Anda di halaman 1dari 20

[

KERANGKA ACUAN KERJA


PELAKSANAAN PEMBANGUNAN INTERIOR
GEDUNG ARSIP KEPRESIDENAN
DI GEDUNG ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
JALAN GAJAH MADA – JAKARTA BARAT

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA


2019
KERANGKA ACUAN KERJA
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN INTERIOR GEDUNG ARSIP KEPRESIDENAN

Di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia Jalan Gajah Mada – Jakarta Barat

1.1. PENDAHULUAN

Menghadapi tantangan globalisasi dan mendukung terwujudnya penyelenggaraan


negara dan khususnya pemerintahan yang baik dan bersih, serta peningkatan kualitas
pelayanan publik, penyelenggaraan kearsipan di lembaga negara, pemerintahan daerah,
lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan
perseorangan harus dilakukan dalam suatu sistem penyelenggaraan kearsipan nasional
yang komprehensif dan terpadu. Penyelenggaraan kearsipan nasional perlu disesuaikan
dengan perkembangan dan kebutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara yang dipengaruhi oleh perkembangan tantangan nasional dan global serta
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Penyelenggaraan pemerintahan yang
baik, bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, serta akuntabel dapat berlangsung
jika didasarkan pada ketersediaan informasi yang akurat, lengkap, dan terkini.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) merupakan salah satu Lembaga
Pemerintah Non Kementerian yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No.7 Tahun
1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan yang kemudian diubah menjadi
Undang-Undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dalam rangka melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang kearsipan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. ANRI mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di
bidang kearsipan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan. Tugas
tersebut sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan saat ini karena Arsip sendiri
memiliki fungsi yang sangat vital sebagai memori kolektif bangsa. Selain itu ANRI juga
berperan sebagai pembina Kearsipan Nasional sesuai dengan Pasal 8 Ayat 1 Undang-
Undang Nomor 43 Tahun 2009.
Sebagai Lembaga Pemerintah, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
mempunyai fungsi : (1) Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kearsipan;
(2) Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas lembaga; (3) Fasilitasi dan
pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kearsipan; (4)
Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan
umum, ketatausahaan, kehumasan, hukum, organisasi dan tata laksana, kepegawaian,
keuangan, perlengkapan dan rumah tangga, persandian, dan kearsipan; (5)
Penyelenggaraan pembinaan kearsipan nasional; (6) Pelindungan, penyelamatan, dan
pengelolaan arsip statis berskala nasional dan; (7) Penyelenggaraan sistem dan jaringan
informasi kearsipan nasional;
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Lembaga Pemerintahan, Arsip
Nasional Republik Indonesia memiliki kewenangan-kewenangan dalam hal (1) Penyusunan
rencana nasional secara makro di kearsipan; (2) Penetapan dan penyelenggaraan
kearsipan nasional untuk mendukung pembangunan secara makro; (3) Penetapan sistem
informasi di bidang kearsipan; (4) Kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yaitu (a) Perumusan dan
pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang kearsipan; (b) Penyelamatan serta pelestarian
arsip dan pemanfaatan naskah sumber arsip.
Berbagai masalah yang muncul dalam mendukung penyelenggaraan kearsipan
nasional untuk mewujudkan penyelenggaraan negara dan khususnya pemerintahan yang
baik dan bersih, serta peningkatan kualitas pelayanan publik mencerminkan rumitnya
tantangan yang harus dihadapi bersama oleh pencipta arsip dan lembaga kearsipan,
termasuk ANRI yang diberi tugas dalam bidang kearsipan, untuk mengatasi masalah dan
tantangan tersebut. Peran ANRI sangat strategis, karena penyelenggaran kearsipan
merupakan cara yang tepat untuk mendukung akuntabilitas, transparansi, serta pelindungan
kepentingan negara dan hak-hak keperdataan rakyat, dengan mengoptimalkan sumber
daya yang melibatkan pencipta arsip dan lembaga kearsipan serta peran serta masyarakat.
Untuk itu, ANRI dituntut memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas negara di bidang
kearsipan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang- Undang
Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan,
tujuan penyelenggaraan kearsipan adalah: (a) menjamin terciptanya arsip dari
kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan,
perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan, serta ANRI
sebagai penyelenggara kearsipan nasional; (b) menjamin ketersediaan arsip yang autentik
dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah; (c) menjamin terwujudnya
pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; (d) menjamin pelindungan kepentingan negara dan hak-hak
keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan
terpercaya; (e) mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional sebagai suatu sistem
yang komprehensif dan terpadu; (f) menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai
bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
(g) menjamin keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya,
pertahanan, serta keamanan sebagai identitas dan jati diri bangsa; dan (h) meningkatkan
kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan
terpercaya.
Ruang lingkup penyelenggaraan kearsipan meliputi keseluruhan penetapan
kebijakan, pembinaan kearsipan, dan pengelolaan arsip dalam suatu sistem kearsipan
nasional yang didukung oleh sumber daya manusia, prasarana dan sarana, serta sumber
daya lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ruang lingkup tersebut
meliputi kegiatan yang dilakukan oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga
pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan,
serta lembaga kearsipan.
Dari tujuan yang hendak dicapai tersebut di atas, dapat ditarik suatu benang merah bahwa
bidang kearsipan tidak hanya ditentukan oleh ANRI dan lembaga kearsipan, tetapi instansi
pemerintah, swasta, perseorangan dan masyarakat luas pun turut serta berperan
dalam pengelolaan dan penyelamatan arsip.
ANRI sebagai lembaga kearsipan nasional perlu diperkuat agar dapat memastikan
berjalannya proses penyelenggaraan kearsipan nasional secara baik, antara lain dengan
mengawal dan memperkuat sistem kearsipan nasional. ANRI harus semakin mampu
menjadi pembina dalam mengarahkan proses penyelenggaraan kearsipan nasional secara
efektif dan efisien dengan mempertimbangkan heterogenitas sumber daya, persepsi, dan
kepentingan sektoral dan kedaerahan. Keberhasilan dalam membina dan mempertemukan
komitmen pencipta arsip dan lembaga kearsipan akan semakin meningkatkan kinerja
institusi dan sekaligus memantapkan keberadaannya. Untuk menjadi pembina yang efektif,
ANRI perlu terus melakukan perbaikan, dan mengembangkan tradisi yang kondusif bagi
berkembangnya individu dan kelompok pembelajar menuju organisasi pembelajar
(organizational learning).
Salah satu tugas penting yang diemban oleh ANRI sebagai lembaga negara adalah
menyelamatkan arsip statis, yakni arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan dari
perjalanan negara dan bangsa ini. Perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
ini juga tidak terlepas dari peran presiden, baik sebagai kepala negara maupun kepala
pemerintahan. Sosok presiden merupakan unsur penting dalam dinamika perkembangan
negara, sehingga arsip yang terkait dengan sosok presiden ini harus diselamatkan,
dilestarikan dan dimanfaatkan. Program Arsip Presiden menjadi program prioritas yang
dilaksanakan ANRI sesuai dengan Rencana Strategis tahun 2015-2019.
Dalam tahun 2017 telah dilaksanakan pembuatan Desain Interior Arsip Presiden
Sukarno dan akan direalisasikan pembangunan Interior Gedung Arsip Kepresidenan
Sukarno pada tahun 2019 ini.
Pembangunan Interior Gedung Arsip Kepresidenan dilaksanakan berdasarkan
perencanaan Design Interior dengan mempertimbangkan aspek kesejarahan yang
selanjutnya akan menjadi dasar untuk mengarahkan pembangunan interior, tata pamer,
media pamer dan pengembangan konten. Untuk mewujudkan pembangunan Interior Arsip
Kepresidenan maka diperlukan Pelaksana Pembangunan Interior sesuai dengan syarat dan
ketentuan yang ditetapkan dalam KAK dan dokumen lain sebagaimana terlampir.

1.3. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud
Maksud dari pelaksanaan Pembangunan Interior Gedung Arsip Kepresidenan yang terletak
di Jl. Gajah Mada No. 111 Krukut, Taman Sari Jakarta Barat adalah terpenuhinya kebutuhan
interior Gedung Arsip Kepresidenan (Presiden Sukarno) sehingga menjadi ruang pamer tetap
yang komunikatif, user friendly dan dapat diakses masyarakat pada umumnya.

Tujuan
Tujuan pelaksanaan jasa konstruksi ini adalah tersedianya Interior Gedung Arsip
Kepresidenan (Presiden Sukarno) di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia yang terletak di
jl. Gajah Mada No. 111 Krukut,Taman Sari Jakarta Barat sesuai dengan disain perencanaan
yang telah dilakukan oleh konsultan perencana.

1.4. Dasar Hukum


a) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (UUBG).
b) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda.
c) Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.
d) Peraturan Presiden RI Nomor : 73 tahun 2011 tentang Pembangunan Bangunan
Gedung Negara.
e) Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis
Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan dan Lingkungan.
f) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan
Teknis Bangunan Gedung.
g) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
h) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.
i) Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung serta standar teknis yang terkait
j) Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta I Nomor 36 Tahun 2014
Tentang Rencana Induk Kawasan Kotatua.
k) Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 7 Tahun 2010
Tentang Bangunan Gedung.
l) Peraturan Daerah No. 7 tahun 1991 tentang Bangunan dalam Wilayah DKI Jakarta.
m) Peraturan Daerah No. 7 tahun 2010 tentang Bangunan Gedung.
n) Peraturan Daerah No. 1 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta.

1.5. LINGKUP KEGIATAN


Lingkup Pekerjaan adalah Pelaksanaan Pembangunan Interior Gedung Arsip Kepresidenan
di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia yang terletak di jl. Gajah Mada No. 111 Krukut,
Taman Sari Jakarta Barat, yang meliputi pekerjaan:
a) Pekerjaan Elektrikal
b) Pekerjaan Interior
c) Pekerjaan Multimedia yang terdiri dari
1. Penyediaan hardware
2. Pengolahan konten
Produk/hasil Pembangunan Interior Gedung Arsip Kepresidenan yang terletak Gedung
Arsip Nasional RI jalan Gajah Mada No. 111 Krukut,Taman Sari Jakarta Barat, merupakan
wujud nyata dari proses desain interioir Gedung Arsip Kepresidenan yang dilaksanakan oleh
Kontraktor Pelaksana.
1.6. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG DAN JASA

Pelaksanaan Pembangunan Interior Gedung Arsip Kepresidenan di Gedung Arsip Nasional


Republik Indonesia yang terletak di jl. Gajah Mada No. 111 Krukut, Taman Sari Jakarta Barat
ini diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh :

1. Kuasa Pengguna Anggaran


Nama : Drs. Sumrahyadi, MIMS
NIP : 19611009 198703 1 001
Jabatan : Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Alamat : Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jalan Ampera Raya No. 7
Jakarta Selatan

2. PPK
Nama : Dra. Retno Wulandari, M.Hum
NIP : 19661114 199203 2 001
Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Deputi Bidang Konservasi Arsip
Alamat : Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jalan Ampera Raya No. 7
Jakarta Selatan

3. POKJA Pemilihan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah untuk Belanja Barang dan Belanja
Modal.

4. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan

1.7. ANGGARAN PELAKSANAAN


Sumber Dana
Biaya pekerjaan pelaksanaan Pembangunan Interior Gedung Arsip Kepresidenan di
Arsip Nasional Republik Indonesia yang terletak di jl. Gajah Mada No. 111 Krukut, Taman Sari
Jakarta Barat dibebankan pada APBN 2019 melalui Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA)
Nomor SP DIPA 087.01-0/2019 tgl. 5 Desember 2018 dengan akun :
087.01.06.3623..011.051.533111, dengan uraian sebagai berikut :
Pembiayaan
Perkiraan pembiayaan Pembangunan Interior Gedung Arsip Kepresidenan di Gedung
Arsip Nasional Republik Indonesia yang terletak di jl. Gajah Mada No. 111 Krukut, Taman Sari
Jakarta Barat sesuai dengan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2019
adalah sebesar Rp. 39.509.660.000,00 (Tiga puluh Sembilan miliar lima ratus Sembilan juta
enam ratus enam puluh ribu rupiah).

1.8. RUANG LINGKUP KEGIATAN, LOKASI PEKERJAAN DAN DATA PENUNJANG


RUANG LINGKUP

Lingkup kegiatan yang harus dilakukan penyedia pelaksana pembangunan Interior Gedung
Arsip Kepresidenan ini meliputi :
Pekerjaan Persiapan
Pelaksanaan pekerjaan persiapan yakni meliputi : melakukan penyusunan rencana kerja
dan jadwal rinci pelaksanaan kegiatan, pembuatan papan nama proyek, foto/dokumentasi
proyek, sewa peralatan kerja, dan lain-lain (sesuai HPS, RKS/ KAK dan gambar).

Pekerjaan Elektrikal
Pelaksanaan pekerjaan elektrikal yakni meliputi : pekerjaan instalasi listrik, kabel dan lain-
lain (sesuai HPS, RKS/ KAK dan gambar).

Pekerjaan Interior
Pelaksanaan pekerjaan Interior yakni meliputi : pekerjaan Lantai, pekerjaan Dinding,
Pekerjaan Kaca, Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela, Pekerjaan Plafon, Pekerjaan Metal,
Pekerjaan Pengecatan, Pekerjaan Roll blind dan SandBlast, Pekerjaan Solid Surface,
Pekerjaan Furniture, Pekerjaan Media Pamer dan Konten Pamer, dan lain-lain (sesuai HPS,
RKS/ KAK dan gambar).

Pekerjaan Multimedia
Pelaksanaan pekerjaan Multimedia yakni meliputi : Pengadaan Hadware Multimedia Audio
Visual, Pembuatan Konten Desain dan Programming serta Instalasi perangkat Multimedia dan
lain-lain (sesuai HPS, RKS/ KAK dan gambar).
1.9. LOKASI PEKERJAAN
Pekerjaan Pelaksanaan Interior Gedung Arsip Kepresidenan berlokasi di Gedung Arsip
Nasional Republik kIndonesia Jalan Gajah Mada No. 111 RT.001 RW. 01, Krukut,
Tamansari, Jakarta Barat.

1.10. DATA PENUNJANG


Informasi yang akan diberikan kepada Kontraktor Pelaksana, pada umumnya terdiri atas
dokumen pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan berupa :
1. Gambar-gambar teknis pekerjaan;
2. Rencana kerja dan syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan;
3. BOQ;
4. Panduan Konten
5. Informasi-informasi lain yang diperlukan;

Semua data-data dan informasi yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-
syarat (RKS), Gambar Kerja/ DED, serta BOQ yang akan menjadi lampiran dokumen
kontrak merupakan dasar acuan dalam pelaksanaan pembangunan interior.
Apabila ada informasi lain yang diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan tugas Kontraktor
Pelaksana dapat berkonsultasi dengan pemberi tugas maupun pihak-pihak yang terkait

1.11. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Jangka waktu pelaksanaan yang akan diberikan kepada Kontraktor Pelaksana untuk
memenuhi pekerjaan jasa konstruksi ini selama 180 (seratus delapan puluh) hari
kalender terhitung sejak tanggal dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Deputi Bidang Konservasi Arsip, sedangkan jangka
waktu pemeliharaan pekerjaan selama 180 (seratus delapan puluh) Hari Kalender
terhitung sejak tanggal berakhirnya Surat Perjanjian/Kontrak.

Adapun tahapan penjadwalan pekerjaan Pembangunan Interior Gedung Arsip


Kepresidenan Arsip Nasional Republik Indonesia terletak di jl. Gajah Mada No. 111 Krukut,
Taman Sari Jakarta Barat yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2019 adalah
sebagai berikut:
1. Pekerjaan Persiapan;
2. Pekerjaan Elektrikal;
3. Pekerjaan Interior
4. dan pekerjaan Multimedia.

1.12. JANGKA WAKTU SERTIFIKAT GARANSI


Penyedia Barang/ Jasa harus membuat Jaminan Pelaksanaan yang dikeluarkan oleh
Bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebelum memulai pekerjaan dan jangka waktu
Jaminan Pelaksanaan berlaku mulai dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Deputi Bidang Konservasi Arsip sampai dengan berakhirnya
jangka waktu pelaksanaan serta Jaminan Pemeliharaan yang dikeluarkan oleh Bank sesuai
dengan ketentuan yang berlaku selama 6 (enam) Bulan (pembangunan interior) sejak ditanda
tanganinya Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I.

1.13. GARANSI PURNA JUAL


Khusus untuk multimedia penyedia harus memberikan jaminan purna jual untuk
hardware 3 (tiga) tahun dan software 1 (satu) tahun sejak ditandatanganinya Berita Acara
Serah Terima Pekerjaan.

1.13. METODE TENDER


Metode yang akan digunakan untuk menentukan Kontraktor Pelaksana adalah metode
Tender Umum sesuai Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah.
Calon penyedia diwajibkan menyampaikan presentasi teknis atau portofolio untuk dapat
menjelaskan pengalaman dalam melakukan pekerjaan sejenis, pemahaman dari kerangka
acuan kerja, serta metodologi pekerjaan pembangunan Interior, konten dan multimedia di
Gedung Arsip Kepresidenan dalam dokumen penawaran dari perusahaan, sebagai salah satu
kriteria penilaian teknis.
Jenis kontrak kegiatan jasa pelaksanaan Pembangunan interior Gedung Arsip
Kepresidenan di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia terletak di Jl. Gajah Mada No. 111
Krukut,Taman Sari Jakarta Barat ini adalah Harga lumpsum.
1.14. PERSYARATAN KUALIFIKASI PENYEDIA

A. TENAGA AHLI
Kontraktor diwajibkan memiliki tenaga ahli dan terampil yang dibutuhkan dalam Pekerjaan
Interior Gedung Arsip Kepresidenan.

Ketentuan :
1. Tenaga Ahli wajib melampirkan: Sertifikat Keahlian, Ijazah, NPWP, KTP yang
masih berlaku;
2. Tenaga Terampil wajib melampirkan: Sertifikat Keterampilan, Ijazah, KTP yang
masih berlaku;

B. PERSYARATAN KUALIFIKASI
1. Memiliki izin usaha yang masih berlaku sesuai dengan peraturan perundang-
undangan (SIUJK, SBU Non Kecil) sebagai berikut;

a) BG004 : Jasa Pelaksana Untuk Konstruksi Bangunan Komersial

b) BG009 : Jasa Pelaksana Untuk Konstruksi Bangunan Gedung Lainnya

c) MK001 : Jasa Pelaksana Konstruksi Pemasangan Pendingin Udara (AC),


Pemanas dan Ventilasi

d) EL010 : Jasa Pelaksana Konstruksi Instalasi Tenaga Listrik Gedung


dan Pabrik

2. Perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan


pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/ atau direksi
yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani
sanksi pidana yang dikeluarkan dari Pengadilan Niaga/Tata Usaha.

3. Salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya tidak masuk dalam
Daftar Hitam yang dikeluarkan dari Pengadilan Niaga/Tata Usaha.
4. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir
(SPT Tahun 2017). Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan
Surat Keterangan Fiskal (SKF) yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak .

5. Memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia pada pekerjaan


pembangunan interior atau renovasi interior ruang pamer/perkantoran dengan
minimal 4000 m2 dan pekerjaan renovasi interior ruang pamer/perkantoran dengan
perangkat multimedia minimal 1000m2 dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir,
baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak.

6. Menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan;

7. Dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO:

a) Peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi kemitraan yang


memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/
KSO tersebut, dinyatakan dengan akta notaris.

b) Evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 10 dilakukan untuk


setiap perusahaan yang melakukan kemitraan/ KSO;

8. Memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas
yang setara, dengan ketentuan:

a) KD = 3 x 2NPt

NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dalam
10 (sepuluh) tahun terakhir;

b) Dalam hal kemitraan/ KSO yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan


yang mewakili kemitraan/ KSO;

c) KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS;

d) Pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan, nilai kontrak dan
status peserta pada saat menyelesaikan kontrak sebelumnya;
e) Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang
(present value) menggunakan perhitungan sebagai berikut:

NPs = Nilai pekerjaan sekarang

Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada) saat


serah terima pertama

Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima
pertama

Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (apabila belum


ada, dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-
bulan sebelumnya)

Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan komponen terbesar
dari pekerjaan;

9. Mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan:

a) SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan

KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan untuk usaha non kecil KP =


6 atau KP = 1,2 N

N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat


bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir;

b) dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari semua


perusahaan yang bermitra/KSO;

10. Memiliki Sertifikat Manajemen Mutu (ISO) 9001, 14001, OHSAS 18001, memiliki
Sertifikat Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang diterbitkan
oleh Kementerian Tenaga Kerja RI dilampiri bukti audit tahun terakhir.
11. Formulir Isian Kualifikasi untuk KSO yang tidak dibubuhi meterai tidak digugurkan,
peserta diminta untuk membayar denda materai sesuai ketentuan peraturan
perundangan-perundangan.

12. Memiliki tenaga Ahli dan Terampil dengan kualifikasi keahlian yang dibuktikan
dengan sertifikat dan ijazah, bukti status pegawai/ tenaga tetap perusahaan berupa
Surat Pernyataan Pimpinan Perusahaan serta harus memenuhi persyaratan:
Penga
No Posisi Jml Pendidikan laman Keterangan
(min)
SKA Madya Manajemen
1 Project Manager 1 S1 Interior/Arsitek 8 thn Proyek / SKA Madya
Manajemen Mutu
2 Site Manager 1 S1 Interior/Arsitek 8 thn SKA Madya Arsitektur
Site Engineer S1 Interior/Arsitek SKA Madya Arsitektur
3 1 8 thn
Arsitek
Site Engineer S1 Teknik Elektro SKA Madya Elektrikal/
4 1 8 thn
Elektrikal Ahli Teknik Tenaga Listrik
Site Engineer S1 Teknik SKA Madya Desain
5 1 8 thn
Interior Arsitektur/Interior Interior/ Madya Arsitektur
Pelaksana S1 Teknik Ijazah
6 1 5 thn
Arsitektur Arsitektur
1 S1 Teknologi Ijazah
Pelaksana Informatika / Bersertifikat dari Principle
7 Multimedia Desain 3 thn Audio, Video (Projector)
Komunikasi dan Automation specialist
Visual ( mengacu point 13 )
1 S1 Teknologi Ijazah
Informatika /
Pelaksana Tata
8 sistem 5 thn
Suara
informatika /
elektro
Pelaksana Tata 1 S1 Teknik SKA Madya Iluminasi
9 5 thn
Cahaya Arsitektur/
interior/ Elektro
1 S1 Desain Ijazah
Pelaksana Desain komunikasi
10 5 thn
Grafis visual/ Seni Rupa
/ Desain Grafis
Pelaksana S1 Teknik Elektro Ijazah
11 1 5 thn
Elektrikal
S1 Sejarah/ S1 Ijazah
12 Pelaksana Konten 1 5 thn
Komunikasi
S1/D3 Teknik Ijazah
13 Quality Control 1 5 thn
Arsitektur/ Sipil
S1 Teknik Sipil/ K3 Umum
14 Ahli K3 1 Arsitektur 5 thn Kemenakertrans &
SKA Madya K3 Konstruksi
S1 Teknik Sipil/ SKT Juru Gambar/
15 Drafter 1 Arsitektur/ 8 thn Draftman
D3/STM/SMU
D3 Teknik Sipil/ Ijasah
16 Logistik/umum 1 Arsitektur/ 10 thn
STM/SMU
D3 Teknik Sipil/ Ijasah
17 Administrasi 1 10 thn
STM/SMU
18 Mandor Tukang STM/SMU/ SKT Mandor Tukang Kayu
1 5 thn
Kayu Sederajat
19 Tukang Pasang STM/SMU/ SKT Tukang Pasang
1 5 thn
Plafon Gypsum Sederajat Plafon Gypsum
13. Memiliki tenaga ahli dan terampil untuk mengerjakan pekerjaan sistem multimedia
dan konten dengan persyaratan:

a) Memiliki pengalaman pekerjaan sejenis (perangkat audio visual dan automation


system) sekurang – kurangnya 1 kali dalam kurun waktu 2 tahun terakhir dengan
melampirkan video documentasi, foto dan file gambar kerja.
b) Memiliki pengalaman pekerjaan konten grafis, animasi, broadcasting, interaktif
aplikasi, system integrasi, video editing dan audio recording.
c) Mempunyai tenaga ahli dengan pengetahuan dasar audio, video otomatisasi
multimedia, teknik komputer, dan jaringan serta memiliki pengalaman dalam
troubleshooting sistem multimedia minimal selama 3 tahun. (Bersertifikat dari
Principle Audio, Video dan Automation specialist).
d) Memiliki tenaga ahli seni multimedia design (Art director, audio composer, video
maker, 3D Art).
e) Diutamakan mempunyai tenaga ahli yang memiliki CTS (Certified Technology
Specialist)/sertifikat setara yang diterbitkan oleh Infocomm International atau
lembaga sertifikasi internasional.

14. Memiliki surat dukungan dan layanan purna jual dari supplier.

15. Memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/ swasta yang
dilengkapi kemampuan keuangan perusahaan yang dibuktikan dengan rekening
Koran mengendap sebesar minimal 10% dari pagu atau HPS.

16. Memiliki kemampuan untuk menyediakan fasilitas/ peralatan/ perlengkapan untuk


melaksanakan Pekerjaan tersebut dengan disertai bukti kepemilikan/ sewa, yaitu:

a) Mobil Pick up/ Truck engkel, status Sewa/Milik Sendiri untuk alat transportasi

b) Scaffolding, minimal 500 set status Sewa/Milik Sendiri

c) Mesin las, kapasitas 400 A, jumlah 2 unit, status Sewa/Milik Sendiri

d) Generator Set, kapasitas 150 KVA, jumlah 1 unit, status Sewa/Milik Sendiri

e) Alat Potong Keramik, status Sewa/Milik Sendiri

f) Hand Palet, jumlah 5 unit, status Sewa/Milik Sendiri

g) Mesin Potong Pipa, jumlah 5 unit, status Sewa/Milik Sendiri

h) Mesin Potong Aluminium, jumlah 5 unit, status Sewa/Milik Sendiri

i) Mesin Coring, jumlah 2 unit, status Sewa/Milik Sendiri

j) Alat Megger kabel, jumlah 4 unit, status Sewa/Milik Sendiri

k) Mesin Bor Listrik, jumlah 4 unit, status Sewa/Milik Sendiri

l) Selang Waterpass, kapasitas 100 m, jumlah 2 unit, status Sewa/Milik Sendiri


m) Ramset Beton, jumlah 4 unit, status Sewa/Milik Sendiri

17. Neraca keuangan perusahaan tahun 2017 yang telah diaudit oleh akuntan publik.
18. Terdaftar pada BPJS Ketenaga kerjaan (Jamsostek) dan BPJS Kesehatan dengan
melampirkan bukti pembayaran 3 bulan terakhir.

D. KAPASITAS DAN KEMAMPUAN WORK SHOP

Perusahaan memiliki work shop dengan kemampuan dalam bidang produksi furniture
dan interior dengan luas minimal tanah pabrik 6.000 m² dibuktikan dengan kepemilikan
dan pajak PBB tahun terakhir. Telah dilengkapi oleh sistem manajemen standard ISO
9001:2015, 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 dengan melampirkan hasil audit
lembaga penerbit 1 tahun terakhir.

Workshop furniture dan interior juga telah dilengkapi oleh Undang-Undang Gangguan/
HO yang masih berlaku dan memiliki IUI (Izin Usaha Industri).

C. PERALATAN MINIMAL PABRIK


Pabrik furniture harus memiliki minimal peralatan terkait dengan produksi diantaranya:
1. Panel Saw (1 Unit)
2. Edge Banding (1 Unit)
3. Hot/ Cold Press Machine (1 Unit)
4. Mesin CNC (1 Unit)
5. Spray booth (1 Unit)
6. Cutting Machine (1 Unit)
7. Mesin Air Kompresor (1 Unit)
8. Dust Collector (1 Unit)
9. Mesin Air Dryer (1 Unit)
10. Mesin Bor Tangan (1 Unit)
11. Mesin Bor Portable Horizontal (1 Unit)
12. Mesin Router (1 Unit)
13. Mesin Powder Coating (1 Unit)
14. Mesin Las Robotic (3 Unit)
15. Mesin Finishing Ultra Violet (UV) (1 Unit)
Melampirkan bukti kepemilikan atau faktur pembelian mesin (alat) dan foto.

Catatan :
a) Peserta tender harus mengunggah daftar peralatan yang akan digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan dan spesifikasinya, meliputi jenis peralatan, kapasitasnya,
komposisi dan jumlahnya serta foto peralatan yang diajukan;
b) Jika peralatan milik sendiri, peserta tender wajib mengunggah bukti kepemilikan
(kuitansi pembelian peralatan) dalam bentuk hasil scan dokumen asli;
c) Jika peralatan merupakan sewa, peserta tender wajib mengunggah surat perjanjian
kerjasama/dukungan dengan pemilik peralatan (asli di atas materai) dan jaminan si
pemilik bahwa peralatan akan siap untuk digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan
ini.

1.16. DAFTAR PEKERJAAN YANG DISUBKONTRAKAN DAN DIBUAT ANALISA,


SPESIFIKASI TEKNIS BAHAN YANG DISERTAI SURAT DUKUNGAN DISTRIBUTOR
DAN SYARAT TEKNIS LAINNYA
Peserta wajib mencantumkan pekerjaan yang akan disubkontrakan (apabila ada) Syarat
teknis lainnya :
Peserta harus menyampaikan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan/time schedule
sampai dengan serah terima pekerjaan 1 (pertama)/PHO dilengkapi dengan Kurva S dan
Network Planning System yang menggambarkan lintasan kritis.

1.17. METODE PELAKSANAAN


Metode pelaksanaan yang disampaikan merupakan gambaran dari rencana penyelesaian
masalah yang terkait dengan pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Interior Arsip
Kepresidenan di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia terletak di jl. Gajah Mada No. 111
Krukut,Taman Sari Jakarta Barat yakni mengacu kepada:
1. Data-data dan informasi yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat
(RKS), Gambar Kerja/DED, panduan konten serta BOQ, sebagai dasar acuan dalam
pelaksanaan kegiatan jasa konstruksi dan penyelesaian masalah terkait kegiatan
pembangunan interior di lapangan.
2. Apabila ada informasi lain yang diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan
pembangunan interior dan penyelesaian masalah terkait kegiatan pembangunan
interior dapat berkonsultasi dengan pemberi tugas maupun pihak-pihak yang terkait.

1.18. HASIL YANG DIHARAPKAN (KELUARAN)


Hasil yang diharapkan dari pekerjaan pembangunan Interior Arsip Kepresidenan di
Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia Jakarta Barat adalah terbangunnya Interior Arsip
Kepresidenan (Pameran Tetap Arsip Kepresidenan – Presiden Sukarno) 3,211 m2 di Gedung
Arsip Nasional Republik Indonesia terletak di jl. Gajah Mada No. 111 Krukut,Taman Sari
Jakarta Barat yang siap untuk diakses/ dikunjungi masyarakat.

1.19. BATASAN YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH PENYEDIA JASA KONSTRUKSI


Dalam melaksanakan pekerjaan, penyedia jasa pembangunan Interior Arsip
Kepresidenan harus mematuhi petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen Deputi Bidang Konservasi Arsip baik secara lisan maupun tertulis dan berpedoman
kepada peraturan-peraturan yang berlaku.

1.20. Peraturan lainnya


Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) yang mencakup syarat umum, administrasi
maupun teknis yang akan dicantumkan dalam dokumen kontrak.

1.22. PENUTUP
Apabila terdapat hal yang bertentangan dengan ketentuan, peraturan, pedoman dan
kebijakan pemerintah yang berlaku maka segala sesuatu yang termaksud di dalam Kerangka
Acuan Kerja (KAK) ini diteliti dan ditinjau kembali. Hal-hal yang belum diatur dalam KAK ini, jika
dianggap perlu akan ditetapkan kemudian.
Demikian KAK ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, Januari 2019
Pejabat Pembuat Komitmen Deputi
Bidang Konservasi Arsip

Dra. Retno Wulandari, M.Hum