Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL

PERMOHONAN BANTUAN
PENGADAAN RUMAH TANAM ( GREEN HOUSE) HIDROPONIK

DIAJUKAN KEPADA :

-----------------

OLEH:

--------------------------
A. Latar Belakang

Kawasan Khusus Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah ditetapkan Pemerintah Pusat menjadi salah satu dari 10
lokasi prioritas pengembangan destinasi utama berdasarkan Peraturan Pemerintah No 52 Tahun 2014. Secara
umum KEK Mandalika bertujuan mendorong percepatan pembangunan pariwisata nasional dengan mensyaratkan
pembangunan infrastruktur dan suprastruktur pariwisata di segala sisi.

Pengembangan KEK Mandalika difokuskan untuk kegiatan utama Pariwisata. Saat ini KEK Mandalika dalam tahap
pembangunan I. Pengadaan lahan 1.035, 67 ha telah selesai dan pembangunan fisik yang telah dilakukan adalah
pembangunan jalan dalam kawasan sepanjang 4 km.Pada tahun ini, dilakukan penataan area Pantai Kuta seluas 5
ha. Terdapat 2 hotel yang akan mulai dibangun pada akhir tahun 2016 yakni Hotel Pullman dan Hotel Clubmed.
Adapun dukungan dari pemerintah yang akan diberikan adalah perpanjangan runway Bandara Internasional
Lombok, Revitalisasi Pelabuhan Lembar, serta Penanganan Jaringan Air Bersih kawasan Kuta dan sekitarnya.

Salah satu penekanan penting dari keberadaan KEK Mandalika adalah pembangunan pariwisata mesti berbasis
masyarakat yang melibatkan dan meletakkan masyarakat sebagai pelaku penting dalam konteks paradigma baru
pembangunan yakni pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development paradigm.) Pariwisata berbasis
masyarakat merupakan peluang untuk menggerakkan segenap potensi dan dinamika masyarakat, guna
mengimbangi peran pelaku usaha pariwisata skala besar. Pariwisata berbasis masyarakat tidak berarti merupakan
upaya kecil dan lokal semata, tetapi perlu diletakkan dalam konteks kerjasama masyarakat secara global. Dari
beberapa ulasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pariwisata berbasis masyarakat adalah pariwisata
dimana masyarakat atau warga setempat memainkan peranan penting dan utama dalam pengambilan keputusan
mempengaruhi dan memberi manfaat terhadap kehidupan dan lingkungan mereka.

Penekanan tersebut di atas sesungguhnya wajar mengingat betapa besarnya potensi dampak lanjutan ( multiflier
effect) yang akan ditimbulkan dari menggeliatnya industri pariwisata di kawasan Mandalika baik perhotelan, restoran,
dan aktivitas wisata lainnya. Secara khusus, terwujudnya KEK Mandalika akan membawa dampak pertumbuhan
ekonomi secara signifikan bagi Kabupaten Lombok Tengah.Salah satu sektor yang pasti ikut menggeliat dari
keberadaan industri pariwisata adalah usaha bidang makanan dan minuman. Bisa dibayangkan betapa besarnya
kebutuhan bahan baku makanan yang diperlukan oleh hotel-hotel, rumah makan, dan restoran yang berdiri di
Kawasan Mandalika, antara lain sayur-sayuran dan hortikultura lainnya.

Namun, peluang usaha tersebut tidak akan mampu dipenuhi oleh lahan pertanian masyarakat di sekitar kawasan
Mandalika mengingkat secara topografi, kondisi lahan pertanian di selatan Lombok Tengah tersebut tidak mampu
memproduksi komoditi tanaman hortikultura secara konvensial, mengingat lahan pertaniannya merupakan lahan
kritis atau lahan kering. Maka sungguh disayangkan apabila kebutuhan sayuran dan hortikultura untuk perhotelan,
restaurant dan rumah makan di kawasan Mandalika nanti harus disuplai dari daerah lain.

Oleh sebab itu perlu ditemukan berbagai alternative teknik budidaya pertanian yang terkini untuk memanfaatkan
besarnya potensi lahan kering yang ada di Kabupaten Lombok Tengah bagian Selatan. Salah satu teknik budidaya
pertanian yang sedang berkembang saat ini adalah teknik budidaya hidroponik.

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan
pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman. Air yang dibutuhkan lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya
dengan tanah. Penggunaan air yang efisien cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.
Ilmu pengetahuan modern bidang pertanian dengan system ini dapat menghasilkan panen buah, sayuran, biji-bijian,
rempah-rempah dan bunga yang dapat ditanam di tempat-tempat yang bahkan sebelumnya tanaman tersebut tidak
mampu tumbuh dengan hasil panen yang melimpah, juga dapat menghasilkan tanaman sehat dengan hasil panen
yang tinggi karena pemberian asupan nutrisi seimbang.

Beberapa Kelebihan Teknik Hidroponik:


1. Menghemat hingga 90 persen penggunaan air dibandingkan dengan menanam di tanah
2. Dapat diusahakan di berbagai tempat, lahan yang dibutuhkan tak terlalu luas
3. Dapat diusahakan sepanjang tahun tanpa tergantung musim
4. Bertanam tanpa tanah
5. Terhindar dari segala penyakit yang bersumber dari tanah, lebih bersih dan higienis
6. Pemeliharaan lebih mudah, dapat terkontrol dengan baik
7. Masa tanam lebih cepat panen dan kuantitas produksi lebih tinggi
8. Tanpa pestisida kimia dan insektisida kimia.

Oleh karena itu, dengan potensi lahan kering yang besar yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Tengah, maka
diperlukan sebuah demplot percontohan budidaya pertanian dengan teknik hidroponik berupa pembangunan green
house (rumah kaca) yang menjadi rumah tanam berbagai komoditi hortikultura yang selama ini terbilang sulit tumbuh
di Lombok Tengah.

Kebutuhan Rumah Tanam ( green house) untuk menunjang budidaya pertanian hidroponik dapat fungsi juga sebagai
media pembelajaran ( edukasi) bagi masyarakat terkait solusi alternatif penyediaan pangan sehat bagi keluarga.
Berbagai macam sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, selada, cabai dan tomat menjadi produk pertanian yang
mudah dan murah diakses oleh warga kota, selain mengurangi pengeluaran untuk belanja kebutuhan dapur, bahkan
dapat menambah penghasilan bagi yang mengusahakannya. Manfaat lain yang lebih penting adalah lingkungan
menjadi hijau, sehat, asri dan menambah estetika.

Meskipun budidaya tanaman dengan teknik hidroponik sudah berkembang pesat di kota-kota besar terutama di
Jakarta dan Jawa, bukan berarti teknik banyak dikenal luas di Lombok Tengah. Hal inilah yang menjadi alasan
utama memulai langkah kecil untuk tujuan besar mengkampanyekan pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan
kering untuk pertanian produktif dengan teknik hidroponik untuk warga Lombok Tengah. Pada konteks tersebut,
salah satu kegiatan yang perlu dilakukan adalah mengadakan pelatihan teknis kepada warga khususnya sasaran
rumah tangga dengan memfokuskan pada komoditi sayuran.

TUJUAN
1. Tujuan Umum:
Adanya fasilitas rumah tanam hidroponik atau green house dapat menjadi pusat pengembangan
pengetahuan mengenai berbagai macam teknik hidroponik bagi masyarakat untuk dapat di aplikasikan
dalam skala sederhana di lingkungan atau rumah tinggal masing-masing. Ke depan green house hidroponik
ini akan dikelola secara komunal oleh Kelompok Tani/ Masyarakat yang diharapkan mampu mendukung
program Pengembangan Sistem Bertani Lahan Kering di Lombok Tengah.

2. Tujuan Khusus:
a. Meningkatkan kemampuan petani hidroponik dalam mengelola usaha pertanian agar mampu menghasilkan
komoditi sayuran hidroponik yang berkualitas.
b. Mencipatakan petani hidroponik yang terampil, professional dan mandiri dalam bidang usaha tani
hidroponik.
c. Mengkampanyekan program inovasi pertanian dengan menggalakkan pemanfaatan ruang dan lahan kering
untuk pertanian produktif bagi rumah tangga.
a. Mendorong kesadaran (edukasi) warga masyarakat mengenai pemenuhan pangan dan sayuran sehat
khususnya komoditi cabai dan bawang merah yang dihasilkan secara mandiri ( konsumsi sendiri) tanpa
harus mengeluarkan belanja rumah tangga dalam jumlah besar.
b. Mengenalkan teknik budidaya pertanian hidroponik untuk masyarakat di Lombok Tengah bagian selatan
tanpa harus menghabiskan lahan luas dan biaya besar.

SASARAN
Sasaran dari pemberian bantuan sarana produksi berupa rumah tanam hidroponik atau green house adalah
kepada para pegiat pertanian hidroponik di Kecamatan Pujut yang berhimpun dalam Kelompok Tani
Hidroponik.

VOLUME
Rumah tanam atau green house hidroponik yang dibutuhkan sebanyak 1 ( satu) unit lengkap dengan
kebutuhan peralatan instalasi media tanam yang akan digunakan untuk media pembelajaran dan
penyebarluasan pengetahuan teknologi pertanian system hidroponik kepada kelompok tani. Bantuan ini
nantinya akan dikelola secara komunal/bersama-sama oleh Kelompok Tani Hidroponik ...................yang
berlokasi di ..........................

STRATEGI PEMANFAATAN

Green House Hidroponik yang kami usulkan berukuran 8m x 20m ( 160 m2 ) sebanyak satu unit lengkap
dengan sarana dan prasarana penanaman yang mampu mengamodir beberapa system hidroponik. Luas
tersebut mampu menampung sekitar 5000 populasi tanaman segala jenis sayuran yang masa panennya
pendek.

Untuk pemanfaatannya, anggota kelompok secara bergantian akan mengelola termasuk perawatan tanaman
hingga panen. Produk pasca panen nanti akan di salurkan ke suplayer sayuran sehingga hasil dari penjualan
akan mampu membiaya operasional perawatan termasuk pembelian sarana produksi baru.

Anggota Kelompok Tani Hidroponik juga akan melakukan kampanye pertanian hidroponik kepada warga
sekaligus memfasilitasi pelatihan bagi warga yang tertarik bertani hidroponik skala sederhana dengan
melakukan kunjungan praktek di lokasi green house.

RANCANGAN BIAYA DAN ANALISA USAHA


Usulan bantuan pembangunan satu unit green house hidroponik ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 83.115.000, - (
Delapan Puluh Tiga Juta Seratus Lima Belas Ribu Rupiah). Biaya tersebut sudah meliputi:
- Pembangunan fisik
- Perlengkapan instalasi
- Belanja Habis pakai berupa sarana produksi seperti nutrisi dan benih.
Detail anggaran seperti di jabarkan dalam tabel berikut di bawah ini:
RENCANA ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN GREEN HOUSE HIDROPONIK

No Jenis Kebutuhan Volume Satuan Harga Jumlah Harga


Satuan
A BIAYA INVESTASI
1 BANGUNAN
Bangunan greenhouse baja ringan per unit (
pondasi, rangka dinding dan atap) ukuran 160 meter 250,000 40,000,000
160 m2 )

Instalasi listrik 1 paket 3,000,000 3,000,000


sub total 43,000,000
2 INSTALASI HIDROPONIK
Pipa PVC 2,5" ukuran 4 meter 180 lonjor 70,000 12,600,000
Pipa PVC 0,5" 20 lonjor 25,000 500,000
Kain flannel 50 meter 19,000 950,000
Net pot 5,000 biji 550 2,750,000
tray/nampan semay 100 buah 10,000 1,000,000
Pompa air 36 watt 6 unit 250,000 1,500,000
Tangki air nutrisi 50 liter 6 unit 200,000 1,200,000
Jaringan utilitas 1 paket 1,000,000 1,000,000
Pemasangan instalasi 1 paket 1,500,000 1,500,000
sub total 23,000,000
3 PERALATAN
TDS meter 1 buah 200,000 200,000
ph meter 1 buah 200,000 200,000
Keranjang plastik (panen) 5 buah 50,000 250,000
Timbangan meja digital 1 buah 400,000 400,000
sub total 1,050,000
TOTAL BIAYA INVESTASI 67,050,000

B BIAYA PRODUKSI
1 BIAYA TETAP
Listrik dan air 12 bulan 200,000 2,400,000
Penyusutan bangunan masa pakai 5 tahun 3,320,000
Penyusutan instalasi masa pakai 5 tahun 735,000
Penyusutan peralatan masa pakai 3 tahun 30,000
sub total 6,485,000

2 BIAYA TIDAK TETAP


Benih basil 10 pcs 50,000 500,000
Benih selada 10 pcs 50,000 500,000
Benih Pakcoy 10 pcs 50,000 500,000
Rockwool 12 slab 65,000 780,000
Nutrisi AB Mix 500 gr 100 pcs 60,000 6,000,000
Kemasan + label 1000 pcs 1,000 1,000,000
Cocopit semai isi 10 kg 20 karung 15,000 300,000
sub total 9,580,000
TOTAL BIAYA PRODUKSI 16,065,000

TOTAL KEBUTUHAN DANA Rp. 83,115,000


ANALISA USAHA
Dari total jumlah dana yang di usulakan tersebut, akan di kelola sebagai sebuah investasi bagi kelompok tani
hidroponik. Berikut ini adalah perhitungan analisa usaha tanaman hidroponik dalam green house dengan jumlah
populasi tanaman sebanyak 5000 pohon.

Simulasi Omzet Tanaman Sayuran Hidroponik


Sayuran Populasi tanaman Volume panen/bln/kg Harga per kg Omzet
Selada 1500 187.5 Rp. 30.000 Rp 5,625,000
Pakchoy 1500 187.5 Rp 15.000 Rp 2,812,500
Kangkung 1000 100 Rp 8000 Rp 800,000
Herb Basil 1000 50 Rp 50.000 Rp. 2,500,000
Total Omzet Rp. 11,737,500

Break Event Point


= Total Biaya Investasi / Harga Rata-rata
= Rp. 83,115,000 / Rp 30.000
= 2,775.
Artinya Biaya investasi akan balik modal pada saat produksi sudah mencapai 2,775 kg.

KESIMPULAN
Pengembangan pertanian hidroponik di Lombok Tengah Bagian Selatan akan menjadi masa depan
mengingat semakin terbatasnya lahan bercocok tanam sebagai dampak dari kemajuan pembangunan pariwisata di
Kawasan KEK Mandalika. Eksistensi kelompok-kelompok tani hidroponik yang sedang tumbuh memiliki peran
penting mendukung program pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam mengoptimalkan hasil produksi
pertanian dengan menggunakan inovasi dan teknologi budidaya pertanian di lahan tandus atau lahan kering.
Setidaknya, Kelompok Tani Hidroponik .....................ingin memulai menyebarluaskan pola bertani hidroponik agar
menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
Oleh sebab itu, kebutuhan akan terbangunnya rumah tanam atau green house hidroponik berikut dengan
perlengkapannya yang nanti dikelola oleh Kelompok Tani Hidroponik memiliki arti strategis.