Anda di halaman 1dari 15

1.

PUPUK ORGANIK
Hasil Identifikasi
No. Nama Pupuk
Padat Cair Warna Bentuk Kelarutan pH Higroskopis

NaFoS Sangat
1 Iya Tidak Coklat Granul 8 Tidak
Guano Lambat

2 Bio Extrim Sangat Iya


Tidak Iya Bening Cair 8
Cepat

3 D.I. Grow Sangat -


Tidak Iya Coklat Gelap Cair 6
Cepat

Agrivet POC Sangat


4 Tidak Iya Kuning Cair 8 Iya
Catrier Cepat

Pupuk Cair Sangat


5 Tidak Iya Coklat Cair 5 Iya
Kascing Cepat

6 Kompos Sangat Tidak


Iya Tidak Hitam Remahan 8
Lambat

7 Hayati Sangat Tidak


Iya Tidak Putih Granul 8
Lambat

Dekomposer
8 Spectagro Sangat Iya
Tidak Iya Coklat Cair 3
“Superdegra” Cepat

Hasil Identifikasi
No. Nama Pupuk keterangan
Kandungan nutrisi Manfaat
- Memacu
pertumbuhan bunga
dan buah
- Meningkatkan

1 NaFoS Guano P2O5 22-26% dan pertumbuhan akar


CaO 35-40% dan batang tanaman
- Meningkatkan kadar
gula buah
- Menetralisir kadar
asam tanah

- Menyehatkan tanah
dengan cepat
- C-organik =
- Meningkatkan hasil
14,55%
secara tajam
2 Bio Extrim - N = 885 ppm
- Hasilkan produksi
- P = 1390 ppm
rendah residu kimia
- K = 1085 ppm
- Menekan
- Ca = 445 ppm
penggunaan bahan
kimia

3 D.I. Grow

- Dapat memperbaiki
- N = 0,486% keadaan struktur
- P = 0,285% tanah, sehingga

Agrivet POC - K =0,155% kondisi tanah


4 - C- organik = menjadi gembur.
Catrier
10,27% - Mempunyai daya
- EC = 2,82 mS/cm simpan air / water
holding capasity
yang tinggi
- Meningkatkan
- Makro = N, P, K, pertumbuhan baik

Pupuk Cair Mg, Ca S vegetatif atau


5 - Mikro = Fe, Mn, generatif
Kascing
B, Cu, Zn, Mo - Memperbaiki dan
- Hormone tumbuh meningkatkan
penampilan tanaman

- Meningkatkan
kesuburan tanah.
- Memperbaiki
struktur dan
karakteristik serap

6 Kompos air tanah.


Unsur hara lengkap
- Meningkatkan
aktivitas mikroba
tanah.
- Meningkatkan
kapasitas serap air
tanah.
- Menambahkan N
yang diserap akar.
- Meningkatkan
jumlah hara yang
dapat diserap akar
tanaman baik yang
berasal dari partikel
- Bakteri penambat
pupuk maupun dari
N bukan
partikel tanah.
pensimbiosis
7 Hayati - Meningkatkan daya
- Mikroba pelarut
pegang tanah
P dan K
terhadap air dan hara
- Mikroba
tanah.
pemantap agregat
- Meningkatkan
ketersediaan hara
dalam tanah dan
dapat menghasilkan
zat tumbuh yang
berguna bagi akar
tanaman.
- Mempercepat proses
pengomposan bahan
- Aquades organic.
- Ekstrak Azola - Menghilangkan
Dekomposer - Ekstrak gula dengan cepat bau
8 Spectagro murni limbah ternak dan
“Superdegra” - Asam cuka limbah organic.
- Hara mikro dan - Menetralisir pH
makro tanah.
- Menghilangkan
bakteri pathogen.
- Menguraikan bahan
organic menjadi
senyawa hara yang
siap diserap
tanaman.

1. PUPUK ANORGANIK

Hasil Identifikasi

No. Nama Pupuk


Tunggal Majemuk Warna Bentuk Kelarutan pH Higroskopis

1 SP 36 Abu- Sangat Tidak


Iya Tidak Butiran 3
abu Lambat
Borate Sangat
2 Iya Tidak Putih Serbuk 10 Tidak
Mutiara Lambat

3 KCl Iya Tidak Merah Kristal Cepat 8 Iya

4 Dolomite Sangat Iya


Tidak Iya Putih Serbuk 9
Cepat

5 MKP Tidak Iya Putih Kristal Cepat 5 Tidak


6.1 AB Mix A Sangat Iya
Tidak Iya Ungu Granul 7
Cepat

6.2 AB Mix B Sangat Tidak


Tidak Iya Putih Kristal 4
Cepat

7 Urea Merah Iya


Iya TIdak Granul Cepat 7
Muda
Merah
8 CPN Tidak Iya Muda, Granul Cepat 11 Tidak

Putih

9 NPK Mutiara Sangat Tidak


Tidak Iya Biru Granul 6
Lambat

10 ZA Sangat Tidak
Tidak Iya Putih Kristal 6
Cepat
Merah,
11 NPK – 16 Sangat Iya
Tidak Iya Putih, Granul 7
Lambat
Coklat

12 CaNo3 Tidak Iya Putih Serbuk Cepat 4 Tidak


Hasil Identifikasi
Nama Keterangan
No.
Pupuk Kandungan nutrisi Manfaat

- Kadar P2O5 total - Memacu pertumbuhan


minimal 36% akar dan sistem
- Kadar P2O5 larut perakaran
Asam Sitrat minimal - Sebagai unsur hara
34% fosfor
1 SP 36 - Kadar P2O5 larut - Memperbesar presentase
dalam air minimal terbentuknya bunga
30% menjadi buah/ biji
- Kadar air maksimal - Memacu pembentukan
5% bunga dan masaknya
buah/ biji
- Kadar Asam Bebas - Menambah daya tahan
sebagai H3PO4 tanaman terhadap
maksimal 6% gangguan hama,
penyakit kekeringan
- Nitrat- - Mencegah cacat pada
Nitrogen (NO3) buah dan merangsang
- Amonium- pertumbuhan
Borate Nitrogen (NH4) - Mencegah buah mudah
2
Mutiara - N jatuh
- P - Mencegah pembusukan
- K dan bintik - bintik pada
buah
- K2O = 60% - Meningkatkan hasil
- Cl = 35% panen
- Memperkuat batang
tanaman
- Lebih tahan serangan
3 KCl penyakit
- Transfortasi asimilat dan
kerja enzim
- Meningkatkan kualitas
hasil panen

- CaMg(CO3)2 - Mengatur tingkat


- Kalsium (CaO) keasaman & PH tanah
- Magnesium (MgO) - Mensuplai unsur hara Ca
& Mg pada tanaman
4 Dolomite - Menyeimbangkan PH
tanah agar sesuai dengan
PH yang dibutuhkan
tanaman
- P2O5 = 52% - Memacu pertumbuhan
- K2O = 34% akar
- Meningkatkan kualitas
umbi/ buah dan hasil
produksinya
5 MKP
- Kandungan P dan K
cepat diserap tanaman

- Makro = N, P, K, - Sebagai sumber unsur


Mg, Ca S hara untuk pertumbuhan
- Mikro = Fe, Mn, B, tanaman dan
Cu, Zn, Mo perkembangan tanaman
6 AB Mix

- Membuat daun tanaman


lebih hijau.
- Nitrogen (N) = 46%
7 Urea - Mempercepat
- Kandungan air =
pertumbuhan tanaman.
0,5%
- Menambah protein di
dalam tanaman.
- Mudah larut dan cepat
diserap oleh tanaman.
- Tidak menyebabkan
keasaman pada tanah.
- Nitrat – Nitrogen - Bebas dari Chlorine.
(N) = 15,30% - Mempercepat proses

8 CPN - Potassium Oxide pembungaan atau


(K2O) = 14,94% pembuahan.
- Natrium (Na) = 18% - Meningkatkan produksi
- Boron (B) = 0,05% dan kualitas buah, biji,
danumbi.
- Meningkatkan berat serta
menambah rasa dan
aroma buah.
- Menyediakan Nitrogen
dalam bentuk NO3
- Nitrogen (N) = 16% (Nitrat) yang langsung
- Phosphor (P) = 16% tersedia dalam tanaman.

NPK - Kalium (K) = 16% - Mempercepat proses


9 - Kalsium (CaO) = pembungaan dan
Mutiara
6% pembuahan.
- Magnesium (Mg) = - Memacu pertumbuhan
0,5% pucuk tanaman.
- Menekan serangan jamur
dan penyakit.
-
10 ZA

- N = 16% - Pertumbuhan tanaman


NPK – - P = 16% lebih cepat
11
16 - K = 16% - Daun tanaman lebih
hijau
- Merangkah
pertumbuhan akar
tanaman
- Batang tanaman lebih
kokoh
- Meningkatkan daya
tahan terhadap hama dan
penyakit
- Mempercepat proses
pembungaan dan
pemasakan buah biji.
- Kalsium - Meningkatkan system
- Nitrogen nitrat perakaran tanaman, hasil
produksi dan kualitas
buah meningkat dan
masa penyimpanan buah
lebih lama.
- Memacu pertumbuhan
daun dan batang.
12 CaNo3 - Mengatasi gejala yang
biasa terjadi pada
tanaman seperti Bitter pit
padak entang, busuk
pantat buah (Blossom
end rot) pada tomat,
cabe, mangga, paprika,
Antraknosa pada cabe
dan Club rot pada
4.2. PEMBAHASAN

Pupuk merupakan bahan kimia atau organisme yang berperan dalam


penyediaan unsur hara bagi keperluan tanaman secara langsung maupun tidak
langsung (Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2001). Pupuk berdasarkan bahan
pembentuknya dibagi menjadi 2 yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk
anorganik adalah pupuk hasil proses rekayasa secara kimia, fisik, atau biologis, dan
merupakan hasil industri atau pabrik pembuatan pupuk. (Peraturan Pemerintah No
8 Tahun 2001). Sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau
seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan
yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan
untuk mensuplai bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi
tanah.(Permentan, 2006).

Pupuk anorganik memiliki beberapa keuntungan yaitu pemberiannya


dapat terukur dengan tepat, kebutuhan hara tanaman dapat terpenuhi dengan
perbandingan yang tepat, dan tersedia dalam jumlah yang cukup. Sedangkan
kekurangan dari pupukan organik yaitu hanya memiliki unsur hara makro,
pemakaian yang berlebihan dapat merusak tanah bila tidak diimbangi dengan pupuk
kandang atau kompos, dan pemberian yang berlebihan dapat membuat tanaman
mati (Lingga dan Marsono, 2011). Pupuk organik mempunyai kelebihan mampu
menggemburkan lapisan permukaan tanah (top soil), meningkatkan populasi jasad
renik, mempertinggi daya serap dan daya simpan air, yang oleh karenanya
kesuburan tanah menjadi meningkat (Samekto, 2008). Hal ini sependapat dengan
Yuliarti (2009) penggunaan pupuk organik memberikan manfaat meningkatkan
ketersediaan anion – anion utama untuk pertumbuhan tanaman seperti nitrat, fosfat,
sulfat, borat, dan klorida, meningkatkan ketersediaan hara mikro untuk kebutuhan
tanaman, dan memperbaiki sifat fisika kimia, dan biologi tanah. Kekurangan dari
pupuk ini adalah ketersediaan unsur hara relatif kecil dan bersifat slow release
(Pangaribuan, Hendarto, & Prihartini, 2017).
Hasil dari identifikasi pupuk yang telah dilakukan dari 20 pupuk yang
diamati terdapat 8 pupuk berjenis organik diantaranya yaitu NaFoS Guano, Bio
Extrim, D.I. Grow, Agrivet POC Catrier, Pupuk Cair Kascing, Kompos, Hayati,
Dekomposer Spectagro “Superdegra”. Sedangkan 12 pupuk lainnya berjenis
anorganik diantaranya yaitu SP 36, Borate Mutiara, KCl, Dolomite, MKP, AB Mix,
Urea, CPN, NPK Mutiara, ZA, NPK – 16, CaNo3.

Pupuk organik kompos berbentuk remahan dan pupuk hayati & NaFoS
Guano berbentuk butiran/granul. Sedangkan Bio Extrim, D.I. Grow, Agrivet POC
Catrier, Pupuk Cair Kascing, Dekomposer Spectagro “Superdegra” merupakan
pupuk organik berbentuk cair. Pupuk anorganik yang berbentuk butiran/granul
berturut-turut yaitu pupuk SP 36; AB mix A; Urea; CPN; NPK Mutiara; dan NPK-
16, sedangkan bentuk lainnya seperti serbuk yaitu pupuk Borate Mutiara; Dolomite;
CaNO3, dan bentuk kristal seperti KCl; MKP; AB mix B; ZA. Bentuk fisik pupuk
sangat berpengaruh terhadap pola pelepasan hara. Semakin besar luas permukaan
pada bentuk pupuk seperti bentuk serbuk atau cair, maka semakin cepat hara
tersebut diserap oleh tanaman karena mudah terlarut. Hal ini sependapat dengan
Litster & Ennis (2004) yang mengemukakan bahwa pupuk yang telah digranulasi
bertujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap pemisahan akibat pelarut.
Bentuk pupuk juga berpengaruh terhadap cara pemberiannya, misalnya seperti
pupuk cair diaplikasikan bersamaan dengan air irigasi(fertigasi) ataupun disemprot
langsung ke bagian tanaman dan pupuk berbentuk granul diaplikasikan secara tebar
langsung di sekitar perakaran.(IPNI, 2017)

Terdapat 11 warna pupuk yang diidentifikasi coklat, bening, kuning,


hitam, putih, abu-abu, merah, putih, merah muda, biru, bening. Warna tersebut
dipengaruhi oleh bahan penyusunnya seperti KCl yang berwarna merah diakibatkan
oleh sumber tambangnya berupa mineral sylvinit dan NaFos guano & Pupuk
Kascing yang berwarna coklat karena bahan pembentuknya berasal dari limbah
kotoran hewan kelelawar dan cacing. Namun secara agronomis warna pupuk tidak
mempunyai pengaruh. (IPNI, 2017)
Kelarutan pupuk yang teridentifikasi cukup variatif, mulai dari sangat
lambat, cepat, dan sangat cepat. Kelarutan sangat cepat terdapat pada pupuk Bio
Extrim(cair), D.I. Grow(cair), Agrivet POC Catrier(cair), Pupuk Cair
Kascing(cair), Dekomposer Spectagro “Superdegra”(cair) , Dolomite(serbuk), AB
Mix A(granul), AB Mix B (kristal) ,ZA(kristal). Pupuk dengan kategori cepat larut
yaitu Urea (granul), CPN (granul), dan CaNo3(serbuk). Sedangkan pupuk dengan
kelarutan sangat lambat yaitu NaFoS Guano(granul), Kompos(remah),
Hayati(granul), SP 36(granul), Borate Mutiara(serbuk), NPK Mutiara(granul),
NPK – 16(granul). Kecepatan larut pupuk berhubungan dengan bentuk pupuk, jenis
bahan penyusun, dan banyaknya zat pelarut. Umumnya, pupuk dengan bentuk cair
dan serbuk sangat cepat untuk larut daripada bentuk granul maupun kristal. Namun
pada beberapa kasus, pupuk granul dan kristal pun dapat cepat larut jika
penggunaannya untuk sebagai unsur hara pada sistem pertanian hidroponik seperti
pupuk AB Mix A & B. Selebihnya, kelarutan pupuk bergantung pada jenis bahan
penyusun. Pupuk yang memiliki kandungan posphat seperti SP 36(tunggal), NPK
Mutiara(majemuk), dan NPK-16 (majemuk) kecepatan larutnya sangat lambat

Daftar Pustaka
International Plant Nutrition Institute. 2017. 4T Hara Tanaman: Pedoman
Peningkatan Manajemen Hara Tanaman. Program Asia Tenggara

Lingga dan Marsono. 2011. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya:


Jakarta

Litster, J., & Ennis, B. (2004). The Science and Engineering of Granulation
Process. Kluwer Academic Publishers, Dordrecht, Netherlands

Pangaribuan, D. H., Hendarto, K., & Prihartini, K. (2017). PENGARUH


PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK ANORGANIK TUNGGAL DAN
PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI
TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) SERTA
POPULASI MIKROBA TANAH. Jurnal Floratek, 12, 1–9.

Peraturan Pemerintah No 8 Tahun, 2001. (2001). PUPUK BUDIDAYA


TANAMAN. In Peraturan Pemerintah Tahun 2001 (pp. 20–23).

Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 02/Pert/HK.060/2/2006