Anda di halaman 1dari 9

Tugas Individu

Biostatistik
“Penyajian Data dan Mencari Nilai Mean, Median dan modus”

Disusun oleh :

Friska Marienda Utari


NIM :P05130416013

Dosen Pembimbing
Epti Yorita, SKM.MPH

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN
JURUSAN KEBIDANAN
2017
A. Penyajian Data

1. Tabel penyakit ISPA pada balita


No Usia Anak frekuensi Nilai tengah fx fx2 (fx)2 fk
(x)

1 1-12 bulan 65 6,5 422,5 2746,25 178.506,25 65

2 13-24 bulan 62 18,5 1147 21219,5 1.315.609 127

3 25-36 bulan 79 30,5 2409,5 73489,75 5.805.690,25 206

4 37-48 bulan 84 42,5 3570 151725 12.744.900 290

5 49-60 bulan 106 54,5 5777s 314846,5 33.373.729 396

Ʃ 396 13326 564027 53418353,5

2. Grafik penyajian data


a. Table persentasi
No Usia anak frekuensi persentasi

1 1-12 bulan 65 16%

2 13-24 bulan 62 16%

3 25-36 bulan 79 20%

4 37 – 48 bulan 84 21%

5 49 – 60 bulan 106 27%


b. Grafik Bar

frekuensi

49-60 bulan 106

37-48 bulan 84

25-36 bulan 79

13-24 bulan 62

1-12 bulan 65

0 20 40 60 80 100 120

c. Grafik Garis

frekuensi
120

100

80

60

40

20

0
1-12 bulan 13-24 bulan 25-36 bulan 37-48 bulan 49-60 bulan
d. Grafik Histogram

frekuensi
120

100

80

60

40

20

0
1-12 bulan 13-24 bulan 25-36 bulan 37-48 bulan 49-60 bulan

e. Grafik Pie

frekuensi

16% 1-12 bulan


27%
13-24 bulan
16% 25-36 bulan
37-48 bulan
21% 49-60 bulan
20%
f. Grafik Batang

frekuensi

49-60 bulan

37-48 bulan

25-36 bulan

13-24 bulan

1-12 bulan

0 20 40 60 80 100 120
B. Mencari mean, modus, median, quartil, desil, dan persentil
1. Mean
𝑓𝑥
Mean : 𝑥̅ =∑
𝑓

13.326
𝑥̅ = = 33,65
396

2. Modus
𝒅
𝑀𝑜 = 𝑳 + ( 𝟏 )𝑷
𝒅𝟏 . 𝒅𝟐
22
𝑀𝑜 = 48,5 + ( ) 12
22 + 0
= 48,5 + 12
= 60,5

3. Median
1
𝑛 − 𝑓𝑘
𝑀𝑒 = 𝑇𝑏 + 2 𝐶
𝑓𝑖

1
396−206
𝑀𝑒 = 24,5 + 2 12
79

= 35,28

4. Quartil

a. Q1
1
𝑛−𝑓𝑘
𝑄1 = 𝐿 + (4 𝑓
)P

1
396 − 65
= 12,5 + (4 ) 12
62
99 − 65
= 12,5 + ( ) 12
62
= 19,08

b. Quartil2
1
𝑛 − 𝑓𝑘
𝑄2 = 𝐿 + (2 )𝑃
𝐹

198 − 127
= 24,5 + ( ) 12
79
= 24,5 + 10,78
= 35,28

c. Quartil3
3
𝑛 − 𝑓𝑘
𝑄3 = 𝐿 + (4 )𝑝
𝐹

297 − 290
= 48,5 + ( ) 12
106

= 48,5 + 0,79

= 49,29

5. Desil
𝑖𝑥𝑛
−𝑓𝑘
10
a. 𝐷2 = 𝑇𝑏 + ( )𝑝
𝑓

79,2 − 65
= 12,5 + ( ) 12
62

= 15,25

𝑖𝑥𝑛
−𝑓𝑘
𝑛
b. 𝐷3 = 𝑇𝑏 + ( 𝑓
)𝑝

118,8 − 65
= 12,5 + ( ) 12
62
= 12,5 + 10,41

= 22,91

𝑖𝑥𝑛
−𝑓𝑘
c. 𝐷4 = 𝑇𝑏 + ( 10 𝑓 )𝑝

158,4 − 127
= 24,5 + ( ) 12
79

= 24,5 + 4,77

= 29,27

𝑖𝑥𝑛
−𝑓𝑘
10
d. 𝐷5 = 𝑇𝑏 + ( )𝑝
𝑓

198 − 127
= 24,5 + ( ) 12
79

= 24,5 + 10,78

= 35,28

6. Persentil
𝑖𝑥𝑛
100 − 𝑓𝑥
𝑃 = 𝑇𝑏 + ( )𝑝
𝑓

𝑖𝑥𝑛
100 − 𝑓𝑥
𝑃60 = 𝑇𝑏 + ( )𝑝
𝑓

237,6 − 206
= 36,5 + ( ) 12
84

= 36,5 + 4,52

= 41,02
7. Standar Deviasi/simpangan baku

Ʃ( 𝑓𝑥)
𝑆 = √Ʃ𝑓𝑥2 −
𝑛

53418353,5
√564027 − 396
𝑠=
396 − 1

564027 − 134894,8
𝑠= √
395

= √1086,41
= 32,96

C. Teks
Pada data diatas dapat kita simpulkan bahwa ISPA saat ini masih menjadi salah
satu penyakit favorit yang menyerang anak-anak dari tahun ke tahun, anak-anak
memang selalu menjadi sasaran utama yang diserang oleh penyakit ISPA. Banyak
factor yang menyebabkan anak-anak sering terserang penyakit ini, beberapa
factor yang mendukung yaitu factor lingkungan anak seperti lingkungan tempat
tinggal, orang tua sering teledor dengan apa yang anak konsumsi, seperti makan
snack yang mengandung MSG, minuman yang dingin yang dapat menyebabkan
ISPA, lalu factor imun yang lemah juga menjadi salah satu penyebab karena imun
anak yang lemah diberi makanan atau minuman memicu penyakit akan mudah
terserang begitu juga dengan jika ada orang yang terkena penyakit ISPA maka
mudah tertular dari cairan orang tersebut dan udara. Kemudian pola hidup yang
tidak sehat memungkinkan anak terserang penyakit ISPA, seperti menggunakan
kipas angin. Oleh karena itu sebagai tenaga kesehatan sebaiknya memberikan
konseling, edukasi pendidikan dasar tentang penyebab, penularan penyakit ISPA
dan bagaimana cara menanganinya, agar orang tua dapat mencegah sedari dini
penyakit tersebut.