Anda di halaman 1dari 7

PERCOBAAN IX

KESEIMBANAN OSMOSIS

TUJUAN PERCOBAAN

1.Mengetahui peristiwa perpindahan molekul dalam sel

2.Memahami prinsip terjadinya keseimbangan osmosis

I.TEORI SINGKAT

Osmosis adalah perpindahan molekul air melalui selaput semipermiabel selektif dari
bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat
ditembus oleh pelarut, tetapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan
sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tetapi dapat dihambat secara
buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi
melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan
untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke
larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan
osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi
zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.

Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat
menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel.

Faktor yang mempengaruhi Osmosis :

1. Ukuran molekul yang meresap: Molekul yang lebih kecil daripada garis pusat lubang
membran akan meresap dengan lebih mudah.

2. Keterlarutan lipid: Molekul yang mempunyai keterlarutan yang tinggi meresap lebih cepat
daripada molekul yang kelarutan yang rendah seperti lipid.

3. Luas permukaan membran: Kadar resapan menjadi lebih cepat jika luas permukaan
membran yang disediakan untuk resapan adalah lebih besar.
4. Ketebalan membran: Kadar resapan sesuatu molekul berkadar songsang dengan jarak
yang harus dilaluinya. Berbanding dengan satu membran yang tebal, kadar resapan melalui
satu membran yang tipis adalah lebih cepat.

5. Suhu: Pergerakan molekul dipengaruhi oleh suhu. Kadar resapan akan menjadi lebih cepat
pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan suhu yang rendah.

Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air
lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit . Osmosis sangat ditentukan oleh
potensial kimia air atau potensial air , yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk
dapat melakukan difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas
daripada volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama. Energi bebas zuatu zat per unit
jumlah, terutama per berat gram molekul (energi bebas mol-1) disebut potensial kimia.
Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. Zat
terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih
tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia lebih kecil (Ismail, 2006).Osmosis adalah
difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis
merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergerak dari
satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air,molekul-molekul yang berukuran kecil
seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan
berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses Osmosis akan
berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai
keseimbangan(Anonim, 2009).Struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Membran
memungkinkan molekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarut; dinding sel primer
biasanya sangat permeable terhadap keduanya. Memang membran sel tumbuhan
memungkinkan berlangsungnya osmosis, tetapi dinding sel yang tegar itulah
yangmenimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding, sehingga bila
timbultekanan didalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang terjadi saat sel darahmerah
dimasukkan dalam air. Sel yang turgid banyak berperan dalam menegakkan tumbuhan yang
tidak berkayu (Salisbury, 1995).Prinsip osmosis: transfer molekul solvent dari lokasi
hypotonic (potensirendah) solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jika
lokasihypertonic solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah
berbalik arah (reversed osmosis).Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan
osmosis disebut sebagai osmotic press.Jika dijelaskan sebagai konseptermodinamika,
osmosis dapat dianalogikan sebagai proses perubahan entrropi.Komponen solvent murni
memiliki entropi rendah, sedangkan komponen berkandungan solut tinggi memiliki entropi
yg tinggi juga. Mengikuti Hukum TermoII: setiap perubahan yang terjadi selalu menuju
kondisi entropi maksimum, makasolvent akan mengalir menuju tempat yg mengandung solut
lebih banyak, sehinggatotal entropi akhir yang diperoleh akan maksimum.Solvent akan
kehilangan entropi,dan solut akan menyerap entropi. "Orang miskin akan semakin miskin,
sedang yangkaya akan semakin kaya". Saat kesetimbangan tercapai, entropi akan maksimum,
ataugradien (perubahan entropi terhadap waktu) = 0. Ingat: pada titik ekstrem, dS/dt =
0(Wibosono, 2009)
II.BAHAN YANG DIGUNAKAN

1.mencit

2.heparin 50 ui/ml

3.nacl fisiologis

4.nacl hipotonis

5.nacl hipertonis

6.air suling

III.PROSEDUR PERCOBAAN

Ambil sekor mencit, korbankan dengan memotong lehernya tamping darah mencit dalam
bejana yang sudah dibasahi dengan larutan heparin (50ui/ml)

a.ambil kaca objek, teteskan sedikit darah tambahkan 1 setetes larutan nacl fisiologi,
perhatikan dibawah mikroskop.

b.lakukan percobaan yang sama,tetapi kali ini darah ditetes larutan nacl hipotonis.

c.lakukan percobaan yang sama,kali ini digunakan larutan nacl hipertonis.

d.gunakan air sling untuk membasahi darah,perhatika apa yang terjadi dibawah mikroskop.
IV.HASIL dan PEMBAHASAN

4.1 hasil

No. Percobaan Hasil


1. Darah ditambah nacl fisiologi Sel darah tetap.
2. Darah ditamba nacl hipotonis Sel darah terlihat pecah.
3. Darahditambahnaclhipertonis Sel darah terlihat menciut
4. Darahditambah air suling Sel darah terlihat pecah.

4.2 PEMBAHASAN

Percobaan kali ini yaitu keseimbangan osmosi. dimana pratikum kali ini bertujuan
untuk mengetahui peristiwa perpindahan molekul dalam sel dan memahami prinsip terjadinya
keseimbangan osmosis dalam percobaan ini digunakan darah mencit yang dicampur dengan
heparin dimana heparin bertujuan untuk pengenceran darah agar darah tidak mengumpal dan
darah ditambah masing-masing dengan nacl fisiologis, naclhipotonis, nacl hipertonis dan air
suling dan diamati dibawah mikroskop.
Pada saat darah ditambah nacl fisiologis tampak dibawah mikroskop sel darah tetap
/sama tidak ada perubahan. Ini dikarenakan konsentrasi larutan dan sel darah /cairan tubuh
sama sehingga tidak terjadi perubahan pada sel darah.
Pada sel darah ditambah nacl hipotonis tampak dibawah mikroskop sel darah pecah,
hal ini terjadi karena larutan dari luar akan masuk kedalam sel darah sehingga sel darah
menggembung melebihi kemampuan dari sel darah dan akhirnya pecah karena larutan masuk
melalui membrane eritrosit yang permeable.
Pada saat darah ditambah nacl hipertonis tampak dibawah mikroskop sel darah
mengkerut, hal ini terjadi karena larutan masuk didalam medium yang lebih hipertonis
terhadap isi didalam sel darah, hal ini menyebabkan isi sel keluar menuju ke medium
sehingga sel menjadi mengerut.
Pada saat darah ditambah air suling ,tampak dibawah mikroskop sel darah pecah,
lebih cepat saat diberi nacl hipotonis ini dikarenakan konsentrasi darah rendah ditambah
konsentrasi air suling juga rendah, sehinga pecah sel darah lebih cepat dari pada saat sel
darah ditambah nacl hipotonis.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1.heparin berfungsi untuk mengencerkan darah sehingga darah tidak menggumpal.

2.pada saat darah ditambah nacl fisiologis didapat sel darah tetap.

3.pada saat darah ditambah nacl hipotinis didapat sel darah pecah.

4.pada saat darah ditambah nacl hipertonis didapat sel darah mengkerut.

5.pada saat darah ditambah air suling didapat sel darah pecah.

5.2 Saran

Lebih teliti dalam melihat perubahan setiap sel darah.


DAFTAR PUSTAKA

Buku penuntun praktikum anatomi fisiologi manusia. Padang : STIFI

Evelin, Pearce, C, 2000. Anatomi Dan FisiologiUntuk Para Medis.alihbahasa


muhammad. Gramedia : Jakarta

http://ps-dasar-lab-gunadharma.ac.id/wp-

Anda mungkin juga menyukai