Anda di halaman 1dari 16

Percobaan Ke-2

I. Judul percobaan :Gerak Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Beraturan
II. Tanggal percobaan :7 September 2019
III. Tujuan percobaan :
1.Mampu menentukan kecepatan kereta dinamika pada gerak lurus beraturan
2.Mampu menjelaskan karakteristik gerak lurus beraturan berdasarkan besar besaran
3.Mampu memahami gerak lurus berubah beraturan
4.Mampu menentukan percepatan gerak benda

IV. Dasar teori

Sebuah benda dikatakan bergerak jika posisi benda tersebut mengalami perubahan
terhadap benda lain di sekelilingnya. Jadi gerak adalah perubahan kedudukan atau posisi
sebuah benda terhadap suatu titik acuan tertentu. Berdasarkan bentuk lintasannya gerak
dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Gerak lurus, yaitu gerak yang lintasannya berupa garis lurus.


2. Gerak lengkung, yaitu gerak yang lintasannya berupa garis lengkung/tidak
lurus.

Dalam praktikum ini lebih ditekankan pada gerak lurus. Jika ditinjau dari besar kecepatan
gerak setiap saat, gerak lurus dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Gerak Lurus Leraturan (GLB).


Gerak Lurus Beraturan (GLB) merupakan gerak lurus yang kecepatannya selalu
cepat.
2. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB).
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak lurus yang kecepatannya
berkurang secara teratur pada setiap saat.

Sedangkan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dipercepat, yaitu Gerak Lurus


Berubah Beraturan (GLBB) yang kecepatannya bertambah secara teratur
pada setiap saat.
2. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) diperlambat, yaitu Gerak Lurus
Berubah Beraturan (GLBB) yang kecepatannya berkurang secara teratur
pada setiap saat .

Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda tanpa memperhatikan arah.

Kecepatan sebuah benda merupakan besaran vektor yang menyatakan dua hal yaitu
berapa cepat gerakannya serta arah gerakannya. Jika sebuah benda bergerak menurut garis
lurus, kecepatan adalah laju perpindahan lintasan pada tiap satuan detik/jarak.
sedangkan kelajuannya adalah jarak yang ditempuh dalam selang waktu
tertentu. Perpindahan adalah panjang lintasan yang ditempuh benda beserta dengan arah
geraknya, sedangkan
𝒔
𝒗= 𝒕

Dimana : v = kecepatan (m/s)


s = jarak tempuh (m)
t = waktu tempuh (s)
Sebuah benda yang mempunyai kecepatan berubah-ubah dikatan dipercepat. Sebuah
benda dipercepat bila kecepatannya bertambah, berkurang atau arahnya berubah. Percepatan
sebuah benda adalah laju perubahan kecepatan. Bila kecepatan awal benda V0 dan setelah
interval waktu tertentu t kecepatannya v maka percepatannya adalah :
𝒂 = 𝒗𝒕− 𝒗𝟎
𝒕

Dimana : a = percepatan (m/s²)


Vt = kecepatan akhir (m/s)
V0 = kecepatan awal (m/s)
t = waktu (s) (dewi, 2011).
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda dalam lintasan garis lurus
dengan percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB adalah bahwa dari waktu ke-waktu
kecepatan benda berubah, semakin lama semakin cepat/lambat. Sehingga gerakan benda dari
waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan.
V. Alat dan bahan
Alat:
1.Mistar 1 buah
2.Rel presisi 2 buah
3.Penyambung rel 1 buah
4.Kaki rel 1 buah
5.Balok bertingkat 1 buah
6.Kereta dinamika 1 buah
7.Tumpakan berpenjepit 1 buah
8.Kereta dinamika bermotor 1 buah
9.Catu daya 1 buah
10.Pewaktu detik 1 buah
11.Pasak penumpu 1 buah

Bahan:
1.Pita ketik secukupnya
2.Beban bercelah dan penggantung beban 1
3.Lem kertas secukupnya
4.Kertas grafik(mm) secukupnya
5.Kabel penghubung secukupnya
VI. Langkah kerja

LANGKAH PERCOBAAN GLB

PersiapanPercobaan

1. Rangkaian alat,untuk mengimbangi gesekan yang terjadi anatara kereta dinamika dan
permukaan rel presisi,pasang salah satu ujung rel pada tingkat pertama pada balok
bertingkat.
2. Tahan kereta dinamika didekat pewaktu detik.
3. Pada saat catu daya masih dalam keadaan mati (OFF),hubungkan pewaktu ketik ke catu
daya,dan catu daya kesoket jala-jala listrik.
4. Potong pita ketik lebih kurang sepanjang 1 M dan pasang pada pewaktu ketik .Jepit salah
satu ujung pita ke penjepit yang ada pada kereta dinamika .Yakinkan bahwa pita ketik
lewat dibawah kertas karbon pada kereta dinamika.

Gerak kereta dinamika dengan kompensasi gaya gesekan

1. Hidupkan catu daya dan dorong kereta dinamika sedemikian rupa sehingga bergerak di
sepanjang rel presisi.
2. Kereta dinamika mendekati atau hampir mendekati ujung rel presisi,tahan kereta
dinamika menggunakan tangan (atau gunakan tumpakan berpenjepit).Perhatikan, kereta
dinamika jangan sampai jatuh keluar rel presisi.
3. Ambil pita ketik dari kereta dinamika,periksa titik ketikan yang diperoleh pada pita ketik
dan coba ambil kesimpulan mengenai gerak yang dilakukan kereta dinamika.
4. Periksa titik ketikan pada pemulaan gerak kereta dinamika.Jika terdapat titik – titik yang
bertindihan,abaikan titik-titiktersebut dan potong bagian tersebut .
5. Gunakan 5 ketik sebagai satuan waktu.Potong pita ketik secara berurutan dimulai dari
awal gerak kereta dinamika.
6. Tempel potongan pita ketik secara berurutan dari permulaan gerak sampai akhir gerak
kereta dinamika pada kertas manila untuk membuat kurva laju-waktu
LANGKAH PERCOBAAN GLBB

PersiapanPercobaan

1. Rangkaian alat
2. Pada catu daya masih dalam keadaan mati (OFF),hubungkan pewaktu ketik ke catu
daya,dan catu daya ke soket jala-jala listrik
3. Potong pita ketik lebih kurang sepanjang 1 m dan pasang pada pewaktu ketik. Jepit salah
satu ujung pita ke penjepit yang ada pada kereta dinamika. Yakinkan bahwa pita ketik
lewat di bawah kertas karbon pada kertas dinamika.

Langkah-langkahPercobaan

1. Hidupkan catu daya


2. Ketika kereta dinamika mendekati atau hampir mendekati ujung rel presisi,tahan kereta
dinamika menggunakan tangan (atau gunakan tumpakan berpenjepit). Perhatikan, kereta
dinamika jangan sampai jatuh keluar rel presisi.
3. Ambil pita ketik dari kereta dinamika,periksa titik ketikan yang diperoleh pada pita ketik
dan coba ambil kesimpulan mengenai gerak yang dilakukan oleh kereta dinamika
4. Periksa titik ketikan pada permulaan gerak trolley.jika terdapat titik-titik yang
bertindihan,abaikan titik-titik tersebut dan potong bagian tersebut.
5. Gunakan 5 ketik sebagai satuan waktu. Potong pita ketik secara berurutan dimulai dari
awal gerak kereta dinamika.
6. Tempel potongan pita ketik secara berurutan dari permulaan gerak sampai akhir gerak
kereta dinamika pada kertas manila untuk membuat kurva laju-waktu .
VII. Hasil pengamatan

VIII. Analisis data


Gerak Lurus Beraturan
1. Berdasarkan pengamatan,karakteristik gerak lurus beraturan memiliki laju-waktu benda
tetap atau konstan.

2. Data hasil percobaan

a) Waktu t(5-ketik)= 5 ×0,02 = 0,1 s

Jarak tempuh s (dalam 5 ketik) = 0,009 m =9 × 10−3

𝑠 9 × 10−3
𝑣= = = 9 × 10−2
𝑡 10−1
b) Perhitungan kecepatan

NO 𝑠(𝑚) 𝑡(𝑠) 𝑣(𝑚/𝑠)


1 1 0,1 1
9 × 10−3 ± 2 × 10−3 9 × 10−2 ± 2 × 10−3

2 1 0,1 1
7 × 10−3 ± 2 × 10−3 7 × 10−2 ± 2 × 10−3

3 1 0,1 1
10−2 ± 2 × 10−3 10−1 ± 2 × 10−3

4 1 0,1 1
10−2 ± 2 × 10−3 10−1 ± 2 × 10−3

5 1 0,1 1
6 × 10−3 ± 2 × 10−3 6 × 10−2 ± 2 × 10−3

6 1 0,1 1
7 × 10−3 ± 2 × 10−3 7 × 10−2 ± 2 × 10−3

7 1 0,1 1
10−2 ± 2 × 10−3 10−1 ± 2 × 10−3

8 1 0,1 1
7 × 10−3 ± 2 × 10−3 7 × 10−2 ± 2 × 10−3

9 1 0,1 1
10−2 ± 2 × 10−3 10−1 ± 2 × 10−3

10 1 0,1 1
10−2 ± 2 × 10−3 10−1 ± 2 × 10−3

11 1 0,1 1
9 × 10−3 ± 2 × 10−3 9 × 10−2 ± 2 × 10−3

12 1 0,1 1
8 × 10−3 ± 2 × 10−3 8 × 10−2 ± 2 × 10−3

13 1 0,1 1
8 × 10−3 ± 2 × 10−3 8 × 10−2 ± 2 × 10−3

14 1 0,1 1
7,5 × 10−3 ± 2 × 10−3 7,5 × 10−2 ± 2 × 10−3

15 1 0,1 1
7 × 10−3 ± 2 × 10−3 7 × 10−2 ± 2 × 10−3

16 1 0,1 1
5,9 × 10−3 ± 2 × 10−3 5,9 × 10−2 ± 2 × 10−3

17 1 0,1 1
6 × 10−3 ± 2 × 10−3 6 × 10−2 ± 2 × 10−3

18 1 0,1 1
5 × 10−3 ± 2 × 10−3 5 × 10−2 ± 2 × 10−3

19 1 0,1 1
7 × 10−3 ± 2 × 10−3 7 × 10−2 ± 2 × 10−3

20 1 0,1 1
7 × 10−3 ± 2 × 10−3 7 × 10−2 ± 2 × 10−3

21 1 0,1 1
7 × 10−3 ± 2 × 10−3 7 × 10−2 ± 2 × 10−3
22 1 0,1 1
8 × 10−3 ± 2 × 10−3 8× 10−2 ± 2 × 10−3

23 1 0,1 1
7,5 × 10−3 ± 2 × 10−3 7,5 × 10−2 ± 2 × 10−3

24 1 0,1 1
7 × 10−3 ± 2 × 10−3 7 × 10−2 ± 2 × 10−3

25 1 0,1 1
6 × 10−3 ± 2 × 10−3 6 × 10−2 ± 2 × 10−3

26 1 0,1 1
6 × 10−3 ± 2 × 10−3 6 × 10−2 ± 2 × 10−3

27 1 0,1 1
9,9 × 10−3 ± 2 × 10−3 9,9 × 10−2 ± 2 × 10−3

28 1 0,1 1
10−2 ± 2 × 10−3 10−1 ± 2 × 10−3

c) Rata-rata kecepatan
∑𝑣𝑛
∑𝑣𝑛= 𝑛

−2 )+6(10−1 )+4(6 × 10−2 )+3(8 × 10−2 )


2 (9 × 10−2)+8(7 × 10 +2(7,5 × 10−2 )+5,9 × 10−2 +5 × 10−2 +9,9 × 10−2
= 28

2,138
= =0,0763571429=763571429 × 10−10 m/s
28

d) Ketidakpastian pengukuran
1
∆𝑣 = 2 × NST
1
=2 × 10−3 m

e) Perhitungan kecepatan
(v ± ∆v)
1
(763571429 × 10−10 ± 2 × 10−3 ) m/s

f) Kesalahan relatifnya
∆𝑣
𝐾𝑅 = × 100%
𝑣
5 × 10−4
=763571429 × 10−10 = 0,0065481759 % = 654 817 59 × 10−10 %

TP=100 % - 0,0065481759 % = 99,34518241 %


g) Makna fisis dari hasil perhitungan kecepatan
Perhitungan kecepatan yang didapatkan dengan menjumlahkan setiap
∑𝑣𝑛
kecepatan benda per 0,1 s yang bisa di aplikasikan dalam rumus ∑𝑣𝑛= .Dapat
𝑛

kita ketahui rata-rata dari kecepatan benda yang praktikan amati.Hasil


pengamatan dari kecepatan tersebut dapat kita lihat nilainya dengan
1
HP=(763571429 × 10−10 ± 2 × 10−3 ) m/s.

Gerak Lurus Berubah Beraturan

1. Berdasarkan pengamatan,karakteristik Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dibagi


menjadi dua, yaitu :Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dipercepat, yaitu Gerak
Lurus Berubah Beraturan (GLBB) yang kecepatannya bertambah secara teratur pada
setiap saat.Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) diperlambat, yaitu Gerak Lurus
Berubah Beraturan (GLBB) yang kecepatannya berkurang secara teratur pada setiap saat..

2. Data hasil percobaan

a) Waktu t(5-ketik)= 5 ×0,02 = 0,1 s

Jarak tempuh s (dalam 5 ketik) = 1,1 cm =0,011 m=11 × 10−3 m

𝑠 11 × 10−3
𝑣1 = = = 11 × 10−2 m/s
𝑡 10−1

14 ×10−3
𝑣2=𝑠 = = 14 × 10−2 m/s
𝑡 10−1

𝑣2− 𝑣1 14 × 10−2 − 11 × 10−2 0,03


𝑎= = = = 0,3 𝑚/𝑠 2
𝑡 0,1 0,1

b) Perhitungan kecepatan
NO 𝑠(𝑚) 𝑡(𝑠) 𝑣( 𝑚⁄𝑠 ) 𝑎(𝑚⁄𝑠 2)
1 1 0,1 1 1
11 ×10−3± 2 × 10−3 11 ×10−2± 2 × 10−3 11 ×10−2± 2 × 10−3

2 1 0,1 1 1
14 ×10−3± 2 × 10−3 14 ×10−2± 2 × 10−3 3 ×10−1 ± 2 × 10−3

3 1 0,1 1 1
17 ×10−3± 2 × 10−3 17 ×10−2± 2 × 10−3 3 ×10−1± 2 × 10−3

4 1 0,1 1 1
14 ×10−3± 2 × 10−3 14 ×10−2± 2 × 10−3 -3 ×10−1 ± 2 × 10−3

5 1 0,1 1 1
16 ×10−3± 2 × 10−3 16 ×10−2± 2 × 10−3 2 ×10−1± 2 × 10−3

6 1 0,1 1 1
19 ×10−3± 2 × 10−3 19 ×10−2± 2 × 10−3 3 ×10−1 ± . 10−3
2

7 1 0,1 1 1
19 ×10−3± 2 × 10−3 19 ×10−2± 2 × 10−3 0± 2 × 10−3

8 1 0,1 1 1
2 ×10−2± 2 × 10−3 2 ×10−1± 2 × 10−3 10−1± 2 × 10−3

9 1 0,1 1 1
2 ×10−2± 2 × 10−3 2 ×10−1± 2 × 10−3 0± 2 × 10−3

10 1 0,1 1 1
23 ×10−3± 2 × 10−3 23 ×10−2± 2 × 10−3 3 ×10−1 ± . 10−3
2

11 1 0,1 1 1
21 ×10−3± 2 × 10−3 21 ×10−2± 2 × 10−3 -2 ×10−1 ± 2 × 10−3

12 1 0,1 1 1
22 ×10−3± 2 × 10−3 22 ×10−2± 2 × 10−3 10−1± 2 × 10−3

13 1 0,1 1 1
2 ×10−2± 2 × 10−3 2 ×10−1± 2 × 10−3 -2 ×10−1 ± 2 × 10−3

14 1 0,1 1 1
22 ×10−3± 2 × 10−3 22 ×10−2± 2 × 10−3 2 ×10−1± 2 × 10−3

15 1 0,1 1 1
23 ×10−3± 2 × 10−3 22 ×10−2± 2 × 10−3 0± 2 × 10−3

16 1 0,1 1 1
24 ×10−3± 2 × 10−3 24 ×10−2± 2 × 10−3 2 ×10−1± 2 × 10−3

17 1 0,1 1 1
27 ×10−3± 2 × 10−3 27 ×10−2± 2 × 10−3 3 ×10−1± 2 × 10−3

18 1 0,1 1 1
26 ×10−3± × 10−3 26 ×10−2± × 10−3 −10−1 ± × 10−3
2 2 2

19 1 0,1 1 1
28 ×10−3± 2 × 10−3 28 ×10−2± 2 × 10−3 2 ×10−1± 2 × 10−3

20 1 0,1 1 1
28 ×10−3± 2 × 10−3 28×10−2± 2 × 10−3 0± 2 × 10−3

21 1 0,1 1 1
3 ×10−2± 2 × 10−3 3 ×10−1± 2 × 10−3 2 ×10−1± 2 × 10−3

22 1 0,1 1 1
31 ×10−3± 2 × 10−3 31 ×10−2± 2 × 10−3 10−1± 2 × 10−3
23 1 0,1 1 1
3 ×10−2± 2 × 10−3 3 ×10−1± 2 × 10−3 -10−1± 2 × 10−3

24 1 0,1 1 1
28 ×10−3± 2 × 10−3 28 ×10−2± 2 × 10−3 -2×10−1 ± 2 × 10−3

c) Rata-rata kecepatan
∑𝑎𝑛
∑𝑎𝑛= 𝑛

0,3+0,3−0,3+0,2+0,3+0+0,1+0+0,3−0,2+0,1−0,2+0,2+0+0,2+0,3−0,1+0,2+0+0,2+0,1−0,1−0,2
23

1,7
= 23 =0,0739130435=739 130 435 × 10−10m/s

d) Ketidakpastian pengukuran
1
∆𝑎 = 2 × NST
1
=2 × 10−3 m

e) Perhitungan kecepatan
(a ± ∆a)
1
(739 130 435 × 10−10± 2 × 10−3 ) m/s

f) Kesalahan relatifnya
∆𝑎
𝐾𝑅 = × 100%
𝑎
5 × 10−4
=739 130 435 × 10−10 × 100% =0,0067647059% = 676 470 59 × 10−10%

TP=100 % - 0,0067647059% = 99,9932352941%


g) Makna fisis dari hasil perhitungan kecepatan
Perhitungan kecepatan yang didapatkan dengan menjumlahkan setiap percepatan
∑𝑎𝑛
benda per 0,1 s yang bisa di aplikasikan dalam rumus ∑𝑎𝑛= .Dapat kita ketahui
𝑛

rata-rata dari percepatan benda yang praktikan amati.Hasil pengamatan dari


1
percepatan tersebut dapat kita lihat nilainya dengan HP=(739 130 435 × 10−10± ×
2

10−3 ) m/s.

IX. Pembahasan
Gerak Lurus Beraturan (GLB) merupakan gerak yang terjadi di lintasan yang lurus,
memiliki laju dan arah yang tetap. Pada praktikum yang bertujuan menentukan kecepatan
trolly pada gerak lurus beraturan dan dapat menjelaskan karakteristik gerak lurus
beraturan didasarkan kepada besaran-besaran kinematisnya, dilakukan percobaan dengan
menggunakan trolly biasa.
Trolly dapat bergerak jika diberikan gaya yang besarnya sama atau melebihi gaya
gesekan. Seperti yang dilakukan pada praktikum, dimana menggunakan sebuah meja
untuk bagian bawah. Hal ini dimaksudkan untuk memiringkan landasan tempat bergerak.
Gaya gesekan atau gaya dorong yang diberikan pada trolly bisa juga mempengaruhi cepat
lambatnya laju kereta.
Gaya gesek atau gaya dorong pada percobaan pertama yang diberikan pada trolly
sangat pelan. Hal ini menyebabkan hasil ketikan yang terdapat pada pita ketik sangat
rapat/berdempetan satu dengan yang lain. Bahkan cenderung menghasilkan garis lurus
yang susah untuk dihitung panjangnya tiap lima puluh ketikan.
Di awal pita ketik, terjadi titik ketikan yang saling tindih dan jarak antara titik
ketikan yang berdekatan sangat kecil, hal ini disebabkan karena trolly melaju, akibatnya
kecepatannya naik dan dipercepat dari kecepatan pada saat titik nol untuk mencapai
kecepatan maksimum/konstan. Jika dilihat grafik laju waktu pada hasil pengamatan,
terlihat bahwa trolly melakukan gerak dengan kecepatan relatif atau cenderung konstan
sehingga dapat disimpulkan bahwa trolly pada percobaan pertama melakukan gerak lurus
beraturan.
Dengan data hasil pengamatan sebagai berikut, jarak yang ditempuh 0,009 m dengan
memerlukan waktu 0,1 sekon, maka kecepatannya 9 × 10−2 m/s, sedangkan jarak yang
ditempuh 0,007 m dengan memerlukan waktu 0,1 sekon, maka kecepatannya m/s, 7 ×
10−2 jarak yang ditempuh 0,01 dengan memerlukan waktu 0,1 sekon, maka
kecepatannya 0,1 m/s, jarak yang ditempuh 0,006 dengan memerlukan waktu 0,1 sekon,
maka kecepatannya 6 × 10−2 m/s, jarak yang ditempuh 0,008 m dengan memerlukan
waktu 0,1 sekon, maka kecepatannya 8 × 10−2 m/s, dan jarak yang ditempuh 0,05 m
dengan memerlukan waktu 0,1 sekon, maka kecepatannya 5 × 10−2 m/s.
Dari hasil praktikum, didapatkan bahwa selang waktu yang dibutuhkan tiap lima
ketikan yaitu 0,1 sekon dengan kecepatan yang berbeda-beda tiap lima ketikan. Hal ini
dipengaruhi oleh panjang pita yang juga berbeda-beda.
Sebagaimana yang telah dijelaskan didasar teori, benda dikatakan mengalami gerak
lurus beraturan jika memiliki kecepatan konstan, apabila kecepatannya sekarang berubah
secara teratur, dengan kata lain mengalami perubahan kecepatan (atau percepatan
konstan) maka gerak semacam ini disebut gerak lurus berubah beraturan.
Berdasarkan data hasil pengamatan bahwa data percobaan dua yaitu dengan
menggunakan tegangan sebesar 6 volt dihasilkan jarak pada lima titik pertama 0,011 m
dengan waktu 0,1 sekon, maka didapatkan kecepatan awal sebesar 0,11 m/s, setelah itu
dicari selisih antar kecepatan pada jarak tertentu dengan menggunakan rumus V = V2 –
V1 yang mana hasilnya 3 × 10−2 m/s, lalu dapat diketahui percepatannya dengan
menggunakan rumus a = V/t maka hasilnya 3 × 10−1 m/s2, dapat disimpulkan bahwa
pada percobaan ini gerak yang ditimbulkan adalah gerak lurus berubah beraturan.
Dalam gerak dipercepat mempunyai tiga besaran yaitu perpindahan, kecepatan,
dan percepatan yang dapat bernilai positif atau negatif. Perpindahan negatif berarti bahwa
benda mengakhiri gerakannya dibelakang titik awal gerakan. Kecepatan negatif
menunjukkan bahwa gerak benda berlawanan dengan arah acuan, yang disebut gerak
mundur. Percepatan negatif berarti bahwa benda memperlambat gerakannya.
Kesalahan yang terjadi dalam praktikum disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari alat-alat ataupun bahan-bahan
yang sudah disediakan. Walaupun alat-alat yang digunakan pada saat praktikum sudah
memenuhi standar, tetapi ada beberapa alat yang sudah rusak ataupun tidak lengkap
komponen-komponenya, seperti halnya ticker timer yang tidapat bergerak ketika trolly
digerakan. Hal ini berakibat pada hasil percobaan dan kurangnya waktu untuk
menyelesaikan praktikum. Adapun faktor eksternal berasal dari praktikan. Kesalahan-
kesalahan yang dilakukan praktikan selama percobaan berlangsung antara lain
disebabkan oleh kurang telitinya pengamat dalam menghitung jumlah titik ketikan atau
dalam mengukur panjang potongan pita ketik, kesalahan pada saat menggerakkan trolly
(pada saat mendorong trolly), dan seringnya praktikan bermain-main pada saat praktikum
sedang berlangsung.

X. Kesimpulan

1. Gerak lurus beraturan memiliki lintasan berupa garis lurus dan memiliki kecepatan
yang konstan, artinya besar dan arahnya sama.
2. Kecepatan pada GLB bernilai konstan atau tetap dan percepatannya bernilai nol
(a=0).
𝑠
3. Secara matematis kecepatan dapat dirumuskan dengan 𝑣 = 𝑡 .

4. Gerak lurus berubah beraturan yaitu memiliki kecepatan konstan, apabila


kecepatannya diubah secara teratur, maka akan mengalami perubahan kecepatan (atau
percepatan konstan).
Δ𝑣
5. Secara matematis percepatan dapat dirumuskan dengan 𝑎 = Δ𝑡
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN