Valve pada APAR ditunjukkan pada Gambar 2.9 dibawah
ini

Gambar 2.9 Pressure Gauge APAR

(Sumber : https://www.radarhijau.com/2017/12/kupas-tuntas-mengenai-
apar.html )

e. Hose

Spare part yang berfungsi sebagai selang penghantar media, Berikut


contoh Valve pada APAR ditunjukkan pada Gambar 2.10 dibawah ini

Gambar 2.10 Hose APAR

(Sumber : http://pemadamapi.files.wordpress.com/2011/11/img_1924.jpg )

f. Nozzle
Spare part yang berfungsi sebagai pegangan untuk mengarahkan media
pada sumber api, Berikut contoh Valve pada APAR ditunjukkan pada
Gambar 2.11 dibawah ini

Gambar 2.11 Nozzle APAR

(Sumber:https://www.endlessafe.com/wp-
content/uploads/2019/01/Bagian-APAR-Alat-Pemadam-Api-
Ringan.png )

g. Pin pengaman (safety pin)

Spare part yang berfungsi sebagai pengaman tabung, Berikut contoh


Valve pada APAR ditunjukkan pada Gambar 2.12 dibawah ini

Gambar 2.12 Safety Pin APAR

(Sumber : https://alatpemadam.online/images/SAFETY-PIN.jpg )

2.6 Cara perawatan APAR

a. Pengecekan berkala setiap 6 bulan sekali


b. 1x pembolak balikan tabung per bulan
c. Melakukan pengecekan tekanan dengan melihat pressure gauge
d. Melakukan pengecekan selang APAR
e. Melakukan pembersihan tabung untuk menghindari karat dan korosi
BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


1. Tong tempat pembakaran
2. APAR
3. Bahan bakar
4. Korek

3.2 Prosedur Kerja


3.2.1 APAR CO2
START

PEMADAMAN API DENGAN MEDIA APAR

AMBIL APAR DARI TEMPATNYA DENGAN


TANGAN KANAN MEMEGANG BAGIAN BAWAH

BALIK APAR AGAR TERCAMPUR ANTARA


BAHAN PENDORONG DENGAN MEDIA
PEMADAM

TARIK PIN/PUTUS SEGEL PENGAMAN


COBA KEANDALAN APAR SEBELUM
DIARAHKAN KE SASARAN
NO

PERHATIKAN ARAH ANGIN DAN BERDIRI PADA


JARAK 5-8 FEET DARI API

ARAHKAN DARI SISI KE SISI PADA PUSAT


KEBAKARAN SEHINGGA OKSIGEN TIDAK
DAPAT BEREAKSI

APAKAH API PADAM?

SELESAI

3.2.2 APAR Dry Chemical Powder

START

PEMADAMAN API DENGAN MEDIA APAR

AMBIL APAR DARI TEMPATNYA DENGAN


TANGAN KANAN MEMEGANG BAGIAN BAWAH

BALIK APAR AGAR TERCAMPUR ANTARA


BAHAN PENDORONG DENGAN MEDIA
PEMADAM

TARIK PIN/PUTUS SEGEL PENGAMAN

ARAHKAN DARI SISI KE SISI PADA PUSAT


COBA KEANDALAN
KEBAKARAN
PERHATIKAN SEHINGGA
ARAH ANGINAPAR
DAN SEBELUM
OKSIGEN TIDAK
BERDIRI PADA NO
DIARAHKAN
DAPAT
JARAK KE SASARAN
BEREAKSI
5-8 FEET DARI API
AA

APAKAH API PADAM?

SELESAI

3.3 Rangkaian Praktek


Sesuai dengan modul praktikum SPPK seperti pada gambar
dibawah ini, seperti Gambar 3.1 adalah contoh gambar water
extinguishers

Gambar 3.1 water (soda - acid) extinguisher


(Sumber : Modul Praktikum SPPK 2014)

Sedangkan pada Gambar 3.2 adalah gambar cartridge-Operated


Water Extinguisher seperti ditunjukkan dibawah ini

Gambar 3.2 cartridge-Operated Water Extinguisher


(Sumber : Modul Praktikum SPPK 2014)

Untuk cara penggunaan cartridge-Operated Water Extinguisher


dapat dilihat pada Gambar 3.3 dibawah ini

Gambar 3.2 Using cartridge-Operated Water Extinguisher


(Sumber : Modul Praktikum SPPK 2014)