Anda di halaman 1dari 14

KERTAS KERJA AUDIT

DISUSUN
O
L
E
H

KELOMPOK 8:
NILAM C30117007
NURUL WAHYU WATHONI C30117016
MEGANTARY WULANDARI C30117165
YHULIANTI C30117336
LIA PRAMUDHITA C30117266

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TADULAKO
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat segala Rahmat dan
Hidayah serta Inayah-Nya lah makalah ini dapat kami selesaikan tepat pada w a k t u n ya .
S a l a w a t s e r t a s a l a m t e r c u r a h k a n k e p a d a j u n j u n g a n k i t a N a b i Muhammad SAW,
yang menjadi tauladan bagi kita semua.

Makalah ini penulis buat sebagai pemenuhan atas tugas makalah pada mata kuliah
Auditing. Dalam pembahasan ini penulis fokus menelaah tentang “Kerta Kerja Audit”
sebagai bantuan para pembaca untuk memudahkan melihat sumber informasi
yangdibutuhkan.

Maka dari i t u, kam i berhar ap ap a yan g k am i saj i kan i ni dapa t di t eri m a at au


dipahami oleh pembaca, karena penulis merasa isi dari makalah ini jauh dari
kesempurnaan. Olehnya itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami
harapkan demi kesempurnaan penyusunan makalah yang akan datang.

Palu, 06-April-2019

Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.
Kertas kerja merupakan alat yang penting bagi auditor, karena kertas kerja merupakan
sebuah media atau mata rantai yang dipakai untuk menghubungkan antara catatan klien
dengan laporan audit. Kertas kerja dapat didefinisikan sebagai catatan-catatan yang
diselenggarakan auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang
dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan kesimpulan yang dibuatnya berkenaan
dengan pelaksanaan audit. Oleh karena itu, pembuatan dan penyimpanan kertas kerja
merupakan pekerjaan yang penting dalam audit.

Sebagian besar informasi yang disediakan klien untuk auditor merupakan informasi yang
bersifat rahasia. Oleh karena itu, auditor harus memberikan jaminan kerahasiaan informasi
yang diberikan oleh klien. Hal ini sesuai dengan Kode Etik Akuntan Indonesia pasal 19, yang
berbunyi:
“seorang akuntan publik harus menjaga kerahasiaan informasi yang diperolehnya selama
penugasan profesional dan tidak boleh terlibat dalam pengungkapan fakta atau informasi
tersebut, bila ia tida memperoleh izin khusus dari klien yang bersangkutan, kecuali jika
dikehendai oleh hukum, atau negara,atau profesinya”

Meskipun kertas kerja dibuat dan dikumpulkan oleh auditor dari catatan klien, dalam daerah
wewenang klien, dan atas biaya klien, kepemilikan kertas kerja sepenuhnya ada di tangan
auditor. Hal ini disebabkan kertas kerja tidak hanya berisi tentang catatan klien, tetapi juga
berisi langkah-langkah yang dilakukan oleh auditor dalam melaksanakan audit.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dan tujuan pembuatan kertas kerja?
2. Apa hubungan antara kertas kerja dan standar auditing?
3. Bagaimana isi kertas kerja?
4. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat kertas kerja?
5. Apa saja tipe kertas kerja?
6. Bagaimana susunan kertas kerja?
7. Bagaimana penelaahan kertas kerja?
8. Siapa saja yang berhak atas kepemilikan dan penyimpanan kertas kerja?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dan tujuan pembuatan kertas kerja?
2. Untuk mengetahui hubungan antara kertas kerja dan standar auditing?
3. Untuk mengetahui Bagaimana isi kertas kerja?
4. Untuk mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat kertas kerja?
5. Untuk mengetahui apa saja tipe kertas kerja?
6. Untuk mengetahui bagaimana susunan kertas kerja?
7. Untuk mengetahui bagaimana penelaahan kertas kerja?
8. Untuk mengetahui siapa saja yang berhak atas kepemilikan dan penyimpanan kertas
kerja?

BAB 2
PEMBAHASAN

1. Definisi dan Tujuan Pembuatan Kertas Kerja


Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan auditor mengenai prosedur audit
yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan kesimpulan
yang dibuatnya berkenaan dengan pelaksanaan audit.

Kertas kerja dibuat dan dikumpulkan oleh auditor tidak hanya sekedar untuk
mendokumentasikan pelaksaan audit, tetapi juga mempunya tujuan-tujuan tertentu, antara lain:
a. Memberi dukungan yang prinsipal atas laporan audit. Pendapat auditor dikeluarkan
berdasarkan hasil temuan audit. Berbagai temuan audit didokumentasikan dalam kertas
kerja.

b. Sebagai alat untuk melakukan koordinasi, mengorganisasi, dan mengawasi pelaksaan


seluruh tahapan audit.

c. Bukti bahwa audit telah dilakukan sesuai standar auditing. Hal ini perlu dilakukan untuk
menjaga diri terhadap tuntutan pemakai dan sanksi lembaga profesi.

d. Sebagai pedoman dalam melaksanakan audit berikutnya. Kertas kerja antara lan meliputi
kertas kerja yang disimpan dalam arsip permanen. Kertas kerja ini dapat digunakan untuk
audit pada tahun berikutnya.

2. Kertas Kerja dan Standar Auditing


Kertas kerja harus disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi dan kebutuhan auditor dalam
melaksanakan penugasan audit. Kertas kerja berhubungan erat dengan ketiga kelompok standar
auditing, hubungan tersebut adalah :
a. Kertas Kerja Audit dan Standar Umum
Kertas kerja merupakan bukti latihan teknis dan kecakapan auditor yang ditunjukkan
dengan pengetahuan auditor tentang prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan
kemampuannya menerapkan prosedur audit yang tepat sesuai situasi dan kondisi yang ada.

Kertas kerja harus memberikan kesimpulan yang dapat menunjukkan independensi dan
objektivitas auditor. Kelengkapan kertas kerja dapat membuktikan bahwa pelaksanaan
audit telah dilakukan secara cermat dan seksama.

b. Kertas Kerja Audit dan Standar Pekerjaan Lapangan


Standar pekerjaan lapangan berhubungan dengan perencanaan dan pengawasan,
pengawasan struktur pengendalian internal bukti audit kompeten yang memadai. Dalam
hal ini, kertas kerja mendokumentasikan strategi audit yang diterapkan dalam perencanaan
audit.
Kegunaan pokok kertas kerja selama proses pelaksanaan audit adalah untuk
mengkoordinasikan pekerjaan yang dilakukan dalam penugasan profesionalnya. Hal ini
merupakan pemenuhan standar pekerjaan lapangan yang pertama.

c. Kertas Kerja Audit dan Standar Pelaporan


Kertas kerja bukan hanya berguna untuk memudahkan membuat laporan audit. Kertas
kerja juga berguna untuk mendukung pendapat auditor yang diberikan dalam laporan
audit.

Kertas kerja harus meliputi bukti yang berkaitan dengan kesesuaian prinsip akuntansi
yang berlaku umum, konsistensi, pengungkapan yang memadai, dan pernyatan pendapat.

3. Isi Kertas Kerja


Kertas kerja merupakan bukti dilaksakannya standar auditing, dan program audit yang telah
ditetapkan. Kuantitas, tipe dan isi kertas kerja dapat saja bervariasi tergantung pada keadaan
yang dihadapi oleh auditor. Namun demikian, kertas kerja harus cukup memperlihatkan bahwa
catatan akuntansi cocok dengan laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta
standar auditing yang diterapkan telah dilaksanakan.

Dalam SA 339 dikemukakan bahwa kertas kerja biasanya berisis dokumentasi yang
memperlihatkan:
a. Pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik, yang menunjukkan
dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang pertama.

b. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern telah diperoleh untuk
merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah
dilakukan.

c. Bukti audit telah diperoleh, prosedur pemeriksaan yang telah diterapkan dan pengujian
yang telah dilaksanakan, yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar yang
memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan, yang menunjukkan
dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang ketiga.

4. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Kertas Kerja.


Untuk membuktiksn kecakapan teknis dan keahlian profesional, seorang auditir harus
dapat menghasilkan kertas kerja yang bermanfaat. Agar kertas kerja bermanfaat, maka harus
memperhatikan hal-hal tertentu dalam pembuatannya. Untuk itu kertas kerja yang dibuat harus:
a. Lengkap.
Lengkap dalam arti:
 Berisi semua informasi yang pokok. Auditor harus dapat menentukan komposisi semua
data penting yang harus dicantumkan dalam kertas kerja.
 Tidak memerlukan tambahan penjelasan secara lisan. Kertas kerja harus dapat
“berbicara” sendiri, harus berisi informasi yang lengkap, tidak berisi informasi yang
masih belum jelasatau pertanyaan yang belum terjawab.
b. Teliti
Dalam pembuatan kertas kerja, auditor harus memperhatikan ketelitian dalam penulisan
dan perhitungan sehingga kertas kerjanya bebas dari kesalahan tulis dan perhitungan.

c. Ringkas
Kertas kerja harus dibatasi pada informasi yang pokok saja dan yang relevan dengan
tujuan audit yang dilakukan serta disajikan secara ringkas. Auditor harus menghindari
rincian yang tidak perlu.
Analisis yang dilakukan oleh auditor harus merupakan ringkasan dan penafsiran data
dan bukan hanya merupakan penyalinan catatan klien ke dalam kertas kerja.

d. Jelas
Kejelasan dalam menyajikan informasi kepada pihak – pihak yang akan memeriksa
kertas kerja perlu diusahakan oleh auditor. Penggunaan istilah yang menimbulkan arti
ganda perlu dihindari.

e. Rapi
Pembuatan kertas kerja harus dilakukan secara rapi dan dilakukan secara teratur dalam
penyusunannya agar auditor senior dalam me-review hasil pekerjaan stafnya mudah
melakukannya serta memudahkan dalam memperoleh informasi dari kertas kerja tersebut.

Perlu pula diketahui bahwa kertas kerja akan mengandung kekurangan apabila tida terdapat
beberapa ciri-ciri berikut:
a. Kertas kerja harus dapat memberi bukti bahwa struktur pengendalian intern telah diperiksa.
Kertas kerja harus dapat menunjukkan apakah struktur pengendalian intern tersebut kuat
atau lemah.

b. Kertas kerja harus dapat memperjelas permasalahan yang dikemukakan pada waktu audit
sebelumnya.

c. Satu kertas kerja harus mempunyai hubungan erat dengan kertas kerja lainnya. Kertas kerja
harus dapat menunjukkan dari dan kemana suatu angka penyesuaian dipindahkan.

d. Kertas kerja harus dapat menjelaskan prosedur audit yang diikuti auditor.

e. Kertas kerja harus dapat memberi bukti bahwa auditor telah melakukan pemeriksaan
transaksi setelah tanggal neraca.

f. Kertas kerja harus dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
klien. Kertas kerja harus dapat menjelaskan masalah konfirmasi piutang dan analisis umur
piutang. Kertas kerja harus digunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai metode
penentuan harga, metode depresiasi aktiva tetap dan amortisasi aktiva tida berwujud.
Kertas kerja harus digunakan untuk menjelaskan analisis audit.
5. Tipe Kertas Kerja
Pada dasarnya ada beberapa tipe kertas kerja audit. Namun demikian ada tujuh tipe kertas
kerja audit yang biasanya dikenal, yaitu:
1. Program audit
2. Working trial balance
3. Ringkasan jurnal penyesuaian dan jurnal pengklasifikasian kembali
4. Daftar pendukung
5. Daftar utama
6. Memorandum audit dan dokumen informasi pendukung
7. Skedul dan analisis

 Program audit

Program audit merupakan daftar prosedur audit untuk pemeriksaan elemen-elemen


tertentu. Auditor menyebutkan dalam program audit:
1. Pemeriksaan yang harus diikuti dalam melakukan verifikasi setiap elemen yang tercantum
dalam laporan keuangan
2. Tingkat pelaksanaan prosedur audit
3. Paraf pelaksanaan prosedur audit
4. Dan penunjukan indeks kertas kerja yang dihasilkan auditor

Program audit ini berfungsi sebagai alat yang bermanfaat untuk menetapkan jadwal
pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan lapangan.
CONTOH:

Disiapkan Oleh:____ Tgl:___


Di-review Oleh:____ Tgl:___
Klien : PT Syuhudi
Audit program : Kas
Periode Audit : 20X1
N Tes Substantif No/Indeks Dilaksanakan Oleh:
o KK Auditor Tgl
1 Lakukan verifikasi terhadap saldo kas
2 Lakukan prosedur analitis
3 Hitunglah uang yang ada di persahaan A-1 RN
(Dana Kas Kecil)
4 Lakukan tes pisah batas terhadap transaksi
kas
5 Lakukan konfirmasi terhadap saldo Kas di
Bank
6 Konfirmasi kepada Bank tentang perjanjian
lain jika ada
7 Periksa atau buatlah rekonsiliasi saldo bank
8 Mintaah Cut off Bank Statement
9 Lacaklah penyebab kertidaksamaan saldo
bank menurut perusahaan dengan laporan
bank
10 Lacaklah transfer antar bank, dan pelajari
kemungkinan adanya check kitting
11 Buatlah Proof of Cash (pembuktian saldo
kas)
12 Periksalah penyajian dan pengungkapan
saldo kas, dan selisih kas pada laporan
keuangan

 Working Trial Balance


Working trial balance adalah suatu daftar yang berisi saldo berbagai akun buku besar pada
akhir tahun yang diaudit dan pada akhir tahun sebelumnya, kolom untuk penyesuaian dan
pengklasifikasian kembali serta saldo setelah koreksi audit akan dicantukkan dalam laporan
keuangan auditan. Kertas kerja neraca saldo merupakan kertas kerja yang paling penting dalam
audit karena:
 Menjadi mata rantai penghubung antara akun buku besar klien dan item-item yang
dilaporkan dalam laporan keuangan.
 Memberikan dasar untuk mengendalikan seluruh kertas kerja individual.
 Mengidentifikasikan kertas kerja spesifik yang memuat bukti audit bagi setiap item
laporan keuangan.

CONTOH:
PT SYUNUDI & CO
Working Trial Balance – Rekening Neraca
31 Desember 20X1

Kantor Akuntan Drs.Susilo & Co Kode WP: WTB-1


Akuntan Publik Terdaftar
Jl.Papandaya No. 1
Telp 61391 & 62317
Yogyakarta
REKENING Indeks PER AUDIT Per Buku PENYESUAIAN/ Per Audit
31-12-x0 31-12-x1 REKLASIFIKASI 31-12-x1
(dlm ribu) (dalam ribu) D(K) (dlm ribu) (dalam ribu)

AKTIVA:
Kas A XXX XXX XXX XXX
Piutang dagang B XXX XXX (XXX) XXX
Cad kerugian piutang (XXX) (XXX)
Piutang wesel XXX XXX (XXX) XXX
Sediaan XXX XXX
Sediaam supplier XXX XXX
Surat-surat berharga XXX XXX
Cad penurunan nilai E (XXX) (XXX) (XXX) (XXX)
Gudang XXX XXX
Akun depresiasi (XXX) (XXX)
Jumlah Aktiva XXX XXX

UTANG XXX XXX


Utang dagang XXX XXX
Utang gaji & upah XXX XXX
Utang dividen XXX XXX
Utang pph perusahaan XXX XXX
Utang wesel XXX XXX
Jumlah Utang XXX XXX

MODAL
Modal saham XXX XXX
Agio saham XXX XXX
Laba ditahan XXX XXX
Laba tahun berjalan XXX XXX
Jumlah Modal XXX XXX

Jumlah utang
dan modal XXX XXX
Diperiksa oleh Dibuat oleh
Reviewed by Preposed by
AH RN
10-02-x2 31-0120x2

 Jurnal penyesuaian dan pengklasifikasian kembali


Auditor mungkin menjumpai kesalahan dalam catatan akuntansi dan laporan keuangan
karena salah memahami dan salah interpretasi terhadap prinsip akuntansi yang berterima
umum. Kesalahan tersebut perlu dikoreksi dengan membuat jurnal penyesuaian. Jurnal
pengklasifikasian kembali dilakukan untuk memastikan pengklasifikasian akun yang tepat.
CONTOH:

PT SYUNUDI & CO
Usulan Jurnal Penyesuaian
31 Desember 20X1
Kantor Akuntan Drs.Susilo & Co Kode WP: JP
Akuntan Publik Terdaftar
Jl.Papandaya No. 1
Telp 61391 & 62317
Yogyakarta
No.Rek NAMA REKENING DEBIT KREDIT

JP 1
101 Kas XXX
105 Piutang wesel XXX
(untuk mencatat wesel pelunasan piutang wesel
per A-2)
JP 2
701 Penjualan XXX
103 Piutang dagang XXX
(untuk mencatat koreksi kesalahan harha
faktur no. 1504 per B-7)

903 Rugi yang blm direalisasikan pd surat berharga XXX


114 Cadangan penurunan nilai XXX
(untuk mencatat selisih cost surat ber-
harga di atas harga pasarnya per E-2)
Diperiksa oleh Dibuat oleh
Reviewed by Preposed by
AH RN
10-02-x2 31-0120x2

 Daftar Pendukung
Dalam melaksanakan audit,auditor melakukan verifikasi elemen-elemen yang terdapat
dalam laporan keuangan. Untuk itu auditor membuat kertas kerja yang bermacam-macam
untuk mendukung informasi yang dikumpulkan. Dalam tiap elemen yang diperiksanya , auditor
mencantumkan metode verifikasi,pertanyaan yang timbul, serta jawabaan atas pertanyaan
tersebut.
CONTOH:
PT SYUNUDI & CO
Kas Kecil
31 Desember 20X1
Kantor Akuntan Drs.Susilo & Co Kode WP: A-1
Akuntan Publik Terdaftar
Jl.Papandaya No. 1
Telp 61391 & 62317
Yogyakarta
Unit Satuan Jumlah Total
Uang kertas: XX XXX XXX
XX XXX XXX
XX XXX XXX
XX XXX XXX
XX XXX XXX
XXX

Uang logam: XX XXX XXX


X XXX XXX
XXX

Cek: -TIDAK ADA- 0


Jumlah kas XXX
kecil

A=penjumlahan
Telah diperiksa
Diperiksa oleh Dibuat oleh Sumber:
Reviewed by Preposed by Source:
AH RN
10-02-x2 31-0120x2

 Daftar Utama
Semua informasi yang dicatat dalam daftar pendukung, diringkas dalam daftar utama.
Daftar utama ini merupakan ringkasan akun-akun yang saling berkaitan. Jadi, daftar utama
digunakan untuk menghubungkan akun buku besar yang sejenis, yang akan disajikan dalam
laporan keuangan dalam satu pos.
CONTOH:

PT SYUNUDI & CO
Daftar Utama Kas
31 Desember 20X1
Kantor Akuntan Drs.Susilo & Co Kode WP: A
Akuntan Publik Terdaftar
Jl.Papandaya No. 1
Telp 61391 & 62317
Yogyakarta
REKENING Indeks PER AUDIT Per Buku PENYESUAIAN/ Per Audit
31-12-x0 31-12-x1 REKLASIFIKASI 31-12-x1
(dlm ribu) (dalam ribu) D(K) (dlm ribu) (dalam ribu)
*100 kas kecil A-1 XXX XXX - XXX
*101 kas-bank A-2 XXX XXX XXX XXX
XXX XXX XXX XXX

WTB 1 WTB 1 WTB 1 WTB 1


Diperiksa Dibuat oleh Sumber:
oleh
Reviewed by Preposed by Source:
AH RN
10-02-x2 31-0120x2

 Memorandum Audit dan Dokumentasi Informasi Penguat


Memorandum audit merupakan data yang tertulis yang disiapkan auditor dalam bentuk naratif,
misalnya, komentar atas kinerja prosedur auditing meliputi:
1. Lingkup pekerjaan
2. Temuan-temuan
3. Kesimpulan audit

Dokumentasi informasi penguat meliputi pendokumentasian pengajuan pertanyaan mengenai


hasil rapat dewan komisaris, respon konfirmasi, representasi tertulis dan dari manajemen dan para
pakar yang berasal dari luar organisasi, salinan berbagai kontrak penting.

 Skedul dan Analisis


Apabila beberapa akun buku besar digambarkan untuk tujuan pelaporan maka, harus disusun
sebuah skedul kelompok atau sering disebut skedul utama. Skedul utama nenunjukan akun masing-
masing buku besar dan mengidentifikasi skedul atau analisis kertas kerja individu yang memuat
bukti audit yang diperoleh untuk masing-masing akun dalam kelompok tersebut.

6. Susunan Kertas Kerja


Untuk memudahkan penelaahan kertas kerja yang dibuat sistem maupun staf auditor,
berbagai jenis kertas kerja tersebut harus disajikan dalam susunan yang sistematis. Adapun
susunan yang umumnya dilakukan adalah:
1. Draf laporan audit
2. Laporan keuangan auditan
3. Ringkasan informasi bagi penelaah
4. Program audit
5. Laporan keuangan atas neraca lajur yang dibuat klien
6. Ringkasan jurnal penyesuaian
7. Daftar utama
8. Daftar pendukung

7. Penelaahan Kertas Kerja


Auditor harus menelaah kertas kerja yang dibuat oleh staf maupun asistennya. Penelaahan
kertas kerja dilakukan terhadap pekerjaan yang dilakukan, bukti yang diperoleh, judgement
yang diambil, dan kesimpulan yang diambil penyaji kertas kerja.

Penelaahan kertas kerja pada umumnya dilakukan dalam dua tahap:


a. Tahap pertama, dilakukan jika pekerjaan pemeriksaan pada suatu segmen tertentu sudah
selesai. Penelaahan pada tahap ini meliputi pekerjaan yang dilakukan, bukti yang diperoleh,
dan kesimpulan yang diperoleh pembuat kertas kerja.
b. Tahap kedua, dilakukan bila semua pekerjaan lapangan sudah diselesaikan.

8. Kepemilikan dan Penyimpanan Kertas Kerja


Kertas kerja adalah milik kantor akuntan publik, bukan milik pribadi auditor maupun klien.
Kertas kerja tidak boleh dianggap sebagai bagian maupun sebagai pengganti catatan akuntansi
klien.

Penyimpanan kertas kerja harus dilakukan dengan teratur sehingga seandainya sewaktu-
waktu diperlukan, dapat disediakan dengan cepat. Oleh karena itu, kertas kerja harus disimpan
dalam arsip permanen ataupun arsip kini. Auditor biasanya menyelenggarakan dua jenis
pengarsipan, yaitu:
a. Arsip permanen; untuk kertas kerja yang berisi informasi yang relatif tidak pernah
mengalami perubahan dan memuat data yang diharapkan tetap bermanfaat bagi auditor
dalam banyak perikatan dengan klien di masa mendatang.
b. Arsip kini; untuk kertas kerja yang hanya dipakai untuk suatu audit yang telah diselesaikan.

BAB 3
PENUTUP
1. Kesimpulan
Bukti Audit merupakan segala informasi yang mendukung angka - angka atau
informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan, yang dapat digunakan oleh auditor
sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya. Bukti audit yang mendukung laporan
keuangan terdiri dari data akuntansi dan semua informasi penguat (corroborating
information) yang tersedia bagi auditor.

Kertas kerja didefinisikan sebagai catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor


mengenai prosedur audit yang ditempuh, pengujian yang dilakukan, informasi yang
diperoleh, dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan pelaksanaan penugasan audit
yang dilakukannya.

Kertas kerja audit berfungsi sebagai; jembatan/mata rantai yang menghubungkan


antara catatan auditi dengan laporan hasil audit, dan dapatpula dipergunakan auditor untuk
mempertanggungjawabkan prosedur/langkah audit yang dilakukannya, mengkoordinir dan
mengorganisir semua tahap audit mulai dari perencanaan sampai pelaporan, dan sebagai
dokumen yang dapatdigunakan oleh auditor berikutnya.

Kertas kerja yang baik harus lengkap, teliti, ringkas, jelas dan rapi, disimpan dan dijaga
kerahasiannya. Agar mudah diakses, lazimnya kertas kerja audit dikelompokkan dalam
berkas permanen (permanent file), berkas berjalan (current file).