Anda di halaman 1dari 6

UTBK EKONOMI –by Hafidh Purwo Adiyatma

1. Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan


Harga barang yang bersangkutan
Harga barang komplementer
Harga barang subtitusi
Pendapatan konsumen
Jumlah penduduk
Selera masyarakat
Prediksi harga di masa mendatang
2. Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran
Harga barang yang bersangkutan
Harga bahan baku
Biaya produksi
Pajak
Subsidi
3. Klasifikasi Elastisitas
Elastis > 1
Inelastis < 1
Elastis Uniter = 1
Elastis Sempurna = Tak hingga
Inelastis Sempurna = 0
4. Barang Subtitusi
Adalah pemuas kebutuhan manusia yang dapat saling menggantikan fungsi dan kegunaannya
secara sempurna. Contohnya:
Pulpen dan Pensil
Mie Instan dan Nasi
Laptop dan Komputer
Santan Kelapa dan Santan Kemasan
Minyak Goreng dan Margarine
5. Barang Komplementer
Adalah barang yang kegunaannya saling melengkapi satu sama lain. Tanpa adanya satu barang,
maka barang yang lainnya akan mengalami penurunan fungsi atau bahkan tidak dapat
digunakan sama sekali. Contohnya:
Gula dan Kopi
Handphone dan Charger
Kopi dan Gula
Buku dan Pulpen
Dispenser dan Galon
6. Kebijakan Harga Maksimum (Ceilling Price)
Diberlakukan ketika harga pasar dirasa terlalu tinggi
Untuk melindungi konsumen, harga di turunkan
Akibatnya, terjadi kelebihan jumlah barang yang diminta (excess of demand)
7. Kebijakan Harga Minimum (Floor Price)
Diberlakukan ketika harga pasar terlalu rendah
Untuk melindungi produsen, harga dinaikkan
Akibatnya, terjadi kelebihan jumlah barang yang ditawarkan (excess of supply)
8. Barang Inferior
Adalah barang yang memiliki kualitas rendah. Dengan demikian, maka barang inferior tentu saja
memmiliki harga yang rendah. Umumnya barang inferior dikonsumsi oleh orang berpenghasilan
rendah. Contohnya :
Barang bekas, seperti sepatu dan tas yang harganya rendah
Beras raskin
Barang import illegal dengan harga rendah
9. Barang Pertengahan
Adalah barang yang memiliki kualitas sedang, tidak murah, dan tidak tergolong mahal.
Umumnya barang pertengahan dikonsumsi oleh orang berpenghasilan menengah. Barang jenis
ini tidak terlalu membedakan status manusia antara si kaya dengan si miskin. Contohnya :
Beras, sepatu, dan tas yang harganya menengah
Avanza, Toyoa, Nissan, Datsun, dan Wuling
Smartphone China
10. Barang Superior
Adalah barang yang memiliki kualitas tinggi sehingga mampu memberikan prestise (martabat)
tersendiri bagi pemakainya. Barang superior menjadi acuan bagi status sosial seseorang. Orang
yang menggunakan barang superior akan memperoleh kepuasan batin dengan adanya pujian
dari orang lain. Umumnya barang superior dikonsumsi oleh orang berpenghasilan
tinggi. Contohnya :
Media elektronik merk Apple
Ferrari, Bugatti, Lamborghini, dan Marseratti
Gucci, AHHA, Bershka, Levi’s, dan Deus Ex Machina
11. Ciri-ciri kurva Isoquant
Menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel yang
menghasilkan tingkat produksi sama
Menurun dari sisi atas ke kanan bawah (downshard slopping)
Bentuk kurvanya cembung ke titik origin
Semakin jauh kurva isoquant dari titik origin, semakin tinggi kuantitas (output)
Kurva isoquant tidak saling berpotongan
12. Ciri-ciri kurva Isocost
Bentuk kurvanya menurun dari kanan atas ke kiri bawah
Menggambarkan dua macam barang yang membutuhkan biaya yang sama besar
Anggaran/Biaya = (Upah tenaga kerja x jumlah tenaga kerja) + (Harga modal x jumlah modal)
13. Keseimbangan Produsen
Adalah kondisi dimana produsen telah mengalokasikan seluruh anggaran biayanya untuk
menghasilkan output. Secara grafis kondisi keseimbangan tercapai pada saat kurva isoquant
bersinggungan dengan kurva isocost
14. Ciri Teori Produksi Jangka Pendek
Menggunakan satu input variabel
Menggunakan analisa kurva tahapan produksi (total product, average procut, marginal product)
Terdapat hukum tambahan hasil yang semakin menurun (law of diminishin return)
15. Ciri Teori Produksi Jangka Panjang
Menggunakan dua input variabel
Menggunakan analisa kurva isoquant dan isocost
Terdapat skala hasil (return to scale)
16. Increasing Return to Scale
Bila input ditambah sebanyak satu kali akan menyebabkan output bertambah sebanyak lebih
dari satu kali
17. Decreasing Return to Scale
Bila input ditambah sebanyak satu kali akan menyebabkan output bertambah sebanyak kurang
dari satu kali
18. Constant Return to Scale
Bila input ditambah sebanyak satu kali akan menyebabkan output bertambah sebanyak satu kali
19. Biaya eksplisit
Adalah biaya yang secara eksplisit terlihat dikeluarkan/dibayarkan pada perusahaan. Contohnya;
biaya upah buruh, biaya bahan baku, biaya sewa gedung
Biaya ekonomi = Biaya Eksplisit + Biaya Implisit
20. Biaya Implisit
Adalah biaya yang tidak dibayarkan oleh perusahaan sehubungan dengan faktor produksi yang
dimiliki sendiri oleh perusahaan. Contohnya; biaya peluang (opportunity cost)
Biaya akuntansi = Biaya eksplisit saja
21. Biaya Total (TC)
Jumlah semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
22. Biaya Tetap (FC)
Yaitu komponen biaya yang jumlahnya tetap, tidak dipengaruhi oleh banyaknya output yang
dihasilkan. Contohnya; biaya sewa gedung
23. Biaya Variabel (VC)
Yaitu komponen biaya yang jumlahnya berubah-ubah, dipengaruhi oleh banyaknya output yang
dihasilkan. Contohnya; Upah harian buruh dan harga bahan baku
24. Biaya Marjinal (MC)
Yaitu tambahan total biaya yang diakibatkan oleh bertambahnya satu unit barang yang
diproduksi
25. Penerimaan Total (TR)
Yaitu jumlah penerimaan rupiah yang diterima produsen dari hasil penjualan produksinya
26. Penerimaan Rata-Rata (AR)
Yaitu penerimaan produsen per unit barang
27. Penerimaan Marjinal (MR)
Yaitu tambahan peneriman diperoleh produsen karena ada tambahan satu unit barang
28. Pasar Persaingan Sempurna
Jumlah perusahaan, Sangat banyak
Jenis barang, Barang homogen
Kemampuan dalam penetapan harga, Tidak ada (Price taker)
Kemungkinan masuk/keluar industry, Sangat mudah
Bentuk kurva permintaan, Horizontal (elastis sempurna) = tak hingga
Keseimbangan jangka pendek, Bisa memperoleh laba super normal, laba normal, dan laba rugi –
Keseimbangan jangka panjang, Hanya memperoleh laba normal
Persaingan non-harga, Tidak ada
Interdepedensi pengambilan keputusan, Tidak ada
Contoh industry, Tempe dan tahu
29. Pasar Persaingan Monopolistik
Jumlah perusahaan, Banyak
Jenis barang, barang terdiferensiasi
Kemampuan dalam penetapan harga, Ada tetapi kecil
Kemampuan masuk/keluar industry, Relatif mudah
Bentuk kurva permintaan, elastis > 1
Keseimbangan jangka pendek, Bisa memperoleh laba super normal, laba normal, dan laba rugi –
Keseimbangan jangka panjang, Hanya memperoleh laba normal
Persaingan non-harga, Cukup besar
Interdependensi pengambilan keputusan, Sangat kecil
Contoh industry, Pakaian dan Sepatu
30. Oligopoli
Jumlah perusahaan, Sedikit/beberapa
Jenis barang, Barang terdiferensiasi dan barang homogen
Kemampuan dalam penetapan harga, Dengan kerja sama sangat besar & tanpa kerja sama kecil
Kemungkinan masuk/keluar industry, Hambatan cukup besar
Bentuk kurva permintaan, Patah (Kinked Demand Curve). Atas elastis > 1 & bawah inelastic < 1
Keseimbangan jangka pendek, Keseimbangan perusahaan tidak berdimensi waktu
Keseimbangan jangka panjang, Keseimbangan perusahaan tidak berdimensi waktu
Persaingan non-harga, ‘Barang terdiferensiasi’ sangat besar, dan ‘barang homogen’ tidak ada
Interdependensi pengambilan keputusan, Saling tergantung dan saling memengaruhi
Contoh industry, ‘Terdiferensiasi; mobil & rokok’ dan ‘Homogen; seng, baja, dan kertas’
31. Monopoli
Jumlah perusahaan, Hanya satu
Jenis barang, Unik dan tidak ada subtitusinya
Kemampuan dalam penetapan harga, Sangat besar (price master)
Kemungkinan masuk/keluar industry, Sangat sulit untuk masuk
Bentuk kurva, Cenderung inelastis < 1
Keseimbangan jangka pendek, Bisa memperoleh laba super normal, laba normal, dan laba rugi –
Keseimbangan jangka panjang, Bisa memperoleh laba supernormal
Persaingan non harga, Tidak ada, tetapi harus memelihara hubungan-konsumen dengan iklan
Interdependensi pengambilan keputusan, Tidak ada
Contoh industry, Kereta api dan kereta listrik
32. Manfaat Bentuk
Kayu menjadi lemari
33. Manfaat Waktu
Payung dipakai saat hujan/panas
34. Manfaat Tempat
Pasir disungai dibawa ke took bangunan untuk dijual dan menghasilkan uang
35. Manfaat Milik
Cangkul dipakai oleh petani untuk bertani, dibandingkan dipakai oleh anak kecil untuk bermain
36. Tindakan Ekonomi
Yaitu segala macam upaya yang dilakukan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan sebagai
salah satu upaya memenuhi kebutuhan hidup bisa masuk ke dalam tindakan ekonomi.
Macam-macam tindakan ekonomi:
Kegiatan produksi, kegiatan konsumsi, dan kegiatan distribusi
37. Motif Ekonomi
Adalah segala dorongan, baik dari dalam maupun luar yang membuat manusia melakukan
tindakan ekonomi. Motif terbagi menjadi dua, yakni;
Motif Intrinsik – Makan karena perut lapar
Motif Ekstrinsik – Ingin membeli mobil baru karena tetangga mengganti mobil baru
Motif Mendapatkan Bertahan Hidup - Mendapatkan uang untuk bisa makan
Motif Mendapatkan Keuntungan – Untuk mendapatkan nilai tambah dari pengeluaran modal
Motif Untuk Mendapatkan Penghargaan – Melalui jasa, keahian, dan prestasi
38. Prinsip Ekonomi
Yaitu dengan usaha seminimal mungkin, maka dapat memperoleh keuntungan semaksimal
mungkin. Agar semuanya berjalan efektif dan efisien. Ciri-ciri prinsip ekonomi:
Membuat prioritas – Dahulukan yang harus segera dipenuhi
Rasional – Berdasarkan akal sehat dan tidak karena emosi
Cost and Benefit – Memperhatikan manfaat dari biaya yang dikeluarkan
Ekonomis – Perhitungan yang cepat dan rencana yang optimal
39. Manajemen Puncak
Membuat kebijakan yang sangat penting untuk keberlangsungan perusahaan
Direktur, Dewan Direksi, CEO, dan CFO
40. Manajemen Menengah
Penghubung antara manajemen puncak dan manajemen bawah, dengan membuat kebijakan
untuk manjemen bawah
Kepala Bagian, Kepala Divisi, dan Kepala Seksi
41. Manajemen Bawah (Lini Pertama)
Pelaksana kebijaka yang dibuat dari manajemen menengah
Supervisor, Penyelia, dan Mandor
42. Ciri-Ciri Perusahaan Umum (BUMN)
Melayani kepentingan umum dan memupuk keuntungan
Dipimpin oleh dewan direksi
Umumnya bergerak di bidang usaha jasa yang vital
Karyawan berstatus sebagai perusahaan Negara
Model dimiliki oleh perusahaan Negara
Contohnya; Perumnas dan Damri
43. Ciri-Ciri Persero (BUMN)
Tujuan utama memperoleh keuntungan atau laba
Memiliki badan hukum perdata berentuk perseroan terbatas (PT)
Modalnya terdiri dari saham-saham sebagian besar atau seluruhnya dipegang pemerintah yang
berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan
Tidak memperoleh fasilitas negara
Dipimpin oleh dewan direksi
Status pegawai sebagai karyawan perusahaan swasta
Contohnya; PT. Telkom, PT. Pertamina, PT. PLN, dan lain-lain

Veritas, Probitas, Iustitia


Hafidh Purwo Adiyatma
24 Mei 2019