Anda di halaman 1dari 20

A.

AIR TANAH

Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan yang berada dibawah
permukaan tanah. Air tanah berasal dari air hujan yang meresap ke dalam tanah, kemudian
terkumpul pada lapisan yang tidak dapat ditembus oleh air. Air bawah tanah memiliki peran
yang penting dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air, baik untuk
makhluk hidup, rumah tangga dan industri. Menurut Rachmat F. Lubis, 2006 – Secara umum, air
dalam tanah akan mengalir sangat perlahan melalui celah yang sangat kecil dan atau melalui
butiran antar batuan. Batuan yang memiliki kemampuan menyimpan dan mengalirkan air tanah
disebut akuifer.

Pengertian air tanah juga terdapat dalam Undang Undang No.7 Tahun 2004 tentang
Sumber Daya Air, yaitu air yang terdapat dalam lapisan tanah atau baruan dibawah permukaan
tanah. Selain pengertian tersebut, terdapat pula pengertian lain oleh beberapa ahli sebagai
berikut:

 Menurut Bouwer, 1978; Freeze dan Cherry, 1979; Kodoatie, 1996 – Air Tanah
adalah sejumlah air dibawah permukaan bumi yang dapat dikumpulkan dengan sumur-
sumur, terowongan atau sistem drainase atau dengan pemompaan. Dapat pula disebut
aliran alami yang mengalir ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan.
 Menurut Soemarto, 1989 – Air tanah adalah air yang menempati rongga-rongga dalam
lapisan geologi. Lapisan tanah yang berada dibawah permukaan tanah dinamakan lajur
jenuh (saturated zone) dan lajur yang tidak jenuh terletak diatas lajur sampai ke
permukaan tanah yang rongga-rongganya berisi air dan udara.
 Menurut Fetter, 1994 – Air tanah adalah air yang tersimpan pada lajur jenuh kemudian
bergerak sebagai aliran melalui batuan dan lapisan-lapisan tanah yang ada di bumi hingga
air tersebut kelaur sebagai mata air, terkumpul ke kolam, danau, sungai, dan laut. Batas
atas lajur jenuh air disebut dengan muka air tanah (water table)
 Menurut Asdak, 2002 – Air tanah adalah segala bentuk aliran air hujan yang mengalir
dibawah permukaan tanah sebagai akibat struktur perlapisan geologi, perbedaan potensi
kelembapan tanah, dan gaya gravitasi bumi

a. Sumber Air Tanah

Air tanah memiliki jumlah yang jauh lebih besar dibanding air permukaan.
Menurut data UNESCO, 1978 dalam Chow et al, 1998 menyatakan bahwa 98% dari seluruh air
di daratan tersimpan dibawah permukaan tanah, pori-pori batuan, dan material butiran. Oleh
karena itu, sumber air tanah dapat dibagi menjadi 2 jenis sumber, yaitu:

1. Air hujan yang meresap ke dalam tanah melalui pori-pori atau retakan dalam formasi
batuan
2. Air permukaan yang dapat berasal dari sungai, danau, dan reservoir yang meresap
melalui tanah dan batuan ke dalam tanah
Cadangan air terbesar adalah air tanah. Air dalam tanah dan air permukaan adalah sumber
air yang memiliki hubungan erat.Pada musim kemarau panjang, umumnya aliran sungai akan
surut, danau dan tempat penampungan air alami cenderung mengering. Sebagian besar air yang
mengisi sungai, danau dan penampungan air alami merupakan air tanah yang muncul kembali ke
permukaan.

b. Kandungan Air Tanah

Air tanah memiliki kandungan yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Kandungan tersebut
berasal dari unsur air hujan yang ketika meresap ke dalam tanah akan membawa unsur-unsur
lainnya, antara lain:

1. Unsur utama air tanah (major constituents) memiliki kandungan 1,0 – 1000 mg/l, yaitu
kalsium, natrium, magnesium, sulfat, klorida, silika, dan bikarbonat
2. Unsur sekunder air tanah (secondary constituents) memiliki kandungan 0,01-10 mg/l,
yaitu besi, strountium, kalium, kabornat, nitrat, boron, dan florida
3. Unsur minor air tanah (minor constituents) memiliki kandungan kandungan 0,0001-0,1
mg/l, yaitu aluminium, atimon, arsen, barium, cadmium, krom, brom, kobalt, tembaga,
germanium, jodium, timbal, litium, molibdiunum, nikel, mangan, fosfat, rubidium,
selenium, uranium, titanium, vanadium, dan seng
4. Unsur langka air tanah (trace constituents) memiliki kandungan kurang dari 0,001 mg/l,
yaitu berilium, bismut, cerium, cesium, galium, emas, indium, lanthanum, niobium,
platina, radium, ruthenium, scandium, perak, thalium, tharium, timah, tungsten, yttrium,
zircon.

c. Sifat Batuan Pembentuk

Menurut Danaryanto, dkk, 2005 – Terbentuknya air tanah merupakan proses yang
melewati beberapa lapisan batuan dibawah permukaan tanah yang memiliki keterdapatan,
penyebaran dan pergerakan air ranah dengan penekanan pada hubungan terhadap kondisi geologi
suatu daerah.

Berdasarkan sikap batuan terhadap air, maka terdapat beberapa karakteristik batuan yang dibagi
menjadi Akuifer (aquifer), Akuiklud (aquiclude), Akuitar (aquitard), Akuifug (aquifuge).

 Akuifer (aquifer) adalah lapisan pembawa air. Berupa lapisan batuan yang memiliki
susunan tertentu yang mampu menyimpan air dan mengalirkan air dalam jumlah cukup
pada kondisi lapang. Sifat dari batuan akuifer adalah permeabel, terdiri dari pasir, keriki,
batuan retak dan batu gamping yang berlubang
 Akuiklud (aquiclude) adalah lapisan batuan yang mampu menyimpan air, tapi tidak dapat
mengalirkan air dalam jumlah yang cukup. Batuan ini terdirid ari lempung, shale, tuf
halus dan silt
 Akuitar (aquitard) adalah lapisan batuan yang memiliki formasi tertentu dan mampu
menyimpan air serta hanya dapat mengalirkan air dalam jumlah tertentu
 Akuifug (aquifuge) adalah lapisan batuan yang memiliki formasi tertentu. Pada lapisan
ini air tidak dapat disimpan dan dialirkan. Batuan ini terdirid ari granit dan batuan padat
d. Tipe Akuifer (Aquifer) Menurut Undang-Undang

Berdasarkan pengertian dan karakteristiknya, lapisan batuan akuifer merupakan lapisan yang
paling baik dalam menyimpan air tanah. Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1974
tentang Pengairan, cekungan air tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas
hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan
pelepasan air tanah berlangsung.

Tipe akuifer dibagi menjadi tiga, yaitu akuifer bebas (unconfined aquifer), akuifer tertekan
(confined aquifer), dan akuifer semi tertekan (leaky aquifer).

 Akuifer bebas (unconfined aquifer) adalah akuifer jenuh air dengan lapisan pembatas
pada bagian bawah dan tidak ada pembatas di lapisan atas atau langsung berbatasan
dengan permukaan tanah
 Akuifer tertekan (confined aquifer) adalah akuifer dengan batas lapisan atas dan lapisan
bawah berupa formasi tidak tembus air, muka air akan muncul diatas formasi tertekan
bawah. Akuifer ini terisi penuh oleh air tanah, sehingga jika dilakukan pengeboran akan
menyebabkan naiknya muka air tanah pada sumur bor yang melebihi kondisi semula
 Akuifer semi tertekan (leaky aquifer) adalah akuifer jenuh air dengan batasan lapisan atas
berupa akuitard dan lapisan bawah berupa akuiklud. Akuifer semi-tertekan atau aquifer
bocor adalah akuifer jenuh yang sempurna, pada bagian atas dibatasi lapisan semi-lulus
air dan bagian bawah adalah lapisan lulus air ataupun semi-lulus air

e. Jenis Air Tanah

Air tanah digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu berdasarkan letak di permukaan tanah dan
berdasarkan asalnya. Air tanah berdasarkan letaknya dibagi kembali menjadi 2 jenis, yaitu Air
Tanah Freatik dan Air Tanah Dalam (Artesis).

 Air Tanah Freatik adalah air tanah dangkal yang terletak tidak jauh dari permukaan tanah
dan berada diatas lapisan impemeable atau kedap air, contohnya adalah air sumur.
 Air Tanah Dalam (Artesis) adalah air tanah yang terletak di antara lapisan akuifer dan
batuan kedap air, contohnya adalah sumur artesis.

Sedangkan, air tanah berdasarkan asalnya kembali dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Air Tanah
Meteorit (Vados), Air Tanah Baru (Juvenil), dan Air Konat.

 Air Tanah Meteorit (Vados) adalah air tanah yang berasal dari proses presipitasi (hujan)
dari awan yang mengalami kondensasi dan tercampur dengan debu meteorit.
 Air Tanah Baru (Juvenil) adalah air tanah yang berasal dari dalam bumi karena tekanan
intrusi magma, contohnya adalah geyser atau sumber air panas.
 Air Konat adalah air tanah yang terkurung pada lapisan batuan purba.
B. SIKLUS AIR TANAH

Siklus air adalah suatu metode yang dibantu oleh energi matahari yang mengarahkan air
antara lautan, langit dan tanah. Air ialah kumpulan senyawa 2 atom hidrogen dengan 1 atom
oksigen menjadi dihidrogen monoksida (H20). Air bisa berwujud padat, cair maupun gas. Air
berwujud padat apabila didingingkan sampai 0°C dan mendidih hinga suhu 100°C. Air adalah
unsur yang berguna bagi tubuh, maka tanpa air orang tiak akan hidup. Biar air dapat digunakan
untuk kebutuhan rumah tangga, kantor maupun pabrik, kemudian melengkapi beberapa syarat
yaitu air tidak boleh berwarna, tidak berbau dan tawar.

Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut
dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam
bentuk hujan, salju, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.

Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas
atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah
mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara terus menerus dalam tiga cara yang
berbeda:

 Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, daratan, sungai, tanaman, dan sebagainya
menguap ke angkasa (atmosfer) dan menjadi awan. Pada keadaan jenuh, uap air (awan)
itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (presipitasi) dalam bentuk
hujan, salju, hujan es.
 Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah
dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi
kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah
hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
 Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan
danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan
semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban.
Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa
seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian
air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses
perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem
Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah
wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di laut.

C. PERGERAKAN AIR TANAH

Perbedaan elevasi antar permukaan air tanah dikenal sebagai hydraulic head. Hal ini disebabkan
karena air mengalir mengikuti bentuk topografi. Bila kita mengikuti perjalanan air, maka
mulanya gravitasi menarik air dari zona aerasi menuju ke permukaan air tanah kemudian
pergerakan turun terjadi karena gravitasi dari daerah dengan permukaan air tanah tinggi menuju
daerah dengan permukaan air tanah rendah (danau, sungai, rawa-rawa). Secara mendasar,
pergerakan air tanah mengarah kebawah karena terdorong untuk menuju daerah dengan tekanan
yang lebih rendah (gambar 3)
Gambar 3. Pergerakan air bawah permukaan menuju daerah dengan bertekanan rendah (Hamblin
& Christiansen, 1995).

Penyaluran alami dan artifisial

Penyaluran alami bagi air tanah adalah melalui sungai, danau dan rawa-rawa yang
merupakan jalinan utama antara reservoir air tanah dan bagian lain dari sistem hidrologi. Bila
penyalurannya tidak berasal dari air tanah maka sungai-sungai akan mengalami kekeringan
selama paruh waktu tertentu dalam satu tahun.

Penyaluran artifisial merupakan hasil dari pengambilan air melalui sumur (wells) yang
dapat dilakukan dengan cara menggali atau mengebor sumur hingga zona jenuh. Banyaknya
sumur bor ternyata telah mampu mengubah sistem hidrologi, misalnya adalah turunnya
permukaan air tanah.

1 Penyaluran Alami

Beberapa kondisi geologi telah memberikan penyaluran alami dalam bentuk rembesan (seeps)
dan mata air (springs). Jika lapisan permeabel berselingan dengan lapisan impermeabel, maka air
tanah dipaksa mengalir secara lateral menuju singkapan lapisan permeabel (gambar 4.). Kondisi
demikian biasa ditemukan pada mesa dan plateau dimana batupasir permeabel berselingan
dengan serpih impermeabel. Penjajaran mata air (spring line) biasanya ditandai dengan
penjajaran pepohonan. Mata air lainnya didapatkan karena migrasi sepanjang columnar joint dan
vesicular pada basalt; muncul sepanjang sisi sungai, misalnya Thausand Springs di Idaho yang
muncul di sisiSnake RiverValley; dan muncul disepanjang sesar.

(A) (B)

(C) (D)

Gambar 4. Mata air terbentuk pada berbagai kondisi geologi. (A) Jalur mata air berkembang
sepanjang dinding lembah. Biasanya ditandai oleh pertumbuhan vegetasi yang tidak biasanya.
(B) Mata air terbentuk sepanjang lereng lembah dimana cavernous limestone memberikan aliran
air bahwa tanah ke permukaan. (C) Air permukaan berasal dari rembesan melalui vasikuler dan
rekahan dari basalt. (D) Sesar menggeser perlapisan batuan. Jajaran mata air merupakan hasil air
bawah tanah yang naik sepanjang sesar (Hamblin & Christiansen, 1995).

Ringkasnya, mata air terbentuk karena permukaan air tanah terpotong oleh permukaan tanah atau
air tanah merembes keluar ke permukaan sepanjang rekahan dan sesar. Umumnya mata air
terjadi sepanjang dinding lembah (valley walls) dikarenakan sungai telah mengerosi lembah
hingga bagian bawah kedudukan permukaan air tanah regional.

2 Sumur
Bandingkanlah sumur gali dan sumur pemboran! Air mengalir dari rongga pori menuju sumur
mengisi kedudukan permukaan air tanah dan selanjutnya ketika air dipompa keluar, maka
permukaan air tanah mengalami penurunan (drawn down) disekitar sumur dalam bentuk kerucut
(cone) sehingga sering disebut sebagai kerucut depresi (cone of depression). Jika air turun
dengan cepat maka akan segera terisi kembali, kerucut depresi terus tumbuh hingga pada
akhirnya sumur menjadi kering. Kerucut depresi disekitar sumur besar yang digunakan untuk
kebutuhan rumah tangga dan pabrik industri dapat mencapai ratusan meter diameter. Semua
sumur yang berada dalam kerucut depresi akan terpengaruh. Hal ini akan dapat memicu
pertengkaran di kalangan masyarakat. Untuk itulah, simulasi model komputer berdasarkan data
permeabilitas, arah pengaliran dan kedudukan air tanah seharusnya sudah dapat memperkirakan
jumlah air yang keluar berdasarkan periode waktu tertentu (Gambar 5)

Gambar 5. Kerucut depresi pada permukaan air tanah terbentuk bila air mengalami penurunan
yang lebih cepat dari pulihnya permukaan air tanah (Hamblin & Christiansen, 1995).

3. Air Artesis (artesian water)

Air tanah pada lapisan permeabel yang tertekan diantara lapisan impermeabel mengalami
tekanan sehingga bila dilakukan pemboran, maka air akan keluar sendiri tanpa bantuan pompa
(Gambar 8.6.). Kondisi geologi yang diperlukan untuk menjadi sumur artesis adalah sebagai
berikut:

1. Sikuen batuan harus mengandung lapisan permeabel dan lapisan impermeabel. Sikuen ini
biasa terjadi pada kondisi alamiah sebagai perselingan antara serpih dan batupasir. Lapisan
permeabel disebut sebagai aquifer (lapisan pembawa air).

2. Pada daerah tinggian, batuan harus memiliki kedudukan perlapisan yang miring dan
tersingkap sehingga air dapat masuk kedalam aquifer.

3. Precipitasi yang cukup dan pengaliran permukaan harus terjadi pada daerah yang
tersingkap sehingga aquifer terus terisi.
Gambar 6. Kondisi geologi yang diperlukan untuk sistem artesis meliputi: (1) lapisan permeabel
(aquifer) diantara lapisan impermeabel, (2) batuan yang miring sehingga aquifer dapat menerima
infiltrasi dari air permukaan, (3) infiltrasi air yang memadai mengisi aquifer akan membentuk
tekanan hidrostatik. Sumur akan menjadi sumur artesian bila posisi bagian atas sumur berada
dibawah permukaan tekanan artesis (Hamblin & Christiansen, 1995).

Air yang tertekan didalam aquifer dapat keluar seperti air yang keluar dari pipa dikarenakan
tekanan hidrostatik mampu mendorongnya sehingga rekahan atau pipa yang memotong lapisan
dapat menjadi media keluarnya air menjadi mata air artesis atau sumur yang airnya mengalir
sendiri (flowing wells).

Artesian-pressure surface adalah permukaan yang merupakan batas kemampuan air


artesis untuk naik ke atas (artesian water). Permukaan ini dari daerah tangkapan (recharge area)
akan miring mengikuti kelerengan. Bila kita melakukan pemboran pada aquifer tertekan maka air
akan naik dengan sendirinya. Bila permukaan sumur berada diatas artesian pressure surface,
maka air tidak bisa mengalir ke permukaan, namun bila permukaan berada dibawah artesian
pressure surface, maka air akan mengalir sendiri ke permukaan.

4. Mata air panas (thermal springs) dan geysers

Manifestasi menakjubkan dari air tanah adalah fenomena mata air panas (thermal spring) atau
geyser dimana air dan uap tersembur ke udara. Fenomena ini hasil dari pemanasan air tanah
karena aktifitas magmatik aktif. Contoh daerah yang sangat terkenal karena fenomena ini
adalahYellowstoneNational Park, di Amerika Serikat. Kondisi pembentukan geyser yaitu :

1. Tubuh batuan yang panas harus dekat dengan permukaan.

2. Sistem rekahan tidak beraturan hadir dan menerus kebawah dari permukaan.

3. Pasokan air tanah yang relatif konstan dan besar harus selalu ada.
Semburan geyser terjadi ketika air tanah mengalami tekanan dalam rekahan, gua-gua atau
lapisan batuan yang porous hingga mencapai titik kritis kesetimbangan tekanan-temperatur.
Temperatur meningkat akan mengubah air menjadi uap. Karena itu air pada bagian bawah akan
tertekan lebih kuat dari air yang berada di permukaan dan air akan panas sekali hingga uap akan
tersembur ke udara. Setelah tekanan mengalami pelepasan, maka gua-gua akan terisi kembali
dan preses semula akan berulang kembali (Gambar 7)

(B)
(A)

Gambar 7 Pembantukan geyser. (A) perkolasi air bawah tanah turun memasuki jaringan bukaan
interkoneksi kemudian mengalami pemanasan oleh batuan beku panas (hot igneous rocks). (B)
Naiknya temperatur hingga diatas titik didih atau berkurangnya tekanan akan menyebabkan air
terubah menjadi uap yang dengan cepat akan mendorongnya ke permukaan sehingga
menghasilkan erupsi geyser. (Hamblin & Christiansen, 1995).

Air panas yang naik keatas melalui batuan samping yang dilaluinya tanpa kehilangan banyak
panas sehingga naik ke permukaan sebagai mata air panas yang kadangkala hingga temperatur
mendidih. Air ini biasanya membawa material kimia asal batuan yang dilaluinya.

5. Energi geotermal

Energi panas dari air tanah atau energi geotermal saat ini banyak dimanfaatkan sebagai salah satu
sumber energi. Sebagai contoh, Islandia telah memanfaatkan energi ini dengan sukses sejak
1928. Sumur yang dibor di daerah geotermal akan mengambil air dan uap yang disalurkan
menuju tangki penampung dan kemudian dialirkan ke rumah-rumah dan gedung pemerintah
untuk keperluan pemanas dan air panas. Biaya yang diperlukan untuk pemanasan langsung ini
sebesar 60% dari biaya bila menggunakan pemanas berenergi minyak bumi dan sekitar 75% dari
harga metode pemanas listrik yang termurah. Uap dari energi geotermal juga dimanfaatkan untuk
pembangkit tenaga listrik. Hanya saja masalah korosi muncul karena airnya mengandung asam
dan sejumlah garam terlarut karenanya muncul biaya tinggi pada perawatan sistem pemipaan.
Erosi air tanah

Air tanahjuga bisa menyebabkan erosi yang biasanya terkait dengan proses pelarutan
terutama pada batugamping. Material terlarut akan dibawa dan akan diendapkan pada tempat
lain, misalkan pada ronggaporibatuan. Erosi air tanah dimulai sejak perkolasi air tanah melalui
rekahan, sesar dan bidang perlapisan batuan dan melarutkan batuan yang mudah larut. Rekahan
yang membesar akan membentuk jarian gua-gua bawah tanah yang dapat mencapai beberapa
kilometer. Bila gua-guan semakin besar maka suatu ketika akan terjadi keruntuhan atap (roof
collapse) dan terbentuklah depresi yang mirip kawah yang disebut sebagai sinkhole. Aktivitas
pelarutan yang berjalan terus akan membesarkan sinkhole dan menjadi lembah pelarutan yang
pada akhirnya akan mengerosi seluruh batuan yang mudah larut (Gambar 8)

Topografi karst adalah bentangalam yang khas hasil dari erosi air tanah. Sistem
pengalirannya unik karena di beberapa tempat ditemukan sungai, namun kemudian hilang dan
masuk kedalam sinkholes menjadi disappearing stream. Air mengalir melalui jaringan gua-guan
membentuk sungai bawah tanah (underground stream). Mata air seringkali dijumpai karena
munculnya air tanah ke permukaan.

(A) Pada tahap awal, air merembes melalui rekahan dan bidang perlapisan batugamping. Air
merembes turun ke permukaan air tanah kemudian bergerak menuju sungai permukaan.
(B) Ketika sungai mengerosi dasar lembah lebih dalam maka terjadi penurunan permukaan air
tanah. Air dalam kanal bawah tanah maka akan membentuk jalur baru. Jalur lama yang
merupakan kanal bawah tanah terus mengalami pembesaran dan akhirnya runtuh membentuk
sinkholes atau terisi oleh runtuhan jatuhan atau endapan gua (Hamblin & Christiansen, 1995).

Pergerakan Aie Tanah

 Pergerakan Air Tanah Lateral


Pada dasarnya gerakan air secara lateral adalah mengikuti prinsip hidrolik, dimana
gerakan air yang terjadi disebabkan perbedaan tekanan antara du tempat yang pori-porinya
berhubungan.
Menurut hukum Darcy, pergerakan atau rembesan air tanah berlangsung secara linier.
Pada dasarnya gerakan air secara lateral adalah mengikuti prinsip hidrolik dimana gerakan air
yang terjadi disebabkan perbedaan tekanan dua tempat yang pori-porinya berhubungan.
Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa gerakan dan kecepatan aliran air tanah
dipengaruhi oleh luas penampang. gradien hidrolik porositas, permeabilitas (daya rembesan
tanah), dan lain-lain. Dari pergerakan air tanah ini dapat diketahui besarnya permeabilitas tanah
yang juga tergantung pada macam atau jenis tanah serta suhu atau viskositas fluida. Berikut ini
dapat dilihat harga koefisien permeabilitas macam tanah pada suhu tetap.

No Macam Tanah Harga k


1 Lempung 10-9-10-6
2 Lanau 10-5-5x10-4
3 Pasir Halus 5x10-3-5x10-2
4 Pasir Berlempung 5x10-2-5x102
tabel. harga k barbagai macam tanah

 Pergetakan Tanah Vertikal


Pergerakan air tanah secara vertikal ini dimulai dari "zone of aeration yang terbagi atas
"soil water zone", "intermediete zone/ intermediete belt"dan "capilary zone".
Di bawah capilary terdapat "water table", dimana zone zona ini termasuk dalam "zone of
saturation" Apabila air tanah yang telah mencapai zone of aeration tadi terus bergerak, maka
suatu saat gerakan air tanah tersebut akan terhenti pada batas apisan bed rock. Sedangkan
kecepatan gerak dari air tersebut adalah berbeda-beda, tergantung dari ukuran butir tanahnya.
Berikut ini dapat dilihat beberapa harga dari kecepatan air tanah.
Gambar.pergerakan air tanah vertical

No Ukuran Butir (mm) Kecepatan rata-rata (m/hr)


1 0,005-0,25 2,0
2 0,25-0,5 35,0
3 0,5-2,0 192,0
4 2,0-10,0 109,0
Tabel 2.Kecepatan Air Tanah

Pergerakan Air Tanah

Tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang
merupakan bagian paling atas dari kulit bumi. Kata ”tanah” seperti banyak kata umum lainnya,
mempunyai beberapa pengertian. Dalam pengertian tradisional tanah adalah medium alami untuk
pertumbuhan tanaman daratan, tanpa memperhitungkan tanah tersebut mempunyai horizon yang
keliatan atau tidak. Pengertian ini masih merupakan arti yang paling umum dari kata tersebut,
dan perhatian yang terbesar pada tanah terpusat pada pengertian ini. Orang menganggap tanah
adalah penting, oleh karena tanah mendukung kehidupan tanam-tanaman yang memaso pangan,
serat, obat-obatan, dan berbagai keperluan lain manusia, juga karena mampu menyaring air serta
mendaur ulang limbah.

Tanah menutupi permukaan bumi sebagai lapisan yang sambung menyambung, terkecuali pada
batuan tandus, pada wilayah yang terus menerus membeku, atau tertutup air dalam, atau pada
lapisan es terbuka suatu glester. Dalam pengertian ini, tanah memiliki suatu ketebalan yang
ditentukan oleh kedalaman akar tanaman. Tanah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari
padatan (bahan mineral dan bahan organik), cairan dan gas, yang menempati permukaan daratan,
menempati ruang, dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut: horison-horison, atau lapisan-
lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan,
kehilangan, pemindahan dan transformasi energi dan materi, atau berkemampuan mendukung
tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alami (Soil Survey Staff, 1999).

Schoeder (1972) mendefinisikan tanah sebagai suatu sistem tiga fase yang mengandung air,
udara dan bahan-bahan mineral dan organik serta jasad-jasad hidup, yang karena pengaruh
berbagai faktor lingkungan pada permukaan bumi dan kurun waktu, membentuk berbagai hasil
perubahan yang memiliki ciri-ciri morfologi yang khas, sehingga berperan sebagai tempat
tumbuh bermacam-macam tanaman. gambar di bawah adalah gambar faktor pembentuk tanah.

- Tanah itu terbentuk dan berkembang dari proses-proses alami - Adanya diferensiasi profil tanah
membentuk horizon-horizon
- Terdapat perbedaan yang menyolok antara sifat-sifat bahan induk dengan horizon-horizon
tanah yang terbentuk terutama dalam hal morfologi, kimiafi, fisik dam biologinya.
Gambar di bawah adalah gambar tingkat-tingkat perkembangan tanah.

Batas atas dari tanah adalah batas antara tanah dan udara, air dangkal, tumbuhan hidup
atau bahan tumbuhan yang belum mulai terlapuk. Wilayah yang diannggap tidak mempunyai
tanah, apabila permukaan secara permanen tertutup oleh air yang terlalui dalam (secara tipikal
lebih dari 2.5 m) untuk pertumbuhan tanam-tanaman berakar. Batas horizontal tanah adalah
wilayah dimana tanah berangsur beralih kedalam, area-area tandus, batuan atau es. Batas bawah
yang memisahkan dari bahan bukan tanah yang terletak dibawahnya, adalah yang paling sulit
ditetapkan. Tanah tersusun dari horizon-horizon dekat permukaan bumi yang berbeda kontras
tehadap bahan induk di bawahnya, telah mengalamiperubahan interaksi antara iklim, relief dan
jasad hidup selama waktu pembentukannya.

Lapisan di dalam bumi yang dengan mudah dapat membawa atau menghantar air disebut
lapisan pembawa air, pengantar air atau akufir. Yang biasanya dapat merupakan penghantar yang
baik ialah lapisan pasir dan kerikil, atau di daerah tertentu, lava dan batu gampiul. Penyembuhan
atau pengisian kembali air yang ada dalam tanah itu berlangsung akibat curah hujan, yang
sebagian meresap kedalam tanah. Bergantung pada jenis tanah dan batuan yang mengalasi suatu
daerah curah hujan meresap kedalam bumi dalam jumlah besar atau kecil. Ada tanah yang jarang
dan ada tanah yang kedap.Kesarangan (porositip) tidak lain ialah jumlah ruang kosong dalam
bahan tanah atau batuan. Orang menyatakannya dalam persen bahan yang dengan mudah dapat
dilalaui air disebut lulus. Kelulusan tanah atau batuan merupakan ukuran mudah atau tidaknya
bahan itu dilalui air. Pasir misalnya, adalah bahan yang lulus air melewati pasir kasar dengan
kecepatan antara 10 dan 100 sihosinya. Dalam lempeng, angka ini lebih kecil, tetapi dalam
kerikil lebih besar.

Secara umum airtanah akan mengalir sangat perlahan melalui suatu celah yang sangat kecil dan
atau melalui butiran antar batuan

(Model aliran airtanah melewati rekahan dan butir batuan)


Batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan airtanah ini kita sebut dengan akifer.
Air tanah akan bergerak dari tekanan tinggi menuju ke tekanan rendah. Perbedaan tekanan ini
secara umum diakibatkan oleh gaya gravitasi (perbedaan ketinggian antara daerah pegunungan
dengan permukaan laut), adanya lapisan penutup yang impermeabel diatas lapisan akifer, gaya
lainnya yang diakibatkan oleh pola struktur batuan atau fenomena lainnya yang ada di bawah
permukaan tanah. Pergerakan ini secara umum disebut gradien aliran airtanah (potentiometrik).
Secara alamiah pola gradien ini dapat ditentukan dengan menarik kesamaan muka airtanah yang
berada dalam satu sistem aliran airtanah yang sama.

Proses pergerakan air tanah sangat penting karena dengan pergerakan air ini kita dapat
mengetahui suatu daerah tersebut mempunyai banyak akan air tanah atau tidak. Pergerakan air
tanaha tersebut dipengaruhi oleh tekstur tanah,partikel tanah,dll, Model aliran airtanah itu sendiri
akan dimulai pada daerah resapan airtanah atau sering juga disebut sebagai daerah imbuhan
airtanah (recharge zone). Daerah ini adalah wilayah dimana air yang berada di permukaan tanah
baik air hujan ataupun air permukaan mengalami proses penyusupan (infiltrasi) secara gravitasi
melalui lubang pori tanah/batuan atau celah/rekahan pada tanah/batuan. Proses penyusupan ini
akan berakumulasi pada satu titik dimana air tersebut menemui suatu lapisan atau struktur
batuan yang bersifat kedap air (impermeabel). Titik akumulasi ini akan membentuk suatu zona
jenuh air (saturated zone) yang seringkali disebut sebagai daerah luahan airtanah (discharge
zone).

Perbedaan kondisi fisik secara alami akan mengakibatkan air dalam zonasi ini akan
bergerak/mengalir baik secara gravitasi, perbedaan tekanan, kontrol struktur batuan dan
parameter lainnya. Kondisi inilah yang disebut sebagai aliran airtanah. Daerah aliran airtanah ini
selanjutnya disebut sebagai daerah aliran (flow zone). Dalam perjalananya aliran airtanah ini
seringkali melewati suatu lapisan akifer yang diatasnya memiliki lapisan penutup yang bersifat
kedap air (impermeabel) hal ini mengakibatkan perubahan tekanan antara airtanah yang berada
di bawah lapisan penutup dan airtanah yang berada diatasnya.

Perubahan tekanan inilah yang didefinisikan sebagai airtanah tertekan (confined aquifer)
dan airtanah bebas (unconfined aquifer). Dalam kehidupan sehari-hari pola pemanfaatan airtanah
bebas sering kita lihat dalam penggunaan sumur gali oleh penduduk, sedangkan airtanah tertekan
dalam sumur bor yang sebelumnya telah menembus lapisan penutupnya. Airtanah bebas(water
table) memiliki karakter berfluktuasi terhadap iklim sekitar, mudah tercemar dan cenderung
memiliki kesamaan karakter kimia dengan air hujan. Kemudahannya untuk didapatkan membuat
kecenderungan disebut sebagai airtanah dangkal. Airtanah tertekan/ airtanah terhalang inilah
yang seringkali disebut sebagai air sumur artesis (artesian well).

Pola pergerakannya yang menghasilkan gradient potensial, mengakibatkan adanya istilah


artesis positif ; kejadian dimana potensial airtanah ini berada diatas permukaan tanah sehingga
airtanah akan mengalir vertikal secara alami menuju kestimbangan garis potensial khayal ini.
Artesis nol ; kejadian dimana garis potensial khayal ini sama dengan permukaan tanah sehingga
muka airtanah akan sama dengan muka tanah. Terakhir artesis negatif ; kejadian dimana garis
potensial khayal ini dibawah permukaan tanah sehingga muka airtanah akan berada di bawah
permukaan tanah.
D. SISTEM DRAINASE

Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna
memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota
(perencanaan infrastruktur khususnya). Atau drainase bisa merujuk pada parit di permukaan
tanah atau gorong-gorong di bawah tanah.

Drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Dari sudut
pandang yang lain, drainase adalah salah satu unsur dari prasarana umum yang dibutuhkan
masyarakat kota dalam rangka menuju kehidupan kota yang aman, nyaman, bersih, dan sehat.
Prasarana drainase disini berfungsi untuk mengalirkan air permukaan ke badan air (sumber air
permukaan dan bawah permkaan tanah) dan atau bangunan resapan. Selain itu juga berfungsi
sebagai pengendali kebutuhan air permukaan dengan tindakan untuk memperbaiki daerah becek,
genangan air dan banjir.

Kegunaan dengan adanya saluran drainase:


- Mengeringkan daerah becek dan genangan air sehingga tidak ada akumulasi air tanah.
- Menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal.
- Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada.
- Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi bencana banjir.
Permasalahan yang sering terjadi:
Manajemen sampah yang tidak bagus dapat menyebabkan tersumbatnya sistem drainase, yang
bisa menyebabkan meluapnya air akibat berkurangnya debit air yang dapat ditampung dan
disalurkan oleh drainase.

Pertambahan jumlah penduduk juga menjadi masalah sendiri bagi daya tampung drainase.
Meningkatnya jumlah penduduk berarti bertambahnya infrastruktur, yang diiringi oleh
bertambahnya jumlah limbah yang dikeluarkan ke lingkungan.

DRAINASE
Apa itu drainase? apa manfaatnya? dan apa saja jenis drainase? Oke, langsung saja...
Drainase adalah salah satu fasilitas dasar bangunan air yang dirancang sebagai suatu sistem yang
dapat membuang dan mengurangi kelebihan air yang berasal dari daerah terbuka maupun dari
daerah terbangun, juga sebagai salah satu usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dari suatu
kawasan tertentu agar lahan dapat difungsikan secara maksimal. Dalam sebuah daerah drainase
merupakan salah satu prasarana umum yang sangat penting guna menciptakan suasana yang
nyaman juga bersih. Suatu sistem drainase yang baik sangatlah dibutuh kan didaerah perkotaan,
dikarenakan jumlah penduduk perkotaan yang sangat padat, maka seharusnya mempunyai sistem
perencanaan drainase yang sangat baik untuk menanggulangi masalah air pembuangan, masalah
erosi pada tanah dan kerusakan jalan serta untuk mencegah terjadinya banjir.
Manfaat Drainase :

 Mengurangi kelebihan air dari suatu kawasan, tempat atau lahan, sehigga dapat difungsikan
secara optimal.
Mengendalikan akumulasi limpasan air hujan yang berlebihan dan memanfaatkan sebesar-
besarnya untuk imbuhan air tanah.
 Sebagai pengendali air kepermukaan dengan tindakan untuk memperbaiki daerah becek,
genangan air/banjir.
 Menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang efektif.
 Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada disekitar.
 Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehinga tidak terjadi banjir.

Drainase dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Sistem Drainase makro, disebut juga sebagai sistem saluran pembuangan utama (major
system) atau drainase primer. Sistem jaringan ini menampung aliran yang berskala besar dan luas
seperti sungai atau kanal.
b. Sistem Drainase mikro terdapat berbagai kelompok :
• sistem saluran drainase primer, yaitu sistem drainase yang menerima buangan air hujan baik
dari saluran sekunder maupun saluran yang lain dan mengalirkan air hujan langsung kebadan
penerima.
• Sistem saluran drainase sekunder, yaitu sistem drainase yang mengalirkan buangan air hujan
langsung ke saluran drainase primer
• sistem saluran drainase tersier adalah cabang dari sistem sekunder yang menerima buangan air
hujan yang berasal dari persil bangunan atau saluran lokal.

Menurut Konstruksinya Drainase dibagi atas :

1). Saluran Terbuka. Yaitu saluran yang lebih cocok untuk drainase air hujan yang terletak di
daerah luasan yang cukup atau luas, ataupun untuk drainase air non-hujan yang tidak
membahayakan kesehatan/ mengganggu lingkungan. Pada saluran air terbuka ini jika ada
sampah yang menyumbat dapat dengan mudah dibersihkan, namun bau yang ditimbulkan dapat
mengurangi kenyamanan.
2). Saluran Tertutup, yaitu saluran yang umumnya dipakai untuk aliran kotor (air yang
mengganggu kesehatan/lingkungan) atau untuk saluran yang terletak di kota/permukiman.
Drainase ini mampu menampung air limpasan dengan volume dan kecepatan yang meningkat
tanpa menyebabkan erosi dan kerusakan pada tapak.