Anda di halaman 1dari 1

Rezeki tak akan kemana

Pernahkah anda melakukan perjalanan menggunakan bus, perahu? Pernahkah saat menaiki keduanya
lintasan jalan yang anda tempuh berkelok-kelok tidak karuan dan membuat anda pusing ? atau gelombang
begitu besar menghampiri perahu yang anda naiki? Jika pernah mengalaminya, maka pertanyaan
selanjutnya adalah pernahkah anda muntah karena mabuk perjalanan? Bermula dari muntah yang anda
keluarkanlah saya akan mulai mengajak anda untuk merenung masalah rezeki.

Jika semua harta yang anda miliki adalah rezeki anda, maka itu hak anda untuk mengakuinya, jika semua
kendaraan dan rumah mewah atas nama diri anda secara administrasi, maka anda sangat berhak untuk
mengakuinya sebagai rezeki anda. Apapun itu yang ada disekitar anda dan anda nikmati, maka bebas-
bebas saja makanan dan minuman yang kita anggap sebagai rezeki. Kita semua bahkan anda bebas
menafsirkan apa itu rezeki. Kembali lagi ke muntah, sekeras apapun kita berusaha untuk menikmati apa
yang telah kita usahakan, mengatur cara agar semua yang kita perjuangkan benar-benar kita nikmati,
tanpa sedikitpun melibatkan kekuatan tuhan didalamnya, maka ikhtiar kita itu