Anda di halaman 1dari 2

Sedangkan Bass, mengemukakan bahwa pimpinan transformasional adalah seseorang yang

mampu meningkatkan motivasi dan komitmen bawahan terhadap keompok tanpa


menghiraukan akibat negatifnya, dan (2) memandang kepemimpinan transformasional
sebagai sesutau yang bertolak belakang dan berdiri sendiri terlepas dari kepemimpinan
transaksional. Sedangkan Bass, berpendapat bahwa secara konspetual dan empiris banyak
pemimpin yang memperlihatkan kepemimpinan transformasional dan transaksional sekaligus,
tetapi masing-masing dalam kadar tertentu.
Kepemimpinan transformasional dapat dipandang secara makro dan mikro,
kepemimpinan trasformasional sebagai proses memengaruhi antarindividu, sementara secara
makro merupakan proses memobilisasi kekuatan untuk mengubah system dan mereformasi
kelembagaan.
Konsep transformasional dan transaksional muncul disebabkan adanya gejala bahwa
praktik-praktik kepemimpinan terdahulu hanya mampu menciptakan perubahan yang kurang
mendasar, seperti menetapkan sasaran yang baru, mengubah suatu tindakan yang kurang
disukai. Bass & Avolio (1994) menjelaskan bahwa model kepemimpinan transformasional
dan kepemimpinan transaksional mirip dengan konsep model pemimpin dan manajer. Dalam
pengertian ini, seorang pemimpin transformasional selalu muncul dalam situasi krisis, masa
perubahan, dan selalu berkembang, sementara pemimpin transaksional bekerja dalam situasi
yang lebih bersifat birokratis mekanistis, yang cenderung menyukai kondisi status quo.
Burns membedakan kepemimpinan yang mentransformasi (transforming leadership) dengan
kepemimpinan transaksional (transactional leadership). Jenis kepemimpinan yang terakhir
memotivasi para pengikut dengan menunjuk pada kepetingan diri sendiri. Para pemimpin
politik tukar-menukar pekerjaan, subsidi dan kontrak-kontrak pemerintah yang
menguntungkan untuk memperoleh suara dan kontribusi untuk kampanye. Politik semacam
ini dimaksud politik dagang sapi, yaitu melakukan tukar-menukar sesuatu sehingga saling
menguntungkan di antara mereka. Para pemimpin korporasi saling menukar upah dan status
untuk usaha kerja mereka. Kepemimpinan transaksional berkenaan dengan nilai-nilai, namum
berupa nilai-nilai yang relevan bagi proses pertukaran seperti kejujuran, keadilan, tanggung
jawab, dan pertukaran.
Implementasi model kepemimpinan tansformasional dalam bidang pendidiikan itu perlu
diterapkan seperti kepala sekolah kepala dinas, dirjen, kepala departemen, dan lain-lain.
Model kepemimpinan ini memang perlu diterapkan sebagai satu solusi krisis kepemimpinan
terutama dalam bidang pendidikan. Adapun alasan-alasan mengapa perlu diterapkan model
kepemimpinan transformasional didasarkan pendapat Olga Epitropika (2001) mengemukakan
enam hal mengapa kepemimpinan transformasional penting bagi suatu organisasi, yaitu (1)
secara signifikan meningkatkan kinerja organisasi, (2) secara positif dihubungkan dengan
orientasi pemasaran jangka panjang dan kepuasan pelanggan, (3) membangkitkan komitmen
yang lebih tinggi para anggotanya terhadap organisasi, (4) meningkatkan kepercayaan
pekerja dalam manajemen dan perilaku keseharian organisasi, (5) meningkatkan kepuasan
pekerja melalui pekerjaan dan kepemimpinan, dan (6) mengurangi stress para pekerja dan
meningkatkan kesejahteraan.
Implementasi model kepemimpinan transformasional dalam organisasi pendidikan perlu
memerhatikan hal-hal sebagai berikut.
(1) Mengacu pada nilai-nilai agama yang ada dalam organisasi/instasi khususnya
sekolah-sekolah.
(2) Disesuaikan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam system sekolah tersebut.
(3) Menggali budaya yang ada dalam sekolah tersebut.
(4) Karena system pendidikan merupakan suatu subsistem maka harus memerhatikan
system yang lebih besar yang ada di atasnya seperti system negara.

Kepemimpinan transformasional sama dalam banyak aspek dengan kepemimpinan


Transforming, namum terdapat juga perbedaan-perbedaannya. Burns membatasi
kepemimpinan yang mentransformasi kepada para pemimpin yang selalu mendapat
pencerahan (enlightened) yang menunjuk kepada nilai-nilai moral yang positif dan
kebutuhan-kebutuhan tingkat yang lebih tinggi dari para pengikutnya. Bagi Bass,
seorang pemimpin mengaktifkan motivasi pengikut dan meningkatkan komitmen
pengikut adalah