Anda di halaman 1dari 16

PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA PEMANFAATAN

TEKNOLOGI INFORMASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN DAN


PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP KUALITAS KEUANGAN
(Studi Empiris pada OPD Kabupaten Temanggung)

ARTIKEL

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan


Mencapai Derajat Sarjana S-1

Disusun Oleh :
Ari Suparwati
NIM. 15.0102.0226

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
TAHUN 2019
PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA PEMANFAATAN
TEKNOLOGI INFORMASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN DAN
PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP KUALITAS KEUANGAN
(Studi Empiris pada OPD Kabupaten Temanggung)

THE INFLUENCE OF HUMAN RESOURCE COMPETENCE UTILIZATION OF


INFORMATION TECHNOLOGY, INTERNAL CONTROL SYSTEM AND
REGIONAL FINANCIAL SUPERVISION TO QUALITY OF FINANCIAL
STATEMENTS
Ari Suparwati
ariesuparwati4575@gmail.com
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Magelang

ABSTRAK
Kualitas Laporan Keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban pengelola keuangan
yang disajikan dalam periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh
kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, sistem
pengendalian intern, dan pengawasan keuangan daerah, terhadap kualitas laporan
keuangan pada OPD Kabupaten Temanggung.Data dalam penelitian ini berdasarkan
pada kuesioner.Sampel penelitian diambil menggunakan metode purposive sampling
yang terdiri dari 103 pegawai di OPD Kabupaten Temanggung.Analisis data
menggunakan uji statistik deskriptif, uji kualitas data terdiri dari uji validitas dan uji
reliabilitas serta uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan
keuangan daerah berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Untuk
variabel Kompetensi sumber daya manusia dan sistem pengendalian intern tidak
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten
Temanggung
Kata kunci : Kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi,
sistem pengendalian intern, pengawasan keuangan, kualitas laporan keuangan

ABSTRACT
Quality of Financial Statements isa form of accountability of financial managers who
are presented in certain period. This study aims to examine the effect of human resource
competencies, utilization of information technology, internal control systems and
regional financial reports in OPD Temanggung District. The data in this study is based
on the questionnaire.The sample was taken using purposive sampling method consisting
of 103 employees in OPD Kabupaten Temanggung.Data analysis using descriptive
statistical test, data quality test consist of validity test and reliability test and hypothesis
test using multiple linear regression analysis. The results showed that the use of
information technology and regional financial supervision has a positive effect on the
quality of financial statements. Human resource competencies and internal control
systems negatively affect the quality of financial statements.
Keywords: Human resource competencies, utilization of information technology,
internal contol systems,financial supervision, and the quality financial report

1
PENDAHULUAN
Pemerintah daerah merupakan salah satu organisasi sektor publik yang diberi
kewenangan oleh pemerintah pusat untuk mengelola keuangan daerah.Pengelolaan
keuangan daerah yang dilakukan bertujuan untuk kepentingan masyarakat.Informasi
laporan keuangan yang dihasilkan oleh pemerintah daerah akan digunakan oleh
beberapa pihak yang berkepentingan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Oleh
karenanya informasi yang terdapat dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
(LKPD) harus bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan para pemakai.Informasi yang
bermanfaat adalah informasi yang berkualitas, dapat mendukung pengambilan
keputusan dan dapat dipahami oleh para pemakai. Ada empat Opini yang diberikan
BPK terhadap Laporan Keuangan antara lain adalah: Opini Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP), Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Opini Tidak Wajar (TP), dan
Pernyataan Menolak memberi Opini atau Tidak Memberi Opini (TMP).Ketika Badan
Pengawas Keuangan memberikan opini wajar tanpa pengecualian terhadap Laporan
Keuangan, artinya dapat dikatakan bahwa Laporan Keuangan suatu organisasi tersebut
disajikan dan diungkapkan secara wajar dan berkualitas.Badan Pemeriksa Keuangan
Republik Indonesia memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Kabupaten
Temanggung berhasil mempertahankan opini WTP dari tahun 2012 sampai dengan
tahun 2017 (Semarang.bpk.go.id.) Kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten
Temanggung dapat dilihat dari evaluasi kinerja keuangan dari Opini BPK selama 5
tahun terakhir yaitu tahun 2013 – 2017.
Namun hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten
Temanggung Tahun Anggaran 2017, masih ada beberapa hasil audit BPK yang
menyatakan bahwa terdapat kelemahan sistem pengendalian intern dalam penyusunan
laporan keuangan, antara lain terdapat penatausahaan persediaan obat dan alat kesehatan
di Puskesmas yang belum memadai sehingga terdapat vaksin yang belum tercatat di
Neraca Pemerintah Kabupaten Temanggung. BPK juga menemukan adanya
ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan keuangan
daerah, antara lain terdapat kelebihan pembayaran pekerjaan pada dua Organisasi
Perangkat Daerah (OPD). Laporan hasil BPK, (2017)
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kompetensi sumber daya
manusia, pemanfaatan teknologi informasi, sistem pengendalian intern dan pengawasan
keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.Penelitian ini
juga memberikan kontribusi pengetahuan dengan menjelaskan faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Kabupaten
Temanggung.
Tabel 1
Opini BPK terhadap Kualitas Laporan Keuangann se karisidenan Kedu
No. Entitas TA TA TA TA TA
2013 2014 2015 2016 2017
1. Kab.Kebumen WDP WDP WTP WDP WTP
2. Kab. Magelang WDP WDP WDP WTP WTP
3. Kab. Purworejo WTP WTP WTP WTP WTP
4. Kab. Temanggung WTP WTP WTP WTP WTP
5. Kab. Wonosobo WDP WDP WDP WTP WTP
6. Kota Magelang WDP WDP WDP WTP WTP
Sumber :www.bpk.go.id

2
Bersumber dari hasil audit BPK yang menyatakan bahwa Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah Temanggung selama 2013 – 2017 selalu mendapatkan opini Wajar
Tanpa Pengecualian (WTP), yang artinya OPD Kabupaten Temanggung baik dalam
kualitas laporan keuangannya. Namun hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan
Pemerintah Kabupaten Temanggung Tahun Anggaran 2017, masih ada beberapa hasil
audit BPK yang menyatakan bahwa terdapat kelemahan sistem pengendalian intern
dalam penyusunan laporan keuangan, antara lain terdapat penatausahaan persediaan
obat dan alat kesehatan di Puskesmas yang belum memadai sehingga terdapat vaksin
yang belum tercatat di Neraca Pemerintah Kabupaten Temanggung. BPK juga
menemukan adanya ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam
pengelolaan keuangan daerah, antara lain terdapat kelebihan pembayaran pekerjaan
pada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Laporan hasil BPK, (2017)
Penelitian terdahulu terkait dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi
menghasilkan laporan yang berkualitas. Penelitian ini dilakukan oleh Yuliani &
Agustini, (2016) tentang Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah, menunjukkan hasil bahwa pemanfaatan teknologi informasi
berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Kiranayanti & Erawati, (2016) tentang Pengaruh
Sumber Daya Manusia, Sistem Pengendalian Intern, Pemahaman Berbasis Akrual
Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah (pada pemerintah daerah Kabupaten
Badung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia, sistem
pengendalian intern, pemahaman berbasis akrual berpengaruh positif terhadap kualitas
laporan keuangan. Penelitian ini juga sependapat dengan penelitian yang dilakukan oleh
Alamsyah, dkk, (2017) tentang Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem
Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD), Pemanfaatan Teknologi Informasi, Dan Sistem
Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah (pada satuan kerja
perangkat daerah (SKPD) Kota Depok). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa
kompetensi sumber daya manusia, penerapan sistem akuntansi keuangan daerah
(SAKD), pemanfaatan teknologi informasi, dan sistem pengendalian internal
berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan.
Penelitian tersebut juga memiliki hasil yang sama dengan penelitian yang dilakukan
oleh Baturante, dkk, (2018) tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia, sistem pengendalian informasi
pemerintah, sistem akuntansi pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi, review atas
laporan keuangan dan budaya birokrasi berpengaruh positif terhadap keandalan
informasi laporan keuangan, sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sundari,dkk
(2018).
Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang dilakukan oleh
Sundari, dkk, (2018) dengan persamaan menggunakan semua variabel yang ada
sedangkan perbedaannyaadalah pertama dengan menambahkan variabel pengawasan
keuangan daerah yang dilakukan oleh pihak ekstern dan internkarena dengan
pengawasan keuangan daerah yang baik maka kualitas laporan keuangan yang
dihasilkan diharapkan baik sehingga penyelenggaraan pemerintahan bersih dan bebas
dari KKN sesuai penelitian dari Dewi & Rini, (2018). Semakin tinggi pengawasan
keuangan pemerintah daerah maka semakin tinggi nilai informasi pelaporan keuangan
Tanjung, Hariani, & Indrastuty, (2016). Alasan ditambahkan variabel tersebut di OPD

3
Kabupaten Temanggung karena pemerintah dituntut untuk dapat memberikan laporan
keuangan yang baik, transparan dan akuntabel.
Kedua, objek penelitiannya yaitu di OPD Kabupaten Temanggung karena
meskipun mendapat opini WTP dari BPK terhadap kualitas laporan keuangannya
selama 5 tahun berturut-turut tetapi berdasar pokok-pokok hasil pemeriksaan atas
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Temanggung Tahun Anggaran 2017
menyatakan bahwa dalam sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap
perundang-undangan belum dilaksanakan secara optimal.

KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS


Teori Stewardship
Stewardshiptheory muncul bebarengan dengan perkembangan akuntansi.Teori
stewardship berdasarkan teori psikologi dan sosiologi serta berasal dari pemikiran
akuntansi manajemen, dimana steward termotivasi untuk berkelakuan sesuai keinginan
principal. Teori stewardship adalah penggambaran kondisi manajer yang termotivasi
dari target hasil utama kepentingan organisasi bukan termotivasi terhadap kepentingan
pribadinya (Donaldson dan Davis, 1989).

Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Kualitas Laporan


Keuangan
Menurut Mangkunegara, (2012) Kompetensi sumber daya manusia adalah
kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan
karakteristik kepribadian yang mempengaruhi secara langsung terhadap kinerjanya.
Kompetensi sumber daya manusia diperlukan oleh organisasi dalam menjalankan
kegiatannya. Semakin bagus sumber daya yang dimiliki maka kemungkinan
keberlanjutan kegiatan akan terjamin. Sebagai suatu contoh, kegiatan yang sangat
dibutuhkan keakuratan datanya dalam kegiatan perusahaan maupun organisasi adalah
penyajian laporan keuangan.
Kiranayanti & Erawati, (2016), Tanjung Hariani & Indrastuty, (2016) , Alamsyah,
dkk. (2017), Baturante dkk.,( 2018) menunjukkan hasil bahwa kompetensi sumber daya
manusia berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil tersebut berbeda
dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliani dan Agustini (2016) yang menunjukkan
bahwa kompetensi Sumber Daya Manusia tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan
keuangan pemerintah daerah.
H1. Kompetensi SDM berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan
daerah

Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kualitas Laporan


Keuangan
Pemanfaatan Teknologi Informasi adalah perilaku/sikap akuntan menggunakan
teknologi informasi untuk menyelesaikan tugas dan meningkatkan
kinerjanya.Perkembangan teknologi informasi direspon oleh organisasi dengan
mendesain sistem informasi berbasis teknologi komputer atau website. Kinerja
organisasi sangat dipengaruhi oleh penguasaan penggunaan TI dari karyawan suatu
organisasi Siahaya,dkk ( 2015)
Pemanfaatan teknologi yang tidak maksimal mempengaruhi kualitas laporan
keuangan bagi pihak yang berkepentingan. Apabila dalam penyampaian informasi
laporan keuangan kurang maksimal maka akan terjadi konflik antara pihak yang

4
berkepentingan (principals dan agent). Hal tersebut dapat diatasi dengan pemanfaatkan
teknologi informasi secara optimal. Yuliani & Agustini, (2016), Alamsyah, dkk.,
(2017), Baturante (2018), Sundari, dkk (2018) membuktikan bahwa Pemanfaatan
teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan.
H2. Pemanfaatan Teknologi Informasi berpengaruh positif terhadap kualitas
laporan keuangan

Pengaruh Sistem Pengendalian Intern terhadap Kualitas Laporan Keuangan


Menurut Aren, (2008) sistem pengendalian intern adalah proses yang dirancang
untuk menyediakan jaminan yang layak mengenai pencapaian dari sasaran manajemen
dalam kategori keandalan laporan keuangan, efektivitas dan efisiensi dari operasional
dan pemenuhan dengan ketentuan hukum dan peraturan yang biasa diterapkan. Untuk
memperbaiki kinerja pemerintah perlu diciptakannya sistem pengendalian intern
pemerintah agar instansi pemerintah dapat mengetahui dana publik yang digunakan oleh
pemerintah pusat dan pemerintah daerah Rosdiana, (2010).
Sistem Pengendalian intern bertujuan untuk memberikan keyakinan memadai
tentang pencapaian keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi organisasi
dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
Sistem pengendalian intern yang baik dalam suatu organisasi akan mampu menciptakan
keseluruhan proses kegiatan yang baik pula, sehingga akan memberikan suatu
keyakinan bagi organisasi bahwa aktivitas yang dilaksanakan telah berjalan sesuai
dengan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien, dan hal tersebut akan
memberikan dampak positif kualitas laporan keuangan. Sistem pengendalian intern
akan memberikan pedoman pelaksanaan dan pengawasannya yang berperan penting
terhadap kualitas laporan keuangan. Strategi dan pelaksanaan sistem pengendalian
intern ini harus tetap dipantau agar kegiatan perencanaan dan hasil pelaksanaan dapat
seimbang. Kiranayanti & Erawati, (2016), Alamsyah,dkk. (2017), Dewi & Rini, (2018),
Sundari dkk., (2019), membuktikan bahwa sistem pengendalian intern berpengaruh
positif terhadap kualitas laporan keuangan.
H3. Sistem Pengendalian Inten berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan

Pengaruh Pengawasan Keuangan Daerah terhadap Kualitas Laporan Keuangan


Menurut Primayana, K.H., dkk., (2014) semakin baik pengawasan keuangan daerah
maka akan meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan dalam pelaporan keuangan
yang menjadi lebih andal. Pengawasan keuangan daerah yang baik akan berguna untuk
menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan, juga untuk mengambil tindakan
perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa sumber daya pada pemerintah daerah
telah digunakan seefektif dan seefisien mungkin dalam mencapai tujuan pemerintah
yang baik dalam hal ini tercermin dalam pelaporan keuangan yang andal.
Pengawasan keuangan daerah dapat menjelaskan eksistensi Pemerintah (steward)
sebagai suatu lembaga yang dapat dipercaya dan bertindak sesuai dengan kepentingan
publik dengan melaksanakan tugas dan fungsinya dengan tepat untuk kepentingan
masyarakat (principal).Pemerintah daerah melaksanakan tugasnya dalam membuat
pertanggungjawaban keuangan berupa penyajian keuangan yang akuntabel dan
transparan sesuai dengan karakteristik laporan keuangan (relevan, andal, dapat dipahami
dan dapat dibandingkan). Dewi & Rini, (2018), Tanjung dkk., (2016) membuktikan

5
bahwa pengawasan keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai
informasi pelaporan keuangan daerah.
H4. Pengawasan Keuangan berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan

METODE PENELITIAN
1. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah kepala dinas, kepala bagian
akuntansi/keuangan, bendahara, dan staf yang terlibat langsung di SKPD yang meliputi
dinas, badan dan kantor di Pemerintah Kabupaten Temanggung. Pengambilan sampel
atas responden dilakukan secara purposive sampling. Purposive sampling digunakan
karena informasi yang akan diambil berasal dari sumber yang sengaja dipilih
berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan peneliti
1. Kepala Dinas, Kepala bagian akuntansi/keuangan, bendahara dan staf yang
terlibat langsung dalam penyusunan pelaporan keuangan pada OPD Kabupaten
Temanggung, disesuaikan dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK)
masing-masing dinas/instansi.
2. Memiliki masa kerja kurang dari satu tahun atau lebih, dalam periode
penyusunan laporan keuangan.

Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel


Tabel 3
Definisi dan Pengukuran
Variabel Definisi Operasional Instrumen Penelitian
Kualitas Menggunakan 4 (empat) Pengukuran variabel menggunakan 7
Laporan karakteristik kualitatif pernyataan bersumber dari
Keuangan laporan keuangan Simanungkalit & MH, (2016) terdiri
pemerintah yaitu: dari :
Relevan, andal, dapat a. Manfaat dari laporan keuangan
dibandingkan dan dapat yang dihasilkan
dipahami b. Ketepatan waktu pelaporan
laporan keuangan
c. Kelengkapan informasi yang
disajikan
d. Penyajian secara jujur
e. Isi laporan keuangan dapat
diverifikasi
f. Keakuratan dan kejelasan
informasi yang disajikan
g. Isi laporan keuangan dapat
dibandingkan dengan periode
sebelumnya.
Pengukuran variabel ini menggunakan
skala Likert.
Kompetensi Kompetensi sumber Pengukuran variabel ini menggunakan
Sumberdaya daya manusia adalah 10 pertanyaan bersumber dari
manusia kemampuansumber Harahap (2015), terdiri dari :
daya manusia untuk a. jumlah SDM yang memadai

6
Variabel Definisi Operasional Instrumen Penelitian
melaksanakan tugas b. latar belakang pendidikan
dantanggungjawab yang akuntansi
diberikan kepadanya c. uraian pekerjaan
dengan d. peran dan tanggung jawab
bekalpendidikan, e. kesesuaian
pelatihan, dan f. uraian tugas dengan fungsi
pengalaman yang akuntansi
cukupmemadai. g. pedoman kerja bidang akuntansi
Sukmaningrum (2012). h. pelaksanaan proses akuntansi
i. sumber daya pendukung
operasional pelatihan
j. penggunaan anggaran untuk
mendukung kapasitas SDM

Pemanfaatan Pemanfaatan teknologi Pengukuran veriabel ini menggunakan 9


Teknologi informasi merupakan pertanyaan dari Agustina & Lia, (2016),
dan penggunaan secara optimal yaitu :
Informasi dari komputer (mainframe, a. ketersediaan hardware
mini, micro), b. proses akuntansi secara
perangkat lunak (software), komputerisasi
database, jaringan (internet, c. jadwal pemeliharaan
intranet), electronic commerce, d. ketepatwaktuan jadwal pemeliharaan
dan jenis lainnya yang e. ketersediaan perangkat lunak
berhubungan dengan teknologi (software)
Wilkinson dkk , (2000) f. Software sesuai dengan peraturan
perundangan
g. tersedianya sistem keamanan
komputer
h. pemanfaatan jaringan dan internet
i. pengolahan data yang terintegrasi
Pengukuran variabel menggunakan 5
pernyataan dari Artana, (2016) yaitu :
1. Lingkungan Pengendalian
Sistem Pengendalian Intern terdiri atas 2. Penilaian risiko
Pengendalian kebijakan dan prosedur yang 3. Kegiatan Pengendalian
Intern digunakan dalam mencapai 4. Informasi dan komunikasi
sasaran dan menjamin atau 5. Pemantauan pengendalian
menyediakan informasi internal
keuangan yang handal serta Pengukuran variabel ini menggunakan
menjamin ditaatinya hukum skala Likert.
dan peraturan yang berlaku
Nurilah & Muid, (2014)

Pengawasan Pengawasan keuangan adalah Pernyataan mengacu pada penelitian


Keuangan proses kegiatan yang ditujukan Suparno, (2012) dengan 10 indikator
Daerah untuk menjamin agar yaitu :
pemerintah daerahberjalan 1. Optimalisasi pengelolaan SDM,
sesuai dengan rencana 2. Metode Pembukuan,

7
Variabel Definisi Operasional Instrumen Penelitian
ketentuan yang telah 3. pengawasan Ekstren dan Intern,
ditentukan. Pengawasan 4. Pengawasan langsung dari atasan,
keuangan daerah perlu untuk 5. Pengawasan dan Pengendalian untuk
mengetahui apakah kesejahteraan seluruh masyarakat,
perencanaan yang telah 6. Dasar pembuatan Anggaran,
disusun sudah berjalan dengan 7. Pelaksanaan Kegiatan Audit.
efektif, efisien, dan ekonomis 8. Pengawasan, terhadap pelaksanaan
atau belum. Gerryan Putra, APBD oleh DPRD
(2017) 9. Pembinaan dan PPKD,
10. .Penegakan hukum

Metoda Analisis Data


Sebelum dianalisis dan di uji hipotesisnya, terlebih dahulu dilakukan uji validitas
menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan uji reliabilitas menggunakan
Cronbach Alpha (α) untuk melihat item dan keseluruhan kuesioner itu valid dan reliabel
atau tidak. Setelah itu barulah melakukan analisis dan pengujian hipotesis dengan
menggunakan Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi, Uji F (Goodness of
fi) dan Uji t. Model persamaan Regresi Linier berganda:

KLK = α + β1KSDM + β2PTI + β3SPI + β4PKD + e

Keterangan =
KLK = Kualitas Laporan Keuangan.
α = Konstanta
β1, β2,β3,β4 = Koefisien regresi
KSDM = Kompetensi sumber daya manusia
PTI = Pemanfaatan Teknologi Informasi
SPI = Sistem Pengendalian Intern
PKD = Pengawasan Keuangan Daerah
e = Error Term

HASIL DAN PEMBAHASAN


Sampel pada penelitian ini adalah kepala OPD selaku pengguna anggaran, kepala
bagian keuangan dan staf bagian keuangan, bendahara. Teknik pengambilan sampel
dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini
adalah OPD di Kabupaten Temanggung, kuesioner yang dapat diolah sebanyak 103
responden
Uji Validitas
Suatu butir pernyataan dikatakan valid jika terjadi korelasi yang signifikan antara
masing-masing pernyataan dengan jumlah skor seluruh pernyataan yang ditunjukkan
dengan nilai KMO (Kaiser-Meyer-Olkin) > 0,50

Tabel 4 Pengujia n Validita s

Pengujian Validitas
Variabel KMO Sig. Keterangan
KLK 0,903 0,000 Valid
KSDM 0,771 0,000 Valid

8
PTI 0,780 0,000 Valid
SPI 0,729 0,000 Valid
PKD 0,831 0,000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah, 2019

Hasil KMO yang terlihat pada tabel 4 menunjukkan bahwa nilai KMO lebih besar
dari 0,50 sehingga dapat disimpulkan bahwa analisis faktor dapat dilanjutkan.
Uji Reabilitas
Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap
pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Suatu kuesioner dikatakan
reliabel jika memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,70 (Ghozali, 2018)
Tabel 5
Pengujian Reliabilitas
Variabel Cronbach Keterangan
Alpha
KLK 0,923 Reliabel
KSDM 0,821 Reliabel
PTI 0,865 Reliabel
SPI 0,823 Reliabel
PKD 0,859 Reliabel
Sumber: Data primer yang diolah, 2019

Bahwa seluruh variabel memiliki nilai Cronbach Alpha lebih dari 0,70, sehingga
dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel reliabel, itu artinya jawaban responden dari
waktu ke waktu konsisten, sehingga dapat dilakukan pengujian selanjutnya.
Analisis Linear Regresi Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil analisis nilai koefisien
regresi yang terlihat pada tabel 6
Tabel 6 Hasil uji A nalisis Linier Berganda

Hasil uji Analisis Linier Berganda


Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
(Constant) 0,726 0,445 1,630 0,106
KSDM 0,065 0,093 0,080 0,705 0,483
PTI 0,392 0,164 0,327 2.389 0,019
SPI 0,040 0,125 0,035 0,317 0,752
PKD 0,367 0,154 0,274 2,375 0,019
Sumber: Data primer yang diolah, 2019

KLK= 0,726 + 0,065 KSDM + 0,392 PTI + 0,040 SPI + 0,367 PKD + e

Berdasarkan hasil koefisien regresi diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:


nilai kualitas laporan keuangan sebesar 0,726. Nilai kompetensi sumber daya manusia
sebesar 0,065. Nilai pemanfaatan teknologi informasi sebesar 0,392. Nilai sistem
pengendalian intern sebesar 0,040. Nilai pengawasan keuangan daerah sebesar 0,367.
Uji Hipotesis

9
Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan
model dalam menerangkan variasi variabel independen. Hasil pengujian dapat dilihat
pada tabel 7.

Tabel 7
Koefisien Determinasi
Adjusted R Square Std. Error of
R R Square
the Estimate
0,640a 0,409 0,385 0,42214
Sumber: Data primer yang diolah, 2019

Berdasarkan hasil uji Adjusted R Square pada tabel 4.8 besarnya Adjusted R Square
adalah 0,385. Hal ini berarti bahwa kompetensi sumberdaya manusia, pemanfaatan
teknologi informasi, sistem pengendalian internal dan pengawasan keuangan daerah
mampu menjelaskan kualitas laporan keuangan sebesar 38,5%, sedangkan sisanya
(100% - 38,5 = 61,5%) 61,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain dari luar penelitian ini.
Uji F
Uji F pada dasarnya digunakan untuk mengukur ketepatan fungsi regresi sampel
dalam menaksir nilai aktual (Goodness of fit). Uji F menguji apakah variabel
independen mampu menjelaskan variabel dependen secara baik atau untuk menguji
apakah model yang digunakan telah fit atau tidak (Ghozali, 2018). Hasil dari uji F
terlihat padat tabel 8.

Tabel 8 Uji F

Uji F
Model Sum of Df Mean F Sig.
Squares Square
Regression 12,093 4 3,023 16,966 0,000b
Residual 17,464 98 0,178
Total 29,557 102
Sumber: Data primer yang diolah, 2019
Berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa nilai probabilitas 0,000 lebih kecil dari
0,005 yaitu 0,000 < 0,005 dan Fhitung sebesar 16,966. Nilai F tabel didapat dari df = n-k-
1. Berdasarkan jumlah responden (n = 103) dan jumlah variabel bebas (k = 4), maka df1
= 4, df2 = 98, maka diperoleh nilai Ftabel sebesar 2,46. Hasil tersebut menunjukan bahwa
Fhitung 16,966 > Ftabel 2,46 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti model
penelitian layak atau fit.
Uji t
Pengujian dilakukan dengan cara melihat nilai signifikansi masing-masing variabel
independen menggunakan tingkat kepercayaan 5%. Berdasarkan jumlah responden n =
103 maka derajat kebebasannya df = n-1 yaitu 102, sehingga diperoleh ttabel sebesar
1,659. Ringkasan hasil uji t yang disajikan Tabel 9.

10
Tabel 9 Uji t

Uji t
Variabel thitung Sig ttabel Keterangan
KSDMVR 0,705 0,483 1,659 H1 Tidak Diterima
PTIVR 2,389 0,019 1,659 H2 Diterima
SPIVR 0,317 0,752 1,659 H3 Tidak Diterima
PKDVR 2,375 0,019 1,659 H4 Diterima
Sumber: data primer yang diolah, 2019
Pembahasan
Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan
Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa t hitung = 0,705 < t tabel = 1,659 dan
P value = 0,483 > α > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya
manusia tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, sehingga H1 Tidak
Diterima. Hal ini disebabkan karena pembagian pekerjaaan pada sub bagian
keuangan/akuntansi belum sesuai dengan tugas dan fungsinya dan pelatihan-pelatihan
guna mendukung pengembangan keahlian dalam tugas belum dilaksanakan secara
optimal.
Hasil tersebut tidak sesuai dengan teori Stewardship yang menyatakan bahwa
kepentingan bersama dijadikan dasar dari tindakan seorang pemimpin. Untuk
menghasilkan kualitas laporan keuangan yang baik harus memiliki sumber daya
manusia yang kompeten yang didukung dengan latar belakang pendidikan memadai,
sering mengikuti pendidikan dan pelatihan dan mempunyai pengalaman di bidang
keuangan. Sumber daya manusia yang tidak memiliki kompetensi tidak akan dapat
menyelesaikan pekerjaannya secara efisien, efektif, dan ekonomis. Semakin cepat
laporan keuangan disajikan maka akan semakin berguna dalam hal pengambilan
keputusan. Apabila kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki bagus, maka akan
menghasilkan laporan keuangan yang baik.
Hasil Penelitian ini konsisten dengan penelitian Yuliani & Agustin, (2016) yang
menyatakan bahwa kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh terhadap
kualitas laporan keuangan. Sebaliknya penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian
yang dilakukan oleh Kiranayanti & Erawati, (2016), Tanjung Hariani & Indrastuty,
(2016), Alamsyah, dkk. (2017), Baturante, dkk (2018) yang menyatakan bahwa
kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan.

Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan


Keuangan
Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa t hitung = 2,389 > t tabel = 1,659 dan
P value = 0,019 > α = 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi
informasi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, sehingga H2
Diterima. Artinya, bahwa OPD Kabupaten Temanggung telah memaksimalkan
pemanfaatan teknologi baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak dalam
pembuatan laporan keuangan. Komputer pada OPD Kabupaten Temanggung
terintregasi antara komputer satu dengan komputer yang lain. Jaringan internet dan
fasilitas teknologi informasi yang berada di OPD Kabupaten Temanggung digunakan

11
untuk mendukung proses pekerjaan. Selain itu OPD Kabupaten Temanggung juga
melakukan pemeriksaan rutin dalam hal pemeliharaan perangkat teknologi informasi
dengan tujuan selain sebagai perawatan rutin juga memberikan rasa nyaman ketika akan
dipergunakan kembali. Hasil ini sesuai dengan teori Stewardship yang menyatakan
bahwa dengan pemanfaatan teknologi informasi secara langsung lebih terbantu dalam
hal pengelolaan keuangan daerah, sehingga steward dengan mudah menjalankan
kewajibannya sebagai pemberi pelayanan utamanya terhadap kualits laporan keuangan
kepada masyarakat.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliani &
Agustin (2016), pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kualitas
laporan keuangan. Sementara hasil berbeda didapatkan oleh Dewi dan Rini (2018),
pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.

Pengaruh Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan


Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa t hitung = -0,317 < t table = 1,659 dan
P value = 0,752 > α = 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel sistem
pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, sehingga
H3 Tidak Diterima. Hal ini menunjukkan Sistem Pengendalian Internal yang ada pada
OPD Kabupaten Temanggung belum berjalan dengan baik. Diharapkan dengan adanya
pengendalian internal maka seluruh proses kegiatan audit, review, evaluasi,
pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap organisasi dalam rangka
memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan
peraturan yang ada. Apabila sistem pengendalian internal dalam pemerintah daerah
tidak berjalan dengan baik maka semua kegiatan, sumber daya, dan data tidak akan
terkendali, tujuan tidak tercapai, dan tidak dapat meminimalisir kesalahan yang ada.
Berdasarkan teori Stewardship yang menyatakan bahwa para steward tidak
mempunyai motivasi untuk kepentingan atau tujuan individu, namun lebih ditunjukkan
pada hasil untuk kepentingan organisasi. Teori ini mempunyai dasar psikologi dan
sosiologi yang telah diatur/dirancang supaya para eksekutif berperan sebagai steward
untuk bertindak sesuai keinginan principal, selain itu perilaku yang ditunjukkan oleh
steward tidak akan mengedepankan kepentingan individu karena steward akan berusaha
mencapai sasaran organisasinya. Diharapkan dengan adanya Sistem Pengendalian
Internal dapat membantu steward dalam suatu organisasi sebagai good steward yang
melaksanakan tugas yang diberikan atasannya secara penuh tanggung jawab.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliani &
Agustin (2016) sistem pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap kualitas
laporan keuangan. Hasil berbeda ditunjukkan oleh penelitian Alamsyah Dkk (2018),
sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan

Pengaruh Pengawasan Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan


Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa t hitung = 2,375 > t tabel =1,659) dan
P value = 0,019 > α = 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel pengawasan
keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, sehingga H4
Diterima. Hasil tersebut berarti bahwa OPD Kabupaten Temanggung melakukan
pengawasan yang ditujukan terhadap kegiatan yang bersumber dari pembiayaan
APBD/APBN. Pimpinan OPD Kabupaten Temanggung juga ikut andil dalam
mengawasi proses pembuatan laporan keuangan.

12
Hal ini sesuai dengan teori Stewardship yang menyatakan bahwa para steward
tidak mempunyai motivasi untuk kepentingan atau tujuan individu, namun lebih
ditunjukkan pada hasil untuk kepentingan organisasi. Steward sebagai pemimpin
mempunyai tugas untuk mengawasi pengggunaan keuangan baik secara langsung
ataupun tidak langsung. Hal tersebut bertujuan memberikan hasil laporan keuangan
yang berkualitas kepada masyarakat.Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Tanjung Hariani & Indrastuty (2016), Dewi & Rini
(2018), yang menyatakan bahwa pengawasan keuangan daerah berpengaruh terhadap
kualitas laporan keuangan.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan Teknologi
Informasi dan Pengawasan Keuangan berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
keuangan.Sementara itu, kompetensi sumber daya manusia, Sistem Pengendalian Intern,
berpengaruh negatif terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian selanjutnya perlu
menambahkan variabel lain yang dapat memengaruhi kualitas laporan keuangan seperti
penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, untuk meningkatkan kualitas laporan
keuangan daerah maka perlu adanya sosialisasi dan pelatihan mengenai standar
akuntansi pemerintahan sehingga akan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia
terutama bagian akuntansi atau tata usaha keuangan yang ada pada pemerintah daerah,
Yuliani & Agustin (2016).

SARAN
1. Keterbatasan sampel yang digunakan maka penelitian selanjutnya dapat memperluas
jumlah sampel dengan cara menambahkan Kecamatan maupun OPD pada
Kabupaten lain ataupun memperluas populasi OPD se-Karisidenan Kedu agar lebih
mudah untuk menggeneralisasikan hasil penelitian dan perlu dilakukan penelitian
ulang dengan aspek-aspek yang sama untuk mengetahui konsistensi hasil dari
penelitian sebelumnya.
2. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperbaiki terlebih dahulu kuesioner
yang digunakan dalam penelitian sehingga kuesioner yang akan digunakan
selanjutnya memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi.
3. Penelitian selanjutnya perlu menambahkan variabel lain yang dapat memengaruhi
kualitas laporan keuangan seperti penerapan sistem akuntansi keuangan daerah,
untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan daerah maka perlu adanya
sosialisasi dan pelatihan mengenai standar akuntansi pemerintahan sehingga akan
meningkatkan kemampuan sumber daya manusia terutama bagian akuntansi atau
tata usaha keuangan yang ada pada pemerintah daerah, Yuliani & Agustin (2016).

13
DAFTAR PUSTAKA

Agustina, & Lia. (2016). Pengaruh Pengendalian Intern, Pemanfaatan Teknologi


Informasi dan Kompetensi Sumber daya manusia terhadap kualitas laporan
keuangan dengan pengawasan daerah sebagai Variabel Pemoderasi pada
Pemerintah Kab Aceh Tamiang.
Alamsyah, M. R., Rahayu, S., & Muslih, M. (2017). Kompetensi Sumber daya manusia,
Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah(SAKD), Pemanfaatan Teknologi
Informasi, dan Sistem Pengendalian Internal terhadap KualitasLaporan Keuangan
Daerah (Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Depo.
Jurnal Ekonomi, 15(2), 201–210.
Aren, A. A. (2008). Auditing danJasa Assurance. Erlangga., Edisi Kedu.
Baswir, R. (1999). Akuntansi Pemerintahan Indonesia. Yogyakarta: BPFE., 3.
Baturante, N., Kamase, J., & Nasaruddin, F. (2018). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. 1(2),
117–127.
bpk. (2017). hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah kab Temanggung.
Dewi, N. W. L., & Rini, I. G. A. I. S. (2018). Pengaruh Pengawasan keuangan, Sumber
daya manusia, Teknologi Informasi,dan Pengendalian Intern Terhadap Nilai
Informasi Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan. Jurnal
Krisna, 10(1), 57–63.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi AnalisisMultivariate Dengan Program SPSS. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro., (3).
Halim, Abdul, & M. I. (2012). Pengelolaan Keuangan Daerah. UPPSTIM YKPN, 3.
Indriasari, D. dan E. N. (2008). Pengaruh Kapasitas Sumberdaya Manusia, Pemanfaatan
TeknologiInformasi dan Pengendalian Intern Akuntansi terhadap Nilai Informasi
Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah. Umpulan Artikel Simposium Nasional
Akuntansi (SNA) XI, (Pontianak).
Keputusan Presiden No.74 tahun 2001.
Kiranayanti, I. As. E., & Erawati, N. Ma. A. (2016). Pengaruh Sumber Daya Manusia,
Sistem Pengendalian Intern, Pemahaman Basis Akrual terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Daerah. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 16(2), 1290–1318.
Mangkunegara, A. P. (2012). Evaluasi Kinerja SDM, PT. Refika Aditama,Bandung. In
hlm.40.
Mardiasmo. (2002). Akuntansi Sektor Publik. 146.
Mulyadi. (2013). Sistem Akuntansi. Salemba Empat. Jakarta, Edisi Keti(Cetakan
Keempat).
Nordiawan, D. (2008). akuntansi pemerintahan. Jakarta: Salemba Empat.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2010. , (2010).
Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2008. , (2008).
Primayana, K.H., Atmadja, A.T., dan Darmawan, N. A. S. (2014). Pengaruh Kapasitas
Sumber Daya Manusia, Pengendalian Internal Akuntansi, Pemanfaatan Teknologi
Informasi Dan Pengawasan Keuangan Daerah Terhadap Keterandalan Pelaporan
Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten
Buleleng). E-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntansi
Program S1, 2(1).
Riduwan. (2010). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.
Rosdiana. (2010). Pengaruh SPIP dan penerapan terhadap good governance terhadap

14
kinerja pemerintah kota padang. Skripsi.
Sekaran. (2007). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Salemba Empat. Jakarta, (4th).
Semarang.bpk.go.id. (n.d.). Kabupaten Temanggung berhasil mempertahankan opini
WTP dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2017.
Siahaya, E., Asnawi, M., & Layuk, paulus k allo. (2015). Pengaruh Kompetensi sumber
daya manusia, sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan Penerapan Sistem
Akuntansi Keuangan Daerah terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
Provinsi Papua. Ekonomi Dan Keuangan, (110), 1–16.
Simanungkalit, & MH, A. (2016). Analisis Determinan Kualitas Laporan Keuangan
Kementerian/Lembaga Satuan Kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
Banda Aceh.
Sukardi. (1983). Bimbingan Karir di Sekolah-Sekolah. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sukmaningrum. (2012). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas informasi
laporan keuangan pemerintah daerah: Studi empiris pada Pemerintah Kabupaten
dan Kota Semarang. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas
Dipenegoro.
Suliyanto. (2011). Ekonometrika Terapan: teori dan aplikasi dengan SPSS. Yogyakarta:
Andi.
Sundari, H., Rahayu, S., & Ak, M. (2018). Pengaruh Kompetensi Sumber Daya
Manusia , Pemanfaatan Teknologi Informasi , Dan Sistem Pengendalian Intern
Terhadap Kualitas Laporan Keuangan ( Studi Kasus Pada Satuan Kerja
Perangkat Daerah Kota Bandung Tahun 2018 ) The Influence Of Human
Resources Compe. 6(1), 660–667.
Suparno. (2012). Pengaruh Akuntabilitas Keuangan Daerah, Value For Money,
Kejujuran, Transparansi, dan Pengawasan Terhadap Pengelolaan Keuangan.
Tesis Mahasiswa Universitas Negeri Medan.
Tanjung, A. R., Hariani, D., & Indrastuty, S. (2016). Pengaruh kompetensi pejabat
penatausahaan keuangan, sistem pengendalian intern, & Pengawasan Keuangan
dearah terhadap nilai informasi Pelaporan Keuangan Pemerintah dearah
Kabupaten Indragiri Hulu. 27(2).
Yuliani, N. L., & Agustini, R. D. (2016). Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah. Bisnis & Ekonomi, 14(1), 56–64.

15