Anda di halaman 1dari 21

Lingkaran adalah gabungan dari titik-titik yang saling berhimpitan pada

suatu bidang,yang mana titik-titik tersebutmempunyai jarak yang sama


terhadap suatu titik tertentu

1. DEFINISI LINGKARAN
. Perhatikan gambar di bawah ini :

Pada gambar di atas garis r merupakan jarak dari titik–titik yang berhimpitan
terhadap titik tertentu yaitu titik O. Garis r ini disebut dengan jari-jari lingkaran
dan titik o ini disebut dengan titik pusat lingkaran.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa lingkaran merupakan sebuah


kurva tertutup. Garis yang melalui titik pusat lingkaran disebut garis tengah dari
lingkaran itu. Jika garis itu memotong di titik K dan L , maka panjang K dan L = 2
×r, disebut dengan diameter lingkaran.

Jika ada sebarang titik pada lingkaran misalkan titik M dan N, maka oleh titik
M dan N itu lingkaran terbagi menjadi dua bagian yang masing-masing disebut
dengan tali busur. Sedangkan titik M dan titik N dihubungkan dengan garis maka
akan terbentuk ruas garis, dan ruas garis tersebut dinamakan tali busur lingkaran.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat kita perjelas pada gambar berikut ini :

1
2. SUDUT PUSAT DAN SUDUT KELILING

a) Sudut pusat
Sudut pusat adalah daerah sudut yang dibatasi oleh dua jari-jari lingkaran yang
titik sudutnya merupakan titik pusat lingkaran.

Keterangan:
∠𝐴𝑂𝐵merupakan sudut pusat yang menghadap busur AB.
∠𝐶𝑂𝐷 merupakan sudut pusat yang menghadap busur CD.

b) Sudut Keliling
Sudut keliling adalah daerah sudut yang dibatasi oleh dua talibusur yang
berpotongan di satu titik pada lingkaran dan titik sudutnya teletak pada
keliling lingkaran.

Keterangan:
∠𝐵𝐶𝐴 merupakan sudut pusat yang menghadap busur AB.
∠𝑋𝑌𝑍 merupakan sudut pusat yang menghadap busur XY.

2
c) Hubungan Besar Sudut Pusat dan Sudut Keliling
Perhatikan segitiga ABE. Oleh karena segitiga ABE merupakan segitiga
samakaki maka ∠EAB = ∠ABE. Jadi, ∠AEB= 180°– (2 × ∠ABE) karena
sudut dalam segitiga.
Perhatikan segitiga CBE. Oleh karena segitiga CBE merupakan segitiga
sama kaki maka ∠ECB = ∠CBE. Jadi, dapat ditentukan bahwa ∠CEB= 180°–
(2 × ∠CBE) karena sudut dalam segitiga.
Perhatikan sudut pusat AEC.
∠AEC = 360°–(∠AEB +∠CEB)
∠AEC = 360°–[180°– (2 ×∠ABE) + 180°– (2 × ∠CBE)]
∠AEC = 360°–(360°–2 ×∠ABE –2 × ∠CBE)
∠AEC = 360°–360°+ 2 ×∠ABE + 2 × ∠CBE
∠AEC = 2 ×∠ABE + 2 ×∠CBE
∠AEC = 2 × (∠ABE +∠CBE)
∠AEC = 2 ×∠ABC => sudut pusat = 2 x sudut keliling

Ternyata, uraian tersebut menunjukkan bahwa: Jika sudut pusat


lingkaran dan sudut keliling lingkaran menghadap busur yang sama maka
besar sudut pusat adalah dua kali dari besar sudut keliling.

d) Besar Sudut Keliling Yang Menghadap Diameter Lingkaran

Besarnya 90° (Sudut Siku-Siku)

Sudut pusat AOB menghadap busur AB. Perhatikan bahwa sudut keliling
ACB dan sudut keliling ADB menghadap busur AB, sehingga diperoleh :
∠AOB = 2 x∠ACB
180° = 2 x ∠ ACB
∠ ACB = 180°/ 2
∠ ACB = 90°
Atau
∠ AOB = 2 × ∠ ADB
180° = 2 x ∠ ADB
∠ ADB = 180°/ 2

3
Dari Gambar di atas tampak bahwa ∠AOB adalah sudut lurus,
sehingga besar ∠AOB = 180°. Jadi, besar sudut keliling yang
menghadap diameter lingkaranbesarnya 90° (sudut siku-siku).
∠ ADB = 90°
e) Besar Sudut-Sudut Keliling Yang Menghadap Busur Yang
Sama Adalah Sama Besar.
Pada gambar tersebut ∠ AOB adalah sudut pusat yangmenghadap busur
AB = α , sedangkan ∠ACB, ∠ADB, dan ∠AEB adalah sudut keliling
yang menghadap busur AB.

∠ACB = ½∠AOB = ½ α
∠ADB = ½∠AOB = ½ α
∠AEB = ½∠AOB = ½ α

Jadi, besar ∠ ACB = ∠ ADB = ∠ AEB

Dari penjelasan di atas dapat kita disimpulkan sebagai berikut. Besar


sudut-sudut keliling yang menghadap busur yang sama adalah sama
besar.

3. SIFAT-SIFAT SEGIEMPAT TALI BUSUR

a) Jumlah dua sudut yang saling berhadapan pada segi empat


tali busur adalah 180°.
Perhatikan gambar di bawah.

Pada gambar tersebut tampak bahwa sudut-sudut yang berhadapan pada segi
empat tali busur ABCD adalah ∠ABC dengan ∠ADC dan ∠BAD dengan
∠BCD. Perhatikan sudut keliling ∠ABC dan ∠ADC.

4
∠ABC = ½ ∠AOC (Konsep hubungan sudut pusat dengan sudut keliling)
∠ABC = ½ (∠AOD + ∠DOC)

∠ADC = ½ ∠AOC (Konsep hubungan sudut pusat dengan sudut keliling)


∠ADC = ½ (∠AOB + ∠BOC)

Dengan demikian diperoleh


∠ABC+∠ADC = ½(∠AOD+∠DOC)+½(∠AOB+∠BOC)
∠ABC+∠ADC = ½(∠AOD+∠DOC+∠AOB+∠BOC)
∠ABC + ∠ADC = ½ . 360°
∠ABC + ∠ADC = 180°

Sekarang, perhatikan sudut keliling ∠BAD dan ∠BCD.


∠BAD = ½ ∠BOD (Konsep hubungan sudut pusat dengan sudut keliling)
∠BAD = ½ (∠BOC +∠COD)
∠BCD = ½ ∠BOD (Konsep hubungan sudut pusat dengan sudut keliling)
∠BCD = ½ (∠BOA +∠AOD)
Dengan demikian, diperoleh
∠BAD +∠BCD = ½(∠BOC+∠COD)+½(∠BOA+∠AOD)
∠BAD +∠BCD = ½(∠BOC+∠COD+∠BOA+∠AOD)
∠BAD +∠BCD = ½ . 360°
∠BAD +∠BCD = 180°
Jadi, ∠ ABC + ∠ ADC = 180° dan ∠ BAD + ∠ BCD = 180°.
Jadi dapat disimpulkan bahwa jumlah dua sudut yang saling berhadapan
pada segi empat tali busur adalah 180°.

b) Segi empat tali busur yang salah satu diagonalnya merupakan


diameter lingkaran disebut segi empat tali busur siku-siku.
Perhatikan gambar di bawah.

Pada gambar di atas, garis QS adalah diameter lingkaran sekaligus diagonal


segi empat PQRS. Karena ∠QPS dan ∠QRS adalah sudut keliling, maka
besar ∠QPS = ∠QRS = 90°. Segi empat PQRS selanjutnya disebut segi empat

5
tali busur siku-siku. Jadi dapat disimpulkan bahwa segi empat tali busur yang
salah satu diagonalnya merupakan diameter lingkaran disebut segi empat tali
busur siku-siku.
c) Segi empat tali busur yang kedua diagonalnya merupakan
diameter lingkaran akan membentuk bangun persegi panjang.
Perhatikan gambar di bawah ini.

pada gambar tersebut, KM dan LN adalah diameter lingkaran, ∠KLM dan


∠KNM adalah sudut keliling yang menghadap diameter KM , sedangkan
∠LKN dan ∠LMN adalah sudut keliling yang menghadap diameter LN.

Dengan demikian, ∠KLM = ∠KNM = ∠LKN = ∠LMN = 90°. Karena


keempat sudutnya siku-siku, akibatnya KL//NM, KN// LM, KL = NM ,
dan KN = LM, dengan KM dan LN adalah diagonal-diagonal segi empat
KLMN. Dengan kata lain, segi empat KLMN adalah suatu persegi
panjang. Segi empat tali busur yang kedua diagonalnya merupakan
diameter lingkaran akan membentuk bangun persegi panjang.

d) Segi empat tali busur yang kedua diagonalnya merupakan


diameterlingkaran yang saling berpotongan tergak lurus akan
membentuk persegi.
Perhatikan gambar berikut.

Pada gambar di atas, AC dan BD adalah diameter lingkaran dengan AC ⊥ BD


. Karena ∠ABC, ∠BCD, ∠CDA, dan ∠DAB adalah sudut-sudut keliling yang
menghadap diameter, besar ∠ABC = ∠BCD = ∠CDA = ∠DAB = 90°.

6
Sekarang, perhatikan ∠BOC. Jika ∠BOC kita putar sejauh 90° berlawanan
arah putaran jarum jam dengan titik O sebagai titik putar maka diperoleh
OB=OC, OC=OD, dan ∠BOC=∠COD. Dengan demikian, BC=CD.

Analog dengan cara di atas, dapat ditunjukkan bahwa CD = DA = AB ,


sehingga BC = CD = DA = AB . Dengan kata lain, segi empat ABCD adalah
bangun persegi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa segi empat tali busur yang kedua
diagonalnya merupakan diameter lingkaran yang saling berpotongan tegak
lurus akan membentuk bangun persegi.

4. SUDUT ANTARA DUA TALI BUSUR

 Sudut Diantara Dua Tali Busur yang Berpotongan di


DalamLingkaran.
Perhatikan gambar lingkaran berikut:

Padalingkaran O, ∠AOB, ∠BOC, ∠COD dan ∠DOA merupakan sudut


pusat lingkaran. Garis AC dan garis BD merupakan tali busur dari lingkaran yang
berpotongan di dalam lingkaran pada titik E. Sehingga akan membentuk ∠AEB,
∠BEC, ∠CED dan ∠AED yang merupakan sudut–sudut dari perpotongan dua tali
busur tersebut. Oleh karena itu, berlaku persamaan

7
Pembuktian :

Garis DA, maka


1
∠CAD =∠EAD = 2 x ∠COD (pers 1)

1
∠BDA=∠EDA = 2 x ∠AOB (pers 2)

▲DAE

∠DEA + ∠EDA + ∠EAD = 180° (sudut segitiga)

∠DEA = 180° ̶ ∠EDA ̶ ∠EAD (pers 3)

∠CED sudut luar ∆DAE, sehingga

∠CED + ∠DEA = 180° (sudut berpelurus)

∠CED = 180° ̶ ∠DEA

∠CED = 180° ̶ (180° ̶ ∠EDA ̶ ∠EAD). (subtitusi pers 3)

∠CED = ∠EDA + ∠EAD


1 1
∠CED =(2 x ∠BOA) + (2 x ∠COD)

1
∠CED =2 (∠AOB + ∠COD)

Dengan cara yang sama nanti akan didapatkan:


1
∠BEC =2 (∠AOD + ∠BOC)

1
∠AEB =2 (∠AOB + ∠COD)

1
∠AED =2 (∠AOD + ∠BOC)

Berdasarkan persamaan di atas maka kita bisa menuliskan ∠AEB = ∠CED dan
∠BEC = ∠AED. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa besar sudut
diantara dua tali busur yang berpotongan di dalam lingkaran sama dengan
setengah dari jumlah sudut-sudut pusat yang menghadap busur yang diapit oleh
kaki-kaki sudut itu.

8
 Sudut Diantara Dua Tali Busur yang Berpotongan di Luar
Lingkaran.
Perhatikangambarlingkaran di bawahini:

Pada lingkaran O di atas, ∠KOL, ∠LOM, ∠MON dan ∠NOK merupakan


sudut pusat lingkaran. Sedangkan garis MN dan garis KL merupakan tali busur
dari lingkaran yang berpotongan di luar lingkaran pada titik P. Sehingga akan
membentuk ∠KPN yang merupakan sudut dari perpotongan dua tali busur
tersebut.

Pada lingkaran di atas, ∠KMN merupakan sudut keliling yang menghadap


busur KN, sehingga: ∠KMN= ½∠KON.

Sudut ∠MKL adalah sudut keliling yang menghadap busur LM, sehingga:
∠MKL = ½∠MOL

Perhatikan ∆KPM Sudut ∠MKL adalah sudut luar ∆KPM, sehingga berlaku :

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa besar sudut antara dua tali busur
yang berpotongan di luar lingkaran sama dengan setengah dari selisih sudut-
sudut pusat yang menghadap busur yang diapit oleh kaki-kaki sudut itu.

9
5. KELILING DAN LUAS
Kita tahu bahwa keliling lingkaran adalah K = 2πr dan luas lingkaran adalah
L=π𝑟 2 . Dibawah ini akan dibuktikan rumus keliling dan luas lingkaran tersebut.

 Pembuktian rumus keliling lingkaran :

Karena sebuah phi/ π diperoleh dari keliling lingkaran dibagi diameter,


dan diameter sama dengan 2 kali jari-jari{disimbolkan dengan “r”}, maka
dapat dituliskan :

π = Keliling : diameter
Keliling = π× diameter
Keliling = π× 2 × r
Keliling = 2 ×π× r
Keliling = 2πr
Terbukti bahwa keliling lingkaran adalah 2πr.

 Pembuktian rumus luas lingkaran :

Dalam pembuktian luas lingkaran ini kita menggunakan rumus luas


persegi panjang yang sudah dibuktikan kebenarannya sebelumnya. Rumus
luas daerah lingkaran dapat dilakukan dengan cara memotong-motong
lingkaran sehingga menjadi juring-juring, kemudian membentuknya
menjadi sebuahpersegi panjang. Perhatikan gambar berikut :

 Lingkaran kita potong menjadi m bagian atau sebanyak m juring.

10
 Selanjutnya, potongan-potongan lingkaran kita gabungkan
menjadi bentuk persegi panjang. Jika juring-juring sebanyak m
digabungkan menjadi bentuk persegi panjang, maka panjang dari
persegi panjang tersebut yaitu ½ m.

Dari penjelasan di atas didapatkan :

Panjang = ½ m busur = ½ Keliling lingkaran

Lebar = r

Luas persegipanjang = panjang × lebar,

= ½ kel lingkrn × jari-jari

= ½ × 2πr × r

=π×r×r

= π 𝑟2

Terbukti bahwa luas lingkaran adalahπ 𝑟 2 .

GARIS SINGGUNG LINGKARAN

Garis g memotong lingkaran (P,r) di titik A1 dan B1.Jika garis g ini di putar pada
titik Q dengan putaran positif ( berlawanan arah dengan arah jarum jam), maka
garis g akan memotong lingkaran di titik titik A2 dan B2, A3 dan B3, dan
seterusnya.

11
Yang makin lama kedudukan titik A dan B pada lingkaran semakin dekat.

Jika titik A dan B berimpit menjadi titik S, ,maka garis g disebut garis singgung
pada lingkaran dan yang menyinggung di titik S. Titik S ini disebut titik singgung.
Garis singgung g ini tegak lurus jari jari PS.

Hal ini dapat diperlihatkan sebagai berikut :

Persamaan Garis Singgung melalui Suatu Titik pada Lingkaran berpusat


P(a,b) dan berjari-jari r

Persamaan lingkarannya : (x−a)2+(y−b)2=r2


Persamaan garis singgungnya : (x1−a)(x−a)+(y1−b)(y−b)=r2

Pembuktian :

12
Misalnya titik A(x1,y1) terletak pada sebuah lingkaran yang berpusat di
P(a,b) dan berjari-jari r, makagradien garis PA adalah
𝑦2−𝑦1
mPA = 𝑥2−𝑥1

𝑏−𝑦1
mPA = 𝑎−𝑥1

Karena garis g tegak lurus garis PA, maka gradien garis singgung
lingkaran adalah

mg.mPA=−1
𝑏−𝑦1
mg.𝑎−𝑥1= −1

𝑎−𝑥1
mg = −𝑏−𝑦1

−𝑎+𝑥1
mg = 𝑏−𝑦1

Persamaan garis singgung lingkaran ditentukan menggunakan rumus

(y−y1) = mg (x−x1)
−𝑎+𝑥1
(y−y1) = ( 𝑏−𝑦1 )(𝑥 − 𝑥1)

(b−y1)(y−y1) =(−a+ x1)(x−x1)

by − by1 −y1y+ y12 =(−ax + ax1+ x1x−x12)

x12+y12 = x1x – ax + ax1 + y1y – by + by1....pers(i)

Karena titik A(x1,y1) terletak pada lingkaran, maka substitusi titik


A(x1,y1) ke lingkaran : (x−a)2+(y−b)2=r2 , diperoleh : (x1−a)2+(y1−b)2=r2

x12−2ax1+ a2+ y12−2by1+b2 =r2

x12+y12 = r2+2ax1−a2+2by1−b2

13
Substitusi bentuk x12+y12= r2+2ax1−a2+2by1−b2 ke pers(i)

x1x−ax+ax1+y1y−by+by1 = x12+y12

x1x−ax+ax1+y1y−by+by1 = r2+2ax1−a2+2by1−b2

x1x−ax+ax1+y1y−by+by1−2ax1+a2−2by1+b2 = r2

(x1x−ax−ax1+a2)+(y1y−by−by1+b2) =r2

(x1−a)(x−a)+(y1−b)(y−b) =r2

Jadi, persamaan garis singgung lingkaran yang berpusat di titik P(a,b) dan
berjari-jari r yang melalui titik A(x1,y1) pada lingkaran (x−a)2+(y−b)2=r2
adalah (x1−a)(x−a)+(y1−b)(y−b)=r2.

LINGKARAN DALAM DAN LUAR SEGITIGA


a. Lingkaran dalam Segitiga
Lingkaran dalam segitiga maksudnya ada sebuah lingkaran yang dilukis di
dalam segitiga yang mana lingkaran menyinggung ketiga sisi segitiganya.
Berikut ilustrasi gambarnya.

Pembuktian Rumus luas segitiga lingkaran dalam :


Perhatikan gambar berikut.

Titik O adalah titik pusat lingkaran dengan jari-jari r.


Menentukan luas segitiga ABC
𝒂+𝒃+𝒄
Mislakan : s= 𝟐

14
𝟏
Luas segitiga = 𝟐× alas × tinggi.
L ABC = L BOC + L AOC + L AOB
1 1 1
=2a.r+2b.r+2c.r

1
=2(a+b+c)r

𝑎+𝑏+𝑐
=r. 2

L ABC =r.s

Jadi, terbukti luas segitiganya : LABC=rs.

Jari-Jari Lingkaran Dalam Segitiga


Perhatikan gambar segitiga di bawah ini!

Segitiga ABC di atas merupakan segitiga sebarang. Titik P, Q, dan R


merupakan titik singgung antara segitiga ABC dengan lingkaran yang
berpusat di O. OP = OQ = OR = r yang merupakan jari-jari dari lingkaran
O. Panjang BC = a, AC = b, dan AB = c. Dari titik A, B, C, dan O
terbentuk 3 buah segitiga yaitu segitiga AOB, segitiga AOC, dan segitiga
BOC dengan tinggi sama yaitu r. Luas dari masing-masing segitiga
tersebut adalah
Luas Segitiga AOB = 1/2 x AB x OR
Luas Segitiga AOC = 1/2 x AC x OQ
Luas Segitiga BOC = 1/2 x BC x OP
Untuk menentukan jari-jari lingkaran dalam segitiga AOB kita dapat
menggunakan persamaan bahwa Luas Segitiga ABC sama dengan jumlah
Luas Segitiga AOB, Luas Segitiga AOC dan Luas Segiitiga BOC atau
dapat ditulis sebagai berikut

15
Jadi, rumus jari-jari lingkaran dalam suatu segitiga adalah

Dengan s = setengah keliling atau s = ½ (a + b + c) dan L = luas segitiga.


Luas
segitiga dapat ditentukan dua cara yaitu
L = ½ x Alas x Tinggi
Rumus di atas dapat digunakan apabila alas dan tinggi segitiga dapat
ditentukan dengan jelas. Bila tidak, maka luas segitiga juga dapat
ditentukan dengan formula Heron yaitu

Dari gambar segitiga ABC di atas, diperoleh juga rumus jarak titik sudut
segitiga terhadap titik singgung dengan lingkarannya.
Misalkan panjang AR = AQ = x, BR = BP = y, dan CP =CQ = z. Sehingga
AR + BR = AB atau x + y = c
BP + CP = BC atau y + z = a
AQ + CQ = AC atau x + z = b

Jadi,
x = s – (y + z) = s – a
y = s – (x + z) = s – b
z = s – (x + y) = s – c

16
atau
AR = AQ = s – a
BR = BP = s – b
CP = CQ = s – c

b. Lingkaran Luar Segitiga

Dari gambar segitiga dan lingkaran luar di atas, tariklah garis yang
menghubungkan salah satu titik sudut ke titik pusat O. Dalam bukti ini, kita ambil
titik C. Perpotongan garis itu dengan lingkaran misalkan titik D. Kemudian,
hubungkan titik D dengan titik yang lain. dalam hal ini, kita ambil titik B. Kita
tarik pula garis tinggi (t) dari titik C terhadap AB.

Maka, hasilnya ditunjukkan gambar berikut

Akan tetapi, karena garis CD adalah diameter, maka ∠CBD = 90˚

Kemudian, karena menghadap busur yang sama, maka ∠CAB =∠CBD . Maka,
lihatlah kembali gambar yang sudah diperbarui di bawah:

Artinya, ∆ACE ~ ∆DCB. Dengan perbandingan biasa, kita dapatkan:

17
Nah, cobalah ingat rumus luas segitiga (yang alasnya itu sisi c):

Dengan demikian

Substitusikan nilai t ini, maka:

TERBUKTI

JARI-JARI LINGKARAN SINGGUNG SEGITIGA


Lingkaran Singgung Segitiga
Lingkaran singgung segitiga sendiri merupakan lingkaran yang menyinggung
salah satu sisi suatu segitiga dari luar serta menyinggung perpanjangan dari
sisi-sisi yang lain dari segitiga tersebut. Berikut ini saya akan coba
menguraikan penurunan rumus jari-jari lingkaran singgung segitiga.
Perhatikan gambar segitiga ABC di bawah

Misalkan dibuat lingkaran yang menyinggung sisi a, maka lingkaran singgung


segitiga tersebut dapat digambarkan melalui gambar berikut.

18
Dari gambar terlihat bahwa, lingkaran singgung berpusat di O dengan
menyinggung sisi a serta menyinggung perpanjangan dari sisi b dan c. Jari-jari
lingkaran singgung segitiga yang menyinggung sisi a disebut dengan ra .
ODAE, ODCF, dan OFBE merupakan layang-layang garis singgung. Panjang
EB = FB = p, DC = FC = (a - p), serta panjang OD = OF = OE = ra . Untuk
menentukan panjang OA dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
OA2 = AD2 + OD2 .......1)
OA2 = AE2 + OE2 ........2)
Dari 1) dan 2) diperoleh

Untuk menentukan luas layang-layang garis singgung ODAE dapat dilakukan


dengan dua cara yaitu
Luas ODAE = 2 x L. Segitiga OEA
Luas ODAE = 2 x ½ x OE x EA
Luas ODAE = OE x EA
Luas ODAE = ra x (c + p)
Luas ODAE = ra x (c + s – c)
Luas ODAE = ra x s ....................3)
Luas ODAE = Luas Segitiga ABC + Luas ODCF + Luas OEBF
Luas ODAE = Luas Segitiga ABC + 2 x Luas Segitiga ODC + 2 x Luas
Segitiga OEB
Luas ODAE = Luas Segitiga ABC + 2 x ½ x OE x EB + 2 x ½ x OD x DC
Luas ODAE = Luas Segitiga ABC + OE x EB + OD x DC
Luas ODAE = Luas Segitiga ABC + ra x p + ra x (a – p)
Luas ODAE = luas Segitiga ABC + ra x (p + a – p)
Luas ODAE = Luas Segitiga ABC + ra x a ..................4)
Dari 3) dan 4) diperoleh

19
Sehingga, secara umum rumus jari-jari lingkaran singgung segitiga yang
menyinggung sisi a dapat dinyatakan dengan

Dimana, s merupakan setengah keliling segitiga atau s = ½ (a + b + c) dan L


merupakan luas segitiga yang dapat dicari dengan dua cara yaitu setengah
dikali panjang alas dikali tinggi (L = ½ x alas x tinggi) atau dengan
menggunakan formula Heron yaitu

Dengan cara yang sama pula, kita akan mendapatkan rumus jari-jari lingkaran
singgung yang menyinggung sisi b dan sisi c. Sehingga, secara lengkap rumus
jari-jari lingkaran segitiga dapat dinyatakan sebagai berikut.

DAFTAR PUSTAKA

20
 http://xlsinlui1sby.blogspot.com/2007/11/pembuktian-
rumus-keliling-lingkaran.html?m=1
 https://slideplayer.info/slide/1938536/
 Hartono,2001,geometri,surabaya:UNESA UNIVERSITY
PREES
 https://pujilestari251094.wordpress.com/definisi-lingkaran/
 https://mafia.mafiaol.com/2013/01/pengertian-dan-sifat-
sifat-segi-empat.html

21