Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL BOOK REPORT

KALKULUS DIFERENSIAL

DOSEN PENGAMPU:

GLORY INDIRA DIANA PURBA, S.Si, M.Pd.

DISUSUN OLEH:

NAMA : MITA SURYANI DAULAY

NIM : 4193121045

KELAS : FISIKA DIK A’19

KELOMPOK : 4 (EMPAT)

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas berkat dan
rahmatnya sehingga saya masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan Critical
Book Report ini dengan judul sub bab Maksimum dan Minimum Relatif. Adapun Critical
Book Report ini saya buat guna memenuhi penyelesaian tugas pada mata kuliah Kalkulus
Diferensial.

Penulisan Critical Book Report ini, Saya tentu saja tidak dapat menyelesaikannya
sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, Saya mengucapkan terimakasih
kepada:

1. Kedua orang tua saya yang selalu mendoakan.


2. Kepada dosen saya, Ibu Glory Indira Diana Purba, S.Si, M.Pd.

Dalam Critical Book ini, saya selaku pengkritik yaitu mengkritik buku yang
diterbitkan oleh Graha Ilmu tentang Kalkulus Fungsi Satu Variabel yang disusun oleh
Prayudi sebagai buku utama dan buku pembandingnya diterbitkan ERLANGGA tentang
Kalkulus Edisi 8 yang disusun oleh Edwin J. Purcell, Dale Varberg, dan Steven E. Rigdon.

Saya menyadari bahwa Critical Book Report ini masih jauh dari kata sempurna karena
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, Saya dengan segala kerendahan hati meminta
maaf dan mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun perbaikan dan
penyempurnaan kedepannya. Akhir kata saya mengucapkan selamat membaca dan semoga
materi yang ada dalam Critical Book Report ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan
terutama bagi penulis sendiri.

Medan, 23 September 2019

MITA SURYANI DAULAY


ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................i

DAFTAR ISI......................................................................................ii

IDENTITAS BUKU .......................................................................iii

A. BUKU UTAMA..................................................................iii

B. BUKU PEMBANDING......................................................iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang...............................................................................1

1.2. Tujuan............................................................................................1

1.3. Rumusan Masalah..........................................................................2

1.4 . Manfaat Penulisan.........................................................................2

BAB II ISI BUKU

2.1. BUKU UTAMA..............................................................................2

2.2. BUKU PEMBANDING..................................................................4

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Kelebihan dan Kekurangan Buku Utama.........................................7

3.2 Kelebihan dan Kekurangan Buku Pembanding................................7

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan........................................................................................8

4.2 Saran..................................................................................................8
iii

IDENTITAS BUKU

A. BUKU UTAMA
Judul Buku : Kalkulus Fungsi Satu Variabel

Pokok Pembahasan : Penggunaan Turunan

Penulis : Prayudi

Penerbit Buku : Graha Ilmu

Tahun Terbit : 2006

Tempat Terbit : Yogyakarta

Jumlah Halaman : 542


iv

B. BUKU PEMBANDING
Judul Buku : Kalkulus Edisi 8

Pokok Pembahasan : Penerapan Turunan

Penulis : Edwin J. Purcell, dkk

Penerbit Buku : Erlangga

Tahun Terbit : 2003

Tempat Terbit : Jakarta

Jumlah Halaman : 608


1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kalkulus ( Bahasa Latin: Calculus, artinya “batu kecil”, untuk menghitung) adalah
cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret tak hingga.
Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu mengenai
bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan beserta
aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasinya yang luas dalam bidang-bidang sains, ekonomi,
dan teknik seta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan
aljabar elementer.

Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang
saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang
menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi. Yang khusus mempelajari fungsi dan
limit, secara umum dinamakan analisis matematika.

Turunan merupakan salah satu bagian dari kalkulus yang mempunyai peranan yang
sangat besar baik dalam bidang-bidang lain maupun dalam matematika itu sendiri. Dengan
mempelajari turunan, maka dapat mempermudah kita dalam menyelesaikan masalah-masalah
yang berkaitan dengan fungsi, integral dan bidang kalkulus lainnya. Turunan juga dapat
digunakan untuk dapat menggambarkan grafik suatu fungsi aljabar yaitu dengan
menggunakan penerapannya. Untuk menemukan turunan suatu fungsi biasanya digunakan
fungsi limit.

1.2 Tujuan
1. Untuk Membandingkan materi Maksimum dan Minimum Relatif dari dua sumber.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa itu Maksimum dan Minimum Relatif?
2. Apa contoh dari Maksimum dan Minimum Relatif?
2
1.4 Manfaat Penulisan
1. Memberikan referensi kepada pembaca.
2. Membantu pembaca agar lebih memahami materi.
3. Membantu pembaca untuk lebih muda memilih buku yang ingin di bahas.

BAB II
ISI BUKU

2.1 Buku Utama


Nilai ekstrim (maksimum atau minimum) suatu fungsi yang di defenisikan pada
interval tertutup yang mengacu pada nilai ekstrim absolut.

Defenisi.

Andaikan S, daerah asal f , memuat titik C, kita katakana bahwa:


1. f(c) adalah nilai maksimum f pada S jika f(c)≥ f(x) untuk semua x di S
2. f(c) adalah nilai minimum f pada S jika f(c)≤ f(x) untuk semua x di S
3. f(c) adalah nilai ekstrim f pada S jika ia adalah nilai maksimum atau minimum

Pada defenisi disebutkan bahwa fungsi f terdefenisi pada daerah asal S, akan tetapi tidak
disebutkan apakah S merupakan interrval terbuka atau interval tertutup. Dua teorema berikut
ini memberikan prasyarat nilai ekstrim dan prasyarat titik kritis yang di gunakan untuk
melokalisir kemungkinan nilai-nilai c yang memberikan nilai ekstrim.

Teorema 1. Teorema Kewujudan Maksimum Minimum, yaitu jika f fungsi kontinu pada
intetval tertutup [a,b], maka f akan mencapai nilai maksimum dan nilai minimum.

Teorema 2. Teorema Titik Kritis, Andaikan fungsi f di defenisikan pada interval I yang
memuat titik c. Jika f(c) adalah nilai ekstrim, maka c haruslah titik kritis, yakni c berupa salah
satu dari:

1. Titik ujung interval I;


2. Titik stasioner dari f, yakni f’(c)=0;
3. Titik singular dari f, yakni f’(c) tidak ada.

Dari Teorema 1, dapat ditarik kesimpulan bahwa persyaratan yang harus dipenuhi terjadinya
nilai ekstrim di c adalah f kontinu dan S adalah interval tertutup.

Sedangkan dari Teorema 2 mensyaratkan bahwa c haruslah titik kritis.


3

Contoh.

Misalkan f fungsi yan diberikan oleh persamaan, f(x)= x2/3 (5-x). Tentukan nilai ekstrim dan
buatlah sketsa grafik fungsinya, pada interval [-1,4].

Penyelesaian
Titik Kritis
Langkah pertama sebelum menentukan nilai ekstrim adalah mencari nilai titik kritis. Dengan
mendiferendialkan fungsi f terhadap x, maka di hasilkan:
10 5
f’(x)= x-1/3- x2/3
3 3

= 5(2−𝑥)
3𝑥 1/3
Menurut teorema 2, titik kritis harus dicari adalah batas interval, titik stasioner dan titik singular.
Jadi batas interval, x=-1 dan x=4 merupakan titik kritis.

Titik Singular

Karna f’ fungsi rasional, sehingga f’ tidak terdefenisikan pada penyebut sama dengan nol. Jadi
f‘(0) tidak ada defenisinya , dan x=0 merupakan titik singular.

Titik Stasioner

Untuk ≠≠ 0, f‘(x)=0 dipenuhi oleh 2-x =0, atau x=2. Dengan demikian titik stasionernya adalah
x=2. Jadi titik kritisnya adalah, x1= 0, x2=2, x3=-1, dan x4=4.

Nilai Ekstrim

Menurut Teorema 2 Nilai ekstrimfungsi terletak pada titik kritis.


4

2.2 Buku Pembanding


Defenisi.

Andaikan S, daerah asal dari f, mengandung titik c. Kita katakan bahwa :

1. f (c) adalah nilai maksimum f pada S jika f (c) f (x) untuk semua x di S;
2. f (c) adalah nilai minimum f pada S jika f (c) f (x) untuk semua x di S;
3. f (c) adalah nilai ekstrim f pada S jika ia adalah nilai maksimum atau nilai minimum.
4. Fungsi yang ingin kita maksimum dan kita minimumkan adalah fungsi objektif.

Pertanyaan Keberadaan. Apakah f mempunyai nilai maksimum(atau minimum) pada S?


1
Jawabannya bergantung pertama-tama pada himpunan S tersebut. Tinjaulah f (x)=𝑥
pada S= (0,∞); fungsi ini tidak mempunyainilai maksimum maupun nilai minimum.

Teorema A Teorema Keberadaan Maks-Min.


Jika f kontinu pada selang tutup [a,b], maka f mencapai nilai maksimum dan minimum di
sana.

Terjadinya Nilai-Nilai Ekstrim :


Biasanya fungsi yang ingin kita maksimumkan atau minimumkan akan mempunyai
suatu selang I sebagai daerah asalnya. Tetapi selang ini boleh berupa sebarang dan sembilan
tipe yang dibahas 1.3. beberapa dari selang ini memuat titk-titik ujung; beberapa tidak.
Misalnya I = [a,b] memuat titik-titik ujung dua-duanya; (a,b) hanya memuat titik ujung kiri;
(a,b) tidak memuat titk ujung satupun. Nilai-nilai ekstrim sebuah fungsi yan didefinisikan
pada selang tertutup sering kali terjadi pada titik-titik ujung. (Lihat Gambar B)
5
Jika c sebuah titik pada mana f’(c) = 0 disebut c titik stasioner. Pada titik stasioner,
grafik f mendatar karena garis singgung mendatar. Nilai-nilai ekstrim terjadi pada titik-titik
stasioner. (Gambar C )

Jika c adalah titik dalam dari I dimana f’ tidak ada, disebut c titik singular.
Grafik f mempunyai sudut tajam, garis singgung vertikal. Nilai-nilai ekstrim dapat terjadi
pada titik-titik singular. (Gambar D) walaupun dalam masalah-masalah praktis sangat
langka.

Teorema B
(Teorema titik kritis). Andaikan f didefinisikan pada selang I yang memuat titik c. Jika f(c)
adalah titik ekstrim, maka c haruslah suatu titik kritis, yakni c berupa salah satu :
i. titik ujung I
ii. titik stasioner dari f (f’(c) = 0)
iii. titik singular dari f (f’ (c) tidak ada)
Mengingat teorema A dan B, untuk menghitung nilai maksimum atau nilai minimum
suatu fungsi kontinu f pada selang tertutup I .

Langkah 1 : Carilah titik-titik kritis dari f pada I


6

Langkah 2 : hitunglah f pada setiap titik kritis, yang terbesar adalah nilai maksimum dan
yang terkecil adalah nilai minimum.

soal :

Carilah nilai- nilai maksimum dan minimum dari f(x) = x2 + 4x pada [-3, 1]

Penyelesaian:

Menurunkan fungsinya f’(x) = 2x + 4

Kemudian mencari titik kritis f’(x) = 0

2x + 4 = 0

X = -2

Berarti titik-titik kritis yang di dapat -3, -2, 1 maka :

f(-3) = -3

f(-2) = -4

f(1) = 5

Jadi nilai maksimum adalah 5 (dicapai pada 1) dan nilai minimum adalah -4 (dicapai pada -2)
7

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 BUKU UTAMA


Kelebihan Kekurangan
Penulisan kata pada buku monoton.
Materi yang disajikan dilengkapi
dengan contoh dan pembahasan
sehingga membantu pembaca
memahami materi.

Terdapat grafik dan keterangan yang


memudahkan pembaca memahami
grafik tersebut

Dilengkapi daftar isi sehingga


memudahkan pembaca untuk mencari
materi.

Susunan penulisan teratur.

Pemaparan materi sudah lengkap

3.2 BUKU PEMBANDING


Kelebihan Kekurangan
Susunan penulisan tidak teratur
Dilenngkapi dengan contoh beserta sehingga sedikt menyulitkan pembaca.
pembahasannya sehingga
memudahkan pembaca.
Bahasa yang digunakan monoton.
Disertai daftar isi sehingga
memudahkan pembaca mencari materi.

Dilengkapi grafik dan keterangan yang


memudahkan pembaca memahami
grafik tersebut.

Pemaparan materi sudah lengkap


8

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, kesimpulan nya adalah dapat di lihat dari defenisi
Maksimum dan Minimum yang mana dimisalka S, daerah asal f , memuat titik C, kita
katakana bahwa:
1. f(c) adalah nilai maksimum f pada S jika f(c)≥f(x) untuk semua x di S
2. f(c) adalah nilai minimum f pada S jika f(c)≤f(x) untuk semua x di S
3. f(c) adalah nilai ekstrim f pada S jika ia adalah nilai maksimum atau minimum
Dimana kedua buku di atas memaparkan materi yang sama.

4.2 Saran
Saran saya pada buku utama adalah untuk pengubahaan penggunaan bahasanya yang
monoton dan kurang terperinci, selebihmya menurut saya sudah bagus. Dan untuk buku
pembanding saya sarankan juga untuk pengubahan penggunaan bahasanya yang kurang jelas
serta struktur penulisan yang digunakan kurang rapi sehingga sedikikit menyulitkan pembaca
untuk memahami materi yang ada. Untuk itu saya merekomendasikan buku utama, karna
menurut saya buku utama lebih banyak keunggulannya dari pada buku pembanding