Anda di halaman 1dari 17

Makalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Potensial Bahaya Biologi di Tempat Kerja

Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah : Erfan Roebiakto,S.KM.,MS

Disusun oleh :

Nama : Rizka Ariani

Nim : P07134218157

POLTEKKES KEMENKES KESEHATAN BANJARMASIN

JURUSAN ANALIS KESEHATAN

2018
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat
dan hidayah-NYA lah sehingga penulisan makalah “Bahaya Potensial Biologi
di Tempat Kerja” dapat terselesaikan.
Makalah ini saya susun untuk memenuhi tugas mata kuliah K3 yang
diberikan oleh bapak Erfan Roebiakto, S.KM.,MS. Untuk itu saya menyusun
makalah ini dengan harapan dapat membantu pembaca untuk lebih memahami
lagi tentang potensi bahaya biologi di tempat kerja agar memperlancar proses
pembelajaran.
Namun demikian tentu saja dalam penyusunan makalah kami ini masih
terdapat banyak kekurangan dalam penulisan dan pemilihan kata yang kurang
tepat. Dengan ini, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat
membangun kesempurnaan makalah ini.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Banjarbaru, 30 April 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB I ...................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1Latar Belakang ................................................................................................. 1

1.2Rumusan Masalah............................................................................................ 2

1.3Tujuan ............................................................................................................... 2

BAB II .................................................................................................................... 3

TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................ 3

2.1 Pengertian Bahaya (hazard) Biologi.............................................................. 3

2.2 Klasifikasi Bahaya (hazard) Biologi .............................................................. 4

2.2.1Klasifikasi berdasarkan tipe agen ............................................................... 4

2.3Identifikasi Bahaya (hazard) Biologi.............................................................. 4

2.4Penyakit Akibat Kerja Bahaya (hazard) Biologi .......................................... 8

2.5Pengendalian Bahaya Kerja Biologi ............................................................. 10

BAB III ................................................................................................................. 12

KESIMPULAN .................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 14

ii
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keselamatan dan kesehatan kerja dewasa ini merupakan istilah yang
sangat populer. Menurut Milyandra (2009) Istilah “keselamatan dan kesehatan
kerja”, dapat dipandang mempunyai dua sisi pengertian. Pengertian yang
pertama mengandung arti sebagai suatu pendekatan ilmiah ( scientific
approach) dan disisi lain mempunyai pengertian sebagai suatu terapan atau
suatu program yang mempunyai tujuan tertentu. Keselamatan dan Kesehatan
Kerja adalah suatu pendekatan ilmiah dan praktis dalam mengatasi potensi
bahaya dan risiko kesehatan dan keselamatan yang mungkin terjadi (Rijanto,
2010).
Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar
bagi kelangsungan suatu usaha. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa
kerugian materi yang cukup besar namun lebih dari itu adalah timbulnya
korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Berdasarkan data International
Labour Organization (ILO) tahun 2013, 1 pekerja di dunia meninggal setiap
15 detik karena kecelakaan kerja dan 160 pekerja mengalami sakit akibat
kerja. Tahun sebelumnya (2012) ILO mencatatat angka kematian dikarenakan
kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) sebanyak 2 juta kasus setiap
tahun. hasil laporan pelaksanaan kesehatan kerja di 26 Provinsi di Indonesia
tahun 2013, jumlah kasus penyakit umum pada pekerja ada sekitar
2.998.766 kasus, dan jumlah kasus penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan
berjumlah 428.844 kasus.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan di tempat
kerja, yaitu :
a. Unsafe Action (perilaku yang tidak aman)
b. Unsafe Condition (kondisi tidak aman)
2

Secara umum terdapat 5 potensi bahaya (hazard) K3 di tempat kerja, antara


lain :
a. Biologi
b. Kimia
c. Fisik
d. Psikologis
e. Fisiologis
Kelima potensi ini berhubungan dengan adanya penyakit akibat kerja,
terutama pada seorang laboran yang sering terpajan dengan spesimen yang
diperiksa, adanya kontak langsung pada bahan memungkinkan pekerja
terkontaminasi sehingga peran pemimpin dalam melaksanakan K3 serta
manajemen risiko dalam potensial bahaya terlebih pada bahaya biologi dapat
terhindari. Pengenalan terhadap potensi bahaya biologi dengan mendalam
serta mengetahui penyebab, pencegahan dan pentingnya menghindari serta
mengurangi potensi ini dengan menerapkan sistem manajemen K3. Sesuai
dengan isi dalam makalah ini, maka saya mengambil judul “Potensial Bahaya
Biologi di Tempat Kerja”

1.2 Rumusan Masalah


a. Apakah pengertian dari bahaya (hazard) biologi?
b. Apasaja klasifikasi pada bahaya (hazard) biologi?
c. Apasaja identifikasi pada bahaya (hazard) biologi?
d. Apasaja penyakit akibat kerja pada bahaya (hazard) biologi
e. Apasaja pengendalian dalam bahaya (hazard) biologi?

1.3 Tujuan
a. Mengetahui pengertian bahaya (hazard) biologi
b. Mengetahui jenis-jenis faktor yang terkait dalam bahaya (hazard) biologi
c. Mengetahui identifikasi pada bahaya (hazard) biologi
d. Mengetahui penyakit akibat kerja pada bahaya (hazard) biologi
e. Mengetahui pengendalian dalam bahaya (hazard) biologi
3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Bahaya (hazard) Biologi


Bahaya (hazard) adalah semua sumber situasi, ataupun aktivitas yang
berpotensi menimbulkan cidera (kecelakaan kerja dan/atau PAK). Hazard
adalah suatu kondisi atau tindakan atau potensi yang dapat menimbulkan
kerugian terhadap manusia, harta benda, proses, maupun lingkungan.
Semua sumber atau situasi yang berpotensi mengakibatkan cidera atau
sakit pada manusia, kerusakan properti, kerusakan terhadap lingkungan
maupun gangguan proses disebut bahaya atau hazard (Dewi, 2011).
Berdasarkan OHSAS 18001:2007 pengertian bahaya atau hazard adalah
semua sumber, situasi ataupun aktivitas yang berpotensi enimbulkan cidera
(kecelakaan kerja) dan/atau penyakit akibat kerja (PAK) (Ramli, 2008). Jadi,
dapat disimpulkan bahwa bahaya adalah segala sesuatu yang memiliki potensi
merugikan bagi manusia, properti dan lingkungan.
Bahaya didefinisikan sebagai agen infeksius atau produk yang
dihasilkan agen tersebut yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
Sedangkan agen faktor biologi atau biological agen didefinisikan sebagai
mikroorganisme, kultur sel, atau endoparasit manusia, termasuk yang sudah
dimodifikasi secara genetik, yang dapat menyebabkan infeksi, reaksi alergi,
atau menyebabkan bahaya dalam bentuk lain yang mengganggu kesehatan
manusia.
Bahaya di lingkungan kerja adalah segala kondisi yang dapat memberi
pengaruh yang merugikan terhadap kesehatan atau kesejahteraan orang yang
terpajan di lingkungan kerja.
Biohazard (bahaya biologi) dapat berefek pada manusia melalui kontak
langsung dengan biological agen atau lewat penularan agen perantara.
Bahaya kerja biologi dapat didefinisikan sebagai debu organik yang
berasal dari sumber-sumber biologi yang berbeda seperti virus, bakteri, jamur,
4

protein dari binatang atau bahan-bahan dari tumbuhan seperti produk serat
alam yang terdegradasi.
Bahaya biologi adalah potensi bahaya yang ditimbulkan dari faktor
makhluk hidup. Biasanya hazard biologi berada di lingkungan yang tidak
bersih, kotor, dll.
Bahaya biologi dapat dibagi menjadi dua yaitu (1) yang menyebabkan
infeksi dan (2) non-infeksi. Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi
lagi menjadi (a) organisme viable, (b) racun biogenik dan (c) alergi biogenik.

2.2 Klasifikasi Bahaya (hazard) Biologi


2.2.1 Klasifikasi berdasarkan tipe agen
Berdasarkan definisi biological agen, bahaya kerja biologi dapat di
klasifikasikan menjadi :
a. Agen infeksius
b. Tumbuhan dan produknya
c. Hewan dan produknya
2.2.2 Klasifikasi berdasarkan mode transmisi
Pengetahuan tentang bagaimana biohazard menular sangat penting
untuk memutus rantai infeksi.
Berdasarkan prosesnya transmisi dari biohazard dapat dibedakan
menjadi :
a. Langsung, dimana infeksi terjadi akibat kontak fisik dengan orang
yang terinfeksi.
b. Tidak langsung, dimana infeksi terjadi akibat kontak dengan bahan
atau benda yang terkonaminasi.

2.3 Identifikasi Bahaya (hazard) Biologi


Keputusan Menteri Kesehatan nomor 432/MENKES/SK/IV/2007 tentang
Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di rumah sakit
bahwa bahaya biologi terdiri dari virus, bakteri, jamur dan parasit, juga
bahaya biologi yang berasal dari serangga, tikus dan binatang.
5

Faktor bahaya biologi (Kepmenkes, 2007) adalah :


1. Virus : HIV, virus SARS dan virus Hepatitis.
2. Bioaerosol adalah disperse jasad renik atau bagian jasad renik di udara
berupa jamur, protozoa, virus yang menimbulkan bahan alergen, pathogen
dan toksin di lingkungan.
3. Bakteri dan pathogen lainnya, misalnya Mycobacterium Tuberculosis.

Kepmenkes RI No.1204/Menkes/SK/ X/2014 menyebutkan untuk


mengidentifikasi bahaya biologi di rumah sakit dengan pemeriksaan setiap
semester meliputi : konsentrasi mikroorganisme dalam udara ruang operasi
pemeriksaan mikrobiologi air bersih, pemeriksaan usap AC dll.
2.3.1 Hubungan Bahaya Kerja Biologi dengan Pekerjaan
Para pekerja dapat mengalami kontak dengan bahaya biologi dalam
beberapa macam keadaan :
1. Intrinsik pada pekerjaan tertentu; pekerja konstruksi pada fasilitas
pengolahan limbah berisiko terpapar infeksi bakteri.
2. Insidental pada saat berkerja (bukan bagian dari aktivitas pekerjaan);
pekerja yang menderita penyakit akibat mengkonsumsi makanan
yang terkontaminasi.
3. Terjadi pada bagian tertentu dari pekerjaan; pekerja yang berpergian
dari/ke tempat endemik penyakit tertentu.
4. Tidak spesifik untuk pekerjaan; bakteri legionella dapat tersebar
dengan mudah di air dan tanah sehingga dapat menginfeksi beberapa
macam pekerjaan seperti petugas maintence sistem pengairan dan
pekerja kantoran dengan AC.
Berikut adalah tipe pekerjaan yang berisiko tinggi terpapar bahaya biologi:
a. Pekerja lapangan (outdoor)
b. Pekerja yang pekerjaannya berhubungan dengan hewan
c. Pekerja yang terpapar darah atau cairan tubuh manusia
d. Pekerja yang bekerja di lingkungan kerja tertentu
2.3.2 Identifikasi Risiko Bahaya Kerja Biologi di Tempat Kerja
6

Identifikasi risiko bahaya kerja biologi di lingkungan tempat kerja,


yaitu melalui agents penyebab penyakit seperti : (1) Mikro organisme
(bakteri, virus, infeksi, sengatan, toksin, infeksi, alergi). (2) Arthopoda
(serangga, dll), (fungi). (3) Tumbuhan tingkat tingkat tinggi (toksin &
dermatitis, asma, pilek, (allergen). (4) Tumbuhan tingkat tingkat rendah
(yang membentuk spora). (5) Vertebrata (protein) allergi. (6)
Inervertebrata selain urine, saliva, faeces, kulit/rambut (allergen)
Arthopoda (cacing, protozoa).
1. Bakteri
Bakteri mempunyai tiga bentuk dasar yaitu :
a. bulat (kokus),
b. lengkung dan
c. batang (basil)

Banyak bakteri penyebab penyakit timbul akibat kesehatan dan


sanitasi yang buruk, makanan yang tidak dimasak dan dipersiapkan
dengan baik dan kontak dengan hewan atau orang yang terinfeksi.
Contoh penyakit yang diakibatkan oleh bakteri : anthrax (kulit dan
paru), tuberculosis (paru), burcelosis (sakit kepala, atralagia,
enokkarditis), lepra, tetanus, thypoid, cholera, dan sebagainya.
Bahaya Infeksi
Penyakit akibat kerja karena infeksi relatif tidak umum dijumpai.
Pekerja yang potensial mengalaminya a.l.: pekerja di rumah sakit,
laboratorium, jurumasak, penjaga binatang, dokter hewan dll. Contoh :
Hepatitis B, tuberculosis, anthrax, brucella, tetanus, salmonella,
chlamydia, psittaci.
Masuknya M.O. kedalam tubuh tidak selalu mengakibatkan
infeksi, dipengaruhi oleh banyak faktor, aanata lain : (i)Virulensi, (ii)
Route of infection, (iii) Daya tahan tubuh.
2. Virus
Virus mempunyai ukuran yang sangat kecil antara 16 - 300 nano
meter. Virus tidak mampu bereplikasi, untuk itu virus harus
7

menginfeksi sel inangnya yang khas. Contoh penyakit yang


diakibatkan oleh virus : influenza, varicella, hepatitis, HIV, dan
sebagainya menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh, ditularkan
melalui: (HIV) Tranfusi darah yang tercemar, Tertusuk/teriris
jarum/pisau yag terkontaminasi, Hubungan sexual, Luka jalan lahir
waktu melahirkan Pekerja RS, Pekerja yang sering ganti-ganti
pasangan Pekerja berisiko (HIV).
3. Parasit
a. Malaria : gigitan nyamuk anopheles
b. Ansxylostomiosis : anemia khronis
c. Jamur : gatal-gatal dikulit
Jamur dapat berupa sel tunggal atau koloni, tetapi berbentuk lebih
komplek karena berupa multi sel. Mengambil makanan dan nutrisi
dari jaringan yang mati dan hidup dari organisme atau hewan lain.
4. Hewan
a. Sengatan : Serangga
b. Ular : Gigitan binatang berbisa
c. Carnivora : Binatang buas
5. Tumbuhan
a. Allergi: Debu kayu & asma
b. Allergi saluran nafas: Debu kapas
6. Organisme Viable dan Racun Biogenic
a. Organisme viable termasukdi dalamnya jamur, spora dan
mycotoxins; Racun biogenik termasuk endotoxins, aflatoxin dan
bakteri.
b. Perkembangan produk bakterial dan jamur dipengaruhi oleh suhu,
kelembapan dan media dimana mereka tumbuh. Pekerja yang
berisiko : pekerja pada silo bahan pangan, pekerja pada sewage &
sludge treatment, dll.
c. Contoh : Byssinosis, “grain fever”, Legionnaire’s disease.
7. Alergi Biogenic
8

a. Termasuk didalamnya adalah: jamur, animal-derived protein,


enzim.
b. Bahan alergen dari pertanian berasal dari protein pada kulit
binatang, rambut dari bulu dan protein dari urine dan feaces
binatang.
c. Bahan-bahan alergen pada industri berasal dari proses fermentasi,
pembuatan obat, bakery, kertas, proses pengolahan kayu, juga
dijumpai di bioteknologi (enzim, vaksin dan kultur jaringan).
d. Pada orang yang sensitif, pemajanan alergen dapat menimbulkan
gejala alergi seperti rinitis, conjunctivitis atau asma.
e. Contoh : Occupational asthma : wool, bulu, butir gandum, tepung
bawang dsb.

2.4 Penyakit Akibat Kerja Bahaya (hazard) Biologi


Penyakit akibat kerja secara umum dikenal sebagai penyakit yang diderita
oleh seorang pekerja yang diakibatkan oleh pekerjanya. Penyakit Akibat Kerja
(PAK), menurut KEPPRES RI No. 22 Tahun 1993, adalah penyakit yang
disebabkan pekerjaan atau lingkungan kerja. Penyakit akibat kerja terjadi
sebagai pajanan faktor fisik, kimia, biologi, ataupun psikologi di tempat kerja.
World Health Organization (WHO) membedakan empat kategori Penyakit
Akibat Kerja :
1. Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misalnya
Pneumoconiosis.
2. Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan, misalnya
Karsinoma Bronkhogenik.
3. Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab di antara
faktor-faktor penyebab lainnya, misalnya Bronkhitis khronis.
4. Penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada
sebelumnya, misalnya asma.
2.4.1 Faktor Penyebab Akibat Kerja pada Bahaya (hazard) Biologi
9

Penyakit ditempat kerja akibat faktor biologi biasanya disebabkan oleh


makhluk hidup sehingga menyebabkan gangguan kesehatan pada pekerja
yang terpajan. Potensi bahaya yang menyebabkan reaksi alergi atau iritasi
akibat bahan-bahan biologis, seperti debu kapas, dedaunan, bulu, bunga,
dan sebagainya.
Penyakit biologi dapat didefinisikan sebagai debu organik yang berasal
dari sumber-sumber biologi yang berbeda seperti virus, bakteri, jamur,
protein dari binatang atau bahan-bahan dari tumbuhan seperti produk serat
alam yang terdegradasi.
Penyakit biologi dapat dibagi menjadi dua yaitu yang menyebabkan
infeksi dan non-infeksi. Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi
lagi menjadi organisme viable, racun biogenik dan alergi biogenik.
Faktor-faktor penyebab penyakit akibat biologi :
1. Kontak dengan individu yang terinfeksi, sekresi, ekskresi, atau
jaringan tubuh manusia seperti hepatitis, AIDS, tbc, demam berdarah,
anthrax.
2. Akibat penularan dari binatang yang menginfeksi manusia secara
langsung atau kontak dengan sekresi, ekskresi, jaringan tubuh
binatang yang terinfeksi atau via vektor.
3. Akibat polusi udara yang mengandung mikroorganisme yang
menimbulkan penyakit seperti pekerja kantor yang memakai AC
sentral. pembersih cerobong asap pabrik, pabrik penghasil debu-debu :
a. Inhalation fever, akibat paparan udara yang berat : metal fume
fever, polymer fume fever, organic dust fever, legionenelosis.
b. Allergi akibat polusi udara : asma kerja, pneumonitis
hipersensitivitas.
Bakteri dan virus merupakan makhluk yang sangat mudah
berkembangbiak dan penyakit yang disebabkannya sangat mudah menular.
Saat ini sejumlah penyakit menular dan mematikan telah berpindah dari
hewan ke manusia dan dari manusia ke hewan. Infeksi silang-spesies dapat
berasal dari peternakan atau pasar, dimana kondisi menciptakan
10

pencampuran patogen. Yang memberi patogen kesempatan untuk bertukar


gen dan peralatan sampai dengan membunuh inang yang sebelumnya
asing.
2.4.2 Penyakit Akibat Kerja yang Disebabkan Bahaya Kerja Biologi
1. Penyakit yang Disebabkan Bakteri
a. Demam Thypoid
b. Anthrax
c. TBC
2. Penyakit Akibat Kerja yang Disebabkan Virus
a. Hepatitis B dan C
b. Virus HIV
c. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
3. Penyakit Akibat Kerja yang Disebabkan Jamur
Jamur merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit
pada manusia. Penyakit yang disebabkan jamur pada manusia disebut
mikosis, yaitu mikosis superficial dan mikosis sistemik. Mikosis
superfisial merupakan mikosis yang menyerang kulit, kuku, dan
rambut terutama disebabkan oleh 3 genera jamur, yaitu Trichophyton,
Microsporum, dan Epidermophyton. Sedangkan mikosis sistemik
merupakan mikosis yang menyerang alat-alat dalam, seperti jaringan
sub-cutan, paru-paru, ginjal, jantung, mukosa mulut, usus, dan vagina.

2.5 Pengendalian Bahaya Kerja Biologi


Pengendalian risiko dilakukan setelah identifikasi dan menilai risiko untuk
mengurangi risiko sampai batas yang dapat diterima berdasarkan ketentuan,
peraturan dan standar, pengendalian virus, jamur, bakteri patogen dapat
dilakukan dengan tahapan :
1. Eliminasi : diterapkan pertama kali dengan menghilangkan objek
penyebab kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Objek utama yang
menyebabkan penyakit akibat kerja adalah pekerja itu sendiri jadi
11

sangat tidak mungkin jika kita menghilangkan pekerja. Maka eliminasi


tidak dapat dilaksanakan.
2. Subtitusi : merupakan langkah kedua dengan mengganti bahan dan
peralatan berbahaya dengan yang kurang berbahaya maka
pengendalian secara subtitusi tidak dapat dilaksanakan.
3. Rekayasa/Pengendalian Teknik : adalah pengendalian faktor bahaya
biologis dengan memisahkan alat dengan pekerja. Rekayasa teknik
dengan pembutan instalasi Heating Ventilating And Air Conditioning
(HVAC).
4. Rekayasa/Pengendalian Administrasi : dengan menyediakan sistem
kerja untuk mengurangi terpapar potensi bahaya dengan perputaran
jadwal kerja bagi pekerja yang di bagi alam tiga shift kerja.
5. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) : pilihan terakhir sistem
pengendalian risiko berupa masker, sarung tagan, penutup kepala,
yang sesuai untuk mengurangi risiko paparan penularan penyakit pada
pekerja.
Faktor biologi dan juga bahaya-bahaya lainnya di tempat kerja dapat
dihindari dengan pencegahan antara lain dengan :
a. Penggunaan masker yang baik untuk pekerja yang berisiko tertular
lewat debu yang mengandung organism pathogen.
b. Mengkarantina hewan yang terinfeksi dan vaksinasi.
c. Imunisasi bagi pekerja yang berisiko tertular penyakit di tempat kerja.
d. Membersihkan semua debu yang ada di sistem pendingin paling tidak
satu kali setiap bulan.
e. Membuat sistem pembersihan yang memungkinkan terbunuhnya
mikroorganisme yang patogen pada sistem pendingin.
Dengan mengenal bahaya dari faktor biologi dan bagaimana
mengontrol dan mencegah penularannya diharapkan efek yang merugikan
dapat dihindari.
12

BAB III
KESIMPULAN

OHSAS 18001:2007 pengertian bahaya atau hazard adalah semua


sumber, situasi ataupun aktivitas yang berpotensi enimbulkan cidera
(kecelakaan kerja) dan/atau penyakit akibat kerja (PAK) (Ramli, 2008).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahaya adalah segala sesuatu yang
memiliki potensi merugikan bagi manusia, properti dan lingkungan.
Bahaya kerja biologi dapat didefinisikan sebagai debu organik
yang berasal dari sumber-sumber biologi yang berbeda seperti virus,
bakteri, jamur, protein dari binatang atau bahan-bahan dari tumbuhan
seperti produk serat alam yang terdegradasi. Bahaya biologi dapat dibagi
menjadi dua yaitu (1) yang menyebabkan infeksi dan (2) non-infeksi.
Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi lagi menjadi (a)
organisme viable, (b) racun biogenik dan (c) alergi biogenik. Berdasarkan
definisi biological agen, bahaya kerja biologi dapat di klasifikasikan
menjadi : Agen infeksius, Tumbuhan dan produknya, Hewan dan
produknya. Berdasarkan prosesnya transmisi dari biohazard dapat
dibedakan menjadi : langsung dan tidak langsung.
Keputusan Menteri Kesehatan nomor 432/MENKES/SK/IV/2007
tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di
rumah sakit bahwa bahaya biologi terdiri dari virus, bakteri, jamur dan
parasit, juga bahaya biologi yang berasal dari serangga, tikus dan binatang.
Tipe pekerjaan yang berisiko tinggi terpapar bahaya biologi :
Pekerja lapangan (outdoor), Pekerja yang pekerjaannya berhubungan
dengan hewan, Pekerja yang terpapar darah atau cairan tubuh manusia,
Pekerja yang bekerja di lingkungan kerja tertentu. Identifikasi risiko
bahaya kerja biologi di lingkungan tempat kerja, yaitu melalui agents
penyebab penyakit seperti : bakteri, bahaya infeksi, virus, parasit, hewan,
tumbuhan, organisme viable dan racun biogenic, alergi biogenic.
13

Penyakit Akibat Kerja (PAK), menurut KEPPRES RI No. 22


Tahun 1993, adalah penyakit yang disebabkan pekerjaan atau lingkungan
kerja. Penyakit akibat kerja terjadi sebagai pajanan faktor fisik, kimia,
biologi, ataupun psikologi di tempat kerja. Faktor penyebab dapat
dikelompokkan dalam 5 golongan : golongan fisik, golongan kimiawi,
golongan biologis, golongan fisiologis, golongan psikososial.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri : demam thypoid, anthrax,
TBC. Penyakit yang disebabkan oleh virus : hepatitis B dan C, virus HIV,
DBD. Penyakit yang disebabkan oleh jamur : Penyakit yang disebabkan
jamur pada manusia disebut mikosis, yaitu mikosis superficial dan mikosis
sistemik. Infeksi akibat organisme yang mungkin ditemukan di tempat
kerja.
Pengendalian bahaya kerja biologi : eliminasi, subtitusi,
pengendalian teknis, pengendalian administrasi, penggunaan alat
pelindung diri (APD). Faktor biologi dan juga bahaya-bahaya lainnya di
tempat kerja dapat dihindari dengan pencegahan antara lain dengan :
Penggunaan masker yang baik untuk pekerja yang berisiko tertular lewat
debu yang mengandung organism pathogen. Mengkarantina hewan yang
terinfeksi dan vaksinasi. Imunisasi bagi pekerja yang berisiko tertular
penyakit di tempat kerja. Membersihkan semua debu yang ada di sistem
pendingin paling tidak satu kali setiap bulan. Membuat sistem
pembersihan yang memungkinkan terbunuhnya mikroorganisme yang
patogen pada sistem pendingin.
14

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2014, Oktober 28). 1 Orang Pekerja Didunia Meninggal Setiap


Detiknya. Dipetik Mei 04, 2019, dari depkes.go.id:
http://www.depkes.go.id/article/view/201411030005/1-orang-pekerja-di-
dunia-meninggal-setiap-15-detik-karena-kecelakaan-kerja.html

Anonim. (2014). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dipetik Mei 04, 2019,
dari staff.unila.ac.id: http://staff.unila.ac.id/suudi74/files/2014/10/Materi-
3-K3-Bahaya-dan-Matriks-K3-2014.pdf

Anonim. (2014). Konsep Dasar K3 Hazard dan Pengendaliannya. Dipetik Mei


04, 2019, dari Academia.edu:
https://www.academia.edu/8779943/MAKALAH_Konsep_Dasar_K3_H
azard_dan_Pengendaliannya

Arief, Muhammad. 2011. Faktor Lingkungan Kerja Kimia Biologi. Prodi


Kesehatan Masyarakat Peminatan K3 Universitas Esa Unggul.
Harrianto, Ridwan. 2009. Buku Ajar Kesehatan Kerja. Jakarta: EGC.

Sugiyono. (t.thn.). Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dipetik Mei 04, 2019, dari
staff.uny.ac.id: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/ir-
sugiyono-mkes/materi-k3-bag01.pdf

Anda mungkin juga menyukai