Anda di halaman 1dari 5

DINAS KESEHATAN

PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO


PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) KAUMAN
KECAMATAN KAUMAN
Jl. Diponegoro 4 Telp. (0352) 751355 Kode Pos 63451

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PENYULUHAN KUSTA

A. PENDAHULUAN
Dampak sosial terhadap penyakit kusta ini sedemikiari besarnya, sehingga
menimbulkan keresahan yang sangat mendalam. Tidak hanya pada penderita sendiri,
tetapi pada keluarganya, masyarakat dan negara. Hal ini yang mendasari konsep perilaku
penerimaan periderita terhadap penyakitnya, dimana untuk kondisi ini penderita masih
banyak menganggap bahwa penyakit kusta merupakan penyakit menular, tidak dapat
diobati, penyakit keturunan, kutukan Tuhan, najis dan menyebabkan kecacatan. Akibat
anggapan yang salah ini penderita kusta merasa putus asa sehingga tidak tekun untuk
berobat. Hal ini dapat dibuktikan dengan kenyataan bahwa penyakit mempunyai
kedudukan yang khusus diantara penyakit-penyakit lain. Hal ini disebabkan oleh karena
adanya leprophobia (rasa takut yang berlebihan terhadap kusta). Leprophobia ini timbul
karena pengertian penyebab penyakit kusta yang salah dan cacat yang ditimbulkan
sangat menakutkan. Dari sudut pengalaman nilai budaya sehubungan dengan upaya
pengendalian leprophobia yang bermanifestasi sebagai rasa jijik dan takut pada penderita
kusta tanpa alasan yang rasional. Terdapat kecenderungan bahwa masalah kusta telah
beralih dari masalah kesehatan ke masalah sosial.
Leprophobia masih tetap berurat akar dalam seleruh lapisan masalah masyarakat
karena dipengaruhi oleh segi agama, sosial, budaya dan dihantui dengan kepercayaan
takhyul. Fhobia kusta tidak hanya ada di kalangan masyarakat jelata, tetapi tidak sedikit
dokter-dokter yang belum mempunyai pendidikan objektif terhadap penyakit kusta dan
masih takut terhadap penyakit kusta. Selama masyarakat kita, terlebih lagi para dokter
masih terlalu takut dan menjauhkan penderita kusta, sudah tentu hal ini akan merupakan
hambatan terhadap usaha penanggulangan penyakit kusta. Akibat adanya phobia ini,
maka tidak mengherankan apabila penderita diperlakukan secara tidak manusiawi di
kalangan masyarakat.

B. LATAR BELAKANG
Penyakit kusta merupakan salah satu Penyakit menular yang menimbulkan
masalah kompleks, disebabkan oleh kuman Mycobacterium Leprae. Kusta merupakan
penyakit yang menyerang saraf tepi, kulit dan organ lainnya, dalam perjalanan
penyakitnya kusta yang ditemukan dan diobati terlambat dapat menimbulkan kecacatan.
Kecacatan yang kelihatan pada penderita kusta seringkali tampak menyeramkan sehingga
menyebabkan perasaan jijik dan ketakutan yang berlebihan terhadap kusta (Leprofobia).
Meskipun penderita kusta telah selesai minum obat (RFT=Release From Treatment)

1
status predikat kusta tetap melekat pada dirinya seumur hidup. Status predikat inilah yang
menjadi dasar permasalahan psikologis pada penderita. Penderita merasa kecewa, takut,
dan duka yang mendalam terhadap keadaan dirinya, tidak percaya diri, malu, merasa diri
tidak berharga dan berguna dan kekhawatiran akan dikucilkan. Selain itu, opini
masyarakat (stigma) juga menyebabkan penderita kusta dan keluarganya dijauhi dan
dikucilkan oleh masyarakat.
Keadaan ini memerlukan tindak lanjut guna mengidentifikasi masalah setempat, dan
juga dengan melakukan inovasi dalam program pengendalian kusta, termasuk
pemberdayaan dan penggerakan masyarakat setempat.
Penyusunan Kerangka Acuan Kegiatan ini harus mengacu pada Visi Misi dan Tata
Nilai Puskesmas Kauman:
Visi:
Sebagai penggerak pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kauman untuk
mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.
Misi :
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat,
termasuk swasta untuk tercapainya kemandirian masyarakat di bidang kesehatan.
2. Menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan
berkeadilan.
3. Mengupayakan ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan di wilayah kerja
Puskesmas.
4. Menciptakan tata kelola pelayanan kesehatan yang baik di seluruh jaringan Puskesmas
TATA NILAI

1. Profesional : Memiliki kompetensi dan kemampuan dalam memberikan pelayanan


kesehatan yang terbaik.
2. Akuntabel : Memberikan pelayanan kesehatan sesuai pedoman dan standar pelayanan
yang ditetapkan, dapat diukur dan dipertanggung jawabkan.
3. Kerjasama : Membuat kesepakatan dan melibatkan lintas sektor, lintas program dan
melakukan komunikasi internal dalam melakukan kegiatan dalam gedung maupun luar
gedung.

C. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan Masyarakat tentang Kusta

2. TUJUAN KHUSUS
a. Masyarakat dapat mengenal tanda – tanda utama kusta
b. Masyarakat dapat menklasifikasikan kusta
c. Masyarakat sadar akan pentingnya pengobatan dan pemantauan pengobatan
kusta
d. Masyarakat mengetahui cara penanggulangan reaksi kusta
e. Masyarakat mampu dengan mandiri menangani reaksi kusta
f. Masyarakat mampu memberi informasi kusta pada masyarakat lainnya
g. Masyarakat mengerti tentang perawatan diri pada penderita Kusta
h. Masyarakat mampu melaksanakan rujukan ke Petugas / Puskesmas bila ada
penderita Kusta baru

D. KETERKAITAN TUJUAN, SASARAN DAN TATA NILAI PUSKESMAS DENGAN


KEGIATAN

2
N TUJUAN SASARAN LINSEK PERAN PROGRAM PERAN PROGRAM HUBUNGAN
O TERKAIT LINSEK TERKAIT TERKAIT KEGIATAN DENGAN
TATA NILAI
PUSKESMAS
1 Tujuan umum Pelaksan - - Pelaksana 1. Hasil KompetensiProfesio
a program kegiatan nal : petugas dan
untuk
kegiatan sesuai target pelaksana mampu
Meningkatkan yang telah Mengetahui cara-
ditetapkan cara penyuluhan
kemampuan dan
Tanggungjawab :
pengetahuan petugas dan
pelaksanan
Masyarakat
mencatat dan
tentang Kusta melaporkan kasus
Kerjasama :
petugas dan
pelaksanan mampu
bekerja sama
dengan baik untuk
meningkatkan
pencapaiana kinerja

E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

No. Kegiatan Pokok Rincian kegiatan


1. Pendahuluan - Membuka kegiatan dengan
mengucapkan salam.
- Memperkenalkan diri.
- Menjelaskan maksud dan tujuan
penyuluhan.
- Menginformasikan materi yang akan
diberikan.

2. Penyajian materi - Menggali pengetahuan peserta tentang


penyakit kusta.

- Menjelaskan dan menyebutkan tentang


penyakit kusta yaitu :
a. Pengertian dan penyebab penyakit
kusta.
b. Klasifikasi penyakit kusta.
c. Tanda-tanda dan bahaya penyakit
kusta.
d. Cara mencegah penyakit kusta.
e. Jenis-jenis obat penyakit kusta.
f. Peran serta pemerintah, petugas,
penderita, keluarga, dan masyarakat
terhadap penanggulangan penyakit
kusta.
3. Diskusi dan tanya jawab - Memberikan kesempatan pada peserta
untuk bertanya tentang materi yang
kurang dipahami.
- Membangun komitmen bersama dalam
penanggulangan penyakit kusta.
4. Evaluasi Menanyakan kembali kepada peserta

3
tentang materi yang telah diberikan.
5. Penutup - Memberikan kesimpulan terhadap materi
yang disampaikan.
- Ucapan terima kasih.
- Doa dan menutup acara.

F. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


a. Ceramah
b. Diskusi dan tanya Jawab
c. Evaluasi

G. SASARAN
Sasaran Penyuluhan adalah perangkat desa, TOMA, TOGA, kader kesehatan, LSM,
Organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat setempat.

H. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


NO RINCIAN KEGIATAN JADWAL KEGIATAN

1 Penyuluhan kusta April, Mei, Juni, Juli, September


2017

I. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi dilakukan oleh programer kusta terhadap pelaksanaan kegiatan dimana hal
yang dievaluasi adalah ketepatan waktu, baik pembukaan, pengisian materi maupun
penutupan dan partisipasi peserta penyuluhan yang tercermin dalam diskusi yang aktif

J. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Pencatatan dilakukan oleh notulen terhadap pelaksanaan penyuluhan.
2. Laporan hasil kegiatan harus disusun pada tiap akhir tiap kegiatan paling lambat 1
minggu setelah kegiatan dilaksanakan.
3. Evaluasi dan tindak lanjut terhadap penyuluhan ini dilakukan paling lambat 1 bulan
setelah kegiatan dilakukan.

Ponorogo,6 Januari 2019

Mengetahui Pelaksana Program KUSTA


Kepala Puskesmas Kauman Puskesmas Kauman

Dr.Yunita. Phiki juniantoro Amd.Kep


NIP 19720624 200604 2 013

4
5