Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peningkatan kesehatan ibu dan bayi adalah satu komitmen Departemen
Kesehatan melalui penerapan rencana pengurangan angka kematian dan kesakitan ibu
dan bayi. Meskipun ada kemajuan diantara indikator-indikator sosial ekonomi, namun
angka kematian ibu masih tinggi dengan perkiraan sekitar 334 kematian per 100.000
kelahiran yang hidup dan angka kematian bayi adalah 25/1000 kelahiran hidup
(www.who.or.id,2005). Indonesia di lingkungan ASEAN merupakan negara dengan
angka kematian ibu dan perinatal tertinggi dibandingkan dengan negara Singapura
yang angka kematiannya sekitar 16 orang (Arjoso, 2006). Oleh karena itu kematian
ibu dan anak merupakan masalah yang serius karena tingginya kematian ibu dan bayi
merupakan indikator dari berhasil atau tidaknya pelaksanaan “safe motherhood” atau
gerakan sayang ibu yang dilaksanakan di Indonesia sebagai salah satu rekomendasi
dari konferensi internasional di Kairo Mesir tahun 1994.
Setiap menit seorang ibu meninggal karena penyebab yang berkaitan dengan
kehamilan dan persalinan. Secara keseluruhan diperkirakan bahwa setiap tahunnya
sekitar 585.000 wanita meninggal akibat kehamilan dan persalinan, 99 % dari
kematian tersebut terjadi di negara berkembang (www.safemotherhood.org, 1999).
Diperkirakan 60-80 % kematian ibu disebabkan oleh trias klasik yaitu pendarahan 30-
35%, infeksi 20-25% dan gestosis (pre eklampsia-eklamsia) 15-17% (Manuaba,
1998). Selain itu, kematian ibu disebabkan oleh beberapa hal yang bisa diuraikan
menjadi penyebab langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung kematian ibu
adalah pendarahan, eklamsia, sepsis, aborsi tidak aman, persalinan macet, kehamilan
etopik, emboli dan komplikasi anastesi. Sedangkan penyebab tidak langsung
terjadinya kematian ibu adalah anemia kehamilan, malaria dan penyakit jantung
(Shane, 1999). Selain hal diatas, tingginya kematian ibu disebabkan oleh tiga
terlambat, yaitu keterlambatan mengenali bahaya dan memutuskan untuk mencari

1
2

bantuan rujukan, terlambat membawa ibu ke fasilitas rujukan dan terlambat dalam
memperoleh tindakan pertolongan di fasilitas rujukan.
Anemia pada kehamilan merupakan penyebab tidak langsung terjadinya
kematian pada ibu hamil, dan merupakan masalah nasional karena mencerminkan
nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar
terhadap kualitas sumber daya manusia (Manuaba, 1998). Anemia pada ibu hamil
disebut “Potential Danger To Mother And Child” atau potensial membahayakan ibu
dan anak, karena itulah anemia memerlukan perhatian yang serius dari semua pihak
yang terkait dalam pelayanan kesehatan. Menurut WHO kejadian anemia hamil
berkisar antara 20 % sampai 89 % dengan menetapkan Hb 11 gr % sebagai dasarnya
(Manuaba, 1998) Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukkan nilai yang
cukup tinggi. Simanjuntak seperti yang dikutip oleh Suprajitno(1998)
mengemukakan bahwa sekitar 70 % ibu hamil di Indonesia menderita anemia dengan
angka anemia kehamilan 3,8 % pada trimester I, 13,6 % trimester II dan 24,8 % pada
trimester III. Di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2002 jumlah ibu hamil dengan
anemia mencapai 43,60 % dari seluruh ibu hamil, dan sudah mengalami penurunan
dari angka 62,2 % pada tahun 1998 (Muchtar, 2006). Di kota Sukabumi, berdasarkan
laporan Dinas Kesehatan tahun 2005, jumlah ibu hamil di kota Sukabumi yang
menderita anemia pada trimester I sebanyak 36,1%, Trimester II 62% dan Trimester
III 68,3% dengan presentase keseluruhan adalah 55,5%.
Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian itu diantaranya: pertama
kurangnya masukan nutrisi, termasuk komponen yang berasal dari makanan seperti
protein, glukosa, lemak, vitamin B12, B6, asam folat, dan vitamin C, serta elemen
dasar seperti Fe, ion Cu dan Zink. Faktor kedua adalah berasal dari sumber
pembentukan darah atau sumsum tulang belakang. Faktor ketiga adalah perdarahan
kronik akibat gangguan menstruasi, penyakit yang menyebabkan perdarahan seperti
mioma uteri dan parasit dalam usus. Faktor keeempat adalah faktor yang
berhubungan dengan soso-ekonomi, diantaranya kemiskinan dan kekurangan gizi.
Angka anemia kehamilan bisa meningkat lebih tinggi, sebuah penelitian
menemukan bahwa rata-rata remaja di Indonesia khususnya remaja putri telah
3

mengalami anemia. Tentu saja pada saat mereka hamil, mereka akan semakin anemia.
Salah satu fungsi keluarga menurut Friedman(1998) adalah fungsi perawatan/
pemeliharaaan kesehatan. Munculnya masalah kesehatan pada anggota keluarga
menunjukkan adanya salah satu fungsi keluarga yang tidak berjalan yaitu fungsi
keluarga dalam perawatan/pemeliharaan kesehatan. Sehingga keluarga tidak mampu
mempertahankan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktifitas tinggi,
sebagaimana tujuan dari fungsi keluarga dalam perawatan/pemeliharaan kesehatan.
Peran perawat sebagai pelaksana adalah melaksanakan asuhan keperawatan
langsung pada klien (keluarga) dengan menggunakan proses keperawatan, sehingga
permasalahan kesehatan dalam keluarga teratasi. Keluarga dengan anemia pada
kehamilan merupakan keluarga risiko tinggi karena bisa mempengaruhi fungsi
keluarga yaitu peran ibu sebagai orang sakit dan peran ayah menggantikan peran ibu
dalam melaksanakan fungsi keluarga. Perawat sebagai pelaksana harus bisa
melaksanakan asuhan keperawatan, sehingga diperoleh tingkat kesejahteraan
keluarga setinggi-tingginya dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh
perawat dan keluarga itu sendiri. Berdasarkan kriteria diatas, penulis tertarik untuk
melaksanakan asuhan keperawatan dan menuangkannya dalam bentuk Karya Tulis
dengan judul “ ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK I DENGAN
ANEMIA KEHAMILAN PADA NYONYA E DI KAMPUNG RAWA BUNGUR RT
03 RW 06 DESA SINDANG SARI KELURAHAN LEMBURSITU KOTA
SUKABUMI ”.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Setelah penyusunan karya tulis ini, penulis mampu melaksanakan asuhan
keperawatan keluarga dengan anemia pada kehamilan secara komprehensif yang
meliputi aspek biologis, psikologis, sosial, spiritual dan kultural dengan
pendekatan proses keperawatan.
4

2. Tujuan Khusus
Setelah melaksanakan asuhan keperawatan pada keluarga keluarga dengan
anggota keluarga yang mengalami anemia pada ibu hamil, penulis dapat :
a. Melaksanakan pengkajian dan merumuskan diagnosa keperawatan pada
keluarga Bapak I dengan Anemia Kehamilan Pada Nyonya E Di Kampung
Rawa Bungur Rt 03 Rw 06 Desa Sindang Sari Kelurahan Lembursitu
Kota Sukabumi.
b. Menyusun rencana keperawatan pada keluarga Bapak I dengan Anemia
Kehamilan Pada Nyonya E Di Kampung Rawa Bungur Rt 03 Rw 06 Desa
Sindang Sari Kelurahan Lembursitu Kota Sukabumi.
c. Melaksanakan tindakan keperawatan pada keluarga Bapak I dengan
Anemia Kehamilan Pada Nyonya E Di Kampung Rawa Bungur Rt 03 Rw
06 Desa Sindang Sari Kelurahan Lembursitu Kota Sukabumi.
d. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada keluarga Bapak I dengan
Anemia Kehamilan Pada Nyonya E Di Kampung Rawa Bungur Rt 03 Rw
06 Desa Sindang Sari Kelurahan Lembursitu Kota Sukabumi.
e. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada keluarga Bapak I dengan
Anemia Kehamilan Pada Nyonya E Di Kampung Rawa Bungur Rt 03 Rw
06 Desa Sindang Sari Kelurahan Lembursitu Kota Sukabumi.
f. Mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan praktek di lapangan.

C. Metode Penulisan dan Teknik Pengumpulan Data


1. Metode Telaahan
Metode yang digunakan oleh penulis dalam penyusunan karya tulis ini adalah
metode deskriptif, yaitu dengan menggambarkan masalah dalam bentuk studi
kasus.
2. Teknik Pengumpulan data
a. Wawancara
5

Yaitu salah satu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan


pertanyaan langsung kepada klien dan keluarga baik aspek fisik, mental,
sosial budaya, ekonomi, dan sebagainya.
b. Observasi
Yaitu mengumpulkan data dan fakta dengan cara pengamatan langsung
kepada suatu objek yang akan diteliti, dalam hal ini yaitu pengamatan
terhadap klien, keluarga dan lingkungannya (penerangan, kebersihan, ventilasi
dan jamban).
c. Pemeriksanan Fisik Secara Head To Toe
Yaitu melakukan pemeriksanan secara menyeluruh pada seluruh anggota
keluarga terutama pada anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan
dan keperawatan.
d. Studi Kepustakaan
Yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan cara
mengadakan seleksi dari bermacam-macam bahan dan melakukan telaahan
pada berbagai sumber buku yang relevan.
e. Studi Dokumentasi
Yaitu mengumpulkan data dan fakta yang diperoleh dari buku register
Puskesmas dan catatan medik di Puskesmas.

D. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan Karya Tulis ini, penulis menyusun dengan halaman depan
atau sampul, Halaman judul yang sama dengan sampul, Halaman pengesahan dan
persetujuan pembimbing, Abstrak yang merupakan gambaran secara global tentang
karya tulis. Kemudian selanjutnya kata pengantar, daftar isi yang berisi masalah atau
tofik yang dibahas serta petunjuk halaman. Selanjutnya daftar lampiran, gambar, tabel
yang sesuai dengan judul dan halaman, halaman motto dan lembar persembahan.
Dalam bagian inti Karya Tulis ini penulis menguraikan 4 BAB, yaitu sebagai
berikut :
6

BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis mengungkapkan hal yang mendorong dan
melatarbelakangi alasan mengambil kasus, tujuan dari penulisan yang
ingin dicapai baik secara umum maupun secara khusus. Metode
penulisan dan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis,
sistematika penulisan dan lingkup bahasan.
BAB II TINJAUAN TEORITIS
Menguraikan dan menjelaskan secara teoritis konsep dasar keluarga,
konsep keperawatan kesehatan keluarga, konsep teori kehamilan,
konsep anemia pada kehamilan dan proses keperawatan keluarga
dengan anemia kehamilan.
BAB III KASUS DAN PEMBAHASAN
Melaporkan dan menguraikan mengenai asuhan keperawatan keluarga
Bapak I dengan Anemia kehamilan trimester III pada Nyonya E Di
Kampung Rawa Bungur Rt 03 Rw 06 Desa Sindang Sari Kecamatan
Lembursitu Kota Sukabumi yang disajikan dengan pendekatan proses
keperawatan yaitu mulai dari pengkajian, perencanaan, tindakan
keperawatan dan evaluasi tindakan keperawatan yang telah
dilaksanakan. Pembahasan yang berisi ulasan naratif dari setiap tahap
dalam proses keperawatan yang dilakukan.
BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berisikan kesimpulan dari asuhan keperawatan yang telah
dilaksanakan yang disusun pada Karya Tulis ini serta rekomendasi
yang dirujukan kepada pihak yang bersangkutan dalam upaya
peningkatan kualitas asuhan keperawatan.
Pada bagian akhir Karya Tulis ini terdapat daftar pustaka yang berisi tentang
sumber-sumber buku yang digunakan oleh penulis sebagai referensi dan sumber yang
membantu dalam penyusunan karya tulis ini. Lampiran-lampiran satuan acara
penyuluhan yang telah dilakukan oleh penulis dan profil atau riwayat hidup penulis.
7

E. Lingkup Bahasan
Penyusunan Karya Tulis penulis membatasinya pada hasil asuhan
keperawatan keluarga Bapak I dengan Anemia Kehamilan Pada Nyonya E Di
Kampung Rawa Bungur Rt 03 Rw 06 Desa Sindang Sari Kelurahan Lembursitu Kota
Sukabumi yang dilaksanakan mulai tanggal 23 Mei sampai dengan tanggal 30 Mei
2006.