Anda di halaman 1dari 47

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

NAMA : PURWA RAHAYU NINGSIH

NIM : 15.10.089.530.277

PROGRAM STUDI : MANAJEMEN

JUDUL SKRIPSI : PENGARUH BIAYA DISTRIBUSI DAN

HARGA TERHADAP VOLUME PENJUALAN

PUPUK ORGANIK PADA CV. SARANA TANI

UTAMA BUKIT MERANTI KECAMATAN

SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU

DISETUJUI OLEH :

PEMBIMBING I PEMBIMBING II

ANGGA HAPSILA, S.E,M.M KURNIA DEWI, S.E,M.M


NIDN. 10021083001 NIDN.1001038203

KETUA STIE-INDRAGIRI KETUA PROGRAM STUDI


MANAJEMEN

Hj.IVALAINA ASTARINA,S.E,M.M ROKY APRIANSYAH, S.E,M.M


NIDN. 1021077601 NIDN.1001018801

32
PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT

Yang bertanda tangan di bawah ini :

NAMA : PURWA RAHAYU NINGSIH

NIM : 15.10.089.530.277

PROGRAM STUDI : MANAJEMEN

JUDUL SKRIPSI : PENGARUH BIAYA DISTRIBUSI DAN

HARGA TERHADAP VOLUME PENJUALAN

PUPUK ORGANIK PADA CV. SARANA TANI

UTAMA BUKIT MERANTI KECAMATAN

SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Menyatakan bahwa skripsi ini adalah benar hasil karya saya sendiri atau tidak

“Plagiat” dan saya bersedia dibatalkan gelar kesarjanaan saya jika ternyata skripsi

saya ini adalah plagiat.

Rengat, September 2019

PURWA RAHAYU NINGSIH


NIM. 15.10.089.530.277

33
PENGARUH BIAYA DISTRIBUSI DAN HARGA TERHADAP VOLUME
PENJUALAN PUPUK ORGANIK PADA CV. SARANA TANI UTAMA
BUKIT MERANTI KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI
HULU
ABSTRAK

Oleh : PURWA RAHAYU NINGSIH


NIM :15.10.089.530.277

Penelitian ini dilaksanakan pada pada CV.Sarana Tani Utama Bukit Meranti
Kecamatan Seberida Kabupaten indragiri Hulu yang berlangsung lebih kurang 6
(enam) bulan. Perumusan masalah adalah apakah Biaya Distribusi dan Harga
secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap Volume Penjualan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Biaya Distribusi dan Harga secara
parsial dan simultan terhadap Volume Penjualan.
Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, analisis
data dilakukan secara parsial dan simultan (analisis regresi linear berganda dengan
bantuan program IBM SPSS versi 20.0).
Hasil dari regresi linear berganda diperoleh hubungan positif antara Biaya
Distribusi dengan Volume Penjualan dan terdapat pula hubungan negatif antara
Harga dengan Volume Penjualan. Dari hasil perhitungan diperoleh Biaya Distribusi
dan Harga secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap Volume
Penjualan Pupuk organik pada CV.Sarana Tani Utama Bukit meranti Kecamatan
Seberida Kabupaten Indragiri Hulu.Berdasarkan uji parsial diperoleh Biaya
Distribusi pengaruh signifikan terhadap Volume Penjualan dan Harga memiliki
pengaruh signifikan terhadap Volume penjualan.
Kata Kunci : Biaya Distribusi, Harga, Volume Penjualan

34
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Puji dan Syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa lagi

Maha Berilmu, atas segala rahmat, pertolongan dan karunia-Nya yang begitu besar,

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Adapun judul skripsi ini adalah

“Pengaruh Biaya Distribusi Dan Harga Terhadap Volume Penjualan Pupuk Organik

Pada CV. Sarana Tani Utama Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten

Indragiri Hulu” skripsi ini diajukan sebagai salah satu persyaratan guna

menyelesaikan studi untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Sekolah Tinggi

Ilmu Ekonomi Indragiri (STIE-I) Rengat.

Pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih yang tak

terhingga kepada semua pihak yang telah banyak membantu penulis selama dalam

proses penyelesaian ini terutama kepada yang terhormat :

a. Ibu Hj.Ivalaina Astarina, S.E,M.M, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

Indragiri (STIE-I) Rengat yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk

mengenyam pendidikan di STIE-I Rengat ini.

b. Bapak Angga Hapsila, S.E,M.M, selaku Pembimbing I yang telah membantu

dengan sabar dalam membimbing dan memberikan arahan kepada penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini.

c. Ibu Kurnia Dewi, S.E,M.M, selaku Pembimbing II dan Ibu Kewirausahaan yang

telah membantu dengan sabar dalam membimbing dan memberikan arahan

kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

35
d. Bapak Roky Apriansyah, S.E,M.M, selaku ketua program studi Sekolah Tinggi

Ilmu Ekonomi Indragiri (STIE-I) Rengat.

e. Bapak dan Ibu Dosen yang telah membantu dan membekali penulis ilmu

pengetahuan.

f. Staff Tata Usaha Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri (STIE-I) Rengat.

g. Bapak mufid selaku Pimpinan CV. Sarana Tani Utama Bukit Meranti Kecamatan

Seberida Kabupaten Idragiri Hulu yang telah berkenan memberikan data bagi

penelitian penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

h. Ibu selaku Staff CV. Sarana Tani Utama Bukit Meranti Kecamatan Seberida

Kabupaten Idragiri Hulu yang telah berkenan membantu dan memberikan data

bagi penelitian penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

i. Orang Tua penulis yang tercinta, Ayahanda dan Alm. Ibunda, serta ketiga adik

saya, yang telah mendoakan dan memberikan semangat moril yang begitu besar,

serta keluarga besar penulis yang telah memberikan doa dan semangat sehingga

penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

j. Kakak tercinta Alm. Kus Wati, S.E dan kakak Suherni, S.E tersayang yang telah

memberikan semangat dan dukungan luar biasa selama kuliah hingga

menyelesaikan skripsi.

k. Rekan-rekan seperjuangan yang telah bersama-sama merasakan suka dan duka,

pahit dan manisnya menimba ilmu serta menempuh pendidikan di Sekolah Tinngi

Ilmu Ekonomi Indragiri (STIE-I) Rengat yang kita banggakan ini.

36
Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu, terima kasih

atas dukungannya sehingga skripsi ini dapat selesai pada waktunya.Harapan penulis

kiranya skripsi ini dapat berguna dan memberikan manfaat kepada semua pihak. Oleh

karena itu, segala kritik dan saran penulis terima dengan tangan terbuka.

Rengat, September 2019

PURWA RAHAYU NINGSIH


NIM. 15.10.089.530.277

37
DAFTAR ISI
halaman
ABSTRAKSI.......................... ............................................................................
KATA PENGANTAR ........................................................................................
DAFTAR ISI....................... ................................................................................
DAFTAR TABEL ...............................................................................................
DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ........................................................
B. Perumusan Masalah ...............................................................
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..............................................
D. Sistematika Penulisan ............................................................

BAB II : TELAAH PUSTAKA DAN HIPOTESIS


A. Volume Penjualan ..................................................................
B. Biaya Distribusi ......................................................................
C. Harga ......................................................................................
D. Penelitian Terdahulu
E. Kerangka Penelitian ...............................................................
F. Hipotesis.................................................................................
G. Variabel Penelitian .................................................................

BAB III : METODE PENELITIAN


A. Lokasi Penelitian ....................................................................
B. Jenis dan Sumber Data ...........................................................
C. Teknik Pengumpulan Data .....................................................
D. Analisis Data ..........................................................................

BAB IV : GAMBARAN UMUM ORGANISASI


A. Sejarah Singkat Organisasi ....................................................
B. Struktur Organisasi ................................................................
C. Sarana Prasarana organisasi………………………………….
D. Aktivitas Organisasi ...............................................................

BAB V : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Analisis Biaya Distribusi .......................................................
B. Analisis Harga ........................................................................

38
C. Analisis Volume Penjualan ....................................................
D. Pengaruh Biaya Distribusi dan Harga Terhadap
Penjualan ................................................................................

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan ...........................................................................
B. Saran .......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BIOGRAFI

39
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel :
1. Data Biaya Distribusi Pada CV. Sarana Tani
Utama Bukit Meranti Kecamatan Seberida
Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2013-2018..........

2. Data Harga Pada CV. Sarana Tani Utama Bukit


Meranti Kecamatan Seberida Kabupate Indragiri
Hulu Tahun 2013-2018...........................................

3. Data Voloume Penjuala Pada CV. Sarana Tani


Utama Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri
Hulu Tahun 2013-2018...........................................

4. Jurnal Penelitian Terdahulu ...................................

5. Hasil Penelitian........................................................

6. Hasil Uji Normalitas................................................

7. Hasil Uji Multikolineritas........................................

8. Hasil Uji Autokorelasi.............................................

9. Hail Uji Koefisien Regresi Linier Berganda ........

10. Hasil Uji Koefisien Kolerasi Dan Koefisien


Determinasi……………………………………….

11. Hasil Uji F...............................................................


12.
12. Hasil Uji T…………………………………………

40
DAFTAR GAMBAR

Gambar : Halaman

1. Kerangka Penelitian Pengaruh Biaya Distribusi Dan Harga Pada CV.


Sarana Tani Utama ukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten
Indragiri Hulu…………………………………………

2. Struktur Organisasi pada CV. Sarana Tani Utama Bukit Meranti


Kecamatan seberida Kabupaten Indragiri ……………..................

3. Bagan Proses Produksi………………………………………........

4. Hasil Uji Normalitas………………………………………………

5. Hasil uji Heteroskedastisitas……………………………………...

6. Kurva Normal Uji F Untuk Variael…………………………….....

7. Kurva normal uji t untuk variabel Biaya Distriusi………………..

8. Kurva Normal uji t untuk variabel Harga Jual……………………

41
BAB III

METODE PENELITIAN

1. Lokasi Penelitian

Adapun Lokasi penelitian yang dijadikan objek penelitian ini adalah

CV.Sarana Tani Utama Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten

Indragiri Hulu.

2. Jenis dan Sumber Data

a. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh

langsung dari riset lapangan perusahaan menjadi objek.

a. Sumber data sekunder yaitu data yang berkaitan dengan dasar teoritis

yang diperoleh dari studi pustaka maupun data yang diperoleh langsung

dari perusahaan,meliputi sejarah singkat perusahaan.Struktur organisasi

perusahaan, deskripsi pekerjaan serta bahan-bahan lain yang diperlukan

dalam pembahasan masalah.

Teknik yang digunakan,yaitu :

a. Penelitian dokumen,penelitian mengadakan pengamatan pada dokumen-

dokumen perusahaan yang berkaitan dengan objek penelitian.

b. literatur, penelitian memperoleh data melalui literatur yang ada.

42
3. Tehnik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah Dokumentasi, Penelitian mengadakan pengamatan pada dokumen

dokumen perusahaan yang berkaitan dengan objek penelitian

4. Analisis Data

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah

metode kuantitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan tentang saluran

distribusi dan harga terhadap volume penjualan pupuk organi pada CV.

Sarana Tani Utama Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri

Hulu, yang kemudian di analisis dengan membandingkan saluran distribusi

dan harga terhadap volume penjualan.

Metode Analisis Data

1. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual

terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah

memiliki nilai residual yang terdistribusi normal.

43
b. Uji Autokolerasi

Uji autokolerasi adalah untuk melihat apakah yang terjadi kolerasi

antara suatu priode t dengan priode sebelumnya (t-1). Secara

sederhana adalah bahwa analisis regresi adalah untuk melihat

pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

c. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas adalah untuk melihat ada atau tidaknya kolerasi

(keterkaitan) yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu

model regresi linear berganda. Jika ada kolerasi yang tinggi di antara

variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas

terhadap variabel terikatnya menjadi terganggu.

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisistas adalah untuk melihat apakah terdapat

ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan ke

pengamatan yang lain. Model regresi yang memenuhi persyaratan

adalah di mana terdapat kesamaan varians dari residual satu

pengamatan ke pengamatan yang lain tetap atau disebut

homoskedastisitas.

44
2. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengukur pengaruh

antara lebih dari satu variabel bebas (saluran distribusi dan harga)

terhadap variabel terikat (volume penjualan).

Persamaan Regresi :

Y = a + b1X1+b2X2

Keterangan :

Y = variabel terikat (perolehan sisa hasil usaha)

a = konstanta

b1,b2 = koefisien regresi

X1, X2 = variabel bebas (biaya operasional dan pendapatan)

Dengan persamaan :

∑Y = an  b1  X 1  b2  X 2

 X Y  a X
1 1  b1  X 21  b2  X 1 X 2

X Y  a X 2  b1  X 1 X 2  b2  X 2
2
2

3. Koefisien Korelasi Berganda (R)

Tujuan metode ini adalah analisis yang digunakan untuk membahas

kuatnya hubungan antara variabel-variabel yang diteliti angka yang

menunjukan hubungan antara variabel-variabel diberi notasi “R”

45
(b1  yx1 )  (b2  yx 2 )
R=
( y 2 )

Dimana :

 Apabila R ≤ +1 artinya memiliki hubungan yang erat namun

searah

 Apabila R ≥ - 1 artinya memiliki hubungan yang erat namun

berlawanan arah

4. Koefisiensi Determinasi (R2)

Tujuan metode ini adalah analisis yang digunakan untuk membahas

seberapa besar persentase hubungan variabel-variabel yang diteliti

dengan rumus :

(b1  yx1 )  (b2  yx2)


R2 =
( y 2 )

5. Uji yang dilakukan untuk uji hipotesis ini adalah uji “F” :

Dimana:

Ho : b1 = b2 = 0, biaya operasional dan pendapatan tidak berpengaruh

signifikan terhadap laba/rugi

Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0, biaya operasional dan pendapatan berpengaruh

signifikan terhadap laba/rugi

F Tabel =

Dk pembilang = K

46
Dk Penyebut = n – k- 1

R 2 (n  k  1)
F hitung =
k (1  R 2 )

Keterangan :

k = Jumlah variabel bebas

F hitung < F tabel = Ho diterima, Ha ditolak artinya saluran distriburi

dan harga tidak berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan.

F hitung > F tabel = Ho ditolak, Ha diterima artinya saluran distribusi

dan harga berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan.

6. Uji yang dilakukan untuk uji hipotesis ini adalah uji “t”

Dimana:

Ho : b1 = b2 = 0, saluran distribusi dan harga tidak berpengaruh

signifikan terhadap volume penjualan.

Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0 saluran distribusi dan harga berpengaruh signifikan

terhadap penjualan.

Los (α) (level of significance) / batas Toleransi antara1% - 10%.

t Tabel = α / 2 ;n-2

b  bo
t hitung =
sb

47
Artinya :

Apabila t hitung > t tabel artinya Ha diterima dan Ho ditolak atau tidak

sama dengan 0 artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel X

dan Variabel Y.

Apabila t hitung < t tabel artinya Ha ditolak dan Ho diterima atau sama

dengan 0 artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel X

dan Variabel Y.

48
BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum CV. Sarana Tani Utama (STU) Bukit Meranti Kecamatan
Seberida Kabupaten Indragiri Hulu

Di awal pabrik yang berdiri pada tahun 2009, sebut saja pria kelahiran

Wonosobo, Jawa Tengah 24 November 1955 ini, jumlah produksi pupuk baru 4

sampai 5 karung perhari. Namun seiring perjalanan waktu produksi pupuk yang

dihasilkan terus mengalami peningkatan. Bakan pemasarannya sudah sampai

Dharmasraya, kabupaten Pelalawan, Sungai Pagar, Kandis, Dumai dan Pekanbaru.

Dan untuk Provinsi Jambi saat ini masih dalam tahap awal. Pada tahun 2012 Bupati

Indragiri Hulu yaitu Bapak Yopi Arianto, S.E meresmikan pupuk organik plus ini,

dengan tantangan yang sangat hebat kepada ketua KTNA sekaligus pembuat pupuk

ini yaitu Bapak Mufid, beliau mengatakan CV. Sarana Tani Utama (STU) Desa Bukit

Meranti Kecamata Seberida Kabupaten Indragiri Hulu yang kapasitas produksi dari

10 hingga 15 ton perhari menjadi 1000ton perhari.

Hal ini bisa saja terjadi menurut beliau, dengan kepedulian Pemerintah dan

kemitraan dari pada perusahaan-perusahaan terutama disekitar Indragiri Hulu bahkan

sampai ke semua provinsi yang ada di Indonesia bahka bila perlu sampai ke Luar

Negeri.

49
Konsep pertanian ini didukung dengan penggunaan pupuk yang aman bagi

tanah,air, dan organisme,hidup. Oleh karena itu solusi terbaik adalah dengan

meningkatkan penggunaan pupuk organik.

CV. Sarana Tani Utama (STU) Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten

Indragiri Hulu merupakan pabrik pupuk organik yang didirikan petani teladan dan

masih aktif dalam Kelompok Tani Nelayan Andalan. Berikut pemikiran beliau

lahirnya pupuk organik plus dengan merek dagang STU.

Pupuk organik plus STU merupakan pupuk organik yang microba dengan

kandungan hara lengkap dan disertai pembenahan tanah berupa bibit-bibit mikroba.

Pupuk organik plus STU dapat memenuhi unsur hara bagi tanaman serta menjaga

kesehatan tanaman untuk pertumbuhan dan produksi secara optimal.

Adapun visi dari CV. Sarana Tani Utama (STU) Bukit Meranti Kecamatan

Seberida Kabupaten Indragiri Hulu yaitu produksi dalam negeri, tetapi tidak kalah

saing dengan produk luar negeri, baik mutu maupu harga. Dengan moto CV. Sarana

Tani Utama (STU) Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu

yaitu unsur komplit, mutu baik, harga terjangkau. Solusi terbaik untuk tanah

pertanian walau sudah sangat kritis sekalipun. “Tanah Subur Petani Makmur”.

B. Struktur Organisasi CV. Sarana Tani Utama (STU) Bukit Meranti


Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu

Dalam melaksanakan kegiatan perusahaan, Cv. Sarana Tani Utama

menggunakan struktur organisasi yang disusun sedemikian rupa sehingga jelas

50
terlihat batas-batas tugas,wewenang dan tanggung jawab dari setiap personil dalam

organisasi. Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang fleksibel

dalam arti hidup,berkembang, bergerak sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi

perusahaan.

Struktur organisasi yang dilakukan CV. Sarana Tani Utama adalah struktur

fungsional dimana wewenang dari pucuk pimpinan dilimpahkan kepada satuan-

satuan dibawahnya dalam bidang kerja tertentu. CV. Sarana Tani Utama membagi

berdasarkan fungsi-fungsi pekerjaan yang ada. Strukturorganisasi mendeskripsikan

secara jelas tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing bagian dalam

perusahaan. Struktur menjadi tidak terjadinya overlapping pekerjaan dari bagian-

bagian yang ada sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan lancar dan optimal.

Struktur organisasi merupakan kerangka dasar yang

menyeluruh,mempersatukan fungsi,tugas,wewenang, dan tanggung jawab suatu

organisasi dan menerapkan hubungan yang tetap antara personil yang melaksanakan

fungsi tersebut. Struktur organisasi tersebut memberikan gambaran bagian-bagian

yang membantu pimpinan dalam mencapai tujuan perusahaan. Satu badan atau

organisasi mempunyai pembagian dalam menjalankan kegiatan usahanya,sehingga

dapat memudahkan pembagian tugas.

Organisasi dapat dilukiskan sebagai sistem struktur dan peralatan yang

tersusun dari orang-orang dan benda-benda dengan usaha berencana yang teratur dan

51
disusun sehingga merupakan suatu kerangka yang memiliki pola tetap, dimana

didalamnya ditunjukkan kedudukan, wewenang serta tanggung jawab dari masing-

masing anggota dalam suatu sistem kerja sama.

Dari susunan atau bagian tersebut menggambarkan pembagian aktivitas dalam

suatu kerapian yang menunjukkan tingkatan mereka dan hubungan fungsional.

Selanjutnya untuk mengetahui struktur organisasi yang digunakan oleh CV. Sarana

Tani Utama Bukit Meranti, berikut ini penulis kemukakan fungsi dan tugas masing-

masing bagian yang ada, dan dapat dilihat gambar struktur organisasi CV. Sarana

Tani Utama Bukit Meranti pada gambar berikut:

PEMIMPIN

MANAGER

ADMINISTRA BAGIAN GUDANG MARKETING


SI DAN KASIR (KARYAWAN)

Sumber : Perusahaan Pupuk Organik CV. Sarana Tani Utama Bukit Meranti Tahun 2019

Gambar 2: Struktur Organisasi CV. Sarana Tani Utama

52
Keterangan :

1. Pemimpin

Tugas dan tanggung jawab:

a. Memutuskan dan menentukan peraturan dan kebijakan tertinggi

perusahaan.

b. Bertanggung jawab dalam memimpin dan menjalankan perusahaan.

c. Bertanggung jawab atas kerugian yang dihadapi perusaan termasuk juga

keuntungan perusahaan.

d. Merencanakan serta menggembangkan sumber-sumber pendapatan dalam

pembelanjaan kekayaan perusahaan.

e. Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dan hubungannya dengan dunia

luar perusahaan.

f. Menetapkan strategi-strategi strategis untuk mencapai visi dan misi

perusahaan.

g. Mengkoordinasi dan dan mengawasi semua kegiatan di perusahaan,mulai

bidang administrasi, kepegawaian hingga pengandaan barang.

h. Mengangkat dan memberhentikan karyawan.

2. Manager

Tugas dan tanggung jawab:

a. Memimpin organisasi

53
b. Mengatur organisasi

Agar tercapainya tujuan, Tugasnya pemegang wewenang staf hanya

merupakan pembantu lini untuk menyediakan data, informasi.

Disimbolkan dengan garis terputus-putus.

c. Wewenang fungsional, kekuasaan seorang manager adalah karenaproses-

proses, praktek-praktek, kebjakan-kebijakan tertentu atau soal-soal lain

yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan oleh pegawai-

pegawai lain dalam bagian-bagian lain pula.

d. Wewenang wibawa, kewibawaan seseorang adalah karena

kecakapan,prilaku, ketangkasan, dan kemampuan sehingga ia disegani.

3. Administrasi/Kasir

Tugas dan tanggung jawab:

a. Menjalankan proses penjualan dan pembayaran.

b. Melaksanakan pencatatan semua transaksi.

c. Membatasi pelanggan dalam memberikan informasi suatu produk.

d. Melakukan proses transaksi jual beli serta melakukan pengemasan produk

yang dibeli.

e. Melakukan pengecekan pada saat penerimaan barang.

f. Melakukan pencatatan kas fisik serta melakukan pelaporan kepada manager.

g. Melakukan pengecekkan stok bulanan

54
4. Bagian Gudang/karyawan

Kepala Gudang

a. Melakukan penerimaan barang dan meneliti apakah barang yang dipesan

sesuai dengan fakktur pembelian dan surat pemesanan.

b. Mengecek kesesuaian antara surat pesanan (SP) pembelian dengan

fakturnya.

c. Membuat Bukti Barang masuk (BBM)

d. Membuat Laporan stok bulanan barang kepada direktur logistik.

e. Menyiapkan barang sesuai dengan surat pesanan (SP) dari relasi untuk

dikirim.

f. Mengkoordinir bagian stok keeper dan helper.

g. Membuat surat permintaan barang yang ditujukan kepada direktur logistic.

Stok keeper

a. Menjaga keamanan harta perusahaan dan dokumen penting yang berada

dalam pengelolaannya.

b. Melakukan pengiriman barang kerelasi sesuai dengan faktur penjualan tepat

waktu.

c. Menerima barang retur penjualan dan expired date dari relasi untuk untuk

diserahkan ke kepala gudang.

55
d. Mempertanggungjawabkan kerja kepada kepala gudang. Menjaga keamanan

barang sampai kepada tujuann.

Helper

a. Membantu stok keeper dan kepala gudang dalam memasarkan produk yang

ditawarkan.

b. Membantu secara langsung dalam mengirim barang kerelasi.

c. Menerima barang yang diserahkan oleh bagian stok keeper untuk

dipasarkan.

d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kerja kepada kepala gudang.

e. Melaporkan bahwa barang telah dikirim.

Adapun fungsi/kegunaan struktur dalam sebuah organisasi,sebagai berikut

dibawah ini penjelasannya:

1. Kejelasan tanggung jawab

Setiap anggota organisasi harus dapat bertanggung jawab dan juga

bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Setiap anggota organisasi

juga dapat bertanggung jawab atas pimpinannya atau kepada atasannya yang

telah memberikan kepercayaan, kewenangan dalam melaksanakan tugas.

Karena dalam pelaksanaan tugas dan implementasi kawenangan tersebut

harus ada pertanggung jawaban. Itulah fungsi struktur organisasi tentang

kejelasan tanggung jawab.

56
2. Kejelasan kedudukan

Yang selanjutnya yaitu kejelasan mengenai kedudukan, disini artinya

seseorang atau anggota yang ada didalam struktur organisasi sebenarnya dapat

mempermudah dalam melakukan koordinasi dan hubungan, sebab adanya

keterikatan penyelesaian mengenai suatu fungsi yang telah dipercayakan

kepada seseorang atau anggota.

3. Kejelasan mengenai jalur hubungan

Fungsi selanjutnya yaitu tenteng mengenai jalur hubungan maksudnya

dalam melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawab setiap pegawai didalam

sebuah organisasi maka akan dibutuhkan kejelasan tentang hubungan yang

tergambar dalam struktur sehingga dalam jalur penyelesaian suatu pekerjaan

akan semakin lebih efektif dan dapat saling memberkan keuntungan.

4. Kejelasan uraian tugas

Kejelasan mengenai uraian tugas di dalam struktur oganisasiakan

sangat membantu pihak atasan atau pemimpinan untuk dapat dilakukan

pengawasan atau pengendalian dan juga dibagi bawahan yang akan dapat

lebih berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan karena

uraian yang jelas.

57
Proses Produksi

Secara skematis ptoses produksi dapat digambarkan sebagai berikut:

Proses Fermentasi Pencampuran Pengayakan

Pengayakan pupuk Pengeringan Pengranulan


yang sudah jadi

Sumber : CV. Sarana Tani Utama Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu

Tahun 2019.

Gambar 3: Bagan Proses Produksi CV. Sarana Tani Utama

Keterangan:

a. Proses fermentasi diperlukan untuk menjamin pupuk organik plus STU

bebas dari bibit gulma yang terbawa dan bakteri pathogen seperti E.Coli dan

salmonella.

b. Pencampuran bahan diperlukan untuk membuat bahan-bahan organik yang

homogeny atau tercampur merata. Pecampuran ini juga berfungsi menjaga

rasio C/N,kelembaban, dan tingkat porositas agar ideal.

c. Pengayakan dilakukan untuk memisahkan sampah-sampah yang terkandung

yang terkandung pada bahan-bahan organik, sehingga pupuk organik plus

58
STU bebas dari sampah maupun bahan yang tidak bermanfaat bahkan

merugikan bagi tanaman.

d. pengranulan pupuk organik plus STU diperkaya dengan mikroba-mikroba

fungsional. Sehingga mikroba yang terkandung dalam butiran-butiran

pupuk organik plus STU homogen atau merata.

e. Pengeringan pupuk organik tidak menggunakan oven dengan suhu tinggi

akan tetapi menggunakan penjemuran. Sehingga kualitas pupuk organik plus

STU tetap terjaga dan populasi mikroba fungsional tetap terjamin

kehidupannya.

f. Pengayakan pupuk yang sudah jadi ini bertujuan untuk menjaga tetap

homogennya butiran-butiran pupuk organik plus STU dan memisahkan

sampah maupun bahan yang tidak bermanfaat untuk tanaman yang kedua

kalinya. Sehingga keutuhan dan kemurnian pupuk organik plus STU menjadi

keutamaan.

C. Sarana dan prasarana CV. Sarana Tani Utama (STU) Bukit Meranti

Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu

Adapun sarana prasana CV. Sarana Tani Utama Bukit Meranti Kecamatan

seberida Kabupaten Indragiri Hulu dapat dilihat pada tabel berikut:

59
Tabel 5: sarana prasarana CV. Sarana Tani Utama Bukit meranti Kecamatan
Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2019
No Nama Sarana Prasarana Jumlah
1 Ruang pimpinan 1 ruang
2 Ruang manajer 1 ruang
3 Kursi 6 buah
4 Meja 3 buah

5 Komputer 2 buah
6 Printer 1 buah
7 Ac 1 buah
8 Kipas angin 2 buah
9 Wc 1 unit
10 Ttempat parkir 1 buah
11 Lemari 2 buah
12 Jam 1 buah
Sumber: CV. Sarana Tani Utama Bukit Meranti kecamatan Seberida Kabupaten
Indragiri Hulu Tahun 2019.

D. Aktivitas Organisasi

Sumber dalam suatu perusahaan adalah konsumen atau pelanggan, baik

konsumen atau pelanggan tetap maupun konsumen ataun pelanggan yang hanya

datang sesekali atau dikatakan konsumen akhir. Sehingga maju mundurnya sebuah

usaha yaitu tergantung dari konsumen atau pelanggan CV. Sarana Tani Utama (STU)

Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu dalam kesehariannya

melakukan aktivitas penjualan barang pertanian, perkebunan dan perternakan seperti

pupuk dan pakan ternak.

60
Aktivitas CV. Sarana Tani Utama (STU) Bukit Meranti Kecamatan Seberida

Kabupaten Indragiri Hulu dimulai dari pukul 08.00 Wib sampai pukul 16.30 Wib.

Untuk hari jumat dibuka mulai pukul 08.00 Wib. Dan sistem gaji dan upah, gaji yang

diberikan sesuai dengan standar umum dan dihitung secara mingguan dan bulanan

kecuali yang produk borongan.

Aktivitas perusahaan ini dimulai dari pengelolaan limbah kotoran ternak,

limbah pabrik/pasar, dolomit yang merupakan bahan baku utama dan dalam kegiatan

proses produksinya menggunakan beberapa mesin/peralatan yang digunakan untuk

memproses bahan mentah sehingga menjadi pupuk organik yang sesuai dengan

standar perusahaan untuk memupuk tanaman perkebunan maupun pertanian.

61
BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian mengenai pengaruh Biaya Distribusi dan Harga

terhadap Volume Penjualan pada CV. Sarana Tani Utama Bukit Meranti Kecamatan

Seberida Kabupaten Indragiri Hulu, dengan menggunakan jumlah data kuantitatif 6

(enam) tahun dari tahun 2013-2018. Diperoleh hasil ppenelitian yaitu dengan

menggunakan analisis regresi kolerasi berganda secara simultan dan secara parsial,

serta uji asumsi klasik.

Untuk lebih jelasnya dari masing-masing data variabelnya maka akan

diuraikan sebagai berikut.

1. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2013) uji normalitas memiliki tujuan untuk menguji apakah

dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal.

Jika terdapat normalitas, maka residual akan terdistribusi secara normal dan

independen. Yaitu perbedaan antara nilai prediksi dengan skor yang sesungguhnya

atau error akan terdistribusi secara simetri disekitar nilai mean sama dengan nol.

Jika salah mendekteksi normalitas ini adalah lewat pengamatan nilai residual.

62
Sumber : Data Olahan

Gambar 4: Hasil Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas ini untuk melihat apakah data penelitian terdistribusi

normal atau tidak. Model regresi ini dinyatakan lulus uji jika titik-titik pada grafik

berada di sepanjang garis atau tidak terputus serta tidak berada jauh dari garis.

Grafik P-Plot diatas yang menunjukkan model dari data yang ada lulus uji

normalitas.

63
b. Uji Autokolerasi

Uji autokolerasi juga bisa menggunakan uji Run-Test Dalam uji run test dapat

disimpulkan bahwa Nilai Asymp. Sig (2-tailed) lebih besar dari 0,05 maka tidak

terdapat gejala autokorelasi. Sebaliknya jiks Nilai Asymp. Sig (2-tailed) lebih kecil

dari 0,05 maka terdapat gejala autokolerasi.

Tabel 6. Hasil Uji Autokolerasi

Runs Test
Unstandardized Residual
a
Test Value -.13601
Cases < Test Value 3
Cases >= Test Value 3
Total Cases 6
Number of Runs 5
Z .456
Asymp. Sig. (2-tailed) .648
a. Median
Sumber: Data Olahan

Dalam uji run test dapat disimpulkan bahwa Nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,648

lebih besar dari 0,05 , maka tidak terjadi gejala autokolerasi.

c. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas adalah pengujian yang bertujuan menguji apakah model

regresi berkolerasi dengan variabel independen (bebas). Multikolinearis dapat

dilihat dari nilai toleransi dan nilai VIF (Variance Iinflation Factor). Apabila nilai

toleransi tidak < 10% dan jika nilai VIF < 10, maka terjadi multikolinearitas antar

variabel bebas dalam bebas dalam model regresi.

64
Tabel 7. Hasil Uji Multikolerasi

Coefficientsa
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
(Constant)
1 Biaya Distribusi .917 1.091
Harga .917 1.091
a. Dependent Variable: Volume Penjualan

Sumber: Data Olahan

Tabel koefisien yang menunjukkan data yang LULUS Uji Multikolinearitas

dengan nilai toleran variabel Biaya Distribusi dan HargaS 0,917>0,1 dan nilai VIF

kedua variabel bebas 1,091 < 10.

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedatisitas berguna untuk mengetahui ada tidaknya

heteroskedastisitas nilai prediksi variabel dependent dengan nilai residualnya.

Dalam penelitian ini digunakan analisi grafik scatterplot untuk melihatterjadinya

heteroskedastisitas atau tidak. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang akan

membentuk pola tertentu dan teratur (bergelombang, melebar, kemudian

menyempit), maka mengidentifikasi telah terjadi heteroskedastisitas.Jika tidak ada

pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu

Y secara acak maka tidak terjadi heteroskedastisitas atau model uji

heteroskedastisitas.

65
Dibawah ini hasil scatterplot yang diolah dengan SPPSS sebagai berikut:

Tabel 8. Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Gleser

Coefficientsa

Model Unstandardized Standardized t Sig.


Coefficients Coefficients

B Std. Error Beta

(Constant) -.540 1.243 -.435 .693

1 Biaya Distribusi .809 .327 .855 2.475 .090

Harga .259 .329 .272 .787 .489

a. Dependent Variable: Volume Penjualan


Sumber: Data Olahan

Uji heterokedastisitas dengan glejser menunjukkan bahwa Biaya Distribusi :

berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat nilai signifikan Biaya Distribusi 0,090.

Karena signifikan 0,090 >0,05.maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Harga : berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat nilai signifikan Harga Jual

0,489. Karena nilai signifikan 0,489 > 0,05 maka tidak terjadi heterokedastisitas.

66
Sumber : Data Olahan

Gambar 5. Hasil Heteroskedastisitas dengan Uji Scatterplot

Berdasarkan grafik Scatterplot diatas menunjukkan bahwa titik-titik tersebar

diatas dan dibawah nol pada sumbu Y,sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak

terjadi masalah heteroskedastisitas.

67
2. Analisis Regresi Linear Berganda

Tabel 9. Hasil Uji Regresi Linier Bergada

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.


Coefficients

B Std. Error Beta

(Constant) -.540 1.243 -.435 .693

1Biaya Distribusi .809 .327 .855 2.475 .090

Harga .259 .329 .272 .787 .489

a. Dependent Variable: Volume Penjualan

Sumber : Olahan

Berdasarkan data SPSS Versi 21 diketahui bahwa konstanta (a) adalah -

0,540 koefisien X1 (b1) adalah 0,809 dan koefisien X2(b2) adalah 0,259 dengan

persamaan regresi berganda adalah Y=-0,540 + 0,809 X1 +0,259X2.

a= konstan sebesar -0,540 jika variabel independent dianggap nol (0) maka

volume penjualan sama dengan -0,540

b1= koefisien regresi Biaya Distribusi sebesar 0,809 menunjukkan bahwa setiap

peningkatan Biaya Distribusi sebesar satu satuan dan variabel lain (Harga Jual)

tetap, maka akan terjadi peningkatan Volume Penjualan 0,809X1

b2= koefisien regresi Harga Jual sebesar 0,259X2 menunjukkan bahwa setiap

peningkatan Harga Jual sebesar satu satuan dan variabel lain (Biaya Distribusi)

tetap, maka akan terjadi peningkatan Volume penjualan sebesar 0,259X2.

68
a. Koefisien Kolerasi Berganda (R)

Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Kolerasi da Koefisien determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .819a .672 .453 .68904

a. Predictors: (Constant), Harga, Biaya Distribusi


b. Dependent Variable: Volume Penjualan
sumber : Data Olahan

Koefisien Korelasi (r) Hubungan


0,00 – 0,199 Sangat Lemah
0,20 – 0,399 Lemah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,0 Sangat Kuat

Pada tabel diatas diketahui bahwa (X1) Biaya Distribusi dan (X2) Harga Jual

kolerasi berganda R adalah 0,819 artinya memiliki hubungan yang sangat kuat

serta searah.

b. Koefisien Determinasi (R2)

Uji dengan koefisien determinasi berganda (R2) adalah 0,672. Hal ini

menunjukkan bahwa (X1) Biaya Distribusi dan (X2) Harga Jual secara bersama-

sama dapat memberikan sumbangan terhadap variable (Y) Volume Penjualan

69
67,2% dan sisanya 32,8% dipengaruhi variable lain yang tidak diteliti dalam

penelitian ini.

3. Pengujian Hipotesis

a. Uji F

Tabel 11. Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Regression 2.912 2 1.456 3.066 .188b


1 Residual 1.424 3 .475
Total 4.336 5
a. Dependent Variable: Volume Penjualan

b. Predictors: (Constant), Biaya Distribusi, Harga


Sumber : Data Olahan

Dari tabel diatas dapat dilihat F hitung yaitu 3,066 sedangkan F tabel dapat

diperoleh dengan menggunakan tabel F dengan derajat bebas (df) residual (sisa)

yaitu 2 sebagaai df penyebut dan df Regression (perlakuan) yaitu (n-k-1=6-2-1) 3

sebagai df pembilang dengan taraf signifikan 0,05 , sehingga diperoleh F tabel

9,55. Karena F hitung 3,066 < F tabel 9,55 maka keputusannya adalah Ho diterima

Ha ditolak atau sama dengan nol. Artinya variabel indenpedent (X) secara

simultan tidak ada berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent(Y).

70
Daerah Penerimaan Ho

Daerah Penolakan Ho

0 3,066 9,55
Sumber :Data Olahan

Gambar 6: kurva uji F untuk variabel

a. Uji t

Tabel 12. Hasil Uji t

Coefficientsa

Model Unstandardized Standardized t Sig.


Coefficients Coefficients

B Std. Error Beta

(Constant) -.540 1.243 -.435 .693

1 Biaya Distribusi .809 .327 .855 2.475 .090

Harga .259 .329 .272 .787 .489

a. Dependent Variable: Volume Penjualan

sumber: Data Olahan

a. Biaya Distribusi : berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat t hitung untuk

variabel Biaya Distribusi adalah 2,475, pada tabel t dengan db 4 dan taraf

71
signifikan 0,05 diperoleh 2,77645 karena t hitung < dari t tabel maka

keputusannya adalah Ho diterima Ha ditolak atau tidak sama nol artinya tidak

ada pengaruh yang signifikan antara variabel independent X1 (Biaya

Distribusi ) dengan variabel dependen Y (Volume Penjualan).

Daerah Penolakan Ho

-2,77645 0 2,475 2,77645


Sumber : data olahan

Gambar 7: kurva normal uji t untuk variabel biaya distribusi

b. Harga: berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat t hitung untuk variabel harga

jual adalah 0.787, pada tabel t dengan db 4 dan taraf signifikan 0,05 diperoleh

2,77465. Karena t hitung < t tabel maka keputusannya adalah Ho diterima Ha

ditolaka atau sama dengan nol, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan

antara variabel independent X (Harga Jual) dengan variabel dependent Y

(Volume Penjualan).

72
Daerah Penerimaan Ho

Daerah Penolakan Ho

-2,77645 0 0,787 2,77645

Sumber : data olahan

Gambar 8 : kurva normal uji t untuk variabel harga

B. Pembahasan

a. Pengaruh Biaya Distribusi terhadap VolumePenjualan

Dengan mempertimbangkan bahwa t hitung = 2,475 p value = 0,090. Maka

dengan db 4 dan taraf signifikan 0,05 diperoleh t tabel sebesar 2,77645. Karena t

hitung < t tabel dan p value (0,090) > α (0,05) maka keputusannya adalah Ho

diterima dan Ha ditolak atau tidak sama dengan nol. Dengan demikian tidak

terdapat pengaruh dan tidak signifikan antara variabel idenpenden X (Biaya

Distribusi) dengan variabel dependen Y (Volume Penjualan) pada CV. Sarana

Tani Utama Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu.

Kegiatan distribusi Memerlukan biaya-biaya yang disebut Biaya Distribusi,

makin besar biaya saluran distribusi yang dikeluarkan oleh perusahaan maka

penjualan yang diharapkan makin meningkat. Namun tidak sama halnya dengan

73
penelitian ini biaya distribusi tidak memiliki pengaruh terhadap volume

penjualan dikarenakan naik atau tidaknya biaya distribusi tidak mempengaruhi

volume penjualan.

b. Pengaruh Harga Terhadap Volume Penjualan

Dengan mempertimbagkan bahwa t hitung = 0.787 value =0.489. Maka

dengan db 4 taraf signifikan 0,05 diperoleh t-tabel sebesar 2,77645. Karena t

hitung < t tabel dan p value (0,114) > α (0,05) maka keputusanya adalah Ho

diterima Ha ditolak atau sama dengan nol. Denga demikian tidak terdapat

pengaruh dan tidak signifikan antara variabel independen X (Biaya Distribusi)

dengan variabel dependent Y Volume Penjualan pada CV. Sarana Tani Utama

Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu.

Harga yang tidak terjangkau akan membuat konsumen mencari produk yang

sejenis . Namun pada penelitian ini walaupun harga jual meningkat tetapi volume

penjualan masih terus mengalami kenaikan juga. Walaupun terjadi kenaikan

harga jual, volume penjualan pada perusahaan ini mengalami penurunan.

74
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian penulis melakukan di CV. Sarana Tani

Utama Bukit Meranti Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Perasamaan

Regresi adalah Y= -0,540 + 0,809 X1 +0,259X2

1. a = konstan sebesar -0,540 jika variable independent dianggap nol (0) maka

Volume Penjualan sama dengan -0,540

b1 = koefisien regresi Biaya Distribusi sebesar 0,809 X1 menunjukkan bahwa

setiap peningkatan Biaya Distribusi sebesar satu satuan dan variabel lain

(Harga Jual) tetap, maka akan terjadi peningkatan Volume Penjualan 0,809 .

b2 = koefisien regresi Harga Jual sebesar 0,259X2 menunjukkan bahwa setiap

peningkatan Harga Jual sebesar satu satuan dan variabel lain (Biaya

Distribusi) tetap, maka akan terjadi peningkatan Volume Penjualan sebesar

0,259X2.

2. Dari nilai koefisien berganda bahwa (x1) Biaya Distribusi dan Harga Jual

kolerasi berganda R adalah 0,819 artinya memiliki hubungan yang sangat

kuat serta searah. Koefisien determinasi berganda (R2) adalah 0,672 .Hal ini

menunjukkan bahwa (X1) Biaya Distribusi dan (X2) Harga Jual secara

bersama-sama dapat memberikan sumbangan terhadap variabel (Y) Volume

75
Penjualan 67,2% dan sisanya 32,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak

diteliti dalam penelitian ini.

3. Variabel independen (X) secara simultan tidak ada pengaruh signifikan

terhadap variabel dependent (Y). Tidak ada pengaruh yang signifikan antara

variabel independent X1 (Biaya Distribusi) dengan variabel dependent Y

(Volume Penjualan). Dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel

independent X2 (Harga) dengan variabel depedent Y (Volume Penjualan).

B. Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian, maka dapat disarankan sebagai

berikut:

1. Biaya Distribusi yang ada pada CV.Sarana Tani Utama Bukit Meranti

Kecamatan Seberida Kabupaten indragiri Hulu sudah diperhatikan dengan

cukup baik. Oleh karena itu pengurus dan karyawan dapat bekerja sama untuk

mengurangi Biaya Distribusi sehingga Volume Penjualan akan mengalami

peningkatan yang cukup baik.

2. Tingkat Volume Pejualan pada CV.Sarana Tani Utama Bukit Meranti

Kecamatan Seberida Kabupaten indragiri Hulu mengalami kenaikan dan

penurunan agar dapat terjaga dengan baik perusahaan tersebut harus bisa

mengelola Biaya Distribusi dan Harga dengan baik.

76
3. Dengan Biaya Distribusi pada CV.Sarana Tani Utama Bukit Meranti

Kecamatan Seberida Kabupaten indragiri Hulu dan Harga yang setiap

tahunnya megalami kenaikan dan penurunan harus bisa melakukan penjualan

dengan baik,salah satunya dengan cara mengelola Biaya Distribusi untuk

diputarkan dan menentukan Harga yang terjangkau, agar tidak terjadi

kerugian yang mengakibatkan penurunan keuntungan atau tingkat laba

perusahaan.

77
78