Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu
bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain.
Berdasarkan pengertian ini maka setiap bangsa didunia ini akan memiliki identitas sendiri-
sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri, serta karakter dari bangsa tersebut.
Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagai mana di jelaskan di atas maka
identitas nasional suatu Bangsa tidak dapat di pisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau
lebih populer disebut dengan kepribadian suatu bangsa.
Namun selama ini masyarakat Indonesia masih bingung dengan identitas
bangsanya.Agar dapat memahaminya, pertama-tama harus dipahami terlebih dulu arti
Identitas Nasional Indonesia.Moto nasional Indonesia adalah “Bhinneka Tunggal Ika” atau
“kesatuan dalam keragaman”. Hal ini diciptakan oleh para pemimpin Republik
diproklamasikan pada tahun 1945 .
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, agama dan pulau-pulau yang
dipisahkan oleh lautan.Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianut masyarakatnyapun berbeda-
beda.Nilai-nilai tersebut kemudian disatupadukan dan diselaraskan dalam Pancasila.Nilai-
nilai ini penting karena merekalah yang mempengaruhi identitas bangsa. Oleh karena itu
nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada diri setiap warga
Indonesia agar bangsa Indonesia tidak kehilangan Identitas Nasional.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, adapun masalah yang muncul adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian identitas nasional?
2. Apa saja unsur-unsur pembentuk identitas nasional?
3. Apa saja bentuk-bentuk identitas nasional?
4. Bagaimana cara melestarikan identitas nasional?
5. Apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai kepribadian dan identitas nasional?

1
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dan kegunaan dari pembuatan makalah ini adalah selain untuk
menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Kewarganegaraan ,penulis juga
dapat memberikan suatu kontribusi mengenai materi Identitas Nasional dan dapat
memberikan sebuah dorongan untuk lebih memahami makna Identitas Nasional dalam era
globalisasi ini, khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi kawan – kawan yang membaca
makalah ini.

D. Metode dan Teknik Penulisan


Metode dan teknik penulisan yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah
metode studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang
kemudian data tersebut akan dijadikan dasar atau pedoman untuk melihat adanya
ketidaksesuaian antara teori dengan kenyataan sebagai penyebab dari permasalahan yang
dibahas dalam makalah ini.
Sumber-sumber yang dijadikan sebagai rujukan untuk studi pustaka diperoleh dari
berbagai situs-situs yang ada di internet.

E. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Metode dan Teknik Penulisan
E. Sistematika penulisan

2
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian identitas nasional
2. Unsur-unsur pembentuk identitas nasional
3. Bentuk-bentuk identitas nasional
4. Cara melestarikan identitas nasional
5. Pancasila sebagai kepribadian dan identitas nasional

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Unsur-Unsur Pembentuk Identitas Nasional


Unsur adalah bagian terkecil dari sesuatu.Bagian terkecil inilah yang kemudian
bersatu untuk membentuk sesuatu.Begitu pula dengan Indonesia, dimana Indonesia memiliki
berbagai materi maupun inmateri yang kemudian terbentuk menjadi suatu identitas. Identitas
inilah yang nantinya akan membuat Indonesia memiliki ciri tersendiri yang tidak dimiliki
semua territorial atau Negara.
Adapun unsur-unsur pembentuk identitas nasional Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Sejarah
Bangsa indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang.
Terbentuknya bangsa dan negara Indonesia. Melalui suatu proses sejarah yang cukup
panjang yaitu sejak zaman kerajaan-kerajaan pada abad ke-VII, yaitu ketika timbulnya
kerajaan Sri Wijaya dibawah wangsa Syailendra di Palembang, kemudian kerajaan
Airlangga dan Majapahit di Jawa Timur serta kerajaan-kerajaan lainnya.
2. Kebudayaan
Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan dari pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral,
hukum, adat istiadat dan semua kemampuan dan kebiasaan lain yang diperoleh dari
seseorang sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan biasanya digunakan sebagai rujukan
atau pedoman untuk bertindak didalam suatu lingkungan masyarakat. Kemudian dari
kebudayaan mampu menghasilkan:
a. Akal budi
b. Peradaban
c. Pengetahuan
3. Suku Bangsa: Keragaman/majemuk
Golongan sosial khusus yang bersifat askriftif (ada sejak lahir), yang sama coraknya
dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku
bangsa, kurang lebih 360 suku.

4
4. Agama
Seperti yang di atur dalam UUD 1945, bahwa negara Indonesia menjamin kebebasan
beragama di dalam kehidupan warga negara Indonesia. Masing-masing warga negara
Indonesia berhak untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing dan
menjalankan peribadatan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing warga
negara Indonesia. Hak dalam hidup beragama di Indonesia dilindungi oleh negara.
Penduduk di Indonesia secara garis besar merupakan penganut dari lima agama di antara
lain Islam, Budha, Hindu, Katholik dan Protestan serta penganut kepercayaan lainnya
seperti Konghucu. Dalam berideologi, masyarakat Indonesia berhak untuk memiliki
ideologi dan pandangan hidup. Akan tetapi, ideolgi bangsa Indonesia tidak boleh
bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang merupakan kunci pemersatu bangsa
Indonesia.

5. Bahasa
Sistem perlambangan yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan
manusia, dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Bahasa nasional
merupakan salah satu wujud rill persatuan dari berbagai suku yang ada di suatu negara.

Menurut Syarbani dan Wahid dalam bukunya yang berjudul Membangun Karakter dan
Kepribadian melalui Pendidikan Kewarganegaraan, kelima unsur Identitas Nasional
tersebut diatas dapat dirumuskan kembali menjadi 3 bagian:

a. Identitas Fundamental: berupa Pancasila yang menrupakan Falsafah Bangsa, Dasar


Negara, dan Ideologi Negara.
b. Idetitas Instrumental: berupa UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa
Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, dan Lagu Kebangsaan.
c. Idetitas Alamiah: meliputi Kepulauan (archipelago) dan Pluralisme dalam suku,
bahasa, budaya dan kepercaraan (agama).

5
Adapun jenis identitas nasional Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Indonesia bersifat pluralistik baik menyangkut sosiokultural atau reliogiositas.
2. Identitas fundamental/ ideal: Pancasila
3. Identitas instrumental: alat untuk menciptakan Indonesia yang dicita-citakan, berupa
UUD 1945, lambang negara, bahasa Indonesia, dan lagu kebangsaan
4. Identitas religiusitas: Indonesia pluralistik dalam agama dan kepercayaan
5. Identitas sosiokultural: Indonesia pluralistik dalam suku dan budaya
6. Identitas alamiah: Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

B. Pengertian Identitas Nasional


Kata “identitas” berasal dari kata identity berarti ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang
melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain.
Sedangkan “Nasional” menunjuk pada sifat khas kelompok yang memiliki ciri-ciri
kesamaan, baik fisik seperti, budaya, agama, bahasa, maupun non-fisik seperti, keinginan,
cita-cita, dan tujuan.
Jadi, “Identitas nasional” adalah suatu ciri yang di miliki oleh suatu bangsa yang secara
filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain.
Menurut Koenta Wibisono (2005) pengertian Identitas Nasional pada hakikatnya adalah
“manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan
suatu bangsa (nasion) dengan ciri-ciri khas, dan dengan yang khas tadi suatu bangsa
berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya”.
Identitas nasional merupakan sesuatu yang terbuka untuk diberi makna baru agar
tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat.

C. Bentuk-bentuk Identitas Nasional


1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
Setiap Negara memiliki bahasa yang berbeda-beda sebagai ciri khas yang dimiliki
oleh Negara tersebut. Begitu pula dengan Indonesia, hampir setiap wilayah atau daerah
memiliki bahasa tersendiri, seperti Jawa, Madura, Papua, Batak, Sunda, Ambon, Aceh,
dan masih banyak lagi. Bahasa tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan orang
lain dan untuk bertukar pikiran maupun mengeluarkan pendapatnya.

6
2. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
Bendera merupakan salah satu lambang yang menjadi Identitas yang dapat di
kenali saat melihat warna serta motif gambar didalamnya. Setiap Negara pasti memiliki
bendera sebagai ciri khas dari Negara tersebut. Indonesia memiliki bendera berwarna
merah dan putih, seperti yang sudah tertera dalam UUD 1945 pasal 35 yang menyebutkan
bahwa “ Bendera Negara Indonesia adalah Sang Merah Putih”. Warna merah dan putih
menjadi warna pilihan yang dipilih untuk melambangkan Indonesia memiliki makna
Merah yang artinya berani dan putih yang artinya suci. Yang diharapkan adalah
masyarakat Indonesia bisa memikili jiwa yang berani dan suci seperti warna Bendera
Indonesia.

3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya


Lagu kebangsaan Indonesia dipublikasikan pada tahun 1928, yang dikarang oleh
Wage Rudolf Soepratman dan diciptakan tahun 1924. Pada tahun 1928 Wage Rudolf
Soepratman mengumumkan dan menyatakan bahwa lagu karangannya ditetapkan sebagai
lagu kebangsaan Indonesia yang diberi judul Indonesia Raya.

4. Lambang Negara yaitu Pancasila


Seperti pada Undang -Undang Dasar 1945 yang telah ditetapkan bahwa lambang
negara Indonesia adalah Garuda Pancasila.

5. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika


Bhineka Tunggal Ika berisi konsep pluralistik dan multikulturalistik dalam
kehidupan yang terikat dalam suatu kesatuan. Bhineka Tunggal Ika tidak bersifat
sektarian dan eksklusif, hal ini bermakna bahwa dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara tidak dibenarkan merasa dirinya yang paling benar, paling hebat, dan tidak
mengakui harkat dan martabat pihak lain. Bhineka Tunggal Ika tidak bersifat normalitas
yang hanya menunjukkan perilaku semu. Bhineka Tunggal Ika dilandasi oleh sikap saling
percaya mempercayai, saling hormat menghormati, saling cinta mencintai dan rukun.

7
6. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
Pancasila adalah kumpulan nilai atau norma yang meliputi sila-sila Pancasila
sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, pada hakikatnya pengertian
Pancasila dapat dikembalikan kepada dua pengertian, yakni Pancasila sebagai pandangan
hidup bangsa Indonesia dan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia sering disebut juga sebagai
pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, petunjuk hidup yang dapat di
artikan dari segi global atau skala besar. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai
pancaran dari sila Pancasila karena Pancasila sebagai kesatuan tidak bisa dipisah-
pisahkan, keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis sehingga
berfungsi sebagai cita-cita atau ide yang menjadi tujuan utama bersama sebagai landasan
dasar Negara.
Oleh karena itu, dapat dikemukakan bahwa Pancasila sebagai pegangan hidup
yang merupakan pandangan hidup bangsa, dalam pelaksanaan hidup sehari-hari tidak
boleh bertentangan dengan norma-norma agama, norma-norma sopan santun, dan tidak
bertentangan dengan norma-norma hukum yang sudah ada dan telah ditetapkan atau saat
ini berlaku.

7. Konstitusi (Hukum Dasar) Negara yaitu UUD 1945


Disamping pengertian Undang -Undang Dasar, dipergunakan juga istilah lain
yaitu “ Konstitusi ”. Istilah konstitusi berasal dari bahasa Inggris “ Constitution ” atau
dari bahasa Belanda “ Constitutie ”. Terjemahan dari istilah tersebuh adalah Undang-
Undang Dasar dan hal ini memang sesuai dengan kebiasaan orang Belanda dan Jerman,
yang dalam percakapan sehari-hari memakai kata “ Grondwet ” ( Grond = dasar, wet =
Undang – Undang ) yang keduanya menunjukan naskah tertulis.
Namun pengertian Konstitusi dalam praktek ketatanegaraan umumnya dapat mempunyai
arti:
a. Lebih luas dari pada Undang-Undang Dasar
b. Sama dengan pengertian Undang -Undang Dasar.

8
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
Yang di maksud dengan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat adalah status negara Indonesia yang bentuk negara adalah kesatuan,
sedangkan bentuk pemerintah adalah republik.

9. Konsepsi Wawasan Nusantara


Wawasan artinya pandangan, tinjauan, penglihatan atau tanggap indrawi.
Pengertian wawasan sendiri selain menunjukkan kegiatan untuk mengetahui arti
pengaruh-pengaruhnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional


Kebudayaan disini diartikan bahwa pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial
yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara
kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami
lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak
(dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang
dihadapi. Disisi lain kebudayaan bisa diartikan sebagai kebiasaan atau tradisi yang sering
di lakukan oleh sebagian besar warga di wilayah tertentu yang sering di sebut dengan
istilah Adat.

D. Cara Melestarikan Identitas Nasional

Dalam arus globalisasi ada begitu banyak tantangan yang di hadapi oleh berbagai negara,
maka ada begitu banyak pula tuntutan untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi tersebut.
Termasuk juga tantangan dalam mempertahankan jati diri bangsa. Untuk menghadapi hal
ini perlu adanya strategi untuk mempertahankan identitas nasional yang merupakan jati
diri bangsa, diantaranya dengan mengembangkan nasionalisme, pendidikan, budaya dan
Bela Negara.

a. Mengembangkan Rasa Nasionalisme


Nasionalisme telah menjadi pemicu kebangkitan kembali dari budaya yang telah
memberi identitas sebagai anggota dari suatu masyarakat dan bangsa-bangsa. Secara
umum, nasionalisme dipahami sebagai kecintaan terhadap tanah air, termasuk segala

9
aspek yang terdapat didalamnya. Dari pengertian tersebut ada beberapa sikap yang
bisa mencerminkan sikap nasionalisme, yaitu :
1. Menggunakan barang-barang hasil bangsa sendiri, karena bisa menambah rasa cinta
dan bangga akan hal yang di buat oleh tangan-tangan kreatif penduduknya.
2. Menghargai perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan bangsa ini, bias
dilakukan dengan beberapa hal misalkan membaca, menonton, mengunjungi hal-hal
yang berkaitan tentang sejarah bangsa ini lahir. Hal ini bertujuan untuk
membangkitkan jiwa nasionalisme yang sudah ada dari masing-masing individu.
3. Berprestasi dalam beberapa bidang misalkan bidang olahraga, akademik, teknologi
dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk menambahkan rasa bangga dan sikap rela
berkorban demi bangsa.

Ada tiga aspek penting yang tidak dapat dilepaskan dalam konteks nasionalisme yaitu :
1. Politik Nasionalisme Indonesia bertujuan menghilangkan dominasi politik bangsa asing
dan menggantikannya dengan sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat.
2. Sosial ekonomi. Nasionalisme Indonesia muncul untuk menghentikan eksploitasi
ekonomi asing dan membangun masyarakat baru yang bebas dari kemeralatan dan
kesengsaraan.
3. Budaya Nasionalisme Indonesia bertujuan menghidupkan kembali kepribadian bangsa
yang harus diselaraskan dengan perubahan zaman.
Dengan demikian, mengembangkan sikap nasionalisme (cinta tanah air), akan
dengan sendirinya telah mempertahankan dan melestarikan keaslian dari bangsanya,
termasuk budaya atau kebiasaan, karakter, sifat-sifat, produk dalam negeri dan adat
istiadat masing-masing suku.

b. Pendidikan
Pembinaan jati diri bangsa indonesia dapat dilaksanakan melalui jalur formal
maupun informal. Melalui jalur formal jati diri bangsa Indonesia dapat
dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan nasional mempunyai peran yang
sangat besar didalam pembentukan jati diri bangsa Indonesia. Salah satu kenyataan
bangsa Indonesia ialah memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam dengan

10
jumlah suku bangsa dan budayanya masing-masing merupakan kekayaan yang
sangat berharga didalam pembentukan bangsa Indonesia yang multikultural.
Didalam upaya pembentukan dan mempertahankan jati diri bangsa, peran
pendidikan sangat efektif untuk menimbulkan rasa memiliki dan keinginan untuk
mengembangkan kekayaan nasional dari masing-masing budaya lokal.

c. Pelestarian Budaya
Seseorang yang di sebut berbudaya adalah seorang yang menguasai dan
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya, khususnya nilai-nilai etnis dan moral
yang hidup di dalam kebudayaan tersebut . Budaya merupakan salah faktor
penentu jati diri bangsa. Pada pengertiannya, budaya adalah hasil karya cipta
manusia yang dihasilkan dan telah dipakai sebagai bagian dari tata kehidupan
sehari-hari. Suatu budaya yang dipakai dan diterapkan dalam kehidupan dalam
waktu yang lama, akan mempengaruhi pembentukan pola kehidupan masyarakat,
seperti kebiasaan rajin bekerja. Kebiasaan ini berpengaruh secara jangka panjang,
sehingga sudah melekat dan terpatri dalam diri masyarakat. Namun pada
kenyataannya budaya Indonesia sekarang ini mulai menghilang karena pengaruh
budaya asing yang masuk ke Indonesia, untuk itulah perlu adanya pembangunan
kembali jati diri dan budaya bangsa dan Negara.

d. Bela Negara
Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 berbunyi: ”Setiap warga negara berhak dan wajib ikut
serta dalam upaya pembelaan negara.” Dari bunyi pasal tersebut menunjukkan
bahwa bela negara merupakan hak dan sekaligus kewajiban bagi setiap warga
negara, ini membuktikan bahwa bela negara juga menjadi suatu aturan agar setiap
warga negara harus melakukan tindakan bela negara demi ketahanan dan
eksistensi sebuah negara. Pada zaman penjajahan bela negara diartikan dengan
cara mengikuti wajib milter agar dapat membertahankan negara indonesia.
Namun, seiring berjalannya waktu ketika bangsa indonesia berhasil mengalahkan
para penjajah dan merdeka, konsep bela negara berbuah dalam arti tidak tertapaku
lagi harus mengikuti wajib militer. Zaman sekarang ini, setiap orang dapat

11
melakukan bela negara dengan caranya masing-masing, menurut profesinya atau
pekerjaannya. Dalam konsep bela negara diinterpretasikan secara labih luas lagi
sehingga meliputi segala bidang dalam kehidupan bernegara. Dalam upaya
pembelaan negara ini, dilakukan secara terpadu dan disadasarkan atas kecintaan
terhadap tanah air dan bangsa.

E. Pancasila Sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional


Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional,
memilki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di
dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern,
diletakanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam filsafat hidup
berbangsa dan bernagara. Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa
yang diangkat dari filsafat hidup bangsa Indonesia, yang kemudian diabstraksikan
menjadi suatu prinsip dasar filsafat Negara yaitu Pancasila. Jadi, filsafat suatu bangsa dan
Negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber pada kepribadiannya sendiri.
Dapat pula dikatakan pula bahwa pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan Negara
Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang
dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa. Jadi, filsafat pancasila itu
bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan suatu rezim atau penguasa melainkan
melalui suatu historis yang cukup panjang dan sejarah budaya bangsa sebagai akar
Identitas Nasional.
Disebutkan bahwa kegagalan dalam menjalankan dan medistribusikan output
berbagai agenda pembangunan nasional secara lebih adil akan berdampak negatif pada
persatuan dan kesatuan bangsa. Pada titik inilah semangat Nasionalisme akan menjadi
salah satu elemen utama dalam memperkuat eksistensi Negara atau bangsa. Study Robert
I Rotberg secara eksplisit mengidentifikasikan salah satu karakteristik penting Negara
gagal (failed states) adalah ketidakmampuan negara mengelola identitas Negara yang
tercermin dalam semangat nasionalisme dalam menyelesaikan berbagai persoalan
nasionalnya. Ketidakmampuan ini dapat memicu intra dan interstatewar secara hampir
bersamaan. Penataan, pengelolaan, bahkan pengembangan nasionalisme dalam identitas
nasional, dengan demikian akan menjadi prasyarat utama bagi upaya menciptakan sebuah

12
Negara kuat (strong state). Fenomena globalisasi dengan berbagai macam aspeknya
seakan telah meluluhkan batas-batas tradisional antarnegara, menghapus jarak fisik antar
negara bahkan nasionalisme sebuah negara. Alhasil, konflik komunal menjadi fenomena
umum yang terjadi diberbagai belahan dunia, khususnya negara-negara berkembang.
Konflik-konflik serupa juga melanda Indonesia. Dalam konteks Indonesia, konflik-
konflik ini kian diperuncing karekteristik geografis Indonesia. Berbagai tindakan
kekerasan (separatisme) yang dipicu sentimen etnonasionalis yang terjadi di berbagai
wilayah Indonesia bahkan menyedot perhatian internasional. Nasionalisme bukan saja
dapat dipandang sebagai sikap untuk siap mengorbankan jiwa raga guna
mempertahankan Negara dan kedaulatan nasional, tetapi juga bermakna sikap kritis untuk
member kontribusi positif terhadap segala aspek pembangunan nasional. Dengan kata
lain, sikap nasionalisame membutuhkan sebuah wisdom dalam melihat segala
kekurangan yang masih kita miliki dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara, dan sekaligus kemauan untuk terus mengoreksi diri demi tercapainya cita-cita
nasional.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Unsur-unsur pembentuk identitas nasional Indonesia adalah sejarah, kebudayaan, budaya
unggul, suku bangsa, agama, dan bahasa.
2. Identitas nasional merupakan sesuatu yang terbuka untuk diberi makna baru agar tetap
relevan dan fungsional dalam kondisi aktuall yang berkembang dalam masyarakat.
3. Bentuk-bentuk identitas nasional terdiri dari Bahasa Nasional atau bahasa persatuan yaitu
Bahasa Indonesia, bendera Negara yaitu bendera sang merah putih, lagu kebangsaan
yaitu Indonesia Raya, Lambang Negara yaitu Pancasila., Semboyan Negara yaitu
Bhieneka Tunggal Ika, Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila, Konstitusi (Dasar Hukum)
negara yaitu UUD 1945, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat, konsepsi wawasan nusantara, dan kebudayaan daerah yang
diterima sebaga kebudayaan nasional.
4. Cara melestarikan Identitas Nasional adalah mengembangkan rasa nasionalisme,
pendidikan, pelestarian budaya dan bela Negara.
5. Pancasila sebagai kepribadian dan identitas nasional Indonesia adalah Bangsa Indonesia
sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memilki sejarah serta prinsip
dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia, dan Bangsa Indonesia
menuangkannya kedalam Pancasila sebagai salah satu ideologi Bangsa.

B. Saran
Dengan membaca makalah ini, pembaca disarankan agar bisa mengambil manfaat
tentang pentingnya Identitas Nasional bagi bangsa dan Negara Indonesia dan diharapkan dapat
diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara dapat
berjalan dengan baik.

14
DAFTAR PUSTAKA

http://awoelandari.blogspot.co.id/2012/12/tugas-mata-kuliah-pkn-makalah-identitas.html

http://alisnai.blogspot.co.id/

http://sabkinatuna.blogspot.co.id/2014/02/memantapkan-identitas-nasional-sebagai.html

15