Anda di halaman 1dari 112

LAPORAN PRAKTIKUM ROSIDS – FABIDS

(Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Botani Phanerogamae)

Dosen Pengampu:
Hadiansah, M.Pd.

Disusun oleh:
Kelompok 1
Kelas 4 C
Nurul Hidayah Safitri (1172060084)
Refa Maria Ulfa (1172060092)
Riska Nursalma Septiani (1172060097)
Rozna Fathin Nafisyah (1172060102)
Tandri Akbar Muzakir (1172060113)
Windy Siti Hopipah (1172060118)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2019 M/1440 H
Judul Praktikum : Rosids – Fabids
Tanggal Praktikum : Kamis, 02 Mei 2019
Tujuan Praktikum :
1. Mendeskripsikan ciri-ciri dari species yang termasuk ke dalam kelompok
Malpigales, Oxalidales, Fabales, Rosales, Cucurbitales dan Fagales.
2. Menemukan ciri khas klad Malpigales, Oxalidales, Fabales, Rosales,
Cucurbitales dan Fagales.
3. Membandingkan karakter khas dari klad Malpigales, Oxalidales, Fabales,
Rosales, Cucurbitales dan Fagales.

A. Landasan Teori
Euphorbiaceae terdiri atas tumbuhan berkayu, tetapi termasuk pula di dalamnya
terna. Karena adaptasi terhadap lingkungannya kadang-kadang mempunyai habitus
seperti Catcaceae, adapula yang mempunyai filokladium. Daunnya tunggal atau
majemuk, duduknya berhadapan dengan daun penumpu yang seringkali menyerap
kelenjar-kelenjar. Bunga hampir selalu berkelamin tunggal dengan bentuk dan susunan
yang beraneka rupa, ada yang tanpa perhiasan bunga, dengan hiasan bunga rangkap atau
tunggal, biasanya bertangkai dalam bunga majemuk yang berganda. Dalam suku ini
terdapat suatu susunan bunga majemuk yang khas, yang memberikan kesan seakan-akan
merupakan bunga tunggal yang disebut siatium (Tjitrosoepomo, 2013: 153-154).
Manfaat Euphorbiaceae diantaranya sebagai obat tradisional, penghasil pangan,
tumbuhan hias, penghasil minyak atsiri, bahan pewarna dan tanin, penghasil kayu bakar,
penghasil tali anyaman dan kerajinan, ritual aat serta keagamaan dan bahan bangunan.
Bagian tumbuhan Euphorbiaceae yang biasa digunakan adalah daun, batang, buah, dan
akar (Dea, dk, 2016: 2).
Oxalidaceae merupakan tanaman semak atau pohon kecil. Batangnya merupakan
batang umbi. Daunnya pinnate. Perbungaannya adalah biseksual. Ginekium bersifat
sinkarposa dengan ovarium superior dan plasentasinya aksilar. Kepentingan ekonomisnya
mencakup pohon buah-buahan, misalnya belimbing (Averrhoa carambola), tanaman
umbi misalnya Oxalis tuberosa dan kultilar hias misalnya Oxalis sp (Simpson, 2010:
326).
Salah satu spesies Oxalidaceae adalah buah belimbing (Averrhoa carambola),
salah satunya adalah belimbing waluh (Averrhoa blimbi. Belimbing waluh atau lebih
akbar disebut belimbing sayur merupakan tanaman perdu, batangnya berkayu tingginya
dapat mencapai 10 m. Menyukai tempat kering dengan intesitas cahaya penuh. Tumbuh
tegak lurus, tidak banyak percabangan, daunnya bersirip genap. Bunganya berbentuk
bintang, warnanya merah kecoklatan. Buahnya beruang lima bergantung pada batang
atau dahan (Soenanto, 2009: 52).
Elaeocarpaceae memiliki batang tegak dan bulat berwarna coklat, tinggi dapat
mencpai 25-30 cm dan diameter 40-45 cm. Daun tunggal berbentuk lonjong sampai
lanset, tepi bergeriri, ujung meruncing, pangkal runcing, bertangkai pendek 12 mm,
tulang daun menyirip. Bunga majemuk, bentuk malai diketiak daun, tangkai bunga 1,5
cm, kelopak lonjong hijau pucat atau kemerahan, mahkota bentuk lonceng. Bakal buah
berbentuk telur. Buahnya termasuk buah buni diamternya sekitar 1,5-2 cm, kulit buah
masak berwarna hijau tua sampai ungu. Biji berbentuk bola, diameter 1-1,5 cm, warna
kulit biji coklat, berukir dan sangat keras (Rachan, 2012: 78).
Famli fabaceae (polong-polongan) terdiri dari 18.000 jenis dan 360 marga.
Anggota suku polong-polongan dari bentuk buahnya yang berbentuk polong. Polong
tersebut ada yang pecah saat masak ada juga yang tidak. Suku polong-polongan dibagi
menjadi 3 suku yaitu: Mimosaceae, Caesalpinaceae dan Papilionaceae. Maing-masing
dari suku tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. Papilionaceae bunga yang
bentuknya seperti kupu-kupu, sedangkan pada suku Mimosaceae karakter bunganya
berbentuk bongkol (Danarto, 2016: 1).
Famili fabaceae memiliki perawakan yang beragam mulai dari herba, perdu, liana
hingga pohon. Sebagian besar anggotanya yang memiliki perawakan pohon memiliki
bunga yang bentuk dan warnanya indah seperti Cassia sp., Erythrina sp., Mucuna
novoguineensis. Jenis-jenis tanaman tersebut banyak ditanam sebagai tanaman hias
(Irsyam dan Priyanti, 2016: 45).
Rosaceae merupakan tanaman yang memiliki perawakan pohon atau semak.
Daunnya spiral sederhana dan amjemuk. Bunganya biseksual, aktimorf. Corolla terdiri
dari 5 kelopak, ovariumnya ada yang superior ada juga yang inferior dengan plasentasi
aksilar. Calix terdiri dari 5-10 sepal. Buahnya adalah buah berbiji, pome, policetum
ataupun kapsul. Benih biasanya tanpa endosperm (Simpson, 2010: 335).
Salah satu famili dari sumber daya nabati yang cukup besar adalah Moraceae.
Berbagai jenis tumbuhan dari famili ini dimanfaatkan alam kehidupan sehari-hari salah
satunya adalah nangka (Artocarpus integra) sebagai bahan pangan. Selain sebagai bahan
pangan buah dari beberapa jenis ficus juga merupakan anggota famili Moraceae telah
digunakan sebagai obat tradisiona. Ekstrak buahnya menunjukknya adanya sifat
antitumor, selain itu juga dapat menurunkan kadar gula darah karen adanya B Sitosterol
(Harapini dan Praptiwi, 2015: 595).
Cannabaceae merupakan tumbuhan herba yang tegak atau memanjat. Daun
Cannabis disebelah bawah letaknya berhadapan, disebelah atas tersebar majemuk
palmatus. Pada epidermis terdapat rambut-rambut kelenjar yang mengandung substansi
aromatis. Bunganya uniseksual, kecil, bunga jantan dengan 5 sepal, apetal, 5 stamen di
depan sepal. Bunga betina dengan tbaung calix yang membungkus ovarium pada
Cannabis liar. Ovarium 1 ruang, 1 karpel dan 1 ovul. Buah akhene, biji dengan
endosperm yang berdaging dan berminyak (Cronquist, 1981: 350).
Famili Cucurbitaceae merupakan tanaman yang memiliki sistem perakaran yang
menyebar ke segala arah. Akar tersebut dapat membentuk umbi di bawah permukaan
tanah. Batangnya berbentuk bulat atau persegi berukuran kecil dan tumbuh mereambat
dengan mengandalkan sulur sebagai alat pemegang. Tanaman ini memiliki bunga
berumah satu (uniseksul). Buahnya berbentuk bulat. Struktur buah terdiri atas kulit,
daging, buah dan biji yang berfungsi sebagai bahan/materi perbanyakan tanaman
(Suprapati, 2005:17).
Famili Begoniaceae memiliki bentuk dan yang bervariasi ada yang seperti
jantung, bintang dan oval. Panjang daun 5-15 cm dan lebarnya 3-12 cm. Ujung daun
runcing, pangkal membulat, tepi daun ada yang rataada juga yang bergerigi. Pertulangan
daun ada yang menjari ada juga yang menyirip. Permukaan daun ada yang berbulu kasar
ada juga yang lembut. Batngnya mengandung air, memiliki buku-buku atau ruas dan
bercabang, akarnya serabut. Bunga tanaman ini umumnya adalah bunga majemuk.
Panjang tangkai bunga bervariasi dari 5-90 cm. Ada yang memiliki kelopak ada juga
yang tidak. Warna bunga sangat beragam seperti putih kemerahan, hijau dan kuning
(Lukito, dkk, 2007: 57).
Begoniaceae adalah salah satu marga besarv kelompok angiospermae dengan
kekhasan karakter daun asimetri. Begonia juga mudah dikenal dengan kombinasi karakter
perawakan herba, tenda bunga saling lepas, bakal buah lebih dari satu ruang dan memiliki
tiga bersayap. Daun dengan corak warna warni menjadikan bunga begonia sebagai
tanaman hias. Jenis-jenis begonia juga berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan
dan obat (Efendi, 2018: 85).
Fagaceae merupakan salah satu suku terbesar dengan jumlah jenisnya lebih dari
700 jenis di seluruh dunia. Pada umumnya fagaceae tumbuh di hutan primer dan huta
sekunder tua dengan berbagai tipe tanah termasuk lumpur, pasir dan bebatuan. Jenis
fagaceae umumnya berbentuk pohon , berumah satu, berakar banir atau akar gantung,
jenis kayunya tergolong kayu yang kadang-kadang sangat keras sehingga jenis kayunya
kurang cocok untuk bahan bangunan akan tetapi kayunya mmepunyai guratan yang indah
sehingga bagus untuk funicure. Umumnya fagaceae mempunyai karakteristik tandan
bunga yang terkulai yang disebut “caltkin” dan nut (polong) dibungkus dengan kulit yang
keras yang disebut “cupule” atau cangkir kecil (Purwaningsih dan Polosakan, 2016: 86-
87).

Betulaceae terdiri dari pohon monoecious. Daunnya spiral, perbungaannya


uniseksual. Tidak terdapat carolla, benangsari 1-8. Ginekium adalah sinkarposa dengan
ovarium inferior atau superior. Plasentasi aksilar-apikal, dan ovulanya anatropus.
Buahnya adalah kacang atau samara 2 sayap. Benih dengan atau tanpa endosperm.
Tumbuhan diserbuki angin (Simpson, 2010: 344).
B. Alat dan Bahan
1. Alat
No Alat Jumlah
1. Mikroskop cahaya/stereo/ digital 1
2. Cutter 1
3. Bolpoin 1
4. Buku catatan 1
5. HP 1
6. Modul Praktikum 1

2. Bahan
No Bahan Jumlah
1. Euphorbia pulcherrima 1
2. Jatropha curcas 1
3. Codiaeum variegatum 1
4. Manihot esculenta 1
5. Sauropus androgynus 1
6. Passiflora quadringularis 1
7. Passiflora edulis 1
8. Avicennia sp. 1
9. Bruguiera sp. 1
10. Rhizophora sp. 1
11. Viola odorata 1
12. Averrhoa bilimbi/A. carambola 1
13. Oxalis corniculata 1
14. Elaeocarpus ganitrus 1
15. Centrosema pubescens 1
16. Sesbania grandiflora 1
17. Crotalaria incana 1
18. Abrus precatorius 1
19. Arachis hypogaea 1
20. Mimosa pudica/ M. invisa 1
21. Calliandra calothyrsus 1
22. Leucaena leucocephala 1
23.. Acacia mangium 1
24. Cassia sp. 1
25. Casalpinia pulcherrrima 1
26. Bauhinia sp. 1
27. Delonix regia 1
28. Polygala paniculata 1
29. Morus nigra 1
30. Artocarpus heterophyllus 1
31. Artocarpus altilis 1
32. Ficus elasticus 1
33. Rosa hybrida 1
34. Fragaria vesca 1
35. Pyrus malus 1
36. Pilea microphylla 1
37. Cannabis sativa 1
38. Cucumis sativus 1
39. Sechium edule 1
40. Momordica charantia 1
41. Begonia sp. 1
42. Alnus glutinosa 1
43. Betula sp. 1
44. Casuarinas equisetifolia 1
45. Gymnostoma sp. 1
46. Castanea sp. 1
47. Quercus sp. 1
48. Lithocarpus sp. 1
C. Langkah kerja
D. Tabel Deskripsi

No. Clad/subclad Gambar Deskripsi Ciri


1. Euphorbia  Struktur Vegetatif :
pulcherrima Habitus perdu, sistem perakaran tunggang, batangnya berkayu
dengan pola percabangan simpodial. Daunnya tunggal
tersebar, pertulangan daun menyirip dan bentuknya oval.
 Struktur Generatif :
Perbungaan uniseksual dan monoecious, bunga bergerombol,
https://id.m.wikipedia.org/wiki/kastuba letaknya lateral, tidak memiliki mahkota bunga, memiliki
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 21.52 braktea berwarna cerah. Stamen pada bunga jantan banyak,
WIB diteka, diadelpous, dan bebas. Gynoecium tricarpel, perlekatan
karpel syncarpus, letak ovarium superior dengan plasentasi
aksilar, panjang stilus 6 mm.

2. Jatropha curcas  Struktur Vegetatif :


Habitus semak dengan sistem perakaran tunggang, batang
berkayu dan pola percabangan monopodial. Jenis daun
tunggal, letaknya tersebar, pertulangan daun menjari dengan
bentuk deltoid.
 Struktur Generatif :
Bunga dengan kelamin uniseksual, dua kelamin dalam 1
tumbuhan. Letak perbungaan aksilar, bunga majemuk,
aktinomorf, calyx dan corolla berjumlah 5, diadelphous,
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jarak_pagar panjang filament ada yang panjang dan ada yang pendek.
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 21.57 Gynoecium tricarpel, perlekatannya syncarpus, letak ovarium
WIB superior, plasentasinya sentral.
3. Codiaeum  Struktur Vegetatif :
variegatum Habitus perdu, sistem perakaran tunggang, batak berkayu, pola
percabangan simpodial. Jenis daun tunggal, letak daun spiral,
pertulangan daun brachidrom, bentuk daun elliptical.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga uniseksual, bunganya berwarna putih,
memiliki calyx dan corolla berjumlah 5. Androecium dengan
jumlah stamen lebih dari 10, keterkaitan antar stamen saling
lepas, apostemonous, panjang filament didymous, anther
monoteka. Gynoecium dengan monocarpel, perlekatannya
https://id.m.wikipedia.org/wiki/puring apocarpus, letak ovarium inferior, plasentasi marginalis.
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 22.05
WIB

4. Manihot esculenta  Struktur Vegetatif :


Habitus perdu tinggi mencapai 7 m, cabang agak jarang. Akar
tunggang dengan sejumlah akar cabang yang membesar
menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Bentuk daun menjari
dengan tangkai yang panjang.
 Struktur Generatif :
Perbungaan uniseksual, bunga kecil, berwarna putih kehijauan,
kelopak berbentuk lonceng seperti kelopak, tidak memiliki
mahkota hanya memiliki 5 sepal. Jumlah stamen 8 saling
bebas, panjang filament didynamous, anthernya monoteka.
Gynoecium tricarpel dalam satu lokus, perlekatannya
Sumber: https://indonesiaproud.wordpress.com syncarpus, letak ovarium superior dengan plasentasi aksilar.
Diakses pada tanggal 4 Mei 2019 Pukul 18.30
WIB
5. Sauropus  Struktur Vegetatif :
androgynus Habitus perdu dengan sistem perakaran tunggang. Batangnya
berkayu, percabangan batang simpodial. Termasuk jenis daun
majemuk, letak daun berhadapan, pertulangan daun
aktinodromus, bentuk daun ovate.
 Struktur Generatif :
Perbungaan tunggal, kelamin bunga biseksual, bunga
berukuran kecil dengan warna gelap hingga kekuning-
kuningan, berbintik-bintik merah. Calyx dan corolla berjumlah
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/katuk 6. Jumlah stamen banyak dalam 2 lingkaran, keterkaitan antar
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 22.10 stamen bebas, epipetalus, panjang filament didynamous, anther
WIB diteka.Putik 3 kapel dengan 1 lokus, perlekapan karpel
apocarpus, letak ovarium superior, plasentasinya aksilar.

6. Passiflora  Struktur Vegetatif :


quadringularis Habitus semak, sistem perakaran tanaman ini tunggang,
batangnya kecil, panjang dan merambat. Daun jenis tunggal,
letaknya tersebar, dengan sistem pertulangan daun menyirip,
bentuknya lonjong.
 Struktur Generatif :
Perbungaan kelamin 2, termasuk ke dalam bunga sempurna
https://id.m.wikipedia.org/wiki/passiflora berhelaian ganda. Memiliki calyx 10 sepal dan corolla 5 petal.
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 22.20 Jumlah stamen banyak, keterkaitan antar stamen bebas, stamen
WIB dengan organ lain bebas. Panjang filament 6 cm, anther diteka.
Gynoecium 3 carpel 1 lokus, perlekatan karpel syncarpus,
letak ovarium superior, plasentasi aksilar. Biji bulat, pipih dan
berselaput.
7. Passiflora edulis  Struktur Vegetatif : Habitus perdu, sistem perakarannya
serabut, batang tidak berkayu dan pola percabangan
monopodial. Daun majemuk yang berhadapan, pertulangan
daun craspedodrom, bentuk daunnya rhombatus.
 Struktur Generatif : Kelamin bunga biseksual, bunga
berukuran kecil, berwarma keungu-unguan dan berserabut.
Calyx dengan 5 sepal, corolla 10 petal. Androecium dengan
jumlah stamen yang banyak dalam satu lingkaran, keterkaitan
antar stamen bebas, epipetalus, panjang filament didynamous,
anthernya diteka. Gynoecium dengan jumlah karpel bicarpel,
perlekatannya syncarpus, letak ovarium superior, plasentasi
https://www.123rf.com/photo_passion-fruit- marginalis, panjang stylus 6 cm.
maracuja-passiflora-edulis
Diakses pada tanggal 4 Mei 2019 Pukul 18.21
WIB

8. Avicennia sp.  Struktur Vegetatif :


Habitus pohon, dengan sistem perakaran akar napas,
bantangnya berkayu, dan percabangan batangnya monopodial.
Jenis daun tunggal yang letaknya berhadapan, pertulangan
daun menyirip dan bentuk daunnya elips.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga biseksual, letaknya lateral, panjang, duduk,
dan membulat. Calyx berjumlah 5 sepal dan corolla berjumlah
4 petal. Jumlah stamen 4 yang saling bebas. Keterkaitan antar
stamen bebas, anther diteka. Jumlah karpel tertracarpel,
perlekatannya apocarpus, letak ovarium superior dan dengan
plasentasi terminal, buahnya berupa kapsul dengan biji yang
https://www.biodiversitywarriors.org/kayu-api-
kecil.
api
Diakses pada tanggal 4 Mei 2019 Pukul 18.21
WIB
9. Bruguiera sp.  Struktur Vegetatif :
Habitus berupa pohon dengan sistem perakaran tunggang
batang brrkayu percabangan monopodial. Daun tunggal
bersilang, pertulangan menyirip, berbentuk elips. Buah
berbentuk tumpul, bijinya banyak. Umur beberapa tahun dan
dimanfaatkan sebagai tepung.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga biseksual, letakna aksillaris, calyx 10 sampai
14 corolla 10 sampai 14, perigonium biseriate, stamen lebih
dari 5, keterkaitannya bebas, panjang filamen 1 mm anther
Https://id.m.wikipedia.org/wiki/bruguiera diteka. Carpel dan lokus 3 perlekatan apkcarpus dan superior.
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.26 WIB

10. Rhizophora sp.  Struktur Vegetatif :


Habitus berupa pohon berakar tunjang, akar udara, batang
berkayu percabangan simpodial. Daun majemuk sederhana
berlawanan, pertulangan menyirip berbentuk elips. Buah kasar
berbentuk bulat memanjang berwarna coklat berbiji bulat.
Umurnya tahunan dan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan,
kayu bakar, bahan pembuat arang.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga biseksual, bunga berkelompok dalam payung
tambahan bertangkai dan menggarpu di ketiak. Calyx dan
Https://id.m.wikipedia.org/wiki/rhizophora. corolla sama sama 4, stamen 11 sampai 13 keterkaitannya
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.35 WIB kelompok, panjang filamen 9 sampai 11 mm anther diteka.

.
11. Viola odorata  Struktur Vegetatif :
Perawakan berupa semak, akar tunggang, batang tidak
berkayu, percabangan simpodial. Buah berbentuk kotak,
bijinya bulat. Umur tahunan dan dimanfaatkan sebagai obat
obatan.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga biseksual. Bunga harum aromatik, calyx dan
corolla berjumlah 5 perigonium corrolinus, stamen 10,
keterkaitannya antipetalous, anther diteka. Berlekatan,
ovariumnya superior plasentasi aksillaris.
Https://id.m.wikipedia.org/wiki/bunga_violet.
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.40 WIB.
12. Averrhoa  Struktur Vegetatif :
bilimbi/A. Habitus berupa pohon, perdu, akar tunggang batang berkayu,
carambola percabangan monopodial. Daun majemuk letaknya terminal
pertulangan menyirip dan menjala, berbentuk bulat. Buah buni
dengan biji coklat muda berbentuk pipih. Umur tahunan dan
dimanfaatkan sebagai konsumsi.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga biseksual, letaknya diketiak daun, calyx dan
corolla 5, perigonium uniseriate, stamen 10, keterkaitan bebas,
panjang 1 sampai 2 mm, anther diteka, lokus 5, apicarpus,
Https://id.m.wikipedia.org/wiki/averrhoa
superior, plasentasi aksilar, panjang stylus 1 sampai 2 mm.
Diakses ada 4 Mei 2019 pukul 23.43 WIB.
13. Oxalis corniculata  Struktur Vegetatif :
Habitus berupa semak, akar tunggang batang bulat
percabangam simpodial. Daun majemuk berhadapan,
pertulangan menjari berbentuk cuneatus. Buah dehiscent biji 5
sampai 15 per karpel, bulat kecil berwarna coklat. Umur
tahunan, dimanfaatkan sebagi obat obatan.
 Struktur Generatif :
Kelamim bunga biseksual, simetri bunga aktinomorph, dan
posisi organ organ bunga pada thalamus hypogynous. Calyx
Https://id.m.wikipedia.org/wiki/oxalis_corniculata dan corolla 5 keterkaitan stamen dalam satu kelompok, dengan
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.48 WIB. organ lain epipetalus, dynamous monoteka, synocarpus,
inferior. Plasentasi marjinal.

14. Elaeocarpus  Struktur Vegetatif :


ganitrus Habitus berupa pohon, akar tunggang, batang berkayu kasar
berwarna coklat. Percabangan simpodial. Daun tunggal
tersebar dengan pertulangan menyirip. Buah buni, bulat
berwarna ungu. Biji gantiri keras awet bulat. Umur bertahun
tahun bernilai ekonomis.
 Struktur Generatif : Kelamin bunga biseksual, bunga
asimetri tumbuh pada ketiak daun berbentuk malai mahkota
berbentuk lonceng, bercangap. Stamen 5+5. Berlekatananther
dehiscent, karpel 5 lokus 3. Synocarpus superior, aksile.

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/elaocarpus.
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.50 WIB.
15. Centrosema  Struktur Vegetatif :
pubescens Habitus berupa herba, akar tunggang, batang tudak berkayu
dan percabangan monopodial. Daun majemuk berhadapan,
pertulangan menyirip menjala, berbentuk bulat telur lonjong.
Buah berbentuk ginjal umur tahunan dimanfaatkan sebagai
tanaman hias.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga biseksual letak diketiak, memiliki daun
pekindung mahkota bunga seperti kupu kupu. Calyx 5 corolla
2 lepas 3 berlekatan. Stamen 10. Berlekatan filamen pendek.
Anther diteka.
Https://id.m.wikipedia.org/wiki/centosema.
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.54 WIB
16. Sesbania  Struktur Vegetatif :
grandiflora Habitus berupa pohon berakar tunggang batang erectus
percabangan sympodial. Daun bipinnatus, tersebar dengan
pertulangan menyirip berbentuk lonjong. Buah polong dengan
biji bulat kecil berjumlah 15 sampai 50. Umur pendek
dimanfaatkan sebagai tanaman konsumsi.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga biseksual zygomorph calyx dan corolla 5
stamen 10,9 bersatu dan 1 lepas keterkaitan kelompok dengan
organ lain berdekatan. Filamen 15 mm anther diteka.
Apocarpus, ovari superum, plasentasi aksillar, stillus panjang.

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/sesbania
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.56 WIB.

17. Crotalaria incana  Struktur Vegetatif :


Habitus semak, sistem perakaran tunggang, batang jika sudah
tua berkayu dan berbulu. Percabangan batang monopodial,
jenis daun majemuk, letak daun berseling, pertulangan daun
menyirip, bentuk daun bulat telur dengan ujung agak melebar.
 Struktur Generatif :
Perbungaan tandan, kelamin bunga bisexual, bunga dengan
mahkota berwarna kuning, zigomorf. memiliki calyx 5, corolla
5 petal bersatu perigonium tidak ada, berwarna kuning, jumlah
stamen 10, panjang filamen pendek dibandingkan calyx, anther
http://plantamor.com/species/info/crotalaria/incana monothecal. Letak ovarium superior, plasentasi marginalis,
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.06 WIB buah polong, biji bulat kecil, dan berwana hitam.
18. Abrus precatorius  Struktur Vegetatif :
Habitus perdu, sistem perakaran tunggang, batang bulat
berkayu Percabangan batang simpodial, jenis daun majemuk,
letak daun berseling, pertulangan daun menyirip, bentuk daun
bulat dengan ujung runcing.
 Struktur Generatif :
Perbungaan tandan, kelamin bunga bisexual, bunga kelopak
bergigi pendek,berwarna ihijau, berbulu,. memiliki calyx 5,
corolla 5 petal bersatu perigonium tidak ada, berwarna kuning,
jumlah stamen 9, panjang filamen pendek dibandingkan calyx,
http://plantamor.com/species/info/abrus/precatorius anther monothecal. Letak ovarium superior, plasentasi
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.16 WIB marginalis, buah polong, biji bulat telur dan keras.

19. Arachis hypogaea  Struktur Vegetatif :


Habitus semak, sistem perakaran tunggang, batang pendek
berbuku-buku. Percabangan batang monopodial, jenis daun
majemuk, letak daun berhadapan, pertulangan daun menyirip,
bentuk daun bulat, oval.
 Struktur Generatif :
Perbungaan tidak ada, kelamin bunga unisexual, bunga
berbentuk seperti kupu-kupu, berwarna kuning cerah aksilar,
http://plantamor.com/species/info/arachis/hypogaea zigomorf. memiliki calyx 5, corolla 4 petal perigonium tidak
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.26 WIB ada, berwarna kuning, jumlah stamen 10, panjang filamen
pendek dibandingkan calyx, anther monothecal. Letak ovarium
superior, plasentasi marginalis, buah polong, biji berwarna
putih kecoklatan, dan cangkang yang keras.
20. Mimosa pudica/  Struktur Vegetatif :
M. invisa Habitus semak, sistem perakaran serabut, batang berduri
panjang. Percabangan batang simpodial, jenis daun majemuk,
letak daun berhadapan, pertulangan daun menyirip, bentuk
daun lonjong.
 Struktur Generatif :
Perbungaan bongkol, kelamin bunga bisexual, bunga berwarna
pink keunguan, aksilar, majemuk, aktinomorf. memiliki calyx
4, corolla 4 petal perigonium tidak ada, berwarna kuning,
jumlah stamen >10, panjang filamen pendek dibandingkan
calyx, anther monothecal. Letak ovarium inferior, plasentasi
http://plantamor.com/species/info/mimosa/pudica marginalis, buah polong, biji Berbentuk bulat, pipih dan
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.36 WIB berukuran sangat kecil, berwarna kehitaman atau kecoklatan,
merupakan biji tertutup, dan dapat berkembangbiak melalui
biji.

21. Calliandra  Struktur Vegetatif :


calothyrsus Habitus perdu, sistem perakaran tunggang, batang bulat
berkayu Percabangan batang simpodial, jenis daun majemuk,
letak daun berhadapan, pertulangan daun menyirip, bentuk
daun eliptical.
 Struktur Generatif :
Perbungaan tidak ada, kelamin bunga bisexual, bunga , Bunga
dengan bos benang sari yang berwarna ungu kemerahan.
memiliki calyx 5, corolla 5 petal bersatu perigonium tidak ada,
berwarna kuning, jumlah stamen >10, panjang filamen
didynamus, anther monothecal. Letak ovarium superior,
http://plantamor.com/species/info/calliandra/calothir plasentasi parietalis, buah polong, biji kecil.
sus
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.46 WIB
22. Leucaena  Struktur Vegetatif :
leucocephala Habitus perdu, sistem perakaran tunggang, batang berkayu.
Percabangan batang simpodial, jenis daun Majemuk
(Bipinnate) berbentuk menyirip rangkap. Terdiri dari ibu
tangkai dan anak daun, siripnya 3-10 pasang., letak daun
berhadapan, pertulangan daun menyirip, bentuk daun eliptical.
 Struktur Generatif :
Perbungaan bongkol, kelamin bunga bisexual, bunga Bunga
majemuk berupa bongkol bertangkai panjang yang terkumpul
http://plantamor.com/species/info/leucaena/leucoc
berisi 2-6 bongkol, masing-masing bongkol tersusun atas 100-
ephala
180 kuntum bunga. memiliki calyx 5, corolla 5 petal
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.56 WIB
perigonium tidak ada, berwarna kuning, jumlah stamen 10,
panjang filamen 10mm, anther monothecal. Letak ovarium
inferior, plasentasi parietalis, buah polong, biji Biji berbentuk
bulat telur, sungsang, bundar telur terbalik mirip petai.

23.. Acacia mangium  Struktur Vegetatif :


Habitus semak, sistem perakaran tunggang, batang berkayu.
Percabangan batang simpodial, jenis daun majemuk
(Bipinnate) berbentuk menyirip rangkap. Terdiri dari ibu
tangkai dan anak daun, siripnya 3-10 pasang., letak daun
berseling, pertulangan daun palallelodromus, bentuk daun
lanceolate.
 Struktur Generatif :
Perbungaan majemuk, kelamin bunga bisexual, bunga Bunga
lengkap/bunga sempurna, simetri radial bunga tersusun dari
banyak bunga kecil berwarna putih kekuning-kuningan. .
memiliki calyx 5, corolla 5 petal perigonium tidak ada,
http://plantamor.com/species/info/acacia/mangium berwarna kuning, jumlah stamen >10, panjang filamen 10mm,
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 02.06 WIB anther monothecal. Letak ovarium inferior, plasentasi
parietalis, buah polong, biji Banyak biji, hitam mengkilap
dengan bentuk bervariasi, seperti longitudinal, elips dan oval
sampai lonjong.
24. Cassia sp.  Struktur Vegetatif :
Habitus pohon, sistem perakaran tunggang, batang berkayu.
Percabangan batang simpodial, jenis daun Majemuk
(Bipinnate) berbentuk menyirip rangkap. Terdiri dari ibu
tangkai dan anak daun, siripnya 3-10 pasang., letak daun
berhadapan, pertulangan daun menyirip, bentuk daun bulat
telur dengan ujung dan pangkal membilat.
 Struktur Generatif : Perbungaan tandan, kelamin bunga
bisexual, bunga Bunga berwarna kuning Memiliki daun
pelindung kecil, Zygomorf. memiliki calyx 5, corolla 5 petal
perigonium tidak ada, berwarna kuning, jumlah stamen 10,
http://plantamor.com/species/info/cassia panjang filamen 10mm, anther monothecal. Letak ovarium
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 02.16 WIB superior, plasentasi parietalis, buah polong, biji bulat
mengembang berwarna coklat.
25. Casalpinia  Struktur Vegetatif :
pulcherrrima Tumbuh secara perdu, mempunyai tinggi 2-4 m dan
mempunyai percabangan banyak. Batang relatif kecil dan
berdiameter 0,5-1 mm berwarna hijau putih, dan padat. Daun
adalah daun majemuk, berbentuk menyirip genap dan ganda
dua dengan 4 -12 pasang anak daun berbentuk bulat telur,
ujungnya bulat, pangkal menyempit, tepi rata dan permukaan
atas berwarna hijau, sedangkan permukaan bawah berwarna
https://id.wikipedia.org/wiki/Kembang_merak hijau kebiruan dengan panjang 1-3,5 cm dan lebar 0,5-1,5 cm.
Diakses pada Jum’at, 03 Mei 2019 pukul 16.00  Struktur Generatif :
WIB. Bunga merak adalah bunga majemuk yang panjangnya 15-50
cm, warna merah atau kuning. Mahkota bunga bisa mengalami
metamorfosis menjadi tabung mahkota. Proses penyerbukan
bunga dibantua dengan binatang kecil, maupun secara alami.
Buah bunga merak adalah kacang polong berbentuk pipih
dengan panjang 6-12 cm dan lebar 1,5 cm berisi 1-8 biji. Buah
yang sudah tua berwarna hitam.
26. Bauhinia sp.  Struktur Vegetatif :
Bauhinia sp merupakan tanaman yang memiliki perawakan
pohon, akarnya merupakan akar tunggang. Batangnya berkayu
dan simpodial. Jenis daunnya termasuk daun majemuk yang
letak daunnya berhadapan. Daun Bauhinia sp merupakan
bunga tidak lengkap karena tidak mempunyai pelepah daun
atau upih daun. Ujung daunnya adalah terbelah (retusus, tepi
daunnya rata (integral), pangkal daunnya berlekuk
https://en.wikipedia.org/wiki/Bauhinia (emarginatus), pernukaan daunnya kasap, pertulangan daunnya
Diakses pada hari Jum’at, 03 Mei 2019 pukul adalah menjari. Daging daun pada bunga kupu-kupu ini seperti
16.58 WIB kertas karena tipis tetapi cukup tegar. Warna daunnya adalah
hijau tua.

 Struktur Generatif :
Bunga kupu-kupu merupakan bunga majemuk biseksual.
Bunga berkelompok dalam paying tambahan yang bertangkai
dan menggarpu di ketiak. Calix dan Carollanya masing-masing
berjumlah 4. Krpel dan lokusnya berjumlah 2-4 yang
berlekatan. Letak ovarium superior dengan plasentasi aksilar.
Buahnya berbentuk agak kotak dengan biji yang kecil.

27. Delonix regia  Struktur Vegetatif :


Akar merupakan akar tunggang, yang tumbuh kedalam tanah
menjadi akar pokok kemudian memiliki percabangan kecil,
panjang akar mencapai 20-25 meter, berdiameter mencapai 2-3
m dan berwarna abu-abu kecoklatan. Batang tumbuh tegak,
dengan ketinggian mencapai 10-15 cm, berbentuk bulat,
permukaan lampang, dan memiliki percabangan monodial.
Daun adalah daun majemuk menyirip rangkap dua dengan
https://id.wikipedia.org/wiki/Flamboyan panjang mencapai 70 cm, anak daun 20-40 dengan helaian
Diakses pada hari Jum’at, 03 Mei 2019 jam daun yang sangat banyak, bentuk bulat telur dengan panjang 8-
17.21 WIB 10 mm dan ujungnya tumpul.
 Struktur Generatif :
Bunga memiliki bentuk besar dengan panjang 7-10 cm,
berwarna merah terang, merah tua atau jingga, terletak
diterminal atau aksilar dalam malai yang besarm mahkota
memiliki tepi bergerigi, mahkota bagian atas memiliki corak
putih atau kuning: stamien berjumlah sepuluh dan berwarna
merah. Buahnya berbentuk polong pipih, panjangnya 30-50 cm
dan berkayu ketika masak, biji banyak dan berbentuk bulat
telur.

28. Polygala  Struktur Vegetatif :


paniculata Tumbuhan semak tahunan berukuran 60 cm. Berakar
tunggang dengan bau sepeti permen karet. Batngnya berkayu
dan simpodial. Helai daun memanjang berukuran 1-8 cm x 3
mm, tunggal, duduk daun tersebar, tanpa daun penumpu,
pangkal dan ujung daun runcing, dengan tepi rata, tandan
panjang dan ramping berukuran 3-12 cm.
 Struktur Generatif :
Perbungaan racemosa, kecil berwarna putih berukuran 3 mm,
tangkai bunga bersendi, memiliki 5 daun kelopak berwarna
https://ceb.wikipedia.org/wiki/Polygala_paniculata hijau, memiliki 3-5 daun mahkota, 8 benang sari, kepala sari
Diakses pada hari Jum’at, 03 Mei 2019 Pukul beruang 1-2 dengan tiap ruang memiliki 1 bakal biji. Buah
18.09 WIB kendaga, kadang bersayap, kecil berbentuk lonjong berukuran
2 mm dan kelopak lateralnya gundul. Bijinya sangat kecil
berwarna hitam dengan rambut putih kecil dan memiliki
lembaga yang lurus.
29. Morus nigra  Struktur Vegetatif :
Pohon atau semak dengan tinggi 5-9 m,akarnya merupakan
akar tunggang batangnya berkayu berbentuk bulat, saat muda
berwarna ungu dan setelah tua berwarna cokelat. Daun tunggal
tersebar berbentuk bulat telur, pertulangan daunnya menyirip,
panjang daunnya sekitar 20 cm dan lebar 11 cm, tepi brgerigi,
ujungnya runcing.
 Struktur Generatif :
Bunga majemuk berbentuk tandan, mahkota berbetuk tajuk
https://deskgram.net/explore/tags/blackmurbai kecil putih. Terletak bagian terminal, memiliki periantum
Diakses pada hari Jum’at, 03 Mei 2019 Pukul yang fleshy. Perigoniumnya 1-10. Buah buni, achene (fleshy
19.14 WIB perianth) muda berwarna hijau, matang berwarna hitam dan
manis. Biji kecil berwarna hitam. 2 tiap unit buah dengan
albumin.
30. Artocarpus  Struktur Vegetatif :
heterophyllus Memiliki habitus pohon, berakar tunggang. Struktur akar
tanaman berbentuk bulat memanjang, akarnya menembus
tanah cukup dalam. Akar cabang dan bulu dari akarnya tumbuh
ke segala arah. Batangnya berbentuk bulat panjang,
strukturnya berkayu keras dan tumbuh tegak lurus ke atas
dengan ketinggian bisa mencapai 25 m dan diameter bisa
mencapai 80 cm. Daunnya daun tunggal yang tumbuh dengan
pola selang seling pada bagian ranting tanaman. Permukaan
https://id.wikipedia.org/wiki/Nangka daun bagian \atas memiliki tekstur yang licin dengan warna
Diakses pada hari Jum’at, 03 Mei 2019 Pukul hijau, sedangkan permukaan daun bagian bawah berwarna
20.44 WIB hijau tua dengan tekstur yang kasar. Pangkal daun nangka
mempunyai penumpu yang berbentuk segitiga dengan warna
kecoklatan.
 Struktur Generatif : Bunga merupakan bunga berumah satu
(monoecius), yaitu dalam satu tanaman terdapat bunga jantan
dan bunga betina yang letaknya terpisah. Bunga jantan
tanaman memiliki bentuk menyerupai gada dan membenkok,
dengan warna hijau tua, sedangkan bunga betina berbentuk
silindiris dan pipih. Bunga keluar pada bagian batang, cabang,
atau ranting dan menggantung. Biji memiliki bentuk bulat telur
hingga lonjong dengan ukuran kecil dan termasuk biji
berkeping dua (dikotil). Biji ini memiliki warna keabu-abuan,
dan terdiri dari lapisan luar yang tipis dan lapisan dalam yang
tebal dengan warna putih.

31. Artocarpus altilis  Struktur Vegetatif :


Memiliki habitus pohon, dengan sistem perakaran akar
tunggang yang dalam dan akar samping dangkal. Akar
samping dapat tumbuh tunas yang sering digunakan untuk
bibit. Jenis daunnya tunggal berseling menjari. Menyirip
dengan toreh bercangap Daunnya lebar sekali, dan berbulu
kasar. Batangnya besar, agak luak, dan bergetah banyak.
Berkayu dan monopodial. Cabangnya banyak pertumbuhannya
cenderung ke atas.
https://id.wikipedia.org/wiki/Sukun_(pohon)  Struktur Generatif :
Diakses pada hari Jum’at, 03 Mei 2019 Pukul Bunganya berkelamin tunggal (bunga betina dan bunga jantan
22.14 WIB terpisah), tetapi berumah satu. Bunganya keluar dari ketiak
daun pada ujung cabang dan ranting. Bunga jantan berbentuk
tongkat panjang yang disebut ontel. Bunga betina berbentuk
bulat bertangkai pendek (babal) seperti pada nangka. Bunga
betina merupakan bunga majemuk sinkarpik seperti pada
nangka. Kulit buah menonjol rata sehingga tampak tidak jelas
yang merupakan bekas putik dari bunga sinkarpik. Pada buah
keluwih, tonjolan pada kulit buah merupakan duri yang lunak.
32. Ficus elasticus  Struktur Vegetatif :
Berupa perdu dengan tinggi 20-35 m. batangnya berkayu,
bulat, permukaan berbintik-bintik, dan berwarna hijau.
Daunnya majemuk, menyirip berseling, lonjong, tepi rata,
ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 12-14 cm, lebar 5-7
cm, petulangan daun menyirip, permukaan halus, dan warna
hijau.
 Struktur Generatif : Bunga majemuk, bentuk tandan, terletak
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Karet_kebo di ketiak daun, bertangkai silindris, dan berwarna putih. Calix
Diakses pada hari Jum’at 03 Mei 2019 pukul berjumlah 5 dan carollanya 10. Benang sarinya 10, Panjang
23.30 WIB. filamennya 1-2 mm. Karpelnya 3 karpel bersatu dengan 2-3
lokus. Letak ovarium inferior dengan plasentasi apikal.
Termasuk buah buni terdiri dari 2 tiap unit buah.
33. Rosa hybrida  Struktur Vegetatif :
Habitus semak, akar tunggang, batang berkayu dan
percabangan monopodial. Daun majemuk, letak daun
berhadapan, pertulangan daun craspedodrom dan bentuk daun
ovate.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga diesi, bunga tumbuh diketiak, petalnya
berwarna merah dan kepala sari berwarna kuning. Jumlah
calyx dan corolla 5. Jumlah stamen 3, anther diteka, dengan 1
https://en.m.wikipedia.org/wiki/rosa/hybrida karpel dan 2 lokus, perlekatan apocarpus, plasentasi free-
Diakses pada 4 Mei 2019, pukul 23:34 WIB central, letak ovarium inferior. Buah nya dinamakan rose hips,
buahnya buni. Biji achenes dan berbentuk bulat.
34. Fragaria vesca  Struktur Vegetatif :
Habitus herba, akar serabut, batang tidak berkayu dan
percabangan sympodial. Daun majemuk, letak daun
berhadapan, pertulangan daun actinodrom dan bentuk daun
ovate.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga diesi, bunga berwarna putih dengan stamen
dan juga putik berwarna kuning. Jumlah calyx 10 dan corolla
5. Jumlah stamen 20-35, anther monoteka, jumlah karpel 1 dan
∞ lokus, perlekatan karpel apocarpus, letak ovarium superior,
https://en.m.wikipedia.org/wiki/frugaria/vesca
plasentasi free-central. Buah semu, berbentuk oval lonjong
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 00:48 WIB
dengan warna hijau ketika muda dan merah ketika matang, biji
berukuran kecil, lonjong, dan berwarna cokelat.

35. Pyrus malus  Struktur Vegetatif :


Habitus pohon, akar tunggang, batang berkayu dan
percabangan monopodial. Daun tunggal, letak daun opposite,
pertulangan daun campilodrom dan bentuk daun ovate.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga diesi, bunga memiliki warna putih dengan baur
merah jambu. Calyx dan corolla berjumlah 5. Jumlah stamen
20-25, anther diteka, jumlah 5 karpel dan 3 lokus, perlekatan
karpel apocarpus, letak ovarium inferior, plasentasi basal.
https://en.m.wikipedia.org/wiki/pyrus/malus Buah bulat hitam dan hanya memiliki 3 biji pada setiap buah
diakses pada 5 Mei 2019, pukul 00:50 WIB dan teksturnya keras. Biji bulat berwarna hitam dan terdapat 3
biji.
36. Pilea microphylla  Struktur Vegetatif :
Habitus herba, akar tunggang, batang tidak berkayu, dan
percabangan batang sympodial. Daun majemuk, letak daun
opposite, pertulangan daun acrodromous, dan bentuk daun
obovate.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga monesi, bunga jantan berwarna merah
sedangkan yang betina berwarna putih, bunga berukuran kecil.
Perigonium corolinus, jumlah stamen 4, anther diteka, jumlah
1 karpel dan 5 lokus, perlekatan karpel apocarpus, letak
https://en.m.wikipedia.org/wiki/pilea/microphylla
ovarium inferior, plasentasi basal. Buah buni berwarna hitam
diakses pada 5 Mei 2019, pukul 00:51 WIB
dan panjang mencapai 1 cm. biji 1 dan tidak memiliki lekukan.

37. Cannabis sativa  Struktur Vegetatif :


Habitus semak, akar tunggang, batang berkayu dan
percabangan batang sympodial. Daun tunggal, letak daun
berhadapan, pertulangan daun palnactinodromous, dan bentuk
daun digitate.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga monesi, bunga memiliki warna putih
kehijauan, bunga majemuk dan perigonium corolinus. Jumlah
stamen 5, anther diteka, jumlah 1 karpel dan 1 lokus,
https://en.m.wikipedia.org/wiki/cannabis/sativa perlekatan karpel apocarpus, letak ovarium superior dan
diakses pada 5 Mei 2019, pukul 00:53 WIB plasentasi basal. Buah berebntuk kotak, dengan panjang 3-5,
kulit buah keras, dan biji bulat tebal.
38. Cucumis sativus  Struktur Vegetatif :
Habitus herba, akar tunggang, batang tidak berkayu, dan
percabangan batang sympodial. Daun tunggal, letak daun
berseling, pertulangan daun marginal, dan bentuk daun
cordate.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga monesi, bunga berbentuk seperti terompet,
dengan warna kunig. Jumlah calyx dan corolla 5, jumlah
stamen 5. Anther monoteka, jumlah 1 karpel dan 3 lokus,
perlekatan karpel apocarpus, letak ovarium inferior, dan
https://en.m.wikipedia.org/wiki/cucumis/sativus
plasentasi axilaris. Buah lonjong dengan warna hijau ukuran
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 00:56 WIB
panjang, biji berbentuk pipih dan berwarna putih.

39. Sechium edule  Struktur Vegetatif :


Habitus perdu, akar tunggang, batang tidak berkayu dan
percabangan batang sympodial. Daun tunggal, letak daun
berselling, pertulangan daun marginal dan bentuk daun
cordate.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga diesi, bunga berwarna putih kekuningan,
dengan ukuran kecil, bunga axilaris. Calyx berjumlah 3 dan
corolla berjumlah 5, jumlah stamen 5. Anther diteka, jumlah 1
https://en.m.wikipedia.org/wiki/sechium/edule karpel dan 1 lokus, perlekatan karpel apocarpus, letak ovarium
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 00:57 WIB inferior, dan plsaentasi basal. Buah berwarna hijau dengan
ukuran besar. Biji berwarna putih dengan bentuk pipih.
40. Momordica  Struktur Vegetatif :
charantia Habitus herba, akar serabut, batang tidak berkayu dan
percabangan batang sympodial. Daun tunggal, letak daun
berhadapan, pertulangan daun menjari, bentuk daun membulat
dengan toreh bercangap.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunga biseks, bunga tunggal terletak pada bagian
aksila. Jumlah calyx dan corolla 5, jumlah stamen 5. Panjang
filament 5-7 mm, anther diteka, jumlah 3 karpel dan 1 lokus,
perlekatan karpel syncarpus, letak ovarium inferior, dan
https://en.m.wikipedia.org/wiki/momordica/chara
plasentasi parietal. Buah pepo, dan biji eksalbumin.
ntia
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 00:58 WIB
41. Begonia sp.  Struktur Vegetatif :
Tanaman menahun berupa terna tegak yang bersemak atau
menjalar. Batang begonia mengandung air dengan letak daun
yang tersebar. Batang begonia berbentuk silindris, berambut,
beruas- ruas, bercabang-cabang dan melata di atas tanah, serta
warnanya hijau kemerahan. Akar begonia yaitu akar serabut
dan berwarna putih kotor. Bentuk daun begonia bervariasi, ada
yang berbentuk oval, menjari, seperti daun palem, seperti
https://id.wikipedia.org/wiki/Begonia terompet atau berumbai-umbai, tergantung dari spesiesnya.
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.10 WIB  Struktur Generatif :
Bunga begonia adalah bunga majemuk (inflorescentia). Bunga
ini muncul di bagian ketiak daun atau di ujung batang. Bunga
jantan memiliki 2 sampai 4 tenda bunga dan benang sari yang
banyak. Sementara bunga betina memiliki 2 sampai 5 tenda
bunga. Warna bunga begonia bervariasi, ada yang berwarna
kuning, putih atau merah muda. Bunga begonia berbentuk
menyerupai payung dengan panjang tangkai sekitar 5 – 10 cm
dan tanpa kelopak. Mahkotanya berbentuk kuku, duduk di atas
bakal buah, berwarna putih kemerahan.
42. Alnus glutinosa  Struktur Vegetatif :
Habitus pohon, akarnya tunggang, batangnya berkayu,
percabangan batangnya monopodial. Daunnya majemuk,
letaknya berseling, pertulangan daunnya menyirip.
 Struktur Generatif :
Bunganya monoecius, ukurannya kecil, jumlah calyx 2-4,
stamen 2-4, memiliki 2 karpel dan 2 lokus. Buahnya berbentuk
polong.

https://id.wikipedia.org/wiki/Alnus
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.20 WIB

43. Betula sp.  Struktur Vegetatif :


Habitus pohon, akarnya tunggang, batangnya berkayu,
percabangan batangnya monopodial. Daunnya majemuk
berseling, dan pertulangan daunnya menyirip.
 Struktur Generatif :
Bunganya kecil, monoecious, memiliki calyx 2-4, jumlah
stamennya 2-4, memiliki jumlah karpel 2 dan 2 lokus.
Buahnya seperti kapsul berwarna hijau.

https://en.wikipedia.org/
wiki/Birch
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.32 WIB
44. Casuarina  Struktur Vegetatif :
equisetifolia Habitus pohon, akarnya tunggang, batangnya berkayu,
percabangan batangnya monopodial. Daunnya majemuk
berseling, berbentuk seperti jarum/lidi yang beruas-ruas.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunganya monoecious, bunganya berupa kulit
memanjang, letaknya di terminal, memiliki banyak calyx dan
corolla. Buahnya berbentuk bulat memanjang, bijinya
memiliki sayap.
https://en.
wikipedia.org/wiki/Casuarina_equisetifolia
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.41 WIB

45. Gymnostoma sp.  Struktur Vegetatif :


Habitus pohon, akarnya tunggang, batangnya berkayu,
percabangan batangnya monopodial. Daunnya majemuk
berseling, pertulangan daunnya menyirip, dan bentuk daunnya
seperti jarum.
 Struktur Generatif :
Kelamin bunganya monoecious, bunga jantan terdiri dari
segmen perianth seperti skala dengan satu benang sari. Bunga
betina tidak memiliki perianth dan karpel yang menyatu
biasanya hanya menutupi dua ovula, memiliki banyak calyx
https://hiveminer.com/Tags/gymnostoma
dan corolla. Buahnya seperti cone, dan memilkiki biji yang
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.45 WIB
bersayap.
46. Castanea sp.  Struktur Vegetatif :
Habitus pohon, akarnya tunggang, batangnya berkayu,
percabangan batangnya sympodial. Daunnya tunggal
bersilangan, dan pertulangan daunnya menyirip.
 Struktur Generatif :
Bunganya uniseksual, berkembang pada akhir Juni hingga Juli
dan dapat diserbuki oleh angin (lebih umum jika cuaca kering
selama berbunga) atau serangga (mendominasi dalam kondisi
https://en.wi cuaca basah), memiliki 7 calyx dan corolla. Buahnya achene.
kipedia.org/wiki/Castanea_(genus)
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 15.05 WIB

47. Quercus sp.  Struktur Vegetatif : Habitus pohon, akarnya tunggang,


batangnya berkayu, percabangan batangnya sympodial.
Daunnya majemuk, bentuknya bulat telur dan pertulangan
daunnya menyirip, letaknya roset pada batang.
 Struktur Generatif : Kelamin bunganya biseksual, bunganya
majemuk terletak di terminal. Buahnya seperti nut dan
memiliki 1 biji dalam 1 buah.

https://en.wikipedia.org/wiki/Oak
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 15.15 WIB
48. Lithocarpus sp.  Struktur Vegetatif :
Habitus pohon, akarnya tunggang, batangnya berkayu,
percabangan batangnya sympodial. Daunnya majemuk
berseling, pertulangan daunnya Campilodrom, bentuk daunnya
Ellipticus
 Struktur Generatif : Bunganya majemuk, tidak memiliki
corolla dan calyx tetapi mempunyai tenda bunga berjumlah 6.
Buahnya kering berwarna coklat berbentuk piala. Berbiji 1
berwarna coklat.
https://en.
wikipedia.org/wiki/Lithocarpus
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 15.25 WIB
E. Tabel Perbandingan antar Spesies

Perbandingan antar Spesies


Aspek yang
Euphorbia Jatropha curcas Codiaeum Manihot Sauropus Passiflora
diamati
pulcherrima varigeratum esculenta androgynus quadringularis
Habitus Perdu Semak Perdu Perdu Perdu Semak
Sistem Perakaran Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang
Batang Berkayu Berkayu Berkayu Berkayu Berkayu Basah
Percabangan batang Simpodial Monopodial Simpodial Monopodial Simpodial Merambat
Daun :
Jenis daun Tunggal Tunggal Tunggal Tunggal Majemuk Tunggal
Letak daun Tersebar Tersebar Spiral Berseling Berhadapan Tersebar
Pertulangan daun Menyirip Menjari Brachidrom Menjari Aktinodromus Menyirip
Bentuk daun Oval Deltoid Eliptical Oblanceolate Ovate Lonjong
Perbungaan/ karangan Bunga
Kelamin bunga Uniseksual/ Uniseksual/ Uniseksual Uniseksual Biseksual Biseksual
monoecious monoecious
Informasi umum Bergerombol, Aksilar, bunga Bunga berwarna Bunga kecil, Ukuran kecil, Bunga sempurna
bunga bunga lateral, memiliki majemuk, putih bunga putih warna gelap atau berhelaian ganda
braktea aktinomorf kehijauan, kuning, berbintik
kelopak merah
berbentuk
lonceng seperti
kelopak
Calyx Tdk punya 5 sepal 5 sepal 5 sepal 6 sepal 10 sepal
Corolla Tdk punya 5 petal 5 petal Tdk punya 6 petal 5 petal
Perigonium - - - - - -
Androecium / benang sari
 Jumlah stamen Banyak 5 Banyak (˃10) 8 Banyak dalam 2 Banyak
lingkaran
 Keterkaitan antar Diadelphous Diadelphous Bebas Bebas Epipetalus Bebas
stamen
 Keterkaitan antar Bebas Bebas Apostemonous Bebas Bebas Bebas
setamen dengan
organ lain
 Panjang filament didymous didynamous didymous Didynamous didynamous Didymous
 Anther Diteka Diteka Monoteka Monoteka Diteka Diteka
Gynoecium / Putik
 Jumlah karpel Tricarpel Tricarpel Monocarpel Tricarpel 1 locus 3 karpel 1 lokus 3 carpel 1 lokus
dan lokus putik
 Perlekatan karpel Syncarpus Syncarpus Apocarpus Syncarpus Apocarpus Syncarpus
 Letak ovarium Superior Superior Inferior Superior Superior Superior
 Plasentasi Aksilar Sentral Marginalis Aksilar Aksilar Aksilar
 Jumlah dan 6 mm Pendek Pendek Pendek Pendek Pendek
panjang stylus
Buah Kecil, hijau Kuning Majemuk Kapsul, bersayap Kecil, Putih Lonjong, buni
6, bulat telur
Biji Kecil Kecil, hitam Kecil Kecil Berjumlah 3 biji Bulat, pipih,
berselaput
Plasentasi Aksilar Sentral Marginal Aksilar Aksilar Marginal
Umur tumbuhan Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan
Manfaat ekonomi Tanaman hias Bahan pengobatan, Sebagai tanaman Bahan pangan, Pengobatan, Dijadikan obat
bahan bakar hayati hias bahan dasar bahan pangan
tepung
Aspek yang Perbandingan antar Spesies
diamati Passiflora edulis Avicennia sp. Bruguiera sp Rhizophora sp Viola adorata Avverhoa bilimbi
Habitus Perdu Pohon Pohon Pohon Semak Perdu-pohon
Sistem Perakaran Serabut Akar napas, akar Tunggang Akar tunjang, Akar Tunggang Tunggang
tunggang Udara
Batang Tidak berkayu Berkayu Berkayu Batang berkayu Tidak berkayu Berkayu
Percabangan batang Monopodial Monopodial Monopodial Simpodial Simpodial Monopodial
Daun :
Jenis daun Majemuk Tunggal Tunggal Majemuk Tunggal Majemuk
Letak daun Berhadapan Berhadapan Bersilangan Sederhana dan Menyebar Terminal
Berlawanan
Pertulangan daun Craspedodrom Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip-menjala
Bentuk daun Rhombatus Elips Elips- Lanset Eliptis menyempit Seperti jantung Bulat
Perbungaan/ karangan Bunga
Kelamin bunga Biseksual Biseksual Biseksual Biseksual Biseksual Biseksual
Informasi umum Bunga berukuran Lateral, panjang, Letaknya di axilar Bunga berkelompok Baunya Letaknya diketiak
bunga bunga kecil, berwarna duduk, membulat dalam payung tambahan harum/aromati daun
keungu-unguan dan yang bertangkai dan k
berserabut menggarpu di ketiak
Calyx 5 sepal 5 sepal 10-14 4 5 sepal 5
Corolla 10 petal 4 petal 10-14 4 5 petal 5
Perigonium - - Biseriate Corrolinus Uniseriate
Androecium / benang sari
 Jumlah stamen Banyak dalam 1 4 >5 11 - 12 10 10
lingkaran
 Keterkaitan antar Bebas Bebas Bebas Kelompok Antipetalous Bebas
stamen
 Keterkaitan antar Epipetalus Bebas Gynandrus Berdekatan Apostemonous Epipetalus
setamen dengan
organ lain
 Panjang filament Didynamous - 1 mm 9 - 11 mm Filamentous 1-2 mm
 Anther Diteka Monoteka Diteka Diteka Ditechal Diteka
Gynoecium / Putik
 Jumlah karpel Bicarpel Tertacarpel 3 2-4 5
dan lokus putik
 Perlekatan karpel Syncarpus Apocarpus Apocarpus Apocarpus Berlekatan Apocarpus
 Letak ovarium Superiior Superior Superior Suferum Suferum Superior
 Plasentasi Marginalis Terminal Marginal Axilar Axilaris Axilar
 Jumlah dan 6 cm - 1-2 mm 1 - 2 mm dengan ujung 5mm 1-2 mm
panjang stylus berbelah dua
Buah Tunggal Kapsul Berbentuk tumpul, Kasar, bentuk bulat Kotak Buni
silindris dan agak memanjang warna
menggelembung coklat, panjang 2-3,5
cm, berisi satu biji fertil.
Hipokotil silindris,
berbintil, berwarna hijau
jingga.
Biji Majemuk Kecil Banyak Bulat Bulat Coklat muda
dengan bentuk
bulat pipih
Plasentasi Marginalis Terminal Marginal Axilaris Axilar

Umur tumbuhan Satu tahun Tahunan Beberapa tahun Tahunan Tahunan Tahunan
Manfaat ekonomi Dapat dikonsumsi, Sebagai konservasi, Buahnya dapat Kayu bakau memiliki Obat-obatan Buahnya dapat
dan nilai ekonomis ekosistem dijadikan tepung kegunaan yang baik dijadikan sebagai
yang tinggi karena sebagai bahan bangunan, makanan
dapat dijual beli kayu bakar, dan terutama
sebagai bahan pembuat
arang
Perbandingan antar Spesies
Aspek yang
diamati Oxalis Elaeocarpus Sesbania Centrossema
Crotalaria incana Abrus precatorius
corniculata ganitrus grandiflora pubescens
Habitus Semak Pohon Pohon Herba Semak Perdu

Sistem Perakaran Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang

Batang Bulat Berkayu, kasar, Erectus Tidak berkayu Jika sudah tua Bulat berkayu
berwarna coklat berkayu, berbulu
Percabangan batang Simpodial Simpodial Simpodial Monopodial Monopodial Simpodial

Daun :

Jenis daun Majemuk Tunggal Bipinnatus Majemuk Monesi-biseksual Monesi-biseksual

Letak daun Berhadapan Tersebar Tersebar Berhadapan  Bunga dengan  Kelopak


mahkota bergerigi pendek
berwarna  Berwarna hijau
kuning  Berbulu
 Zigomorf
Pertulangan daun Menjari Menyirip Menyirip Menyirip menjala 5 sepal berlekatan 5 sepal berlekatan

Bentuk daun Cuneatus Elliptical, Ujung Lonjong Bulat telur jorong 5 (2 bebas, 2 sayap 4-5 petal
daun meruncing, bebas, 1 bendera)
tepi daun bergerigi
Perbungaan/ karangan Bunga
Kelamin bunga Biseksual Biseksual Biseksual Biseksual 10 9

Informasi umum Involucral bract, Bunga asimetri, Zygomorp Letak diketiak, Bebas Bebas
bunga bunga simerti bunga tumbuh pada ketiak memiliki daun
actinomorphic, dan daun, berbentuk pelindung, mahkota
posisi organ-organ malai, mahkota bunga seperti kupu-
bunga pada berbentuk lonceng, kupu
thalamus bercangap, kuning
Hypogynous.
Calyx 5 5 sepal, berwarna 5 5 Bebas Bebas
hijau, aposepalus
Corolla 5 Petal banyak, 5 2 lepas 3 berlekatan - 1cm
berwarna putih,
Apopetalus,
campanulate
Perigonium - - - - Monothecal Monothecal

Androecium / benang sari

 Jumlah stamen 10 5+5 10, 9 bersatu dan 1 10 10 9


lepas (diadhelpus)
 Keterkaitan dalam satu kelpok Berlekatan Kelompok Berlekatan Bebas Bebas
antar stamen
 Keterkaitan Epiperalus Berlekatan Berdekatan Berlekatan Bebas Bebas
antar setamen
dengan organ
lain
 Panjang Dynamous - 15 mm Pendek - 1cm
filament
 Anther Monothecal Dehiscent Diteka Diteka Monothecal Monothecal

Gynoecium / Putik

 Jumlah karpel Jumlah lokusnya Karpel 5(3) lokus Karpel 1 1 Monocarpel, 1 Monocarpel, 1
dan lokus putik Pentalocular 5(3) lokus lokus
 Perlekatan Syncarpus Syncarpus Apocarpus Berlekatan Syncarpous Syncarpous
karpel
 Letak ovarium Inferior Superior Suferum Menumpang Superior Superior

 Plasentasi Marginal Axile Axile Marginalis Marginalis


 Jumlah dan Jumlah 1 dan 0,9 - Panjang Panjang 8 mm -
panjang stylus mm
Buah Dehiscent Buah buni, bulat, Polong (legumen) Seperti polong Polong Polong
berwarna ungu langsing
memanjang
Biji 5-14 biji perkarpel, Biji ganitri keras Bulat, kecil. Berbentuk ginjal Bulat, kecil dan Bulat telur dan
bulat, kecil, dan awet, bulat, Jumlahnya 15 - 50 berwarna hitam keras
berwarna coklat Ukuran biji cukup
besar, permukaan
biji berlubang dan
beralur (berulir)
seperti diukir
Plasentasi Axilaris Axile Axile Axile Marginalis Marginalis

Umur tumbuhan Tahunan Bertahun-tahun Berumur pendek Tahunan Tahunan Tahunan

Manfaat ekonomi Daun Oxalis Kayunya dapat Sayuran, oseng Tanaman hias Bunga, buah dan Daun, batang dan
corniculata bernilai ekonomi, bunga turi, sebagai bijinya biasanya akarnya banyak
berkhasiat sebagai sering digunakan pagar pembatas. dimanfaatkan kandungan kimia
obat demam, obat sebagai pohon Mengobati sebagai obat yang bisa
sariawan, obat peneduh di pinggir Sariawan Sakit tradisional untuk digunakan untuk
radang jalan raya Tenggorokan mengobati bahan obat-obatan
tenggorokan, obat Radang penyakit gonore, tradisional.
bisul, obat batuk tenggorokan desinfektan luka
dan penawar dll.
racun, untuk obat
demam
Perbandingan antar Spesies
Aspek yang
Arachis hypogaea Mimosa pudica Calliandra Leucaena Acacia mangium Cassia fistula
diamati
calothyrsus leucocephala
Habitus Semak Semak Perdu Perdu Pohon atau semak Pohon
(deciduous tree)
Sistem Perakaran Tunggang Serabut Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang
Batang Pendek, berbuku- Berduri tajam Berkayu Berkayu Berkayu
Berkayu
buku
Percabangan batang Simpodial Simpodial Simpodial Simpodial Simpodial Simpodial
Daun :
Jenis daun Majemuk Majemuk Majemuk Majemuk (Bipinnate) Majemuk
(Bipinnate) berbentuk menyirip
rangkap. Terdiri dari
Majemuk
ibu tangkai dan anak
daun, siripnya 3-10
pasang.
Letak daun Berhadapan Berhadapan Berhadapan Berhadapan Berseling
Berhadapan
(Superposed) (Superposed)
Pertulangan daun Menyirip Menyirip ganda Menyirip Menyirip Parallelodromous Menyirip
Bentuk daun Bulat, oval Lonjong Eliptical Memanjang dengan Lanceolate
Bulat telur dengan
ujung runcing dan
ujung dan pangkal
pangkal miring
membulat
(eliptical).
Perbungaan/ karangan Bunga
Kelamin bunga Uniseksual Banci Biseksual Biseksual Biseksual Biseksual
Informasi umum  Berbentuk  Aktinomorf Bunga dengan bos Bunga majemuk  Bunga  Bunga
bunga bunga seperti kupu-  Majemuk benang sari yang berupa bongkol lengkap/bunga berwarna
kupu  Berwarna pink berwarna ungu bertangkai panjang sempurna kuning
 Berwarna keunguan kemerahan yang terkumpul berisi  Simetri radial  Memiliki
kuning cerah,  Aksilar 2-6 bongkol, masing-  bunga tersusun daun
 Aksilar masing bongkol dari banyak pelindung
 Zigomorf tersusun atas 100-180bunga kecil kecil
kuntum bunga. berwarna putih  Zygomorf
kekuning-
kuningan.
Calyx 5 sepal 4 5 sepal lepas 5 sepal, bersatu 5 sepal 5 sepal
Corolla 4 petal 4-5 petal 5 petal lepas 5 petal , lepas. 5 petal
Berbentuk lonceng 5 petal
bergigi
Perigonium - - - - - -
Androecium / benang sari
 Jumlah stamen 10 10 - ∞ Banyak 10 , tersusun bebas Banyak 10
 Keterkaitan antar Lepas Basal Lepas Lepas Bebas
Bebas
stamen
 Keterkaitan antar Lepas Basal Lepas Gynandrus Bebas
setamen dengan Bebas
organ lain
 Panjang filament - - Didynamus 10 mm - 1 cm
 Anther Monothecal Monothecal Monothecal Monothecal Monothecal Dorsifixed
Gynoecium / Putik
 Jumlah karpel Monocarpel, 1 1 lokus 1 karpel Monocarpel Monocarpel Monocarpel, uni- Monocarpel, uni-
dan lokus putik lokus loculus loculus
 Perlekatan karpel Syncarpous - Apocarpus Apocarpus Apocarpus Apocarpous
 Letak ovarium Superior Inferior Superum Superum Superior Superior
 Plasentasi Marginalis Marginal Parietalis Parietalis Marginalis Marginalis
 Jumlah dan - 6 stylus - 1, 10 mm -
0,5 cm
panjang stylus
Buah Polong, berwarna Buah polong Polong Polong, berbentuk
Tunggal, buah
putih kecoklatan, seperti pita lurus, polong (legume),
dan cangkang yang pipih, dan tipis. Buah
berwarna coklat Polong
keras. berwarna hijau. tua, berkerut, dan
melingkar.
Biji Berbentuk bulat Berbentuk bulat, Kecil Biji berbentuk bulat Banyak biji, hitam Bulat,
atau lonjong, pipih dan berukuran telur, sungsang, mengkilap dengan
terbungkus oleh sangat kecil, bundar telur terbalik bentuk bervariasi,
suatu lapisan tipis berwarna mirip petai seperti longitudinal,
berwarna putih dan kehitaman atau elips dan oval
menggembung,
juga merah. kecoklatan, sampai lonjong.
berwarna coklat
merupakan biji
tertutup, dan dapat
berkembangbiak
melalui biji.
Plasentasi Marginal Marginal Parietalis Parietalis Marginalis Marginalis
Umur tumbuhan Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan
Manfaat ekonomi Untuk konsumsi, Untuk obat-obatan Dapat dikonsumsi, Tanaman ini kerap Sebagai bahan yang
menurunkan seperti diabetes, kayunya salah satu digunakan sebagai baik untuk finir
kolesterol, dan batuk, hepatitis, dan bahan pembuatan penghijauan lahan, serta perabot rumah
mencegah penyakit mempercepat rokok. pagar, seperti pagar tangga yang
jantung dan penyembuhan luka. kebun atau sawah. menarik, seperti
Dimanfaatkan
kencing manis. Selain itu tanaman ini lemari, kusen pintu,
sebagai tanaman
dapat digunakan dan jendela.
obat.
sebagai obat diabetes,
kencing manis, luka
dan lain-lain. Buah
dari tanaman ini
dapat dikonsumsi.
Perbandingan antar Spesies
Aspek yang
Caesalpinia Bauhinia sp Delonix regia Polygala Morus nigra Artocarpus
diamati
pulcherrima paniculata heterophyllus
Habitus Pohon Pohon Semak Pohon Pohon Pohon
Sistem Perakaran Tunggang Akar Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang
Batang Berkayu Berkayu Berkayu Berkayu Berkayu Berkayu
Percabangan batang Simpodial Simpodial Simpodial Simpodial Simpodial Monopodial
Daun :
Jenis daun Majemuk Majemuk Majemuk Majemuk Tunggal Tunggal
Letak daun Berselang-seling Berhadapan Berhadapan Berhadapan Tersebar Berkarang
Pertulangan daun Menyirip (genap) Menyirip Menyirip ganda Menyirip menjala Menyirip Menyirip
Bentuk daun Bulat dengan ujung Bulat, oval Lonjong Bulat jorong Bulat telur Bulat sungsang
runcing
Perbungaan/ karangan Bunga
Kelamin bunga Monesi-biseksual Biseksual Banci Biseksual Uniseksual Uniseksual
Informasi umum  Bunga dengan Bunga  Aktinomorf Letak di Terletak bagian Terletak di bagian
bunga bunga mahkota berkelompok dalam  Majemuk ketiak, terminal, aksila, merupakan
berwarna paying tambahan  Berwarna pink memiliki daun memiliki bunga majemuk
kuning yang bertangkai keunguan pelindung, periantum yang dengan berpola
 Zigomorf dan menggarpu di  Aksilar mahkota fleshy, bunga racemus
ketiak bunga seperti majemuk
kupu-kupu
Calyx 5 sepal berlekatan 4 4 5 - -
Corolla 5 (2 bebas, 2 sayap 4 4-5 petal 2 lepas 3 - -
bebas, 1 bendera) berlekatan
Perigonium - - - - 1-10 6
Androecium / benang sari
 Jumlah stamen 10 9 10 6 16 6
 Keterkaitan antar Bebas Bebas Dalam satu Bebas Bebas
Bebas bersilangan
stamen kelopak
 Keterkaitan antar Bebas Bebas Epiperalus Bebas Berlekatan Lepas
setamen dengan dengan
organ lain perianthum
 Panjang filament - 1cm Dynamous 1 cm 12-3mm 2-10 mm
 Anther Monothecal Monothecal Monothecal Dorsifixed Ditheka Ditheka
Gynoecium / Putik
 Jumlah karpel Monocarpel, 1 2-4 Monocarpel Monocarpel 3 karpel bersatu 3 karpel bersatu
dan lokus putik lokus dengan 2-3 lokus dengan 2-3 lokus
 Perlekatan karpel Syncarpous Berlekatan Apocarpus Monocarpus Sinkarpus Sinkarpus
 Letak ovarium Superior Suferum Superum Superior Inferior Inferior
 Plasentasi Marginalis Axilaris Parietalis Axilaris Sub apikal Apikal
 Jumlah dan 8 mm 5 mm 1, 10 mm Panjang 2 mm 2 mm
panjang stylus
Buah Polong Kotak Polong, berbentuk Polong (legumen) Achene (fleshy Buah buni
seperti pita lurus, perianth)
pipih, dan tipis.
Buah berwarna
hijau.
Biji Bulat, kecil dan Bulat Biji berbentuk Bulat, kecil. 2 tiap unit buah 2 tiap unit buah
berwarna hitam bulat telur, Jumlahnya 15 - dengan albumin
sungsang, bundar 50
telur terbalik mirip
petai
Plasentasi Marginalis Axilaris Parietalis Axilaris Sub axilar Apikal

Umur tumbuhan Tahunan Tahunan Tahunan Beberapa tahun Beberapa tahun Beberapa tahun
Manfaat ekonomi Bunga, buah dan Obat-obatan Tanaman ini kerap Sayuran, oseng Buah-buahan Buah-buahan untuk
bijinya biasanya digunakan sebagai bunga turi, untuk dikonsumsi dikonsumsi
dimanfaatkan penghijauan lahan, sebagai pagar
sebagai obat pagar, seperti pembatas.
tradisional untuk pagar kebun atau Mengobati
mengobati penyakit sawah. Selain itu Sariawan Sakit
gonore, desinfektan tanaman ini dapat Tenggorokan
luka dll. digunakan sebagai Radang
obat diabetes, tenggorokan
kencing manis,
luka dan lain-lain.
Buah dari tanaman
ini dapat
dikonsumsi .
Aspek yang Perbandingan antar Spesies
diamati Artocarpus altilis Ficus elasticus Rosa hybrida Fragaria vesca Pyrus malus Pilea microphylla
Habitus Pohon Perdu Semak Herba Pohon Herba
Sistem Perakaran Tunggang Tunggang Tunggang Serabut Tunggang Tunggang
Batang Berkayu Berkayu Berkayu Tidak berkayu Berkayu Tidak berkayu
Percabangan batang Monopodial Simpodial Monopodial Sympodial Monopodial Sympodial
Daun :
Jenis daun Tunggal Tunggal Majemuk Majemuk Tunggal Majemuk
Letak daun Bersilang Bersilang Berhadapan Berhadapan Opposite Opposite
Pertulangan daun Menjari Menyirip Craspedodrom Actinodrom Campilodrom Acrodromous
Bentuk daun Menyirip dengan Meruncing Ovate Ovate Ovate Obovate
toreh bercangap
Perbungaan/ karangan Bunga
Kelamin bunga Uniseksual Uniseksual Diesi Diesi Diesi Monesi
Informasi umum Terletak di bagian Terletak bagian Bunga tumbuh Bunga berwarna Bunga memiliki Bunga jantan
bunga bunga apikal, merupakan aksila, bunga diketiak; petal putih dengan warna putih berwarna merah dan
bunga majemuk majemuk, diecious berwarna merah; stamen dan juga dengan baur yang betina berwarna
dengan berpola kepala sari putik berwarna merah jambu putih, bunga
racemus berwarna kuning kuning berukuran kecil
Calyx - 5 Berjumlah 5 Berjumlah 10 Berjumlah 5 -
Corolla - 10 Berjumlah 5 Berjumlah 5 Berjumlah 5 -
Perigonium 5 - - - - Corolinus
Androecium / benang sari
 Jumlah stamen 6 - Berjumlah 3 Berjumlah 20-35 Berjumlah 20-25 Berjumlah 4
 Keterkaitan antar Bebas Bebas Saling lepas Saling lepas Saling lepas Saling lepas
stamen
 Keterkaitan antar Lepas Lepas Saling lepas Saling lepas Saling lepas Saling lepas
setamen dengan
organ lain
 Panjang filament 2-10 mm 1-2 mm Didynamus Didynamus Didynamus Didynamus
 Anther Ditheka Ditheka Diteka Monoteka Diteka Diteka
Gynoecium / Putik
 Jumlah karpel 3 karpel bersatu karpel bersatu 1 karpel 2 lokus 1 karpel ∞ lokus 5 karpel 3 lokus 1 karpel 5 lokus
dan lokus putik dengan 1 lokus dengan 2-3 lokus
 Perlekatan karpel Sinkarpus Sinkarpus Apocarpus Apocarpus Apocarpus Apocarpus
 Letak ovarium Inferior Inferior Inferior Superior Inferior Inferior
 Plasentasi Apikal Apikal Free-central Free-central Basal Basal
 Jumlah dan 2 mm 3 mm 0,5 cm Berjumlah 60-600 Berjumlah 4 dan -
panjang stylus panjang 0,80 cm
Buah Buah buni Buah buni Buah bunga Buah semu, Bulat, hitam, dan Buah buni, berwarna
mawar dinamakan berbentuk oval hanya memiliki 3 hitam, dan
rose hip,s lonjong, biji pada setiap panjangnya 1 cm.
Buah buni berwarna hijau buah. Keras.
ketika muda dan
merah ketika
matang
Biji 2 tiap unit buah 2 tiap unit buah Biji Achenes Berukuran kecil Bulat berwarna Berbiji 1 dan tidak
Bentuknya bulat Lonjong hitam memiliki lekukan.
Berwarna cokelat Terdapat 3 biji
Plasentasi Apikal Apikal Free-central Free-central Basal Basal
Umur tumbuhan Beberapa tahun Beberapa tahun Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan
Manfaat ekonomi Buah-buahan untuk Sebagai tanaman Tanaman hias Buahnya dapat Buahnya dapat Digunakan sebagai
dikonsumsi hias Sering dijual dikonsumsi dikonsumsu obat diabetes non-
sebagai bucket Kebun strawberry Dapat dibuat insulin karena
bunga, karena biasanya menjadi berbagai olahan mengandung pinitol
nilai ekonomi objek wisata pangan Tanaman hias
yang tinggi Nilai ekonomis Bunganya bisa
Digunakan untuk yang tinggi digunakan sebagai
bahan parfume pewarna.

Perbandingan antar Spesies


Aspek yang
Cannabis sativa Cucumis sativus Sechium edule Momordica Begonia sp Alnus glutonica
diamati
charantia
Habitus Semak Herba Perdu Herba Herba Pohon
Sistem Perakaran Tunggang Tunggang Tunggang Serabut Serabut Tunggang
Batang Berkayu Tidak berkayu Tidak berkayu Tidak berkayu Tidak berkayu, Berkayu
lunak
Percabangan batang Sympodial Symodial Sympodial Sympodial Simpodial Monopodial
Daun :
Jenis daun Tunggal Tunggal Tunggal Tunggal Tunggal Majemuk
Letak daun Berhadapan Berseling Berseling Berhadapan Basal Berseling
Pertulangan daun Palnactinodromous Marginal Marginal Menjari Melengkung Menyirip
Bentuk daun Digitate Cordate Cordate Membulat dengan Asimetris / Spiral dan dan
toreh bercangap Trapesium / marginnya bergigi
Telinga gajah
Perbungaan/ karangan Bunga
Kelamin bunga Monesi Monesi Diesi Biseks Monoecious Monoecious
Informasi umum  Bunga  Bunga  Bunga  Bunga Bunga kecil, atau Bunga kecil
bunga bunga berwarna putih berbentuk berwarna putih tunggal, berukuran sedang,
kehijauan seperti terompet kekuningan terletak pada agak tidak teratur,
 Bunga  Berwarna  Berukuran kecil bagian aksila atau sangat tidak
majemuk kuning  Bunga axilaris teratur
Calyx - Berjumlah 5 Berjumlah 3 Berjumlah 5 - 2-4
Corolla - Berjumlah 5 Berjumlah 5 Berjumlah 5 2/4/5 -
Perigonium Corolinus - - - - -
Androecium / benang sari
 Jumlah stamen Berjumlah 5 Berjumlah 5 Berjumlah 5 Berjumlah 3-5 4-banyak 2-4
 Keterkaitan antar Saling lepas Bersatu Bersatu Lepas Bebas Bebas
stamen
 Keterkaitan antar Bersatu Saling lepas Saling lepas Menyatu Dalam satu Dalam satu kelompok
setamen dengan kelompok
organ lain
 Panjang filament Didynamus 0,5 mm 0,25 mm 5-7 mm Panjang -
 Anther Diteka Monoteka Diteka Diteka Diteka Diteka
Gynoecium / Putik
 Jumlah karpel 1 karpel 1 lokus 1 karpel 3 lokus 1 karpel 1 lokus 3 karpel dan 1 2 karpel dan 3 2 karpel dan 2 lokus
dan lokus putik lokus lokus
 Perlekatan karpel Apocarpus Apocarpus Apocarpus Syncarpus Syncarpous Syncarpous
 Letak ovarium Superior Inferior Inferior Inferior Inferior Superior
 Plasentasi Basal Axilaris Basal Parietal Aksilar Apical-axile
 Jumlah dan Berjumlah 1 Berjumlah 1 Berjumlah 1 Jumlah 1-2 Jumlah 2 Jumlah 2
panjang stylus Panjang 7,5 mm panjang sekitar 5
mm
Buah  Buah berbentuk  Buah lonjong  Buah berwarna Pepo Kapsul Polong / Nut /
kotak  Berwarna hijau hijau Samara
 Panjangnya 3-5  Ukuran panjang  Berukuran besar
 Kulit buah keras
Biji Bulat tebal  Berbentuk pipih  Besar Eksalbumin Banyak Tanpa endosperm
 Berwarna putih  Putih
 Pipih
Plasentasi Basal Axilaris Basal Parietal Aksilar Apical-axile
Umur tumbuhan Tahunan Bulanan Tahunan Bulanan Tahunan Tahunan
Manfaat ekonomi Digunakan sebagai Buahnya dapat  Buah dan daun Buahnya untuk Mengatasi Kayunya keras dapat
tonik, narkoba dan dijual sebagai sayur mudanya dapat dikonsumsi keputihan, digunakan untuk
dalam dunia medis; Buahnya bisa dikonsumsi dan sehari-hari; meredakan nyeri fondasi rumah atau
Di aceh daun ganja digunakan sebagai dijual sebagai Dapat dijadikan haid, tanaman kayu lapis
digunakan sebagai bahan dasar masker bahan pangan. lauk-pauk hias
pelengkap sayur. makanan
Perbandingan antar Spesies
Aspek yang
Betula sp Casuarina Gymnostoma Castanea sp. Quercus sp Lithocarpus sp
diamati
equisitifolia australianum
Habitus Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon Pohon
Sistem Perakaran Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang Tunggang
Batang Berkayu Berkayu Berkayu Berkayu Berkayu Batang berkayu
Percabangan batang Monopodial Monopodial Monopodial Simpodial Simpodial Sympodial
Daun :
Jenis daun Majemuk Majemuk Majemuk Tunggal Majemuk majemuk
Letak daun Berseling Berseling Berseling Bersilangan Roset batang berseling
Menyirip Daun mereduksi Menyirip Menyirip Menyirip Campilodrom
Pertulangan daun menjadi seperti lidi
beruas - ruas
Spiral dan dan Seperti jarum Seperti jarum Oblong-lanceolate Bulat telur Ellipticus
Bentuk daun
marginnya bergigi
Perbungaan/ karangan Bunga:
Monoecious Uniseksual/Monoec Monoecious/Uni Uniseksual Biseksual Unisex
Kelamin bunga
ious seksual
Informasi umum Bunga kecil Bunga berupa kulit Bunga jantan Bunga Bunga majemuk, bunga majemuk,
bunga bunga memanjang, dengan terdiri dari berkembang pada terminal tidak memiliki
letak terminal. segmen perianth akhir Juni hingga corolla dan calyx
seperti skala Juli dan dapat tetapi mempunyai
dengan satu diserbuki oleh tenda bunga
benang sari. angin (lebih umum berjumlah 6
Bunga betina jika cuaca kering
tidak memiliki selama berbunga)
perianth dan atau serangga
karpel yang (mendominasi
menyatu dalam kondisi
biasanya hanya cuaca basah)
menutupi dua
ovula
Calyx 2-4 Banyak Banyak 7 6 -
Corolla Banyak Banyak 7 - -
Perigonium - - - - Tenda bunga
Androecium / benang sari
 Jumlah stamen 2-4 - 1 3 6 -
 Keterkaitan antar Bebas Bebas Menyatu Bebas Bebas -
setamen
 Keterkaitan antar Dalam satu Dalam satu Bebas Bebas Bebas -
setamen dengan kelompok kelompok
organ lain
 Panjang filament - - - 0,5 mm - -
 Anther Diteka Diteka Diteka Dorsifixed -
Gynoecium / Putik
 Jumlah karpel 2 karpel dan 2 1 karpel 2 lokus 1 Karpel 3 karpel - Tetra-carpel
dan lokus putik lokus
 Perlekatan karpel Syncarpous Sincarpous Menyatu Syncarpus Senokarp Syncarpus
 Letak ovarium Superior Semi inferior Superior Inferior Superior half-interior
 Plasentasi Apical-axile Axile Axile Parietalis Bersatu Axilars
 Jumlah dan Jumlah 2 - - - -
panjang stylus
Seperti kapsul Panjang, bulat Seperti cone Achene Nut Buah kering
Buah berwarna hijau memanjang sekitar 7-10 x 8- berwarna coklat
10 mm berbentuk piala
Tanpa endosperm Biji bersayap Bersayap Perisperm 1 biji perbuah Biji 1 berwarna
Biji
coklat
Plasentasi Apical-axile Axile Axile Parietalis Bersatu Axilaris
Umur tumbuhan Tahunan Sepanjang tahun Tahunan Tahunan Tahunan Tahunan
Manfaat ekonomi Kayunya keras Dijadikan sebagai Tanaman hias, Untuk Pengobatan tradisional kayunya bisa di
dapat digunakan kayu bakar, dijadikan untuk campuran cake dan gunakan untuk
untuk fondasi tanaman hias, kayu pohon natal pastry. Sup dan membuat gerobak
perkakas dan lain – saus salad juga atau kus
lain. menjadi lebih
creamy jika
ditambahkan
kacang ini.
Chestnut kaya
akan kandungan
lemak tak jenuh
dan sumber protein
nabati yang baik.
F. Pembahasan
1. Euphorbia pulcherrima

Klasifikasi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Malpighiales
Famili Euphorbiaceae
Genus Euphorbia
Spesies Euphorbia pulcherrima
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/kastuba
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 21.52 WIB

Euphorbia pulcherrima atau biasa disebut Kastuba merupakan tumbuhan


dari Famili Euphorbiaceae. Tumbuhan ini memiliki ciri khusus yaitu memiliki
getah yang lengket berwarna putih atau disebut juga lateks. Hal ini sesuai dengan
yang dikemukakan oleh Simpson (2010: 315) euphorbiaceae terdiri dari
monoecious atau dioecious, herbal, semak, tanaman merambat, atau pohon, dan
lateks ditemukan dalam beberapa kelompok besar.
Struktur vegetatif pada Euphorbia pulcherrima yaitu habitusnya berupa
perdu, sistem perakaran tunggang, batangnya berkayu dengan pola percabangan
simpodial. Daunnya tunggal tersebar, pertulangan daun menyirip dan bentuknya
oval. Struktur generatifnya yaitu perbungaan uniseksual dan monoecious, bunga
bergerombol, letaknya lateral, tidak memiliki mahkota bunga, memiliki braktea
berwarna cerah. Stamen pada bunga jantan banyak, diteka, diadelpous, dan bebas.
Gynoecium tricarpel, perlekatan karpel syncarpus, letak ovarium superior dengan
plasentasi aksilar, panjang stilus 6 mm.

2. Jatropha curcas

Klasifikasi

Kingdom Plantae
Divisi Embryophyta
Kelas Spermatopsida
Ordo Malpighiales
Famili Euphorbiaceae
Genus Jatropha
Spesies Jatropha curcas
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jarak_pagar
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 21.57 WIB

Jatropha curcas merupakan tumbuhan yang berasal dari Famili


euphorbiaceae, yang artinya masih berkerabat dekat dengan tumbuhan Kastuba.
Tumbuhan ini disebut juga dengan Jarak pagar, sama seperti Kastuba, tumbuhan
ini memiliki ciri khas yaitu mengeluarkan lateks jika daunnya dipetik. Jarak pagar
memiliki buah yang berwarna kuning jika sudah matang. Jarak pagar merupakan
tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati yang berasal dari
bijinya. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Elpawati (2013: 237)
bahwa penanaman jarak pagar adalah usaha yang dapat dilakukan untuk
mengembangkan bahan bakar alternatif berbasis sumber daya alam nabati agar
mengatasi krisis BBM.

Struktur vegetatif pada tumbuhan ini yaitu habitus berupa semak dengan
sistem perakaran tunggang, batang berkayu dan pola percabangan monopodial.
Jenis daun tunggal, letaknya tersebar, pertulangan daun menjari dengan bentuk
deltoid. Struktur generatifnya yaitu bunga dengan kelamin uniseksual, dua
kelamin dalam 1 tumbuhan. Letak perbungaan aksilar, bunga majemuk,
aktinomorf, calyx dan corolla berjumlah 5, diadelphous, panjang filament ada
yang panjang dan ada yang pendek. Gynoecium tricarpel, perlekatannya
syncarpus, letak ovarium superior, plasentasinya sentral.

3. Codiaeum variegatum

Klasifikasi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Malpighiales
Famili Euphorbiaceae
Genus Codieum
Spesies Codiaeum variegatum
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/puring
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 22.05 WIB

Puring (Codiaeum variegatum) adalah tanaman hias pekarangan dengan


bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Secara botani, puring adalah
kerabat jauh singkong serta kastuba. Ciri yang sama adalah batangnya
menghasilkan lateks berwarna putih pekat dan lengket, yang merupakan ciri khas
suku Euphorbiaceae.

Struktur vegetatif Codiaeum variegeratum yaitu habitusnya perdu, sistem


perakaran tunggang, batak berkayu, pola percabangan simpodial. Jenis daun
tunggal, letak daun spiral, pertulangan daun brachidrom, bentuk daun elliptical.
Sedangkan struktur generatif pada tumbuhan ini yaitu kelamin bunga uniseksual,
bunganya berwarna putih, memiliki calyx dan corolla berjumlah 5. Androecium
dengan jumlah stamen lebih dari 10, keterkaitan antar stamen saling lepas,
apostemonous, panjang filament didymous, anther monoteka. Gynoecium dengan
monocarpel, perlekatannya apocarpus, letak ovarium inferior, plasentasi
marginalis.

4. Manihot esculenta

Klasifikasi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Malpighiales
Famili Euphorbiaceae
Genus Manihot
Spesies Manihot esculenta
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ketela_pohon
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 22.00 WIB
Ubi kayu atau Kitela pohon merupakan tumbuhan dalam genus Manihot.
Spesies Manihot esculenta dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Umbi akar pada tumbuhan ini dapat dijadikan sebagai sumber pangan. Hal ini
sesuai dengan yang dikemukakan oleh Firdaus, dkk (2016: 104) bahwa di
Indonesia ubi kayu termasuk pangan yang digalakan untuk diversifikasi pangan
pengganti beras. Di beberapa daerah ubi kayu selain dimanfaatkan sebagai bahan
pangan pokok utama, juga diproduksi sebagai makanan cemilan seperti keripik,
godok ubi, delima, dan sebagainya.

Struktur vegetatif pada Manihot esculenta yaitu habitus berupa perdu


tinggi mencapai 7 m, cabang agak jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar
cabang yang membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Bentuk daun
menjari dengan tangkai yang panjang. Struktur generatif pada tumbuhan ini yaitu
perbungaan uniseksual, bunga kecil, berwarna putih kehijauan, kelopak berbentuk
lonceng seperti kelopak, tidak memiliki mahkota hanya memiliki 5 sepal. Jumlah
stamen 8 saling bebas, panjang filament didynamous, anthernya monoteka.
Gynoecium tricarpel dalam satu lokus, perlekatannya syncarpus, letak ovarium
superior dengan plasentasi aksilar.

5. Sauropus androgynus

Klasifikasi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Malpighiales
Famili Phyllanthaceae
Genus Sauropus
Spesies Sauropus androgynus
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/katuk
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 22.10 WIB
Tumbuhan katuk merupakan tumbuhan sayuran yang banyak terdapat di
Asia Tenggara. Tumbuhan semak ini tingginya sampai 3 m. tumbuhan ini
termasuk dalam suku menir-meniran (Phyllanthaceae) dan berkerabat dengan
menteng, buni, dan ceremai. Daun katuk dipercaya memiliki manfaat bagi ibu
menyusui, seperti yang dikemukakan oleh Majid (2018: 127) bahwa kayuk
biasanya digunakan daunnya untuk memperbanyak produksi ASI oleh masyarakat
Indonesia. Katuk atau Sauropus androgynus memiliki banyak kandungan kimia
yang memiliki efek farmakologi yang dapat dihasilkan olek katuk. Efek
farmakologi daun katuk yang telah diteliti meliputi antibakteri, antianemia,
antiinflamasi dan dapat meningkatkan produksi ASI.

Struktur vegetatif pada Sauropus androgynus yaitu habitusnya perdu


dengan sistem perakaran tunggang. Batangnya berkayu, percabangan batang
simpodial. Termasuk jenis daun majemuk, letak daun berhadapan, pertulangan
daun aktinodromus, bentuk daun ovate. Struktur generatifnya yaitu perbungaan
tunggal, kelamin bunga biseksual, bunga berukuran kecil dengan warna gelap
hingga kekuning-kuningan, berbintik-bintik merah. Calyx dan corolla berjumlah
6. Jumlah stamen banyak dalam 2 lingkaran, keterkaitan antar stamen bebas,
epipetalus, panjang filament didynamous, anther diteka.Putik 3 kapel dengan 1
lokus, perlekapan karpel apocarpus, letak ovarium superior, plasentasinya aksilar.

6. Passiflora quadringularis

Klasifikasi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Malpighiales
Famili Passifloraceae
Genus Passiflora
Spesies Passiflora quadringularis
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/passiflora
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 22.20 WIB

Passiflora adalah genus tumbuhan yang terdiri atas 500 spesies,


merupakan tumbuhan memanjat yang berasal dari Amerika. Tumbuhan ini bisa
digunakan sebagai tanaman hias dan sebagai makanan. Bijinya mempunyai rasa
segar , diminum dalam sirup dan limun.
Struktur vegetatif Passiflora quadringularis yaitu habitus berupa semak,
sistem perakaran tanaman ini tunggang, batangnya kecil, panjang dan merambat.
Daun jenis tunggal, letaknya tersebar, dengan sistem pertulangan daun menyirip,
bentuknya lonjong. Struktur generatifnya yaitu perbungaan kelamin 2, termasuk
ke dalam bunga sempurna berhelaian ganda. Memiliki calyx 10 sepal dan corolla
5 petal. Jumlah stamen banyak, keterkaitan antar stamen bebas, stamen dengan
organ lain bebas. Panjang filament 6 cm, anther diteka. Gynoecium 3 carpel 1
lokus, perlekatan karpel syncarpus, letak ovarium superior, plasentasi aksilar. Biji
bulat, pipih dan berselaput.

7. Passiflora edulis

Klasifikasi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Malpighiales
Famili Passifloraceae
Genus Passiflora
Spesies Passiflora edulis
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/passiflora
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 22.20 WIB

Menurut Saparinto (1965:56) Markisa tergolong ke dalam tanaman genus


Passiflora. Buah ini berbentuk bulat dan mempunyai biji berselaput kuning.
Markisa tumbuh di daerah yang sejuk, dengan ketinggian 600-1600 mdpl dan
paling ideal di atas 1000 m. Menurut Abidin (2005:34) markisa juga tumbuh baik
di daerah dengan drainase yang cukup baik sehingga menghindari tergenangnya
air.
Struktur vegetatif pada tanaman Passiflora edulis yaitu habitusnya perdu,
sistem perakarannya serabut, batang tidak berkayu dan pola percabangan
monopodial. Daun majemuk yang berhadapan, pertulangan daun craspedodrom,
bentuk daunnya rhombatus. Struktur generatifnya yaitu kelamin bunga biseksual,
bunga berukuran kecil, berwarma keungu-unguan dan berserabut. Calyx dengan 5
sepal, corolla 10 petal. Androecium dengan jumlah stamen yang banyak dalam
satu lingkaran, keterkaitan antar stamen bebas, epipetalus, panjang filament
didynamous, anthernya diteka. Gynoecium dengan jumlah karpel bicarpel,
perlekatannya syncarpus, letak ovarium superior, plasentasi marginalis, panjang
stylus 6 cm.

8. Avicennia sp.

Klasifikasi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Lamiales
Famili Acanthaceae
Genus Avicennia
Spesies Avicennia sp.
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Api-api
Diakses pada tanggal 3 Mei 2019 pukul 22.27 WIB
Api-api adalah nama sekelompok tumbuhan dari marga Avicennia, suku
Acanthaceae. Api-api biasa tumbuh di tepi atau dekat laut sebagai bagian dari
komunitas hutan bakau. Menurut Boland (1984: 124) tumbuhan ini memiliki ciri
yang merupakan adaptasi pada lingkungan berlumpur dan bergaram yaitu akar
napas dan daun-daun dengan kelenjar garam di permukaan bawahnya. Ini
merupakan kelebihan garam yang dibuang ileh tumbuhan tersebut. Bijinya
berkecambah tatkala buahnya belum gugur, masih melekat di rantingnya. Dengan
demikian biji dapat segera tumbuh begitu terjatuh atau tersangkut di lumpur.
Taksonomi Avicennia membingungkan dan belum mantap. Sebelumnya
marga ini diklasifikasikan ke dalam suku Verbenaceae, sesuku dengan pohon jati,
laban dan sungkai. Akan tetapi sebagian pakar kemudian memisahkannya ke
dalam suku bermarga tunggal Avicenniaceae (Duke,1991:299).
Struktur vegetatif dari Avicennia sp. yaitu habitus pohon, dengan sistem
perakaran akar napas, bantangnya berkayu, dan percabangan batangnya
monopodial. Jenis daun tunggal yang letaknya berhadapan, pertulangan daun
menyirip dan bentuk daunnya elips. Struktur generatif pada tumbuhan ini yaitu
kelamin bunga biseksual, letaknya lateral, panjang, duduk, dan membulat. Calyx
berjumlah 5 sepal dan corolla berjumlah 4 petal. Jumlah stamen 4 yang saling
bebas. Keterkaitan antar stamen bebas, anther diteka. Jumlah karpel tertracarpel,
perlekatannya apocarpus, letak ovarium superior dan dengan plasentasi terminal,
buahnya berupa kapsul dengan biji yang kecil.

9. Bruguiera sp.
Klasifikasi
Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Dicotil
Ordo Malpighiales
Famili Rhizophoraceae
Genus Bruguiera
Spesies Bruguiera sp.
Https://id.m.wikipedia.org/wiki/bruguiera
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.26 WIB

Bruguiera adalah nama marga tetumbuhan yang termasuk ke dalam suku


Rhizophoraceae. Ini adalah marga kecil yang beranggotakan enam spesies
pepohonan mangrove di wilayah Samudra Hindia dan Samudra Pasifik bagian
barat; mulai dari pantai Afrika Timur dan Madagaskar, menyusuri pesisir India,
Sri Lanka dan wilayah Asia Tenggara hingga ke Australia utara, Melanesia dan
Polinesia. Beberapa jenisnya dikenal dengan nama-nama lokal seperti berus,
kendeka, putut, tumu atau tongke. Marga ini dicirikan oleh kelopak bunga yang
memiliki 8-16 taju runcing memanjang, 16-32 benang sari, pelepasan serbuk sari
secara eksplosif, dan buah yang berkecambah ketika masih di pohon (Noor. Y. R.
Dkk. 1999 : 89).

10. Rhizophora sp.


Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Dicotil

Ordo Myrtales

Famili Rhizophoraceae

Genus Rhizophora

Spesies Rhizophora sp.

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/rhizophora
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.35 WIB
Rhizophora sp. Ini merupakan salah satu jenis tanaman mangrove, yaitu
kelompok tanaman tropis yang bersifat sukmesnlpha atau toleran terhadap garam
(Irwanto, 2006). Mangrove memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi
dengan kondisi lingkungan yang ekstrim, seperti kondisi tanah yang tergenang,
kadar garam yang tinggi serta kondisi tanah yang kurang stabil. Kondisi
lingkungan seperti itu menyebabkan beberapa jenis mangrove mengembangkan
mekanisme yang memungkinkan secara aktif mengeluarkan garam dari jaringan,
sementara yang lainnya mengembangkan sistem akar napas untuk membantu
memperoleh oksigen bagi sistem perakarannya (Setyawan, dkk. 2004).
11. Viola odorata
Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Dicotil

Ordo Malpighiales

Famili Violaceae

Genus Viola

Spesies Viola odorata

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/bunga_violet
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.40 WIB.

Menurut (Bruce, 2001: 39) Viola odorata dapat dikenali melalui berbagai
karakteristik berikut: bunganya berbau harum (aromatik) bunganya pada
umumnya berwarna violet gelap atau putih daun dan bunganya secara
keseluruhan membentuk sebuah roset dari dasarnya karpelnya seperti kait (dan
tidak diakhiri dengan sebuah tambahan bundar) tangkai-tangkai daunnya
memiliki rambut-rambut yang mengarah ke bawah tanaman menyebar dengan
geragih (tunas-tunasnya di atas tanah) Tanaman yang berbunga menahun ini dapat
mencapai ketinggian 10 - 15 cm dan penyebaran sampai 20 - 61 cm.
12. Averrhoa blimbi
Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Oxalidales

Famili Oxalidaceae

Genus Averrhoa

Spesies Averrhoa blimbi

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/averrhoa
Diakses ada 4 mei 2019 pukul 23.43 WIB
Belimbing adalah pohon buah yang tingginya mencapai 5 m. Batangnya
tak begitu besar, bergaris tengah 30 cm. Ia kasar dan berbenjol-benjol,
percabangannya sedikit, dan condong ke atas. Cabang mudanya berambut halus,
seperti beledu dan berwarna cokelat muda. Daunnya tersusun dalam bentuk
ganda. Bentuknya kecil, berbentuk telur, dan jumlahnya 21–45 cm. Daunnya
termasuk majemuk, menyirip, dan ganjil. Anak daunnya bertangkai pendek,
berbentuk bulat telur sampai jorong, ujungnya runcing, pangkalnya membulat,
tepinya rata. Ukuran daunnya adalah: 2-10 cm × 1–3 cm. Ia berwarna hijau, dan
permukaan bawahnya berwarna hijau muda. Perbungaannya majemuk, dan
tersusun dalam malai (panjangnya 5–20 cm). Berkelompok, keluar dari
percabangan yang besar, kecil-kecil berbentuk bintang dan berwarna ungu
kemerahan/merah saja. Buahnya termasuk buah buni, berbentuk bulat lonjong
bersegi, panjangnya 4-6,5 cm, berwarna hijau kekuningan, berair banyak jika
sudah masak dan rasanya asam. Bentuk biji bulat telur, gepeng (Dalimartha,
1987).
13. Oxalis carymbosa
Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliophyta

Ordo Oxalidales

Famili Oxalidaceae

Genus Oxalida

Spesies Oxalida carymbola

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/oxalis_corniculata
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.48 WIB.

Bunga, daun, dan akarnya bisa dimakan. Ada kekhawatiran bahwa


tanaman hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil karena mengandung asam
oksalat yang dapat menyebabkan kekurangan kalsium jika dimakan dalam jumlah
yang lebih besar. Penelitian menunjukkan bahwa ini adalah ketakutan yang
berlebihan. Daunnya memiliki apa yang dianggap sebagai rasa lemoni zesty. Ini
adalah tanaman bulat . Buahnya adalah kapsul . Benih diproyeksikan, dengan
integumen elastis. Di Eropa tanamannya steril dan hanya diperbanyak dengan
umbi. Penelitian pada populasi naturalisasi di Cina menunjukkan adanya 2 morf
bunga, serbuk sari dengan viabilitas rendah dan poliploidi (Luo, s. 2006 : 59).
14. Elaocarpus ganitrus
Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Oxalidales

Famili Elaocarpaceae

Genus Elaocarpus

Spesies Elaocarpus ganitrus

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/elaocarpus
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.50 WIB.

Elaeocarpus ganitrus, adalah pohon berdaun lebar besar yang selalu hijau,
yang benihnya secara tradisional digunakan untuk tasbih dalam agama Hindu dan
Budha. Benih dikenal sebagai rudraksha, atau rudraksh, bahasa Sansekerta:
rudrākṣa ("Rudra's Tear Drops"). Rudraksha dapat diproduksi oleh beberapa
spesies Elaeocarpus ; namun, E. ganitrus adalah spesies utama yang digunakan
dalam pembuatan perhiasan organik atau mala. Elaeocarpus ganitrus tumbuh di
daerah tersebut dari dataran Gangga di kaki pegunungan Himalaya hingga Asia
Tenggara, Nepal , Indonesia, Papua Nugini ke Australia, Guam, dan Hawaii. [3]
Biji Rudraksha ditutupi oleh kulit luar warna biru saat matang, dan karena alasan
ini juga dikenal sebagai manik-manik blueberry. Warna biru tidak berasal dari
pigmen tetapi struktural . Ini adalah pohon hijau yang tumbuh dengan cepat.
Pohon rudraksha mulai berbuah dalam tiga hingga empat tahun. Saat pohon
menjadi dewasa, akar-akar menopang naik tipis di dekat batang dan memancar
keluar di sepanjang permukaan tanah (Setiawan, dkk. 2004).
15. Centrosema purtecens
Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Dicotil

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Centrosema

Spesies Centrosema purtecens

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/centosema
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.54 WIB
Centrosema pubescens, nama umum centro atau kupu - kupu kacang,
adalah legum dalam keluarga Fabaceae, subfamili Faboideae , dan suku
Phaseolae. Ini asli ke Amerika Tengah dan Selatan dan dibudidayakan di daerah
tropis lainnya sebagai makanan ternak. Centro adalah ramuan abadi yang dapat
mencapai ketinggian 45 cm (17,5 in). Sistem akar dapat mencapai kedalaman 30
cm, sering dikaitkan dengan Rhizobium , bakteri pengikat nitrogen. Batang
tumbuh dan bercabang dengan cepat, menghasilkan banyak cabang dan daun di
tanah. Batang tidak menjadi kayu sampai sekitar 18 bulan setelah tanam. Daun
adalah trifoliate , dengan selebaran elips sekitar 4 cm × 3,5 cm (1,6 in × 1,4 in),
berwarna hijau tua dan gundul di bagian atas tetapi berwarna keputihan dan
tomentosa padat di bawah. Bunga umumnya berwarna ungu pucat dengan urat
ungu gelap, lahir dalam bentuk aksila . Buahnya panjang, panjang, polong coklat
tua 7,5-15 cm (3,0-5,9 in) panjang, berisi hingga 20 biji. Biji berbentuk bulat,
berdiameter sekitar 4 mm (0,16 – inci), berwarna coklat tua saat matang.
Centrosema pubescens banyak digunakan sebagai hijauan dan sumber
protein untuk merumput ternak dari Meksiko selatan ke Kolombia. Pada abad
kesembilan belas, tanaman ini ditanam di Indonesia dan Semenanjung Malaya. Ini
disesuaikan dengan baik dengan kondisi tropis dan ketinggian di bawah 600 m
dari permukaan laut.
Centrosema pubescens ditanam sebagai tanaman penutup karena secara
alami menekan gulma dan sangat toleran terhadap kekeringan. Centro tidak dapat
mentolerir suhu dingin, tetapi memiliki persyaratan tanah dan curah hujan yang
sangat rendah. Tanaman ini tidak cocok untuk konsumsi manusia tetapi
memberikan manfaat melalui kesuburan tanah dan kesehatan hewan.
Tanaman ini dapat dibudidayakan di daerah dengan curah hujan mulai dari
1000 mm hingga 1750 mm per tahun. Namun, ia memiliki toleransi kekeringan
yang wajar berkat sistem akarnya yang dalam, sehingga dapat mengambil air dari
kedalaman yang signifikan. Tumbuh baik di tanah yang miskin nutrisi.
Centrosema pubescens dapat ditumpangsarikan dengan rumput, sehingga
meningkatkan protein dari makanan ternak. Daunnya juga dapat digunakan
sebagai sumber protein murah untuk ayam broiler . Ini adalah sumber kalsium dan
kalium yang baik untuk hewan. (Nworgu. 2013 : 508).

16. Sesbania grandiflora


Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Sesbania

Spesies Sesbania grandiflora

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/sesbania
Diakses pada 4 Mei 2019 pukul 23.56 WIB.
Turi merupakan pohon yang berkayu lunak dan berumur pendek.
Tingginya dapat mencapai 5-12 m. Akarnya berbintil-bintil dan berguna untuk
menyuburkan tanah. Bunganya besar dan keluar dari rantingnya. Bunganya
apabila mekar, berbentuk seperti kupu-kupu. Warna bunganya ada yang merah
dan ada juga yang putih. Ada juga yang berwarna gabungan kedua-duanya.
Letaknya menggantung dengan 2-4 bunga dan bertangkai, kuncupnya berbentuk
sabit. Rantingnya menggantung, kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan.
Kulit luarnya ini tidak rata dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan
dengan lapisan gabus yang mudah terkelupas. Pada bagian dalam, batangnya
berlendir dan berair yang berwarna merah, dan rasanya pahit. Percabangan baru
keluar apabila panjangnya sudah mencapai 5 meter. Daunnya majemuk dan
tersebar. Memiliki daun penumpu sepanjang 1/2-1 cm. Anak daunnya bentuknya
jorong memanjang, rata, dan menyirip genap. Panjang tangkai daun 20–30 cm.
Tangkainya pendek, dan setiap tangkai berisi 20-40 pasang anak daun. Warna
bunganya ada yang merah dan ada juga yang putih.Buahnya berbentuk polong,
meggantung, bersekat, dengan panjang 20-55 cm, sewaktu muda berwarna hijau,
dan sudah tua berwarna kuning keputih-putihan. Sedangkan bijinya berbentuk
bulat panjang, dan berwarna coklat muda (Heyne, 1987).

17. Crotalaria incana

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Crotalaria

Spesies Crotalaria incana

http://plantamor.com/species/info/crotalaria/incana
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.06 WIB

Batang : tumbuh tegak, tingginya 0,3-1,2 m; membubung, pada umumnya


batang pokoknya pendek. Daun : daunnya sederhana, membulat, panjangnya 3,3-
9,2 cm; lebar 1-3,8 cm, urat daun 5-8 pada setiap sisi tengah daun, permukaan
bagian atas daun halus tak berambut dan permukaan bawah berpori; Ujung daun
membulat, namun ada pula yang meruncing ataupun terbelah, tangkai daun
panjangnya 3 mm.
Bunga : bunganya sering disebut bunga kupu-kupu karena mahkota
bunganya bentuknya seperti kupu-kupu, helaian mahkota berjumlah 5 helai
(helaian yang paling lebar disebut bendera, 2 yang lepas disebut sayap, dan yang
melekat disebut lunas), pada bunga ini juga terdapat helaian penunjang berbentuk
segitiga, panjangnya 2-2,5 mm; tumbuh berulang-ulang dan biasanya tetap,
terdapat pada daun penumpu atau di bagian tengah atas. Kelopak bunganya
pendek. Helaian mahkota bunganya berwarna kuning dengan garis dekat pangkal
berwarna ungu tajam, panjangnya 14-18 mm, lebar 17-25 mm, helaian yang
berbentuk seperti sayap membujur seperti tombak, panjangnya 13-15 mm, lebar
9-11 mm, lunasnya pendek, tepinya berbulu; Benang sari yang memanjang,
panjangnya 2,8-3,1 mm; yang pendek 0,8-1 mm. Buah : berupa polong, jika
sudah tua berwarna coklat gelap sampai menghitam, ukurannya 3-4 cm. Biji : 33
butir per buah, berwarna coklat, ukurannya sampai 4,5 mm; keras tetapi halus.
Perkembangbiakannya dengan biji.

18. Abrus precatorius


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Abrus

Spesies Abrus precatorius

http://plantamor.com/species/info/abrus/precatorius
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.16 WIB

Saga rambat, saga telik, atau saga areuy (Abrus precatorius) merupakan
tumbuhan obat anti seriawan yang populer. Tumbuhan merambat ini, yang berbiji
jingga kemerahan, juga biasa disebut sebagai saga sehingga kadang-kadang rancu
dengan saga pohon (Adenanthera pavonina).
Daun tumbuhan ini, bila dikombinasikan dengan daun sirih, menjadi obat
tradisional yang ampuh mengatasi seriawan.[1] Khasiat ini berasal dari beberapa
bahan aktif abrus lactone, asam abrusgenat, dan turunan metilnya. Daunnya juga
mengandung glycyrrhizin. Di beberapa kalangan daunnya dimanfaatkan untuk
meredakan batuk. Beberapa tangkai daun segar di rendam dalam air mendidih,
setelah dingin airnya disaring dan diminum. Untuk memberikan rasa bisa
ditambah gula aren secukupnya.

Biji tumbuhan ini berwarna merah dengan warna hitam pada bagian yang
runcing. Bijinya beracun, dan mirip dengan racun jarak pohon (ricin). Namun, di
Tiongkok biji ini kadang-kadang dijadikan perhiasan sebagai lambang kasih
saying.

19. Arachis hypogaea


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Arachis

Spesies Arachis hypogaea

http://plantamor.com/species/info/arachis/hypogaea
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.26 WIB

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas kacang-


kacangan kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia (Respati et al. 2013). Data
BPS 2012 menyatakan impor kacang tanah mencapai 133 ribu ton, sedangkan
hasil produksi diperoleh dengan rerata 712,86 ribu ton per tahun (Noorjenah et al.
2012). Hasil produksi kacang tanah di Indonesia masih rendah, yakni sekitar 1
t/ha biji kering. Benih dengan mutu genetik dan mutu fisiologis yang tinggi dapat
diperoleh dari pertanaman dengan lingkungan yang tepat (Purnomo et al. 2013).
Upaya peningkatan stabilitas produksi kacang tanah dapat dilakukan dengan
perbaikan ketahanan terhadap cekaman abiotik dan biotik, yang disertai perbaikan
karakter spesifik sesuai dengan preferensi petani dan pasar (Trustinah 2009).
Kacang tanah kaya kandungan lemak, protein yang tinggi, zat besi, vitamin E,
vitamin kompleks, fosfor, vitamin A, vitamin K, lesitin, kolin, dan kalsium
(Rahmiana & Ginting 2012; Respati et al. 2013). Kandungan protein biji kacang
tanah merupakan parameter yang menentukan kualitas nutrisi biji dan berkorelasi
negatif dengan kandungan minyak biji dan persentase oleat (Santosa 2010; Wang
et al. 2016). Biji kacang mengandung 40–48% minyak, 25% protein, dan 18%
karbohidrat dan vitamin B kompleks.

20. Mimosa pudica


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Mimosa

Spesies Mimosa pudica

http://plantamor.com/species/info/mimosa/pudica
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.36 WIB

Mimosa pudica atau putri malumerupakan jenis tanaman berduri yang


termasuk dalam tanaman berbiji tertutup (angiospermae) dan kelompok tanaman
berkeping dua (dikotil). Tanaman ini mempunyai ciri morfologi, berdaun
majemuk menyirip dan daun bertepi rata yang memiliki letak daun saling
berhadapan. Bunga berbentuk bulat seperti bola, berwarna merah muda dan
bertangkai. Tangkai tanaman ini berduri dan memiliki akar vena yang sangat kuat.
Mimosa pudica berkembang biak dengan biji, bentuknya polong, pipih dan
berukuran kecil.

Mimosa pudica memiliki dua macam kepekaan, yaitu terhadap sentuhan


(seismonasti) dan terhadap intensitas cahaya matahari atau melakukan gerakan
tidur pada malam hari (niktinasti). Gerak niktinasti dan seismonasti yang dimiliki
oleh putri malu tergolong dalam gerak nasti (gerak bagian tumbuhan yang
arahnya tidak ditentukan oleh arah datangnya rangsangan) serta tergolong ke
dalam gerak etionom (gerak yang disebabkan karena adanya rangsangan dari luar
tumbuhan berupa faktor-faktor lingkungan).

21. Calliandra calothyrsus


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Calliandra

Spesies Calliandra calothyrsus

http://plantamor.com/species/info/calliandra/calothirsus
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.46 WIB

Marga Calliandra termasuk suku Leguminosae, anak-suku Mimosoideae


dan kelompok Ingae. Calliandra merupakan marga yang besar, beranggotakan
sekitar 132 jenis, tersebar dari Amerika Utara sampai Selatan, 9 jenis berasal dari
Madagaskar, 2 jenis dari Afrika dan 2 jenis dari sub-benua India. Pusat
keanekaragaman marga ini berada di negara bagian Bahia, Brasil. Ada juga pusat
keanekaragaman kedua di Meksiko selatan dan Guatemala. Banyak jenis tanaman
ini berupa perdu atau pohon kecil, walaupun ada juga yang berupa herba atau
pohon besar (misalnya, jenis stipulaceae tumbuh sampai 25 m tingginya).
Sebagian besar jenis ini tidak berduri, tetapi ada pengecualian yang langka, yaitu
umbrosa dari India. Banyak jenis Calliandra terdapat di hutan pamah basah,
sering dijumpai sepanjang bantaran sungai atau di bawah tegakan hutan.
Meskipun demikian, ada juga jenis yang tumbuh di pegunungan (misalnya,
hirsuta dan ada juga yang tumbuh di semak belukar di lahan kering (misalnya,
californica Walaupun tempat tumbuh dan kisaran persebaraCalliandra sangat
luas, ada banyak ciri yang membuat jenis ini mudah dikenali. Semua jenis
memiliki daun dengan sumbu utama, dari sumbu utama ini muncul sumbu
sekunder yang bercabang berpasangan dan saling berhadapan. Pasangan helai
daun tersusun sepanjang sumbu sekunder. Pada beberapa jenis, daun hanya
memiliki dua sumbu sekunder dengan sepasang helai daun pada setiap sumbu.
Pada jenis lain, daun memiliki banyak sumbu sekunder dan pasangan helai daun.
Uniknya, pada jenis hymenaeodes helai daun bercabang dengan satu sumbu
pusat.

22. Leucaena leucocephala


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Leucaena

Spesies Leucaena leucocephala

http://plantamor.com/species/info/leucaena/leucocephala
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 01.56 WIB

Lamtoro, petai cina, atau petai selong adalah sejenis perdu dari suku
Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam
penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan
ini sudah ratusan tahun diperkenalkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan
kehutanan, dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia.
Tanaman ini di Malaysia dinamai petai belalang.

Tumbuhan ini dikenal pula dengan aneka sebutan yang lain seperti
pĕlĕnding, peuteuy sélong (Sd.); kemlandingan, mètir, lamtoro dan lamtoro gung
(lamtoro besar; untuk varietas yang bertubuh lebih besar) (Jw.); serta
kalandhingan, lantoro (Md.). Nama-namanya dalam pelbagai bahasa asing, di
antaranya: petai belalang, petai jawa (Mly.); lamandro (PNG); ipil-ipil, elena,
kariskis krathin (Thai); leucaena, white leadtree (Ingg.); dan leucaene, faux
mimosa Nama spesiesnya, leucocephala (='berkepala putih') mengacu kepada
bongkol-bongkol bunganya yang berwarna keputihan.

23. Acacia mangium


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Acacia

Spesies Acacia mangium

http://plantamor.com/species/info/acacia/mangium
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 02.06 WIB

Acacia mangium adalah salah satu marga Acacia yang diprioritaskan


sebagai salah satu jenis tanaman HTI dan rehabilitasi lahan karena merupakan
jenis cepat tumbuh (fast growing). Jenis ini dapat tumbuh pada kondisi lahan
yang sangat ekstrim tingkat kesuburannya dengan riap diameter dapat mencapai
2,5-3,5 cm/tahun (Leksono dan Setiaji, 2003). Tanaman A. mangium memiliki
banyak kegunaan seperti untuk mebel yang cukup baik, kerangka pintu, bagian
jendela, molding, bahan pembuat kotak/peti, kayu yang baik untuk partikel board
dan untuk pulp Anonim (1989).

Jenis ini tersebar secara alami dan tumbuh baik pada daerah kering
maupun lembab. Daerah sebaran alami jenis ini antara lain di daerah Queensland,
Australia pada lintang 18 o LS, Irian Jaya bagian Utara, Kepulauan Aru, Maluku
Selatan dan Seram bagian Barat juga di daerah Bentuas Kalimantan Timur
(Padley dalam Sindusuwarno, 1979). Di Irian Jaya bagian selatan seperti di
Merauke, Erambu dan Muting (Leksono, 1996). Mangium dapat tumbuh pada
daerah yang lembab pada tanah alluvial campuran (metamorfic dan granitic)
dengan pH 4,8 – 5,2 dan curah hujan yang tinggi mencapai 4.500 mm/tahun
dengan temperatur maksimum 31 – 34 o C serta minimum 16 – 12 o C. Jenis ini
dapat tumbuh pula pada tanah yang miskin unsur hara seperti areal bekas
perladangan, tanah bekas jalan traktor, daerah berbatu dan beberapa tempat yang
ditumbuhi alang-alang (Anonim, 1989).

24. Cassia fistula


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Cassia

Spesies Cassia fistula

http://plantamor.com/species/info/cassia
Diakses pada 05 Mei 2019 pukul 02.16 WIB

Pohon kecil sampai medium ini umumnya gugur atau semi-gugur pada
musim panas, percabangan menyebar, dengan ranting yang gundul. Daunnya
majemuk dengan 3-7 pasang pinak daun, pinak daun membundar telur-lonjong,
agak menjangat, pangkal membaji lebar, ujung meruncing, permukaan atas
berkilau, gundul bila matang. Perbungaan tandan terletak renggang di ketiak,
menggantung, berbunga banyak. Bunga harum, daun mahkota membundar telur
lebar, kuning keemasan. Buah menggantung, menggalah, hitam, gundul. Biji
banyak, terpisah oleh sekat seperti kertas dan menyatu pada bubur kayu yang
lengket dan hitam.

25. Caesalpinia pulcherrima

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Caesalpiniaceae

Genus Caesalpinia

Spesies Caesalpinia pulcherrima

http://plantamor.com/species/info/caesalpinia/pulcherrima
Diakses pada hari Kamis, 02 Mei 2019, pukul 19:57 WIB.

Menurut Wijayakusuma (2000: 87), tumbuhan Caesalpinia pulcherrima


merupakan perdu tegak, tinggi 2-4 m, berakar tunggang, banyak bercabang
dengan ranting kadang berduri tempel. Kayunya berwarna putih, padat dan liat.
Daunnya berupa daun majemuk menyirip genap, ganda dua dengan 4-12 pasang
anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang, ujung bulat, pangkal menyempit,
tepi rata, permukaanatas berwarna hijau, permukaan bawah warnanya hijau
kebiruan, panjang 1-3,5 cm sedangkan lebar 0,5-1,5 cm.
Seperti yang dikatakan Widyastuti (2017: 11-12) pada malam hari daun
akan menguncup. Tumbuhan yang berasal dari Amerika Selatan ini memiliki
bunga majemuk yang tersusun dalam tandan yang panjangnya 15-50 cm,
warnanya merah atau kuning. Buahnya buah polong, pipih, panjang 6-12 cm,
lebar 1, 5 cm, berisi 1-8 buah biji yang dapat dimakan. Buah yang sudah tua
warnanya hitam. Tumbuhan ini bisa ditanam di taman-taman atau pekarangan
rumah sebagai tanaman hias, kadang ditemukan tumbuh liar.

Caesalpinia pulcherrima (kembang merak) memiliki rasa manis, tawar,


dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada bunga kembang
merak diantaranya tanin, gallic acid, resin, zat merah, dan benzoic acid. Pada
daunnya terkandung alkaloid, saponin, tanin, glucoside, dan calcium oksalat.
Sementara pada kulit kayu terkandung plumbagin, lumbagol, tanin, zat samak,
alkaloid, saponin, dan kalsium oksalat. Efek farmakologis yang dimiliki oleh
bunga kembang merak diantaranya melancarkan sirkulasi darah dari haid,
abortivurn, dan emenagogum. Selain itu, kulit kayu kembang merak mempunyai
efek kelat dan berfungsi sebagai peluruh haid ( Hariana, 2008: 30-31).

26. Bauhinia sp

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Bauhinia

Spesies Bauhinia sp.

http://plantamor.com/species/info/bauhinia/
Diakses pada hari Kamis, 02 Mei 2019, pukul 20. 05 WIB.

Menurut Gilman dan Watson (2016) dalam Sari (2017: 25-26), bahwa
tumbuhan ini memiliki nama lokal diantaranya di Inggris (Purple bauhinia,
Orchid tree, camel’s foot tree, butterfly tree, dan geranium tree), di India disebut
sebagai (Kota, rak takanchan, khairwal, karar, kanchan). Masyarakat Malaysia
menyebut tumbuhan ini adalah tapak kuda, di Indonesia tumbuhan ini disebut
sebagai tumbuhan bunga kupu – kupu yang relatif tersebar merata. Tumbuhan
ini termasuk kedalam suku polong – polongan. Tumbuhan ini memiliki
perawakan pohon, batang yang berkayu simpodial. Daunnya termsuk daun
majemuk yang berhadapan. Bentuk daun seperti kupu – kupu yang sedang
merentangkan sayapnya dan memiliki bunga seperti rangkaian bunga anggrek,
kelopak bunga yang berwarna pink cerah keunguan merupakan hal yang menarik
dari tumbuhan ini. Tumbuhan berbunga ini tumbuh sebagai tumbuhan peneduh
pada pekarangan rumah. Tumbuhan ini tumbuh dengan cepat pada berbagai
kondisi tanah dan dapat mencapai ketinggian hingga 9 – 12 meter dari
permukaan tanah.

Tanaman Bauhinia sp. ini merupakan tanaman yang banyak ditanam


sebagai peneduh jalan dan penghijauan. Sebagai tanaman peneduh jalan, tanaman
ini memenuhi beberapa persyaratan antara lain kayunya yang kuat dan tidak
mudah patah meski ada angin kencang serta pertumbuhan akar yang tidak terlalu
cepat sehingga tidak merusak konstruksi jalan. Selain itu, tanaman ini juga
memiliki kegunaan sebagai penyerap polutan COZ dan timbal yang sangat
banyak terdapat di udara. Bunga kupu-kupu mengandung beberapa kandungan
kimia seperti (polisakarida) dan kulit kayunya mengandung jumlah besar tannic
acid, glukosa, dan getah. Tanamannya mengandung 25,60% protein sederhana
yang mengandung astragalin, insoquercitrin, guercetin, pelargonidi 3-glukoside,
dan 3-triglucoside butein galactoside. Sehingga dapat sebagai anti-bakteri, anti-
diabetes, analgesic, anti-inflammatory, anti-diare, anti-kanker, nephroprotective,
dan aktivitas regulasi hormon tiroid. Bunga kupu-kupu digunakan untuk
pengobatan basal (dropsy), nyeri, rematik, pembengkaka paha, dan kejang. Kulit
kayunya dapat digunakan sebagai astringent diare, sedngkan rebusannya
digunakan sapuan pada bisul (Wahyuni, 2011: 1-2).

27. Delonix regia


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fabales

Famili Fabaceae

Genus Delonix

Spesies Delonix regia

http://plantamor.com/species/info/delonix/regia
Diakses pada hari Kamis, 02 Mei 2019, pukul 20. 10 WIB.

Irsyam dan Priyanti (2016: 47) mengemukakan bahwa pohon Flamboyan


memiliki tinggi hingga 15 m. Memilki perakaran tunggang dengan modifikasi
akar banir atau akar papan. Daun majemuk menyirip ganda, pinna 9–20 pasang,
pinnula 10–25 per pinna, menjorong atau melonjong. Perbungaan tandan, aksilar.
Daun kelopak bercuping 5, berlekatan, bagian dalam keme-rahan, daun mahkota
5, berlepasan, daun mahkota bagian tengah putih kekuningan dengan garis merah,
daun mahkota bagian tepi merah, benang sari 10, berlepasan, merah, putik 1.
Polong melonjong, pipih, meleng-kung, berkayu. Biji banyak, melonjong-
menjorong, tertekan, cokelat. Delonix regia berasal dari Madagascar dan telah
dibudidayakan secara luas di seluruh kawasan tropis. Jenis ini dibudidayakan
sebagai pohon peneduh.

Seperti yang dikatakan oleh Aswiana, (2018: 21) dalam bukunya


menyatakan bahwa bunga flamboyan (Delonix regia) mengandung senyawa
fitokimia kelompok flavonoid yang cukup tinggi. Flavonoid merupakan senyawa
fenolik alam (seringkali dalam formasi polifenol) yang memiliki sifat
antioksidan. Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab terhadap zat warna merah,
ungu, biru, dan sebagian zat warna kuning dalam tumbuhan. Semua flavonoid
menurut strukturnya merupakan turunan senyawa induk “ flavon “ yakni nama
sejenis flavonoid yang terbesar jumlahnya dan juga lazim ditemukan. Sebagian
besar flavonoid yang terdapat pada tumbuhan terikat pada molekul gula sebagai
glikosida, dan dalam bentuk campuran, jarang sekali dijumpai berupa senyawa
tunggal. Disamping itu sering ditemukan campuran yang terdiri dari flavonoid
yang berbeda kelas. Flavonoid dalam tumbuhan mempunyai empat fungsi : 1)
sebagai pigmen warna, 2) fungsi fisiologi dan patologi, 3) aktivitas farmakologi
dan 4) flavonoid dalam makanan. Aktifitas farmakologi dianggap berasal dari
rutin (glikosida flavonol) yang digunakan untuk menguatkan susunan kapiler,
menurunkan permeabilitas dan fragilitas pembuluh darah, dan lain-lain. Gabor
menyatakan bahwa flavonoid dapat digunakan sebagai obat karena mempunyai
bermacam macam bioaktifitas seperti antiinflamasi, antikanker, antifertilitas,
antiviral, antidiabetes, antidepresant, dan antidiuretik.

28. Polygala paniculata

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Poligales

Famili Polygaceae

Genus Polygala

Spesies Polygala paniculata

http://plantamor.com/species/info/polygala/paniculata
Diakses pada hari Kamis, 02 Mei 2019, pukul 20. 14 WIB.

Backer (1965), sebagaimana dikutip oleh Widyastuti (2017: 11-12)


mengemukakan bahwa tanaman Polygala paniculata merupakan terna semusim.
Mempunyai akar yang berserat berbau harum. Akar wangi memiliki batang yang
tumbuh tegak namun lunak. Bentuk batang bercabang banyak dan berkelenjar
yang dapat mencapai tinggi 50 cm, batang tegak silinder dan berbuku-buku.
Bentuk daunnya lanset 5-20 mm x 1-4 mm, ujung dan pangkal daun runcing,
berwarna hijau cerah. Memiliki akar tunggang dan berbau wangi. Perbungaan
terletak di ujung, berbentuk tandan dengan panjang 5-12 cm. perbungaan
rameosa, kecil berwarna putih berukuran 3 mm, tangkai bunga bersendi, memiliki
5 daun kelopak berwarna hijau, memiliki 3-5 daun mahkota, 8 benang sari, kepala
sari beruang 1-2 dengan tiap ruang memiliki 1 bakal biji. buah kendaga, kadang
bersayap, kecil berbentuk lonjong berukuran 2 mm dan kelopak lateralnya
gundul. Bijinya sangat kecil berwarna hitam dengan rambut putih kecil dan
memiliki lembaga yang lurus. Bunga tanaman berkhasiat ini bentuknya
menyerupai padi namun berduri dan berwarna putih kotor. Bunganya tumbuh di
ujung batang dan memiliki bentuk bulir. Memiliki akar serabut dan berwarna
kuning.

Sifat khas Polygala paniculata akarnya manis, wangi, hangat, dan


menenangkan. Memiliki khasiat sebagai obat yang diperoleh sebagian besar
berasal dari bagian akar tanaman. Beberapa Polygala paniculata, seperti P.
sibirica L. (China) dan P. crotalarioides Buch. Ham. ex DC. (Himalaya), P.
polipolia (India Selatan dan Jawa), dan P. senega L. (akar ular dari Amerika
Utara), akarnya dikenal mempunyai efek ekspektoran yang dipakai sebagai obat
batuk, asma, dan bronkhitis. Air rebusan dari P. paniculata L. digunakan sebagai
obat gonorrhoe dan sakit rematik di bagian punggung. Daunnya yang dihaluskan
dapat digunakan untuk mengobati luka. Namun, penggunaannya harus dilakukan
secara hati-hati karena airnya atau sap-nya dapat menyebabkan rasa perih jika
terkena mata (Badrunasar dan Santoso, 2017: 77).

29. Morus nigra


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Urticales

Famili Moraceae

Genus Morus

Spesies Morus nigra

http://plantamor.com/species/info/morus/nigra
Diakses pada hari Kamis, 02 Mei 2019, pukul 20. 23 WIB.

Menurut Hidayat dan Napitupulu (2015: 284), Morus nigra merupakan


pohon atau semak dengan tinggi 5-9 m. batang bulat, saat muda berwarna ungu
dan setelah tua berwarna cokelat. Daun tunggal berbentuk bulat telur, panjang 20
cm dan lebar 11 cm, tepi brgerigi, ujungnya runcing. Bunganya majemuk
berbentuk tandan, mahkota berbetuk tajuk kecil putih. Buah buni, muda berwarna
hijau, matang berwarna hitam dan manis. Biji kecil berwarna hitam.

Lebih jauh, Arshad dkk., (2014) dalam Khaira dan Ramadhania (2018:
247-248) mengungkapkan bahwa, Murbei hitam (Morus nigra) memiliki ukuran
lingkar batang 1-2 m dengan kulit kasar dan pecah-pecah. Ranting yang berwarna
merah kecoklatan dan tidak kasar. Daun memiliki panjang 4,5-11,7 cm dan lebar
4,2-8,1 cm, berbentuk hati dan bulat memanjang, berwarna hijau dengan
permukaan yang berbulu. Daun terdiri dari tangkai daun, berbentuk bulat telur
dan berbunga (lamina), tulang daun daun berbentuk hati dan kadang-kadang
berbulu. Tepi daun adalah crenate, bergigi dan berbulu. Catkins jantan memiliki
panjang 25-35 mm. Bunga jantan tidak memiliki kelopak bunga (sepal),
umumnya bentuk oval memiliki panjang 2,5-3 mm dan lebar 23 mm dengan
bentuk sangat cekung, berbulu di luar, benang sari lonjong dan ada antera.
Catkins betina berbentuk oval, panjang 15-28 mm, termasuk seikat bunga
sepanjang 6 hingga 8 mm. Bunga betina memiliki kelopak bunga berbentuk elips
(sepal), ovarium putih dan berbulu banyak.

Manfaat buah black mulberry adalah menurunkan tekanan darah tinggi


(hipertensi), mengurangi jantung berdebar (palpitasi), mengobati susah tidur
(insomnia), mengobati batuk berdahak, telinga berdenging (tinnitus), mengobati
tuli, sakit kepala (vertigo), sembelit pada orang tua, kurang darah (anemia), sakit
otot dan persendian, sakit tenggorokan, rambut beruban, dan sakit otot (Zahara,
2010, dalam Wirani, 2017: 16).

30. Artocarpus heterophyllus

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Urticales

Famili Moraceae

Genus Artocarpus

Spesies Artocarpus heterophyllus

http://plantamor.com/species/info/artocarpus/heterophyllus
Diakses pada hari Kamis, 02 Mei 2019, pukul 20. 26 WIB).

Menurut Dalimartha, (2008: 119) bahwa Nangka (Arthocarpus


heterophyllus) merupakan pohon besar dengan tinggi mencapai 8-15 m, bergetah,
berbuah terus-menerus. Daun tebal seperti kulit, letak berseling, panjang tangkai
1-4 cm. helaian daun memanjang atau bulat telur sungsang, tepi rata kadang
berlekuk 3-5, ujung meruncing, pangkal menyempit, permukaan atas mengilap,
panjang 7-15 cm, lebar 4,5-10 cm, berwarna hijau tua. Bunga dalam bulir,
berelamin tunggal dalam satu pohon. Buah besar bergantung pada batang atau
cabang utama, bentuk memanjang atau berbentuk ginjal, panjang 30-90 cm, lebar
seitar 50 cm berkulit tebal dengan duri tempel pendek berbentuk piramida,
berwarna hijau kekuningan, dan berbau keras. Berat buah mencapai 20 kg.
Daging buah tebal berwarna kuning di sekeliling biji. Biji lonjong, panjang 2,5-4
cm.
Tanaman nangka tergolong serba guna. Buahnya yang muda dapat di
sayur (gudeg). Sementara buah yang matang enak dimakan segar. Bijinya enak
dimakan setelah direbus. Daunnya untuk pakan ternak. Batangnya yang telah tua
baik sekali untuk bahan bangunan semakin tinggi. Buah nangka yang telah
matang dapat dibuat dodol dan keripik nangka yang tahan lama disimpan.
Tanaman nangka baik untuk konservasi lahan miring (curam), tetapi kurang baik
untuk pelindung jalan karena daun mudah gugur (Sunarjono, 2008: 54).

31. Artocarphus altilis

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Urticales

Famili Moraceae

Genus Artocarpus

Spesies Artocarpus altilis

http://plantamor.com/species/info/artocarpus/altilis
Diakses pada hari Kamis, 02 Mei 2019, pukul 20. 26 WIB.

Sudarjono (2008: 106-107) mengungkapkan bahwa, tanaman sukun


(Artocarphus Altilis) mempunyai akar tunggang yang dalam dan akar samping
dangkal. Akar samping dapat tumbuh tunas yang sering digunakan untuk bibit.
Daunnya lebar sekali, bercagap menjari, dan berbulu kasar. Batangnya besar, agak
luak, dan bergetah banyak. Cabangnya banyak pertumbuhannya cenderung ke
atas. Bunganya berkelamin tunggal (bunga betina dan bunga jantan terpisah),
tetapi berumah satu. Bunganya keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan
ranting. Bunga jantan berbentuk tongkat panjang yang disebut ontel. Bunga betina
berbentuk bulat bertangkai pendek (babal) seperti pada nangka. Bunga betina
merupakan bunga majemuk sinkarpik seperti pada nangka. Kulit buah menonjol
rata sehingga tampak tidak jelas yang merupakan bekas putik dari bunga
sinkarpik. Pada buah keluwih, tonjolan pada kulit buah merupakan duri yang
lunak.

Tanaman sukun menghasilkan buah yang memiliki kandungan gizi tinggi,


dan potensial dijadikan sebagai bahan makanan pokok alternatif pengganti beras.
Buah sukun umumnya dijadikan makanan ringan/tambahan dengan cara dibakar,
rebus, digoreng dan dibuat keripik. Namun dapat pula diolah menjadi beraneka
ragam masakan. Manfaat lainnya adalah tajuknya yang rindang dan perakaran
yang dalam dan menyebar luas, menjadikan tanaman sukun sebagai tanaman yang
cocok untuk kegiatan penghijauan dan konservasi lahan. Kayunya yang sudah tua,
dapat digunakan untuk bahan bangunan (konstruksi ringan), papan yang
dikilapkan, bahan pembuatan kotak/peti, mainan dan bahan baku pulp. Daunnya
bisa untuk pakan ternak, juga brguna sebagai obat herbal tradisional untuk
mengatasi gangguan jantung dan ginjal (Adinugraha, 2014: 5).

32. Ficus elasticus

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Urticales

Famili Moraceae

Genus Ficus

Spesies Ficus elstica


http://plantamor.com/species/info/ficus/elastica
Diakses pada hari Kamis, 02 Mei 2019, pukul 20. 33 WIB).

Adi (2006: 60) memaparkan bahwa tanaman Karet kebo (Ficus elastica)
merupakan pohon dengan tinggi 20-35 m. batangnya berkayu, bulat, permukaan
berbintik-bintik, dan berwarna hijau. Daunnya manjemuk, menyirip berhadapan,
lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 12-14 cm, lebar 5-7
cm, petulangan daun menyirip, permukaan halus, dan warna hijau.Bunga
majemuk, bentuk tandan,terletak di ketiak daun, bertangkai silindris, dan
berwarna putih.

Menurut Hariana (2008: 11) Karet kebo memiliki rasa pedas dan bersifat
netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam karet kebo di antaranya
getah berupa senyawa karet (lateks). Efek farmakologis yang dimiliki oleh karet
kebo diantaranya melancarkan peredaran darah dan menghilangkan sakit
(analgetik).

33. Rosa hybrida

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Rosales

Family Rosaceae

Genus Rosa

Spesies Rosa hybrida

http://plantamor.com/species/info/rosa/hybrida
Diakses pada minggu 5 Mei 2019, pukul 01:07 WIB
Mawar adalah suatu jenis tanaman semak dari genus rosa sekaligus nama
bunga yang dihasilkan dari tanaman ini. Mawar liar terdiri dari 100 spesies lebih,
kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang ber-udara sejuk. Spesies ini
umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang
tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi
tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter
(Simpson, 2010: 65).
Struktur generatif pada tumbuhan ini dengan kelamin bunga diesi, bunga
tumbuh diketiak, petalnya berwarna merah dan kepala sari berwarna kuning.
Jumlah calyx dan corolla 5. Jumlah stamen 3, anther diteka, dengan 1 karpel dan
2 lokus, perlekatan apocarpus, plasentasi free-central, letak ovarium inferior.
Buah nya dinamakan rose hips, buahnya buni. Biji achenes dan berbentuk bulat.

34. Fragaria vesca

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Rosales

Family Rosaceae

Genus Fragaria

Spesies Fragaria vesca

http://plantamor.com/species/info/fragaria/vesca

Diakses pada Minggu, 5 Mei 2019, pukul 01:28 WIB.

Fragaria adalah genus tumbuhan berbunga dalam keluarga mawar, roaceae


yang dikenal secara umum dengan nama stroberi karena buahnya yang bida
dikonsumsi. Ada lebih dari 20 spesies dan banyak hibrida dan kulitnya. Stroberi
yang paling sering dibiakkan adalah stroberi kebun. Stroberi adalah buah
komersial yang sangat penting, yang dibiakkan di berbagai belahan dunia
(Cronquist, 1981: 73).
Struktur generatif pada tumbuhan ini dengan kelamin bunga diesi, bunga
berwarna putih dengan stamen dan juga putik berwarna kuning. Jumlah calyx 10
dan corolla 5. Jumlah stamen 20-35, anther monoteka, jumlah karpel 1 dan ∞
lokus, perlekatan karpel apocarpus, letak ovarium superior, plasentasi free-
central. Buah semu, berbentuk oval lonjong dengan warna hijau ketika muda dan
merah ketika matang, biji berukuran kecil, lonjong, dan berwarna cokelat.

35. Pyrus malus

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Rosales

Family Rosaceae

Genus Pyrus

Spesies Pyrus malus

http://plantamor.com/species/info/pyrus/malus

Diakses pada Minggu, 5 Mei 2019, pukul 01:38 WIB.

Pohon apel besar jika ditanam dari biji. Secara umum, kultivar apel
diperbanyak dengan mencangkok ke batang bawah, yang mengontrol ukuran
pohon yang dihasilkan. Ada lebih dari 7.500 kultivar apel yang dikenal,
menghasilakn berbagai karakteristik yang diinginkan. Kultivar yang berbeda
dibiakkan untuk berbagai selera dan penggunaan, termasuk memasak, makan
mentah dan produksi sari. Pohon dan buah rentan terhadap sejumlah masalah
jamur, bakteri, dan hama, yang dapat dikendalikan dengan sejumlah organic dan
non-organik. Pada tahun 2010, genom buah diurutkan sebagai bagian dari
penelitian tentang pengendalian penyakit dan pembiakan selektif dalam produksi
apel (Simpson, 2010: 32).
Struktur generatif pada tumbuhan ini yaitu kelamin bunga diesi, bunga
memiliki warna putih dengan baur merah jambu. Calyx dan corolla berjumlah 5.
Jumlah stamen 20-25, anther diteka, jumlah 5 karpel dan 3 lokus, perlekatan
karpel apocarpus, letak ovarium inferior, plasentasi basal. Buah bulat hitam dan
hanya memiliki 3 biji pada setiap buah dan teksturnya keras. Biji bulat berwarna
hitam dan terdapat 3 biji.

36. Pilea microphylla

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Urticales

Family Urticaceae

Genus Pilea

Spesies Pilea microphylla

http://plantamor.com/species/info/pilea/microphylla

Diakses pada Minggu, 5 Mei 2019, pukul 01:47 WIB.

Tanaman ini dari keluarga urticaceae, daunnya berwarna hijau muda,


hampir segar, batang dan daun kecil 1/8 “yang berkontribusi pada nama
julukannya yang lain,” Artileri Pakis”, meskipun tidak ada hubungannya dengan
pakis. Ia ditanam sebagai penutup tanah di banyak daerah (Lukito, 2007: 125).

Struktur vegetative pada tumbuhan ini yaitu kelamin bunga monesi, bunga
jantan berwarna merah sedangkan yang betina berwarna putih, bunga berukuran
kecil. Perigonium corolinus, jumlah stamen 4, anther diteka, jumlah 1 karpel dan
5 lokus, perlekatan karpel apocarpus, letak ovarium inferior, plasentasi basal.
Buah buni berwarna hitam dan panjang mencapai 1 cm. biji 1 dan tidak memiliki
lekukan.
37. Cannabis sativa

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Urticales

Family Cannabaceae

Genus Cannabis

Spesies Cannabis sativa

http://plantamor.com/species/info/cannabis/sativa

Diakses pada Minggu, 5 Mei 2019, pukul 01:57 WIB.

Tanaman ini adalah tanaman berbunga herba tahunan yang berasal dari
Asia Timur, tetapi sekarang memiliki distribusi cosmopolitan karena penanaman
yange meluas. Ini telah dibudidayakan sepanjang sejarah, digunakan sebagai
sumber serat, industri, minyak biji, makanan, rekreasi, susasana hati dan obat-obat
agama dan spiritual. Setiap bagian tanaman dipanen secara berbeda, tergantung
pada tujuan penggunaanya. Kata “sativa” berarti hal-hal yang dibudidayakan
(Hariana, 2008: 65).

Struktur generatif pada tumbuhan ini meliputi kelamin bunga monesi,


bunga memiliki warna putih kehijauan, bunga majemuk dan perigonium
corolinus. Jumlah stamen 5, anther diteka, jumlah 1 karpel dan 1 lokus, perlekatan
karpel apocarpus, letak ovarium superior dan plasentasi basal. Buah berebntuk
kotak, dengan panjang 3-5, kulit buah keras, dan biji bulat tebal.

38. Cucumis sativus


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Violales

Family Cucurbitaceae

Genus Cucumis

Spesies Cucumis sativus

http://plantamor.com/species/info/cucumis/sativus

Diakses pada Minggu, 5 Mei 2019, pukul 02:09 WIB.

Mentimum atau ketikum dari suku labu-labuan atau cucurbitaceae,


merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya
biasa dipanen ketika belum masak benar dijadikan sayuran atau penyegar,
tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari
seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak didalamnya
sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk
membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan
tekanan darah (Dalimartha, 2008: 87).

Struktur generatif pada mentimun meliputi kelamin bunga monesi, bunga


berbentuk seperti terompet, dengan warna kunig. Jumlah calyx dan corolla 5,
jumlah stamen 5. Anther monoteka, jumlah 1 karpel dan 3 lokus, perlekatan
karpel apocarpus, letak ovarium inferior, dan plasentasi axilaris. Buah lonjong
dengan warna hijau ukuran panjang, biji berbentuk pipih dan berwarna putih.

39. Sechium edule


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Violales

Family Cucurbitaceae

Genus Sechium

Spesies Sechium edule

http://plantamor.com/species/info/sechium/edule

Diakses pada Minggu, 5 Mei 2019, pukul 02:17 WIB.

Labu siam adalah tumbuhan suku labu-labuan yang dapat dimakan buah
dan pucuk mudanya. Tumbuhan ini merambat di tanah atau agak memanjat dan
biasa dibudibayakan di pekarangan, biasanya di dekat kolam. Buah menggantung
dari tangkai. Daunnya berbentuk mirip segitiga dan permukaannya berbulu
(Hariana, 2008: 97).

Struktur generatif pada tumbuhan ini meliputi kelamin bunga diesi, bunga
berwarna putih kekuningan, dengan ukuran kecil, bunga axilaris. Calyx berjumlah
3 dan corolla berjumlah 5, jumlah stamen 5. Anther diteka, jumlah 1 karpel dan 1
lokus, perlekatan karpel apocarpus, letak ovarium inferior, dan plsaentasi basal.
Buah berwarna hijau dengan ukuran besar. Biji berwarna putih dengan bentuk
pipih.

40. Momordica charantia


Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Violales

Family Cucurbitaceae

Genus Momordica

Spesies Momordica charantia

http://plantamor.com/species/info/momordica/charantia
Diakses pada Minggu, 5 Mei 2019, pukul 02:56 WIB.
Pare adalah tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah Asia Tropis,
terutama India bagaian barat. Anggota suku labu-labuan atau Cucurbitaceae ini
biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan
pengobatan. Nama Momordica yang melekat pada nama binomialnya berarti
“gigitan” yang menunjukkan pemerian tepi daunnya yang bergerigi menyerupai
bekas gigitan (Dalimartha, 2008: 71).

Struktur generatif pada tumbuhan ini meliputi kelamin bunga biseks,


bunga tunggal terletak pada bagian aksila. Jumlah calyx dan corolla 5, jumlah
stamen 5. Panjang filament 5-7 mm, anther diteka, jumlah 3 karpel dan 1 lokus,
perlekatan karpel syncarpus, letak ovarium inferior, dan plasentasi parietal. Buah
pepo, dan biji eksalbumin.
41. Begonia sp.
Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Violales

Family Begoniaceae

Genus Begonia

Spesies Begonia sp.

http://menarailmuku.blogspot.com/2012/12/klasifikasi-begonia-sp.html
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.10 WIB
Tanaman begonia adalah tanaman menahun berupa terna tegak yang
bersemak atau menjalar. Batang begonia mengandung air dengan letak daun yang
tersebar. Batang begonia berbentuk silindris, berambut, beruas- ruas, bercabang-
cabang dan melata di atas tanah, serta warnanya hijau kemerahan. Akar begonia
yaitu akar serabut dan berwarna putih kotor. Ciri khas dari begonia adalah bentuk
daunnya yang asimetris sehingga jika dilipat bentuk dan ukuran daun tidak sama.
Bentuk daun begonia bervariasi, ada yang berbentuk oval, menjari, seperti daun
palem, seperti terompet atau berumbai-umbai, tergantung dari spesiesnya. Daun
begonia juga beragam, ada yang tipis seperti kertas, agak tebal hingga tebal, serta
berair dan agak rapuh.

Bunga begonia adalah bunga majemuk (inflorescentia). Bunga ini muncul


di bagian ketiak daun atau di ujung batang. Bunga jantan memiliki 2 sampai 4
tenda bunga dan benang sari yang banyak. Sementara bunga betina memiliki 2
sampai 5 tenda bunga. Warna bunga begonia bervariasi, ada yang berwarna
kuning, putih atau merah muda. Bunga begonia berbentuk menyerupai payung
dengan panjang tangkai sekitar 5 – 10 cm dan tanpa kelopak. Mahkotanya
berbentuk kuku, duduk di atas bakal buah, berwarna putih kemerahan. Buah
tanaman begonia bersayap, berongga atau bertanduk. Biasanya, sebagian besar
buah begonia akan mengering setelah masak fisiologis. Warna buah begonia
beragam, mulai dari putih, merah muda, kuning, oranye, merah, hijau sampai
cokelat. Bijinya berbentuk serbuk halus dan berwarna cokelat.

42. Alnus glutinosa

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fagales

Family Betulaceae

Genus Alnus

Spesies Alnus glutinosa

https://id.wikipedia.org/wiki/Alnus
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.20 WIB

Kulit tumbuhan ini halus dan berwarna coklat kehijauan saat masih muda.
Saat pohon menjadi dewasa, warnanya berubah menjadi cokelat keabu-abuan
dengan garis-garis horizontal pendek berkutil (disebut lentisel) dan retakan
dangkal. Ranting-ranting itu lengket ketika muda, dan menghasilkan tunas yang
diuntit berwarna keunguan. Akar sangat cepat tumbuh dan dapat memperpanjang
akar sedalam 5 m untuk mengakses air tanah (Anderson, 2014: 3).

Daunnya sederhana, alternate dan kasar. Mereka memiliki margin


bergerigi (bergigi ganda), dan bentuk bundar dengan ujung tumpul atau ujung
berlekuk. Daun muda terasa lengket saat disentuh tetapi menjadi lebih halus
seiring bertambahnya usia. Panjang daun biasanya sampai 13 cm, dan lebar 5-8
cm dengan urat terangkat di bagian bawah. Daunnya akan tetap berada di pohon
hingga jatuh. Daun kaya akan nitrogen dan menambahkan nitrogen tambahan ke
tanah saat terurai (Anderson, 2014: 3).

Bunganya monoecious - bunga jantan dan betina tumbuh di pohon yang


sama. Bunga jantan yang kurus dan berwarna coklat kemerahan muncul pada
musim gugur, melewati musim dingin di pohon dan mengembang pada musim
semi sebelum daun muncul. Pada musim semi, bunga betina (juga disebut sebagai
catkins) muncul dan dibuahi oleh serbuk sari dari catkins jantan (biasanya dari
pohon lain, tetapi mereka kompatibel). Setelah dibuahi, si betina mengeras
menjadi buah seperti kerucut yang menghasilkan biji kecil bersayap. 'Kerucut'
betina tumbuh dalam kelompok di dekat ujung cabang dan ini tetap hijau sampai
benih dilepaskan (biasanya pada akhir September/awal Oktober). Mereka
kemudian mulai berubah warna menjadi coklat. Tumbuhan ini dapat berbunga di
musim tanam keduanya. Mereka menghasilkan rata-rata 60 biji per kerucut dan
hingga 4.000 kerucut per pohon di pohon dewasa. Benih mengandung kandung
kemih udara yang membantu mereka mengapung di air. Tumbuhan ini sebagian
besar menyebar melalui biji. Mereka biasanya berkecambah dalam tahun pertama
(Anderson, 2014: 4).

43. Betula sp.

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fagales

Family Betulaceae

Genus Betula

Spesies Betula sp.

https://en.wikipedia.org/wiki/Birch
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.32 WIB

Spesies ini umumnya berupa pohon atau semak berukuran kecil sampai
sedang, sebagian besar beriklim sedang dan boreal. Daun sederhana bergantian,
bergerigi tunggal atau ganda, berurat bulu, petiolat dan ditetapkan. Mereka sering
muncul berpasangan, tetapi pasangan ini benar-benar ditanggung oleh ranting-
ranting lateral yang seperti memacu, berdaun dua, Buahnya adalah samara kecil,
meskipun sayapnya mungkin tidak jelas di beberapa spesies. Kulit semua pohon
ditandai secara khas dengan lentisel horisontal yang panjang, dan sering
dipisahkan menjadi pelat tipis, tipis, terutama di atas kertas birch. Warna khas
memberi nama umum abu-abu, putih, hitam, perak, dan birch kuning untuk
spesies yang berbeda.

Bunga-bunga monoecious, dibuka dengan atau sebelum daun dan


ditumbuhkan setelah dewasa, daun ini biasanya 3-6 milimeter (1⁄8–1⁄4 in) panjang
pada kelompok bunga tiga di axils dari sisik terkulai atau tegak catkins atau
aments. Amen yang tajam bersifat terjumbai, berkelompok atau soliter dalam
aksil daun terakhir cabang tahun ini atau dekat ujung cabang pendek lateral tahun
itu. Mereka terbentuk pada awal musim gugur dan tetap kaku selama musim
dingin. Sisik amentum staminate saat dewasa adalah bulat telur, bulat, kuning atau
oranye di bawah bagian tengah, berwarna cokelat tua di puncak. Setiap skala
menghasilkan dua bractlets dan tiga bunga steril, masing-masing bunga terdiri
dari kelopak sessile, membranaceous, biasanya dua lobed. Setiap kelopak
memiliki empat filamen pendek dengan kepala sari bersel satu atau dua filamen
yang dibagi menjadi dua cabang, masing-masing berisi setengah antera. Sel-sel
lain terbuka secara longitudinal. Amin pistilat ereksi atau terjumbai, soliter;
terminal pada branchlets seperti memacu lateral berdaun dua tahun. Sisik pistillate
adalah lonjong-bulat telur, tiga-lobed, kuning-hijau pucat sering diwarnai dengan
merah, menjadi coklat pada saat jatuh tempo. Sisik-sisik ini menghasilkan dua
atau tiga bunga subur, masing-masing bunga terdiri dari ovarium telanjang.
Ovarium dikompresi, bersel dua, dan dimahkotai dengan dua gaya ramping; ovula
itu soliter. Setiap skala menghasilkan satu kacang kecil bersayap yang oval,
dengan dua stigma persisten di puncaknya.

44. Casuarina equisetifolia

Klasifikasi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fagales

Family Casuarinaceae

Genus Casuarina

Spesies Casuarina equisetifolia

https://en.wikipedia.org/wiki/Casuarina_equisetifolia
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.41 WIB

Pohon cemara berukuran tinggi dan berbentuk kerucut. Daunnya


berbentuk ramping dan runcing yang berguna untuk mengurangi penguapan.
Bentuk daun tersebut juga merupakan adaptasi pohon cemara terhadap
lingkungan yang panas. Warna daun pohon cemara biasanya hijau gelap, tetapi
ada beberapa spesies yang berwarna hijau terang.
Pada saat pohon cemara masih muda, kulit kayunya halus, berwarna
coklat kehijauan, dan belum mempunyai retakan. Kulit kayu pohon cemara
dewasa terbilang tebal dan warnanya coklat gelap dan biasanya terdapat retakan-
retakan di sekujur pohon cemara. Tebalnya kulit kayu pohon cemara membuatnya
dapat bertahan di segala kondisi cuaca.
Pohon cemara tidak menghasilkan buah melainkan pinecone atau runjung
cemara. Runjung cemara adalah semacam pucuk yang membawa biji dan juga
menjadi organ reproduksi pohon cemara untuk berkembang biak. Cabang pohon
cemara tumbuh rapat dengan cabang lainnya hingga tampak seperti lingkaran
cabang yang tumbuh dari titik yang sama. Namun sebenarnya pola cabang-cabang
tersebut berbentuk spiral, dimana semakin ke atas, maka cabangnya akan tumbuh
semakin pendek. Inilah yang membuat pohon cemara tampak seperti kerucut atau
piramida.

45. Gymnostoma sp.

Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fagales

Family Casuarinaceae

Genus Gymnostoma

Spesies Gymnostoma sp.

https://gd.eppo.int/taxon/GNOSS
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 14.45 WIB

Tanaman pohon dengan tinggi bisa mencapai 20 meter. Kulit batang abu-
abu coklat terang, ranting-ranting terkulai menyerupai jarum. Daun tunggal,
tersusun dalam 7-8 helai. Bunga berkelamin satu, bunga jantan dan betina bisa
terdapat dalam 1 pohon atau pohon berbeda. Bunga jantan terletak di ujung, bulir
memanjang, dan bunga betina berada di samping, bunga betina berbentuk kerucut
(Sumarno, 2018: 102).

Species yang masih muda banyak digunakan sebagai pohon ornamen,


atau pohon hias, misalnya untuk pohon natal. Namun, penggunaan sebagai pohon
ornamental sudah mulai dikurangi, mengingat jumlah species ini sudah terbatas,
hampir langka. Kayu dari species ini dikenal sangat kuat, dan keras, sehingga di
daerah Serawak, Malaysia, digunakan sebagai bahan pembuat
arang(charcoal),dan banyak dipakai sebagai bahan kayu bakar, dan juga bahan
bangunan.

46. Castanea sp.

Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fagales

Family Fagaceae

Genus Castanea

Spesies Castanea sp.

https://en.wikipedia.org/wiki/Castanea_(genus)
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 15.05 WIB

Pohon ini memiliki tingkat pertumbuhan sedang hingga cepat tumbuh.


Kulitnya halus ketika muda, berwarna merah marun atau warna merah-cokelat
atau abu-abu. Seiring bertambahnya usia, kulit spesies ini menjadi abu-abu dan
lebih gelap, tebal, dan sangat berkerut; alur-alurnya membentang secara
longitudinal, dan cenderung melilit batang ketika pohon menua; kadang-kadang
mengingatkan salah satu kabel besar dengan helai bengkok. Daunnya sederhana,
bulat telur atau lanset, panjang 10–30 cm dan lebar 4–10 cm, dengan gigi runcing
tajam, berjarak banyak, dengan bulatan bulat dangkal di antaranya.

Bunga-bunga mengikuti daun, muncul di akhir musim semi atau awal


musim panas atau hingga JuliMereka disusun dalam catkin panjang dari dua jenis,
dengan kedua jenis ditanggung pada setiap pohon. Setiap bunga memiliki delapan
benang sari, atau 10 hingga 12. Serbuk sari yang matang membawa bau manis
yang berat yang bagi sebagian orang dianggap terlalu manis atau tidak
menyenangkan. Catkin lain memiliki bunga yang mengandung serbuk sari ini,
tetapi juga membawa dekat ranting dari mana ini musim semi, kelompok kecil
bunga betina atau penghasil buah. Dua atau tiga bunga bersama-sama membentuk
calybium berduri empat lobus, yang akhirnya tumbuh sepenuhnya bersama-sama
untuk membuat kulit coklat, atau sekam, menutupi buah-buahan.

47. Quercus sp.

Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fagales

Family Fagaceae

Genus Quercus

Spesies Quercus sp.

https://en.wikipedia.org/wiki/Oak
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 15.15 WIB

Tumbuhan ini telah mengatur daunnya secara spiral, dengan batas lobat
pada banyak spesies; beberapa memiliki daun bergerigi atau seluruh daun dengan
margin halus. Banyak spesies gugur adalah marcecent, tidak menjatuhkan daun
mati sampai musim semi. Di musim semi, satu pohon ek menghasilkan bunga
jantan (dalam bentuk catkin) dan bunga betina kecil. Buahnya adalah kacang yang
disebut biji ek atau kacang ek yang ditanggung dalam struktur mirip cangkir yang
dikenal sebagai cupule; setiap biji mengandung satu biji (jarang dua atau tiga) dan
membutuhkan waktu 6–18 bulan untuk matang, tergantung pada spesiesnya. Biji
dan daunnya mengandung asam tanat, yang membantu melindungi dari jamur dan
serangga. Pohon ek hidup dibedakan sebagai pohon cemara, tetapi sebenarnya
bukan kelompok yang berbeda dan malah tersebar di seluruh genus.
48. Lithocarpus sp.

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Fagales

Family Fagaceae

Genus Lithocarpus

Spesies Lithocarpus sp.

https://en.wikipedia.org/wiki/Lithocarpus
Diakses pada 5 Mei 2019, pukul 15.25 WIB

Pohon Lithocarpus adalah pohon yang selalu hijau dengan daun-daun alternatif
yang kasar, yang bisa utuh atau bergigi. Benihnya adalah kacang yang sangat mirip
dengan biji ek, tetapi dengan kulit kacang yang sangat keras (oleh karena itu nama
genusnya, dari bahasa Yunani lithos= batu, + carpos= benih). Kernel kacang dapat
dimakan pada beberapa spesies (mis. Lithocarpus edulis), tetapi tidak dapat dimakan, dan
sangat pahit, pada spesies lain. Beberapa bagian dari genus telah mengembangkan jenis
buah baru di mana benih tertanam dalam bahan wadah buah yang menjadi sangat
lignifikasi dan keras, memberikan perlindungan mekanis yang lebih besar pada benih.
G. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan diatas maka dapat
disimpulkan bahwa setiap klad dalam fabids ini memiliki ciri khususnya sendiri
diantaranya ordo Malpighiales memiliki 3 karpel, yang terdiri dari famili
Euphorbiaceae biasanya memiliki getah atau milky latex pada batangnya sebagai
contoh pada spesies Euphorbia pulcherrima. Sedangkan pada famili Passifloraceae
memiliki ciri didapatinya androgynofor fan batangnya berbentuk persegi empat
sebagai contoh pada spesies Passiflora guadringularis. Pada umumnya ordo
malpighiales ini memiliki ciri ciri diantaranya habitus berupa pohon dan semak, akar
tunggang, batang berkayu, ada yang simpodial dan ada yang monopodial, daun
tunggal tersebar, kebanyakan uniseksual, ovariumnya superior, umurnya tahunan.
Pada ordo oxalidase ini memiliki ciri khusus yaitu stamen lapis. Sedangkan
pada umumnya ordo ini memiliki ciri diantaranya memiliki akar tunggang, batang
berkayu, daunnya majemuk kelamin bunga buseksual, jumlah calyx dan corolla sama
sama 5 dan jumlah stamen 10, umurnya bisa mencapai tahunan.
Ordo fabales memiliki ciri khusus yaitu memiliki buah polong seperti pada
spesies Sesbania grandiflora. Sedangkan ciri umumnya diantaranya akar tunggang,
batang tidak berkayu, daun majemuk dengan pertulangan menyirip, kelamin bunga
biseskual, calyx sama sama berjumlah 5. Anthernya diteka, styllusnya panjang,
plasentasi aksilar dan umurnya busa mencapai tahunan.
Ordo rosales memiliki ciri khusus yakni ada perhiasan bunga yang ikut
matang seperti pada spesies Rosa hybrida. Sedangkan ciri umum diantaranya
memiliki akar tunggang, batang ada yang berkayu ada yang tidak berkayu, daun
majemuk dengan pertulangan caspedodrom, bentuknya ovate. Kelamin bunga diseus,
calyx 5 chorolla 5, keterkaitan antar stamennya saling lepas, dengan organ lainnya
pun saling lepas, filamen didynomous, apocarpus, umurnya tahunan.
Pada ordo cucurbitales yang terdiri dari famili cucurbitaceae dan begoniaceae
memiliki ciri khusus yakni ovarium beruang tiga seperti pada spesies Cucumis
sativus. sedangkan pada ordo fagales yang terdiri dari famili bertulaceae,
cassuarinaceae, dan fagaceae memiliki ciri khusus yakni buahnya berduri seperti pada
spesies Betula sp.
DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Masoed. 2005. Ensiklopedia Minangkabau. Minangkabau: Pusat Pengkajian


Islam dan Minangkabau.

Adi, N, dkk. 2014. Pengembangan Teknik Budidaya Sukun

(Artocarpus Altilis) Untuk Ketahanan Pangan. Jakarta:


Ipb Press.

Anderson, Hayley. 2014. European Black Alder (Alnus glutinosa). Peterborough:


Ontario.

Aswiana. 2018. Potensi Antidiabetes Ekstrak Bunga Flamboyan (Delonix Regia)


Sebagai Penunjang Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia. Skripsi. Banda
Aceh: Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Darussalam.

Boland, D. J. dkk. 1984. Forest Trees of Australia (Fourth Edition Revised and
Enlarged). Collingwood: CSIRO Publishing.

Bruce, Asakawa. 2001. Callifornia Gardens Guide. California: Spring Press.

Cronquist, A. 1981. An Integrated System of Classifation of Flowing Plant. New York:


Columbia University Press.

Dalimartha. 1987. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta; Puspa Swara.

Dalimartha, Setiawan. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 5. Jakarta: Pustaka
Bunda.

Danarto, S.A. 2016. Keragaman dan Potensi Koleksi Polong-Polongan (Fabaceae) di


Kebun Raya Purwodadi-LIPI. Jurnal Peneltian. Vol 2. No 1. Halm: 1-9.
(Diakses pada hari Minggu, 28 April 2019, pukul 09.40 WIB).
Dea, E.F, dkk. 2016. Keanekaragaman Jenis dan Pemanfaatan Euphorbiaceae di Cagar
Alam Dungus Iwul Bogor Jawa Barat. Jurnal Biologi. Vol 5. No 4. Halm: 18-
23. (Diakses pada hari Minggu, 28 April 2019, pukul 11.05 WIB).

Duke, N. C. 1991. A Systematic Revision of the Mangrove Genus Avicennia


(Avicinneaceae) in Australia. Australian Systematic Botany. Vol. 4, No. 2, hal:
299-324.

Efendi, M. 2018. Konservasi Eksitu Jenis Begonia Alam Pegunungan Sumatra di


Kebun Raya Cibodas Jawa Barat. Jurnal Saintifik. Vol 35. No 2. Halm: 84-90.
(Diakses pada hari Minggu, 28 April 2019, pukul 10.11 WIB).

Elpawati. 2013. Analisis Produksi Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn.) Bibit Unggul.
Jurnal Agribisnis. Vol. 7, No.2, hal:235-246.

Firdaus, Nova Reskhi, dkk. 2016. Karakterisasi Fenotipik Ubi Kayu (Manihot
esculenta Crantz) Lokal Sumatra Barat. Jurnal Agroteknologi. Vol. 10, No. 0,1
hal: 104-116.

Harapini dan Praptiwi. 2015. Penafsiran Fitokimia an Bilangan Peroksida (POV) Tiga
Jenis Tumbuhan Famili Moraceae (Artocarpus sp. A. Elastica, dan Ficus sp)
dari Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Sulut). Jurnal Berita Biologi. Vol
6. No 4. Halm: 595-599. (Diakses pada hari Minggu, 28 April 2019, pukul
10.20 WIB).

Hariana, H.A 2008. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 2. Depok: Penebar Swadaya.

Hidayat, R.S dan Napitupulu. 2015. Kitab Tumbuhan Obat. Jakarta: Agriflo.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan berguna di Indonesia. Bogor; Balai penelitian dan


pengembangan kehutanan.

Irsyam, A.S dan Priyanti.2016. Suku Fabaceae di Kampus UIN Syarif Hidayatullah.
Jakarta, Bagian 1: Tumbuhan Polong-Polongan Berperawakan Pohon. Al-
Kauniyah Jurnal Biologi. Vol 9. No1.Halm: 44-56. (Diakses pada hari Minggu,
28 April 2019, pukul 10.39 WIB).
Khaira , N. Y Dan Zelika, M.R. 2018. Review: Kandungan Senyawa Kimia Murbei
Hitam (Morus Nigra L.) Dan Efek Farmakologinya. Farmaka Suplemen. Vol
16 No 2. Halm: 246-253. (Diakses pada hari Jumat, 03 Mei 2019, pukul 19.05
WIB).

Lukito, dkk. 2007. Tanaman Hias. Jakarta: PT Agromrdia Pustaka.

Luo, S. 2006. Distribusi bunga morf, serbuk sari dan polipladi. Jurnal analisis botani.
98(2). 78-89.

Majid, Tiara Salsabila & Muchtaridi. 2018. Farmatologi Ekstrak Daun Katuk
(Sauropus androgynus (L.) Merr). Jurnal Farmasi. Vol. 16, No. 2, hal: 127-
137.

Noor. Y. R. Dkk. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Bogor: PKA


internasional

Nworgu, FC. Egbunike, (2013). "Potensi nutrisi daun Centrosema pubescens, Mimosa
invisa dan Pueraria phaseoloides pada respons kinerja pertumbuhan ayam
broiler". Jurnal Amerika Pertanian Eksperimental . 3 (3): 506–519.

Purwaningsih dan Polosakan. 2016. Keanekaragaman Jenis dan Sebaran Fagaceae di


Indonesia.Jurnal Penelitian dan Pengabian Masyarakat. Vol 3. No 2. Halm: 85-
92. (Diakses pada hari Minggu, 28 April 2019, pukul 13.00 WIB).

Rachan, E. 2012. Kajian Potensi dan Pemanfaatan Ganitiri (Elaecarpus sp ). Mitra


Hutan Tanaman. Vol 7. No 2. Halm: 39-50. (Diakses pada hari Senin, 29 April
2019, pukul 18. 35 WIB).

Saparinto, Cahyo. 1965. Grow Your Own Fruit: Panduan Praktis Menanam 28
Tanaman Buah Populer di Pekarangan. Yogyakarta.Sari, F.C. 2017. Efektivitas
Ekstrak Daun Bunga Kupu – Kupu (Bauhinia Purpurea L.) Dan Taurin
Terhadap Antidiabetes Dan Jumlah Spermatozoa Mencit Jantan (Mus Musculus
L.) Yang Diinduksi Aloksan. Skripsi. Lampung: Jurusan Biologi Fakultas
Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.
Setiawan dkk. 2004. Ekosistem Mangrove di Jawa. Jurnal Biodiversiti. Vol5. No2.
Hal105-118.

Simpson, M.G. 2010. Plant Systematics Second Edition. USA: Elsevier Academic
Press.

Soenarto, H. 2005. Resep Sembuhkan Hipertensi Asam Urat dan Obesitas. Jakarta:
Elex Media Komputindo.

Sunarjono, H.H. 2008. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Depok: Penebar Swadaya.

Suprapati. 2005. Aneka Olahan Beligu dan Labu. Yogyakarta: Kanisius.

Tjitrosoepomo, G. 2013. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: UGM


Press.

Wahyuni, Tina Hesti. 2011. Bauhinia purpurea. Linn. Jurnal Invormasi Singkat Benih
Diretorat Pembenihan Tanaman. Vol 3. No.13. Halm: 1-7. (Diakses pada hari
Senin, 29 April 2019, pukul 18. 35 WIB).

Widyastuti, Kiky. 2017. Pengaruh Kombinasi NAA (Naphtalene Acetic Acid) dan BAP
(Benzil Amino Purine) Terhadap Induksi Tunas Aksilar Tanaman Balsam
(Polygala Paniculata L) Secara In Vitro). Skripsi. Malang: Jurusan Biologi
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Wijayakusuma, H.M dan Hembing. 2000. Ensiklopedi Milenium Tumbuhan Berkhasiat


Obat Indonesia. Jakarta: Prestasi Insan Indonesia.

Wirani, Rizky. 2017. Ajian Perbandingan Daun Dengan Ampas Buah Black Mulberry
(Morus Nigra) Terhadap Karakteristik The Celup. Skripsi. Bandung: Program
Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan.
PEER ASSESMENT KELOMPOK 1

Aspek Penilaian
No Nama JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Nurul Hidayah
1 83 83 83 83 83 83 83 83 83 83
Safitri
84 85 84 85 85 84 85 86 84 83
83 83 84 84 85 84 84 86 85 84
86 87 88 89 86 87 88 89 86 87
85 85 85 87 85 85 85 87 87 85
84.2 84.6 84.8 85.6 84.8 84.6 85 86.2 85 84.4 84.92
2 Refa Maria Ulfa 83 83 83 83 83 83 83 83 83 83
87 87 87 87 87 87 87 87 87 87
85 84 85 83 85 84 85 86 85 84
86 87 88 89 86 87 88 89 86 87
85 85 87 85 85 85 87 87 85 85
85.2 85.2 86 85.4 85.2 85.2 86 86.4 85.2 85.2 85.5
Riska Nursalma
3 87 87 87 87 87 87 87 87 87 87
Septiani
84 85 84 85 85 84 86 86 84 83
85 83 83 84 84 84 84 86 85 84
86 87 88 89 86 87 88 89 86 87
85 85 87 85 85 85 87 87 85 85
85.4 85.4 85.8 86 85.4 85.4 86.4 87 85.4 85.2 85.74
Rozna Fathin
4 83 83 83 83 83 83 83 83 83 83
Nafisyah
87 87 87 87 87 87 87 87 87 87
83 86 84 85 85 84 86 86 84 85
85 84 85 84 84 84 84 85 85 84
86 87 88 89 86 87 88 89 86 87
84.8 85.4 85.4 85.6 85 85 85.6 86 85 85.2 85.3
Tandri Akbar
5 83 83 83 83 83 83 83 83 83 83
Muzakir
87 87 87 87 87 87 87 87 87 87
83 85 84 85 85 84 85 84 84 84
84 83 83 84 84 84 84 83 85 83
85 85 87 85 85 85 80 85 85 85
84.4 84.6 84.8 84.8 84.8 84.6 83.8 84.4 84.8 84.4 84.54
6 Windy Siti Hopipah 83 83 83 83 83 83 83 83 83 83
87 87 87 87 87 87 87 87 87 87
85 86 84 85 85 84 88 87 84 85
86 87 88 89 86 87 88 89 86 87
85 85 87 85 85 85 88 87 85 85
85.2 85.6 85.8 85.8 85.2 85.2 86.8 86.6 85 85.4 85.66