Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

OSILOSKOP SINAR KATODA (M-8)

PRODI & KELAS A/B/C : TEKNIK PERKAPALAN & KELAS B

NOMOR KELOMPOK :2

NAMA (NIM) : 1. ERLANGGA SAPUTRA (1810313010)


2. DITA NURUL AZIZAH (1810313012)

TGL PERCOBAAN : KAMIS, 16 MEI 2019

NAMA ASISTEN : DINDA NURSALSABILA

LABORATORIUM FISIKA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA


2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam analisis suatu rangkaian listrik, salah satu besaran yang diamati adalah besaran
tegangan listrik yang mengalir dalam rangkaian tersebut. Untuk dapat mengetahui nilai tegangan
listrik tersebut diperlukan suatu peralatan seperti Voltmeter, tetapi peralatan ini hanya dapat
mengetahui besarnya saja. Sedangkan dalam analisis rangkaian listrik, perlu juga diketahui
mengenai bentuk gelombang tegangan listrik, seperti tegangan jala-jala listrik PLN yang berupa
gelombang sinusoidal dengan frekuensi 50 Hz. Bentuk gelombang ini dapat diamati dengan suatu
alat yang disebut dengan Osiloskop (Soendoro, 2003).
Salah satu alat ukur yang tidak kalah penting untuk diketahui yaitu osiloskop Osiloskop
adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal listrik. Dengan mengunakan
osiloskop kita dapat mengetahui besaran–besaran pada siyal listrik seperti tegangan, frekuensi,
periode dan bentuk sinyal dari objek yang diukur. Oleh sebab itu osiloskop mesti diketahui karena
dengan menggunakan osiloskop dapat lebih memudahkan kita dalam mengukur banyak besaran
sekaligus. Selain itu dengan osiloskop kita juga dapat membedakan gelombang AC dan gelombang
DC, serta dapat juga melihat atau mendeteksi gangguan–gangguan dalam sistim transmisi atau
penyaluran seperti gangguan noise (Ikabuh, 2012).
Besaran listrik yang dapat diukur dengan menggunakan alat itu antara lain tegangan searah,
tegangan bolak-balik, arus searah, arus bolak-balik, waktu, sudut fasa, frekuensi, dan untuk
bermacam kegiatan penilaian bentuk gelombang seperti waktu timbul dan waktu turun. Banyak
besaran listrik seperti tekanan, gaya tarik, suhu, dan kecepatan dapat diukur dengan menggunakan
tranduser sebagai pengubah ke besaran tegangan.
Oleh karena osiloskop sangat penting untuk diketahui dan dipelajari, dari uraian diatas
melatar belakangi kami untuk melakukan percobaan mengenai CRO, dimana dengan adanya
percobaan ini dapat membuat kami lebih paham menggunakan osiloskop dengan benar, prinsip
kerjanya, dan mengetahui besarnya tegangan yang terukur dalam osiloskop.
1.2 Tujuan
1. Mempelajari cara menangani osiloskop sinar katoda
2. Mengetahui Frekuensi dan Voltase yang ditampilkan oleh layar osiloskop
BAB II
DASAR TEORI

Osiloskop sinar katoda adalah alat yang sangan berguna dalam pemeriksaan pulsa listrik
maupun gejala-gejala lainnya yang dapat diubah menjadi potensial listrik. Osiloskop banyak
digunakan di bidang teknik elektro, instrumentasi maupun kedokteran. Bagian utamadari sebuah
osiloskop sinar katoda adalah tabung sinar katoda atau CRT (Cathode Ray Tube). Beberapa konsep
sekalgus pengenalan dasar yang penting akan dikemukakan berikut ini. Gerak horizontal dari
bitnik Flouresensi dapat diatur oleh potensial listrik yang dimasukkan ke suatu pasangan keping
elektroda yang dinamakan sumbu horizontal. Sedangkan gerak vertical diatur oleh potensial yang
dimasukkan ke keping vertical atau sumbu Y. Di bawah ini dua pengaturan ini, bitnik Flouresensi
bergerak dalam suatu kurva atau grafik yang meluksikan bagaimana Y berubah terhadap X. Hasil-
hasil akhir tergantung pada penafsiran grafik atau pola yang tergambar. Tombo-tombol pengatur
pada panel muka osiloskop disajikan seperti gambar berikut.
Keterangan:
1. CRT (Cathode Ray Tube)
Berfungsi untuk menampilkan bentuk pulsa.
2. Power (On/Off)
Kedudukan tombol default OFF (tidak ditekan) berarti osiloskop tidak menyala. Untuk
menyalakan osiloskop tekan tombol ini. Dengan menekan tombol ini rangkaian elektronik
osiloskop terhubung dengan sumber daya (power supply).
3. Call Vp-p
Calibration voltage terminal, digunakan untuk menguji dan mengkalibrasi penguatan
vertikal watak gelombang persegi. Panel ini digunaka saat kalibrasi oslisoskop dengan
menggunakan kabel probe.
4. Focus
Pemutaran tombol ini ke kanan atau ke kiri akan mengatur pemfokusan berkas sinar,
tombol ini berkaitan dengan tombol intesnitas.
5. Intensity
Untuk mengatur kecerahan berkas sinar titik/garis pada layar osiloskop. Sebaliknya
kecerahan diatu secukupnya saja, jika terlalu cerah akan merusak layar flouresensi CRT.
6. Ground
Digunakan sebagai Ground (pembumian) bersama dengan alat lainnya.
7. Volts/Div
Kedudukan tombol ini menentukan harga skala vertika pada layar, dan dapat dipilih dari
skala terkecil hingga skala terbesar (0,01 V/div – 20 V/div).
8. Sweep Time/Div
Kedudukan tombol ini menentukan harga skala horizontal pada layar dari waktu getaran.
Harga skala ini dapat dipilih dari skala terkecil hingga skala terbesar (1μs/div-). Operasi
EXT H dilakukan dengan memutar tombol maksimal ke arah kanan.
9. Variable
Tombol ini digunakan untuk mengatur getaran secara berlanjut dan diputar saar melakukan
kalibrasi.
10. Position Vertical
Mengatur kedudukan gambar menurut arah vertikal pada layar CRT.
11. Position Horizontal
Mengatur kedudukan gambar menurut arah horizontal pada layar CRT.
12. Input CH1
Mengatur input sinyal ke chanel 1.
13. Input CH2
Mengatur input sinyal ke chanel 2.
14. Source
Digunakan untuk memilih masukan/input.
15. Level/Pull Auto
Pemutaran tombol ini mengatur sinkronisasi fase untuk menentukan titik pangkal dari
gelombang trigger signal. Dengan menarik tombol ini kea rah luar, maka akan terjadi
gambar berkas berjalan dari kiri ke kanan.
16. & 17. AC-GND-DC
Pada kedudukan AC, komponen DC dari sinyal input dihambat dengan kapasitor. Pada
kedudukan GND input terminal terbuka, sedangkan input dari eksternal amplifier
dibumikan. Pada keduduka DC, input terminal dihubungkan langsung dengan amplifier,
dan semua komponen dari signal tersebut.
BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1. Alat-Alat Yang Digunakan

Gambar 3. Osiloskop sinar katoda


Gambar 1. Voltmeter

Gambar 2. Power Supply

3.2. Tata Laksana Kerja


1. Semua pekerjaan dilakukan dengan hati-hati, perlahan-lahan serta arahan asisten dan
buku penuntun praktikum dipahami.
2. Sebelum osiloskop digunakan, kedudukan tombol pengatur pada panel adalah sebagai
berikut:
a. Power (OFF)/Intensity pada OFF
b. Focus Di tengah
c. Volts/Div pada 20 V
d. Var pada posisi maksimal
e. AC-GND-DC pada posisi AC
f. Semua tombol Position di tengah
g. Sweep Time/Div pada 1 ms
h. Level/Pull Auto di tengah, tidak tertekan
i. SYNC berada pada posisi NOR+
j. Source pada INT
3. Prosedur Operasi
a. Setelah steker kabel osiloskop terhubung dengan stop kontak listrik PLN, tombol
Power ditekan. Berkas sinar dipastikan muncul di layar CRT.
b. Jika berkas sinar garis tidak terletak di tengah layar, tombol-tombol Position diatur.
Dengan tombol Intensity, kecerahan gambar diatur secukupnya. Tombol Focus
ditekan untuk mendapatkan ketajaman berkas sinar. Selanjutnya, osiloskop siap
digunakan untuk memeriksa sinyal dengan frekuensi maksimal 10MHz dan
tegangan maksimal 600Vpp.
c. Masukan sinyal yang akan diperiksa melalui probe pada input kemudian tombol
Volt/Div diputar ke arah kanan agar diperoleh ukuran tinggi gambar yang
dikehendaki. Penyesuaian harga skala horizontal terhadap ukuran waktu getar dari
sinyal dapat diatur dengan tombol Sweep Time/Div. Pergeseran gambar menurut
arah horizontal dapat dilakukan denagn memutar tombol Position.
d. Dengan pemutaran tombol Level gerakan berjalan berkas akan terhenti, dan
sinkronisasi dapat diatur dengan pemutaran tombol ini ke arah kanan atau kiri.
e. Komponen DC diperiksa, AC-GND-DC dipasang pada kedudukan DC. Sedangkan
kedudukan GND digunakan untuk penguji potensial nol.
4. Signal generator dinyalakan.
5. Skala frekuensinya diputar sesuai yang dikehendaki.
6. Level keluarannya (output) diatur menurut petunjuk asisten.
7. Keluaran (output) signal generator dihubungkan dengan masukan (input) osiloskop.
8. Bentuk, Time dan Vp-p pulsa yang tampil di layar osiloskop diamati dan dicatat.

3.3. Metode Analisa Data


Dalam kasus tertentu, seperti penentuan nilai ketidakpastian frekuensi dilakukan
berdasarkan metode kalkulus turunan dengan pendekatan simpangan. Sedangkan untuk data yang
diperoleh lainnya karena berupa data tunggal maka metode statistik tidak begitu diperlukan.
Alasan data yang diperoleh berwujud data tunggal dibahas dalam Bab V Pembahasan.
BAB IV
DATA DAN HASIL
Pengukuran Frekuensi

Bentuk Tampilan Banyak Kotak Tombol


Periode Frekuensi
Layar Osiloskop di Layar (div) time/div

𝑓 = 100 𝐻𝑧
5 𝑘𝑜𝑡𝑎𝑘 (𝑑𝑖𝑣) 2 𝑚𝑠/𝑑𝑖𝑣 𝑇 = 0,01 𝑠

Nilai periode diperoleh dari perkalian banyaknya kotak yang dalam satu gelombang dengan
angka pada tombol time/div. Sehingga, T = 5 div × 2 ms/div = 10 ms = 0,01 s. Dan
ketidakpastiannya diperoleh dari setengah nilai skala terkecil dikalikan nilai time/div yakni: ∆𝑇 =
0,2 𝑑𝑖𝑣 𝑚𝑠 ∆𝑇
× 2 𝑑𝑖𝑣 = 0,2 𝑚𝑠 = 0,0002 𝑠. Sebelumnya, nilai error ditentukan dengan: × 100% =
2 𝑇
0,0002
× 100% = 2%; karena hasilnya mendekati 1%, maka terdapat 3 angka berarti yang dapat
0,01
ditulis. Sehingga dapat ditulis 𝑇 = 𝟎, 𝟎𝟏 ± (𝟐, 𝟎𝟎 × 𝟏𝟎−𝟒 ) 𝑠.
1
Sedangkan, nilai frekuensi didapat dari persamaan 𝑓 = 𝑇 ; sedangkan nilai
𝜕𝑓
ketidakpastiannya diperoleh dari kalkulus turunannya yakni: ∆𝑓 = |𝜕𝑇 ∆𝑇|. Oleh karena itu, 𝑓 =
1 1
= 100 𝐻𝑧 dan ∆𝑓 = |−0,012 0,0002| = 2 𝐻𝑧 . Sebelumnya, nilai error ditentukan dengan:
0,01
∆𝑓 2
× 100% = 100 × 100% = 2%; karena hasilnya mendekati 1%, maka terdapat 3 angka berarti
𝑓
yang dapat ditulis. Sehingga dapat ditulis 𝑓 = 𝟏𝟎𝟎 ± 𝟐, 𝟎𝟎 𝐻𝑧.
Pengukuran Tegangan DC

Bentuk Tampilan Banyak Kotak Tombol Tegangan


Tegangan (Osiloskop)
Layar Osiloskop di Layar (div) volt/div (Voltmeter)

1,8 𝑘𝑜𝑡𝑎𝑘 (𝑑𝑖𝑣) 2 𝑣𝑜𝑙𝑡/𝑑𝑖𝑣 𝑉 = 3,6 𝑣𝑜𝑙𝑡 3,6 𝑣𝑜𝑙𝑡

Nilai tegangan dapat diperoleh dari perkalian banyak kotak di layar dengan besar nilai
volt/div. Sehingga, V = 1,8 div × 2 Volt/div = 3,6 Volt. Sedangkan, nilai ketidaksamaannya dapat
0,2 𝑑𝑖𝑣 2𝑉𝑜𝑙𝑡
diperoleh dari setengah nilai skala terkecil dikalikan nilai time/div yakni: ΔT= × =
2 𝑑𝑖𝑣
∆𝑉 0,2
0,2 𝑉𝑜𝑙𝑡. Sebelumnya, nilai error ditentukan dengan: × 100% = 3,6 × 100% = 5,6%; karena
𝑉
hasilnya mendekati 10%, maka terdapat 2 angka berarti yang dapat ditulis. Sehingga, dapat ditulis
V= 3,6±0,2 Volt.
BAB V
PEMBAHASAN
Praktikum ini menggunakan alat osiloskop sinar katoda untuk menampilkan sinar pulsa
yang ditentukan dalam tegangan dan periode yang telah ditentukan. Periode yang diperlukan dapat
diamati dalam layar yang ditampilkan dengan memerhatikan berapa kotak yang dibutuhkan untuk
membentuk satu gelombang dan berapa angka yang ditunjuk pada tombol time/div. Hampir mirip,
penentuan nilai tegangan pun memerlukan pengamatan berapa kotak yang ditampilkan pada layar
tetapi angka yang dibutuhkan ialah yang ditunjuk pada tombol Volt/div.
Dalam percobaan ini telah diperoleh hasilnya dengan metode analisa kalkulus turunan,
terutama dalam menentukan besaran frekuensi karena terbentuk dari seper-periode. Sehingga
diperoleh besarnya frekuensi ialah 100±2,00 Hz. Baik nilai periode, frekuensi, dan tegangan
disertai dengan nilai ketidakpastiannya. Hal itu dilakukan karena dalam perhitungan ataupun
pengamatan dapat terjadi kesalahan. Kesalahan tersebut bisa terjadi karena keterbatasan mata
manusia ataupun ketidaktelitian alat yang digunakan. Begitu pula yang terjadi pada percobaan
untuk pengukuran nilai frekuensi yang dilakukan hanya satu kali yang seharusnya dua kali
percobaan. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena kesalahan informasi yang didapat. Sehingga
menjadikan data percobaan yang diperoleh ialah data tunggal.
Pada penentuan besar nilai tegangan, diperlukan pula pembuktian yang diperoleh dari alat
yang digunakan yakni Voltmeter. Hal ini dilakukan agar dapat meyakinkan benar atau tidaknya
perhitungan yang dilakukan. Nilai tegangan yang diperoleh dari hasil perhitungan (sebesar 3,6±0,2
Volt) dengan nilai tegangan yang diperoleh dari hasil pengukuran oleh alat Voltmeter (sebesar 3,6
Volt) adalah mirip. Hasil ini membuktikan bahwa pengamatan dan perhitungan yang telah
dilakukan mendekati keakuratan dan presisi. Namun di luar dari itu, ketidaktelitian selalu ada
dalam percobaan karena adanya keterbatasan tertentu.
BAB VI
KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk menangani osiloskop
sinar katoda sebaiknya diharuskan untuk memahami tombol-tombol yang diperlukan untuk
menampilkan pulsa pada layar sehingga nantinya dapat dilakukan pengamatan. Kemudian dapart
juga disimpulkan tentang penentuan berapa nilai frekuensi dan tegangan yang ditampilkan. Seperti
yang telah diketahui sebelumnya, frekuensi didapat dengan mendapatkan nilai periode yang dapat
diketahui dari pengamatan pada layar osiloskop. Layar osiloskop disajikan dengan terkotak-kotak
yang mana satu kotaknya senilai dengan satu div dan satu div terbagi mejadi lima strip atau dengan
kata lain nilai skala terkecilnya ialah 0,2 div. Hal tersebut memudahkan pengamatan dan
perhitungan untuk mendapatkan nilai periode dan selanjutnya nilai frekuensi. Tak hanya itu,
pengamatan pada layar osiloskop pun dibutuhkan dalam memperoleh nilai tegangan.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN