Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH BIOTEKNOLOGI

“BAL DALAM BIOTEKNOLOGI”

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 12

1. NURWAHIDA M.PIDE (G701 17 106)


2. ABDUL JALIL KHUSAINY (G701 17 040)
3. ARIF RAHMAN (G701 17 194)

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan

kemudahan bagi kami sebagai penyusun untuk dapat menyelesaikan tugas ini

tepat pada waktunya. Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah

“Bioteknologi”, yang mana dengan tugas ini kami sebagai mahasiswa dapat

mengetahui lebih jauh dari materi yang diberikan dosen pengampu. Makalah yang

berjudul tentang “BAL dalamBioteknologi”. Mengenai penjelasan lebih lanjut kami

memaparkannya dalam bagian pembahasan makalah ini.Dengan harapan makalah

ini dapat bermanfaat, maka kami sebagai penulis mengucapakan terima kasih

kepada semua pihak yan telah membantu menyelesaikan makalah ini.Akhir kata

kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam

penyelesaian makalah ini. Saran dan kritik yang membangun dengan terbuka kami

terima untuk meningkatkan kualitas makalah ini.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................

DAFTAR ISI .................................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ..................................................................................

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Pengertian BAL ...............................................................................

2.2 Sejarah BAL.....................................................................................

2.3 Isolasi BAL ......................................................................................

2.4 ProduksiBAL ...................................................................................

2.5PemanfaatanBALdalamBioteknologi ................................................

BAB III PENUTUP

III.1 KESIMPULAN .............................................................................

III.2 SARAN .........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................


BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Nama bakteri berasal dari bahasa Yunani dari kata bacterion yang berarti

batang kecil.Bakteri merupakan mikroorgansime yang bersel satu

prokariotik yang hidup bebas dan dapat ditemukan dibeberapa lingkungan

seperti udara, tanah, debu, air serta hidup di dalam tubuh tumbuhan,

hewan, atau manusia.Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen

penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat

memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.BAL atau

biasa disebut Bakteri Asam Laktat merupakan istilah umum untuk

menyebut bakteri yang memfermentasi laktosa dan menghasilkan asam

laktat sebagai produk utamanya. Kelompok dari BAL (Bakteri Asam

Laktat) ini mampu bekerja sebagai antagonis (Feliatra, DEA 2018).

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksuddenganBAL itusendiridansejarahdari BAL?

2. Bagaimanacaramengisolasidanmemproduksi BAL?

3. Bagaimanapemanfaatan BALdalambidangbioteknologi?

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 PengertianBAL
Bakteri asam laktat merupakan jenis baketri yang mampu menghasilkan

asam laktat, hydrogen peroksida, antimikroba dan hasil metabolisme lain

yang memberikan pengaruh positif bagi tubuh. Bakteri asam laktat

diisolasi umtuk menghasilkan antimikroba yang dapat digunakan sebagai

probiotik. Manfaat bagi kesehatan yang berkaitan dengan bakteri asam

laktat, diantaranya memperbaiki daya cerna laktosa, mengendalikan

bakteri patogen dalam saluran cerna penurunan serum kolesterol,

menghambat tumor, antimutagenik, dan antikarsionogenik, menstimulir

system imun, pencegahan sembelit, produksi vitamin B, produksi

bakteriosin dan inaktivasi berbagai senyawa beracun (bachrudin, et

all,.2000).

II.2 Sejarah BAL


Bakteri Asam Laktat (BAL) pertama kali ditemukan oleh Pasteur, seorang

Profesor Kimia di Universitas of Lille pada tahun 1878. Saat itu

dilaporkan bahwa pada susu yang sudah tengik dan pada saluran

pencernaan manusia dan hewan ditemukan isolat BAL. Pada tahun 1889

seorang peneliti asal Perancis di laboratorium Prof. Pasteur yang bernama

Tissier, menemukan bakteri Bifidobacteriumadalah bakteri yang

mendominasi saluran usus pada bayi yang meminum ASI (Air Susu Ibu).

Kemudian pada tahun 1900 setelah ditemukannya isolat BAL yang berasal

dari ASI oleh Tessier, Moro seorang peneliti dari Universitas Graz di
Austria menemukan berbagai jenis bakteri pada bayi yang meminum susu

botol/ susu formula (Surono, 2004).

Bakteri tersebut diberi Nama Bacillus acidophilus(acido: asam; philus:

suka), saat ini dikenal sebagai bakteri Lactobacillus acidophilus. Dengan

ditemukannya beberapa spesies BAL dan potensi BAL bagi manusia,

maka sejak tahun 1908 perhatian mengenai peranan BAL bagi kesehatan

manusia mulai dilakukan. Pada masa itu seorang ahli mikrobiologi dari

Institut Pasteur di Perancis bernama Eli Metchnikoff menyarankan kepada

masyarakat untuk mengkonsumsi susu fermentasi jika ingin panjang umur.

Pada saat itu belum ada penjelasan mengenai keterkaitan antara mikroflora

usus dan pengaruhnya terhadap kesehatan manusia.Setelah hampir satu

abad kemudian pemahaman tentang hubungan antara mikroflora usus dan

kesehatan manusia baru ditemukan bahwa bayi yang minum ASI tubuhnya

akan lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan dengan bayi yang minum

susu formula, hal tersebut diyakini oleh masyarakat karena ASI

mengandung kolostrum yang bertanggung jawab terhadap populasi

mikroflora dalam usus bayi (Surono, 2004). Produk olahan fermentasi

susu saat ini sangat populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat untuk

menjaga kesehatan pencernaan. Produk olahan fermentasi susu yang telah

beredar di masyarakat yaitu: yoghurt, minuman probiotik, keju, kefir dll.

Masyarakattradisional di Indonesiamemiliki beragam jenisproduk

fermentasi yang telah teruji pada beberapa penelitian bahwa produk

tersebut mengandung BAL, seperti: “Diperoleh 11 isolat bakteri asam


laktat (BAL) dari fermentasi petis daging tradisional” (Pramono et al,

2008); “Jenis bakteri asam laktat hasil isolasi dari makanan tradisional

growol didominasi oleh Lactobacillus plantarumdan Lactobacillus

rhamnosusberdasarkan identifikasi menggunakan kit API 50 CHL” (Putri

et al, 2012); “Isolat BAL asal sawi asin dapat dikatakan sebagai BAL yang

memiliki kemampuan probiotik dan bermanfaat bagi kesehatan” (Halim,

2013); “Didapatkan 9 isolat BAL dari identifikasi awal BAL yang berasal

dari makanan tradisional Jruek Driek, Aceh” (Yulvizar, 2015).

II.3 Isolasi BAL

A. Isolasi Bakteri AsamLaktat

BAL diperoleh dengan cara mengisolasi dari berbagai sumber, yaitu kobis

busuk, asinan sawi, sawi busuk, kacang panjang busuk, selada busuk,

tomat bu-suk, limbah tahu, feses bayi, feses sapi, susu terkontaminasi,

susu kedelai, pisang busuk, pepaya busuk, nanas busuk, dan sirsak busuk.

Lima gram sampel ditambahkan ke dalam 45 ml akuades steril, diblender

(merupakan pengenceran 10-1). Dilakukan pengenceran berseri hingga

pengencer-an sampai 10-7. Dari pengenceran 10-6 dan 10-7 diisolasi

menggunakan media MRS agar dalam petri dengan metode sebaran

(spread plate) secara duplo. Kultur ter-sebut diinkubasi pada suhu 30℃

selama 48 jam. Kultur dimurnikan pada media MRS agar dan diinkubasi

pada suhu 30℃ selama 48 jam. Kultur murni disimpan pada media MRS

agar miring, pada suhu (4-10).


II.3 Produksi BAL

Fermentasiasam laktat terbagi menjadi dua jenis, yaitu homofermentatif

(sebagian besar hasil akhir merupakan asam laktat) dan heterofermentatif

(hasil akhir berupa asam laktat, asam asetat, etanol dan CO2).Secara garis

besar, keduanya memiliki kesamaan dalam mekanisme pembentukan asam

laktat, yaitu piruvat akan diubah menjadi laktat (atau asam laktat) dan

diikuti dengan proses transfer elektron dari NADH menjadi NAD+. Pola

fermentasi ini dapat dibedakan dengan mengetahui keberadaan enzim-

enzim yang berperan di dalam jalur metabolisme glikolisis.

Pada heterofermentatif, tidak ada aldolase dan heksosa isomerase tetapi

menggunakan enzim fosfoketolase dan menghasilkan CO2. Metabolisme

heterofermentatif dengan menggunakan heksosa (golongan karbohidrat

yang terdiri dari 6 atom karbon) akan melalui jalur heksosa monofosfat

atau pentosa fosfat. Sedangkan homofermentatif melibatkan aldolase dan

heksosa aldolase namun tidak memiliki fosfoketolase serta hanya sedikit

atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan CO2. Jalur metabolisme dari

yang digunakan pada homofermentatif adalah lintasan Embden-Meyerhof-


Parnas. Beberapa contoh genus bakteri yang merupakan bakteri

homofermentatif adalah Streptococcus.

Produk olahan kedelai diantaranya tahu dan tempe merupakan pangan

fermentasi. Berdasarkan produk akhir yang dihasilkan maka tahu dan

tempe termasuk pangan fermentasi asam laktat. Sampai saat ini dalam

proses pembuatan tahutanpa melalui proses fermentasi dan masih

menggunakan cara konvensional yaitu dalam pembuatan tahu

menggunakan penambahan asam cuka sebagai agensia koagulan.

Sedangkan dalam pembuatan tempe melalui proses fermentasi

menggunakan jamur Rhyzopus sp sehingga dihasilkan bentuk kompak.


II.4 Pemanfaatan BAL dalam bidang bioteknologi

BAL dimanfaatkan sebagai probiotik alami bagi tubuh, kemampuan

probiotik yang dihasilkan sangat menguntungkan bagi sistem pencernaan

manusia dan hewan.Penggunaan BAL sebagai pengawet alami dengan

metode biopreservatif telah banyak dikembangkan dengan menggunakan

BAL secara langsung atau menggunakan metabolitnya sebagai agen

antimikroba (Ibrahim et al, 2015).Asam laktat yang di produksi oleh BAL

dapat menurunkan pH lingkungan, karena pH yang rendah dapat

menghambat kontaminasi mikroba pembusuk dan juga membunuh

mikroba patogen terutama yang ada didalam tubuh.

Selain itu asam organik yang diproduksi BAL dapat menambah cita rasa

dan aroma pada makanan dan pada waktu yang sama pertumbuhan bakteri

yang merugikan dapat dicegah. BAL bermanfaat untuk merangsang sistem

kekebalan dan resistensi terhadap infeksi dan kanker (Lawalata et al,

2010). Salah satu metabolit aktif yang diihasilkan oleh BAL sebagai

antimikroba yaitu bakteriosin yang merupakan suatu senyawa peptida.

Dilaporkan bahwa bakteriosin memegang peranan paling penting dalam

menanggulangi infeksi akibat mikroorganisme (Ibrahim et al, 2015).Saat

ini sudah banyak industri pangan terutama untuk produk yang berasal dari

fermentasi susu (dairy product) yang telah memanfaatkan BAL sebagai

stater kultur. Selain sebagai starter kultur, bakteri asam laktat juga

memiliki manfaat dalam industri farmasi, kosmetik, dan makanan.


BAB III

PENUTUP

III.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dari makalah ini, maka dapat diperoleh

kesimpulan sebagai berikut :

1. Bakteri asam laktat merupakan jenis baketri yang mampu


menghasilkan asam laktat, hydrogen peroksida, antimikroba dan hasil

metabolisme lain yang memberikan pengaruh positif bagi tubuh.

2. BAL diperoleh dengan cara mengisolasi dari berbagai sumber, yaitu


kobis busuk, asinan sawi, sawi busuk, kacang panjang busuk, selada

busuk, tomat bu-suk, limbah tahu, feses bayi, feses sapi, susu

terkontaminasi, susu kedelai, pisang busuk, pepaya busuk, nanas

busuk, dan sirsak busuk.

3. Produksi bal Produk olahan kedelai diantaranya tahu dan tempe


merupakan pangan fermentasi. Berdasarkan produk akhir yang

dihasilkan maka tahu dan tempe termasuk pangan fermentasi asam

laktat.

4. BAL dimanfaatkan sebagai probiotik alami bagi tubuh, kemampuan


probiotik yang dihasilkan sangat menguntungkan bagi sistem

pencernaan manusia dan hewan.Penggunaan BAL sebagai pengawet

alami dengan metode biopreservatif telah banyak dikembangkan

dengan menggunakan BAL secara langsung atau menggunakan

metabolitnya sebagai agen antimikroba.


III.2 Saran

Adapun saran penulis kepada pembaca agar pembaca dapat mengetahui

dan memahami tentang mengaplikasikan bioteknologi didalam kehidupan

sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA

Guessas, Bettache dan Kihal Mebrouk. 2004. Characterization of Lactic Acid

Bacteria Isolated from Algerian Arid Zone Raw Goats' Milk. African Journal

of Biotechnology3(6): 339-342

Halim, Christine Natalia dan Elok Zubaidah. 2013. Studi Kemampuan Probiotik

Isolat Bakteri Asam Laktat Penghasil Eksopolisakarida Tinggi Asal Sawi

Asin (Brassica juncea). Jurnal Pangan dan Agroindustri1(1): 129-137

Feliatra, DEA, 2018. Probiotik: Suatu Tinjauan Keilmuan Baru bagi Pakan Budi

Daya Perikanan. Jakarta. Kencana

Hadioetomo, R.S. 1985. Mikrobilogi pangan dalam praktek teknik dan prosedur

dasar laboratorium. Gramedia, Jakarta.

Lay, B.W. 1994. Analisis mikrobiologi di laboratorium. PT. Raja Grafindo

Persada, Jakarta.