Anda di halaman 1dari 12

PENGARUH PENERAPAN CORPORATE GOVERNANCE

TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN


UKURAN PERUSAHAAN DAN UMUR PERUSAHAAN
SEBAGAI VARIABEL KONTROL

Jessica Goldwin dan Yulius Jogi Christiawan


Akuntansi Bisnis Universitas Kristen Petra
Email: yulius@petra.ac.id

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh penerapan
corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan di Indonesia. Penerapan corporate
governance diukur menggunakan skor CGPI, sedangkan kinerja keuangan perusahaan diukur
menggunakan ROE. Penelitian ini menggunakan ukuran perusahaan, umur perusahaan dan
krisis keuangan sebagai variabel kontrol. Sampel yang diuji dalam penelitian ini adalah
perusahaan yang memperoleh pemeringkatan CGPI dari tahun 2001-2015, yaitu sebanyak 248
firm-year. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan corporate governance berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, umur perusahaan berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan
dan krisis keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Kata kunci : Penerapan Corporate Governance, ROE, Ukuran Perusahaan, Umur


Perusahaan, dan Krisis Keuangan.

ABSTRACT

This study aimed to obtain empirical evidence on the influence of applying corporate
governance to firm performance. Corporate governance was measured by using CGPI score, while
firm performance was measured by using ROE. This study also used firm size, firm age and
financial crisis as control variables. This study was conducted on companies that obtain CGPI
ranking from 2001-2015 with a sample of 248 observations. The result of this study showed that
corporate governance had positive and significant affect on firm performance and firm age had
negative and significant affect on firm performance. The result of this study also showed that firm
size and financial crisis had no significant affect on firm performance.

Keywords : Corporate Governance, ROE, Firm Size, Firm Age and Financial Crisis.

217
218 Business Accounting Review, Vol. 5, No. 2, Agustus 2017 (217-228)

PENDAHULUAN penerapan corporate governance tidak


berpengaruh terhadap kinerja keuangan
Istilah corporate governance perusahaan.
diperkenalkan pada tahun 1992 oleh Sir Selain itu adanya ketidakkonsistenan
Adrian Cadbury. Committee Cadbury penggunaan alat ukur dalam mengukur
mendefinisikan corporate governance sebagai penerapan corporate governance juga menjadi
sebuah sistem yang mengarahkan dan alasan penelitian ini dilakukan. Ada beberapa
mengendalikan perusahaan dengan tujuan cara untuk mengukur penerapan corporate
mencapai keseimbangan antara perusahaan governance yaitu dengan CGPI dan adapula
dengan stakeholder (Alex, 2014). yang menggunakan komponen corporate
Penerapan corporate governance mulai governance (board size, audit committee,
diperhatikan seiring terjadinya krisis di Asia ownership concentration) seperti yang
termasuk Indonesia pada tahun 1997. dilakukan Tornyeva dan Wereko (2012) serta
Menurut Kamardin (2014), penyebab dari Hussin dan Othman (2012).
krisis tersebut bukan hanya faktor ekonomi Jangka waktu penelitian terdahulu
tetapi juga karena lemahnya penerapan yang kurang dari 5 tahun juga menjadi alasan
corporate governance. Salah satu bukti yang untuk meneliti kembali hubungan penerapan
menunjukkan lemahnya penerapan corporate corporate governance dengan kinerja keuangan
governance di Indonesia adalah kasus perusahaan. Seperti penelitian yang
manipulasi terhadap laporan keuangan yang dilakukan oleh Dogan dan Yildiz (2013) serta
pada PT Lippo Tbk dan PT Kimia Farma Tbk. Ahmed dan Hamdan (2015) dalam jangka
Sejak saat itu penerapan corporate governance waktu 5 tahun, sedangkan untuk periode
mulai diperhatikan. Hal itu terbukti dari penelitian yang menggunakan periode
ditandatanganinya Letter of Intent (LOI) oleh penelitian 3 tahun dilakukan oleh Wati (2012)
pemerintah Indonesia dan IMF tahun 1998. serta Berthelot, Morris dan Morrill (2010).
Selain itu bukti kepedulian terhadap Selain itu penelitian yang dilakukan oleh
penerapan corporate governane yaitu Tjondro dan Wilopo (2011); Kurniawan dan
dibentuknya organisasi-organisasi independen Venusita (2016) juga melakuka penelitian
seperti FCGI, IICG dan IICD. Dengan hubungan penerapan corporate governance
dibentuknya organisasi tersebut diharapkan terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam
penerapan corporate governance dapat jangka waktu 1 tahun.
dijadikan landasan operasional perusahaan Berdasarkan pemaparan diatas maka
agar tercipta pengelolaan yang bersih dan penelitian ini akan dilakukan dengan
transparan agar kinerja yang baik dalam menggunakan skor CGPI sebagai alat ukur
perusahaan dapat tercipta. penerapan corporate governance. Hal itu
Menurut Wati (2012), kinerja disebabkan karena CGPI merupakan skor
keuangan perusahaan merupakan sebuah pemeringkatan gabungan dari tujuh
hasil untuk mengukur baik buruknya prestasi komponen yang menggambarkan corporate
kerja manajemen dalam periode tertentu. governance, yaitu: 1) Komitmen terhadap CG,
Pengukuran kinerja perusahaan dapat dilihat 2) Hak pemegang saham, 3) Tata kelola dewan
dari sisi laporan keuangan yang dihasilkan komisaris, 4) Komite-komite fungsional (yang
perusahaan setiap tahunnya. membantu tata kelola dewan komisaris), 5)
Penelitian yang meneliti hubungan Direksi, 6) Transaparansi, 7) Hubungan
antara penerapan corporate governance dengan stakeholders (Hapsari, 2013). Selain
terhadap kinerja keuangan perusahaan telah itu jangka waktu penelitian yang digunakan
banyak dilakukan sebelumnya, akan tetapi adalah 15 tahun sejak 2001-2015 untuk
hasil dari penelitian sebelumnya masih belum melihat pengaruh penerapan corporate
menunjukkan hasil yang konsisten. Seperti governance dalam berbagai kondisi ekonomi
penelitian yang dilakukan oleh Wati (2012), termasuk pada saat krisis ekonomi pada
Aggarwal (2013), Nuswandari (2009) serta tahun 2008 hingga 2009. Penelitian ini juga
Ahmed dan Hamdan (2015) yang menyatakan menggunakan ukuran perusahaan, umur
bahwa penerapan corporate governance perusahaan dan krisis keuangan sebagai
berpengaruh terhadap kinerja keuangan variabel kontrol.
perusahaan. Sedangkan penelitian yang Dengan latar belakang dan penjelasan
dilakukan oleh Grove, Patelli, Victoravich, dan yang telah disampaikan sebelumnya, maka
Xu (2011); Sayidah (2007); Zaidirina dan rumusan masalah yang digunakan dalam
Lindrianasari (2015) yang menyatakan bahwa penelitian ini adalah Apakah penerapan
Goldwin: Pengaruh Penerapan Corporate Governance 219

corporate governance mempengaruhi kinerja Perusahaan harus senantiasa


keuangan perusahaan dengan ukuran memperhatikan kepentingan
perusahaan, umur perusahaan dan kondisi pemegang saham dan pemangku
ekonomi sebagai variabel kontrol? kepentingan lainnya berdasarkan asas
kesetaraan dan kewajaran.
LANDASAN TEORI
Manfaat Corporate Governance
Corporate Governance
Beberapa manfaat dari penerapan corporate
Menurut Forum for Corporate governance di perusahaan, yaitu:
Governance in Indonesia (2003), corporate
governance merupakan seperangkat peraturan 1. Meningkatkan kinerja perusahaan
yang mengatur hubungan antara pemegang melalui terciptanya proses
saham, pengurus, pihak kreditur, pemerintah, pengambilan keputusan yang lebih
karyawan serta para pemegang kepentingan baik, meningkatkan efisiensi
intern dan ekstern lainnya sehubungan operasional dan meningkatkan
dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau pelayanan kepada stakeholder,
dengan kata lain suatu sistem yang 2. Mempermudah diperolehnya dana
mengarahkan dan mengendalikan pembiayaan
perusahaan. 3. Mengembalikan kepercayaan investor
untuk menanamkan modalnya di
Prinsip-Prinsip Corporate Governance Indonesia,
4. Munculnya kepuasan pemegang
1. Transparansi (Transparency) saham atas kinerja perusahaan yang
Perusahaan harus menyediakan sekaligus akan meningkatkan
informasi yang material dan relevan shareholder value dan dividen.
dengan cara yang mudah diakses dan
dipahami oleh pemangku kepentingan. Corporate Governance Perception Index
2. Akuntabilitas (Accountability) (CGPI)
Perusahaan harus dapat
mempertanggungjawabkan kinerjanya Corporate Governance Perception Index
secara transparan dan wajar. Untuk (CGPI) adalah program penerapan
itu perusahaan harus dikelola secara peringkatan corporate governance pada
benar, terukur dan sesuai dengan perusahaan di Indonesia melalui riset yang
kepentingan perusahaan dengan tetap dirancang untuk mendorong perusahaan
memperhitungkan kepentingan dalam meningkatkan kualitas penerapan
pemegang saham dan pemangku konsep corporate governance melalui
kepentingan lain. perbaikan secara terus-menerus dengan
3. Responsibilitas (Responsibility) melaksanakan evaluasi. Program ini
diselenggarakan oleh The Indonesia Institute
Perusahaan harus mematuhi
forCorporate Governance (IICG) pada tahun
peraturan perundang-undangan serta
2001 dan pelaksanaannya dilakukan setiap
melaksanakan tanggungjawab
tahun. Dasar pembentukan dari program ini
terhadap masyarakat dan lingkungan
adalah adanya pemikiran akan pentingnya
sehingga dapat terpelihara
untuk mengetahui sejauh mana perusahaan
kesinambungan usaha dalam jangka
telah menerapkan prinsip-prinsip dari
panjang dan mendapatkan pengakuan
corporate governance.
sebagai good corporate citizen.
Peserta dari pemeringkatan CGPI
4. Independensi (Independency)
bersifat sukarela dan melibatkan peran aktif
Perusahaan harus dikelola secara perusahaan bersama seluruh stakeholder
independen sehingga masing-masing dalam memenuhi tahapan pelaksanaan
organ perusahaan tidak saling program CGPI. Dengan adanya keikutsertaan
mendominasi dan tidak dapat perusahaan dalam program ini menandakan
diintervensi oleh pihak lain. bahwa penerapan corporate governance telah
5. Kesetaraan dan Kewajaran dilakukan dengan baik dalam perusahaan.
(Fairness) Pelaksanaan program pemeringkatan
yang diselenggarakan oleh CGPI ini,
220 Business Accounting Review, Vol 5, No 2, Agustus 2017 (217-228)

dilakukan dengan metode survei melalui Menurut Jensen dan Meckling (1976),
kuesioner yang diisi secara self-assesment oleh teori keagenan muncul karena adanya
emiten. Penyusunan kuesioner dilaksanakan pemisahan antara kepemilikan dengan
berdasarkan prinsip-prinsip corporate pengelolaan perusahaan yang terjadi karena
governance yang diterapkan oleh badan adanya hubungan atau kontak kerja antara
international Organisation for Economic Co- principal dengan agent. Keadaan yang
Operation Development (OECD) dan Komite demikian akan mengakibatkan baik principal
Nasional Kebijakan Governance (KNKG). maupun agent untuk saling memaksimumkan
Penilaian yang dilakukan oleh kepentingannya masing-masing (Homayoun
program pemeringkatan ini didasarkan pada dan Homayoun, 2015). Hal tersebut akan
hasil kinerja perusahaan terkait penerapan mengarah pada munculnya konflik
corporate governance tahun sebelumnya. kepentingan antara principal dengan agent.
Sedangkan dasar yang digunakan untuk Apabila tidak ada penanganan yang tepat
melakuka penelitian ini mengacu pada 13 maka akan muncul tindakan sewenang-
aspek yaitu komitmen, transparansi, wenang dari manajemen yang hanya
akuntabilitas, responsibilitas, independensi, mementingakn dirinya sendiri dengan
keadilan, kompetensi, kepemimpinan, mengabaikan kepentingan dari pemegang
kemampuan bekerjasama, visi; misi dan tata saham. Salah satu penanganan yang tepat
nilai, strategi dan kebijakan, etika serta iklim untuk mengangani masalah konflik
etikal (Fauzi, Kamaliah, dan Azhar, 2014). kepentingan adalah dengan menerapkan
Sedangkan tahapan penilaian dari corporate governance di perusahaan. Dengan
program ini dilakukan dalam 4 tahapan menerapkan corporate governance di
dengan bobot yang berbeda-beda yaitu: perusahaan dapat menjadi sebuah mekanisme
1. Self-assesment untuk mengendalikan perilaku manajemen
Pada tahap ini, seluruh stakeholder (Velnampy, 2013; Bonazzi dan Islam, 2007).
perusahaan diminta untuk menilai Pengendalian perilaku manajemen
secara subyektif atas dirinya sendiri melalui penerapan corporate governance
terkait penerapan corporate dilakukan agar manajemen dapat bertindak
governance. sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
2. Pengumpulan dokumen perusahaan. Selain itu juga dapat memberikan keyakinan
Pada tahap ini, perusahaan diminta kepada pihak pemegang saham bahwa mereka
mengumpulkan dokumen dan bukti akan menerima return atas dana yang telah
terkait penerapan corporate diinvestasikan (Darwis, 2009; Alnaser, Shaban
governance di perusahaan. dan Al-Zubi, 2014).
3. Penyusunan makalah dan presentasi
Pada tahap ini, perusahaan diminta Kinerja Keuangan Perusahaan
untuk membuat penjelasan terkait
kegiatan perusahaan dalam Kinerja keuangan perusahaan menjadi
menerapkan prinsip corporate salah satu pertimbangan investor sebelum
governance dalam bentuk makalah. melakukan investasi pada perusahaan.
4. Observasi Dimana kinerja keuangan merupakan hasil
Pada tahap ini, tim CGPI akan kemampuan manajemen mengelola sumber
mengunjungi lokasi perusahaan daya perusahaan agar dapat menghasilkan
peserta. Hal tersebut dilakukan untuk laba. Atau dengan kata lain kinerja keuangan
memastikan bahwa perusahaan perusahaan menggambarkan kemampuan
tersebut benar-benar menerapkan mengelola sumber daya perusahaan secara
prinsip dari corporate governance. efektif dan efisien (Al-matari, Al-Swidi, dan
Setelah dilakukan pembobotan maka hasil Bt. Fadzil, 2014).
dari setiap tahapan tersebut akan Penentuan keberhasilan manajemen
dijumlahkan untuk menghasilkan skor CGPI. dalam mengelola sumber daya dapat
Pemeringkatan corporate governance dibagi dilakukan dengan penilaian atas kinerja
dalam 3 kategori yaitu sangat terpercaya perusahaan yang dapat dilakukan dengan
dengan skor 100-85, terpercaya dengan skor menggunakan analisis rasio keuangan dengan
84-70 dan cukup terpercaya dengan skor 69- laporan keuangan sebagai dasar
55. perhitungannya. Analisis rasio keuangan yang
dapat digunakan dalam menilai kinerja
Teori Keagenan keuangan perusahaan yaitu rasio
Goldwin: Pengaruh Penerapan Corporate Governance 221

profitabilitas. Rasio profitabilitas AGE = Tahun pengamatan - Tahun


menggambarkan kemampuan perusahaan pendirian perusahaan.
dalam menghasilkan keuntungan sehingga Hipotesis
kepentingan pemegang saham terpenuhi. Pengaruh penerapan corporate
Indikator dari rasio profitabilitas yang dapat governance terhadap kinerja keuangan
digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan.
perusahaan adalah return on equity (ROE).
ROE menggambarkan seberapa besar return H1 : Penerapan corporate governance
yang dapat diperoleh pemegang saham atas berpengaruh positif terhadap kinerja
pengelolaan modal atau ekuitas yang keuangan perusahaan.
ditanamkan dalam perusahaan. ROE Penerapan corporate governance yang
digunakan sebagai alat ukur kinerja keuangan efektif dalam perusahaan dapat menjadi alat
perusahaan karena tujuan dari corporate yang efektif untuk mengarahkan perusahaan
governance adalah untuk memaksimumkan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik.
kepentingan pemegang saham. Dimana Hal itu disebabkan karena corporate
kepentingan pemegang saham adalah agar governance dapat menjadi alat untuk
dana yang ditanamkan dapat menghasilkan mengurangi masalah keagenan yang muncul
return yang tinggi. Dengan menggunakan karena adanya pemisahan kepemilikan
ROE maka return yang diperoleh perusahaan dengan pengelolaan perusahaan. Dengan
dapat dilihat. menerapkan corporate governance dapat
menjadi mekanisme yang mengendalikan
ROE = Net Income / Total Equity perilaku manajemen yang bersifat
opportunistic (Denis dan McConnell, 2003).
Ukuran Perusahaan Pengendalian terhadap perilaku
manajemen dilakukan agar manajemen
Ukuran perusahaan adalah skala yang bertindak sesuai dengan kepentingan
digunakan untuk menentukan besar kecilnya pemegang saham. Dimana salah satu
suatu perusahaan berdasarkan aset atau kepentingan pemegang saham adalah
sumber daya yang dimilikinya (Subramaniam, pengelolaan yang efisien sehingga dapat
McManus dan Zhang, 2009). Perusahaan yang menghasilkan laba yang tinggi. Dengan laba
memiliki banyak sumber daya yang tinggi maka return yang diperoleh
menggambarkan perusahaan yang besar. pemegang saham juga tinggi, sehingga
Dengan banyaknya sumber daya yang dimiliki kesejahteraan pemegang saham terpenuhi
maka perusahaan yang besar memiliki (Caylor dan Brown, 2006).
economic of scale (Ghazali, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Shah,
Banyaknya sumber daya yang dimiliki Kouser, Aamir dan Hussain (2012)
oleh perusahaan juga berdampak pada menyatakan bahwa penerapan corporate
kemampuan perusahaan untuk menguasai governance berpengaruh positif terhadap
pasar (Febria dan Halmawati, 2014). Selain kinerja keuangan perusahaan. Hasil
itu juga adanya kemudahan bagi perusahaan penelitian tersebut didukung oleh penelitian
besar untuk mendapatkan sumber pendanaan yang dilakukan oleh Owusu dan Weir (2016);
untuk dapat melakukan diversifikasi usaha. Wahyudin dan Solikhah (2017).

SIZE = Ln (total aset) Ukuran perusahaan terhadap kinerja


keuangan perusahaan
Umur Perusahaan
H2 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif
Umur perusahaan menggambarkan terhadap kinerja keuangan perusahaan.
lamanya suatu perusahaan berdiri (Arisadi, Ukuran perusahaan digunakan untuk
Djumahir dan Djazuli, 2013). Perusahaan menentukan besar kecilnya suatu perusahaan.
yang sudah lama berdiri cenderung memiliki Semakin besar ukuran perusahaan
pengalaman yang banyak dibandingan menggambarkan semakin banyak sumber
perusahaan yang baru berdiri. Oleh karena itu daya yang dimiliki perusahaan. Dengan
perusahaan yang berumur lebih lama banyaknya sumber daya, maka perusahaan
memiliki kemampuan bersaing yang tinggi yang besar cenderung menguasai pasar
karena adanya pemahaman yang baik atas karena kemampuannya dalam memenuhi
industrinya (Manik, 2011). permintaan produk. Dimana hal tersebut akan
222 Business Accounting Review, Vol 5, No 2, Agustus 2017 (217-228)

mempengaruhi kemampuan perusahaan umur perusahaan berpengaruh positif


untuk menghasilkan laba. Kemampuan terhadap kinerja keuangan perusahaan.
perusahaan besar menghasilkan laba juga
didukung dari economic of scale yang dimiliki METODE PENELITIAN
oleh perusahaan yang besar.
Perusahaan yang berukuran besar juga Model analisis yang digunakan dalam
lebih mudah dalam mendapatkan pendanaan. penelitian ini untuk menguji hipotesis adalah :
Hal itu disebabkan karena jaminan sumber
daya yang dimilikinya. Kemudahan dalam
mendapatkan sumber pendanaan akan
membantu perusahaan besar untuk dapat
mengembangkan bisnisnya melalui
diversifikasi usaha. Dengan melakukan
diversifikasi usaha maka resiko bisnis dapat
tersebar dan kemungkinan perusahaan
mendapat keuntungan besar. Semakin besar
keuntungan yang diperoleh perusahaan yang
berukuran besar akan berdampak pada return
yang diperoleh pemegang saham yang besar.
Penelitian yang dilakukan oleh Jonsson
(2007); Nuswandari (2009) dan Azzez (2015)
Gambar 3.1. Model Analisis Hipotesis
menyatakan bahwa ukuran perusahaan
berpengaruh positif terhadap kinerja
Penelitian ini menggunakan model
keuangan perusahaan.
analisis regresi berganda. Model regresi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah:
Umur perusahaan terhadap kinerja
keuangan perusahaan
ROEit = α + β1 CGit + β2 SIZEit + β3 AGEit +
β4 ECit + εit
H3 : Umur perusahaan berpengaruh positif
terhadap kinerja keuangan
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
perusahaan.
Statistik Deskriptif
Umur perusahaan menggambarkan
Tabel Statistik Deskriptif Model
umur sejak berdirinya perusahaan hingga Descriptive Statistics

perusahaan masih mampu menjalankan N


T ahun 2001-2007

Mean Maximum Minimum


N
T ahun 2008-2009
Mean Maximum Minimum
N
T ahun 2010-2015
Mean Maximum Minimum
N
T otal
Mean Maximum Minimum

operasinya (Harianto dan Sudomo, 1998). ROE


CG
74
74
0,22
77,03
0,62
90,46
0,02
53,50
37
37
0,17
79,04
0,52
90,65
0,03
60,55
137
137
0,17
82,02
0,42
92,88
0,01
66,51
248
248
0,18
80,09
0,62
92,88
0,01
53,50

Perusahaan yang sudah lama berdiri SIZE 74 29,86 33,40 25,35 37 30,23 33,61 25,48 137 31,06 34,44 26,29 248 30,57 34,44 25,35

cenderung memiliki banyak pengalaman. Oleh


AGE 74 34 65 6 37 34 67 10 137 36 74 3 248 35 74 3

karena pengalaman yang dimilikinya, Sumber: Hasil Output SPSS


perusahaan yang tua cenderung memahami
industri yang dijalaninya. Dengan Berdasarkan tabel di atas dapat
pemahaman yang baik mengenai industrinya dilihat bahwa jumlah N yang merupakan
maka perusahaan yang lebih lama berdiri jumlah sampel pada periode sebelum krisis
cenderung bertindak dengan hati-hati yang keuangan yaitu pada tahun 2001-2007 adalah
menghasilkan pada pengelolaan yang efisien 74 firm-year, sedangkan jumlah N yang
(Nurwati, Achsani, Hafidhuddin dan merupakan jumlah sampel pada periode krisis
Nuryartono, 2014). keuangan yaitu tahun 2008-2009 adalah 37
Pengelolaan yang efisien yang dimiliki firm-year dan untuk sampel pada periode
perusahaan yang berdiri lebih lama akan setelah krisis keuangan yaitu pada tahun
berdampak pada kinerja yang meningkat yang 2010-2015 adalah 137 firm-year. Sehingga
dihasilkan perusahaan tersebut. Dengan total sampel secara keseluruhan yang
adanya kinerja yang meningkat yang digunakan dalam penelitian dari tahun 2001
dicerminkan dari kemampuan menghasilkan hingga 2015 adalah 248 firm-year.
laba tinggi maka kepentingan pemegang Pada tahun 2001 hingga 2007, ROE
saham untuk mendapatkan return juga akan memiliki rata-rata sebesar 0,22 dimana hal itu
meningkat. Hal ini didukung oleh Wahba menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan
(2015); Silwal (2016) yang menyatakan bahwa
Goldwin: Pengaruh Penerapan Corporate Governance 223

pada periode sebelum krisis mampu multikolinearitas. Tingkat signifikansi untuk


menghasilkan net income sebesar 22% dari asumsi klasik adalah α=5%.
total equity yang dimilikinya. Kemudian pada
tahun 2008-2009 rata-rata ROE mengalami Model penelitian yang digunakan dalam
penurnan sebesar 5% sehingga menjadi 17%. penelitian ini ini memenuhi uji normalitas
Pada tahun 2010-2015 yang menggambarkan dengan angka probabilitas Kolmogorov-
keadaan setelah krisis, rata-rata ROE tetap Smirnov diatas 0,05 yaitu 0,063.
konstan pada nilai 17%. Nilai Durbin Watson pada penelitian ini
Sedangkan rata-rata CG yang dimiliki adalah 1,149 sehingga penelitian dikatakan
perusahaan pada periode sebelum krisis memenuhi uji autokorelasi karena nilai durbin
adalah 77,03 dimana hal tersebut watson berada diantara -2 sampai dengan 2.
menunjukkan bahwa pada tahun 2001 hingga Dari hasil olah data pada program SPSS,
2007 yang menggambarkan keadaan sebelum dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini
krisis, rata-rata skor CG yang mengikuti bebas dari multikolinearitas. Hal tersebut
pemeringkatan CGPI adalah sebesar 77,03 dibuktikan dari nilai VIF semua variabel yang
dari skala 0-100 sehingga diperoleh kategori kurang dari 10 dan tolerance lebih dari 0.050.
terpercaya. Untuk rata-rata CG pada tahun Model dari penelitian ini mengandung
2008-2009, memiliki rata-rata skor sebesar heterokedastisitas karena nilai chi-square
79,04 dan pada tahun 2010-2015 rata-rata hitung sebesar 11,16 (N= 248; df= 3; R-
skor CG yang diperoleh perusahaan yang square=0,045) lebih besar dari nilai chi-square
mengikuti pemeringkatan CGPI adalah tabel sebesar 7,815. Model penelitian ini
sebesar 82,02. mengandung heteroskedastisitas karena
Rata-rata total aset yang dimiliki adanya cross-section pada data yang
perusahaan pada tahun 2001 hingga 2007 digunakan dalam penelitian ini. Dengan
adalah sebesar 29,86 atau setara dengan adanya masalah heteroskedastisitas, maka
Rp.9.290.374.684.828,00. Sedangkan pada saat dilakukan perbaikan dengan mengeluarkan
krisis, rata-rata total aset yang dimiliki model regresi baru sebagai berikut:
perusahaan mengalami peningkatan menjadi
30,23 atau setara dengan Rp. ROE = – 0.020 + 0.004CG – 0.002SIZE –
13.449.997.014.417,00. Sedangkan setelah 0.001AGE – 0,010FC + ε
melalui periode krisis yaitu tahun 2010 hingga
2015 rata-rata total aset yang dimiliki Pengujian Kelayakan Model Regresi
perusahaan yang mengikuti pemeringkatan
CGPI mengalami peningkatan menjadi 31,06 Tabel Uji F
atau setara dengan Rp.30.845.130.209.662,00. Variabel Variabel F Sig. F
Pada saat kondisi sebelum yaitu tahun Independe Depende
2001 hingga 2007 dan pada saat krisis yaitu nt nt
2008 hingga 2009, rata-rata perusahaan yang CG
mengikuti pemeringkatan CGPI adalah SIZE 4.58436 0.00138
perusahaan yang berumur 34 tahun. ROE
AGE 1 1
Sedangkan perusahaan yang mengikuti FC
pemeringkatan CGPI pada saat krisis yaitu
pada tahun 2008 hingga 2009 adalah Sumber: Hasil Output SPSS
perusahaan yang berumur 36 tahun.
Pada tabel diatas dapat dilihat nilai
Multiple Regression Analysis signifkansi model di bawah 0.050, hal ini
dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam
ROE = – 0.020 + 0.004CG – 0.002SIZE – peneletian ini layak untuk digunakan dalam
0.001AGE – 0,010FC + ε menguji hipotesis.

Pengujian Asumsi Klasik Tabel Pengujian Koefisien Regresi Berganda


Variabel Variabel R2
Penelitian ini menggunakan 4 uji asumsi Independent Dependent
klasik sebelum melakukan uji kelayakan CG
model dan uji hipotesis. Uji asumsi klasik SIZE ROE 0.054862
penelitian ini meliputi normalitas,
AGE
autokorelasi, heteroskedastistas, dan
224 Business Accounting Review, Vol 5, No 2, Agustus 2017 (217-228)

FC governance berpengaruh terhadap kinerja


keuangan perusahaan dengan menggunakan
Sumber: Hasil Output SPSS ukuran perusahaan, umur perusahaan dan
krisis keuangan sebagai variabel kontrol.
Nilai adjusted R2 untuk model Penelitian ini menguji pada 248 data
penelitian ini adalah sebesar 0,055 yang pengamatan dari perusahaan yang mengikuti
berarti ROE mampu dijelaskan oleh seluruh program pemeringkatan CGPI pada periode
variabel independen yaitu CG, SIZE, AGE, 2001 sampai 2015.
dan FC sebesar 5,5% sedangkan sisanya
sebesar 94,5% dijelaskan oleh faktor lain yang 1. Hipotesa pertama yaitu penerapan
tidak diikutkan dalam penelitian ini. corporate governance berpengaruh
terhadap kinerja keuangan perusahaan
Pengujian Hipotesis diterima. Dengan semakin baik
penerapan corporate governance maka
Tabel Uji T kinerja keuangan perusahaan juga akan
semakin membaik. Hal itu disebabkan
karena dengan adanya penerapan
Variable Coefficient Std. Error Prob. corporate governance dapat menciptakan
kinerja operasional perusahaan yang
lebih efisien (Wahyudin dan Solikhah,
AGE -0.001256 0.000364 0.0007
2017). Dimana hal tersebut sesuai dengan
CG 0.003867 0.001405 0.0064 esensi dari corporate governance bahwa
FC -0.009950 0.020280 0.6241 dengan penerapan corporate governance
dapat menjaga kelangsungan usaha yang
SIZE -0.001980 0.005758 0.7313
tercipta dari adanya peningkatan kinerja
C -0.020496 0.103259 0.8428 perusahaan (Nuswandari, 2009). Kinerja
operasional perusahaan yang efisien
tercermin dari adanya peningkatan
Sumber : Hasil Output Eview
kinerja perusahaan yang tercipta karena
adanya pengawasan terhadap perilaku
Pada tabel di atas menunjukkan
manajemen (Jensen dan Meckling, 1976).
bahwa CG memiliki p-value kurang dari 0,05
Dengan adanya penerapan corporate
yaitu 0,006. Selain itu, β CG adalah 0,004, hal
governance dapat menjadi sebuah
ini mengindikasikan bahwa CG memiliki
mekanisme untuk mengendalikan
pengaruh positif terhadap kinerja keuangan
perilaku manajemen yang cenderung
perusahaan (ROE).
mementingkan dirinya sendiri (Hunjra,
SIZE memiliki p-value diatas 0,05
Naeem, Noor dan Saleem, 2016; Kaihatu,
yaitu 0,731 dan β -0,002. Hal ini
2006). Pengendalian terhadap perilaku
mengindikasikan bahwa ukuran perusahaan
manajemen dilakukan agar manajemen
memiliki pengaruh negatif dan tidak
dapat bertindak sesuai dengan
signifikan terhadap kinerja keuangan
kepentingan pemegang saham, yang
perusahaan (ROE).
tercermin dari peningkatan laba
AGE memiliki p-value dibawah 0,05
perusahaan. Adanya peningkatan laba
yaitu 0,001 dan β sebesar -0,001. Hal ini
perusahaan juga akan berdampak pada
mengindikasi bahwa AGE memiliki pengaruh
meningkatnya return yang diperoleh
negatif dan signifikan terhadap kinerja
pemegang saham. Hasil penelitian ini
keuangan perusahaan (ROE).
sejalan dengan hasil penelitian yang
FC memiliki p-value diatas 0,05 yaitu
dilakukan oleh Naimah dan Hamidah
0,624 dan β sebesar -0,010, sehingga dapat
(2017); Cheung, Connelly, Limpaphayom
dikatakan bahwa krisis keuangan
dan Zhou (2005) serta Hodgson,
berpengaruh negatif dan tidak signifikan
Lhaopadchan dan Buaker (2011).
terhadap kinerja keuangan perusahan (ROE).

Analisa dan Pembahasan 2. Hipotesa kedua yaitu ukuran perusahaan


berpengaruh positif terhadap kinerja
Penelitian ini memiliki tujuan untuk keuangan perusahaan ditolak. Hal ini
melihat apakah penerapan corporate dapat diartikan bahwa besar kecilnya
ukuran suatu perusahaan yang
Goldwin: Pengaruh Penerapan Corporate Governance 225

ditentukan berdasarkan banyaknya Gambar 4.3 Perbandingan NI Masing-


sumber daya atau total asset yang Masing Industri
dimiliki perusahaan tidak berpengaruh
terhadap kinerja keuangan perusahaan
(Fachrudin, 2011). Dimana hasil
penelitian ini sejalan dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Indarti
dan Extaliyus (2013); Hasani, Sarmad,
Maleki, dan Yamchi (2015). Hal tersebut
diduga karena adanya perbedaan
pertumbuhan pada total aset, ROE dan
NI pada industri keuangan dan non-
keuangan. Total aset pada industri
keuangan mengalami peningkatan
sedangkan total aset pada industri non-
keuangan mengalami penurunan selama
periode observasi. Hal tersebut juga
terjadi pada ROE dan NI masing-masing Sumber: Hasil Olahan Penulis
industri. Adanya perbedaan pada ketiga
komponen tersebut mengakibatkan tidak 3. Hipotesa ketiga yaitu umur perusahaan
adanya pengaruh antara ukuran berpengaruh positif terhadap kinerja
perusahaan dan kinerja keuangan keuangan perusahaan ditolak. Hal ini
perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat menunjukkan bahwa semakin lama suatu
pada grafik dibawah ini: perusahaan berdiri maka kinerja
keuangan perusahaan semakin menurun.
Gambar 4.1 Perbandingan Total Aset Hasil penelitian ini sejalan dengan
Masing-Masing Industri penelitian yang dilakukan oleh Bruni,
Pittiglio dan Reganati (2014); Selcuk
(2016) serta Arora dan Sharma (2016).
Adanya hubungan 225egative antara
umur perusahaan dengan kinerja
keuangan perusahaan diduga karena
adanya peningkatan total ekuitas yang
dimiliki perusahaan. Apabila total
ekuitas mengalami peningkatan
sedangkan net income cenderung tidak
mengalami perubahan maka ROE akan
mengalami penurunan. Hal tersebut
dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Sumber: Hasil Olahan Penulis
Gambar 4.4 Perbandingan total ekuitas
Gambar 4.2 Perbandingan ROE Masing- dan net income.
Masing Industri

Sumber: Hasil Olahan Penulis


Sumber: Hasil Olahan Penulis
KESIMPULAN
226 Business Accounting Review, Vol 5, No 2, Agustus 2017 (217-228)

Penelitian ini bertujuan untuk melihat 2. Bagi investor disarankan untuk tidak
pengaruh dari penerapan corporate hanya berinvestasi pada perusahaan
governance terhadap kinerja keuangan yang memiliki ROE yang tinggi saja.
perusahaan. Dimana dalam penelitian ini Hal ini mengingat ada faktor lain yang
juga menggunakan ukuran perusahan, umur dapat dijadikan sebagai bahan
perusahaan dan kondisi ekonomi sebagai pertimbangan dalam pengambilan
variabel kontrol. Penelitian ini dilakukan keputusan, seperti adanya penerapan
terhadap seluruh perusahaan yang terdaftar corporate governance dalam
dalam pemeringkatan CGPI yang perusahaan.
diselenggarakan oleh lembaga independen 3. Bagi peneli berikutnya, diharapkan
IICG dengan periode penelitian 2001 hingga untuk menambahkan variabel kontrol
2015 yang memiliki data keuangan yang yang lain guna memperbesar nilai
dapat ditemukan pada annual report koefisien determinasi (R2).
perusahaan, menggunakan periode pelaporan
keuangan 1 tahun mulai dari Januari hingga DAFTAR PUSTAKA
Desember, tidak memiliki data keuangan
yang defisit atau mengalami kerugian serta Aggarwal, P. (2013, September-October).
menggunakan mata uang pelaporan Rupiah Impact of Corporate Governance on
Indonesia. memiliki Oleh karena itu sampel Corporate Financial Performance.
yang digunakan dalam penelitian ini adalah IOSR Journal of Business and
248 data pengamatan. Berdasarkan hasil Management (IOSR-JBM), 13(03), 01-
penelitian dapat disimpulkan bahwa: 05.
Ahmed, E., & Hamdan, A. (2015). The Impact
1. Penerapan corporate governance of Corporate Governance on Firm
berpengaruh positif terhadap kinerja Performance: Evidence from Bahrain
keuangan perusahaan. Bourse. International Management
2. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh Review, 11(2), 21-37.
terhadap kinerja keuangan perusahaan. Alex, G. (2014). Analisis Penerapan Good
3. Umur perusahaan berpengaruh negatif Corporate Governance pada PT. Surya
terhadap kinerja keuangan perusahaan. Bangun Jaya Abadi (Terwaralaba Ray
4. Krisis keuangan tidak berpengaruh White). Agora, 2(2).
terhadap kinerja keuangan perusahaan. Al-Matari, E. M., Al-Swidi, A. K., & Bt. Fadzil,
F. H. (2014). The Measurements of
Saran dan Keterbatasan Firm Performance's Dimensions. Asian
Journal of Finance and Accounting,
Dalam penelitian ini terdapat beberapa 6(1), 24-49.
keterbatasan antara lain: Alnaser, N., Shaban, O. S., & Al-Zubi, Z. (2014,
1. Penelitian ini menggunakan sampel January). The Effect of Effective
berupa perusahan yang terdaftar dalam Corporate Governance Structure in
pemeringkatan CGPI periode 2001-2015. Improving Investors' Confidence in
Penelitian ini memiliki keterbatasan The Public Financial Information.
dalam memperoleh data keuangan International Journal of Academic
perusahaan periode 2001 hingga 2006. Research in Business and Social
2. Penelitian ini memiliki keterbatasan Sciences, 4(1), 556-569.
berupa nilai dari koefisien determinasi Arisadi, Y. C., Djumahir, & Djazuli, A. (2013,
(R2) yang kecil, yaitu sebesar 5,5%. Desember). Pengaruh Ukuran
Perusahaan, Umur Perusahaan,
Dari hasil penelitian ini, penulis memiliki Current Ratio, Debt to Equity Ratio
beberapa saran atas analisa hasil penelitian dan Fixed Asset to Total Asset Ratio
antara lain : terhadap Kinerja Keuangan pada
1. Bagi perusahaan agar dapat Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek
mempertimbangkan untuk Indonesia. Jurnal Aplikasi
menjadikan penerapan corporate Manajemen, 11(4), 568-574.
governance sebagai landasan Arora, A., & Sharma, C. (2016). Corporate
operasional perusahaan agar tercipta Governance and Firm Performance in
kesinambungan usaha dalam jangka Developing Countries: Evidence from
waktu panjang.
Goldwin: Pengaruh Penerapan Corporate Governance 227

India. Corporate Governance, 16(2), Terdaftar di BEI Tahun 2009-2012).


420-436. Jurnal WRA, 2(1), 313-332.
Azeez, A. (2015, June). Corporate Governance Forum for Corporate Governance in Indonesia.
and Firm Performance: Evidence from (2001). Forum for Corporate
Sri Lanka. Journal of Finance and Governance in Indonesia. (2003).
Bank Management, 3(1), 180-189. Ghazali, N. A. (2010). Ownership Structure,
Berthelot, S., Morris, T., & Morrill, C. (2010). Corporate Governance and Corporate
Corporate Governance Rating and Performance in Malaysia.
Financial Performance: A Canadian International Journal of Commerce
Study. Corporate Governance: The and Management, 20(2), 109-119.
International Journal of Business in Grove, H., Patteli, L., Victoravich, L., & Xu, T.
Society, 10(5), 635-646. (2011). Corporate Governance and
Bonazzi, L., & Islam, S. M. (2007). Agency Performance in The Wake of The
Theory and Corporate Governance: A Financial Crisis: Evidence from US
Study of The Effectiveness of Board in Commercial Banks. Corporate
Their Monitoring of The CEO. Journal Governance International Review,
of Modelling in Management, 2(1), 7- 19(5), 418-436.
23. Hapsari, R. A. (2013). Kajian Yield to Maturity
Bruni, S., Pittiglio, R., & Reganati, F. (2014). (YTM) Obligasi pada Perusahaan
Heterogeneity in Firm Performance Korporasi. Accounting Analysis
during Economic Crisis. Business, Journal, 2(1), 75-81.
Management and Education, 12(1), 1- Harianto, & Sudomo. (1998). Perangkat dan
14. Tehnik Analisis Investasi di Pasar
Caylor , M., & Brown, L. (2006). Corporate Modal Indonesia. Jakarta: PT Bursa
Governance and Firm Valuation. Efek Jakarta.
Journal of Accounting and Public Hasani, M., Sarmad, H., Maleki, R. K., &
Policy, 25, 409-434. Yamchi, B. A. (2015). Studying Effects
Cheung, Y. L., Connelly, J. T., Limpaphayom, of Corporate Governance on
P., & Zhou, L. (2005, December). Do Performance of Banks Accepted in
Investors Really Value Corporate Tehran Stock Exchange. International
Governance? Evidence from Hong Journal of Information, Business and
Kong Market. Hong Kong Institute for Management, 7(3), 396-409.
Monetary Research(2), 1-35. Hodgson, A., Lhaopadchan, S., & Buakes, S.
Darwis, H. (2009, September). Corporate (2011). How Informative is The Thai
Governance terhadap Kinerja Corporate Governance Index? A
Perusahaan. Jurnal Keuangan dan Financial Approach. International
Perbankan, 13(3), 418-430. Journal of Accounting & Information
Denis, D. K., & McConnell, J. J. (2003, March). Management, 19(1), 53-79.
International Corporate Governance. Homayoun, S., & Homayoun, S. (2015). Agency
Journal of Financial and Quantitative Theory and Corporate Governance.
Analysis, 38(1), 1-36. International Business Management,
Dogan, M., & Yildiz, F. (2013). The Impact of 9(5), 805-815.
the Board of Directors’ Size on the Hunjra, A. I., Naeem, H., Noor, A., & Saleem,
Bank’s Performance: Evidence from A. (2016). Does Corporate Governance
Turkey. European Journal of Business Play Role in Firm's Performance? A
and Management, 5(6), 130-140. Comparative Study of Pakistan, India
Fauzi, R. R., Kamaliah, & Azhar A., A. (2014). and Bangladesh. International Journal
Pengaruh Indeks Good Corporate of Economics and Empirical Research,
Governance terhadap Kinerja 4(9), 450-464.
Keuangan Perusahaan di IICG dari Hussin, N., & Othman, R. (2012, November).
Tahun 2007-2010. JOM Fekon, 1(2), 1- Code of Corporate Governance and
18. Firm Performance. British Journal of
Febria, R. L., & Halmawati. (2014, April). Economics, Finance and Management
Pengaruh Leverage dan Ukuran Sciences, 6(2), 1-22.
Perusahaan terhadap Profitabilitas Indarti , M. K., & Extaliyus, L. (2013,
(Studi Empiris pada Perusahaan September). Pengaruh Corporate
Properti dan Real Estate yang Governance Perception Index (CGPI),
228 Business Accounting Review, Vol 5, No 2, Agustus 2017 (217-228)

Struktur Kepemilikan, dan Ukuran Sayidah, N. (2007, Juni). Pengaruh Kualitas


Perusahaan terhadap Kinerja Corporate Governance terhadap
Keuangan. Jurnal Bisnis dan Kinerja Perusahaan Publik. Jurnal
Ekonomi, 20(2), 171-183. Akuntansi dan Auditing Indonesia,
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976, 11(1), 1-19.
October). Theory of the Firm: Selcuk, E. A. (2016). Does Firm Age Affect
Managerial Behaviorm Agency Cost Profitability? Evidence from Turkey.
and Ownership Structure. Journal of International Journal of Economic
Finance Economics, 3(4), 305-360. Sciences, V(3).
Jonsson, B. (2007). Does The Size Matter? Silwal, P. P. (2016, November). Effects of
Bifrost Journal of Social Science, 1, 43- Corporate Governance on the
55. Performance of Nepalese Firms. The
Kaihatu, T. S. (2006). Good Corporate International Research Journal of
Governance dan Penerapannya di Management Science, 1(1), 42-59.
Indonesia. Jurnal Ekonomi Subramaniam, N., McManus, L., & Zhang, J.
Manajemen, 8(1), 1-9. (2009). Corporate Governance, Firm
Kamardin, H. (2014). Managerial Ownership Characteristics and Risk Management
and Firm Performance: The Influence Committee Formation in Australian
of Family Directors and Non-Family Companies. Managerial Auditing
Directors. Ethics, Governance and Journal, 24(4), 316-339.
Corporate Crime: Challenges and Tornyeva, K., & Wereko, T. (2012). Corporate
Consequences, 6, 47-83. Governance and Firm Performance:
Makki, M. A., & Lodhi, S. A. (2013). Impact of Evidence from The Insurance Sector of
Corporate Governance on Financial Ghana. European Journal of Business
Performance. Pakistan Journal of and Management, 4(13), 95-112.
Social Science, 33(2), 165-280. Velnampy, T. (2013). Corporate Governance
Manik, T. (2011, Desember). Analisis and Firm Performance: A Study of Sri
Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Lankan Manufacturing Companies.
Komisaris Independen, Komite Audit, Journal of Economics and Sustainable
Umur Perusahaan terhadap Kinerja Development, 4(3), 228-235.
Manajemen (Studi Empiris Wahba, H. (2015). The Joint Effect of Board
Perusahaan Property & Real Estate di Characteristic on Financial
BEI). Journal Entrepreneurship, Performance. Review of Accounting
Management and Innovation, 2(2), 25- and Finance, 14(1), 20-40.
36. Wahyudin, A., & Badingatus, S. (2017).
Naimah, Z., & Hamidah. (2016). The Role of Corporate Governance Implementation
Corporate Governance in Firm Rating in Indonesia and Its Effects on
Performance. SHS Web of Conferences. Financial Performance. Corporate
34, pp. 1-6. EDP Sciences. Governance: The International Journal
Nurwati, E., Achsani, N. A., Hafidhuddin, D., of Business in Society, 17(2), 250-265.
& Nuryartono, N. (2014). Umur dan Wati, L. M. (2012, September). Pengaruh
Kinerja Perusahaan: Studi Empiris Praktek Good Corporate Governance
Perbankan Syariah di Indonesia. terhadap Kinerja Keuangan
Jurnal Manajemen Teknologi, 13(2), Perusahaan di Bursa Efek Indonesia.
173-188. Jurnal Manajemen, 01(01).
Nuswandari, C. (2009, September). Pengaruh Zaidirina, & Lindrianasari. (2015). Corporate
Corporate Governance Perception Governance Perception Index,
Index terhadap Kinerja Perusahaan Performance and Value of The Firm in
pada Perusahaan yang Terdaftar di Indonesia. International Journal
Bursa Efek Jakarta. Jurnal Bisnis dan Monetary Economics and Finance, 8(4),
Ekonomi, 16(2), 70-84. 385-397.
Owusu, A., & Weir, C. (2016). The
Governance-Performance Relationship:
Evidence from Ghana. Journal of
Applied Accounting Research, 17(3),
285-310.