Anda di halaman 1dari 19

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Visi Misi Sekolah

Visi

“UNGGUL DALAM MUTU BERPIJAK PADA IMAN DAN


TAKWA KEPADA ALLAH YANG MAHA ESA”

Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang :

a. Beriorentasi kedepan dengan memperhatikan potensi kekinian

b. Sesuai dengan norma dan harapan masyarakat

c. Iingin mencapai keunggulan

d. Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah/madrasah

e. mendorong adanya perubahan yang lebih baik

f. mengarahkan langkah-langkah yang strategis (misi) sekolah/madrasah

Misi

“DISIPLIN DALAM KERJA MEWUJUDKAN MANAJEMEN


KEKELUARGAAN, KERJASAMA, PELAYANAN PRIMA DENGAN
MENINGKATKAN SILATURRAHMI”

Penjabaran Misi diatas meliputi :

a. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap


siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

b. Menumbuhkan semangat keunggulan secara insentif kepada seluruh warga


sekolah.
2

c. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya


sehingga dapat berkembang secara optimal.

d. Menumbuhkan dan mendorong keunggulan dalam penerapan ilmu


pengetahuan, teknologi, olahraga dan seni.

e. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya


bangsa sehingga terbangun siswa yang kompeten dan berakhlak mulia.

f. Mendorong lulusan yang berkualitas, berprestasi, berakhlak tinggi dan


bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3

B. Profil Sekolah

PROFIL SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
1. Identitas Sekolah
1.1. Nama Sekolah dan Kepala Sekolah
a. nama : SMA Batara Gowa
alamat sekolah : Jalan Malino No.48 Sungguminasa
propinsi : Sulawesi Selatan
kabupaten / kota : Gowa / Sungguminasa
kecamatan : Somba Opu
kelurahan / desa : Tompo Balang
kode Pos : 92111
no.statistik sekolah: 304 190 301 008
no. Data Sekolah :
npsn :40 31 4404
e.no.telp./ fak :082187733014
nomor rekening :
nama bank : PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk
kantor cabang : Cabang Mattoangin
telp.bank :-
Nama Pemegang Rekening SMA Batara Gowa
1. Drs.Samson Dappung
Jabatan : Kepala Sekolah
2. Risma Asriani, S.Pd.
Jabatan : Bendahara
2. Identitas Kepala Sekolah :
a. nama dan gelar : Drs.Samson Dappung
b. nip : 195810101988031017
c. pangkat/golongan : Pembina, IV / a
d. tempat/tanggal lahir : Makassar, 10 Oktober 1958
e. pendidikan terakhir : Strata Satu (S-1)
4

f. jurusan : PKN
g. alamat rumah : Graha Surandar F1 No.10
kelurahan : Paccinongan
kecamatan : Somba Opu
kabupaten : Gowa
telp. rumah / hp : 082187733014

Tahun Nama Pelatihan Lama Pelatihan


2008 Pelatihan Bimtek KTSP 4 Hari
2010 Pendidikan dan Pelatihan
Penguatan Kemamapuan Kepala 5 Hari
Sekolah

3.Profil Tamatan ( 3 Tahun Terakhir )

Tahun Tamat (%) Rata –Rata NEM Siswa yang melanjutkan


Ajaran ke PT
Jumlah Target Hasil Target Jumlah Target
2009- 6,35 20 40
2010
2010- 42,44 6,38 21 49
2011
2011- 5,50 23 50
2012

4.PRESTASI YANG PERNAH DICAPAI OLEH SEKOLAH


No Kejuaraan Tingkat Tahun
1 Juara III Sepak Bola TK . Kabupaten 1990
2 Juara II Sepak Bola TK. Kabupaten 1991
3 Juara I Seni Tari TK. Kabupaten 1993

B.1 Sejarah Singkat Sekolah


5

Sekolah SMA BATARA GOWA adalah sekolah swasta yang dibawah


naungan suatu yayasan yang dikordinir oleh pak Irwan. Berdirinya sekolah
SMA BATARA GOWA pada hari selasa, tepatnya pada tanggal 15 Maret
tahun 1988. Pada awal berdirinya, penerimaan siswa-siswi baru dipusatkan di
SMA BATARA GOWA tepatnya di kota Gowa berada di jalan Malino sampai
sekarang.

Adapun nama-nama yang menjabat sebagai kepala sekolah mulai pada


awal berdirinya hingga saat ini yakni :

1. Drs. M. Abbas
2. Drs. Samson Dappung

B.2. Fasilitas Sekolah

Sebagai sekolah menengah, SMA BATARA GOWA memiliki fasilitas yang


cukup memadai dan mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar yang
efektif dan efisien. Sekolah ini memiliki fasilitas seperti: Ruang kepal
sekolah,ruang belajar siswa, musaallah,perpustakaan, dll.

No Jenis Ruangan/Bangunan Sekolah Luas(m2) Keterangan

1 Ruangan Kepala Sekolah dan Wakil 3x3 Baik

2 Ruangan untuk guru-guru 6x5 Baik

3 Ruangan kelas untuk proses mengajar 7x9 Baik

4 Ruangan Tata Usaha 7x9 Baik

5 WC/ Kamar Kecil 2x2 Baik

6 Gudang - -

7 Aula atau ruang pertemuan - -


6

8 Ruang praktek - -

9 Laboratorium - -

10 Halaman sekolah 20x25 Baik

11 Ruang perpustakaan 7x9 Dikondisikan

12 Lain-lain 3x4 Baik

B.3 Keadaan Siswa

B.3.1. Penerimaan Siswa Baru


Siswa (i) SMA BATARA GOWA merupakan komponen yang telah lulus
ujian seleksi penerimaan siswa baru yang diadakan setiap tahun, dan sebagian
kecil adalah pindahan sekolah lain yang sederajat.

Tahun Pelajaran Jumlah Siswa


Presentase yang
Pendaftar Diterima
diterima
2010 50 50 100%
2011 70 70 100%
2012 80 80 100%
2013 30 30 100%
2014 38 38 100%
2015 28 28 100%
2016 32 32 100%

B.3.2. Proses Kenaikan Kelas


1. Kriteria Kenaikan Kelas.
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran, dengan
persyaratan sebagai berikut:
7

a. Peserta didik harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran di


kelas yang bersangkutan.
b. Tidak terdapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal.
c. Memiliki nilai kepribadian minimal cukup untuk aspek kelakuan,
kerajinan, kerapihan dan kebersihan pada semester yang diikuti.
d. Memiliki nilai minimal cukup untuk aspek pengembangan diri yang
diikuti.
e. Ketidakhadiran tanpa izin minimal 5% dari jumlah keseluruhan hari
efektif.
2. Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik.
Pelaksanaan penilaian hasil belajar dilaksanakan secara rutin oleh
masing masing guru mata pelajaran berdasarkan program semester, dengan
rincian sebagai berikut:
a. Penilaian hasil evaluasi harian dilaksanakan setelah selesai
pembelajaran.
b. Penilaian hasil evaluasi tengah semester dilaksanakan setelah proses
pembelajaran dilaksanakan minimal 8 minggu efektif.
c. Penilaian hasil evaluasi kenaikan kelas (akhir semester)
dilaksanakan sesuai jadwal akhir semester pada kelender
pendidikan.
3. Prosedur Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik.
Pelaporan nilai dilaksanakan secara bertahap, tahap pertama setiap
selesai ujian blok atau setelah selesai proses pembelajaran setiap bab
kemudian tahap kedua setelah selesai ujian tengah semester sedangkan
tahap ketiga setelah selesai ujian akhir semester, dilaporkan kepada bagian
kurikulum, selanjutnya kurikulum menyampaikan ke wali kelas.
4. Program Pengayaan Dan Pelaksanaan Remedial.
Pengayaan dan remedial dilaksanakan setiap selesai ujian blok,
ujian tengah semester dan ujian akhir semester, program pelaksanaan
dilaksanakan masing-masing guru mata pelajaran untuk ujian blok dan
8

ujian tengah semester sedangkan untuk ujian akhir semester diprogramkan


sekolah.
Tahun Tamat (%) Rata –Rata NEM Siswa yang melanjutkan
Ajaran ke PT
Jumlah Target Hasil Target Jumlah Target
2009- 6,35 20 40
2010
2010- 42,44 6,38 21 49
2011
2011- 5,50 23 50
2012
2012- - - -
2013
2013- 6,35 21 40
2014

B.3.3. Waktu Belajar

Di SMA BATARA GOWA waktu belajar dilakukan pada waktu pagi hari
yaitu pada pukul 07.30-13.15 wita setiap hari senin hingga hari kamis, setiap hari
jum’at siswa belajar pada pukul 07.30-10.45 wita, sedangkan pada hari sabtu
siswa belajar pada pukul 07.30-13.15 wita.

B.3.4. Jumlah Siswa

Siswa BATARA GOWA sebagai salah satu komponen ialah mereka yang
telah lulus ujian seleksi yang diselenggarakan setiap tahun oleh sekolah dan
sebagian kecil adalah pindahan dari sekolah yang sederajat. SMA Batara Gowa
memiliki siswa yang akan di uraikan sebagai berikut.
Secara keseluruhan jumlah siswa yang terdapat di SMA BATARA
GOWA berjumlah 106 siswa.
9

Tahun
Keadaan Siswa Kelas I Kelas II Kelas III Jumlah Orang
Pelajaran

2013/2014 38 56 66 160
Jumlah Siswa 2014/2015 28 47 69 144
2015/2016 32 35 39 106

2003/2014 2 2 2 6
Jumlah
2014/2015 2 2 2 6
Rombongan
2015/2016 1 2 2 5

Jumlah 2003/2014 _ _ _ _
Mengulang 2014/2015 _ _ _ _
2015/2016 _ _ _ _
Keadaan Tidak Naik Kelas, Tidak Lulus, dan Droup Out, serta Rasio
Penerimaan Siswa Baru.
Keadaan tidak naik kelas dan tidak lulus, serta droup out relatif sangat
rendah. Hal ini disebabkan lingkungan sekolah yang kondusif dan dukungan dari
semua pihak, orang tua peserta didik, dan stakeholder.

B.4. Personil

SMA BATARA GOWA dipimpin oleh kepala sekolah dan dibantu oleh wakil
kepala sekolah. Guru, dan pegawai tata usaha serta satpam yang bertugas
mengawasi keamanan di dalam dan di luar lingkungan sekolah.

B.4.1. Guru

NO NAMA GURU JABATAN ALAMAT


10

1 Irwan Dahlan, SE Kepala Yayasan Jl. Andiaksa


Lama Makassar
Kepala sekolah Jl. Paccinongang
2 Drs.Samson Dappung
Gowa
Wakasek Antang Makassar
3 Dra. Hj.Najmah Mansur
Wali Kelas XI IPS -
4 Drs.Arifuddin Miseng
Guru Ekonomi
Wali kelas XI IPS Jl. Bumi Batara
5 Dra .Endang Wahyu
Kepala Perpus Gowa blok
Bintari
E20/17
BP/Guru Mulok Jl. Mallengkeri
6 Dra.Hj.Nursiah
No. 28 Makassar
Wali Kelas XI IPA Jl. Perumnas
7 Surianti,S.Pd
Guru Indonesia Antang Blok III/7
Wali Kelas XII IPA Kompleks
8 Jaharuddin,S.Pd
Guru Bahasa Inggris pandang-pandang
Wali Kelas X1 -
9 Hajrawati,S.pd.M.Pd
Guru Biologi
Wali Kelas XI -
10 Sriyanti,S.Pd,M.Pd
Kepala LAB/Guru Kimia
Matimatika Jl. BTN Berlian
11 Irmawati, S.Pd
Indah Blok F/25
Tamb Jam -
12 Berta Ma’tang Lantang,
Guru Biologi
S.Pd
Tamb Jam -
13 Lindrawati, SH
Guru PKN
- -
14 Tayyeb Sijaya, S.Pd
11

Tamb.jam -
15 Yuliana,S.Pd,M.Hum
Guru Sosiologi -
16 Nurul Saada, S.Pd
- -
17 Herliana H, S.Pd
Guru Fisika -
18 Basri, S.Pd
Guru Pendidikan -
19 Amriani, S.Pd
Senirupa

B.4.2. Staf

NO NAMA GURU JABATAN ALAMAT

1 Misrawati,S.Pd Staf Tata Usaha

B.4.3. Petugas Keamanan

NO NAMA GURU JABATAN ALAMAT

1 Darwin Bujang Sekolah/Keamanan


12

BAB II
PELAKSANAAN DAN PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH

A. Ulasan Bidang Studi

A.1. Persiapan Perangkat Pembelajaran


Pendidikan dan pelaksanaan kurikulum di SMA BATARA GOWA
Sungguminasa berjalan lancar sesuai dengan target yang diharapkan, ini terjadi
karena adanya kedisiplinan dari berbagai pihak baik kepala sekolah, guru-guru,
maupun staf tata usaha yang menangani kependidikan di sekolah ini. Penentuan
(Pengelolaan Kurikulum) sesuai dengan kalender akademiknya yang dikoordinir
oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Sehingga sampai sekarang ini
kegiatan di sekolah menyangkut pengelolaan dan pelaksanaan kurikulum tidak
mendapat masalah dalam pelaksanaanya. Sekolah sangat menunjang
keberhasilan proses belajar mengajar di kelas. Khususnya bidang studi Bahasa
Inggris. Ini sangat mendukung kelancaran proses belajar mengajar karena
penggunaan waktu dan tenaga yang cukup efisisen dan efektif. Selain itu, sikap
dan minat siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar meningkat atau
lebih antusias dalam menerima materi.
Adapun perangkat pembelajaran yang digunakan selama Magang 3
di SMA BATARA GOWA sesuai dengan kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan ( KTSP ) diantaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) khususnya dibidang studi Bahasa Inggris.
Adapun persiapan yang perlu dilakukan yaitu:

1. Persiapan terhadap situasi umum.

2. Persiapan terhadap anak didik.

3. Persiapan RPP.

4. Persiapan dalam pemilihan metode mengajar.

5. Persiapan terhadap bahan yang akan disajikan.

6. Persiaan terhadap tujuan yang ingin dicapai.


13

7. Persiapan terhadap media pembantu (media pembelajaran).

8. Persiapan dalam tehnik-tehnik evaluasi mengajar.

A.2. Masalah Proses


RPP menjadi langkah awal untuk mengajar tentunya membutuhkan
pengetahuan yang memadai baik dalam penyusunan tujuan maupun metode yang
akan di gunakan.

Mencermati hal tersebut diatas dalam penyusunan RPP tentunya akan


menimbulkan suatu permasalahan jika personil yang terlibat tidak memiliki
pengetahuan yang cukup atau kurang berpengalaman. Dengan demikian para
mahasiswa yang akan melakukan kegiatan Magang 3 sebagai pengajar pemula
sedikit akan mengalami kesulitan dalam penyusunan RPP terutama RPP
kurikulum KTSP 2006 yang tergolong masih baru dan belum terlalu dipahami.
A.3. Partisipasi dan Adaptasi Sekolah

Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, Mahasiswa terlbih dahulu


melakukan kegiatan melakukan adaptasi terhadap keadaan situasi dan kondisi agar
mahasiswa dapat lebih mudah mengakses informasi dan beraptasi dengan
lingkungan sekolah. Dalam lingkungan sekolah, baik kepala sekilah, guru, staf
dan siswa-siswi memberi respon yang baik dan itu mempermudah Mahgasiswa
siswa untuk melakukan berbagai kegiatan baik dalam kegiatan belajar maupun
non teaching

B. Bimbingan Guru Pamong dan Dosen Pembimbing


Guru pamong dalam membimbing mahasiswa Magang 3 dengan
sangat antusias tanpa kenal lelah memberikan masukan tetntang cara atau teknik
sehubungan dengan kegiatan ini. Oleh karena itu, aktifitas keseharian yang
paling aktif membimbing adalah guru pamong. Di samping itu bimbingan dari
guru pamong maka tidak kalah pentingnya adalah bimbingan yang diberikan
oleh dosen pembimbing sehubungan dengan pelaksanaan Magang 3.
14

Dosen pembimbing dalam pelaksanaan Magang 3 ini memberikan


bimbingan terhadap mahasiswa tentang bagaimana cara atau teknik dalam
menghadapi anak didik ( siswa-siswi ) sehingga apa yang kita sampaikan
dapat di mengerti oleh para peserta didik. Salah satu langkah yang ditempuh
oleh dosen pembimbing dalam hal ini adalah mengadakan Micro teaching
yang dilaksanakan oleh mahasiswa Magang 3 dan dikoreksi langsung oleh
dosen pembimbing dan di berikan solusi terhadap segala kekurangan.
B.1. Kegiatan Latihan Mengajar
Pada dasarnya inti-inti dan kegiatan latihan ini adalah meninjau kepada
penilaian dalam proses belajar-mengajar. Namun mahasiswa(i) terjun
langsung dalam proses pembelajaran setelah melakukan observasi, hal yang
perlu dilakukan adalah melakukan latihan pengajaran. Hal ini dimaksudkan
agar mahasiswa(i) Magang 3 memperoleh berbagai pengetahuan serta
pengalaman yang nantinya dapat dijadikan sebagai acuan dalam
melaksanakan program pengajaran inti. Dalam hal ini keterlibatan guru
pamong sangat penting untuk melakukan pemantauan terhadap mahasiswa
yang melakukan latihan sekaligus memberikan masukan atau saran kepada
mahasiswa Magang 3.

Latihan mandiri yang dilakukan mahasiswa MAGANG antara lain:


1. Melaksanakan tugas-tugas administrasi seperti membuat RPP, melakukan
evaluasi dan sebagainya.
2. Melaksanakan RPP yang telah dibuat serta pengelolaan belajar mengajar
dalam kelas.

B.2 Kegiatan Pendidikan Lain


Selain kegiatan seperti diatas, mahasiswa Magang 3 juga berlatih kegiatan
lainnya. Kegiatan pendidikan lain yang dimaksud adalah antara lain :
a. Mengawasi siswa yang ujian dan memeriksa hasil ujiannya.
15

b. Membuat analisis hasil belajar siswa yang meliputi tugas mahasiswa


Magang 3 juga membuat soal harian serta membuat dan membahas
soal-soal yang diberikan.
c. Dari hasil analisis kemudian diadakan tindak lanjut berupa pengayaan
dan remedial kepada siswa yang belum tuntas belajar atau mendapat
nilai bawah standar dalam bentuk memberikan tugas khusus pada saat
mengajar sekolah.
d. Melaksanakan administrasi kelas yakni membuat atau mengadakan
absensi siswa sebagai upaya memotivasi siswa agar aktif mengikuti
pelajaran.
e. Gotong royong membersihkan sekolah.

C. Kegiatan Penanggulangan Masalah


C.1. Proses Belajar Mengajar
Masalah yang muncul dan dirasakan oleh mahasiswa dalm kegiatan ini
tidak cukup berarti. Namun sekecil apapun masalah itu dikonsultasikan
dengan guru pamong dan dosen pembimbing. Dalam usaha untuk mencapai
tingkat keberhasilan yang baik dalam menyampaikan materi pelajaran di
kelas, maka sebaiknya dilakukan hal-hal sebagai berikut :
 Konsultasi dengan guru pamong dan dosen pembimbing dalam pembuatan
rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP ).
 Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran sebelum mengajar.
 Menguasai dengan baik materi yang akan diajarkan.
 Menggunakan metode yang dianggap sesuai dengan materi pelajaran yang
akan diajarkan.
 Menguasai ruangan atau penampilan mengajar di depan siswa harus
diperhatikan agar materi yang akan diajarkan dengan mudah dapat
dipahami oleh siswa.
 Setiap mengalami kesulitan dalam memahami materi yang akan diajarkan
sebaiknya dikonsultasikan kepada guru pamong atau dosen pembimbing.
16

 Sebaiknya setiap guru Magang 3 memiliki lebih dari satu buku pegangan
sehingga bahan atau materi yang akan diajarkan lebih baik.
 Setiap selesai mengajar, hendaknya berkonsultasi kepada guru pamong
tentang apa yang masih perlu diperbaiki dalam proses belajar mengajar
sehingga tidak terulang pada pertemuan berikutnya.
C.2. Penanggulangan Masalah Pendidikan Lainnya
Menanggulangi masalah kedisiplinan siswa sesuai dengan tata tertib
dilakukan langkah-langkah yang efektif yaitu adanya operasi rutin sebelum
memasuki kelas dengan mengontrol kerapian pakaian siswa-siswi, misalnya
bagi siswa laki-laki baju dimasukkan dalam celana dan bagi siswa perempuan
baju diluar dan menutupi aurat.
C.3. Kegiatan Latihan Megajar
Pada dasarnya inti dari kegiatan ini adalah meninjau kepada penilaian
dalam proses belajar mengajar. Namun, sebelum mahasiswa terjun langsung
dalm proses belajar mengajar setelah melakukan observasi, hal yang perlu
dilakukan adalah melakukan latihan mengajar. Hal ini dimaksud agar
mahasiswa Magang 3 memperoleh berbagai pengetahuan serta pengalaman
yang nantinya dapat dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan program
pengajaran inti. Dalam latihan ini keterlibatan guru pamong sangat penting
untuk melakukan pemantauan terhadap mahasiswa yang melakukan pelatihan
sekaligus memberikan saran kepada mahasiswa.
Penampilan dalam mengajar merupakan suatu proses yang memegang
peranan penting terhadap penguasaan dan pengelolaan kelas. Dengan
penampilan yang rapi dan menarik akan mendorong siswa-siswi untuk
mengikuti pelajaran yang diberikan. Selain itu juga bergantng pada gaya
bahasa dan retorika yang diterapkan oleh seorang pelajar atau tenaga
pendidik. Pada saat memberikan materi maka diberikan kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan apa yang belum diketahui.
Adapun kegiatan non teaching yang dilakukan mahasiswa terbatas
dibandingkan dengan kegiatan lainnya yang mestinya dilakukan. Hal ini
disebabkan karena kurangnya kesempatan, baik oleh mahasiswa sendiri
17

maupun siswa-siswi yang menjadi sasaran. Oleh karena itu, kegiatan non
teaching yang dilakukan hanya ketika kegiatan tersebut tidak mengganggu
rutinitas kegiatan belajar siswa-siswi seperti melaksanakan administrasi kelas,
membuat analisis hasil belajar siswa-siswi dan selanjutnya ditindaklanjuti
dalam kegiatan pembelajaran di kelas
18

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut :

1. Pelaksaan Magang 3 berjalan sesuai dengan harapan karena adanya kerja


sama yang baik terhadap dosen pembimbing, guru pamong, kepala
sekolah dan semua pihak. Mahasiswa magang III mempersiapkan diri
dengan baik dalam hal penguasaan kelas serta metode yang sesuai dengan
materi yang akan di sampaikan.

2. Pelaksanaan kurikulum di SMA BATARA GOWA Sungguminasa


berjalan sesuai dengan target yang sudah diprogramkan. Ini disebabkan
karena adanya kedisiplinan dari berbagai pihak. Mulai dari kepala
sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru dan segenap staf tata usaha yang
menangani bidang pendidikan.

3. Melalui magang 3 , Mahasiswa memperoleh wawasan yang lebig luas dan


bekal untuk menjadi calon pendidik yang baik dimasa depan.

B. Saran
Mahasiswa magang 3 yang akan terjun langsung di lapangan, harus
mempunyai etika yang baik, baik di dalam maupun dan di luar kelas.
Mahasiswa juga harus membangun kerja sama dan saling menjaga
kepercayaan antar mahasiswa dan warga sekolah agar terbangun suasana
kekeluargaan yang baik. Sebelum melakukan observasi. Mahasiswa yang
akan melakukan kegiatan belajar di kelas agar mempersiapkan diri terlebih
dahulu mengenai penguasaan kelas dan penampilan yang bagus demi
membangun suasana kelas yang aktif dan ef
19

DAFTAR PUSTAKA

http://sdn1karangampel.wordpress.com/program-sekolah/penerimaan-peserta-
didik-baru-ppdb/

http://www.matrapendidikan.com/2014/06/bagaimana-proses-kenaikan-
kelas.html?m=1

Buku panduan Magang