Anda di halaman 1dari 6

‫‪Yang Terbaik Adalah Pilihan Allah‬‬

‫‪khotbahjumat.com/2315-yang-terbaik-adalah-pilihan-allah.html‬‬

‫‪Khutbah Pertama:‬‬

‫ﻪ ﻓَﻼ َ‬ ‫َ‬
‫ﻦ ﻳ َﻬْﺪ ِهِ اﻟﻠ ُ‬ ‫ﻣ ْ‬‫ﻤﺎﻟ ِﻨ َﺎ َ‬
‫ت أﻋ ْ َ‬ ‫ﺌ َﺎ ِ‬
‫َ‬ ‫ﻪ وَأ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ﻪ أَ ْ‬
‫ﺳﻮْﻟ ُ ُ‬
‫ﻪ‬ ‫ﻤﺪ ًا ﻋ َﺒ ْﺪ ُه ُ وََر ُ‬
‫ﺤ ّ‬‫ﻣ َ‬ ‫ن ُ‬ ‫ﺷﻬَﺪ ُ أ ّ‬ ‫ﻪ إ ِﻻ ّ اﻟﻠ ُ‬
‫ن ﻻ َ إ ِﻟ َ‬
‫ﺷﻬَﺪ ُ أ ْ‬ ‫ﻟَ ُ‬

‫ن إ ِﻟ َﻰ ﻳ َﻮْم ِ اﻟﺪ ّﻳ ْﻦ‬ ‫َ‬


‫ﺴﺎ ٍ‬
‫ﺣ َ‬
‫ﻢ ﺑ ِﺈ ِ ْ‬
‫ﻦ ﺗ َﺒ ِﻌَﻬُ ْ‬
‫ﻣ ْ‬
‫ﺤﺎﺑ ِﻪِ وَ َ‬
‫ﺻ َ‬
‫ﻤﺪ ٍ وَﻋ َﻠﻰ آﻟ ِﻪِ وِأ ْ‬
‫ﺤ ّ‬
‫ﻣ َ‬ ‫ﺳﻠ ّ ْ‬
‫ﻢ ﻋ َﻠﻰ ُ‬ ‫ﺻ ّ‬
‫ﻞ وَ َ‬ ‫َ‬ ‫‪.‬‬

‫َ‬
‫ن‬
‫ﻤﻮ ْ َ‬
‫ﺴﻠ ِ ُ‬
‫ﻣ ْ‬ ‫ﻦ إ ِﻻ ّ وَأﻧ ْﺘ ُ ْ‬
‫ﻢ ُ‬ ‫ﺣﻖّ ﺗ َُﻘﺎﺗ ِﻪِ وَﻻ َ ﺗ َ ُ‬
‫ﻤﻮْﺗ ُ ّ‬ ‫َ‬

‫ﺴﺎءً‬ ‫ﺟﺎﻻ ً ﻛ َﺜ ِﻴ ًْﺮا وَﻧ ِ َ‬ ‫ﻤﺎ ر ِ َ‬‫ﻣﻨ ْﻬُ َ‬‫ﺚ ِ‬ ‫ﺟﻬَﺎ وَﺑ َ ّ‬ ‫ﺧﻠ َﻖَ ِ‬
‫ﻣﻨ ْﻬَﺎ َزوْ َ‬ ‫ﺣﺪ َةٍ وَ َ‬‫ﺲ وَا ِ‬
‫ﻦ ﻧ َْﻔ ٍ‬‫ﻣ ْ‬ ‫ِ‬
‫ﻢ َرﻗِﻴ ْﺒ ًﺎ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬
‫ن ﻋ َﻠﻴ ْﻜ ْ‬ ‫ﻪ ﻛﺎ َ‬ ‫ن اﻟﻠ َ‬ ‫ﺣﺎ م إ ِ ّ‬‫ن ﺑ ِﻪِ وَاﻷْر َ‬ ‫ﺴﺎَءﻟﻮْ َ‬‫ﻪ اﻟﺬ ِي ﺗ َ َ‬ ‫وَاﺗ ُّﻘﻮا اﻟﻠ َ‬
‫ﻳﺎأ َﻳﻬﺎ اﻟ ّﺬﻳﻦ آﻣﻨﻮا اﺗُﻘﻮا اﻟﻠﻪ وﻗُﻮﻟ ُﻮا ﻗَﻮﻻ ً ﺳﺪﻳﺪا ﻳﺼﻠ ِﺢ ﻟ َﻜ ُ َ‬
‫ﻪ‬
‫ﻦ ﻳ ُﻄ ِِﻊ اﻟﻠ َ‬‫ﻣ ْ‬ ‫ﻢ وَ َ‬ ‫ﻢ وَﻳ َﻐِْﻔْﺮﻟ َﻜ ُ ْ‬
‫ﻢ ذ ُﻧ ُﻮْﺑ َﻜ ُ ْ‬ ‫ﻤﺎﻟ َﻜ ُ ْ‬
‫ﻢ أﻋ ْ َ‬
‫ْ‬ ‫َ ِْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ْ ْ‬ ‫ِْ َ َ ُ ْ ّ‬ ‫َ َّ‬
‫َ‬
‫ﻣﺎ ﺑ َﻌْﺪ ُ‬
‫ﻤﺎ‪ ،‬أ ّ‬‫ﻪ ﻓََﻘﺪ ْ ﻓَﺎَز ﻓَﻮًْزا ﻋ َﻈ ِﻴ ْ ً‬ ‫ﺳﻮْﻟ َ ُ‬‫… وََر ُ‬
‫ُ‬ ‫ﻓَﺄ ِ َ‬
‫ﺤﺪ َﺛ َﺎﺗ ُﻬَﺎ‪ ،‬وَﻛ ُ ّ‬
‫ﻞ‬ ‫ﻣ ْ‬‫ﻣﻮْرِ ُ‬ ‫ﺷّﺮ ا ْﻷ ُ‬ ‫ﺳﻠ ّ َ‬
‫ﻢ‪ ،‬و َ َ‬ ‫ﺻﻠ ّﻰ اﻟﻠﻪ ﻋ َﻠ َﻴ ْﻪِ وَ َ‬ ‫ﻤﺪ ٍ َ‬
‫ﺤ ّ‬
‫ﻣ َ‬ ‫ﺧﻴ َْﺮ اﻟ ْﻬَﺪ ْ ِ‬
‫ى ﻫَﺪ ْىُ ُ‬ ‫ب اﻟﻠﻪِ‪ ،‬وَ َ‬
‫ﺚ ﻛ ِﺘ َﺎ ُ‬ ‫ﺻﺪ َقَ اﻟ ْ َ‬
‫ﺤﺪ ِﻳ ْ ِ‬ ‫نأ ْ‬‫ّ‬
‫ﺿﻼﻟﺔِ ﻓِﻲ اﻟﻨ ّﺎرِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ﻞ َ‬ ‫ُ‬
‫ﺔ‪ ،‬وَﻛ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬
‫ﺿ ﻼﻟ ً‬ ‫ُ‬
‫ﺔ وَﻛ ّ‬
‫ﻞ ﺑ ِﺪ ْﻋ َﺔٍ َ‬ ‫ﺤﺪ َﺛ َﺔٍ ﺑ ِﺪ ْﻋ َ ٌ‬‫ﻣ ْ‬
‫ُ‬

‫‪Amma ba’du‬‬

‫‪Kaum muslimin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala‬‬

‫‪Khatib mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa‬‬
‫‪bertakwa kepada Allah Tabarak awa Ta’ala. Takwa dalam pengetian sebenarnya menaati‬‬
‫‪perintahnya dan menjauhi semua larangan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,‬‬

‫ﻪ‬ ‫وﻟ ََﻘﺪ وﺻﻴﻨﺎ اﻟﺬﻳﻦ أ ُوﺗﻮا اﻟ ْﻜﺘﺎب ﻣﻦ ﻗَﺒﻠ ِﻜ ُﻢ وإﻳﺎﻛ ُ َ‬


‫ن اﺗُﻘﻮا اﻟﻠ َ‬
‫ﻢأ ِ‬‫ْ‬ ‫ْ ْ َِ‬ ‫َِ َ ِ‬ ‫ِ َ ُ‬ ‫َ ْ َ َْ‬

‫‪“Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum‬‬
‫‪1/6‬‬
kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (QS. An Nisa: 131)

Takwa adalah wasiat Allah, wasiat rasul-rasul-Nya, dan wasiat orang-orang shaleh kepada
sahabat-sahabat mereka.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita, kekasih kita, penyejuk
hati kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga, sahabat, serta
pengikutnya hingga akhir zaman.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Ta’ala

Yang terbaik adalah pilihan Allah. Sesungguhnya yang lebih mengetahui tentang
kemaslahatan kita adalah pencipta kita. Dia-lah Allah yang telah menciptakan kita dan
mengetahui apa yang terbaik untuk kita, Dia mengetahui perkara-perkara gaib di masa
depan, Dia-lah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

َ ْ ‫ﻒ اﻟ‬
ُ ‫ﺧﻠ َﻖَ وَﻫُﻮَ اﻟﻠﻄ ِﻴ‬ َ
‫ﺨﺒ ِﻴُﺮ‬ َ ‫ﻦ‬ ُ َ ‫ﻻ َﻳ َﻌْﻠ‬
َ ‫ﻢ‬
ْ ‫ﻣ‬

“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau
rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (QS. Al Mulk: 14)

Terkadang kita merencanakan sesuatu, menurut prasangka dan perkiraan kita, apa yang
kita rencanakan adalah yang terbaik bagi diri kita. Kita pun berusaha untuk meraihnya.
Namun ternyata kita gagal setelah berusaha, tidak sesuai dengan apa yang kita
kehendaki. Atau terkadang ada musibah yang menimpa kita, yang membuyarkan semua
yang kita cita-citakan.

Namun ingatlah, kaum muslimin yang dirahmati Allah Ta’ala

Jika seorang hamba telah berusaha dan telah berdoa, maka hasil akhir yang Allah
tetapkan adalah yang terbaik bagi hamba tersebut. Kenapa? Karena yang terbaik adalah
pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

ْ ُ ‫ﺧﻴ ٌْﺮ ﻟﻜ‬


‫ﻢ‬ َ ‫ﺴﻰ أ َن ﺗ َﻜ َْﺮﻫُﻮا‬
َ َ‫ﺷﻴ ْﺌ ًﺎ وَﻫُﻮ‬ َ َ ‫وَﻋ‬

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah:
216)

Kemudian Allah tutup ayat ini dengan kalimat,

َ
‫ن‬ ُ َ ‫ﻢ ﻻ َ ﺗ َﻌْﻠ‬
َ ‫ﻤﻮ‬ ُ َ ‫ﻪ ﻳ َﻌْﻠ‬
ْ ُ ‫ﻢ وَأﻧﺘ‬ ُ ‫َاﻟﻠ‬

“Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

‫ﺧﻴ ًْﺮا ﻛ َﺜ ِﻴًﺮا‬


َ ِ‫ﻪ ﻓِﻴﻪ‬ َ َ ‫ﺠﻌ‬
ُ ‫ﻞ اﻟﻠ‬ َ ‫ﺴﻰ أ َن ﺗ َﻜ َْﺮﻫُﻮا‬
ْ َ ‫ﺷﻴ ْﺌ ًﺎ وَﻳ‬ ُ ُ ‫ﻓَﺈ ِن ﻛ َﺮِﻫْﺘ‬
َ َ‫ﻤﻮﻫُﻦ ﻓَﻌ‬

2/6
“Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu
tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS.
An Nisa: 19)

Ada seorang ulama di masa lalu, ia memiliki seorang anak yang sangat berbakti. Bakti
sang anak ini sangat luar biasa, hingga membuat orang-orang takjub dengan
perbuatannya tersebut. Mereka pun bertanya, apa rahasianya sehingga anak ini bisa
begitu berbakti. Ulama tersebut menjawab, ini lantaran saya sangat bersabar
menghadapi ibunya.

Ibunya mungkin bukan seorang wanita yang shalehah, mungkin bukan wanita yang
begitu diharapkan, akan tetapi karena sabarnya ulama tersebut menghadapi istrinya,
lahirlah seorang anak yang begitu berbakti dari rahim istri tersebut. Kalau seandainya ia
ceraikan istrinya, mungkin ia tidak mendapatkan anak yang sangat berbakti seperti
anaknya saat ini. Ternyata Allah mengharapkan kebaikan yang begitu banyak kepada
ulama tersebut dengan lantaran ia bersabar menghadapi istrinya yang tidak begitu
shalehah.

Kaum muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan beberapa contoh di dalam


Alquran, bahwa pilihan Allah adalah yang terbaik, yang terkadang di luar imajinasi kita, di
luar dugaan kita, di luar daya hayal kita.

Contohnya seperti kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Allah Ta’ala menyebutkan kisah yang
sangat luar biasa tentang Nabi Yusuf di dalam Alquran.

َ َ ‫ﻧﺤﻦ ﻧُﻘﺺ ﻋ َﻠ َﻴ‬


‫ﺺ‬ َ ‫ﻦ اﻟ َْﻘ‬
ِ ‫ﺼ‬ َ ‫ﺴ‬
َ ‫ﺣ‬
ْ ‫ﻚأ‬ ْ َ ُ ْ َ

“Kami kisahkan kepadamu (wahai Muhammad) kisah yang terbaik.” (QS. Yusuf: 3)

Kisah siapa? Kisah Nabi Yusuf. Kisah yang dipenuhi dengan peristiwa-peristiwa yang
menakjubkan. Bagaimana Allah Subahanahu wa Ta’ala memberikan karunia kepada Nabi
Yusuf dalam bentuk ujian-ujian. Oleh karenanya kata para ulama –di antaranya Ibnu
Qayyim rahimahulla– terkadang karunia atau anugerah Allah berikan dalam bentuk
ujian. Dan ini yang pernah dialami oleh Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Kita tahu bagaimana
nanti di akhir kisah Nabi Yusuf menjadi seorang al-aziz, seorang menteri yang mulia,
yang dihormati oleh pendudu negeri Mesir. Bagaimana ceritanya Nabi Yusuf bisa
menjadi seorang yang mulia? Ternyata dengan rangkai ujian dan cobaan.

Dari awal kisah, Allah sebutkan dalam surat Yusuf. Diawali dengan hasadnya saudara-
saudara Nabi Yusuf terhadapnya, akhirnya ia dipisahkan dari ayahandanya dan
dilemparkan ke dalam sumur. Ini ujian yang pertama, dipisahkan dari sang ayah dan
dilemparkan ke dalam sumur, namun Nabi Yusuf sabar dalam menghadapinya.
Dipisahkan dari sang ayah, yang mebuat sang ayah, Nabi Ya’qub, begitu sedih, demikian
juga Yusuf kecil, beliau sangat bersedih atas musibah ini. Ayah yang mencitainya, ayah
yang menyayanginya, ayah yang mengayominya selama ini, harus terpisah darinya.
3/6
Beliau diuji dengan ujian ini dan dilemparkan oleh saudara-saudaranya ke adalam
sumur. Ternyata di masa mendatang ini adalah sebuah anugerah, namun anugerah
tersebut akan digapai melalui jalan ujian-ujian.

Kemudian yang kedua. Ada orang yang sedang lewat, lalu ingin mengambil air dari
sumur tersebut, ternyata ada anak kecil, Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Orang yang
menemukan ini, bukan malah menyelamatkan dan membebaskan Nabi Yusuf, malah dia
menjadikan beliau seorang budak untuk dijual. Bayangkan! seorang yang merdeka
dijadikan barang dagangan untuk dijual. Ini musibah kedua yang dialami Nabi Yusuf.

Akan tetapi ternyata, tatkala Nabi Yusuf menjadi budak ini, ini adalah langkah menuju
kebahagiaan. Nabi Yusuf dibeli oleh pembesar negeri Mesir, kemudian dirawat di istana
yang megah, dan akhirnya Nabi Yusuf menjadi seorang pemuda yang sangat tampan.
Lalu muncullah musibah berikutnya.

Nabi Yusuf dirayu oleh pemaisuri untuk diajak berzina. Nabi Yusuf menolak sehingga
beliau dijebloskan ke dalam penjara. Ini ujian yang ketiga. Bayangkan! Ujian setelah
ujian. Beliaupun tetap bersabar.

Kemudian setelah beberapa saat di penjara, datanglah dua orang yang ingin ditafsirkan
mimpinya. Nabi Yusuf menafsirkan mimpi kedua orang tersbut dengan mengatakan
‘engkau akan dibunuh. Sedangkan engau akan selamat dan menjadi pelayan yang
menuangkan minuman untuk sang raja’. Lalu Nabi Yusuf berpesan kepada orang yang
akan selamat ini, ‘Jangan lupa engkau sebutkan kebaikan-kebaikanku di sisi sang raja’.
Apa maksud Nabi Yusuf? Apabila sang raja mengetahui bahwasanya Nabi Yusuf adalah
orang yang shaleh, yang mampu menafsirkan mimpi, maka Nabi Yusuf akan dibebaskan
dari penjara.

Ternyata Allah menakdirkan lain, orang yang telah bebas ini lupa untuk menyebutkan
kebaikan-kebaikan Nabi Yusuf di sisi sang raja. Akhirnya, bertambah beberapa tahun lagi
Nabi Yusuf harus mendekam di penjara gara-gara orang ini lupa.

Ternyata Allah punya sekenario yang lain. Lupanya orang tersebut ternyata adalah
sebuah anugerah. Sampai kapan? Sampai sang raja sendiri yang bermimpi.

ْ
‫ت‬
ٍ ‫ﺴﺎ‬ َ ُ ‫ﻀﺮٍ وَأ‬
َ ِ ‫ﺧَﺮ ﻳ َﺎﺑ‬ ْ ‫ﺧ‬ ٍ َ ‫ﺳﻨﺒ ُﻼ‬
ُ ‫ت‬ ُ َ‫ﺳﺒ ْﻊ‬
َ َ‫ف و‬
ٌ ‫ﺠﺎ‬
َ ‫ﻋ‬ َ ‫ن ﻳ َﺄﻛ ُﻠ ُﻬُﻦ‬
ِ ٌ‫ﺳﺒ ْﻊ‬ ٍ ‫ﻤﺎ‬
َ ‫ﺳ‬
ِ ‫ت‬
ٍ ‫ﺳﺒ ْﻊَ ﺑ ََﻘَﺮا‬
َ
َ ‫ِﻧﻲ أَرى‬

“Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk
dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang
hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering.” (QS. Yusuf: 43)

Tatkala itu tidak ada seorang pun yang mampu menafsirkan mimpi sang raja, akhirnya
ingatlah orang tersebut bahwa Nabi Yusuf mampu menafsirkan mimpi. Ia mengatakan,

َ ْ ُ َ ُ
ِ ‫ﺳﻠ ُﻮ‬
‫ن‬ ْ ُ ‫وَادﻛ ََﺮ ﺑ َﻌْﺪ َ أﻣﺔٍ أﻧ َﺎ أﻧ َﺒﺌ ُﻜ‬
ِ ‫ﻢ ﺑ ِﺘ َﺄوِﻳﻠ ِﻪِ ﻓَﺄْر‬

4/6
Orang itu teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: “Aku akan
memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena’birkan mimpi itu, maka
utuslah aku (kepadanya).” (QS. Yusuf: 45)

Allah menjadikan orang ini ingat tatkala sang raja langsung yang bermimpi. Nabi Yusuf
pun menafsirkan mimpi sang raja dan masyhurlah Nabi Yusuf sebagai seorang yang
hebat. Akhirnya Nabi Yusuf pun diangkat menjadi seorang menteri yang mulia.

Kaum muslimin rahimani wa rahimakumullah.

Lihatlah! Rentetan ujian yang dihadapi Nabi Yusuf ternyata semua itu kesimpulannya
adalah anugerah, kesimpulannya adalah karunia, Allah hendak mengangkat Nabi Yusuf
sebagai seorang pembesar di negeri Mesir bahkan seorang raja. Tidak hanya itu, dengan
lantaran itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menakdirkan Nabi Yusuf membawa ayah, ibu,
saudara-saudaranya tinggal bersama di negeri Mesir dari kehidupan yang sulit menuju
kehidupan yang lapang. Ini adalah anugerah yang sangat luar biasa, walaupun ceritanya
tidak seperti yang kita bayangkan. Tidak semua anugerah datang dengan jalan penuh
kenikmatan, sebagaimana karunia yang didapatkan Nabi Yusuf haru melewati berbagai
ujian.

ُ ْ‫ أ َﻗُﻮ‬.ِ ‫ﺤﻜ ِﻴ ْﻢ‬


ْ ِ ‫ل ﻗَﻮْﻟ‬
‫ﻲ ﻫَﺬ َا‬ َ ْ ‫ت وَاﻟﺬﻛ ْﺮِ اﻟ‬ِ ‫ﻦ ا ْﻵﻳ َﺎ‬ َ ‫ﻣ‬
ِ ِ‫ﻤﺎ ﻓِﻴ ْﻪ‬
َ ِ‫ﻢ ﺑ‬ْ ُ ‫ﻲ وَإ ِﻳﺎﻛ‬ ْ ِ ‫ وَﻧ ََﻔﻌَﻨ‬،ِ ‫ن اﻟ ْﻌَﻈ ِﻴ ْﻢ‬
ِ ‫ﻢ ﻓِﻲ اﻟ ُْﻘْﺮآ‬ ْ ُ ‫ﻲ وَﻟ َﻜ‬
ْ ِ‫ﻪ ﻟ‬ َ ‫ﺑ َﺎَر‬
ُ ‫ك اﻟﻠ‬
ِ ‫ﻪ ﻫُﻮَ اﻟ ْﻐَُﻔﻮُْر اﻟﺮ‬ َ
‫ﻢ‬
ُ ْ ‫ﺣﻴ‬ ْ ‫ ﻓَﺎ‬.‫ﺐ‬
ُ ‫ إ ِﻧ‬،ُ ‫ﺳﺘ َﻐِْﻔُﺮوْه‬ ٍ ْ ‫ﻦ ﻛ ُﻞ ذ َﻧ‬ ْ ‫ﻣ‬
ِ ‫ﻦ‬ َ ْ ‫ﻤﻴ‬ِ ِ ‫ﺴﻠ‬
ْ ‫ﻤ‬ ُ ْ ‫ﺴﺎﺋ ِﺮِ اﻟ‬
َ ِ ‫ﻢ وَﻟ‬ ْ ُ ‫ﻲ وَﻟ َﻜ‬ َ ْ ‫ﻪ اﻟ ْﻌَﻈ ِﻴ‬
ْ ِ‫ﻢ ﻟ‬ َ ‫ﺳﺘ َﻐِْﻔُﺮ اﻟﻠ‬ْ ‫وَأ‬.

Khutbah Kedua:

‫ و ﺗ ﺤ ﺒ ﺐ إ ﻟ ﻰ ﻋ ﺒ ﺎ د ه‬. ‫ وأ ﻧ ﺎ ر ﻗ ﻠ ﻮ ب أ ﺻ ﻔ ﻴ ﺎ ﺋ ﻪ ﺑ ﻤ ﺸ ﺎ ﻫ ﺪ ة ﺻ ﻔ ﺎ ت ﻛ ﻤ ﺎ ﻟ ﻪ‬. ‫ا ﻟ ﺤ ﻤ ﺪ ﻟ ﻠ ﻪ ا ﻟ ﺬ ي ﻇ ﻬ ﺮ ﻷ و ﻟ ﻴ ﺎ ﺋ ﻪ ﺑ ﻨ ﻌ ﻮ ت ﺟ ﻼ ﻟ ﻪ‬
‫ وأ ﺷ ﻬ ﺪ أ ن ﻻ إ ﻟ ﻪ إ ﻻ‬. ‫ أ ﺣ ﻤ ﺪ ه ﺳ ﺒ ﺤ ﺎ ﻧ ﻪ ﺣ ﻤ ﺪ ﻋ ﺒ ﺪ أ ﺧ ﻠ ﺺ ﻟ ﻠ ﻪ ﻓ ﻲ أ ﻗ ﻮا ﻟ ﻪ وأ ﻓ ﻌ ﺎ ﻟ ﻪ‬. ‫ﺑ ﻤ ﺎ أ ﺳ ﺪا ه ﻣ ﻦ إ ﻧ ﻌ ﺎ ﻣ ﻪ وإ ﻓ ﻀ ﺎ ﺋ ﻪ‬
‫ وأ ﺷ ﻬ ﺪ أ ن ﻣ ﺤ ﻤ ﺪا ﻋ ﺒ ﺪ ه و ر ﺳ ﻮ ﻟ ﻪ ﻧ ﺒ ﻲ أ ﻧ ﻌ ﻢ ا ﻟ ﻠ ﻪ ﻋ ﻠ ﻰ‬. ‫ا ﻟ ﻠ ﻪ و ﺣ ﺪ ه ﻻ ﺷ ﺮ ﻳ ﻚ ﻟ ﻪ و ﻻ ﻣ ﻌ ﻴ ﻦ ﻓ ﻲ ﺗ ﺪ ﺑ ﻴ ﺮ ه وأ ﻓ ﻌ ﺎ ﻟ ﻪ‬
‫ ا ﻟ ﻠ ﻬ ﻢ ﺻ ﻞ ﻋ ﻠ ﻰ ﻋ ﺒ ﺪ ك و ر ﺳ ﻮ ﻟ ﻚ ﻣ ﺤ ﻤ ﺪ و ﻋ ﻠ ﻰ ﺟ ﻤ ﻴ ﻊ أ ﺻ ﺤ ﺎ ﺑ ﻪ وآ ﻟ ﻪ و ﺳ ﻠ ﻢ‬. ‫ﺟ ﻤ ﻴ ﻊ أ ﻫ ﻞ ا ﻷ ر ض ﺑ ﺒ ﻌ ﺜ ﻪ وإ ر ﺳ ﺎ ﻟ ﻪ‬
‫ﺗ ﺴ ﻠ ﻴ ﻤ ﺎ ﻛ ﺜ ﻴ ﺮا‬

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Ta’ala

Demikianlah karunia Allah, terkadang didapatkan dengan penuh kesedihan yang harus
dihadapi dengan kesabaran. Takdir dan ketetapan Allah adalah yang terbaik. Allah
adalah Maha Bijaksana dalam takdir-Nya, Maha Mengetahui apa yang akan terjadi.
Hendaknya kita berbaik sangka terhadap Allah, bukan malah meratapi apa yang kita
hadapi. Ingatlah setelah kesulitan itu ada kemudahan.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Ta’ala.

Kisah berikutnya adalah kisah ringan yang juga penuh pelajaran agar kita berbaik sangka
kepada pilihan Allah. Walaupun kisah ini apakah shahih benar-benar terjadi atau tidak,
namun ini sebuah ilustrasi yang bisa kita petik pelajaran di dalamnya.

Ada sebuah kisah seorang raja dan seorang menteri. Menterinya ini senantiasa berkata

ِ‫ﺧﻴ َْﺮة ُ اﻟﻠﻪ‬


ِ ‫ﺨﻴ ُْﺮ‬
َ ‫اﻟ‬
5/6
Yang terbaik adalah pilihan Allah.

Setiap ada orang yang terkena musibah, akan dinasehati oleh sang menteri dengan
mengatakan, yang terbaik adalah pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Suatu saat sang raja
yang terkena musibah, jari raja ini terputus karena suatu hal. Sang menteri datang
dengan tetap mengatakan, wahai raja yang terbaik adalah pilihan Allah. Jarimu putus itu
adalah yang terbaik.

Mendengar ucapan menterinya ini, raja pun tersinggung dan marah. Dia mengatakan,
“Jari saya putus yang terbaik?! Penjarakan dia!”

Tatkala di penjara, dengan mudah menteri ini mengatakan, yang terbaik adalah pilihan
Allah.

Ternyata benar, suatu saat sang raja pergi berburu bersama bawahannya untuk berburu
atau suatu keperluan. Mereka terjebak, pergi ke tempat yang jauh, lalu mereka
ditangkap oleh segeromblan orang penyembah dewa tertentu. Mereka ditangkap dan
disembelih satu per satu sebagai tumbal untuk dewa-dewa mereka. Tatkala Tiba giliran
sang raja, mereka dapati jari raja ini putus, mereka anggap raja ini orang yang cacat yang
tidak pantas dikorbankan untuk sesembahan mereka. Raja pun dibebaskan.

Saat itulah sang raja sadar akan kebenaran perkataan menterinya. Jarinya yang putus ini
adalah suatu kebahagiaan, merupakan anugerah, sehingga dia tidak jadi dibunuh oleh
orang-orang tersebut. Ia pulang dengan begitu semangat, lalu membebaskan sang
menteri. Raja mengatakan, “Benar perkataanmu, yang terbaik adalah pilihan Allah
Subhanahu wa Ta’ala. Saya selamat dari cengkraman mereka. Namun saya ingin
bertanya, mengapa waktu engkau di penjara, kau katakan yang terbaik adalah pilihan
Allah Subhanahu wa Ta’ala? Apa kebaikan yang kau alami di penjara?” Menteri menjawab,
“Seandainya saya tidak di penjara, maka saya akan pergi turut serta berburu
bersamamu, saya akan ditangkap dan disembelih oleh mereka. oleh karena itu, saya
dipenjara adalah yang terbaik.”

Mudah-mudahan pelajaran-pelajaran dan kisah-kisah hikmah yang kami sampaikan ini


bermanfaat bagi para jamaah sekalian. Mudah-mudahan kita menjadi seseorang yang
senantiasa berprasangka baik terhadap Allah, dan meyakini bahwa takdirnya adalah
pilihan yang terbaik untuk kita setelah kita berdoa dan berusaha.

َ
‫ﻤﺎ‬
ً ‫ﺴﻠ ِﻴ‬
ْ َ ‫ﻤ ﻮا ﺗ‬ َ َ‫ﺻﻠﻮا ﻋ َﻠ َﻴ ْﻪِ و‬
ُ ‫ﺳﻠ‬ َ ‫ﻣﻨ ُﻮا‬ َ ‫ن ﻋ َﻠ َﻰ اﻟﻨﺒ ِﻲ ﻳ َﺂأﻳﻬَﺎ اﻟﺬ ِﻳ‬
َ ‫ﻦ َءا‬ َ ‫ﺼﻠ ﻮ‬ ُ َ ‫ﻣﻼ َﺋ ِﻜ َﺘ‬
َ ُ‫ﻪ ﻳ‬ َ َ‫ﻪ و‬
َ ‫إ ِن اﻟﻠ‬

‫ اﻟﻠﻬﻢ‬.ٌ ‫ﺠﻴ ْﺪ‬ ِ ‫ﻣ‬


َ ٌ ‫ﻤﻴ ْﺪ‬
ِ ‫ﺣ‬
َ ‫ﻚ‬ َ ‫ إ ِﻧ‬،‫ﻢ‬ ِ ‫ وَﻋ َﻠ َﻰ آ‬،‫ﻢ‬
َ ْ ‫ل إ ِﺑ َْﺮاﻫ ِﻴ‬ َ ْ ‫ﺖ ﻋ َﻠ َﻰ إ ِﺑ َْﺮاﻫ ِﻴ‬ َ ْ ‫ﺻﻠﻴ‬
َ ‫ﻤﺎ‬ َ َ ‫ ﻛ‬،ٍ ‫ﺤﻤﺪ‬ َ ‫ﻣ‬
ُ ‫ل‬ ِ ‫ وَﻋ َﻠ َﻰ آ‬،ٍ ‫ﺤﻤﺪ‬ ُ ‫ﺻﻞ ﻋ َﻠ َﻰ‬
َ ‫ﻣ‬ َ ‫اﻟﻠ ﻬ ﻢ‬
ٌ ‫ﺠﻴ ْﺪ‬
ِ ‫ﻣ‬
َ ٌ ‫ﻤﻴ ْﺪ‬
ِ ‫ﺣ‬َ ‫ﻚ‬َ ‫ إ ِﻧ‬،‫ﻢ‬َ ْ ‫ل إ ِﺑ َْﺮاﻫ ِﻴ‬ ِ ‫ وَﻋ َﻠ َﻰ آ‬،‫ﻢ‬ َ ْ ‫ﺖ ﻋ َﻠ َﻰ إ ِﺑ َْﺮاﻫ ِﻴ‬ َ ْ ‫ﻤﺎ ﺑ َﺎَرﻛ‬
َ َ ‫ ﻛ‬،ٍ ‫ﺤﻤﺪ‬َ ‫ﻣ‬ ُ ‫ل‬ ِ ‫ وَﻋ َﻠ َﻰ آ‬،ٍ ‫ﺤﻤﺪ‬َ ‫ﻣ‬ُ ‫ك ﻋ َﻠ َﻰ‬ْ ِ‫ﺑ َﺎر‬

َ ْ ‫ﻦ اﻟ‬ َ
،‫ﻦ‬
َ ْ ‫ﺳﺮِﻳ‬
ِ ‫ﺨﺎ‬ َ ‫ﻣ‬ ِ ‫ﻤﻨ َﺎ ﻟ َﻨ َﻜ ُﻮﻧ َﻦ‬
ْ ‫ﺣ‬َ ‫ﻢ ﺗ َﻐْـِﻔـْﺮ ﻟ َﻨ َﺎ وَﺗ َْﺮ‬
ْ َ‫ن ﻟ‬ْ ِ ‫ﺴﻨ َﺎ وَإ‬ ْ َ ‫ َرﺑﻨ َﺎ ﻇ َﻠ‬،‫ت‬
َ ‫ﻤﻨ َﺎ أﻧ ُْﻔ‬ ِ ‫ﻤﺎ‬
َ ِ ‫ﺴﻠ‬ ُ ْ ‫ﻦ وَاﻟ‬
ْ ‫ﻤ‬ َ ْ ‫ﻤﻴ‬
ِ ِ ‫ﺴﻠ‬ ُ ْ ‫ﻠﻬﻢ اﻏ ْـِﻔـْﺮ ﻟ ِﻠ‬
ْ ‫ﻤ‬
‫ب اﻟﻨﺎ ر‬ َ ‫ﺔ وَﻗِﻨ َﺎ ﻋ َﺬ َا‬
ً َ ‫ﺴﻨ‬
َ ‫ﺣ‬
َ ِ‫ﺧَﺮة‬ ِ ‫ﺔ وَﻓِﻲ اْﻵ‬ ً َ ‫ﺴﻨ‬
َ ‫ﺣ‬
َ ‫َرﺑﻨ َﺎ آﺗ ِﻨ َﺎ ﻓِﻲ اﻟﺪﻧ ْﻴ َﺎ‬

Sumber: Ceramah pendek Ust. Firanda Andirja, M.A. dengan perubaha seperlunya oleh
tim KhotbahJumat.com
6/6