Anda di halaman 1dari 3

Penganggaran Organisasi Nirlaba

Oleh Admin KeuLSM / Senin 18 Maret 2013 / Tidak ada komentar

Anggaran dapat diinterpretasikan sebagai paket perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan
akan terjadi selama satu atau beberapa periode mendatang. Dalam tampilan anggaran, data penerimaan
dan pengeluaran yang terjadi di masa yang lalu biasanya juga disertakan.

keuanganLSM

Penganggaran Organisasi Nirlaba

Disarikan dari Akuntansi untuk LSM dan Partai Politik, Indra Bastian, Erlangga 2007; Bab 4 Penerapan
Sistem Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya LSM.

A budget is the quantitative expression of a proposed plan of action by management for a future time
period and is an aid to the coordination and implementation of the plan (Horngen dkk, Cost Accounting,
2000, hal 178)

Anggaran dapat diinterpretasikan sebagai paket perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan
akan terjadi selama satu atau beberapa periode mendatang. Dalam tampilan anggaran, data penerimaan
dan pengeluaran yang terjadi di masa yang lalu biasanya juga disertakan. Pada dasarnya, ada 3 jenis
anggaran: (1) Anggaran modal (capital budget) yang menggambarkan perencanaan pengelolaan modal,
(2) Anggaran kas (cash budget) yang menggambarkan perencanaan penerimaan dan pengeluaran kas,
dan (3) Anggaran operasi (operating budget) yang menggambarkan perencanaan pendanaan aktivitas.

Anggaran modal (capital budget) berisi daftar kebutuhan modal yang diajukan untuk satu tahun yang
akan datang. Pada sisi dampak, anggaran tersebut mencakup seluruh pengeluaran bagi perolehan aset
yang direncanakan selama satu tahun. Pada kebanyakan organisasi, komponen anggaran modal muncul
dari keputusan yang dibuat pada saat proses perencanaan strategis. Apabila seluruh anggaran modal
yang disetujui lebih besar dari yang seharusnya didanai, maka manajemen harus mengurangi anggaran
modalnya. Jika modal proyek tersebut berdampak terhadap pelaksanaan program tahun depan, maka
beberapa pengurangan harus dipertimbangan dengan hati-hati.
Merencanakan sebuah RAB untuk jangka waktu pendek, menengah, atau panjang melibatkan perkiraan
biaya selama periode tertentu. Biaya yang layak untuk setiap pos pengeluaran harus ditentukan.

Anggaran berfungsi sebagai berikut:

Anggaran merupakan hasil akhir dari proses penyusunan rencana kerja.

Anggaran merupakan cetak biru aktivitas yang akan dilaksanakan di masa mendatang.

Anggaran sebagai alat komunikasi internal yang menghubungkan masing-masing unit kerja lembaga dan
sebagai mekanisme kerja antar pelaksana program.

Anggaran sebagai alat pengendali unit kerja lembaga.

Anggaran sebagai alat motivasi seta persuasi tindakan efektif dan efisien daam percapaian visi organisasi.

Prosedur Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pertama buatlah daftar rincian biaya dengan akurat. Kemudian
pisah-pisahkan menjadi item-item yang berbeda, seperti: gaji, biaya sewa, material, transportasi,
komunikasi, peralatan, pelatihan, dan publikasi. Penghitungan yang lebih detail harus ada jika donator
memintanya.

Merencanakan sebuah RAB untuk jangka waktu pendek, menengah, atau panjang melibatkan perkiraan
biaya selama periode tertentu. Biayanya yang layak untuk setiap pos pengeluaran harus ditentukan.
Tidak hanya sumber keuangannya yang harus diidentifikasi, tipe pembiayaan perlu juga disesuaikan
dengan kegiatan dan situasi keuangan organisasi pengusul. Biaya-biaya harus nyata dan dan disusun
sepraktis mungkin. Jika sebuah komputer akan dimasukkan dalam RAB, maka periksa harga pasarnya
untuk menentukan kisaran harga yang akan dianggarkan.

Pastikan juga untuk memasukkan biaya-biaya yang kurang jelas jumlahnya, seperti biaya administrasi
(sewa dan tenaga staf), asuransi, pengawasan, pelaporan, dan evaluasi. Semua kegiatan itu jelas akan
membutuhkan waktu dan uang.

Akan tetapi, jangan menyusun RAB terlalu kaku. Proyek tidak pernah sepenuhnya berjalan seperti yang
direncanakan. Jadi, sediakan ruangan tertentu untuk biaya tak terduga yang biasanya berkisar abtara 5-
10% dari total RAB. Ketika segalanya menjadi berbeda dari apa yang diharapkan, informasikan pada
donator.
Terkait dengan gaji pekerja, gaji itu mungkin merupakan bagian penting dari RAB tersebut. Jadi, berapa
jam kerja yang diperlukan untuk suatu proyek perlu benar-benar dipastikan. Kerjakanlah sehemat
mungkin.

Sebelum proposal beserta RAB dikirim kepada donator, sebaiknya pihak ketiga diminta tolong agar
semua perhitungan diperiksa terlebih dahulu. Kesalahan sepele biasanya dapat terselip; dan bila hal itu
ditemui, maka dampaknya adalah kesungguhan organisasi terhadap donator diragukan. Lagipula bisa
timbul masalah selama proyek berjalan dan kesulitan dalam membuat laporan. Ada gunanya
melampirkan penjelasan pada RAB, seperti mencantumkan “biaya overhed umum” dan menjelaskan di
bawahnya ‘apa artinya.’ RAB jangan terlalu mendetail tetapi perincilah secukupnya.

Tujuan anggaran dirumuskan sebagai alat akuntabilitas, alat manajemen, dan instrumen kebijakan
ekonomi lembaga. Proses akhir penyusunan anggaran merupakan hasil dari persetujuan bersama.
Alokasi anggaran dapat dikatakan efektif apabila menyeimbangkan berbagai permintaan di dalam
lembaga dan strategi pencapaian tujuan (visi) yang telah ditetapkan. Stabilitas anggaran didasarkan atas
akurasi perhitungan dan perkembangan dinamika pelaksanaan program.