Anda di halaman 1dari 14

Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Learning Cycle

7e untuk meningkatkan keterampilan prosedural dan berpikir kritis bagi


siswa SMAN 1 Alas Barat
BAB III
METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

A. Model Penelitian dan Pengembangan

Model penenilitian dan pengembangan dalam penilitian ini mengacu pada


teori penelitian dan pengembangan Thiagarajan yaitu penelitian yang dilakukan
dengan empat tahapan yaitu 4D (Define, Design, Development, dan
Dessemination). Langkah pelaksanaan 4D oleh Thiagarajan, digambarkan sebagai
berikut.

Gambar 2. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan

Defien Design Developmen


t

Dessemination

Berdasarkan Gambar 2, Sugiyono (2015:38) menguraikan masing-masing


langkah tersebut sebagai berikut. Define (Pendefinisian), berisi kegiatan
menetapkan perangkat apa yang akan dikembangkan, berserta spesifikasinya.
Tahap ini merupakan kegiatan analisis kebutuhan yang dilakukan melalui penelitian
dan studi literatur. Design (perancangan), berisi kegiatan untuk membuat rancangan
terhadap perangkat yang telah ditetapkan. Development (Pengembangan) berisi
kegiatan membuat rancangan menjadi perangkat dan menguji validitas perangkat
secara berulang-ulang sampai dihasilkan perangkat sesuai dengan spesifikasi yang
ditetapkan. Dessemination (Penyebaran) berisi kegiatan menyebarluaskan
perangkat yang telah teruji untuk dimanfaatkan orang lain.

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Prosedur penelitian dan pengembangan ini memiliki tujuan utama, yaitu


mengembangkan perangkat. Pengembangan 4D disebut juga pengembangan 4P.
tahapan pengembangan 4P, yaitu : 1) tahap pendefinisian; 2) tahap perancangan; 3)
tahap pengembangan; dan 4) tahap penyebaran. Pada batasan masalah peneliti telah
menjelaskan bahwa penelitian ini hanya sampai tahap pengembangan. Berikut
Gambar 3.2 bagan alur penelitian dan pengembangan yang akan dilakukan.
Gambar 3. Bagan Alur Peneltian & Pengembangan yang Dilakukan

C. Tahap Penelitian dan Pengembangan

Tahapan penelitian ini, seperti yang tergambar pada Gambar 3 diuraikan


sebagai berikut.

1. Tahap I Pendefinisian (Define)

Tahap ini merupakan tahap untuk menetapkan dan mendefinisikan syarat-


syarat yang dibutuhkan dalam memperhatikan dan menyesuaikan kebutuhan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) fisika. Adapun cakupan dalam tahap ini, yaitu
: a) analisis awal-akhir (front-end analysis); b) analisis peserta didik (learner
analysis); c) analisis materi (concept analysis); d) analisis tugas (task analysis); e)
spesifikasi tujuan pembelajaran (specifying instructional objectives).

a. Analisis Awal-akhir (Front-end Analysis)

Analisis ini bertujuan untuk menemukan dan menetapkan masalah dasar


yang dihadapi dalam pembelajaran hukum newton, sehingga dibutuhkan
pengembangan LKPD yang dapat membantu peserta didik dalam proses
pembelajaran. Dengan demikian, dapat dianalisis kepraktisan LKPD yang akan
dikembangkan.

b. Analisis Peserta didik (Learner Analysis)

Analisis peserta didik dilakukan untuk menelaah karakteristik peserta didik


agar dapat disesuaikan dengan desain LKPD yang dikembangkan. Analisis ini dapat
dilakukan untuk mendapatkan karakteristik peserta didik, seperti: i) tingkat
kemampuan perkembangan intelektual peserta didik; ii) latar belakang pengalaman;
iii) perkembangan kognitif; iv) motivasi belajar; serta v) keterampilan-keterampilan
yang dimiliki peserta didik.

c. Analisis Materi (Concept Analysis)

Analisis materi dilakukan untuk mengidentifikasi materi pokok yang akan


disampaikan. Selain itu, analisis ini juga digunakan untuk mengidentifikasi
pengetahuan deklaratif atau prosedural pada materi yang akan dikembangkan
dengan menyusunnya dalam bentuk hirarki, dan merinci konsep-konsep individu
ke dalam hal yang kritis dan tidak relevan. Dalam mendukung analisis konsep ini,
analisis yang dilakukan adalah i) analisis standar kompetensi dan kompetensi dasar
yang bertujuan untuk menentukan jumlah dan jenis LKPD, ii) analisis sumber
belajar, yakni mengumpulkan dan mengidentifikasi sumber yang mendukung
penyusunan LKPD.

d. Analisis Tugas (Task Analysis)


Analisis tugas bertujuan mengidentifikasi keterampilan dan usaha yang
diperlukan dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum yang
digunakan. Analisis tugas ini berupa tugas-tugas yang diberikan kepada peserta
didik mengenai materi pembelajaran.

e. Spesifikasi Tujuan Pembelajaran (Specifying Instructional Objectives)

Spesifikasi tujuan pembelajaran dilakukan untuk menganalisis tugas dan


konsep untuk menentukan prilaku objek penelitian. Kumpulan objek tersebut akan
menjadi dasar untuk menyusun tes dan merancang LKPD yang akan dikembangkan
oleh peneliti.

2. Tahap II Perancangan (Design)

Tahapan kedua pada penelitian ini, yaitu merancang LKPD. Tahapan


perancangan LKPD tersebut, yaitu sebagai berikut. penyusunan tes (construction
test), dan membuat rancangan awal pembelajaran (initial design) sesuai format
yang dipilih. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

a. Penyusunan Tes (Constructing Test)

Penyusunan tes merupakan langkah yang menghubungkan antara tahap


pendefinisian (define) dengan tahap perancangan (design). Dalam penelitian ini,
peneliti hanya menyusun tes akhir untuk diberikan kepada peserta didik, untuk
mengetahui kemampuan peserta didik dalam materi hukum Newton. Hal ini
merupakan tindakan awal untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik.
Selanjutnya disusun kisi-kisi tes hasil belajar yang dikembangkan sesuai
kemampuan kognitif peserta didik.

b. Rancangan Awal Perangkat Pembelajaran (Initial Design)

Rancangan awal perangkat pembelajaran, yaitu untuk merancang perangkat


pembelajaran yang akan diterapkan sebelum uji coba. Adapun yang terdapat dalam
rancangan awal perangkat pembelajaran LKPD, yaitu aktivitas pembelajaran yang
terstruktur seperti membaca teks, wawancara, dan praktek kemampuan
pembelajaran.
Adapun langkah-langkah yang akan diterapkan pada tahap ini adalah
mendesain perangkat pembelajaran LKPD dengan format yang telah ditetapkan.
Dan hasil tahap ini akan menjadi rancangan awal perangkat pembelajaran LKPD
yang merupakan draf 1 beserta instrumen penelitian.

3. Tahap III Pengembangan (Development)

Tahap selanjutnya, yaitu tahap pengembangan. Tahap ini merupakan


kelanjutan dari tahap rancangan awal perangkat pembelajaran LKPD yang ditandai
dengan draft-1. Tahap ini dikembangkan dengan dua langkah, yaitu : penilaian
validasi ahli (expert appraisal), dan uji coba tes responden (respondent testing).
Selanjutnya dilakukan analisis validasi perangkat.

Tahap pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bentuk akhir


perangkat pembelajaran LKPD setelah melalui revisi berdasarkan masukan para
pakar ahli/praktisi dan data hasil uji coba. Adapun langkah-langkah yang akan
diterapkan adalah sebagai berikut :

a. Validasi Ahli/Praktisi (Expert Appraisal)

Pada langkah ini rancangan awal perangkat pembelajaran LKPD (draf 1)


akan dievaluasi oleh para ahli untuk memvalidasi atau menilai kelayakan rancangan
awal perangkat pembelajaran LKPD yang akan dikembangkan. Adapun Penilaian
para ahli/praktisi terhadap perangkat pembelajaran yang dinilai adalah: format,
bahasa, ilustrasi dan isi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan perangkat LKPD
yang lebih tepat, praktis digunakan dan memiki kualitas teknik yang tinggi.

b. Uji Coba Tes Responden (Respondent Testing).

Merupakan kegiatan uji coba perangkat LKPD hasil validasi ahli yang
selanjutnya di uji cobakan kepada peserta didik sebagai subjek penelitian. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk menilai kpraktisan perangkat yang mendapatkan
masukan langsung dari pendidik dan peserta didik terhadap perangkat pembelajaran
LKPD yang dikembangkan.

Langkah selanjutnya, yaitu melakukan analisis terhadap hasil validasi dan


uji coba. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan kpraktisan
perangkat. Sehingga perangkat yang dikembangkan menjadi valid, dan jika
perangkat tidak valid, maka perangkat tersebut akan direvisi kembali hingga
menjadi perangkat final.

D. Uji Coba Perangkat

1. Desain Uji Coba

Desain uji coba yang digunakan pada tahap pengembangan (devepment) ini
adalah desain Single One-Shot Case Study (Studi Kasus Satu Tembakan) dengan
terbatas yaitu suatu pendekatan dengan menggunakan 2 kali pengumpulan data.
Adapun gambar desain uji coba tersebut, yaitu sebagai berikut :

Gambar 4 desain single one-shout case study

Berdasarkan gambar 4, sesuai dengan pendapat Sugiyono (2015:498)


bahwa, X merupakan perlakuan selama proses pembelajaran, yaitu dengan
memberikan perangkat LKPD berbasis Learning Cycle. Sedangkan O merupakan
hasil yang dapat diketahui setelah mendapatkan hasil uji coba. Hasil uji coba
tersebut dapat mendeskripsikan respon peserta didik dan pendidik terhadap LKPD
yang dikembangkan.

2. Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada peserta didik SMA Negeri 1 Alas Barat tahun
ajaran 2018/2019. Subjek penelitian, yaitu peserta didik yang mengikuti mata
pelajaran fisika tentang hukum newton. Implementasi hanya dilakukan kepada
kelas kecil sebanyak 6 peserta didik. Commented [j1]: Tambahkan populasi

3. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data agar penelitian dapat tersusun secara sistematis. Hal ini sejalan
dengan pendapat Sugiyono (2015:156) bahwa instrumen penelitian merupakan alat
ukur seperti tes, kuesioner, pedoman wawancara dan pedoman observasi yang
digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Hal tersebut
peneliti perlu menerapkan beberapa instrumen yang akan digunakan dalam
mengumpukan data. Adapun instrumen yang telah ditetapkan oleh peneliti sebagai
berikut :

a. Lembar validasi

Instrumen ini digunakan untuk menilai data hasil observasi dari validator
tentang draft 1 yang telah disusun, serta menjadi acuan atau pedoman dalam
merevisi perangkat pembelajaran. Tujuannya untuk mendapatkan kelayakan
perangkat LKPD.

b. Lembar angket respon pendidik

Instrumen ini digunakan untuk memperoleh data respon pendidik mengenai


LKPD, sebelum LKPD tersebut diperlihatkan kepada peserta didik. Sehingga,
pendidik dapat memberikan masukan terhadap LKPD yang dikembangkan.
Tujuannya untuk mendapatkan kepraktisan perangkat LKPD.

c. Lembar angket respon peserta didik

Instrumen ini digunakan untuk mendapatkan respon peserta didik mengenai


LKPD fisika yang dikembangkan. Tujuannya untuk mendapatkan kepraktisan
perangkat LKPD.

4. Teknik Pengumpulan data

Pada penelitian ini perlu adanya metode atau teknik yang akan digunakan
oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yaitu sebagai berikut :

a. Kuesioner (Angket)

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu


berupa kuesioner (angket). Kuesioner (angket) merupakan teknik mengumpulkan
data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk menjawabnya (Sugiyono, 2015:142). Angket
tersebut digunakan untuk memperoleh respon baik dari peserta didik maupun
pendidik tentang LKPD yang dikembangkan.
b. Teknik Validasi

Teknik validasi digunakan untuk mendapatkan penilaian dari para ahli


dalam LKPD yang dikembangkan berdasarkan kevalidan dan kepraktisan. Data
validasi didapatkan dari lembar validasi yang diberikan kepada validator. Hasil
validasi ini akan menjadi bahan pertimbangan revisi LKPD yang dikembangkan.

5. Teknik Analisis Data

Data yang telah diperoleh dari penelitian ini, akan dianalisis untuk
digunakan sebagai bahan revisi LKPD yang dikembangkan, sehingga peneliti dapat
memperoleh LKPD yang valid dan praktis. Adapun teknik analisis sebagai berikut
:
a. Analisis validitas

Analisis validitas data LKPD dapat dilakukan dengan menganalisis rata-rata


nilai dari validator dan mengkategorikan nilai yang diberikan oleh validator.
Adapun cara menganalisis data menurut Widiyanto (2013:40) sebagai berikut :
i. Analisis rata-rata nilai dari validator
∑ 𝑋𝑖
𝑋̅ =
𝑛
Keterangan :
𝑋̅ = rata-rata nilai
𝑋𝑖 = nilai validator
𝑛 = jumlah data

ii. Analisis kategori kevalidan

Tabel 1 Kategori Kevalidan


Skor Kategori
10 Sangat Valid
9 Valid dengan Revisi
8 Valid
7 Cukup Valid
6 Cukup Valid dengan Revisi
5 Cukup Valid
4 Kurang Valid dengan Revisi
3 Kurang Valid
2 Tidak Valid dengan Revisi
1 Tidak Valid

b. Analisis kepraktisan

Analisis uji responden dapat dilakukan dengan menganalisis rata-rata nilai


dari pendidik dan peserta didik, kemudian mengkategorikan nilai yang diberikan
oleh pendidik dan peserta didik. Adapun cara menganalisis data menurut Widiyanto
(2013:40) sebagai berikut :

i. Analisis rata-rata nilai dari uji responden


∑ 𝑋𝑖
𝑋̅ =
𝑛
Keterangan :
𝑋̅ = rata-rata nilai
𝑋𝑖 = nilai validator
𝑛 = jumlah data

ii. Analisis kategori kepraktisan

Tabel 2 Kategori Kepraktisan


Skor Kategori
5 Sangat Praktis
4 Praktis
3 Cukup Praktis
2 Kurang Praktis
1 Tidak Praktis
Daftar Pustaka

Abdurrahman. 2015. Pendidik Sains Sebagai Inovator: Merancang pembelajaran


sains inovatif berbasis riset. Yogyakarta: Media Akademi.

Abruscato, J. 1996. Teaching Children Science: A Discovery Approach. Unite


State of America: Allyn and Bacon.

Aktamis, H., dan Ergin, O. 2008. The Effect on Scientific Process Skills Education
on Students’ Scientific Creativity, Science Attitudes and Academic
Achievements. Asia-Pacific Forum on Science Learning and Teaching. (9) :
1-21.
Amrita, P.D. (2016). Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa
Melalui Model Pengajaran Langsung Pada Pembelajaran Fisika di Kelas X MS
4 SMA Negeri 2 Banjarmasin. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika., 4 (3).
Oktober 2016. 304-316
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
PT.Rineka Cipta.

Arsyad, A. 2012. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Atay, D.P, dan Tekkaya, C. 2008. Promoting Student’s Learning in Genetics with
the Learning Cycle. The Journal of Experimental Education. 76 (3): 259-
280.

Ates, S. 2005. The effectiveness of the learning-cycle method on teaching DC


circuits to prospective female and male science teachers. Research in Science
and Technological Education. (23): 213-227.

Balci, S., Cakroglu dan Tekkaya C. 2006. Engagement, exploration, explanation,


extension, and evaluation (5E) learning cycle and conceptual change text as
learning tools. Biochemistry and Molecular Biology Education, 34(3): 199-
203.106

Bektiarso, S. 2000. Pentingnya Konsepsi Awal Dalam Pembelajaran Fisika. Jurnal


Saintifika. 1. (1): 11-20.

Blank, L. M. 1999. A metacognitive learning cycle: A better warranty for student


understanding?. Science Education. (2): 486-506.
Brookhart, S. M. 2010. How to Assess Higher-Order Thinking Skills in your
Classroom. Virginia: Association for Supervision and Curriculum
Development.

Browne, N., dan Keeley, S.M. 2011. Asking the Right Questions: A Guide to
Critical Thinking. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Bybee, R. W., Taylor, J. A., Gardner, A., Scotter, P. V., Powell, J. C., Westbrook,
A., dan Landes, N. 2006. The BSCS 5E instructional model: Origins,
effectiveness, and applications. [Online] (http://www.bscs.org/pdf/
bscs5eexecsummary.pdf).Retrieved 3 June, 2015.

Calik, M., dan Mehmet, A. K. 2008. Using different conceptual change methods
embedded within the 5E Model: A sample teaching for heat and temperature.
J. Phys. Tchr. Educ. Online, 5(1), 3-7.

Carin, A.A., dan Sund, R.B. 1989. Teaching Science Through Discovery.
Sydney: Merril Publishing Company.

Clifford, J. S., Boufal, M. M., dan Kurtz, J. E. 2004. Personality Traits and
Critical Thinking Skills in College Students Empirical Tests of a Two-Factor
Theory. Assessment. 11(2): 169-176.

Colburn, A., dan Clough, M. 1997. Implementing the learning cycle. The Science
Teacher, 64(5), 30-33.

Collete, A.T. dan Chiappetta, E.L. 1995. Science Instruction in the Middle and
Secondary School. New York: Macmillan Publishing Company.

Crenshaw, P., Hal, E., dan Sallie, L. 2011. Producing Intellectual Labor in the
Classroom: The Utilization of a Critical Thinking Model to Help Students
Take Command of Their Thinking. Journal of College Teaching and
Learning. (8): 13.

Darmodjo, H dan Kaligis, J. 1993. Pendidikan IPA II. Jakarta: Dirjen Dikti.
Depdiknas. 2005. Pedoman Penyusunan LKS SMA. Jakarta: Depdiknas.
107
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan LKPD. Jakarta: Depdiknas.

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Devi, P. K., Renny Sofiraeni, dan Khairuddin. 2009. Pengembangan
Perangkat Pembelajaran untuk Pendidik SMP. Jakarta: PPPPTK IPA.

Eisenkraft. 2003. Expanding the 5E Model: a Proposed 7E Model Emphasizes “


Tranfer of learning”and the importance of Eliciting Prior Understanding.
Journal the Science Teacher. (70): 58-59.

Ennis, R. H. 1996. Critical Thinking. New Jersey: Prentice-Hall.

Facione. 1990. Critical Thinking: A Statement of Expert Consensus for Purposes


of Educational Assessment and Instruction. California: Santa Clara
University. (ERIC Document Reproduction Service).

Gall, M.D, Gall, J.P, dan Borg W.R. 2003. Educational Research, An Introduction
(7th cd). USA: Pearson Education, Inc.

Garrison. D. R., Anderson, T., dan Archer,W. 2001. Critical Thinking and
Computer Conferencing: A Model and Tool to Assess Cognitive Presence.
[Online](http://communityofinquiry.com/sites/communityofinquiry.com/files
/ CogPres_Final.pdf). Diakses Desember 2017.

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika edisi kelima jilid I . Jakarta: Erlangga.

Hanuscin, D.L. dan Lee, M.H. 2007. ”Using a Learning Cycle Approach to
Teaching the Learning Cycle to Preservice Elementary Teachers”. Paper
presented at the 2007 annual meeting of the Association for Science Teacher
Education, Clearwater, FL.

Hartono. 2013. “Learning Cycle 7E Model to Increase Student’s Critical Thinking


on Science“. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, Vol. 9, hlm 58-66.
IPCC. 2007. Climate Change 2007. [Online]
(http://www.ipcc.ch/ipccreports/ar4-syr.htm,hal96-121). Diakses Desember
2017.
Kulsum, U dan Hindarto, N. 2011. Penerapan Model Learning Cycle Pada Sub
Pokok Bahasan Kalor Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar
Peserta didik Kelas VII SMP. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. 7 (2011):
128-
133.

Kusmana. 2008. Pembelajaran Inkuiri Dengan Menggunakan ”Media Analisis


Ruang” Pada Pokok Bahasan Vektor. Program Studi Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Alam. Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang.
Lorsbach dan Walbert. 2012. The Learning Cycle as a Tool for Planning
Science Instruction. [Online]
(http://www.dese.mo.gov/divimprove/curriculum/science/LearningCyclePlan
Inst11.05.pdf). Diakses Desember 2017.

Martin,R., Sexton, C., Franklin, T., dan Gerlovich, J. 2005. Teaching Science for
all Children Inquiry: Inquiry Methods for Constructing Understanding- 3th
edition. USA: Pearson Education.

Matthews, H. D., dan Solomon S. 2013. Irreversible does not mean unavoidable.
Science. 340 438–9.

Matthews, H.D., Tanya, L.G, Serge. K.,Cassandr, L., Donny, S., dan Trevor J
Smith. 2014. National contributions to observed global warming.
Environmental Research Letters. 014010.

Nur, M. (2011). Model Pengajaran Langsung. Surabaya: PSMS Unesa.