Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH PERENCANAAN KEBUTUHAN

DARAH DI BDRS

NAMA KELOMPOK :

1. Dea Mustika Sari 1417045


2. Berliana Retna S 1417013
3. M eyke Pertiwi
4. Sushmita Putri
5. Krista Eka P
LATAR BELAKANG

Bank Darah Rumah Sakit Umum Salatiga adalah suatu unit dirumah sakit yang merupakan
bagian dari instalasi laboratorium yang menyelenggarakan pelayanan darah untuk memenuhi
kebutuhan darah tranfusi bagi pasien yang dirawat dirumah sakit. Tugas Bank Darah adalah
merencanakan kebutuhan darah rumah sakit, penyimpanan darah, melakukan pemeriksaan
golongan darah dan crossmatch

Tranfusi darah adalah suatu kegiatan memindahkan darah donor kepada resipien atau
penerima. Tranfusi darah diperlukan sebagai upaya medis untuk memperbaiki kondisi Anemi yang
diderita seseorang. Anemia adalah suatu kondisi dimana seseorang kekurangan sel darah merah
atau massa hemoglobin sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen
keseluruh jaringan. Menurut WHO yang dikutip oleh Rasmaliah Anemia adalah suatu kondisi dimana
kadar hemoglobin kurang dari normal. Anemia dapat disebabkan oleh bermacam-macam hal antara
lainkarena faktor patologis organ pemroduksi sel darah merah misalnya pada kasus penyakit
keganasan darah, kondisi kurang gizi seperti yang masih dialami oleh penduduk indonesia timur
seperti daerah Papua, NTT dll,Anemia juga dapat disebabkan karena perdarahan oleh berbagai hal
misal perdarahan karena luka kecelakaan dimana pada saat ini karena mobilitasmasyarakat yang
begitu tinggi sehingga jalanan dipadati oleh berbagai kendaraan yang karena tidak didukung oleh
sistim transportasi yang aman maka angka kejadian kecelakaan dijalan begitu tinggi.

Karena faktor tersebut diataslah maka kebutuhan darah di rumah sakit cukup banyak dan
harus tersedia secara aman dan berkualitas. Untuk menjaga ketersediaan stok darah khususnya di
PMI sebagai penyuplai darah untuk Bank Darah Rumah Sakit maka diperlukan partisipasi dan
kesadaran masyarakat untuk menjadi donor darah sukarela.
A. TUGAS BANK DARAH RUMAH SAKIT

1. Menerima darah yang sudah diuji saring dari UTDC PMI terdekat secara teratur.
2. Menyimpan darah.
3. Melakukan uji cocok serasi darah donor dan darah pasien.
4. Menyerahkan darah yang cocok bagi pasien di Rumah Sakit tersebut.
5. Melacak penyebab reaksi transfusi yang dilaporkan Rumah Sakit.
6. Melaksanakan pemusnahan darah transfusi yang tidak layak pakai, sesuai ketentuan.

B. PERSYARATAN KETENAGAAN YANG DIBUTUHKAN

1. Penanggung jawab BDRS, satu orang dokter umum / spesialis.


2. Paramedis Teknologi Transfusi Darah (PTTD), empat orang, 3 shift.
3. Pekarya, satu orang.
C. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DI BDRS

1. Kriteria Pembentukan Bank Darah Rumah Sakit


a. Ada kebutuhan darah.
b. Ada UTD setempat dengan jarak > 5 km dari Rumah Sakit.
c. Jika belum ada UTD di Daerah / Kabupaten tersebut, maka dapat dibentuk UTD Rumah
Sakit.
d. Pendirian Bank Darah Rumah Sakit atas kesepakatan tim yang terdiri dari personal Rumah
Sakit, UTD PMI setempat dan Dinas Kesehatan setempat setelah diadakan pengkajian
terlebih dahulu dan dapat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
e. Tersedia ruangan dengan : - Luas minimal 4 x 5 m2
- Air bersih yang cukup dengan sistim pembuangan limbah yang baik.
- Listrik yang berkekuatan minimal 6500 Watt dan diesel / pembangkit listrik dalam keadaan
darurat.
- Telepon.
f. UTD PMI menyediakan :
- Darah yang cukup untuk kebutuhan Rumah Sakit.
- Alat-alat Laboratorium (SK Permenkes 478 pasal 15 ayat 12 tahun 1990).
- Reagensia
- Formulir-formulir.
D. PEMBIAYAAN

a.Tenaga ATD/PTTD/Analis terlatih di bidang Transfusi Darah dibayar oleh Rumah yang
bersangkutan

b. Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD)/Service cost dibebankan pada pihak Rumah
Sakit yang bersangkutan.

c. Besarnya biaya service cost ditetapkan oleh Pengurus Pusat PMI yang diketahui oleh Dinas
Kesehatan setempat.

d. Prosedur penagihan service cost mengikuti petunjuk dari UTD PMI setempat yang
mengirimkan darahnya.

E. PENDIDIKAN dan PELATIHAN

a. Untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam penyimpanan, pengolahan


dan distribusi darah, Rumah Sakit dapat mengirimkan tenaga ATD/PTTD/Analisnya untuk
mengikuti penataran/kursus yang diadakan oleh PMI.

b. PMI memberikan bimbingan dalam bidang pengetahuan tentang Penyimpanan,


Pengolahan dan Distribusi darah.
F. PENELITIAN dan PENGEMBANGAN

PMI dan Rumah Sakit dapat melakukan penelitian dan pengembangan bersama dalam
bidang Transfusi Darah.

G. PELAPORAN

BDRS berkewajiban melakukan pembuatan laporan bulanan kepada UTD PMI tentang setiap
kegiatan di Bank darah yang bersangkutan, meliputi :
- Kebutuhan, penerimaan dan pemakaian darah
- Reaksi transfusi
- Pemakaian reagnesia
- Pemakaian alat-alat dll.

H. PENGAWASAN

Pengawasan / Audit teknis pelayanan darah secara periodik dilakukan oleh tim yang
terdiri dari personal Rumah Sakit, UTD PMI setempat dan Dinas Kesehatan setempat.
Laporan audit teknis disampaikan pada Kepala Rumah Sakit, Kepala UTD setempat dan
Kepala Dinas Kesehatan setempat.
I. PERALATAN YANG DIBUTUHKAN

1. Gunting Stainless
2. Tempat klem & gunting
3. Rak Tabung 24 lb Stainless
4. Tabung reaksi uk. 12 x 75
5. Mikroskope Binokulair
6. Blood Bank Kapasitas 150 kantong
7. Electric sealer
8. Hand Sealer
9. Medical Refrigerator
10.Centrifuge (Serofuge)
11.Set peralatan Cross Gel Test ( jika cross test menggunakan metode gel )
12. Waterbath / Incubator
13. Rotator (untuk pemeriksaan sifilis)
14. Micropipet
15. Timer Bel
16. Agitator Trombosit (untuk menyimpan trombosit) – harga tergantung saat permintaan.