Anda di halaman 1dari 7

BAN 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akupresur merupakan suatu metode tusuk jari yang didasarkan pada
pengetahuan bahwa semua organ tubuh manusia dihubungkan satu sama lain
oleh suatu saluran (meridian) yang menjelajahi seluruh permukaan tubuh
untuk menghantarkan energi ke seluruh tubuh (Sunetra, 2004). Akupresur
adalah salah satu bentuk pelayanan kesehatan tradisional jenis keterampilan
dengan cara merangsang titik tertentu melalui penekanan pada permukaan
tubuh dengan menggunakan jari maupun benda tumpul untuk tujuan
kebugaran atau membantu mengatasi masalah kesehatan (Kemenkes, 2011).
Menurut Wong, (2011), menjelaskan perbedaan akupresur dengan akupunktur,
akupresur dilakukan dengan menggunakan jari tangan sedangkan akupunktur
dengan menggunakan jarum, namun menggunakan titik tekan yang sama pada
meridian organnya. Meridian merupakan jalur-jalur aliran energi vital yang
ada pada tubuh manusia yang menghubungkan masing-masing bagian tubuh
membentuk sebuah kesatuan yang utuh dalam tubuh (Kemenkes, 2015).
Akupunktur sudah cukup lama dikenal di lingkungan kedokteran
Indonesia; cabang ilmu ini mulai masuk pelayanan rumah sakit sejak tahun
enam puluhan, kemudian dicoba masuk kurikulum Fakultas Kedokteran.
Undang-Undang No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan, GBHN 1993 dan
Pokok Program Kesehatan PELITA VI tentang pengobatan tradisional dan
pemanfaatannya dalam Pelayanan Kesehatan member dasar dan peluang
formal bagi akupunktur, ditambah dengan diterbitkannya Permenkes Nomer
1186/Menkes/Per/ XI/1996 tentang Pemanfaatan Akupunktur di Sarana
Pelayanan Kesehatan. Pendekatan yang lazim agar akupunktur dapat
bermanfaat di Pelayanan Kesehatan tingkat rumah sakit adalah dengan
pendekatan biomedis. Cara ini berupa kombinasi dengan tindakan
konvensional melalui inovasi teknik diagnostik maupun terapi. Hal tersebut
membutuhkan langkah-langkah yang jelas, tegas, mantap berdasarkan
orientasi program yang matang.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Model pelayanan akupuntur
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui model pelayangan akupuntur
1.4 Manfaat
Berdasarkan tujuan penulisan di atas penulis dapat menyimpulkan
manfaat sebagai berikut :
1. Bagi penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam menyelesaikan
makalah mengenai tentang keperawatan dan mampu berfikir logis.
2. Bagi pembaca dapat mengetahui dan memahami mengenai model
pelayanan akupuntur.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Model Pelayanan Akupuntur
A. Akupunktur dalam Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit
Pelayanan sebaiknya sesuai kebutuhan; dapat dibagi menjadi 2 model
pelaksanaan:
1. Pelayanan Akupunktur di poliklinik tersendiri
Model ini dapat melaksanakan berbagai macam pelayanan kesehatan
(promotif, preventif, protektif, kuratif, dan bahkan rehabilitative.
Untuk kegiatan promotif dan rehabilitatif, akupunktur bekerja sama
dengan bidang lain dan sangat diharapkan dapat berfungsi suportif.
Kegiatan kuratif dapat menjadi model pelayanan tersendiri; model ini
dapat menguntungkan bila dapat bekerjasama sebagai model
pengobatan lain; tetapi dapat merugikan bila menjadi eksklusif, tidak
mengenal atau dikenal bagian lain. Untuk itu dibutuhkan pengelola
program yang dapat mempromosikan manfaat akupunktur.
2. Pelayanan Akupunktur Terintegrasi dalam
Bidang lain dalam model ini akupunktur dapat bermanfaat dalam
semua scenario pelayanan kesehatan karena tidak berdiri sendiri.
Akupunktur menjadi bagian tindakan medis yang dapat dimanfaatkan
secara tepat guna. Keuntungan:
a. Dapat diterima dan dilaksanakan oleh tenaga medis maupun
paramedis.
b. Dapat lebih merata dan dimanfaatkan baik untuk suportif maupun
alternatif.
c. Dengan diterima sebagai pelajaran pilihan dalam pendidikan
tenaga kesehatan. Kerugian: Tidak terlihat sebagai disiplin ilmu
tersendiri.
3. Akupunktur dalam UPF Rehabilitasi Medik
Banyak kasus di bidang rehabilitasi medik, terutama yang
berhubungan dengan nyeri dan karena sprain dan strain otot

3
membutuhkan waktu penyembuhan lama; akupunktur dapat menjadi
penunjang untuk peningkatan kualitas terapi. Di rumah sakit yang
peralatan rehabilitasi medisnya masih kurang lengkap, akupunktur
dapat dimanfaatkan sebagai terapi alternatif.
4. Akupunktur dalam Pain Center Onkologi
Peranan akupunktur untuk pain relief telah terbukti cukup baik
sebagai pengganti analgesia tingkat sedang. Tindakan akupunktur
meningkatkan kadar morphin like substance dalam otak. Selain itu,
akupunktur juga bermanfaat untuk hal-hal lain seperti: immunologi,
menunjang dan meningkatkan kesegaran tubuh, serta mengurangi
komplikasi (seperti anoreksia dan singultus).
5. Akupunktur dalam Penyakit Dalam dan Penyakit Anak
Akupunktur dapat dimanfaatkan untuk immunologi, alergi, dan
penyakit fungsional lain.
6. Akupunktur dalam Kebidanan dan Kandungan
Peranan akupunktur dalam bidang reproduksi diharapkan menjadi
salah satu model yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah
medis. Pada persalinan akupunktur dapat dimanfaatkan sebelum
induksi persalinan.
7. Akupunktur dalam bidang Anestesi
Penelitian membuktikan bahwa anestesi dapat dilakukan dengan cara
akupunktur, baik pada tindakan yang kecil maupun sedang, tanpa
komplikasi berarti.
8. Akupunktur dalam bidang Neurologi
Akupunktur dapat mengefektifkan penggunaan obat dan meningkatkan
kualitas terapi pada migren, sefalgi, dan paresis.
B. Akupunktur dalam Teknologi Kedokteran
Akupunktur sebagai inovasi bidang kedokteran akan dapat
dimanfaatkan untuk menunjang teknologi diagnostik dan terapi seperti
karakteristik refl ek nyeri pada titik akupunktur di permukaan tubuh, dan
pengukuran satuan kelistrikannya untuk menunjukkan kelainan fungsional

4
organ viscera (mirip EMG dan ECG) dan disebut sebagai Elektrografi
Akupunktur.
Dalam bidang terapi saat ini telah dibuat dan dimanfaatkan alat
yaitu laser needle equipment yang dapat diatur dosis lasernya sesuai
dengan kebutuhan organ viscera yang sakit (Schikora German Company
Laserneedle,2005).
C. Sistem Pelayanan Akupunktur di Rumah Sakit
a. Status penderita dalam bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan
setempat
b. Perlu standar terapi supaya tidak terjadi bias dalam evaluasi.
c. Model suportif dengan terapi konvensional ditujukan untuk
meningkatkan kualitas terapi.
d. Informasi kemampuan/indikasi perawatan dengan akupunktur perlu
diberikan kepada Rehabilitasi Medik semua unit lain di rumah sakit.
e. Honor perawatan disesuaikan dengan standard rumah sakit setempat.

5
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Akupresur merupakan suatu metode tusuk jari yang didasarkan
pada pengetahuan bahwa semua organ tubuh manusia dihubungkan satu
sama lain oleh suatu saluran (meridian) yang menjelajahi seluruh
permukaan tubuh untuk menghantarkan energi ke seluruh tubu.
Model ini dapat melaksanakan berbagai macam pelayanan
kesehatan (promotif, preventif, protektif, kuratif, dan bahkan
rehabilitative. Untuk kegiatan promotif dan rehabilitative.
3.2 Saran
1) Bagi Institusi Pendidikan
Sebaiknya pihak yang bersangkutan memberikan pengarahan yang
lebih mengenai model pelayanan akupuntur.
2) Bagi Mahasiswa
Mengenai makalah yang kami buat, bila ada kesalahan maupun
ketidak lengkapan materi mengenai model pelayanan akupuntur Kami
mohon maaf, kamipun sadar bahwa makalah yang kami buat tidaklah
sempurna. Oleh karena itu kami mengharap kritik dan saran yang
membangun.

6
DAFTAR PUSTAKA
WHO International Standard Terminologies on Traditional Medicine in the
Western Pacifi c Region. World Health Organization Western Pacifi c Region,
WHO 2007.
WHO Standard Acupuncture Point Locations in the Western Pacifi c Region.
World Health Organization Western Pacifi c Region, WHO 2008.
Litscher G, Schikora D (eds). Laserneedle – Acupuncture. Science and Practice.
PABST Science Publ. 2005