Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA 2019

GRANULASI BASAH
I. Nama Sediaan dan Informasi Standar Obat
Nama Generik :
Nama Dagang :
Nama obat:
Jenis obat :
Kegunaan dan indikasi :
Mekanisme Kerja Obat :
Kontraindikasi :
Dosis dan cara pemakaian :
Efek samping :

II. Kekuatan Sediaan

III. Preformulasi Zat Aktif

Laboratorium Farmasi Terpadu Unit E – FARMASETIKA | Program Studi Farmasi | Fakultas MIPA – Unisba 1 dari 15
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA 2019

IV. Preformulasi Zat Tambahan

V. Analisis Formula
Untuk menjamin stabilitas suatu zat aktif baik ketika telah masuk ke dalam
tubuh atau ketika proses penyimpanan dan produksi, maka bahan tambahan
sangatlah diperlukan. Seperti proses pembuatan tablet dengan menggunakan
metode granulasi, adanya bahan tambahan akan membantu proses pembentukan
tablet. Dalam formula kali ini untuk membuat suatu sediaan tablet yang baik, maka
ditambahkan bahan tambahan seperti amprotab, etanol 95% p, talk, Mg stearat dan
PVP.
Paracetamol merupakan senyawa obat yang memiliki khasiat sebagai analgetik
dan antipiretik, sediaan tablet paracetamol dibuat tablet karena memberikan
ketetapan yang tinggi dalam dosis dibandingkan dengan sediaan yang lain.
Pembuatan tablet paracetamol dilakukan dengan granulasi, karena menurut
beberapa jurnal penelitian paracetamol memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang
buruk maka dipilih proses pembuatan dengan metode granulasi basah karena zat
aktif tidak tahan terhadap panas.
Amprotab sendiri berfungsi sebagai penghancur dengan konsentrasi 3 – 25%
dalam formulasi amprotab sendiri digunakan pada fase dalam dan luar tablet dengan
konsentrasi masing masing 10 % dan 5 %. Penggunaan konsentrasi amprotab yang
lebih besar dibandingkan fase luar dikarenakan agar ketika tablet masuk ke dalam
tubuh, maka tablet dengan mudah hancur menjadi bentuk granulnya dan bentuk
granul sendiri akan hancur sehingga zat aktif yang berbentuk serbuk dapat di
absorbsi oleh tubuh, sedangkan pada fase luar fungsi amprotab hanya menginisiasi
hancurnya lubricant dan glidan yang menempel pada tablet serta memulai proses
hancurnya matriks tablet yang mengandung zat aktif menjadi bentuk granul. Tidak
adanya penghancur akan membuat proses hancurnya tablet menjadi lama.
Akibatnya efek terapi obat akan sangat lama.
Proses pembentukan granul sendiri disebabkan karena adanya pengikat yaitu
PVP, fungsi PVP sendiri akan membentuk suatu aglomerat dari campuran butiran

Laboratorium Farmasi Terpadu Unit E – FARMASETIKA | Program Studi Farmasi | Fakultas MIPA – Unisba 2 dari 15
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA 2019

kecil fase dalam, lewat penambahan pelarut yang membuat pengikat menjadi
lengket, dan membentuk ikatan antar partikel, lama-kelamaan ikatan antar partikel
akan mengeras akibat proses pemanasan dan terbentuklah massa granul.
Konsentrasi PVP yang digunakan sebagai pengikat adalah sebesar 0,5 – 5 % dimana
dalam formula PVP yang digunakan sama seperti konsentrasi PVP yang digunakan
sebagai pengikat yaitu sebesar 5 %. Untuk membuat massa tablet yang sesuai maka
dalam formula ini di tambahkan suatu pengisi untuk membuat massa tablet yang
sesuai maka dalam formula ini ditambahkan suatu pengisi yaitu laktosa. Laktosa
sendiri cocok digunakan sebagai pengisi dikarenakan tidak bereaksi dengan zat
aktif atau bahan tambahan lain serta besifat inert. Setelah membentuk massa granul,
maka ketika proses produksi ditambahkan fase luar, yaitu talk dan glidan.
Fase luar sendiri berfungsi untuk menjamin lancarnya proses produksi serta
terbentuknya tablet sesuai yang diinginkan. Talk berperan sebagai glidan yang
dapat memperbaiki dan menjamin agar sifat alir dari massa granul baik sehingga
ketika massa granul dapat dengan udah mengalir masuk melalui corong hoppler
untuk proses pencetakan, serta tidak ada massa granul yang tertahan dari corong
dan laju alir dari massa granul tetap terikat. Sedangkan Mg Stearat sendiri berperan
sebagai lubrikan yang dapat mencegah melekatnya massa tablet yang terbentuk
dengan mesin pencetak tablet, sehingga mengurangi rusaknnya tablet ketika proses
produksi. Konsentrasi Mg stearat yang dapat digunakan sebagai lubricant adalah
sebesar 0,25 – 5 % dimana dalam formula yang digunakan konsentrasi Mg stearat
yang digunakan masuk ke dalam rentang tersebut yaitu sebesar 1 %.

Laboratorium Farmasi Terpadu Unit E – FARMASETIKA | Program Studi Farmasi | Fakultas MIPA – Unisba 3 dari 15
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA 2019

VI. Perhitungan dan Penimbangan

VII.Prosedur Pembuatan

Laboratorium Farmasi Terpadu Unit E – FARMASETIKA | Program Studi Farmasi | Fakultas MIPA – Unisba 4 dari 15
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA 2019

VIII. Hasil Evaluasi Sediaan

Laboratorium Farmasi Terpadu Unit E – FARMASETIKA | Program Studi Farmasi | Fakultas MIPA – Unisba 5 dari 15
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA 2019

IX. Pembahasan

Laboratorium Farmasi Terpadu Unit E – FARMASETIKA | Program Studi Farmasi | Fakultas MIPA – Unisba 6 dari 15
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA 2019

X. Kesimpulan

Laboratorium Farmasi Terpadu Unit E – FARMASETIKA | Program Studi Farmasi | Fakultas MIPA – Unisba 7 dari 15
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA 2019

XI. Wadah dan Kemasan

Laboratorium Farmasi Terpadu Unit E – FARMASETIKA | Program Studi Farmasi | Fakultas MIPA – Unisba 8 dari 15
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN SOLIDA 2019

XII.Daftar Pustaka
Aberg, J.A., Lacy,C.F, Amstrong, L.L, Goldman, M.P, and Lance, L.L.,
2009,Drug Information Handbook, 17th edition, Lexi-Comp for the
AmericanPharmacists Association.
Agoes, G., 2008, Pengembangan Sediaan Farmasi, Edisi Revisi & Pelunasan,
ITB, Bandung.
Buku Kedokteran, EGC, Jakarta.
Direktorat Jendral. 1995. Farmakope Indonesia edisi III. Jakarta : Departemen
Kesehatan RI.
Direktorat Jendral. 2014. Farmakope Indonesia edisi V. Jakarta : Departemen
Kesehatan RI.
Gilman, A.G., 2007, Goodman & Gilman Dasar Farmakologi Terapi,
diterjemahkan oleh Tim Alih Bahasa Sekolah Farmasi ITB, Edisi X, 877, Penerbit
Rowe, R.C. 2009. Handbook Of Pharmaceutical Excipients, 6th Ed. London : The
Pharmaceutical Press.
Sweetman, S.C. 2009. Martindale The Complete Drug Reference, Thirty Sixth
Edition. New York: Pharmaceutical Press.

Laboratorium Farmasi Terpadu Unit E – FARMASETIKA | Program Studi Farmasi | Fakultas MIPA – Unisba 9 dari 15