Anda di halaman 1dari 7

Iklan

Ya, istilah lead time seringkali mengacu pada waktu tunggu untuk dari suatu awal sampai suatu akhir.
Nah, dalam rantai pasok juga mengenal istilah lead time yang dapat Anda pelajari berikut ini.

Untuk memulai pemahaman mengenai lead time mari kita pelajari terlebih dahulu mengenai perioritas
persaingan. Salah satu prioritas persaingan adalah berkaitan dengan waktu yang berarti berkaitan pula
dengan lead time. Prioritas persaingan tidak terlepas dari strategi kompetitif perusahaan. Strategi
operasi yang berlandaskan pada konsumen menggambarkan tujuan jangka panjang perusahaan. Hal ini
juga memerlukan dukungan dan kerja sama bagian operasi dan pemasaran untuk dapat mengikuti
keinginan segmen pasarnya dan menerjemahkan keinginan tersebut sesuai kemampuan perusahaan.
Analisis pasar mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pasar yang dapat dipenuhi perusahaan untuk
mendapatkan keunggulan kompetitif di tiap segmen pasarnya. Memenuhi keinginan pasar kedalam
kapabilitas area fungsional perusahaan harus diikuti oleh pengembangan kapabilitas tertentu. Pada
bagian ini, Anda akan mempelajari mengenai kapabilitas yang berkaitan dengan produk atau jasa itu
sendiri, sistem pengiriman, dan faktor volume. Sebuah perusahaan memperoleh keuntungan dari sistem
operasinya dengan mengembangkan satu atau lebih kapabilitasnya. Terdapat delapan kemungkinan
prioritas persaingan dalam perusahaan yang terbagi menjadi empat kelompok seperti berikut:

Biaya 1. Operasi biaya rendah

Kualitas 2. Desain dengan performa tinggi

3. Kualitas yang konsisten

Waktu 4. Kecepatan pengiriman

5. Ketepatan pengiriman

6. Mengembangkan kecepatan

Fleksibilitas 7. Kustomisasi

8. Fleksibilitas volume

Biaya
Menurunkan harga dapat meningkatkan permintaan produk atau jasa, tetapi dapat juga menurunkan
margin keuntungan jika produk atau jasa yang dihasilkan tidak dapat diproduksi dengan biaya rendah.
Untuk bersaing dalam hal biaya, manajer operasi harus memperhatikan biaya tenaga kerja, material, sisa
(scrap), serta biaya-biaya lain untuk mendesain suatu sistem yang dapat menurunkan biaya per unit
produk atau jasa. Seringkali usaha untuk menurunkan biaya ini harus dimulai dengan investasi
tambahan dalam hal automatisasi mesin dan peralatan.

Kualitas

Prioritas persaingan dalam hal kualitas meliputi desain dengan performa tinggi dan kualitas yang
konsisten. Desain dengan performa tinggi meliputi fitur-fitur yang superior, tahan lama, dan ketersediaan
layanan purna jual. Desain dengan performa tinggi menentukan tingkat kinerja operasi dalam membuat
produk ataupun menyediakan jasa. Sebagai contoh, sistem operasi yang dijalankan Club Med, sebuah
resort yang juga menyediakan entertainment, makan malam, rekreasi, dan fasilitas-fasilitas lainnya
memiliki tingkat permintaan yang lebih tinggi daripada hotel-hotel tanpa fasilitas tambahan lainnya.

Kualitas yang konsisten mengukur frekuensi kesesuaian produk atau jasa dengan spesifikasinya.
Pelanggan menginginkan produk atau jasa yang memiliki kualifikasi seperti yang diinginkan. Misalnya,
pelanggan sebuah bank pasti menginginkan bank tidak melakukan kesalahan dalam mencatat transaksi.
Untuk berkompetisi berdasarkan kualitas, manajer operasi harus menentukan desain dan pengawasan
operasi yang ketat untuk mengurangi kesalahan (error).

Waktu

Prioritas persaingan dalam hal waktu meliputi kecepatan pengiriman, ketepatan pengiriman, dan
kecepatan pengembangan. Kecepatan pengiriman adalah waktu antara menerima pesanan pelanggan
dan memenuhi pesanan tersebut. Waktu inilah yang disebut dengan lead time. Waktu pengiriman yang
dapat diterima bervariasi, bisa satu tahun (untuk mesin-mesin yang kompleks dan customized),
beberapa minggu (untuk menjadwalkan perjalanan wisata), ataupun dalam hitungan menit (untuk
ambulans). Pabrikan dapat mempercepat waktu pengiriman dengan menyimpan persediaan. Perusahaan
jasa juga dapat mempercepat waktu pengiriman dengan cara memiliki kapasitas lebih.

Ketepatan pengiriman mengukur frekuensi ketika waktu pengiriman yang dijanjikan terpenuhi. Pabrikan
mengukur ketepatan pengiriman sebagai persentase terkirimnya pesanan pelanggan seperti yang telah
dijanjikan dengan batasan 95 persen terpenuhi. Penyedia jasa, seperti supermarket seringkali mengukur
ketepatan pengiriman sebagai persentase pelanggan yang menunggu di kasir selama kurang dari tiga
menit.

Kecepatan pengembangan mengukur seberapa cepat suatu produk atau jasa baru diperkenalkan, yang
berarti waktu dari timbulnya ide sampai dengan desain final dan produksi. Memperkenalkan suatu
produk baru ke pasar berarti membawa perusahaan ke suatu wilayah persaingan yang seringkali sulit
diatasi di tengah perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat. Kecepatan pengembangan ini sangat
penting bagi industri fashion. The Limited, contohnya, dapat mendesain mode fashion baru,
mengirimkan desain tersebut ke Hong Kong, memproduksi, dan mengirimkan kembali hasil produksi
tersebut ke Amerika Serikat, serta memajang di toko-toko dalam waktu kurang dari 25 minggu.

Banyak perusahaan memfokuskan pada prioritas kompetitif pada kecepatan pengembangan dan
kecepatan pengiriman. Kompetisi berdasarkan waktu membuat para manajer berhati-hati dalam
mendefinisikan langkah-langkah dan waktu yang diperlukan untuk menyampaikan produk atau jasa.
Selanjutnya, para manajer juga perlu untuk menganalisis setiap langkah untuk menentukan apakah
waktu dapat dipersingkat tanpa mengurangi kualitas. Dalam suatu proses yang disebut dengan
concurrent engineering, para insinyur desain, pemasar, pembeli, dan spesialis kualitas bekerja bersama
untuk mendesain suatu produk atau jasa dan memilih proses produksi yang tepat.

Fleksibilitas

Prioritas persaingan dalam hal fleksibilitas meliputi kustomisasi dan fleksibilitas volume. Kustomisasi
adalah kemampuan untuk memuaskan keinginan yang unik dari setiap pelanggan dengan cara
mengubah-ubah desain produk atau jasa. Kustomisasi produk atau jasa kadangkala digunakan untuk
jangka waktu yang lama, kadangkala hanya untuk jangka waktu yang pendek. Seorang penata rambut
dapat memberikan layanan dengan menata rambut sesuai keinginan pelanggannya, namun jasa yang
diberikannya kadangkala tidak akan lama. Hal ini berlawanan dengan desain botol plastik yang digunakan
oleh pabrik shampoo kemungkinan dapat berumur tahunan. Kustomisasi memiliki arti bahwa sistem
operasi harus bersifat fleksibel dalam mengatasi keinginan unik pelanggan dan dalam mengubah desain.

Fleksibilitas waktu adalah kemampuan untuk menyelaraskan produksi dalam menyesuaikan dengan
perubahan permintaan yang besar. Fleksibilitas volume merupakan kapabilitas operasi yang cukup
penting untuk mendukung pencapaian prioritas kompetitif lainnya (misalnya kecepatan pengembangan
atau kecepatan pengiriman). Waktu antara puncak permintaan dapat berupa tahunan, bulanan, atau
dalam hitungan jam.

Anda telah mempelajari mengenai beberapa prioritas persaingan. Salah satu pertanyaan mendasar
dalam hal ini adalah “mengapa perusahaan harus memilih diantara prioritas tersebut?”. “Mengapa
perusahaan tidak melakukan semua prioritas tersebut?”. Dalam situasi tertentu, perusahaan dapat
berimprovisasi untuk melaksanakan semua prioritas tersebut secara bersama-sama. Contohnya, dalam
suatu pabrik, sampah yang terjadi karena kesalahan produksi dan pengerjaan ulang produk dihitung
antara 20-30 persen biaya produk. Dengan mengurangi kerusakan dan meningkatkan kualitas,
perusahaan dapat mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, sekaligus memangkas waktu
pengiriman secara bersama-sama. Namun demikian, pemilihan salah satu prioritas kompetitif
memerlukan trade off dengan bidang yang lain. Misalnya, meningkatkan kustomisasi produk atau
memproduksi dengan desain berperforma tinggi akan meningkatkan biaya sekaligus meningkatkan
harga. Oleh karena itu, perusahaan harus memilih salah satu atau beberapa prioritas tertentu saja.

Kompetisi Berbasis Waktu

Saudara mahasiswa, seperti telah Anda pelajari sebelumnya, waktu merupakan salah satu prioritas
persaingan yang berkaitan dengan kecepatan dan ketepatan pengiriman, serta kecepatan
pengembangan. Pembahasan kita berikutnya akan berkaitan dengan waktu karena kita akan berbicara
mengenai lead time.

Saudara mahasiswa, pelanggan pada semua pasar semakin bersifat time-sensitive. Dengan kata
lain mereka memberikan penilaian lebih dalam hal waktu dan hal tersebut merefleksikan kebiasaan
pembelian mereka. Selain itu, sebagai contoh pada pasar industri, pembeli cenderung untuk
mendapatkan sumber dari pemasok dengan lead time yang paling pendek dan dapat memenuhi
spesifikasi kualitas mereka. Pada pasar konsumen, pelanggan membuat pilihan mereka dari beberapa
merek yang tersedia pada waktu tersebut. Hal yang perlu diperhatikan adalah apabila stok merek yang
dipilih oleh pelanggan habis, maka pelanggan akan dengan cepat mencari merek penggantinya.

Pada masa yang lalu, seringkali yang terjadi adalah bila harga menjadi sebuah ukuran yang
mempengaruhi keputusan pembelian. Sekarang ini, harga bukanlah satu-satunya komponen yang
diperhatikan oleh pelanggan. Harga menjadi sesuatu yang penting bagi pelanggan, namun “biaya dari
waktu” juga telah menjadi prioritas pelanggan. Biaya dari waktu adalah sebuah biaya tambahan yang
harus diperhatikan ketika pelanggan menunggu kedatangan barang ataupun mencari pilihan yang lain.
Produsen harus memperhatikan hal ini, karena semakin lama konsumen menunggu barang yang
diinginkan, akan semakin cepat dia berpindah ke produk lainnya.

Terdapat banyak tekanan yang mengarah kepada pertumbuhan pasar yang bersifat sensitif terhadap
waktu, namun yang paling signifikan adalah :

1. Pemendekan siklus hidup

2. Kebutuhan konsumen untuk mengurangi persediaan

3. Ketidakstabilan pasar

PENGERTIAN LEAD TIME

Dari sudut pandang konsumen, hanya ada satu lead time yaitu waktu yang dibutuhkan dari pemesanan
sampai ke pengiriman. Jelas sekali pandangan konsumen tersebut merupakan variabel persaingan yang
sangat penting ketika semakin banyak persaingan. Namun demikian, hal tersebut hanya menggambarkan
sebagian dari sudut pandang lead time. Hal yang tak kalah pentingnya adalah lead time yang dilihat dari
sudut pandang pemasok, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk mengubah pesanan menjadi pemasukan
dalam bentuk tunai dan juga jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menjadikan modal usaha dari hasil
pembayaran konsumen.

1. Siklus Pemesanan ke Pengiriman

Dari sudut pandang pemasaran, waktu yang diperlukan dari penerimaan pesanan menuju ke pengiriman
(biasa disebut sebagai order cycle time/OCT) sangatlah penting. Pada lingkungan just in time saat ini,
lead time yang pendek merupakan sumber utama untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Hal yang
sama pentingnya adalah ketahanan atau kekonsistenan dari lead time tersebut. Hal yang sering
diperbincangkan adalah bahwa keandalan pengiriman lebih penting dari lamanya siklus pemesanan.
Dampak yang terjadi akibat kegagalan pengiriman yang tepat waktu lebih ringan daripada kebutuhan
untuk pemesanan barang tersebut kembali. Namun demikian, lead time yang lama akan membutuhkan
peramalan jangka panjang.

Tiap tahapan dalam OCT memerlukan waktu. Karena adanya bottleneck, ketidakefisienan proses dan
fluktuasi pada jumlah pesanan yang ditangani menyebabkan adanya beberapa variasi yang dapat
dipertimbangkan untuk menyelesaikan aktivitas pesanan tersebut. Efek yang dapat ditimbulkan dari
kesalahan rangkaian proses ini dapat menyebabkan berkurangnya kepercayaan karena lamanya proses
pengiriman.

2. Siklus cash to cash

Seperti telah Anda pelajari sebelumnya, perhatian mendasar dari sebuah organisasi adalah: “berapa
lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sebuah pesanan menjadi uang tunai?”. Pada
kenyataannya masalah yang ada bukan hanya pada berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
memproses suatu pesanan dan menerima pesanan, tetapi juga sepanjang apa pipeline dari pencarian
sumber bahan baku sampai ke produk jadi, karena melalui pipeline tersebutlah sumber daya yang ada
dikonsumsi dan modal kerja yang ada digunakan.

Pada saat ketika pesanan diterima, maka proses akan dimulai. Keputusan–keputusan penting segera
dibuat. Dimulai dengan pengadaan bahan dan komponen pendukung, diproses, dirakit, sampai dengan
proses distribusi akhir. Dalam rangkaian produksi dan distribusi ini akan memerlukan waktu. Waktu
tersebut akan terepresentasi oleh jumlah hari sebuah persediaan berada pada pipeline baik itu dalam
bentuk bahan baku, proses kerja, persediaan sementara atau waktu yang dibutuhkan untuk memproses
pemesanan, dan juga waktu yang dihabiskan pada proses produksi, waktu antrian ataupun bottleneck
dan sebagainya. Pengaturan pada keseluruhan pipeline inilah yang menjadi kajian utama pada
manajemen logistik lead time.

Seperti yang telah Anda pelajari, semakin panjang pipeline dari bahan baku sampai ke pengguna terakhir
berarti semakin kurang responsif terhadap permintaan sistem tersebut. Akan jadi permasalahan apabila
pipeline yang panjang tersebut tidak dapat menampilkan gambaran permintaan akhir sehingga akan
terdapat kesulitan untuk menghubungkan proses produksi dan keputusan pengadaan dengan kebutuhan
pasar. Selain itu kita juga akan menemukan sebuah lingkungan yang dibangun sebagai penyangga pada
setiap langkah pada rantai pasok. Perkiraan yang biasa dilakukan menghasilkan suatu langkah yang
disarankan yaitu jumlah safety stock yang terdapat pada pipeline, bervariasi sesuai dengan akar pangkat
dua dari panjang pipeline.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dan memastikan waktu respon yang tepat untuk mengatasi
ketidakstabilan permintaan dibutuhkan sebuah pendekatan yang baru dan mendasar pada manajemen
lead time.

Anda mungkin juga menyukai