Anda di halaman 1dari 154

TUGAS KELOMPOK

LAPORAN STASE MANAJEMEN KEPERAWATAN


DI RUANG GARDENIA RS “JIH” YOGYAKARTA

Disusun Oleh :
Ika Setya
Essita Diti Tarja
Mutmainah
Nurul Hidayah
Ranu Mustikaningrum
Rina Wulandari

PROGRAM PROFESI NERS

STIKES GUNA BANGSA YOGYAKARTA

2016

1
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Manajemen Keperawatan Di Ruang Gardenia RS “JIH” Yogyakarta”, ini


telah disetujui pada :

Tanggal :

Tempat : Ruang Gardenia RS “ JIH” Yogyakarta

Pembimbing Klinik Pembimbing Akademik

( Sriyanto, S.Kep. Ns ) ( )

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan dirasakan
sebagai fenomena yang harus direspon oleh perawat. Respons yang ada harus
bersifat kondusif dengan pengelolaan keperawatan dan langkah-langkah
konkret dalam pelaksanaannya. Manajemen Keperawatan di Indonesia di
masa depan perlu mendapatkan prioritas utama dalam pengembangan. Hal ini
bekaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global bahwa setiap
perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan secara profesional
dengan memperhatikan setiap perubahan yang terjadi di Indonesia.

Menurut Hersey dan Blanchard (1977) dalam Suyanto (2009)


manajemen adalah suatu proses melakukan kegiatan pencapaian tujuan
organisasi melalui kerjasama dengan orang lain, sedangkan manajemen
keperawatan adalah suatu tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh
pengelola keperawatan untuk merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan
serta mengawasi sumber-sumber yang ada baik sumber dari manusia, alat
maupun dana, sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang
efektif, baik kepada pasien, keluarga dan masyarakat (Suyanto, 2009).

Pelayanan keperawatan sebagai bentuk pelayanan professional kepada


individu baik itu pasien, keluarga, maupun kepada siapapun baik itu secara
langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak pelayanan pada
ruangan, sangatlah memerlukan penataan yang maksimal agar pelayanan
yang diberikan menjadi efektif dan efisien. Dalam pelayanan, kadang kita
sulit membedakan tatanan pelayanan dan manajerial. Prinsip dasar dalam
tatanan pelayanan adalah memberikan asuhan keperawatan yang bertujuan
untuk pemenuhan kebutuhan dasar manusia pasien, sedangkan dalam tatanan

3
manajerial seorang perawat haruslah dapat mengelola sumber daya yang ada
di ruangan untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien.
Keperawatan sebagai salah satu bentuk pelayanan profesional yang
merupakan bagian dari integral yang tidak dapat dipisahkan dari upaya
pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, pelayanan keperawatan
merupakan faktor penentu baik buruknya mutu dan citra rumah sakit, oleh
karenanya kwalitas pelayanan keperawatan perlu dipertahankan dan
ditingkatkan seoptimal mungkin. Dengan memperhatikan hal tersebut maka
proses manajemen yang baik perlu juga diterapkan dalam memberikan asuhan
keperawatan sehingga dicapai suatu asuhan keperawatan yang memenuhi
setandar profesi yang ditetapkan, sumberdaya untuk pelayanan keperawatan
dimanfaatkan secara wajar, efisien, dan efektif, aman bagi pasien dan
keperawatan, memuaskan bagi pasien, dan keperawatan serta aspek sosial,
ekonomi, budaya, agama, etika, dan tata nilai masarakan diperhatikan dan
dihormati.
Rumah sakit sebagai salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan,
salah satunya adalah penyelenggara layanan keperawatan senantiasa
memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pasien maupun keluarganya
( Depkes, 2006 ) dan supaya tujuan tersebut dapat tercapai maka diperlukan
suatu cara pengelolaan pelayanan keperawatan yang mengikuti prinsip-
prinsip managemen.
Berdasarkan uraian di atas, maka teori dan ketrampilan manajerial
sangat mutlak diperlukan untuk pengembangan ilmu keperawatan dimasa
datang. Program studi SI Ilmu Keperawatan STIKes Guna Bangsa sebagai
salah satu pelopor perawat profesional menuntut peserta didiknya untuk dapat
mengaplikasikan teori-teori manajerial di lapangan, salah satu bentuknya
adalah praktek stase managemen keperawatan di ruang Gardenia RS “JIH”
Yogyakarta. Praktek tersebut diharapkan mahasiswa mampu menerapkan
ilmu yang didapat dan mengelola ruangan perawatan dengan pendekatan
proses managemen.

4
B. TUJUAN PRAKTIK
1. Tujuan Umum
Setelah melakukan praktek manajemen keperawatan selama 4
minggu di ruang Gardenia RS “JIH” Yogyakarta mahasiswa mampu
memahami managemen keperawatan baik pengelolaan sarana maupun
kegiatan keperawatan dalam tatanan klinik.
2. Tujuan Khusus
Secara kelompok dan individu dapat menunjukan kemanpuan dalam hal:
a. Melakukan pengkajian dalam pengumpulan data di ruangan rawat
inap.
b. Menganalisa data dan memahami masalah-masalah dalam
pengorganisasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap.
c. Mengidentifikasi masalah yang telah ditemukan kelompok
d. Merencanakan beberapa alternatif pemecahan masalah yang telah
disepakati oleh kepala ruang.
e. Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan keperawatan.
f. Melakukan usaha-usaha kordinasi kegiatan perawatan dengan
perawat di ruang rawat inap.
g. Memilih dan menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai di ruang
rawat inap.
h. Memilih dan menerapkan gaya pendekatan dan setrategi dalam
mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan praktek manajemen
keperawatan.
i. Kelompok menerapkan pelaksanaan semi MPKP dengan
melaksanakan evaluasi setelah pelaksanaan semi MPKP.
j. Melaksanakan magang dengan KaRu secara bergantian selama satu
hari oleh An Ners.
k. Melaksanakan magang supervisi

5
l. Revisi dengan supervisor dalam satu shift oleh masing-masing An
Ners.

6
BAB II
KAJIAN SITUASI MANAJEMEN KEPERAWATAN RUANG GARDENIA
RUMAH SAKIT “JIH” YOGYAKARTA

A. KAJIAN SITUASI RS “JIH” YOGYAKARTA


Rumah Sakit “JIH” didirikan berdasarkan akta Pendirian PT
UMF No : 33 tanggal 24 Februari 2005, telah mendapatkan pengesahan
dari departemen Hukum dan HAM RI No C-17296 HT.01201.TH 2005
tanggal 22 Juni 2005, telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
No 84 tahun 2005 Tambahan Lembaran No 11273. Dimana awalnya
bernama Jogja International Hospital, sebagai unit usaha di bawah
pengelolaan PT Unisia Medika Farma (PT UMF).

Soft opening Jogja International Hospital dilakukan pada bulan


Februari 2007, berdasarkan surat ijin dari Penyelenggara Sementara
Rumah Sakit No : 503/0393/DKS/2007 yang diterbitkan oleh Kepala
Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sleman. Peresmian atau grand
opening dilakukan pada 31 Maret 2007 dimana hari itu bertepatan dengan
Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 12 Rabiul Awal 1928 H.
Selanjutnya hari tersebut di tetapkan sebagai harijadi / milad Jogja
International Hospital.

Jogja International Hospital memperoleh ijin operasional tetap


dari Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal
28 April 2008, Surat Ijin berlaku 5 tahun. Jogja International Hospital
juga tergabung menjadi anggota Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh
Indonesia ( PERSI ) cabang Daerah Istimewa Yogyakarta terhitung mulai
tanggal 1 Juli 2009 dengan No Regstrasi 0185/PERSI-DIY/VIII/2009.

Pada tanggal 20 Mei 2010 Jogja International Hospital


memperoleh Sertifikat ISO 9001:2008 dari Verification New Zealand (

7
VNZ ). Pada tanggal 24 Januari 2011 mendapatkan Sertifikat Akreditasi
Rumah Sakit 16 Layanan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
dengan No : YM.01.10/111/308/2011. Hal itu guna menjaga pelayanan
kesehatan yang bermutu serta konsisten pada standar pelayanan
kesehatan yang tertinggi. Saat ini Rumah Sakit “JIH” sedang dalam
proses pengajuan Akreditasi Rumah Sakit pada taraf selanjutnya.

Berdasarkan surat dari Direktur Jendral Bina Pelayanan Medik


Kementrian Kesehatan RI No : 659/Menkes/Per/VIII/2009 tanggal 14
Agustus 2009, tentang Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia, pasal 15,
maka per tanggal 14 Agustus 2010 nama Jogja International Hospital
menjadi Rumah Sakit “ JIH “. Adapun kepanjangan “ JIH “ adalah Jogja
Indonesia Hospital.

Rumah Sakit “JIH” merupakan rumah sakit berbasis syariah yang


menawarkan suasana berbeda, dengan konsep hospitality dan homy
sehingga pasien dan pengunjung merasa berada di rumah sendiri. Rumah
Sakit “JIH” memberikan berbagai fasilitas kesehatan yang didukung
dengan fasilitas dan teknologi canggih demi memenuhi kebutuhan
kesehatan masyarakat. Kamar perawatan pasien dengan berbagai fasilitas
dan memberikan kenyamanan serta penanganan yang optimal, berikut ini
adalah layanan yang di berikan oleh Rumah Sakit “JIH” :
a. Rawat Jalan : Poliklinik spesialis ( Anak, Bedah, Internist, Jantung,
Paru-paru, Urologi, Mata, Kulit & Kelamin, THT, Gigi, Gizi,
Kandungan dan Psikologi ).
b. Rawat Inap : Bangsal umum ( Presiden suite, VVIP, VIP,
Alamanda/utama, Kelas 1, Kelas 2, kelas 3 ), Bangsal Pediatrik /
anak, Bangsal Obsgyn, Bangsal ICU/ICCU/PICU/NICU.
c. Layanan Medical Chek Up
d. Layanan Penunjang medis : Fisioterapi, Radiologi, Laboratorium dan
terapi oksigen hyperbarik.
e. Layanan Unit Gawat Darurat

8
f. Layanan Kamar Operasi

1. Visi Rumah Sakit


Terwujudnya JIH sebagai Rumah Sakit Rahmatan Lil Alamin melalui
komitmen pada layanan kesehatan bertaraf internasional berdasar
ketentuan Rumah Sakit Syariah
2. Misi Rumah Sakit
Misi yang dijalankan adalah :
a. Membangun institusi syariah di bidang pelayanan kesehatan
untuk mengabdi dan mencari ridho Allah SWT.
b. Mengembangkan layanan prima yang fokus pada kebutuhan
pasien didukung dengan teknologi tepat guna sesuai standar
international.
c. Membangun human kapital yang terampil, professional dan
kompeten berdasar nilai budaya islami.
3. Moto Rumah Sakit
The Ultimate Value Health Care
4. Slogan
A : Amanah
Menjaga amanah yang dipercayakan oleh Rumah Sakit “JIH”
M :Melayani
Melayani setiap pasien dengan sepenuh hati tanpa pengecualian
P :Prefesional
Sesuai standar mutu yang ditetapkan
U :Unggul
Terus meningkatkan keahlian dan peralatan yang unggul
H :Harmonis
Menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama rekan kerja
AMAHAH dalam MELAYANI pasien secara PROFESIONAL dengan
keahlian dan peralatan yang UNGGUL dibidang medis dalam suasana
kerja yang HARMONIS

9
B. KAJIAN SITUASI DI RUANG GARDENIA RS “ JIH”
YOGYAKARTA
1. Karakteristik Unit
a. Model Layanan
Di ruang Gardenia mengunakan standar Model Pelayanan
Keperawatan Profesional (MPKP) semi Primary nursing dalam
melayani pasien.

10
b. Letak Ruang (termasuk denah ruangan)

2303 C 2303 D 2302 C 2302 D 1B 1C Perawatan kelas 3 : 12 bed


GUDANG 2303 B 2303 E 2302 B 2302 E Perawatan kelas 2 : 4 bed
2303 A 2303 F 2302 A 2302 F 1A 1D Perawatan Isolasi : 1 bed
Perawatan kelas 1 : 2 bed
Perawatan alamanda : 2 bed
RUANG RUANG 2306 A
ISOLASI 2305 B 2305 A NURSE STATION DOKTER
R.
RUANG ALKES SUPERVISOR 2306 B

Gambar 2.1 Denah Ruang Gardenia RS “ JIH” Yogyakarta

11
c. Kapasitas Ruang Gardenia
Ruang Gardenia merupakan layanan rawat inap khusus penyakit
dalam yang berada di lantai 2 Gedung A yang terdiri dari kelas 3, kelas 2,
alamanda dan satu ruang isolasi. Kapasitas tempat tidur yang dimiliki
adalah 20. Ruang Gardenia memberikan pelayanan rawat inap bagi pasien
umum, pasien perusahaan, pasien asuransi dan asien BPJS.
d. Struktur Organisasi Ruang
Struktur organisasi di ruang Gardenia RS “JIH’ Yogyakarta yang
resmi sudah ada. Struktur organisasi yang diberlakukan di ruang saat ini
adalah dikepalai oleh seorang NIC (nurse in charge) yang membawahi 4
Ka-Tim , dan 9 Perawat pelaksana.

2. Analisis Terhadap Klien


a. Karakteristik
Pasien yang dirawat diruang Gardenia biasanya pasien dengan
masalah-masalah penyakit dalam dengan tingkat ketergantungan yang
berbeda-beda.

b. Tingkat Ketergantungan (minimal, intermediate, atau total)


Tabel 2.1
Tingkat Ketergantungan (minimal, intermediate, atau total)

Waktu Kebutuhan Perawat


Klasifikasi Pagi Sore Malam
Minimal 0.17 x 0 0.14 x 0 0.10 x 0
Intermediate 0.27 x 6 0.15 x6 0.07 x 6
Maksimal 0.86 x 3 0.80 x 3 0.20 x 3
Jumlah 4,2 3,3 1,02

Dari tabel 2.1 diatas dapat di simpulkan bahwa jumlah perawat


yang dibutuhkan pada sift pagi 5 orang perawat, untuk sift siang 4 dan
untuk sift malam 2 orang.

12
3. Sumber Daya/Kekuatan Kerja (INPUT)
a. Manusia (Man) yang harus dikaji:
1) Pasien
a) Kajian Teori
Pasien adalah seseorang yang datang ke instalasi kesehatan
yang membutuhkan pelayanan medis atau keperawatan yamg
terganggu kondisi kesehatannya baik jasmani maupun rohani
(WHO). Pasien yang berobat ke RS “JIH” berasal dari berbagai
wilayah. RS “JIH” merupakan rumah sakit tipe B untuk wilayah
Yogyakarta dan Jawa Tengah.

b) Kajian Data
(1) Pasien yang dirawat di ruang Gardenia 3 bulan terakhir
(Februari 2017 – April 2017)
Jumlah pasien yang dirawat mulai tanggal 1 Februari
2017 sampai dengan 30 April 2017 dapat dilihat pada tabel 2.2

Tabel 2.2
Jumlah Pasien yang Dirawat di Ruang Gardenia pada Bulan
Februari 2017 – April 2017

No Bulan Jumlah Pasien


1. Februari 2017 97
2. Maret 2017 81
3. April 2017 69
Total 247
Sumber: Buku Register Ruang Gardenia
Analisis Data:
Berdasarkan tabel 2.2 di atas, dapat disimpulkan bahwa
pasien yang dirawat di ruangan Gardenia 3 bulan terakhir dari
bulan Februari 2017 – April 2017 berjumlah 247.

13
(2) Daftar 10 penyakit terbanyak di Ruang Gardenia RS “JIH”
Februari 2017 – April 2017
Tabel 2.3
10 Penyakit Terbanyak

No Penyakit Februari Maret 2017 April Jumlah


2017 2017
1. Frakture 12 7 6 25
2. TF 8 5 8 21
3. Gatritis 6 5 8 19
4. TUMOR 7 6 5 18
5. CKR 9 5 4 18
6. ISK 4 6 2 12
7. AMI 2 3 2 7
8. HT 4 2 1 7
9. CKS 2 2 3 7
10 GEA 3 2 2 7
Sumber: Buku Register Pasien Ruang Gardenia

Analisis Data:
Berdasarkan hasil pengkajian data yang dilakukan,
ditemukan bahwa selama 3 bulan terakhir di ruang Gardenia
ada 247 pasien yang dirawat dengan kasus terbanyak fraktur
yang berjumlah 25 pasien. Dari kasus tersebut belum dapat
mewakili karena 10 penyakit terbanyak seharusnya dilihat
dalam kurun waktu 1 tahun. Sedangkan data yang dikumpulkan
hanya selama 3 bulan, sehingga ada kemungkinan dipengaruhi
oleh penyakit musiman.

14
(3) Daftar Daerah Asal Pasien/Demografi terbanyak di Ruang
Gardenia dalam 3 bulan terakhir (Februari 2017 – April
2017 )
Table 2.4
Jumlah Asal Daerah Pasien Paling Banyak 3 Bulan
Terakhir

No. Bulan Asal Daerah Jumlah


1. Februari Sleman 48
2. Maret DIY 20
3. April Sleman 66
Jumlah 134
Sumber:Buku Register Pasien Ruang Gardenia
Analisis Data:
Berdasarkan hasil pengkajian data yang dilakukan,
ditemukan bahwa selama bulan Februari 2017 – April 2017, di
Ruang Gardenia ada xxx pasien yang dirawat dengan daerah
asal terbanyak berasal dari daerah Sleman sebanyak 66 pasien.

2) Ketenagaan
a. Kuantitas/Jumlah Kebutuhan Tenaga Perawat
(1) Jumlah Kebutuhan Tenaga Perawat yang Dibutuhkan
Berdasarkan Rumus Gillies
a) Kajian Teori
Ketenagaan merupakan faktor penting dalam input
instrumental. Penetapan jumlah tenaga keperawatan adalah
suatu proses membuat perencanaan untuk menentukan
alokasi SDM di ruangan agar pelayanan dan proses
managerial berjalan efektif dan efisien. Beberapa ahli telah
menyumbangkan beberapa formula untuk menetapkan
jumlah tenaga tersebut. Berikut adalah contoh cara
perhitungan jumlah tenbaga perawat:

15
Menurut (Gillies, 1982; Sunyar, 2008) kebutuhan
tenaga perawat secara kuantitatif dapat dirumuskan dengan
perhitungan sebagai berikut:

𝐴 𝑋 𝐵𝑋 365
Tenaga Perawat = 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎
(365−𝐶)𝑋𝑗𝑎𝑚
ℎ𝑎𝑟𝑖

Keterangan :
A : jam perawat/24 jam
B : (BOR x jumlah TT)  jumlah pasien
C : jumlah hari libur

b) Kajian Data
 Perhitungan Tenaga Perawat Menggunakan Rumus
Gillies
3
jam x (44 x 32) x 91
24
Tenaga perawat = (91−21)𝑥 10
3
jam x (1408 x 91)
24
= 70𝑥 10
3
128128
24
= 700
16016
= 700

= 22,88 orang
Analisa Data:
Jumlah kebutuhan tenaga kerja perawat menurut
rumus perhitungan Gillies untuk ruangan Gardenia
sebanyak 22,88 orang yang dibulatkan menjadi 23
oarang. Sedangkan perawat yang tersedia di ruang
Gardenia ada 24 perawat sehingga kebutuhan perawat di
ruang Gardenia terpenuhi.

16
(2) Jumlah Kebutuhan Tenaga Perawat yang Dibutuhkan
Berdasarkan Rumus Douglas
(a) Kajian Teori
Perhitungan jumlah tenaga perawat menurut Douglas
dihitung berdasarkan tingkat ketergantungan pasien untuk
setiap siftnya sebagai berikut
Tabel 2.5
Jumlah Tenaga Keperawatan Berdasarkan Klasifikasi
Pasien Menurut Formula Douglas
Waktu Kebutuhan Perawat

Klasifikasi Pagi Sore Malam

Minimal 0.17 0.14 0.10


Intermediate 0.27 0.15 0.07
Maksimal 0.86 0.80 0.20

Sumber: Data Primer


Sedangkan klasifikasi derajat ketergantungan pasien
terhadap keperawatan berdasarkan krikteria sebagai berikut:
a. Perawatan minimal memerlukan waktu 1-2 jam/ 24 jam,
dengan krikteria:
 Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan
sendiri.
 Makan dan minum dilakukan sendiri.
 Ambulasi dengan pengawasan.
 Observasi tanda-tanda vital dilakukan tiap shift.
 Pengobatan minimal, status psikologi stabil
 Persiapan pengobatan memerlukan prosedur.
b. Intermediate memerlukan waktu 3-4 jam/ 24 jam, dengan
krikteria :
 Kebersihan diri dibantu, makan minum dibantu.
 Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam.
 Ambulasi dibantu, pengobatan dilakukan lebih dari
sekali.

17
 Folley kateter, intake-output di catat.
 Pasien dengan pemasangan infus, persiapan
pengobatan memerlukan pengobatan.
c. Perawatan maksimal atau total memerlukan waktu 3-4/24
jam, dengan krikteria:
 Segala diberikan atau dibantu.
 Posisi diatur, observasi tanda – tanda vital dilakukan
tiap 2 jam.
 Makan memerlukan NGT, menggunakan terapi
intravena.
 Pemakaian suction.
 Gelisah atau disorientasi.

(b) Kajian Data


 Perhitungan tenaga menurut Douglas:
Tabel 2.6
Jumlah Tenaga Keperawatan Berdasarkan Klasifikasi
Pasien menurut Formula Douglas Ruang Gardenia
(rata-rata pasien Bulan April 2016)

Waktu Kebutuhan Perawat


Pagi Sore Malam
Klasifikasi
Minimal 0.17 x 0 0.14 x 0 0.10 x 0
Intermediate 0.27 x 6 0.15 x 6 0.07 x 6
Maksimal 0.86 x 3 0.30 x 3 0.20 x 3
Jumlah 4,2 3,3 1,02

Sumber: Observasi Mahasiswa


Analisa Data:
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus
Douglas didapatkan hasil tenaga kerja perawat pada pagi hari
sebanyak 4,2 yang dibulatkan menjadi 5 perawat, pada siang
hari didapatkah hasil sebanyak 3,3 yang dibulatkan menjadi 4
perawat, dan malam hari didapatkan hasil sebanyak 1,02 yang
dibulatkan menjadi 2 perawat. Jadi jumlah tenaga perawat yang
18
dibutuhkan sebanyak 11 perawat/hari, sedangkan di ruang
Gardenia tersedia 14 orang sehingga kebutuhan perawat
terpenuhi.

3) Kualitas Pelayanan
a) Pendidikan Perawat
(1) Kajian Teori
Pendidikan keperawatan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
sesuai dengan ilmu dan kiat keperawatan yang dimilikinya
sehingga dapat mengaplikasikan dalam bentuk pelayanan
profesional yang benbentuk bio, psiko, sosio, spiritual yang
komperhensif di tunjukkan kepada individu, keluarga kelompok
dan masyarakat, baik sehat maupun sakit yang mencangkup
seluruh proses kehidupan manusia. Tenaga keperawatan adalah
tenaga seseorang yangtelah menyelesaikan jenjang pendidikan
keperawatan. Sistim pendidikan tenaga keperawatan merupakan
sistem terbuka yang terus berkembang secara terarah,
menyeluruh, bertahap dan terkendali hingga mencapai jenjang
pendidikan keperawatan yang paling tinggi.

(2) Kajian Data


Data tenaga kerja keperawatan di ruang Gardenia
berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada table 2.6:

Table 2.7

Kualifikasi Pendidikan Formal Kepegawaian

Di Ruang Gardenia RS JIH

Tingkat Pendidikan Jumlah %

19
S1 Profesi 4 29
D III 9 65
Jumlah 14 100

Sumber: Data Primer


Analisa Data:
Berdasarkan data dari tabel 2.6, didapatkan hasil tingkat
pendidikan tenaga kerja perawat di ruang Gardenia sebanyak 4
atau 29% perawat berpendidikan S1 Profesi Keperawatan,
sebanyak 9 atau 65% perawat berpendidikan D3 Keperawatan.
Dapat disimpulkan jumlah tenaga kesehatan sesuai dengan
setandar profesi keperawatan, yaitu berpendidikan D3
Keperawatan.

b) Mahasiswa praktikan
(1) Kajian Teori
Mahasiswa praktik klinik keperawatan merupakan
penerapan materi-materi perkuliahan yang telah didapatkan
mahasiswa selama menjalani perkuliahan sehingga didapatkan
kemampuan perawatanyang komperhensif dan bertanggung
jawab yang didukung oleh sikap danperilaku kejujuran
profesional.
Jenis dan jenjang pendidikankeperawatan.
 Program pendidikan jenjang diploma
Program pendidikan jenjang diploma menghasilkan
keperawatan menghasilkan perawat profesional pemula
dengan sebutan ahli madya keperawatan (Amd.Kep).
 Program pendidikan sarjana keperawatan
Program pendidikan sarjana keperawatan menghasilkan
lulusan perawat profesional dengan nama gelar sarjana
keperawatan (S.Kep) sedang dikembangkan sebutan
profesi yaitu ners (Ns). Program pendidikan sarjana

20
keperawatan ini berlangsung selama 10 semester
( 5 tahun) bagi lulusan SMU atau 4 semester (2 tahun) bagi
lulusan D III keperawatan.
 Program pendidikan pasca sarjana keperawatan
Lulusan program ini diharapkan mampu memenuhi
tuntutan sebagaiNers konsultan dan peneliti. Lama studi 4
semister (2 tahun). Lulusan ini mendapat gelar mgardenia
keperawatan.
 Program spesialis kesehatan
Program pendidikan spesialis keperawatan ini menekankan
pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan
profesional hanya pada salah satu disiplin ilmu
keperawatan.
 Program pendidikan doktoral
Untuk sementara program ini belum ada lulusan di
indonesia sehingga perlu mendapat perhatian yang lebih
serius pada masa mendatang (mengingat semakin besarnya
tuntunan masyarakat terhadap profesi ini dan semakin
pesatnya kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan
teknologi).

(2) Kajian Data


Data mahasiswa keperawatan yang praktek di ruang Gardenia
pada bulan Mei 2017 dapat dilihat pada tabel 2.7:

Table 2.8
Distribusi Mahasiswa Berdasarkan Asal Institusi, Jumlah, Dan
Lama Praktek Di Ruang Gardenia RS JIH Yogyakarta
bulan Mei 2017
No. Nama Institusi Lama Jumlah
Praktek Mahasiswa
(Hari)
1. STIKES GUNA BANGSA 28 hari 6 orang
21
YOGYAKARTA (Profesi
Ners)
Sumber: Data Primer
Analisa Data
Berdasarkan table 2.7 di atas, menunjukkan bahwa
mahasiswa praktek keperawatan di ruang Gardenia berasal dari
Institusi Pendidikan Program Profesi Ners STIKes Guna
Bangsa. Selama bulan Mei 2017, mahasiswa yang praktek
diruang Gardenia berjumlah 6 mahasiswa. Dengan jumlah ini
membantu pemberian pelayanan kepada pasien, sehingga
pasien akan mendapatkan perawatan yang optimal.

b. Non Manusia (method, material, money, marketing)


1) Money/Sumber Dana
a) Kajian Teori
Memberikan pelayanan kesehatan baik medis maupun non
medis merupakan fungsi rumah sakit agar pelayanan
rumah sakit dapat berjalan secara optimal dan dapat
dirasakan oleh seluruh masarakat , untuk itu rumah sakit
perlu mempersiapkan peralatan maupun bahan medis, non
medis, dan pendanaan.
b) Kajian Data
Rumah Sakit “JIH” merupakan Rumah Sakit Swasta di
Daerah Istimewa Yogyakarta.
c) Analisa data
Sumber dana dan pengaturan keuangan diatur sesuai
RKAP Tahunan RS JIH.
2) Material dan Mesin (fasilitas,alat, dan bahan)
a) Kajian Teori
Peralatan kesehatan untuk pelayanan keperawatan
merupakan semua bentuk alat kesehatan atau perawatan
lain yang dipergunakan untuk melaksanakan asuhan
keperawatan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan
22
sehingga diperoleh tujuan pelayanan keperawatan efisien
dan efektif. Sehingga diperlukan adanya standart
pengelolaan perawatan sebagai pedoman bagi manajer
keperawatan dari perawat pelaksana dalam menggunakan
sumber daya peralatan untuk mencapai pelayanan
keperawatan secara efisien dan efektif.
Standart peralatan keperawatan adalah penetapan peralatan
keperawatan dan kebidanan yang meliputi kebutuhan
(jumlah, jenis dan spesifikasi) serta pengelolaannya dalam
upaya mewujudkan pelayanan keperawatan berkualitas.
Jumlah fasilitas dan alat-alat kedokteran dan keperawatan
dapat dipenuhi dengan standart yang telah ditetapkan oleh
masing-masing institusi dengan memperhatikan jenis alat,
kualifikasi, rasio dan jumlah yang dibutuhkan.
b) Kajian Data
Berdasarkan wawancara, hasil observasi langsung dan
daftar inventaris di ruang Gardenia didapat data
penyediaan serta pengelolaan bahan dan alat dapat dilihat
pada tabel 2.8

Tabel 2.9
Standar Alat Kesehatan dan Keperawatan Ruang Gardenia RS “JIH”
Yogyakarta Tahun 2017

No Nama Barang Yang ada Kondisi

1. Aff heacting set 2 Baik


2. Ambubag 1 Baik
3. Animek 1 Baik
4. Bak instrument kecil 2 Baik
5. Bed dekubitus 1 Baik

23
6. Bengkok 4 Baik
7. Buli – buli panas 4 Baik
8. Cold pack 2 Baik
9. Commode cair 1 Baik
10. Dressing set 2 Baik
11. Flowmeter oksigen 4 Baik
12. Goegle 1 Baik
13. Gunting perban 1 Baik
14. Irigator 1 Baik
15. Kom kecil tutup 2 Baik
16. Kom tutup suction 4 Baik
17. Korentang 2 Baik
18. Kursi roda 1 Baik
19. Magil forcep dws 1 Baik
20. Mayo no 3 1 Baik
21. Mayo no 4 1 Baik
22. Mayo No 5 1 Baik
23. Mouth care set 4 Baik
24. Nebulizer 2 Baik
25. One touch sure step 1 Baik
26. Pen ligh 2 Baik
27. Pispot 1 Baik
28. Reflek hamer 2 Baik
29. Standar infuse 25 Baik
30. Stetoskope 2 Baik
31. Suction portable 1 Baik
32. Tensimeter 2 Baik
33. Termometer axial 2 Baik
34. Tongue spatel 2 Baik
35. Tourniquet 2 Baik
36. Trolly alat 1 Baik

24
37. Trolly emergency 1 Baik
38. Trolly mandi 3 Baik
39. Tromol besar 1 Baik
40. Tromol kecil 1 Baik
41. Tromol sedang 1 Baik
42. Urinal 6 Baik
43. WSD klem 1 Baik
44. Syringpump 1 Baik
45. Infus pump 1 Baik
46. Timbangan BB 2 Baik
47. Timbangan pampers 1 Baik
48. Folding bed 4 Baik
49. Beban traksi 2 kg 4 Baik
50. Beban traksi 1 kg 4 Baik
51. Katrol traksi 1 Baik
52. Suction central 3 unit Baik
53. Oxymetri 1 Baik
Sumber: Buku Daftar Laporan Alat & Bahan Ruang Gardenia

Tabel 2.10
Nama kain tenun Ruang Gardenia RS JIH Tahun 2017
Kondisi
No. Nama Barang Jumlah Satuan Ket
B RR RB
1. Seprei pasien 60 Buah 60 - -
2. Sarung Bantal 60 Buah 60 - -
pasien
3. sarung guling 60 Buah 60 - -
pasien
4. Seprei penunggu 20 Buah 20 - -
5. Sarung bantal 20 Buah 20 - -
penunggu
25
6. Bad cofer 60 Buah 60 - -
7. Stik laken 60 Buah 60 - -
8. Rak handuk 6 Buah 6 - -
9. Guling 30 Buah 20 - -
10. Baju/piyama 70 Buah 70 - -
11. Perlak 40 Buah 30 - -
12. Bantal 20 Buah 20 - -
13. Sarung O2 - Buah - - -
14. Tempat sampah alat 2 Buah 2
tenun
15.
Sumber: Buku Daftar Laporan Alat & Bahan Ruang Gardenia

Analisa Data
Berdasarkan data yang terdapat pada tabel, didapatkan mengenai
data jumlah alat kesehatan dan keperawatan di Ruang Gardenia, rata-
rata telah sesuai dengan standar.
Berdasarkan data yang terdapat pada tabel, alat-alat tenun di
ruang Gardenia rata-rata sudah sesuai dengan standar.
Diruang Gardenia terdapat sampah linen yang terdiri dari 2 yaitu
sampah linen infeksius dan linen noninfeksius, semua tempat
pembuangan linen masing-masing sudah diberi label, penempatan
tempat pembuangan linen sudah tertata dengan baik dan ditempatkan
pada bagian belakang ruangan.
3) Metode/Standar/Pedoman dan Prosedur Tetap
a) Protap SOP
(1) Kajian Teori
Standar adalah rumusan tentang penampilan atau nilai
yang diinginkan yang mampu dicapai, berkaitan
dengan parameter yang telah ditetapkan.
Standar diperlukan untuk:

26
(a) Menentukan mutu, bagaimana kegiatan-kegiatan
dikerjakan
(b) Menilai mutu, seberapa baik kegiatan-kegiatan
dikerjakan
Jenis-jenis standar, antara lain:
(a) Standar input: tenaga, fasilitas, organisasi,
managemen, kebijakan dan lain-lain.
(b) Standar Proses: prosedur tindakan pelayanan
(c) Standar Output: penmpilaan kerja sudah dilakukan
penilaian oleh komite .
Suatu ruang perawatan di rumah sakit idealnya
mempunyai prosedur tetap tindakan yang berlaku
secara resmi, dipahami dan ditetapkan oleh semua
staf ruangan.
(2) Kajian Data
Di ruang Gardenia sudah ada SOP tahun 2013 dan
belum pernah dilakukan revisi. Protap tindakan
keperawatan pasien di ruang Gardenia lantai III
menggunakan pedoman perawatan dasar tahun dasar
2013 yang berisi:

Tabel 2.11

Standar Prosedur Operasional (SOP) Ruang Gardenia RS ”JIH”

Tanggal
No. Dokumen
No Nama SOP diterbitkan
1 Menerima pasien baru 01/IV/2013/Kep 02-Apr-13
2 Menimbang berat badan 02/IV/2013/Kep 02-Apr-13
3 Pemeriksaan fisik (kepala) 03/IV/2013/Kep 02-Apr-13
4 Pemeriksaan fisik (dada) 04/IV/2013/Kep 02-Apr-13
5 Pemeriksaan fisik (perut) 05/IV/2013/Kep 02-Apr-13
Pemeriksaan Glasgow’s coma scale
6 (GCS) 06/IV/2013/Kep 02-Apr-13
7 Pengukuran tekanan darah 07/IV/2013/Kep 02-Apr-13
8 Pengukuran suhu badan (axila) 08/IV/2013/Kep 02-Apr-13
9 Pengukuran suhu badan (oral) 09/IV/2013/Kep 02-Apr-13
27
10 Pengukuran suhu badan (rektal) 010/IV/2013/Kep 02-Apr-13
11 Menghitung nadi dan pernafasan 011/IV/2013/Kep 02-Apr-13
12 Penatalaksanaan pasien apnoe 012/IV/2013/Kep 02-Apr-13
13 Memotong kuku 013/IV/2013/Kep 02-Apr-13
14 Oral hygiene menggunakan sikat gigi 014/IV/2013/Kep 02-Apr-13
15 Perawatan gigi palsu 015/IV/2013/Kep 02-Apr-13
16 Memasang kap kutu 016/IV/2013/Kep 02-Apr-13
17 Menyisir rambut 017/IV/2013/Kep 02-Apr-13
18 mencuci rambut 018/IV/2013/Kep 02-Apr-13
19 Memandikan pasien 019/IV/2013/Kep 02-Apr-13
Mengganti alat tenun kotor di tempat 020
02-Apr-13
20 tidur tanpa memindahkan pasien /IV/2013/Kep
21 Vulva hygiene 021/IV/2013/Kep 02-Apr-13
22 Cuci tangan biasa dan anriseptik 022/IV/2013/Kep 02-Apr-13
23 Cuci tangan steril 023/IV/2013/Kep 02-Apr-13
24 Memakai sarung tangan 024/IV/2013/Kep 02-Apr-13
25 Memindahkan pasien 025/IV/2013/Kep 02-Apr-13
Menolong pasien berjalan menuju
26 kursi 026 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Membantu pasien bangun dari tempat
27 tidur 027 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
28 Membantu pasien pada posisi duduk 028 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Membantu pasien pada posisi duduk
029 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
29 pada tepi tempat tidur
Membantu pasien dengan posisi
030 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
30 setengah duduk (semi fowloer)
Memindahkan pasien dari tempat
31 tidur ke kursi 031 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
32 Mengatur posisi dengan posisi SIM 032 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Mengatur posisi dengan posisi
33 trendelenburg 033 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Mengatur posisi dengan posisi dorsal
34 recumbent 034 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
mengatur posisi dengan posisi
35 litotomi 035 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
mengatur posisi dengan posisi genu
036 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
36 pectoral (knee chest)
membantu pasien berjalan dengan
37 kruk 037 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
38 pengelolaan obat obatan 038 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
39 pemberian obat intra vena 039 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
40 pemberian obat sub cutan (SC) 040 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
41 pemberian obat intra cutan(IC) 041 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
42 pemberian obat intra muscular (IM) 042 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
43 pemberian obat supositorial 043 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
44 pemberian obat tetes mata 044 /IV/2013/Kep 02-Apr-13

28
45 pemberian obat salep mata 045 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
46 pemberian irigasi mata 046 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
47 pemberian tetes telinga 047 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
48 pemberian irigasi telinga 048 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
49 pemberian tetes hidung 049 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
50 pemberian irigasi vagina 050 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
51 irigasi lambung 051 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
52 pemberian obat topical 052 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
53 penyiapan specimen darah vena 053 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
memberikan oksigen dengan binasal
54 kanul 054 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
55 latihan nafas dalam 055 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
56 melatih batuk efektif 056 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
57 fisioterapi dada 057 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
58 penghisapan lendir 058 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
59 inhalasi manual 059 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
60 inhalasi nebulizer 060 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
61 postural drainase 061 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
62 pemasangan infus 062 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
63 memberi tranfusi darah 063 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
64 vena sectie 064 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
65 perawatan infus 065 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
memberikan makanan atau minuman
66 pada pasien 066 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
67 pemasangan NGT 067 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
68 pemberian makanan lewat NGT 068 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
69 melepas selang NGT 069 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
membantu pasien pada waktu
70 BAB/Bak 070 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
71 menolong memberikan urinal 071 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
72 kateterisasi urine 072 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
73 pemasangan kateter wanita/pria 073 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
74 pelepasan kateter 074 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
75 huknah rendah/ tinggi 075 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
76 Memberikan huknah gliserin 076 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
77 Membimbing relaksasi distraksi 077 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
78 Memberikan kribat es 078 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
79 Pemberian kribat es gantung 079 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
80 Pemberian kribat es pada leher 080 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
81 Pemberian buli buli panas 081 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Penatalaksanaan kedaruratan pada
082/IV/2013/Kep 02-Apr-13
82 pasien luka bakar
83 Perawatan luka kotor 083/IV/2013/Kep 02-Apr-13
84 Pengangkatan jahitan luka 084/IV/2013/Kep 02-Apr-13
29
Menyiapkan dan memberikan
85 kompres basah 085/IV/2013/Kep 02-Apr-13
86 Perawatan luka jahit 086 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Latihan pergerakan sendi
87 (ROM)ekstermitas atas 087 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Latihan pergerakan sendi
088 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
88 (ROM)ekstermitas bawah
89 Alih baring 089 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Menyiapkan dan memasang bantal
90 angin 090 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
91 Memasang balutan 091 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
92 Perawatan luka lecet 092 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Perawan mulut pasien yang patah
rahang atau akan menjalani oprasi 093 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
93 rahang
Mengumbah kandung kemih dengan
94 spuit 094 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Mengumbah kantong kemih dengan
95 tetesan 095 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
96 Bilas lambung 096 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Perawatan pasien yang akan
97 meninggal 097 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Pengiriman jenazah ke instalasi rumah
98 duka 098 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
Perawatan jenazah dan pengiriman ke
099 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
99 kamar jenazah
100 pengunaan suction pump 100 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
101 pengunaan sterilisator 101 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
102 resusitasi jantung paru 102 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
103 pemakaian syringe dan infus pump 103 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
104 pemeriksaan EKG 104 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
105 set- up ventilator servo 99 c 105 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
106 penggunaan DC shock emergency 106 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
menyiapkan pasien untuk tindakan
107 intubasi 107 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
108 memasang T. piece dinding 108 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
menyiapkan pasien dan alat untuk
109 extubasi 109 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
tindakan intermitten positive pressure
110 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
110 breathing (IPPB)
111 resusitasi cairan 111 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
112 perdarahan pada kehamilan 112 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
113 pemeriksaan kehamilan 113 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
114 kehamilan dengan kelainan letak 114 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
pasien dengan kehamilan ektopic
115 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
115 tergantung (KET)
116 kehamilan pre eklamsi 116 /IV/2013/Kep 02-Apr-13

30
117 kehamilan dengan pre eklamsi berat 117 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
118 pasien dengan eklamsia 118 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
119 pasien hamil dengan gawat janin 119 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
120 pasien dengan sulitio plasenta 120 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
121 induksi persalinan 121 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
122 persalinan normal 122 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
123 persalinan vacum 123 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
124 persalinan forcep 124 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
125 pasien dengan partus kasep 125 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
pasien dengan pendarahan post
126 partum 126 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
127 retentio plasenta 127 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
128 pasien intervio uteri 128 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
129 Puerperium 129 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
pemberian identitas pada bayi baru
130 lahir 130 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
131 perawatan tali pusat baru lahir 131 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
132 perawatan tali pusat sehari hari 132 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
133 perawatan luka post SC 133 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
134 mengukur suhu bayi 134 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
135 bayi dengan hipotermi 135 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
136 menimbang bayi 136 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
137 memandikan bayi aterm 137 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
138 memandikan bayi prematur 138 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
139 memberi minum ASI langsung 139 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
140 ASI /PASI per sendok 140 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
141 foto terapi 141 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
142 bayi afixsia 142 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
143 rawat gabung 143 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
144 memulangkan bayi dari rumah sakit 144 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
145 Imunisasi 145 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
146 alur berobat kepoli anak 146 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
147 penyetrilan alat karet 147 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
148 penyetrilan alat logam 148 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
melaporkan keadaan pasien dan
149 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
149 menerima intruksi dokter via telpone
150 pelayanan konsultasi 150 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
prosedur konsul antar dokter spesialis
151 / konsulen 151 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
152 peningkatan pada klien krisis 152 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
153 timbang trima shif 153 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
154 prosedur pelaporan tidak di harapkan 154 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
penerimaaan dan menyerahan pasien
155 di OK 155 /IV/2013/Kep 02-Apr-13

31
156 penggunaaan perbekalan farmasi 156 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
pelayanan perbekalan farmasi sistem
157 satu pintu 157 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
158 pelayan narkotika atau psikotropika 158 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
159 pendistribusian obat obat narkotika 159 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
160 penyimpanan obat narkotika 160 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
161 penanganan obat obat HIGH ALERT 161 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
162 penyuluhan dan informasi obat 162 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
pedoman pendelegasian pemberian
163 obat 163 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
pendelegasian wewenang memberikan
164 obat 164 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
165 pemantauan terapi obat 165 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
166 konseling terhadap pasien 166 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
167 monitoring efek obat 167 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
penangan obat LOOK ALIKE
168 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
168 SOUND ALIKE (LASA)
daftar obat kelompok LOOK ALIKE
169 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
169 SOUND ALIKE (LASA)
pelayanan perbekan farmasi pada
170 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
170 pasien rawat inap dan rawat jalan
pedoman pelaksanaan keselamatan
171 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
171 pasien rumah sakit
obat obatan yang perlu kewaspadaan
tinggi(HIGH ALERT 172 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
172 MEDICATION)
obat obatan LASA (LOOK ALIKE
173 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
173 SOUND ALIKE)
174 kebersihan tangan 174 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
175 pelaksanaan TIME OUT 175 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
176 identifikasi pasien 176 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
177 pengenceren obat elektrolit pekat 177 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
178 penandaan operasi 178 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
komunikasi efektif dengan
menggunakan tehnik sabar dan READ 179 /IV/2013/Kep 02-Apr-13
179 BACK
Sumber: Buku SOP Ruang Gardenia

Analisa Data:
Berdasarkan hasil observasi diruang Gardenia penggunaan
SOP menggunakan acuan tahun 2013. SOP Ruang Gardenia sudah
sesuai dengan standar operasional prosedur. SOP yang digunakan
sudah lengkap
c. Metode
32
1) SAK ( Standar Asuhan Keperawatan )
(a) Kajian Teori
Pengertian menurut Gilles (1994), adalah pernyataan deskriptif
tentang tingkat penampilan yang dipakai untuk menilai kualitas
setruktur , proses ,dan hasil. Sedangkan pengertian stándar
asuhan keperawatan merupakan pernyataan kualitas yang
diinginkan dan dapat dinilai pemberian asuhan keperawatan
pada pasien. Standar ini memberikan petunjuk kinerja mana
yang tidak sesuai dan tidak dapat diterima.
Standar menjamin perawat mengambil keputusan yang layak
dan wajar dan dapat melaksanakan intervensi yang aman dan
akuntebel.
(b) Kajian Data
Di ruang Gardenia sudah ada SAK tahun 2009 dan sudah
direvisi tahun 2015 dan mencakup 11 penyakit terbanyak di
ruang Gardenia pada tahun 2015 yang terdiri dari penyakit
DHF, Stroke, DM, Gagal Ginjal Kronik, Typoid, AMI,
Hipertensi, Hepatitis, Asma, TB Paru, Brochopneumonia. Hasil
ini berbeda dengan hasil observasi yang dilakukan prakrikan
Profesi Ners Stikes Guna Bangsa Yogyakarta. Berdasarkan
hasil observasi 10 penyakit terbanyak yang ada di ruangan
Gardenia antaralain: HNP, Stroke, GEA, CHF, CKD (gagal
ginjal), DM, DHF, Hemiparase, Vertigo, Vomitus.
Analisa Data:
Dari hasil observasi antara SAK yang suda ada di ruangan
Gardenia dengan hasil pengamatan 10 penyakit terbanyak selama
tiga bulan terakhir didapatkan hasil jenis penyakit yang tidak ada
pada SAK ruang Gardenia ada 7 jenis penyakit antaralain: HNP,
GEA, CHF, DHF, Hemiparase, Vertigo, dan Vomitus.
4. PROSES
a. Proses Asuhan Keperawatan
1) Kajian Teori
33
Keperawatan sebagai salah satu bentuk pelayanan profesional
merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari upaya
pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu pelayanan
keperawatan merupakan salah satu faktor penentu baik buruknya mutu
dan citra rumah sakit, oleh karenanya kualitas pelayanan keperawatan
perlu dipertahankan dan ditingkatkan seoptimal mungkin.
Ciri-ciri mutu asuhan keperawatan yang baik antara lain (1)
memenuhi standar profesi yang ditetapkan, (2) Sumber daya untuk
pelayanan asuhan keperawaatan dimanfaatkan secara wajar, efektif dan
efisien, (3) aman bagi pasien dan tenaga keperawatan sebagai pemberi
jasa pelayanan, (4) memuaskan bagi pasien dan tenaga keperawatan
serta, (5) aspek sosial, ekonomi, budaya, agama, etika dan tata nilai
masyarakat diperhatikan dan dihormati.
Disamping itu prasyarat untuk meningkatkan mutu asuhan
keperawatan antara lain: (1) Pimpinan yang peduli dan mendukung, (2)
Ada kesadaran bahwa mutu harus ditingkatkan (standar mutu), (3)
Tenaga keperawatan disiapkan melalui upaya peningkatan
pengetahuan, sikap dan ketrampilan dengan cara diadakan program
diklat (4) Sarana dan perlengkapan dari lingkungan yang mendukung
serta (5) Tersedia dan diterapkannya standar asuhan keperawatan.
Berdasarkan kerangka berfikir seperti tersebut diatas,
Direktorat Jendral Pelayanan Medik. Depkes Rl bersama dengan
Organisasi Profesi Keperawatan, telah menyusun Standar Asuhan
Keperawatan dan secara resmi Standar Asuhan Keperawatan
diberlakukan untuk diterapkan di seluruh rumah sakit, melalui SK
Direktur Jendral Pelayanan Medik, No.YM.00.03.2.67637 tahun 1993
tentang berlakunya standar asuhan keperawatan di rumah sakit. Ini
berarti bahwa seluruh tenaga keperawatan di rumah sakit, dalam
memberikan asuhan keperawatan, harus berpedoman kepada standar
asuhan keperawatan tersebut.
UU RI No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dalam
penjelasan tentang Pasal 53 ayat 2 mendefinisikan standar profesi
34
sebagai pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam
manjalankan profesi secara baik atau secara singkat dapat dikatakan
standar adalah pedoman kerja agar pekerjaan berhasil dan bermutu.
Bardasarkan alasan ini maka kehadiran standar asuhan keperawatan
yang identik dengan standar profesi keperawatan, berguna sebagai
kriteria untuk mengukur keberhasilan dan mutu asuhan keperawatan.
Standar Asuhan Keperawatan terdiri dari 6 standar :
a) Standar Pengkajian Keperawatan
b) Standar Diagnosis Keperawatan
c) Standar Perencanaan Keperawatan
d) Standar Pelaksanaan/Intervensi
e) Standar Evaluasi
f) Standar Catatan Asuhan Keperawatan (Depkes Rl, 2001).
Standar-standar tersebut mencantumkan kriteria-kriteria yang
harus dipenuhi dalam pemberian asuhan keperawatan. Mutu asuhan
keperawatan dapat dipertangungjawabkan secara professional apabila
kriteria-kriteria tersebut dapat dipenuhi. Dengan memahami dan
mematuhi kriteria dalam slandar asuhan keperawatan, yang selanjutnya
diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan, maka bukan hanya
keprofesian dijaga dan ditingkatkan tetapi juga meliputi aspsk-aspek
keamanan dan kenyamanan pasien.
Standar asuhan keperawatan tidak harus baku, melainkan
sewaktu-waktu dapat ditinjau kembali dan disesuaikan dengan
perkembangan IPTEK kesehatan khususnya keperawatan, serta sistem
nilai masyarakat yang berlaku.
Dalam menilai kualitas pelayanan keperawatan kepada klien
digunakan standar praktek keperawatan yang merupakan pedoman bagi
perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Standar
keperawatan telah dijabarkan oleh PPNI (2000) yang mengacu dalam
tahap proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa
keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Instrumen
penilaian standar tersebut telah disusun oleh Depkes (Instrumen A).
35
Pada penerapannya metode pemberian asuhan keperawatan
profesional memerlukan penataan 3 komponen utama yaitu:
a) Ketenagaan keperawatan
b) Metode pemberian asuhan keperawatan
c) Dokumentasi keperawatan
Pada metode pemberian asuhan keperawatan ada beberapa
cara yaitu timbang terima, ronde keperawatan, pengelolaan sentralisasi
obat, dan model asuhan keperawatan pofesional.
Timbang terima adalah suatu cara dalam menyampaikan dan
menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan
klien.Timbang terima dilakukan dengan tujuan untuk menyampaikan
kondisi klien secara umum, menyampaikan hal penting yang perlu
ditindaklanjuti oleh shift berikutnya dan tersusunnya rencana kerja
untuk shift berikutnya.Timbang terima dilakukan pada saat pergantian
shift dan perawat kedua shift bersama-sama melihat keadaan klien.
Ronde keperawatan merupakan suatu kegiatan yang bertujuan
untuk mengatasi masalah keperawatan klien yang dilaksanakan oleh
perawat, disamping pasien dilibatkan untuk membahas dan
melaksanakan asuhan keperawatan akan tetapi pada kasus tertentu
harus dilakukan oleh perawat primer dan atau konsuler, kepala
ruangan, perawat associate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota
tim. Pelaksanaan ronde keperawatan dilakukan oleh PN bersama
dengan AN dengan menjelaskan mengenai klien difokuskan kepada
masalah perawatan dan rencana tindakan yang akan atau telah
dilaksanakan dan memilih prioritas yang perlu didiskusikan.
Pengelolaan sentralisasi obat merupakan pengawasan
terhadap penggunaan dan konsumsi obat yang perlu dilakukan dalam
pola yang sistematis sehingga penggunaan obat dapat dikontrol
sehingga resiko kerugian dapat dieliminasi karena harga obat/alat
kesehatan lainnya sangatlah mahal terutama baqi pasien di rumah sakit
yang menggunakan berbagai merek obat paten bagi setiap pasien.

36
Pelaksanaan dokumentasi keperawatan dengan menggunakan
metode pencatatan FOCUS (Process Oriented and Client Focus
System) digunakan untuk mengorganisir dokumentasi asuhan
perawatan. Penulisan catatan perkembangan dengan menggunakan
format DAR (Data-Action-Response), dengan data berisi mengenai
data subyektif dan obyektif yang mendukung dokumentasi fokus,
action berupa dokumentasi tindakan keperawatan yang segera atau
yang akan dilakukan berdasarkan pengkajian atau evaluasi keadaan
klien dan respon berupa dokumentasi terhadap respon klien terhadap
tindakan yang telah dilakukan.

37
2) Kajian Data

INSTRUMEN A
DI RUANG GARDENIA RS “JIH’ YOGYAKARTA PADA TGL 31 MEI 2017
INSTRUMEN A
DI RUANG ASTER RS “JIH’ YOGYAKARTA PADA TGL 2 FEBRUARI 2016

No Aspek yang di nilai Kode RM


1 2 3 4 5 6 7
A PENGKAJIAN
1. Mencatat data yang 1 1 1 1 1 1 1
dikaji dengan pedoman
pengkajian

2. Data dikelompokan (bio- 1 0 1 1 0 0 1


psiko-sosial-spritual)

3. Data dikaji sejak pasien 1 0 1 1 1 1 1


datang sampai pulang

4. Masalah dirumuskan 1 1 1 1 1 1 1
berdasarkan kesenjangan
antara status kesehatan
dengan norma dan pola
fungsi kehidupan

Persentase = 22/ 28 X 100% = 85.7 %


B DIAGNOSA

1. Dx keperawatan 1 1 1 1 1 1 1
berdasarkan masalah
yang telah dirumuskan

2. Dx keperawatan 1 1 1 1 0 1 1
mencerminkan PE/PE

3. Merumuskan diagnosa 1 1 1 1 1 0 0
keperawatan
aktual/potensial

Persentase (%) = 18 / 21 X 100% = 85.7%


C PERENCANAAN

1. Berdasarkan Dx 1 1 1 1 1 1 1
keperawatan

38
2. Disusun menurut urutan 1 1 1 1 1 1 1
priorita

3. Rumusan tuhuan 1 0 1 1 0 1 1
mengandung komponen
pasien/subjek perubahan,
perilaku, kondisi pasien
atau kriteria

4. Rencana tindakan 1 1 1 1 1 0 1
mengacu pada tujuan
dengan kalimat perintah
terinci dan jelas dan atau
melibatkan pasiendan
keluarga

5. Rencana tindakan 1 0 1 1 1 1 1
mengambarkan
keterlibatan
pasien/keluarga

6. Rencana tindakan 1 1 1 1 1 1 1
mengambarkan kerja
sama dengan tim
kesehatan lain

Persentase (%) = 38 / 48 X 100% = 80.8%

D IMPLEMENTASI
1. Tindakan 1 1 1 1 1 1 1
dilaksanakan mengacu
pada rencana perawat

2. Perawat 1 1 1 1 1 1 1
mengobserfasi respon
pasien terhadap
tindakan keperawatan

3. Refisi tindakan 1 1 1 1 1 1 0
berdasarkan hasil
evaluasi

4. Semua tindakan yang 1 1 1 1 1 1 1


telah dilaksanakan
dicatat ringkas dan
jelas

Persentase (%) = 27/ 28 X 100% = 96.4%


E EVALUASI
39
1. Evaluasi mengacu pada 1 1 1 1 1 0 0
tujuan

2. Hasil evaluasi dicatat 1 1 1 1 1 1 1

Persentase (%) = 12/14 X 100% = 85.7%


F DOKUMENTASI
1. Menulis pada format yang 1 1 1 1 1 1 1
baku

2. Pencatatan dilakukan 1 1 1 1 1 1 1
sesuai dengan tindakan
yang dilaksanakan

3. Pencatatan ditulis dengan 1 1 1 1 1 0 1


jelas, ringkas, istilah yang
baku dan benar

4. Setiap melakukan tindakan 1 1 0 1 1 0 0


atau kegiatan perawat
mencantumkanparaf/nama
jelas, dan tanggal jam
dilakukannya tindakan

5. Berkas catatan 1 1 1 1 1 1 1
keperawatan disimpan
sesuai demgan ketentuan
yang berlaku

Persentase (%) = 32 / 35 X 100% = 88.5 %

40
Tabel 2.12
Instrumen A
(Studi Dokumentasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan )
Di Ruang Gardenia RS”JIH” YOGYAKARTA
Tgl 29 MEI 2017

No Aspek yang Dinilai Hasil Keterangan


1. Pengkajian 85.7 % 14.3 % pengkajian status psikososial,
spiritual pasien banyak yang belum
diisi, meliputi ; tingkat pendidikan

2. Diagnosa 85.7 % 14.3 % Diagnosa sebagian belum


Keperawatan dilengkapi dan disusun sesuai
prioritas.
3. Perencanaan 80.8 % 19.2 % dalam sebagian belum
Keperawatan lengkap seperti di rumusan tujuan
4. Implementasi 96.4 % 3.6 % terlaksana tindakan kadang
Keperawatan tidak tertulis dilembar catatan
perkembangan pasien
5. Evaluasi 85.7 % 14.3 % Evaluasi kurang lengkap,
Keperawatan kurang dijelaskan tentang rencana
intervensi selanjutnya.
6. Dokumentasi 88.5% 11.4% Catatan askep ditulis dengan
Keperawatan bahasa yang jelas tetapi belum semua
tertulis nama, tanggal dan jam
dilakukan tindakan.

Sumber: Rekam Medik Ruang Merak

Analisa Data:
Setelah dilakukan observasi terhadap 15 rekam medik (RM) pasien mengenai proses
keperawatan didapatkan hasil sebagai berikut:
a) Pengkajian
Format pengkajian di ruang Gardenia RS “JIH” Yogyakarta mengacu pada
format pengkajian protap dari rumah sakit. Pengkajian dilakukan dengan cara
mengisi kotak-kotak isian dengan tanda (√) pada setiap item pengkajian sesuai
dengan kondisi pasien. Pada tabel tersebut dapat dilihat pencapaian nilai untuk
pengkajian adalah 85.7 %. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengkajian belum
dilaksanakan cukup baik sebesar 14.3 % pengkajian status psikososial, spiritual
pasien banyak yang belum diisi, meliputi ; tingkat pendidikan didapatkan format

41
pengkajian sebagian terinci tidak lengkap, dengan point terendah pada
pernyataan nomer 2 (data dikelompokan ,bio-psiko-sosial-spritual)

b) Diagnosa Keperawatan
Hasil observasi terhadap diagnosa didapatkan hasil 85.7 % membuat diagnosa
sesudah terlaksana. Dalam penegakan diagnosa keperawatan dari data yang ada
sebanyak 14. 3 %. Diagnosa sebagian belum dilengkapi dan disusun sesuai
prioritas dengan point terendah pada pernyataan nomer 3 (Merumuskan diagnosa
keperawatan aktual/potensial)
c) Perencanaan Keperawatan
Perencanaan hasil didapatkan 80.8 %. Dari observasi yang didukung oleh data
yang ada dirumuskan tujuan didalam perencanaan sebanyak 19, 2 % belum
lengkap dan kurang mencakup pada pedoman SMART (spesific, measurable,
assessment, reasonable, and time) criteria hasil kurang terukur dan spesifik
terhadap masalah yang akan di atasi
d) Implementasi Keperawatan
Implementasi keperawatan adalah pengolaan dan perwujudan perencanaan
keperawatan yang telah disusun. Sebelum melaksanakan tindakan yang sudah
direncanakan, perawat perlu menvalidasi dengan singkat apakah rencana
tindakan masih sesuai dan dibutuhkan klien sesuai dengan kondisinya saat ini.
Dari hasil observasi, tahap implementasi tindakan keperawatan didapat hasil
96.4 % , implementasi keperawatan sebesar 3.6 % pelaksanaan tindakan masih
ada yang belum tertulis dilembar catatan perkembangan pasien.
e) Evaluasi Keperawatan
Evaluasi adalah proses yang berkelanjutan untuk menilai effect dari tindakan
keperawatan pasien, dilakukan terus menerus pada respon pasien dan keluarga
perlu dilibatkan dalam evaluasi agar dapat melihat perubahan dan berupaya
mempertahankan pemeliharaan pasien. Dari hasil observasi dan penilaian
terhadap rekam medik (RM) pasien, didapatkan hasil evaluasi sebesar 85.7 %.
Dalam penulisan evaluasi belum berdasarkan pada diagnosa keperawatan yang
dibuat didapatkan hasil sebesar 14.3 % evaluasi kurang lengkap, kurang
dijelaskan tentang rencana intervensi selanjutnya.
f) Catatan Asuhan Keperawatan
42
Catatan asuhan keperawatan di ruang Merak sudah baik dengan
pencapaian nilai 88.5 %. Catatan asuhan keperawatan merupakan suatu tindakan
yang harus dibukukan sebagai bukti tertulis atas semua asuhan keperawatan dan
mengetahui perkembangan kesehatan pasien sehingga harus ditulis dengan
lengkap dan jelas. Dari hasil observasi didapatkan 11.5 % masih ada catatan
askep yang belum mencantumkan nama, tanggal dan jam tindakan yang sudah
dilakukan.

43
Kepatuhan Tenaga Keperawatan Terhadap SOP
Keperawatan (Instrumen C )
2) Tinjauan teori
Instrumen C yaitu evaluasi tentang pedoman
observasi tindakan keperawatan.
Dalam melakukan tindakan keperawatan yang baik harus
sesuai dan mengacu pada protap-protap atau standar yang
telah ditetapkan. Prosedur tetap merupakan salah satu
pedoman kerja bagi setiap tenaga keperawatan dalam
rangka mengimplementasikan praktek keperawatan
professional. Sebagai dasar penilaian tindakan keperawatan
mengacu pada instrumen evaluasi penerapan standar
asuhan keperawatan di rumah sakit yang telah ditetapkan .
3) Kajian data
Observasi yang dilakukan adalah tindakan
perawat (universal precausen, 9 patient safety, dan
pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di ruang
Gardenia RS “JIH”) yang dilakukan selama tiga hari yaitu
mulai tanggal 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017 dapat dilihat pada
tabel 2.11, tabel 2.12, tabel 2.13 sebagai berikut:

Tabel 2.13

PELAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTION

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jmlh P (%)
Perawat 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 24%
Perawat 2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 26%
Perawat 3 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 13 24%
Perawat 4 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 26%
1 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 54 100%

Pelaksanaan
No Aspek Yang Dinilai
Ya Tidak
1. Perawat cuci tangan ketika akan kontak dengan klien atau melakukan 1 3
tidakan pada klien

44
2. Perawat cuci tangan ketika selesai kontak dengan klien setelah selesai 4 0
melakukan tindakan dengan klien.
3. Perawat mencuci tangan dengan sabun/detergen/desinfektan. 4 0
4. Perawat mencuci tangan di tempat air mengalir (wastafel) 4 0
5. Perawat menggunakan sarung tangan ketika kontrak/melakukan 2 2
tindakan dengan klien
6. Perawat menggunakan masker ketika melakukan tindakan tertentu 4 0
(penyakit infeksi yang menular melalui udara, penyakit dengan daya
tahan tubuh rendah, menjaga kebersihan diri)
7. Perawat menggunakan baju pelindung ketika melakukan tindakan 4 0
tertentu (penyakit infeksi yang menular melalui udara, penyakit
dengan daya tahan tubuh rendah, menjaga kebersihan diri)
8. Perawat mengunakan alat-alat steril untuk satu klien. 4 0
9. Perawat menggunakan alat-alat disposible hanya untuk sekali pakai 4 0
10. Setelah menggunakan alat-alat non medis disposible perawat 4 0
mencucinya dengan larutan desinfektan.
11. Perawat mensterilkan alat-alat steril di instalasi sterilisasi sentral 4 0
12. Perawat menyapkan alat-alat kesehatan ditempat khusus 4 0
13. Perawat membuang benda-benda tajam ditempat khusus 4 0
14. Perawat membuang sampah medis ditempat sampah medis 4 0
15. Perawat membuang sampah non medis di tempat sampah non medis 3 1
JUMLAH 54 6
(90%) (10%)

Tabel 2.14

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN MENCUCI TANGAN YANG BENAR

No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah P (%)
Perawat 1 0 1 1 1 1 1 1 1 7 26 %
Perawat 2 1 1 1 1 0 1 1 1 7 26 %
Perawat 3 1 1 0 1 1 1 1 1 7 26 %
Perawat 4 0 1 1 0 1 1 1 1 6 22 %
2 4 3 3 3 4 4 4 27 100 %

No Langkah-langkah cuci tangan dengan air mengalir Jumlah Sampel


Ya Tidak
1 Lepaskan arloji, cincin (bila perlu) 2 2
Basahi kedua belah tangan dengan air yang mengalir, 4
2 mempergunakan sabun biasa kemudian diratakan dengan
dengan kedua telapak tangan
3 Menggosok punggung tangan dan sela-sela jari tangan kanan 3 1
45
dan kiri sekurang kurangnya 10-15 detik
4 Menggosok kedua telapak dan sela-sela jari tangan 3 1
5 Jari – jari sisi dalam kedua tangan saling mencuci 3 1
Menggosok ibu jari berputar dalam genggaman tangan kanan 4
6
dan sebaliknya
Menggosok dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di 4
7
telapak tangan kiri dan sebaliknya.
Membilas dengan air, mengeringkan tangan dengan kertas lap 4
8
(paper towel) dan gunakan paper towel untuk mematikan kran
JUMLAH 27 5
(84,3%) (15,7 %)

Tabel 2.15

LANGKAH-LANGKAH MENCI TANGAN DENGAN HANSCRUB

No 1 2 3 4 5 6 7 Jumlah P (%)
Perawat 1 0 1 1 1 0 1 0 4 20 %
Perawat 2 0 1 1 1 1 1 0 5 25 %
Perawat 3 0 1 1 1 1 0 1 5 25 %
Perawat 4 1 1 1 0 1 1 1 6 30 %

No Langkah-langkahnya Jumlah Sampel


Ya Tidak
1 Lepaskan arloji, cincin (bila perlu) 1 3
2 Ambil cairan handscrab secukupnya kemudian diratakan 4
dengan kedua telapak tangan
3 Menggosok punggung tangan dan sela-sela jari tangan kanan 4
dan kiri sekurang kurangnya 10-15 detik
4 Menggosok kedua telapak dab sela-sela jari tangan 3 1
5 Jari – jari sisi dalam kedua tangan saling mencuci 3 1
6 Menggosok ibu jari berputar dalam genggaman tangan kanan 3 1
dan sebaliknya
7 Menggosok dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di 3 1
telapak tangan kiri dan sebaliknya.
JUMLAH 21 7
(75 %) (25 %)

Tabel 2.16
PELAKSANAAN 9 PATIENT SAFETY
Pelaksanaan
No Komponen Yang Dinilai
Ya Tidak
1. Perhatikan nama obat, rupa, dan ucapan mirip
(Norum)
46
a. Perawat memberi obat sesuai dengan prinsip 7 4 0
benar
b. Perawat melakukan pendokumentasian setelah 4 0
member obat
c. Obat disusun perklien pada tempatnya masing- 4 0
masing
d. Dokumentasi berlapis 4 0
e. Adanya pencatatan obat masuk dan keluar 4 0
f. Memastikan resep obat yang diterima dan obat 4 0
yang diberikan sama
g. Ada pedoman pengelolaan obat 4 0
h. Ada SOP pemberian obat (IM, IV, SC) 4 0

2. Pastikan identifikasi klien


a. Perawat menuliskan identitas klien dengan 3 1
lengkap dan jelas dalam setiap pendokumentasian
asuhan keperawatan dan pada setiap pintu masuk
ke kamar klien
b. Perawat menuliskan no CM setiap klien dengan 4 0
lengkap dan jelas
c. Semua dokumen mengenai klien diisi dengan 4 0
lengkap dan jelas
d. Status klien terpisah antara 1 klien dengan klien 4 0
yang lain
e. Memanggil nama klien pada saat mau 4 0
memberikan asuhan keperawatan
3. Komunikasi secara benar saat serah terima/operan
klien
a. Menyebutkan identitas klien, diagnose medis, 4 0
diagnose keperawatan, tindakan keperawatan
yang telah dilakukan serta waktu pelaksanaan
b. Menginformasikan jenis dan waktu rencana 4 0
tindakan yang belum dilakukan
c. Menyebutkan perkembangan klien yang ada 4 0
selama shift
d. Menyebutkan terapi dan tindakan medis beserta 4 0
waktunya
e. Menyebutkan tindakan medis yang belum 4 0
dilakukan selama shift
4. Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang
benar sebelum tindakan operasi (misalnya
pengendalian jaringan), tempat atau sisi tubuh diberi
tanda
a. Ada dokumentasi tindakan di status klien 4 0
b. Memastikan data pada catatan keperawatan 4 0
sebelum melakukan tindakan
c. Memberikan terapi sesuai dengan program 4 0
pengobatan
47
5. Kendalikan cairan elektrolit pekat (konsentrat)
a. Ada dokumentasi tindakan di status klien 4 0
b. Perawat mengecek program terapi sebelum 4 0
memberikan terapi cairan pada klien
c. Perawat memprogram pemberian cairan elektrolit 4 0
pekat sesuai aturan pemberian
d. Perawat memonitor reaksi pemberian cairan 4 0
e. Perawat menggunakan alat yang tepat dalam 4 0
pemberian cairan
f. Perawat mengatur tetesan infus atau hasil 4 0
perhitungan sesuai dengan order
g. Perawat menuliskan catatan pemberian infus 4 0
secara terperinci (tanggal, jam, dan macam cairan)
6. Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan
pelayanan
a. Ada dokumentasi tentang obat-obatan yang sudah 4 0
diberikan dan waktu pemberiannya
b. Ada dokumentasi serah terima klien 4 0
c. Perawat mengisi catatan perkembangan keadaan 4 0
klien saat ini dengan jelas
7. Hindari salah kateter, salah sambung selang (tube)
a. Perawat mengecek order adanya pemberian 4 0
tindakan misalnya pemasangan kateter/NGT.
b. Sebelum melakukan tindakan ada persetujuan 4 0
klien dan keluarga
c. Perawat memastikan selang kateter atau NGT 4
sesuai dengan ukurannya
d. Perawat menggunakan alat yang steril 4 0
e. Perawat memastikan bahwa selang masuk 4 0
kedalam kandung kemih
f. Perawat memastikan balon sudah terfiksasi 4 0
g. Perawat melakukan tindakan pemasangan secara 4 0
atraumatik
8. Gunakan alat injeksi sekali pakai
a. Perawat mengecek program pemberian obat 4 0
dalam catatan perawatan
b. Satu spuit digunakan satu kali pakai untuk satu 4 0
obat
c. Perawat memastikan bahwa spuit dibuang 4 0
ditempat sampah medis
d. Perawat membuang spuit dalam keadaan tertutup 4 0
9. Tingkatkan kebersihan tangan untuk mencegah inos
a. Perawat mencuci tangan sebelum melakukan 3 1
tindakan
b. Perawat mencuci tangan sesudah melakukan 4 0
tindakan
c. Perawat mencuci tangan menggunakan anti septic 4 0
d. Perawat mencuci tangan dengan tehnik yang 4 0
48
benar
e. Ada pedoman mengenai cuci tangan yang benar 4 0
JUMLAH 97,6% 2,4%

PELAKSANAAN 9 PATIENT SAFETY = PERHATIKAN NAMA OBAT, RUPA DAN


UCAPAN MIRIP (NORUM)
No a b c d e f G h Jlh P (%)
perawat 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
perawat 2 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
perawat 3 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
perawat 4 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100

PASTIKAN IDENTIFIKASI KLIEN


No a b C D e Jlh P (%)
Perawat 1 0 1 1 1 1 4 80%
Perawat 2 1 1 1 1 1 5 100
Perawat 3 1 1 1 1 1 5 100
Perawat 4 1 1 1 1 1 5 100

KOMUNIKASI SECARA BENAR SAAT SERAH TERIMA/OPERAN KLIEN

No a b c d e Jumlah P (%)
Perawat 1 1 1 1 1 1 5 100
Perawat 2 1 1 1 1 1 5 100
Perawat 3 1 1 1 1 1 5 100
Perawat 4 1 1 1 1 1 5 100

PASTIKAN TINDAKAN YANG BENAR SEBELUM TINDAKAN OPERASI

No a b c Jumlah P (%)
Perawat 1 1 1 1 3 100
Perawat 2 1 1 1 3 100
Perawat 3 1 1 1 3 100
Perawat 4 1 1 1 3 100

KENDALIKAN CAIRAN ELEKTROLIT (KONSENTRAT)

49
No a b c d E F G Jumlah P (%)
Perawat 1 1 1 1 1 1 1 1 7 100
Perawat 2 1 1 1 1 1 1 1 7 100
Perawat 3 1 1 1 1 1 1 1 7 100
Perawat 4 1 1 1 1 1 1 1 7 100

PASTIKAN AKURASI PEMBERIAN OBAT PADA PENGALIHAN PELAYANAN

No a b c Jumlah P (%)
Perawat 1 1 1 1 3 100
Perawat 2 1 1 1 3 100
Perawat 3 1 1 1 3 100
Perawat 4 1 1 1 3 100

HINDARI SALAH KATETER, SALAH SAMBUNG SELANG (TUBE)


No a b c d e f G Jumlah P (%)
Perawat 1 1 1 1 1 1 1 1 7 100
Perawat 2 1 1 1 1 1 1 1 7 100
Perawat 3 1 1 1 1 1 1 1 7 100
Perawat 4 1 1 1 1 1 1 1 7 100

GUNAKAN ALAT INJEKSI SEKALI PAKAI


No a b c D Jumlah Presentase (%)
Perawat 1 1 1 1 1 4 100
Perawat 2 1 1 1 1 4 100
Perawat 3 1 1 1 1 4 100
Perawat 4 1 1 1 1 4 100

TINGKATKAN KEBERSIHAN TANGAN UNTUK PENCEGAHAN INOS


No a b c D e Jumlah P (%)
Perawat 1 1 1 1 1 1 4 100
Perawat 2 1 1 1 1 1 4 100
Perawat 3 0 1 1 1 1 3 75
Perawat 4 1 1 1 1 1 4 100

50
Tabel 2.17
PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK
Pelaksanaan
No Kegiatan Ya Tidak
N % N %
1. Tahap persiapan (Preinteraksi)
a. Perawat: mengumpulkan data 4 100 0 0
tentang klien (RM)
b. Alat: menyiapkan alat yang 4 100 0 0
dibutuhkan
c. Perawat: cuci tangan, menilai 4 100 0 0
kesiapan diri perawat
2. Tahap Pelaksanaan (Orientasi)
a. Memberi salam, berjabat 4 100 0 0
tangan, dan memberikan
senyum kepada klien
b. Melakukan validasi 4 100 0 0
c. Memperkenalkan nama 4 100 0 0
perawat
d. Menanyakan panggilan 2 50 2 50
kesukaan klien
e. Menjelaskan tanggung jawab 1 25 3 75
perawat
f. Menjelaskan peran perawat 2 50 2 50
dan klien
g. Menjelaskan kegiatan yang 3 75 1 25
akan dilakukan
h. Menjelaskan tujuan 3 75 1 25
i. Menjelaskan waktu yang 2 50 2 50
dibutuhkan untuk
kegiatan/lama kegiatan
j. Menjelaskan dan menjawab 3 75 1 25
kerahasiaan
3. Tahap Kerja
a. Memberi kesempatan kepada 4 100 0 0
klien untuk bertanya
b. Menanyakan keluhan utama 4 100 0 0
c. Memulai kegiatan dengan baik 4 100 0 0
d. Melakukan kegiatan sesuai 4 100 0 0
rencana
e. Mencuci tangan sebelum 3 75 1 25
tindakan
4. Tahap Terminasi
a. Menyimpulkan hasil kegiatan 3 100 1 25
b. Memberi reinforcement yang 4 100 0 0
positif

51
c. Membuat kesepakatan kepada 2 50 2 50
klien atau keluarga untuk
pertemuan/kegiatan
d. Mengakhiri kegiatan dengan 4 100 0 0
cara yang baik (mengucapkan
salam/tersenyum/memberikan
sentuhan/berjabat tangan
JUMLAH 72 82 16 18

Analisa Data

Berdasarkan hasil kajian data didapatkan hasil dari universal


precaution sebesar 74 atau 82,2 %. Dari hasil perhitungan
maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang didapat sudah
optimal dan perlu dipertahankan. Berdasarkan hasil kajian
didapatkan sebesar 36 perawat atau 64,2% telah mencuci
tangan dengan benar, dan dapat disimpulkan bahwa kesadaran
perawat untuk mencuci tangan lebih kurang baru mencapai
setengah target dan kesadaran perawat perlu ditingkatkan lagi.
Berdasarkan hasil kajian didapatkan hasil sebesar 35 atau 75%
perawat telah mencuci tangan menggunakan handscrub, maka
dapat disimpulkan bahwa kesadaran mencuci tangan oleh
perawat telah optomal dan perlu dipertahankan. Dari hasil
kajian yang didapat hasil 40 atau 60,7%, maka dapat
disimpulkan bahwa pelaksanaan komunikasi terapeutik diruang
gardenia kurang optimal, oleh karena itu perawat perlu
menerapkan komunikasi terapeutik kepada klien lebih baik
lagi.Dari hasil pengkajian yang didapat hasil sebesar 88,1 %
perawat telah melakukan 9 safety, maka dapat disimpulkan
bahwa nine safety sudah terlaksana dengan baik namun pada
poin mencegah inos perlu ditingkatkan lagi.

c. Kajian Proses Pelayanan Keperawatan


1) Perencanaan

52
a) Kajian Teori

Perencanaan adalah sebuah keputusan untuk suatu


kemajuan yang berisikan apa yang akan dilakukannya serta
bagaimana, kapan dan dimana akan dilaksanakannya
(Marquis, 2000). Perercanaan dimaksudkan untuk untuk
menyusun suatu perencanaan yang strategis dalam
mencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Perencanaan dibuat untuk menentukan kebutuhan dalam
asuhan keperawatan kepada semua pasien, menegakkan
tujuan, mengalokasikan anggaran belanja, memutuskan
ukuran dan tipe tenaga keperawatan yang dibutuhkan,
membuat pola struktur organisasi yang dapat
mengoptimalkan efektifitas staf serta menegakkan
kebijaksanaan, dan prosedur operasional untuk mencapai
visi dan misi institusi yang telah ditetapkan.

Unit perawatan merupakan unit terkecil dalam


kegiatan pelayanan rumah sakit. Perencanaan yang disusun
mengacu kepada kerangka utama rencana strategi rumah
sakit dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan,
peluang yang nyata dan ancaman eksternal yang harus
diantisipasi. Kerangka perencanaan yang matang sangat
membantu dalam upaya melakukan perbaikan atau
improvisasi, apabila dalam perjalanan kegiatan usaha
keluaran yang tidak diharapkan.
 Model perencanaan meliputi:
a) Reactive planning, yaitu tak ada perencanaan, manajer
langsung melakukan tindakan begitu menemukan
masalah. Perubahan yang terjadi terjadi tidak pasti
karena dipengaruhi oleh masalah dan kondis yang ada.
b) Inactive planning, yaitu perencanaan sudah dibuat
sejalan dengan masalah yang muncul (telah ada
53
bayangan atau perencanaan) tetapi dalam
pelaksanaannya dilakukan sejalan dengan
perkembangan masalah.
c) Proactive planning, yaitu penyusunsn perencanaan
dengan mengetahui rencana ke depan pencapaian target
yang sudah pasti (sudah jelas dan tidak berubah). Ciri
dari perencanaan ini adalah tnjuan yang akan dicapai
jelas, terdapat pembatasan waktu perencan dan
belangsung terdapat indikator pencapaian target, risiko
dan ketidakpastian jelas.
d) Proactive planning, yaitu pembuatan perencanaan
dengan memperhatikan masa lalu, masa sekarang dan
masa depan. Masa lalu digunakan sebagai pengalaman
untuk menyusun perencanaan sekarang dan masa
depan, masa sekarang sebagai pelaksanaan
perencanaan, dan masa depan merupakan perencanaan
yang disusun berdasarkan evaluasi pelaksanaan
perencanaan masa lalu dan sekarang.
Perencanaan berdasarkan periode meliputi:
a) Perencanaan jangka pendek (target waktu dalam
minggu atau bulan).
b) Perencanaan jangka menengah (periode dalam satu
tahun).
c) Perencanaan jangka panjang (periode tahun
mendatang).
Tugas kepala ruang dalam perencanaan meliputi:
a) Menyusun rencana kerja kepala unit.
b) Berperan serta menyusun falsafah dan tujuan pelayanan
keperawatan di ruang yang bersangkutan.
c) Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan dari
segi Jumlah maupun kualifikasi di ruang rawat,
koordinasi dengan instalasi
54
b) Kajian Data

Tabel 2.18

Rencana Kerja Mingguan Di Ruang Gardenia Di RS “JIH” Yogyakarta

No. Nama Hari Keterangan


kegiatan Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu
1. Kedisiplinan √ √ √ √ √ √ Kedisiplinan
Jam Dinas Jam Dinas
Tepat waktu
2 Kebersihan √ √ √ √ √ √ Kebersihan
Ruangan Ruangan
dilakukan
tiap hari
3 Operan Jaga √ √ √ √ √ √ Operan Jaga
dilaksanakan
tiap hari

d. Pengorganisasian
1) Kajian Teori
Organisasi kepemimpinan murni merupakan jenis struktur
formal paling sederhana dan tertua. Dalam organisasi dengan
ukuran tertentu, struktur kepemimpinan merupakan jenis yang
besar kemungkinan untuk berkembang melalui proses
evolusioner karena dengan peningkatan jumlah pekerjaan yang
harus diselesaikan dan jumlah pekerja yang mengerjakannya
ada kecenderungan untuk membagi pekerjaan ke dalam tugas
khusus dan untuk mengatur pekerja yang terikat dalam tugas
yang sama ke dalam kelompok yang jelas menurut definisi
pekerja yang logis.
Pengorganisasian menentukan mengenai tenaga yang akan
melaksanakan perencanaan, pembagian tugas, wewenang,
tanggung jawab dan mekanisme pertanggungjawaban masing-
masing kegiatan. Berdasarkan hal tersebut maka fungsi
pengorganisasian dan kepala ruang adalah (Nursalam, 2009).
55
a) Merumuskan metode penugasan yang digunakan.
b) Merumuskan tujuan metode penugasan
c) Membuat rincian tugas ketua tim dan anggota secara
jelas.
d) Membuat rentang kendala kepala unit membawahi 2
ketua tim dan ketua tim membawahi 2-3 perawat.
e) Mengatur dan mengendalikan logistik unit.
f) Mengatur dan mengendalikan situasi tempat praktek
g) Mendelegasikan tugas saat kepala unit tidak berada di
tempat kepada ketua tim.
h) Memberi wewenang kepada tata usaha untuk mengurus
administrasi kllien.
i) Mengatur penugasan jadwal pos dan pekarya.
j) Identifikasi masalah dan cara penanganan.

Pengorganisasian Pelaksanaan Asuhan Perawatan


Hoffart dan Woods (1996) mendefinisikan Mode Praktek
Keperawatan Profesional (MPKP) sebagai suatu sistem
(struktur, proses, nilai-nilai profesional) yang memungkinkan
perawat profesional mengatur pernberian asuhan keperawatan
termasuk lingkungan untuk mendukung pemberian asuhan
keperawatan. MPKP terdiri dari elemen sub sistem antara lain:
a) Nilai-nilai profesional (inti MPKP).
b) Pendekatan manajemen.
c) Metode pemberian asuhan keperawatan
d) Hubungan professional.
e) Sistem kompensasi dan penghargaan.
Dalam sistem pemberian asuhan keperawatan ada
beberapa teori mengenai metode asuhan keperawatan. Menurut
Gitles (1989) metode asuhan keperawatan terdiri dari metode
kasus, metode fungsional, metode tim dan metode primer.
 Metode kasus (Total Care Method)
56
Metode ini merupakan metode tertua (tahun 1880)
dimana seorang klien dirawat oleh seorang perawat
selama 8 jam perawatan. Setiap perawat ditugaskan untuk
melayani seluruh kebutuhan pasien saat ia dinas. Pasien
akan dirawat oleh perawat yang berbeda untuk setiap shift
dan tak ada jaminan bahwa pasien akan dirawat oleh
orang yang sama pada hari berikutnya. Metode penugasan
kasus biasa diterapkan satu pasien satu perawat dan hal ini
umumnya dilaksanakan untuk perawat privat atau untuk
keperawatan khusus seperti di ruang rawat intensif.
Kelebihan dari metode ini adalah:
a) Sederhana dan langsung.
b) Garis pertanggungjawaban jelas.
c) Kebutuhan klien cepat terpenuhi.
d) perencanaan tugas.
Kekurangan dari metode ini adalah:
a) Belum dapat diidentifikasi perawat
penanggungjawab.
b) Perlu tenaga yang cukup banyak dan mempuryai
kemampuan dasar yang sama.
c) Tak dapat di.akukan oleh perawat baru atau
kurang pengalaman.
d) Mahal, perawat prcfesional termasuk melakukan
tugas non professional

 Metode fungsional
Metode ini dilakukan pada kelompok besar klien.
Pelayanan keperawatan dibagi menurut tugas yang
berbeda dan dilaksanakan oleh perawat yang berbeda
dan tergantung pada kompleksitas dari setiap tugas.
Misalnya fungsi menyuntik membagi obat, perawatan
luka. Metode ini merupakan manajemen klasik yang
57
menekankan pada efisiensi, pembagian tugas, yang
jelas dan pengawasan yang lebih mudah. Semua
prosedur ditentukan untuk dipakai sebagai standar.
Perawat senior menyibukkan diri dengan tugas
manajerialnya sedangkan asuhan keperawatan klien
diserahkan kepada perawat junior.
Meskipun sistem ini efisien namun penugasan
secara fungsi tidak memberikan kepuasan kepada
klien dan perawat karena asuhan keperawatan yang
diberikan kepada klien terfragmentasi menurut tugas
atau perasat yang dilakukan. Cara kerja yang diawasi
membosankan perawat karena berorientasi pada tugas
dan sistem ini baik dan berguna untuk situasi dimana
rumah sakit kekurangan tenaga perawat, namun disisi
lain asuhan ini tidak profesional dan tidak berdasar
pada masalah klien.
Keuntungan dari metode ini adalah:
a) Lebih sedikit membutuhkan perawat.
b) Efisien.
c) Tugas mudah dijelaskan dan diberikan.
d) Para staff mudah menyesuaikan dengan tugas.
e) Tugas cepat selesai.
Kerugian dari metode ini adalah:
a) Tidak efektif Fragmentasi pelayanan
b) Membosankan
c) Komunikasi minimal
d) Tidak holistic,
e) Tidak professional
f) Tidak memberikan kepuasan kepada klien dan
perawat

 Metode tim

58
Metode ini menggunakan tim yang terdiri dari
anggota yang berbeda-beda dalam memberikan asuhan
keperawatan terhadap sekelompok klien. Ketua tim
bertanggung jawab membuat perencanaan dan evaluasi
asuhan keperawatan untuk semua klien yang ada di
bawah tanggung jawab timnya. Anggota tim
melaksanakan asuhan keperawatan kepada klien sesuai
perencanaan yang telah dibuat oleh ketua tim. Tujuan
perawatan ini, adalah memberikan asuhan
Keperawatan yang lebih baik dengan menggunakan
sejumlah staff yang tersedia.
Keuntungan dari metode ini adalah:
a) Memberikan kepuasan bagi perawat dan klien.
b) Kemampuan anggota tim dikenal dan dimanfaatkan
secara optimal.
c) Komprehensif dan holistic.
d) Produktif, kerjasama. komunikasi dan moral.
Kerugian dari metode ini adalah:
a) Tidak efektif bila pengaturan tidak baik.
b) Membutuhkan banyak kerjasama dan komunikasi.
c) Membingungkan bila komposisi tim sering diubah.
d) Banyak kegiatan keperawatan dilakukan oleh
perawat non professional.
 Metode primer
Metode ini merupakan suatu metode penugasan
kerja terbaik dalam suatu pelayanan dengan semua staf
keperawatan yang profesional. Pada metode ini setiap
perawat primer memberikan tanggung jawab penuh
secara menyeluruh, terhadap perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi keperawatan mulai dari pasien
masuksampai keluar dari rumah sakit, mendorong
praktek kemandirian perawat, ada kejelasan antara
59
pembuat rencana asuhan dan pelaksana. Metode primer
ditandai dengan adanva keterkaitan kuat dan terus
menerus antara pasien dan perawat yang ditugaskan
untuk merencanakan, mengimplementasikan dan
mengkoordinasikan asuhan keperawatan selama pasien
dirawat.
Penanggung jawab dilaksanakan oleh perawat
primer (primary nurse/PN). Setiap PN merawat 4-6
klien dan bertanggung jawab terhadap klien selama 24
jam dari klien masuk sampai dengan pulang. Terdapat
kontinuitas asuhan keperawatan yang bersifat
komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam satu grup PN mempunyai beberapa AN dan
perawatan dilanjutkan oleh AN.
Kelebihan dari model primer ini adalah model ini
bersifat kontinyu dan kompemensif dalam melakukan
proses keperawatan kepada klien dan perawat primer
mendapatkan akontabilitas yang tinggi terhadap hasil
dan memungkinkan pengembangan diri. Keuntungan
yang dirasakan adalah pasien merasa dimanusiakan
karena terpenuhinya kebutuhan secara individu. Selain
itu asuhan yang diberikan bermutu tinggi dan tercapai
pelayanan yang efektif terhadap perawatan, dukungan,
proteksi, informasi dan advokasi.
Kelemahan dari model ini adalah model ini hanya
dapat dilaksanakan oleh perawat yang memiliki
pengetahuan dan pengalaman yang memadai dengan
kriteria asertif, mampu mengatur diri sendiri,
kemampuan pengambilan keputusan yang tepat,
penguasaan klinik, akuntabel dan mampu
bekomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai
disiplin.
60
Diagram Model Keperawatan Primer Ada dalam gambar
(Marquis dan Huston, 2000)

Dokter Kepala Ruang Sarana RS

Perawat primer

Klien

Perawat Pelaksana pagi Perawat Pelaksana siang Perawat Pelaksana malam

 Metode Modifikasi Tim Primer


Pada metode ini menggunakan secara kombinasi
dari kedua sistem. Penetapan sistem metode primer
modifikasi ini didasarkan pada beberapa alasan:
a) Keperawatan primer tidak digunakan secara
murni, karena sebagai PN harus mempunyai latar
belakang pendidikan S1 keperawatan atau yang
setara.
b) Keperawatan group tidak digunakan secara murni
karena tanggung jawab asuhan keperawatan pasien
terfragmentasi pada berbagai tim.
c) Melalui kombinasi kerja model tersebut
diharapkan komunitas asuhan koperawatan dan
akuntabilitas asuhan keperawatan terdapat pada
PN.
Hal-hal yang penting diperhatikan dalam menentukan
model yang akan dipakai yaitu: .
a) Ketersediaan jenjang pendidikan ketenagaan.
61
b) Kasus yang dihadapi.
c) Ketersediaan fasilitasdan sarana.
d) Ketersediaan dana (Nuryandari, 2003)
 Uraian Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab
dari Penanggung Jawat Ruang PN dan AN
Berdasarkan struktur organisasi dan uraian jabatan
keperawatan RS “JIH” adalah sebagai berikut:
Tugas kepala Ruang di instalasi rawat inap
Keperawatan yang mendukung pelaksanaan sistem
pemberian asuhan keperawatan dengan Metode Primer
Modifikasi :
a) Melaksanakan fungsi perencanaan :
1) Merencanakan jumlah, jenis dan mutu tenaga
perawatan serta tenaga lainnya sesuai
kebutuhan instalasi rawat inap, yang berada di
bawah tanggung jawabnya.
2) Merencanakan jumlah dan jenis peralatan yang
diperlukan sebagai penunjang tercapainya
pelayanan di instalasi rawat inap yang berada di
wilayah tanggung jawabnya.
3) Merencanakan dan menentukan jenis kegiatan
yang akan diselenggarakan sesuai kebutuhan
pasien.
b) Melaksanakan fungsi penggerakan dan
pelaksanaan dengan cara:
1. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh
kegiatan pelayanan di instalasi rawat inap
yang berada di wilayah tanggung jawabnya.
2. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga
perawatan dan tenaga lainnya di instalasi
rawat inap yang berada di bawah tanggung

62
jawabnya sesuai kebutuhan dan ketentuan
yang berlaku (bulanan, mingguan, harian dll).
3. Memberikan program orientasi kepada tenaga
perawatan baru atau tenaga lainnya yang akan
bekerja di instalasi rawat inap yang menjadi
tanggung jawabnya
4. Memberikan pengarahan dan motivasi kepada
tenaga keperawatan untuk melaksanakan
pelayanan keperawatan sesuai ketentuan
standar asuhan keperawatan
5. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang
ada dengan cara bekerja sama dengan
berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan
di instalasi rawat inap.
6. Mengadakan pertemuan berkala dengan
pelaksana perawatan dan tenaga lainnya yang
berada di wilayah tanggung jawabnya.
7. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
di bidang keperawatan antara lain melalui
pertemuan ilmiah.
8. Mengenal jenis dan kegunaan
barang/perawatan serta mengusahakan
pengadaannya sesuai kebutuhan pasien di
instalasi rawat inap agar tercapai pelayanan
optimal.
9. Menyusun permintaan kebutuhan rutin alat,
obat dan bahan yang diperlukan di instalasi
rawat inap.
10. Mengatur dan mengkoordinasikan
pemeliharaan perawatan agar selalu dalam
keadaan siap pakai.

63
11. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan
inventarisasi dalam unit kerjanya.
12. Memberikan program orientasi terhadap
pasien dan keluarganya yang meliputi
penjelasan tentang peraturan rumah sakit, tata
tertib instalasi rawat inap, keadaan ruang
rawat, fasilitas yang ada dan penggunaannya
serta kegiatan rutin sehari-hari di ruangan.
13. Mendampingi dokter selama kunjungan
keliling (visite dokter) untuk memeriksa
pasien dan rencana program pengobatan serta
menyampaikan kepada staf untuk
melaksanakannya.
14. Mengklasifisikan/mengelompokkan pasien di
ruang gawat menurut tingkat kegawatan,
infeksi dan non infeksi untuk memudahkan
perawat memudahkan perawatan.
15. Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien
yang di rawat untuk mengetahui keadaannya
dan menampung keluhan serta membantu
memecahkan masalah yang dihadapinya.
16. Menjaga perasaan pasien agar merasa aman
dan terlindung selama pelaksanaan pelayanan
berlangsung.
17. Memberikan penyuluhan kesehatan terhadap
pasien dalam batas wewenangnya.
18. Menjaga perasaan petugas agar merasa aman
dan terlindung selama pelaksanaan pelayanan
berlangsung.
19. Mempertahankan dan meningkatkan system
pencatatan dan pelaporan tentang
perkembangan pasien dan kegiatan lain yang
64
dilakukan secara tepat dan benar. Hal ini
sangat penting untuk tindakan perawatan
selanjutnya.
20. Mengadakan kerjasama dan memelihara
hubungan baik dengan kepala ruang rawat
lainnya, seluruh kepala bidang, kepala bagian,
kepala instalasi dan kepala SMF di rumah
sakit.
21. Menciptakan dan memelihara suasana kerja
yang baik antara petugas, pasien dan
keluarganya, sehingga member ketenangan.
22. Memotivasi tenaga penunjang atau tenaga
non keperawatan, dalam mempersiapkan serta
memelihara kebersihan ruang rawat dan
lingkungannya
23. Memeriksa dan meneliti pengisian formulir
sensus harian di instalasi rawat inap secara
tepat dan benar
24. Memeriksa dan meneliti pengisian daftar
permintaan makanan, berdasarkan macam dan
jenis makanan pasien kemudian memeriksa
dan meneliti ulang pada saat penyajiannya
sesuai dengan dietnya.
25. Memelihara buku register dan berkas cacatan
medik.
26. Membuat laporan harian dan bulanan
mengenai pelaksanaan kegiatan pelayanan
keperawatan serta kegiatan lain di instalasi
rawat inap, selanjutnya menyampaikan
kepada kepala instalasi rawat inap melalui
koordinatornya.

65
c) Melaksanakan fungsi pengawasan, penendalian
dan penilaian dengan cara
1. Mengawasi dan menilai pelaksanaan
pelayanan keperawatan yang telah ditentukan.
2. Melaksanakan penilaian terhadap upaya
peningkatan pengetahuan dan ketrampilan di
bidang perawatan.
3. Mengawasi peserta didik dari institusi
pendidikan untuk memperoleh pengalaman
belajar, sesuai program pendidikan khususnya
yang memerlukan rumah sakit sebagai lahan
praktek.
4. Memberikan penilaian dan mencantumkannya
ke dalam daftar usulan penilaian pelaksanaan
pekerjaan pegawai (DP3), bagi pelaksana
keperawatan dan tenaga lain di instalasi
rawat inap yang berada di wilayah tanggung
jawabnya untuk berbagai kepentingan
(kenaikan pangkat/golongan dan melanjutkan
sekolah).
5. Mengawagasi dan mengendalikan
pendayagunaan peralatan keperawatan serta
obat-obatan, secara efektif dan efisien.
6. Mengawasi pelaksanaan system pencatatan
dan pelaporan kegiatan pelayanan
keperawatan serta mendokumentasikan
kegiatan lainnya di ruangan.
 Tanggungjawab Kepala Ruang
Dalam melaksanakan tugasnya KaRu bertanggung
jawab kepada Kepala Instalasi Perawatan/Kepala
Instalasi terhadap :
1. Kebenaran dan ketepatan rencana kebutuhan
66
tenaga keperawatan.
2. Kebenaran dan ketepatan program pengembangan
pelayanan keperawatan
3. Keobyektifan dan kebenaran penilaian kinerja
tenaga keperawatan.
4. Kelancaran kegiatan orientasi perawat baru.
5. Kebenaran dan ketepatan protap/SOP pelayanan
keperawatan.
6. Kebenaran dan ketepatan laporan berkala
peiaksanaan pelayanan keperawatan,
7. Kebenaran dan ketepatan kebutuhan dan
penggunaan alat.
8. Kebenaran dan ketepatan peiaksanaan program
bimbingan siswa/mahasiswa institusi pendidikan
keperawatan.
 Wewenang Kepala Ruang
1. Mengatur tenaga keperawatan yang ada di ruangan
2. Mengatur peralatan yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan asuhan keperawatan di ruangan.
3. Membina tenaga keperawatan yang ada di
ruangan.
4. Melaporkan kejadian-kejadian penting yang
terjadi selama pelaksanaan tugas.
Tugas PN yang mendukung pelaksanaan sistem
pemberian asuhan keperawatan dengan Metode
Primer Modifikasi (MPM):
1. Bersama kepala ruang/ketua grup lain
mengadakan serah terima tugas pada setiap
pergantian tugas.
2. Membagi pasien kepada anggota kelompok
3. Melaksanakan asuhan keperawatan
4. Melakukan pengkajian awal terhadap pasien baru
67
5. Membuat diagnosis keperawatan
6. Membuat rencana keperawatan
7. Melaksanakan tindakan keperwatan
8. Melaksanakan evaluasi
9. Mendampingi dokter pada waktu visite dokter
10. Menyiapkan peralatan untuk pelaksanaan asuhan
keperawatan
11. Menilai hasil pekerjaan anggota kelompok
12. Menciptakan kerjasama yang harmonis
13. Membuat laporan pasien
14. Mengikuti ronde keperawatan bersama dengan
kepala ruang rawat dan koordinator perawat
15. Melakukan orientasi terhadap pasien baru.
16. Mengikuti kegiatan ilmiah.
 Tanggung jawab PN:
Secara administratif dan fungsional dan
bertanggung jawab kepada Kepala Ruang.
1. Kebenaran data-data klien dalam proses
keperawatan.
2. Kebenaran kajian data keperawatan.
3. Kebenaran diagnosis.
4. Kebenaran rencana tindakan keperawatan
5. Kebenaran layanan asuhan keperawatan.
6. Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan tindakan
keperawatan.
7. Kebenaran evaluasi.
8. Kebenaran kesimpulan.
9. Kebenaran dan ketetopan pcndidikan
kesehatanpada pasien.
10. Pemenuhan kebutuhan kssehatan pasien dennan
kolaborasi tim .
11. Kebenaran dan kelengkapan isian dokumen
68
asuhan keperawatan.
12. Kebenaran bimbingan dan arahan kepada anggota
tim primer keperawatan dan siswa/mahasiswa.
13. Kebenaran dan kelengkapan laporan dan dokumen
asuhan keperawatan.
 Wewenang PN
1. Mengatur tenaga keperwatan yang menjadi
tanggungjawabnya
2. Mengatur peralatan yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan asuhan keperawatan di ruangan
3. Membina tenaga keperawatan yang menjadi
tanggung jawabnya
4. Melaporkan kejadian-kejadian penting yang
terjadi selama pelaksaan tugas.

Tugas AN yang mendukung pelaksanaan sistem


pemberian asuhan keperawatan dengan Metode
Primer Modifikasi (MPM):

a. Melaksanakan serah terima kepada petugas


pengganti secara lisan maupun secara tertulis,
pada saat pergantian dinas sesuai waktunya yang
berlaku
b. Menerima klien baru sesuai dengan prosedur dan
ketentuan yang berlaku.
c. Mempersiapkan dan memelihara kebersihan ruang
rawat dan lingkungannya.
d. Memelihara peralatan perawatan dan medis agar
selalu dalam keadaan siap pakai
e. Melaksanakan program orientasi kepada klien
tentang ruang rawat/lingkungannya, peraturatan/
tata tertib yang berlaku, fasilitas yang ada dan cara
penggunaannya serta kegiatan rutin sehari-hari.
69
f. Menciptakan hubungan kerjasama yang baik
(therapeutic relationship) dengan klien dan
keluarganya.
g. Mengkaji kebutuhan dan masalah kesehatan klien
sesuai batas kemampuannya dengan cara:
1. Mengamati kegiatan klien (tanda vital, kesadaran,
keadaan mental, keluhan utama ).
2. Melaksanakan anamnesa sesuai batas
kemampuannya.
h. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan
pedomannya.
i. Memberi pelayanan keperawatan dasar kepada
klien sesuai dengan batas kemampuannya, dengan
cara
1. Memberikan rasa aman kepada klien, yang
meliputi mencegah terjadinya bahaya kecelakaan,
luka, komplikasi dan sebagainya.
2. Melaksanakan tindakan pengobatan sesuai
program pengobatan dokter.
3. Memberikan penyuluhan kesehatan kepada klien
dan keluarganya mengenai penyakitnya.
j. Membantu merujuk klien kepada petugas
kesehatan atau institusi pelayanan kesehatan lain
yang lebih mampu, untuk menyelesaikan masalah
kesehatan yang tidak dapat ditanggulangi.
k. Melakukan pertolongan pertama kepada klien
dalam keadaan darurat secara tepat dan benatnyr
sesuai kebutuhan serta prosedur tetap (protap)
yang berlaku. Selanjutnya segera melaporkan
tindakan yang telah dilakukan kepada dokter
ruang rawat/dokter penanggung jawab ruangan.

70
l. Melakukan evaluasi tindakan keperawatan sesuai
dengan batas keperawatannya.
m. Membantu dan menilai kondisi klien. Selanjutnya
melakukan tindakan yang tepat berdasarkan hasil
pemantaua tersebut, sesuai batas kemampuannya.
n. Membantu petugas lain dalam memelihara
lingkungan yang sehat.
o. Menciptakan dan memelihara hubungan kerjasama
yang baik dengan anggota tim kesehatan (dokter,
ahli gizi, analis, pekarya kasehatan, pekarya rumah
tangga).
p. Berperan serta dengan anggota tim kesehatan lain
dalam membahas kasus dan upaya peningkatan
mutu asuhan keperawatan.
q. Melaksanakan tugas pagi, sore, malam dan hari
libur secara bergilir sesuai jadwal dinas.
r. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang
baik antar pasien dan keluarga, sehingga tercipta
ketenangan.
s. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh
kepala ruang/ kepala Bidang Pelayanan
Keperawatan.
t. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di
bidang keperawatan, antara lain: melalui
pertemuan ilmiah dan penataran.
u. Melaksanakan system pencatatan dan pelaporan
asuhan keperawatan yang tepat dan benar,
sehingga tercipta system informasi rumah sakit
yang dapat dipercaya (akurat).
v. Melakukan perawatan klien yang dalam keadaan
sakaratul maut dan merawat jenazah sesuai dengan
prosedur dan peraturan yang berlaku.
71
w. Menyiapkan klien yang akan pulang, meliputi:
1) Surat ijin pulang.
2) Surat keterangan sakit.
3) Petunjuk diit.
4) Resep obat untuk di rumah, jika diperlukan.
5) Surat rujukan atau pemeriksaan ulang.
6) Surat keterangan lunas pembayaran, dll.
x. Memberi penjelasan kepada klien dan keluarganya
sesuai dengan kebutuhan klien mengenai:
1) Diit
2) Pengobatan yang perlu dilanjutkan dan cara
penggunaanya.
3) Pentingnya pemeriksaan ulang di rumah sakit,
puskesmas, atau institusi pelayanan kesehatan
lain.
4) Cara hidup sehat, seperti pengaturan istirahat,
makanan bergizi, atau bahan pengganti sesuai
dengan keadaan ekonomi.
y. Membimbing mahasiswa praktek klinik
keperawatan.
z. Mengantar klien yang akan pulang sampai pintu
keluar ruang rawat.
 Tanggung jawab AN:
a. Kelengkapan peralatan kesehatan/keperawatan, alat
habis pakai dan obat-obatan.
b. Kelengkapan formulir rekam asuhan keperawatan dan
rekam medik.
c. Kebenaran hasil asuhan keperawatan.
d. Ketepatan jadwal dinas.
 Wewenang AN :
a. Memeriksa kelengkapan peralatan ruang rawat, bahan
dan obat habis pakai.
72
b. Meminta bahan dan perangkat kerja sesuai dengan
kebutuhan pelaksanaan tugas.
c. Membuat asuhan keperawatan melalui pendekatan
proses keperawatan

2) Kajian Data
Tabel 2.19
Tugas Kepala Ruang Keperawatan Di Ruang Gardenia RS”JIH” Yogyakarta
Tanggal 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 jumlah Presentase (%)
Kepala
ruang 2 3 3 3 3 3 3 3 3 26 96,29

Sll Srg Kdg Tdk


No TUGAS KEPALA RUANGAN (n=1)
3 2 1 0
Membagi staf ke dalam grup PMP sesuai dengan
1 kemampuan
dan beban kerja √
Membuat jadwal dinas dengan berkoordinasi dengan
2
perawat PN √
Membagi klien kedalam grup PMP sesuai dengan
3 kemampuan
dan beban kerja √
4 Melakukan meeting morning √
Memfasilitaasi dan mendukung kelancaran tugas PN dan
5
AN √
Melakukan supervisi dan memberi motifasi seluruh staf
6 keperawatan
untuk mencapai kinerja yang optimal √
Melakukan upaya meningkatkan mutu asuhan keperawatan
dengan
7
melakukan efaluasi melalui angket setiap klien akan
pulang √
8 Mendelegasikan tugas ke PPJR pada jaga S/M/L √
9 Beperan serta sebagai konsultan √
Total 24 2 0 0
73
Analisa data:

Dari hasil observasi selama 3 hari di ruang Gardenia didapat hasil kinerja
NIC sudah terlaksana baik dengan nilai total 26 atau 96,29% terlaksana,
menunjukan pelaksanaan tugas kepala ruang sudah cukup baik. NIC sudah
membuat jadwal dan berkordinasi dengan perawat PN dengan baik, juga
memberi motivasi dan supervise terhadap kerja anggota. Namun demikian,
untuk evaluasi NIC dalam membagi staf ke dalam group PMP sesuai dengan
kemampuan dan beban kerja perlu ditingkatkan lagi.

Tabel 2.20
Pelaksanaan Tugas Ka-Tim
PELAKSANAAN TUGAS Ka-Tim DI RUANG : GARDENIA
TANGGAL : 31 Mei 2017 - 2 Juni 2017

No TUGAS PRIMERY NURSE Selalu Sering Kadang Tidak


3 2 1 0
1 Bertugas pagi hari √
Bersama AN menerima operan tugas jaga dari
2 AN yang jaga malam √
Bersama AN melakukan konfirmasi/superfisi
tentang kondisi klen segera
3 √
setelah selesai operan dengan petugas jaga
malam
Bersama AN melakukan doa bersama sebagai
4 awal dan akhir tugas, dilakukan √
setelah selesai operan jaga malam
Melakukan Pre-conference dengan semua AN
5 yang ada dalam grupnya √
setiap awal dinas pagi
Membagi habis klien kepada AN sesuai dengan
6 kemampuan dan beban kerja √
Melakukan pengkajian, menetapkan masalah
atau diagnosa dan perencanaan
7 keperawatan kepada semua klien yang menjadi √
tanggung jawabnya dan ada
bukti di rekam keperawatan
8 Memonitoring dan membimbing tugas AN √
9 Membantu tugas AN untuk kelancaran √
74
pelaksanaan asuhan klien
Mengoreksi, merevisi dan melengkapi catatan
asuhan keperawatan yang di
10 √
lakukan oleh AN yang ada dibawah tanggung
jawabnya
Melakukan efaluasi hasil kepada setiap klien
sesuain tujuan yang ada dalam
11 √
perencanaan asuhan keperawatan dan ada bukti
dalam rekam keperawatan
Melakukan Post-conference pada setiap akhir
dinas dan menerima laporan akhir tugas jaga
12 dari AN untuk persiapan operan tugas jaga √
selanjutnya

Melakukan operan jaga kepada AN jaga sore


13 diikuti AN sore √
Memperkenalkan AN yang ada dalam satu grup
atau yang akan merawat
14 √
selama klien dirawat atau kepada klien atau
keluarga yang baru
15 Mendelegasikan tugas kepada AN pada S/M/L √
Menerima pendelegasian tugas PJ ruang bila
16 pagi hari tidak bertugas √
Menyelenggarakan diskusi kasus dengan dokter
17 dan tim kesehatan lain setiap √
seminggu sekali
Menyelenggarakan diskusi kasus dalam
pertemuan rutin keperawatan di ruang minimal
18 sebulan sekali √
Menyelenggarakan diskusi kasus sesuai
19 prosedur √
Melaksanakan tugas lain sesuai dengan uraian
20 tugas √
JUMLAH 51 2 1 0

Analisa Data Pelaksanaan Tugas PN

Pelaksanaan tugas Ka-Tim sudah baik dengan nilai total 51 atau 94,4%
terlaksana. Dalam melakukan pengkajian, menetapkan masalah atau diagnose
dan perencanaan keperawatan pada klien dilakukan bersama-sama NIC dan
pelaksana. Namun yang perlu ditingkatkan dalam menyelenggarakan diskusi
kasus dengan dokter dan tim kesehatan lain setiap seminggu sekali.

75
Tabel 2.21

Pelaksanaan Tugas Perawat Pelaksana Di ruang Gardenia

TANGGAL : 31 Mei 2017 - 2 Juni 2017


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Jlh P (%)
An 1
An 1
An 1
An 1
An 1
An 1
An1
An 1

Selalu Sering Kadang Tidak


No TUGAS PRIMERY NURSE
3 2 1 0
Melakukan operan tugas setiap awal dan akhir jaga dari
1 dan kepada AN yang ada dalam satu grup

Melakukan konfirmasi atau supervisi tentang kondisi klien
2 segera setelah operan setiap klien

Melakukan doa bersama setiap awal dan akhir tugas yang
3 dilakukan setelah selesai operan tugas jaga

Melakukan Pre-conference yang dilakukan oelh PN setiap
4
awal tugas √
Melaksanakan asuhan keperawatan keklien yang menjadi
5 tanggung jawab dan ada bukti di rekam medis

Melakukan monitoring respon klien dan ada bukti di rekam
6
medis √
Melakukan konsultasi tentang masalah klien/keluarga
7
kepada PN √
Membimbing dan melakukan pendidikan kesehatan kepeda
klien yang menjadi tanggung jawabnya dan ada bukti di
8 rekam medis

Menerima keluhan klien/keluarga dan berusaha
9
mengatasinya √
10 Melengkapi catatan asuhan keperawatan pada semua klien √
76
yang menjadi tanggung jawabnya

Melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada semua klien


11 yang menjadi tanggung
Jawabnya √
Melakukan Post-conference yang dilakukan oleh PN pada
setiap akhir tugas dan
12
perkembangan semua klien yang menjdi tanggung
jawabnya kepada klien √
Bila tidak ada PN wajib mengenalkan AN yang ada dalam
grup yang akan memberikan
13
asuhan keperawatan pada jaga berikutnya kepada
klien/keluarga baru √
14 Melakukan pendelegasian tugas kepada PN pada S/M/L √
Berkoordinasi dengan PNJR/Dokter/Tim kesehatan lain
15 bila ada malasah klien pada
S/M/L √
16 √
Mengikuti diskusi kasus dalam pertemuan rutin
17 keperawatan di ruangan √
18 Melaksanakan tugas lain sesuai dengan uraian tugas AN √
JUMLAH 48 0 2 0

Analisa data

Tugas Perawat Pelaksana sudah dilaksanakan dengan baik dengan nilai


total 48 atau 96% terlaksana, Perawat pelaksana selalu mengikuti ruang sesuai
dengan jadwal dinasnya seperti operan jaga, melaksanakan askep dan
berkoordinasi dengan rekan satu tim atau tim kesehatan lainnya jika diperlukan,
namum belum ada perkenalan antara perawat ke pasien. Dan perlu di tingkatkan
Melakukan operan tugas setiap awal dan akhir jaga dari dan kepada perawat
pelaksana dan mengikuti diskusi kasus dengan dokter atau tim kesehatan lain
setiap seminggu sekali.

Tabel 2.22
HUBUNGAN PROFESIONAL ANTARA STAF KEPERAWATAN
TANGGAL : 31 Mei 2017 - 2Juni 2017

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 jumlah P (%)

77
Perawat 1 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 34 43,5 %
Perawat 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 34 43.5 %
Perawat 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 34 43,5 %
Perawat 4 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 2 3 3 34 43.5 %

HUBUNGAN ANTARA STAF Selalu Sering Kadang Tidak


No
KEPERAWATAN 3 2 1 0
PJ pelayanan keperawatan mengadakan pertemuan
1 rutin dengan KaRu minimal sebulan sekali

KaRu mengadakan pertemuan rutin dengan
2 seluruh staf keperawatan minimal sebulan sekali

KaRu mengadakan pertemuan rutin dengan PN
3 minimal dua minggu sekali

PN mengadakan pre dan post conference pada
4 setiap awal dan akhir tugas jaga pagi

PN menerima serah terima tugas jaga AN yang
5 tugas jaga sebelumnya

AN melaksanakan serah terima tugas jaga dari
6 jaga sebelum dan kepada tugas jaga berikutnya

PN mendampingi serah terima tugas jaga antara
7 AN pada tugas jaga berikutnya

PN melakukan dokumentasi askep terutama pada
pengkajian, menetapkan diagnosa dan penyusunan
8
rencana keperawatan

AN melakukan dokumentasi askep terutama hal
9
pelaksanaan dan evaluasi keperawatan √
PN memberikan laporan tugas kepada kaRu
10 keperawatan setiap akhir tugas terutama tentang
keadaan umum klien dan permasalahan yang ada √
PN melakukan motivasi/bimbingan dengan AN
11
setiap hari √
12 AN menggantikan tugas PN bila PN tidak ada √
PJ tugas jaga menggantikan tugas KaRu pada
13
S/M/L √
JUMLAH 24 10 0 0

78
Analisa data

Dari hasil penilaian sudah dapat menggambarkan hubungan professional antara


staf keperawatan dengan pasien dan keluarga terjalin baik dengan nilai total 34
atau 43,5 % terlaksana baik.

Tabel 2.23
Hubungan Profesional Antara Staf Keperawatan Dengan Dokter/
Tim Kesehatan Lain
TANGGAL : 31 Mei 2017 - 2Juni 2017

No 1 2 3 4 5 6 7 Jumlah P (%)
Perawat 1 3 2 3 3 3 2 2 18 43 %
Perawat 2 3 2 3 3 3 2 2 18 43 %
Perawat 3 3 2 3 3 3 2 2 18 43 %
Perawat 4 3 2 3 3 3 2 2 18 43 %

79
No Hubungan Profesional Antara Staf Sll Srg Kdg Tdk
Keperawatan dengan Dokter/Tim Kesehatan
Lain (3) (2) (1) (0)

1 PN/ AN melakukan visit bersama dokter / tim √


kesehatan lain yang merawat pasien

2 PN melakukan diskusi kasus dengan dokter / √


tim kesehatan lain minimal satu kali seminggu

3 Hubungan professional/ kemitraan dengan √


dokter / tim kesehatan lain tercermin dalam
dokumentasi Reka Medis

4 PN/ AN menggunakan rekam medik sebagai √


sarana hubungan professional dalam
pelaksanaan program kolaborasi

5 Dokter/ tim kesehatan lain menggunakan rekam √


keperawatan sebagai sarana hubungan
professional dalam rangka pelaksanaan program
kolaborasi

6 Dokter/tim kesehatan lain mengetahui setiap √


klien siapa PN nya

7 PN memfasilitasi pelaksanaan konsultasi klien/ √


keluarga dengan dokter/ tim kesehatan lain

JUMLAH 12 6 0 0

Analisa data

Dengan hasil nilai total 18 atau 43 % menunjukan bahwa hubungan


professional antara perawat dengan dokter dan tim kesehatan lain sudah baik.
Komunikasi pemberian pelayanan medis dan keperawatan pasien tergambar
dalam status perkembangan dan catatan asuhan keperawatan masing-masing
pasien sehingga dokter/tim kesehatan lain sudah bisa mengetahui perkembangan
pasien dari catatan perkembangan keperawatan dan monitoring pasien.

Tabel 2.24
Evaluasi Pelaksanaan Serah Terima Tugas Jaga (Operan)
Di Ruang Gardenia RS JIH Mei 2017

80
No 1 2 3 4 5 6 7 jumlah Presentase (%)
Perawat 1 3 3 3 3 3 2 3 32 48,4 %
Perawat 2 3 3 3 3 3 2 3 32 48,4 %
Perawat 3 3 3 3 3 3 2 3 32 48,4 %
Perawat 4 3 3 3 3 3 2 3 32 48,4 %
Perawat 5
Perawat 6
Perawat 7

No VARIABEL YANG DINILAI Sll Srg Kdg Tdk


(3) (2) (1) (0)

1 Serah terima didahului dengan Doa bersama √

2 Komunikasi antar pemberi tanggung jawab dan √


penerima tanggung jawab di lakukan di depan
pintu dengan suara pelan/ tidak rebut

3 Menyebutkan identitas klien, diagnose medis, √


diagnose keperawatan, tindakan keperawatan
yang telah dilakukan beserta waktu
pelaksanaanya beserta evaluasinya

4 Menginformasikan jenis rencana dan waktu √


rencana tindakan keperawatan yang belum
dilakukan

5 Menyebutkan perkembangan klien selama shif √

6 Menginformasikan pendidikan kesehatan yang √


telah diberikan (bila ada)

7 Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan √

8 Menyebutkan tindakan medis beserta waktunya √


yang dilakukan selama shif

9 Menyebutkan tindakan medis yang belu √


dilakukan selama shif

10 Menginformasikan pada klien/ keluarga nama √


perawat pada shif berikutnya pada setiap akhir
tugas

11 Memberi salam pada klien, keluarga serta √


mengobservasi dan menginspeksi keadaan
81
klien, menanyakan keluhan- keluhan klien
(dalam rangka klasifikasi)

JUMLAH 30 2

Analisa Data

Dengan hasil nilai total 32 atau 48,4 % menununjukkan bahwa evaluasi


serah terima tugas jaga (operan) sudah sangat baik. Perawat yang berjaga pagi
menyerahkan tugas jaga kepda perawata yang bertugas siang dengan
terkoordinasi dan begitupun dengan penyerahan operan perawat jaga siang
kemalam dilakukan secara terkoordinasi.

Tabel 2.25

Evaluasi Pelaksanaan Meeting Morning


Di Ruang Gardenia RS”JIH’ Yogyakarta

Tgl 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017

PELAKSANAAN MEETING MORNIG


No 1 2 3 4 5 6 jumlah Presentase (%)
Kepala Ruang 3 3 3 3 3 3 18 0

No VARIABEL YANG DINILAI Sll Srg Kdg Tdk


(3) (2) (1) (0)
1 KaRu menyiapkan tempat untuk melakukan √
meeting morning
2 KaRu memberikan pengarahan pada staf dengan √
materi yang telah disiapkan sebelumnya
3 KaRu melakukan klarifikasi apa yang telah √
disampaikan pada staf
4 Memberikan kesempatan pada staf untuk √
mengungkapkan permasalahan yang muncul di
82
ruangan
5 Bersama staf mendiskusikan pemecahan √
masalah yang dapat di tempuh
6 KaRu memberi motivasi dan reinforcement √
pada staf
JUMLAH 18

Analisa data

Berdasarkan hasil kajian data yang didapatkan Meeting morning di


Ruang Gardenia sebesar 50 % dan dilaksanakan dengan baik.

Tabel 2.26
Evaluasi Pelaksanaan Pre Conference
Di Ruang Gardenia RS “JIH” tgl 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017
No.Per Hari I Hari II Hari III
p1 2 2 2
p2 2 2 2
p3 2 2 2
p4 2 2 2
p5 2 2 2
p6 2 2 2
p7 2 2 2
p8 2 2 2
p9 2 2 2
p10 2 2 2
p11 2 2 2
Total 22 22 22
Presentase
(%) 33,3 33,3 33,3
2

No. VARIABEL YANG DINILAI Sll Srg Kdg Tdk


(3) (2) (1) (0)

1. Menyiapkan ruangan/tempat 

2. Menyiapkan rekam medik klien yang menjadi tanggung 


jawabnya

83
3. Menjelaskan tujuan dilakukuannya pre confrence 

4. Memandu pelaksaaan pre conference 

5. Menjelaskan masalah keperawatan klien dan rencana 


keperawatan yang menjadi tanggung jawabnya

6. Membagi tugas kepada AN sesuai kemampuan yang 


dimiliki dengan memperhatikan keseimbangan kerja

7. Mendiskusikan cara dan strategi pelaksanaan asuhan 


klien/tindakan

8. Memotivasi untuk memberikan tanggapan dan 


penyelesaian masalah yang sedang didiskusikan

9. Mengklarifikasi kesiapan AN untuk melaksanakan 


asuhan keperawatan kepada klien yang menjadi tanggung
jawabnya

10. Memberi reinforcement positif pada AN 

11. Menyimpulkan hasil pre conference 

JUMLAH 22 0 0

Analisa data

Pre conference diruang Gardenia sudah terlaksana secara rutin dan


dengan baik dengan nilai total 22 atau 33,3% terlaksana. Pre conference
dilakukan bersamaan dengan diikuti oleh pengganti KARU, PN, AN dan
dipimpin oleh PN. Pada pelaksanaanya PN menjelaskan tujuan dilakukanya pre
conference

Tabel 2.27
Evaluasi Pelaksanaan Post Conference
Di Ruang Gardenia RS “JIH” tgl 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017

84
PELAKSANAAN POST CONFRENCE
Hari
No.Per Hari II Hari III
I
p1 2 2 2
P2 2 2 2
p3 2 2 2
p4 2 2 2
p5 2 2 2
p6 2 2 2
p7 2 2 2
p8 2 2 2
Totol 16 2 2
Presentase (%) 33 33 33

No. VARIABEL YANG DINILAI Sll Srg Kdg Tdk


(3) (2) (1) (0)

1. Menyiapkan ruangan/tempat 

2. Menyiapkan rekam medik klien yang menjadi tanggung 


jawabnya

3. Menjelaskan tujuan dilakukannya pre confrence 

4. Menerima penjelasan dari AN tentang hasil tindakan/hasil 


asuhan keperawatan yang telah dilakukan oleh AN

5. Mendiskusikan masalah yang ditemukan dalam 


memberikan askep klien dan mencari upaya penjelasan
masalahnya

6. Memberi reinfocement pada AN 

7. Menyimpulkan hasil post conference 

8. Mengklarifikasi klien sebelum melakukan operan tugas 


jaga sift jaga berikutnya

JUMLAH 16

Analisa data

Pelaksanaan post conference mencapai hasil yang baik dengan nilai total
16 atau 33% terlaksana. Pelaksanaan post conference hanya dilaksanakan sesuai
jadwal jaga PN.

85
Tabel 2.28
Evaluasi orientasi pasien baru
Di Ruang Gardenia RS “JIH” tgl 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017
No. Kegiatan (n = 3) Dilakukan
Ya Tidak
N % N %
A. Pre Interaksi
1. Mengumpulkan data tentang klien 3 100 0 0
2. Membuat rencana pertemuan dengan klien 3 100 0 0
B. Orientasi
1. Memberi salam dan tersenyum kepada klien 0 0 3 100
2. Memperkenalkan nama diri 2 66.7 1 33,3
3. Menanyakan nama panggilan kesukaan klien 3 100 0 0
4. Menanyakan perasaan klien 0 0 3 100
5. Menjelaskan peran perawat 0 0 3 100
6. Menjelaskan tugas perawat 0 0 3 100
7. Menjelaskan kegiatan (orientasi) yang akan 0 0 3 100
8. dilakukan
9. Menjelaskan tujuan kegiatan 0 0 3 100
10. Menjelaskan waktu yang dibutuhkan utuk 0 0 3 100
orientasi
Menjelaskan kerahasiaan
C. Kerja 3 100 0 0
1. Menanyakan keluhan utama klien 0 0 3 100
2. Memberikan kesempatan bertanya 0 0 3 100
3. Memulai dengan ajakan untuk berkonsentrasi 0 0 3 100
4. Melakukan orientasi
D. Materi 0 0 3 100
1. Mengorientasikan tentang fasilitas yang ada di 0 0 3 100
2. ruangan
3. Mengorientasikan tentang cara menggunakan 0 0 3 100

86
fasilitas
4. Mengorientasikan tentang tata tertib penggunaan 0 0 3 100
fasilitas ruang tunggu
Mengorientasikan tentang tempat-tempat
penting, kamar mandi, ruang tunggu, ruang
konsultasi, ruang perawat, musolah, dll
E. Terminasi 0 0 3 100
1. Menyimpulkan hasil kegiatan 0 0 3 100
2. Memberikan pujian positif 0 0 3 100
3. Merencanakan tindak lanjut kepada klien 0 0 3 100
4. Melakukan kontrak selanjutnya 3 100 0 0
5. Mengkhiri kegiatan dengn cara yang baik dan 3 100 0 0
tersenyum
JUMLAH 20 26,7% 55 73,3%

Analisa data

Pelaksanaan orientasi pasien baru sebesar 20 atau 26,7% . Untuk fase


orientasi diri perawat sebagai penerima pasien baru memiliki kesempatan untuk
mempersiapkan diri sebelum mengorientasikan pasien dan harus ditingkatkan
karena masih belum tercapai secara optimal supaya berbagai informasi yang
dibutuhkan oleh pasien dan keluarga dapat tersampaikan dengan baik.

Tabel 2.29
Evaluasi Pelaksanaan MPKP
Di Ruang M I RSP RS JIH November 2015

No Variabel yang Dinilai Hasil dlm %


1 Evaluasi pelaksanaan tugas PJRU 55
2 Evaluasi pelaksanaan tugas PN 76,6
3 Evaluasi pelaksanaan tugas AN 66,6
4 Evaluasi pelaksanaan pre conference 90,9
87
5 Evaluasi pelaksanaan post conference 87,5
6 Evaluasi pelaksanaan meeting morning 0
7 Evaluasi pelaksanaan serah terima tugas (operan) 91,6
8 Evaluasi hubungan profesional staf keperawatan dengan pasien 76,7
Evaluasi hubungan profesional staf keperawatan dengan dokter/tim
9 85,7
kesehatan lain
10 Universal precaution 82,2
11 Orientasi Pasien Baru 26,7
Rata-rata 67,2

Analisa data

Berdasarkan kajian data yang telah dilakukan di ruangan M diperoleh


data rata-rata pelaksanaan MPKP sebesar 67,2% menunjukan bahwa
pelaksanaan sudah berjalan cukup baik namun perlu ditingkatkan lagi.

e. Actuating
1) Kajian Teori
Fungsi manajemen ini merupakan fungsi penggerakan semua
kegiatan yang telah dirumuskan dalam fungsi perencanaan.
Menurut buku pedoman uraian tugas tenaga keperawatan di
Rumah Sakit tugas penanggung jawab unitan/kepala unitan
sebagai penggerak dan pelaksanaan (P2) terdiri dari:
a) Mengatur dan mengkoordinaikan seluruh kegiatan
pelayanan di unit rawat melalui kerjasama dengan petugas
lain yang bertugas di unit rawatnya.
b) Menyusun jadwal/daftar dinas tenaga keperawatan dan
tenaga lain sesuai kebutuhan pelayanan dan peraturan yang
berlaku di Rumah Sakit.
c) Melaksanakan orientasi kepada tenaga keperawatan
baru/tenaga lain yang akan kerja di unit rawat.

88
d) Memberikan orientasi kepada siswa/mahasiswa keperawatan
yang menggunakan unit rawatnya sebagai lahan praktek.
e) Memberi orientasi kepada klien/keluarganya, meliputi :
penjelaan tentang peraturan RS, tata tertib unit rawat,
fasilitas yang ada dan cara penggunaannya serta kegiatan
rutin sehari – hari.
f) Membimbing tenaga keperawatan untuk melaksanakan
pelayanan/asuhan keperawatan dan petugas lain yang
bertugas di unit rawatnya.
g) Mengadakan pertemuan berkala/sewaktu–waktu dengan staf
keperawatan dan petugas lain yang bertugas di unit
rawatnya.
h) Memberikan kesempatan/ijin kepada staf keperawatan untuk
mengikuti kegiatan ilmiah/pemataran dengan koordinasi
kepala instalasi/kepala bidang keperawatan.
i) Mengupayakn pengadaan peralatan dan obat–obatan sesuai
kebutuhan berdasarkan ketentuan/kebijaksanaan RS.
j) Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan alat agar
selalu dalam keadaan siap pakai.
k) Mendampingi visite dokter dan mencatat instruksi dokter,
khususnya bila ada perubahan program pengobatan klien.
l) Mengelompokkan klien dan mengatur penempatannya di
unit rawat menurut tingkat kegawatan, infeksi/non infeksi
untuk kelancaran pemberian asuhan keperawatan.
m) Mengendalikan kualitas sistem pencatatan dan pelaporan
asuhan keperawatan dan kegiatan lain secara tepat dan
benar, hal ini penting untuk tindakan kerperawatan.
n) Memberi motivasi kepada petugas dalam memelihara
kebersihan lingkungan di unit rawat.
o) Meneliti pengisian formilir sensus harian klien di unit rawat.
p) Meneliti/memeriksa pengisian daftar permintaan makanan
klien berdasarkan macam dan jenis makan klien,
89
q) Meneliti/memerilsa ulang pada saat penyajian makanan
klien sesuai dengan program dietnya.
r) Menyiapkan berkas catatan medic klien dalam masa
perawatan di unit rawatnya dan selanjutnya mengembalikan
berkas tersebut ke bagian medical record bila klien pulang /
keluar dari unit rawat tersebut.
s) Membuat laporan harian mengenai pelaksanaan asuhan
keperawatan serta kegiatan lainnya di unit rawat,
disampaikan kepada atasannya.
t) Membimbing siswa/mahasiswa keperawatan yang
menggunakan unit rawatnya sebagai lahan praktek.
u) Memberikan penyuluhan kesehatan kepada klien/keluarga
sesuai kebutuhan dasar dalam batas wewenangnya.
v) Melakukan serah terima klien dan lain–lain pada saat
pergantian dinas

Tabel 2.30
Kajian Actuating
Di Ruang Gardenia RS “JIH” tgl 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017
Dilakukan Keterang
No. Standar Ya Tidak Data an

1. Pengarahan √
2. Supervisi staf √
3. Koordinasi √
4. Orientasi staf √
5. Orientasi pasien / keluarga √
6. Memobilisasi sumber daya yang ada untuk √
mencapai tujuan
7. Memberi motivasi pada anggota √
8. Membuat keputusan √

90
9. Manajemen konflik √
10. Menelaah kemampuan individu √
11. Membimbing tenaga keperawatan √
12. Mengadakan pertemuan berkala/sewaktu – √
waktu dengan staf keperawatan dan petugas
lain yang bertugas di ruang rawatnya.
13. Memberi ijin kepada staf keperawatan √
14. Mengupayakan pengadaan peralatan dan √
obat – obatan
15. Mendampingi visite dokter dan mencatat √
instruksi dokter
16. Mengelompokkan pasien dan mengatur √
penempatannya di ruang rawat menurut
tingkat kegawatan, infeksi/non infeksi
untuk kelancaran pemberian asuhan
keperawatan.
17. Mengendalikan kualitas system pencatatan √
dan pelaporan asuhan keperawatan.
18. Meneliti pengisian formulir sensus harian √
pasien di ruang rawat.
19. Meneliti/memeriksa pengisian daftar √
permintaan makanan pasien berdasarkan
macam dan jenis makan pasien.
20. Menyiapkan berkas catatan medic. √
21. Membimbing siswa/mahasiswa √
keperawatan yang menggunakan ruang
rawatnya sebagai laahn praktek.
22. Memberi penyuluhan kesehatan. √
23. Melakukan serah terima pasien dan lain – √
lain pada saat pergantian dinas.
Jumlah 42 6

91
(87,5% (12,5%)
)

Analisa
Berdasarkan kajian data di atas, pelaksananan fungsi actuating dalam
proses manajemen pelayanan di Ruang Gardenia telah terlaksana dengan baik.
Dengan nilai Ya sebanyak 87,5% telah terlaksana.

f. Controlling
1) Kajian Teori
Pengawasan adalah membandingkan hasil kinerja dengan
standard an mengambil tindakan korektif bila kinerja yang
didapat tidak sesuai dengan standar. Pengawasan melalui
komunikasi: mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan
ketua tim maupun pelaksana mengenai asuhan keperawatan
yang diberikan pada klien.
Fungsi pengawasan mencakup 4 unsur, yaitu :
a) Penetapan standar pelaksanaan
b) Penentuan ukuran – ukuran pelaksanaan
c) Pengukuran pelaksanaan nyata dibnadingkan dengan standar
yang ditetapkan
d) Pengambilan tindakan koreksi
Melalui Supervisi :
a) Pengawasan langsung melalui inspeksi, mengamati sendiri
atau melalui laporan langsung secara lisan dan
memperbaiki atau mengawasi kelemahan–kelemahan yang
ada saat itu juga.
b) Pengawasan tidak langsung yaitu : mengecek daftar hadir
ketua tim. Membaca dan memeriksa rencana keperawatan
serta catatan yang dibuat selama dan sesudah proses

92
keperawatan dilaksanakan (didokumentasikan), mendengar
laporan ketua tim tentang pelaksanaan tugas.
c) Evaluasi : Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan
membandingkan dengan rencana keperawatan yang telah
disusun bersama ketua tim.
d) Audit kepeawatan : Menurut buku pedoman uraian tugas
tenaga keperawatan di RS, tugas kepala unit sebagai
controlling/pengawasan, pengendalian dan penilaian(P3)
meliputi :
(1) Mengendalikan dan menilai pelaksanaan asuhan
keperawatan yang telah ditentukan.
(2) Mengawasi dan menilai siswa/mahasiswa keperawatan
untuk memperoleh pengalaman belajar sesuai tujuan
program bimbingan yang telah ditentukan.
(3) Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan yang
berada di bawah tanggung jawabnya.
(4) Mengawasi, mengendalikan dan menilai
pendayagunaan tenaga keperawatan, peralatan dan
obat – obatan.
(5) Mengawasi dan menilai mutu asuhan keperawatan
sesuai standar yang berlaku secara mandiri atau
koordinasi dengan tim pengendalian mutu asuhan
keperawatan.
Untuk keperluan mengevaluasi hasil kerja diperlukan
terlebih dahulu persiapan:
 Standard operation procedur
 Standard/pedoman diagnosis dan terapi
 Indikator penilaian penampilan
Fungsi pengawasan dan pengendalian merupakan
fungsi terakhir dari proses manajemen. Ada 3 macam
pengawasan yaitu :

93
1. Pengendalian pendahuluan yaitu: pengendalian ini
dipusatkan pada permasalahan pencegahan
timbulnya penyimpangan–penyimpangan dari
bawahan terhadap kinerja pemberi pelayanan
keperawatan baik sumber daya, SDM, bahan/alat
maupun dana.
2. Concurent control, pengendalian ini berlangsung
saat pekerjaan berlangsung guna memastikan
sasaran tercapai.
3. Feedback control, pengendalian ini untuk
mengontrol terhadap hasil dari pekerjaan yang telah
diselesaikan, jik ada penyimpangan akan merupakan
pelajaran untuk aktifitas yang sama di masa yang
akan datang.

2) Kajian Data
Tabel 2.31
KAJIAN KONTROLING
Di Ruang Gardenia RS “JIH” tgl 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017
Dilakukan
No Standar
Ya Tidak
1 Pengawasan langsung melalui inspkesi √
2 Pengawasan langsung melalui laporanlangsung √
secara lisan
3 Pengawasan langsung memalui laporan tertulis √
4 Pengawasan kelemahan yg ada √
5 Pengawasan tidak langsung dengan mengecek √
daftar hadir yg ada
6 Pengawasan tidak langsung dengan membaca dan √
memeriksa rencana keperawatan
7 Pengawasan dengan mendengar laporan dari PN √
mengenai pelaksanaan tugas
8 Evaluasi upaya pelaksanaan √
9 Membandingkan dengan rencana keperawatan yg √
telah disusun bersama PN
10 Pengawasan yg dilakukan oleh kepala ruang: √
a.Sosialisasi Kebijakan
b.Mengatur dan mengendalikan pelaksanaan
94
kebijakan
c. Mengecek kelengkapan inventaris
d. Mengecek obat-obatan yg tersedia
e. Melakukan Supervisi
f. Menilai pelaksanaan asuhan keperawatan yg
telah ditentukan
g. Menilai siswa/ mahasiswa keperawatan
h. Melakukan Penilaian kinerja tenaga keperawatan
i. Menilai mutu asuhan keperawatan sesuai
standart yg berlaku secara mandiri atau
koordinasi dengan tim pengendalian mutu
asuhan keperawatan
Jumlah 10 0

Analisa data

Dari hasil pengkajian cotroling didapatkan hasil 10 atau 100% atau telah mencapai
dengan baik.

Tabel 2.32
PELAKSANAAN DISHARGE PLANNING

Dilakukan
No Kegiatan Ya Tidak
N % N %
A Pre Interaksi
Mengumpulkan data tentang klien 3 100 0 0
Membuat rencana pertemuan dengan klien 2 66,7 1 33,3
B Orientasi
Memberi salam dan tersenyum pada kepada klien 1 33,3 2 66,7
Memperkenalkan nama diri 0 0 3 100
Menanyakan nama panggilan kesukaan klien 0 0 3 100
Menanyakan perasaan klien 0 3 100
Menjelaskan peran perawat 1 33,3 2 66,7
Menjelaskan tugas perawat 0 0 3 100
Menjelaskan kegiatan (orientasi) yang akan dilakukan 1 33,3 2 66,6
Menjelaskan tujuan kegiatan 1 33,3 2 66,6

95
Menjelaskan waktu yang dibutuhkan untuk orientasi 1 33,3 2 66,6
Menjelaskan kerahasiaan 1 33,3 2 66,6
1. C Kerja
2. Menanyakan keluhan utama klien 0 0 3 100
Memberi kesempatan bertanya 2 66,6 1 33,3
Memulai dengan ajakan untuk berkonsentrasi 1 33,3 2 66,6
Melakukan orientasi 0 0 3 100
3. D Materi
4. Menjelaskan informasi mengenai penyakit 1 33,3 2 66,7
Menjelaskan informasi mengenai penyebab penyakit 1 33,3 2 66,7
Menjelaskan informasi mengenai tanda dan gejala 1 33,3 2 66,7
penyakit
Menjelaskan informasi mengenai cara perawatan 2 66,7 1 33,3
dirumah
Menjelaskan informasi mengenai cara pemberian obat 1 33,3 2 66,7
Menjelaskan informasi mengenai cara pencegahan 1 33,3 2
penyakit 66,7
Menjelaskan informasi mengenai program pengobatan 2 66,7 1 66,7
lanjutan
Menjelaskan informasi mengenai nutrisi yang sesuai 2 66,7 1 33,3
dengan program diet
Menjelaskan informasi mengenai aktivitas dan 1 33,3 2 66,7
istirahat
Menjelaskan informasi mengenai control, waktu, 2 66,7 1 33,3
tempat, cara control, persiapan control
5. E Terminasi
6. Menyimpulkan hasil kegiatan 1 33,3 2 66,7
Memberikan pujian positif 1 33,3 2 66,7
Merencanakan tindak lanjut kepada klien 3 100 0 0
Melakukan kontrak selanjutnya 1 0 2 66,7
Mengakhiri pertemuan dengan cara yang baik dan 2 66,7 1 33,3
tersenyum
JUMLAH 36 40% 54 60%
Analisa data

96
Dari hasil pengkajian didapatkan bahwa sebanyak 40% pelaksanaan discharga
planning telah dilakukan dan masih kurang serta harus di optomalkan

Tabel 2.33
PELAKSANAAN PEMBERIAN INFORMASI KLIEN BARU

No. Kegiatan ( n=3) Dilakuakan


Ya Tidak
N % N %
A. Pre interaksi
1. Mengumpulkan data tentang klien 3 100 0 0
2. Membuat rencana pertemuan dengan klien 3 100 0 0
B. Orientasi
1. Memberi salam dan tersenyum kepada klien 3 100 0 0
2. Memperkenalkan nama diri 1 33,3 2 66,7
3. Menanyakan nama panggilan kesukaan klien 1 33,3 2 66,7
4. Menanyakan perasaan klien 3 100 0 0
5. Menjelaskan peran perawat 3 100 0 0
6. Menjelaskan tugas perawat 2 66,7 1 33,3
7. Menjelaskan kegiatan (orientasi) yang akan dilakukan 3 100 0 0
8. Menjelaskan tujuan kegiatan 1 33,3 2 66,7
9. Menjelaskan waktu yang dibutuhkan utuk orientasi 1 33,3 2 66,7
10. Menjelaskan kerahasiaan 0 0 3 100
C. Kerja
1. Menanyakan keluhan utama klien 3 100 0 0
2. Memberikan kesempatan bertanya 0 0 3 100
3. Memulai dengan ajakan untuk berkonsentrasi 1 33,3 2 66,7
4. Melakukan orientasi 2 66,7 1 33,3
D. Materi
1. Menjelaskan hak klien/keluarga 1 33,3 2 66,7
2. Menjelaskan kewajiban klien/keluarga 1 33,3 2 66,7
3. Menjelaskan petugas yang akan merawat 3 100 0 0
4. Menjelaskan jadwal waktu konsentrasi 1 33,3 2 66,7
5. Menjelaskan bahwa setiap hari akan disampaikan 2 66,7 1 33,3
catatan perkembangan dan rencana keperawatannya
6. Menjelaskan syarat pengurusan administrasi 2 66,7 1 33,3
7. Menjelaskan fasilitas yang ada di ruangan 0 0 3 100
8. Mendemonstrasikan cara penggunaan fasilitas yang ada 0 0 3 100
di ruangan
9. Menjelaskan tata tertib kamar tunggu 0 0 3 100
10. Memberitahukan tempat-tempat penting 0 0 3 100
11. Menjelaskan denah ruangan 0 0 3 100
12. Memulai discharge planning 3 100 0 0
97
13. Menandatangani surat pernyataan 0 0 3 100

E. Terminasi
1. Menyimpulkan hasil kegiatan 0 0 3 100
2. Memberikan pujian positif 0 0 3 100
3. Merencanakan tindak lanjut kepada klien 3 100 0 0
4. Melakukan kontrak selanjutnya 2 66,7 1 33,3
5. Mengkhiri kegiatan dengn cara yang baik dan tersenyum 3 100 0 0
JUMLAH 48 44,4 60 55,6

Analisa Data

Pelaksanaan pemberian informasi pada kien baru sebesar 48 atau 44,4% . dari
hasil perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa belum tercapai secara optimal
karena masih kurang dari 50%.

Tabel 2. 34
RONDE
KEPERAWATAN

1 2 3 Presentase
No Jumlah
a B c D E f g A b C a b (%)
perawat 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 36 19,44
perawat 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 35 20
perawat 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 34 20,58
perawat 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 36 19,44
perawat 5 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 34 20,58
perawat 6 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 35 20
perawat 7 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 35 20

Observasi
No Kegiatan SL SR KD TP
(3) (2) (1) (0)
1. Pra-Ronde
a. Menentukan kasus dan topik (masalah 7 0 0 0

98
yang tidak teratasi dan masalah yang
langka
b. Menentukan tim ronde 6 1 0 0
c. Mencari sumber literatur 2 3 2 0
d. Membuat proposal 7 0 0 0
e. Mempersiapkan pasien: infome concenst 7
dari pengkajian
f. Diskusi: apa diagnosis keperawatan (apa 7
data yang mendukung)
g. Bagaimana intervensi yang telah 7
dilakukan dan apa yang telah ditemukan
selama perawatan
2. Pelaksanaan Ronde
a. Penjelasan tentang pasien oleh perawat 7 0 0 0
primer yang difokuskan pada masalah
keperawatan dan rencana tindakan yang
akan dilaksanakan atau telah
dilaksanakan serta memilih prioritas
yang perlu di diskusikan
b. Diskusikan antar anggota tim tentang 7 0 0 0
kasus tersebut
c. Pemberian justifikasi oleh perawat 7 0 0 0
primer atau konsoler atau kepala ruangan
tentang masalah klien serta rencana
tindakan yang akan dilakukan
3. Pasca Ronde
a. Evaluasi, revisi dan perbaikan 7 0 0 0
b. Kesimpulan dan rekomendasi penegakan 7 0 0 0
diagnosis, intervensi keperawatan
selanjutnya.
JUMLAH 78 4 2 0

99
TOTAL (%) 92,8% 4,8% 2,2% 0

Analisa Data
Dari hasil kajian didapatkan hasil sebesar 78 atau 92,8% mengatakan selalu dilakukan
ronde.
Table 2. 35
EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU ASUHAN KEPERAWATAN

Di Ruang Gardenia RS “JIH” tgl 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017


N=24

No KRITERIA SLL SRG( KDG( TDK(


(3) 2) 1) 0)
1 Apakah doktermengunjungi anda setiap hari? √
2 Apakah dokter memeriksa anda bersikap ramah? √
3 Apakah dokter menjelaskan penyakit anda dan √
menjelaskan tindakannnya?
4 Apakah dokter meluangkan waktu untuk √
konsultasi?
5 Apakah perawat mengenalkan diri kepada pasien √
dan keluarga?
6 Apakah perawata yg merawat anda bersikap √
ramah?
7 Apakah perawat memperhatikan dan √
menanggapi keluahan anda?
8 Apakah anda atau keluarga merasa dibimbing √
oleh perawat untuk merawat diri anda (Contoh
sibin,mengunakan pispot, dll)
9 Menuru anda apakah perawat bekerja dengan √
terampil
10 Bila anda membutuhkan pertolongan apakah √
dilayani dengan cepat?
11 Apakah perawat menjelaskan dimana tempat- √
tempat penting untuk kelancaran perawatan?(
kamar mandi, ruang tatauaha,dll)
12 Apakah anda mendapat pelayanan administrasi √
dengan baik dan cepat?
13 Apakah rekening yg anda dapatkan tepat hitung? √
14 Apakah anda diberi penjelasan tentang biaya? √
15 Apakah Ruangan selalu dalam keadaanbersih? √
16 Apakah sprei ,selimut dan sarung bantal dalam √
kondisi baik, selalu bersih dan diganti setiap
kotor?
100
17 Apakah kamar mandi selalu dibersihkan, tidak √
berbau,dan tidak licin?
18 Apakah makanan disajikan tepat waktu? √
19 Apakah makanan yg disajikan bervariasai dan √
cukup enak?
20 Apakah petugas penyaji makanan bersikap √
ramah?
Analisa data
Dari hasil kajian tentang kepuasan didapatkan 87,5% mengatakan puas dengan
pelayanan diruang gardenia.

Table 2.36
KAJIAN PLANNING PROSES BIMBINGAN PKK
Di Ruangan Gardenia pada tanggal 25 Mei 2017

No Standar Dilakukan Metode Keterangan


Ya Tidak
1 Pemberitahuan dari institusi √ Diskusi
kelahan praktek sebelum
praktek dengan kerangka acuan
lengkap
2 Penentuan lokasi praktek √ Diskusi
sesuai dengan kompetensi yang
ingin dicapai
3 Penerimaan dan orientasi √ Diskusi
mahasiswa
4 0rientasi tugas √ Diskusi
5 Penyiapan pembimbing PKK √ Diskusi
Analisa Data

Dari hasil kajian didapatkan bahwa kajian planning proses bimbingan PKK di lakukan
secara menyuluruh dengan memonitor pelaksanaan dinas peserta didik,

101
Tabel 2.37
KAJIAN ORGANIZING PROSES BIMBINGAN PKK
Di Ruangan Gardenia pada tanggal 25 Mei 2017

No Standar Dilakukan Metode Keterangan


Ya Tidak
1 Adanya serah terima peserta √ Diskusi
didik
2 Penetapan pemPKKbimbing √ Diskusi
PKK sesuaikriteria yang
ditetapkan
3 Penjelasan pelaksanaan PKK √ Diskusi
4 Pembagian jadwal dinas √ Diskusi
5 Penentuan sanksi bagi pserta √ Diskusi
didik
6 Adanya proses bimbingan PKK √ Diskusi
sesuai dengan ketentan

Analisa Data

Dari hasil kajian didapatkan bahwa kajian organizing proses bimbingan PKK di lakukan
secara menyuluruh dengan memonitor pelaksanaan dinas peserta didik, mengetahui
jadwal dinas, sanksi yang didapat jika melanggar tata tertib dan jalannya proses PKK.

Tabel 2.38
KAJIAN ACTUATING PROSES BIMBINGAN PKK
Di Ruangan Gardenia pada tanggal 25 Mei 2017
No Standar Dilakukan Metode Ket
Ya Tidak
1 Pengarahan dilakukan sesuai dengan √ Diskusi
metode bimbingan yang dilakukan :
a. Pre dan post conferent
b. Ronde keperawatan
c. Bedside teaching
d. Diskusi
2 Monitoring kehadiran √ Diskusi
3 Monitoring kompetensi peserta didik √ Diskusi
102
4 Bimbingan pelaksanaan tindakan √ Diskusi
keperawatan : laporan imdividu
Analisa Data

Dari hasil kajian didapatkan bahwa kajian actuating proses bimbingan PKK selalu di
lakukan secara menyuluruh dengan memonitor pelaksanaan dinas peserta didik

Tabel 2.39
KAJIAN CONTROLING PROSES BIMBINGAN PKK
Di Ruangan Gardenia pada tanggal 25 Mei 2017

Dilakukan
No Standar Metode Ket
Ya Tidak
1 Memonitor pelaksanaan dinas √ Lisan
peserta didik :
a. Tata tertip
b. Observasi
c. Reward dan Punisment
2 Mengetahui kasus klien kelolaan √ Pembagian
peserta didik klien kelolaan
3 Mengecek dokumentasi di status √
klien kelolaan peserta didik
4 Memberikan teguran bila terjadi √ Lisan/tertulis
pelanggaran
Jumlah 4 0

Analisa Data

Dari hasil kajian didapatkan bahwa controlling proses bimbingan PKK selalu di lakukan
secara menyuluruh dengan memonitor pelaksanaan dinas peserta didik, mengetahui
kasus kelolaan peserta didik, mengecek pendokumentasian, dan memberikan teguran
lisan bila terjadi pelanggaran.
103
Tabel 2.40
STANDAR PENILAIAN UNTUK PEMBIMBING PKK
Di Ruangan Gardenia pada tanggal 25 Mei 2017

Jawaban
No Pernyataan
Ya Tidak
1 Pembimbing PKK selalu mengadakan orientasi ruangan √
2 Mengadakan pre dan post konfren √
3 Menguasai tindakan yang akan dipandunya √
4 Selalu menyediakan waktu untuk bimbingan √
5 Mengikutsertakan peserta didik dalam asuhan keperawatan √
6 Memberikan contoh pelaksanaan prosedur yang benar √
Mengarahkan dan membimbing peserta didik dalam
7 √
pencapaian target kopetensi peserta didik
Memotifasi minat dan semangat belajar untuk
8 √
meningkatkan kemampuan peserta didik
Memonitor pelaksanaan praktek yang meliputi
9 :kemampuan peserta didik dan ketaatan peserta didik dalam √
mematuhi aturan RS dan institusi pendidikan
10 Melakukan ronde keperawatan √
11 Melakukan evaluasi bimbingan praktek √
Memeriksa dan memberikan penilaian yang dibuat peserta
12 √
didik
Memberikan bimbingan kepada pesrta didik minimal 2 kali
13 √
dalm satu minggu
14 Memberikan umpan balik kepada peserta didik √
Jumlah 11 3
(78,6%) (21,4%)
Analisa Data

Dari hasil kajian didapatkan hasil 11 atau 78,6% kegiatan bimbingan PKK telah
dilakukan namun perlu di optimalkan lagi karena baru mencapai target 78,6%.

5. Indikator Mutu Ruangan (OUTPUT)


e. Efisiensi Ruang Rawat
104
1) Kajian Teori
Ada 4 indikator yang dapat digunakan untuk menilai mutu
efisiensi mutu pelayanan kesehatan, yaitu : BOR, LOS, TOI dan
BTO.
1) BOR (Bed Occupancy Rate/ angka penggunaan tempat
tidur) Standar nasional untuk RSU dalam satu tahun adalah :
75-85%.
BOR : JUMLAH HARI PERAWATAN X 100%

JUMLAH TT X HARI PERAWATAN

2) LOS (Length of Stay/ rata-rata lama hari rawat). Standar


nasional untuk RSU dalam satu tahun adalah 7-10 hari.

LOS : LAMA HARI PERAWATAN X 100%

JUMLAH PASIEN KELUAR HIDUP/MATI

3) TOI (Turn Over Interval/ selang waktu antara pemakaian


tempat tidur). Standar 1-3 hari untuk RSU dalam satu tahun.

TOL : JUMLAH HARI RAWAT X 100%

JUMLAH TEMPAT TIDUR

4) BTO (Bed Turn Over/ frekuensi pemakaian tempat tidur).


Standar 5-45 kali untuk RSU dalam satu tahun sedangkan
yang baik lebih dari 40 kali (Djojodibroto, 1997).
BTO : JUMLAH PASIEN KELUAR

JUMLAH TEMPAT TIDUR

Tabel 2.41

Efisiensi Ruang Gardenia bulan Februari – April 2017

INDIKATOR
NO BULAN BOR LOS (%) TOI BTO
(%) (%) (%)
1 Agustus 75,69% 7,41% 2,88% 7,53%
105
2 September 75,08% 6,76% 2,77% 5,78%
3 Oktober 80,76% 8,41% -2,42% 4,19%
Rata-rata 77,18% 7,57% 1,07% 5,83%
Standar 75 – 85 7 – 10 1–3 5 – 45
a. Analisa Data
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa BOR di Ruang
Gardenia periode Februari - April 2017 rata–rata sebesar
77,18% hal ini sesui dengan standar, dikarenakan Ruang M
merupakan ruang kelas VIP,KELAS TIGA DAN VVIP yang
melayani pasien umum, PKMS, JPKM, ASKES dan kerja sama.
LOS klien di Ruang gardenia sebesar 7,57%hari, hal ini
menunjukkan lama hunian di Ruang Gardenia Menurut sesuai
standar umum yaitu 7–10 hari, hal ini dikarenakan kebanyakan
pasien yang mondok di ruang gardenia sebagian besar
mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.
TOI sebesar 1,07% hari, sesuai standar yaitu1-3hari.
BTO di Ruang Gardenia periode Februari – April 2017 adalah
5,83% kali, sesuai standar yang ada yaitu 5–45 kali. Hal ini
menunjukkan efisiensi tempat tidur kosong pada bulan Februari-
April 2017 cukup baik dan perlu untuk pertahankan.

b. Evaluasi Asuhan Keperwatan (Instrument A)


1) Dokumentasi
Dokumentasi keperawatan merupakan dokumen yang penting bagi
asuhan keperawatan pasien di rumah sakit. Dokumentasi
keperawatan merupakan sistem pencatatan yang dilakukan oleh
perawat yang didalamnya juga berisi laporan mengenai kegiatan
asuhan keperawatan yang dilakukan sekaligus juga mencatat
keluhan yang muncul dari pasien.
Instrumen A merupakan evaluasi terhadap pendokumentasian
asuhan keperawatan yang telah baku.
Komponen dokumentasi keperawatan :
106
(a) Pengkajian : meliputi pengumpulan data, pengorganisasian
data. Pengumpulan data dari hasil wawancara, observasi,
pemeriksaan fisik dan penunjang.
(b) Diagnosa keperawatan : menggambarkan masalah pasien
baik aktual maupun potensial berdasarkan hasil pengkajian
data.
(c) Rencana keperawatan : menentukan prioritas, tujuan,
kemungkinan, pemecahan, metode pendekatan pemecahan
masalah.
(d) Implementasi : pemberian, tindakan keperawatan, aktifitas
keperawatan.
(e) Evaluasi : memeriksa kembali hasil pengkajian awal dan
intervensi awal untuk mengidentifikasi masalah dan rencana
keperawatan pasien termasuk strategi keperawatan yang
telah diberikan untuk memecahkan masalah pasien.

2) Kajian Data
Gambaran rata rata penggunaan tempat tidur ( BOR) dan lama
rawat inap klien ( LOS ), waktu tempat tidur kosong (TOI), dan
frekuensi pemakaian tempat tidur (BTO) pada bulan Februari-
April 2017 dapat dilihat sebagai berikut :
 1 periode : Februari – April
(89 hari)
 Jmlh pasien pada 1 periode : 247orang
 Jmlh pasien yang dipindah 1 periode : 17 orang
 Jmlh pasien pindahan dalam 1 periode : 13 orang
 Pasien keluar hidup : 216 orang
 Pasien keluar meninggal :1
 Pasien meninggal >48 jam :-
 Pasien meninggal <48 jam :1
 Hari perawatan :826
107
 Jumlah lama dirawat :845
a) BOR (Bed Occupency Rate )
75-85%
BOR/ tingkat hunian rumah sakit atau dalam satu ruangan:
BOR : Jumlah hari perawatan x 100%
Jumlah tempat tidur x periode
: 826 x 100%
21 x 89
:44,2 dibulatkan menjadi 45 %
b) LOS (average leng of stay )
7-10 hari
LOS :Jumlah lama dirawat
Jumlah pasien keluar (hidup+meninggal)
:849
217
: 3,9 hari ( tidak ideal )

c) BTO (Bed Turn Over )


5-45 kali
BTO :Jumlah pasien keluar hidup & meninggal
Tempat tidur
:217
21
:10,3 kali dibulatkan 11 ( idieal )
d) TOI (Turn Over Interval )
1-3 hari
TOI: jumlah tempat tidur x periode)–hari perawatan
Jumlah pasien keluar hidup dan meninggal
: ( 21 x 89 )- 826
217
: 4,8 hari/ 3 bulan dibulatkan 5 hari/3 bulan

108
Analisa data :
Berdasarkan hasil perhitungan diatas diperoleh data sebagai
berikut :
(1) BOR di ruang rawat Gardenia selama bulan Februari-
April 2017 sebanyak 45 %, jika dibandingkan dengan
standar nasional RS yaitu 75-85% , dapat disimpulkan
bahwa efektifitas pemakaian tempat tidur pasien di ruang
Gardenia dapat di kategorikan tidak ideal karena hasil
BOR tidak memenuhi standar yang ditentukan.
(2) LOS diruang Gardenia selama bulan Februari-April 2017
sebanyak 3,9 hari, jika dibandingkan dengan standar
nasional rumah sakit yaitu 7-10 hari, dapat disimpulkan
bahwa efesiensi lama waktu pasien tinggal untuk
perawatan diruang gardenia ada dalam kategori tidak
ideal. Hal ini dikarenakan efesiensi lama waktu pasien
tinggal untuk perawatan tidak sesuai dengan standar
yang sudah ditentukan.
(3) BTO diruang gardenia pada bulan Februari-April 2017
didapatkan hasil sebanyak 11 kali. Bila dibandingkan
dengan standar nasional rumah sakit yaitu 5-45 kali,
maka disimpulkan bahwa pemakaian tempat tidur
dirumah sakit dalam tiga bulan terakhir termasuk dalam
kategori baik karena dapat memenuhi standar yang sudah
ditentukan.
(4) TOI diruang merek selama bulan Februari-April 2017
didapatkan hasil 5 hari/3 bulan atau, bila dibandingkan
dengan standar rumah sakit yaitu 1-3 hari maka dapat
disimpulkan bahwa mutu pelayanan rumah sakit yang
menunjukkan rata-rata tempat tidur kosong atau waktu
antara tempat tidur ditinggalkan pasien sampai diisi
kembali masuk dalam kategori tidak ideal dikarenakan
tidak memenuhi standar yang sudah ditentukan.
109
Tabel 2.42
Nilai Rata-Rata Instrumen A (Studi Dokumentasi Penerapan Standar Asuhan
Keperawatan) Di Ruang Gardenia RS JIH
April 2017

No Aspek yang Dinilai Hasil Keterangan


1. Pengkajian 78,57 % 21,43 % pengkajian status
psikososial, spiritual pasien banyak
yang belum diisi dan tingkat
pendidikan.
2. Diagnosa 84,29 % 15,71 % sebagian diagnose belum
Keperawatan disusun sesuai prioritas.
3. Perencanaan 72,86 % 27,14 % dalam penulisan kurang
Keperawatan mengacu pada pedoman SMART.
4. Implementasi 75,72 % 24,28 % implementasi terlaksana dan
Keperawatan tindakan keperawatan ada yang tidak
tertulis dilembar catatan
perkembangan pasien.
5. Evaluasi 80 % 20 % evaluasi keperawatan kurang
Keperawatan lengkap, kurang dijelaskan tentang
rencana intervensi selanjutnya.
Dalam evaluasi di data obyektif tidak
mengacu pada criteria hasil.
6. Catatan Asuhan 84, 29% Catatan askep ditulis dengan bahasa
Keperawatan yang jelas, tetapi 15,71 % belum
semua tertulis nama, tanggal dan jam
dilakukan tindakan.

Analisa Data
Setelah dilakukan observasi terhadap 70 rekam medik (RM) pasien mengenai
proses keperawatan didapatkan hasil sebagai berikut:

110
a. Pengkajian
Format pengkajian di ruang Gardenia RS JIH mengacu pada format
pengkajian protap dari rumah sakit. Pengkajian dilakukan dengan cara mengisi
kotak-kotak isian dengan tanda (√) pada setiap item pengkajian sesuai dengan
kondisi pasien. Pada tabel tersebut dapat dilihat pencapaian nilai untuk
pengkajian adalah 78,57 %. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengkajian
belum dilaksanakan cukup baik sebesar 21,43 % didapatkan format pengkajian
sebagian terinci tidak lengkap.
b. Diagnosa Keperawatan
Hasil observasi terhadap diagnosa didapatkan hasil 84,29 % membuat
diagnosa sesudah terlaksana. Dalam penegakan diagnosa keperawatan dari data
yang ada sebanyak 15,75 % diagnosa sebagian belum disusun sesuai prioritas.
c. Perencanaan Keperawatan
Perencanaan hasil didapatkan 72,86 %. Dari observasi yang didukung
oleh data yang ada dirumuskan tujuan didalam perencanaan sebanyak 27,14 %
kurang mencakup pada pedoman SMART (spesific, measurable, assessment,
reasonable, and time) kriteria hasil kurang terukur dan spesifik terhadap masalah
yang akan di atasi sehingga rencana tindakan yang mandiri kurang mengacu
pada penyelesaiian masalah yang muncul.
d. Implementasi Keperawatan
Implementasi keperawatan adalah pengolaan dan perwujudan
perencanaan keperawatan yang telah disusun. Sebelum melaksanakan tindakan
yang sudah direncanakan, perawat perlu menvalidasi dengan singkat apakah
rencana tindakan masih sesuai dan dibutuhkan klien sesuai dengan kondisinya
saat ini. Dari hasil observasi, tahap dokumentasi tindakan keperawatan didapat
hasil 75,72 % implementasi keperawatan sebesar 24,28 % pelaksanaan tindakan
masih ada yang belum tertulis dilembar catatan perkembangan pasien.
e. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi adalah proses yang berkelanjutan untuk menilai effect dari
tindakan keperawatan pasien, dilakukan terus menerus pada respon pasien dan
keluarga perlu dilibatkan dalam evaluasi agar dapat melihat perubahan dan
berupaya mempertahankan pemeliharaan pasien. Dari hasil observasi dan
111
penilaian terhadap rekam medik (RM) pasien, didapatkan hasil evaluasi baik
sebesar 80 %. Dalam penulisan evaluasi belum berdasarkan pada diagnosa
keperawatan yang dibuat didapatkan hasil sebesar 20 % evaluasi kurang
lengkap, kurang dijelaskan tentang rencana intervensi selanjutnya. Dalam
evaluasi dari data obyektif tidak mengacu pada criteria hasil yang sudah
dijelaskan dalam intervensi.
f. Catatan Asuhan Keperawatan
Catatan asuhan keperawatan di ruang Gardenia sudah baik dengan
pencapaian nilai 84,29 %. Catatan asuhan keperawatan merupakan suatu
tindakan yang harus dibukukan sebagai bukti tertulis atas semua asuhan
keperawatan dan mengetahui perkembangan kesehatan pasien sehingga harus
ditulis dengan lengkap dan jelas. Dari hasil observasi didapatkan 15,71 % masih
ada catatan askep yang belum mencantumkan nama, tanggal dan jam tindakan
yang sudah dilakukan.
Penilaian asuhan keperawatan didasarkan pada instrument A yang
disusun oleh Departemen RI yang menjadi standar penilaian. Dari hasil
penilaian didapatkan nilai terendah dalam penyusunan askep adalah 80 % pada
evaluasi keperawatan yang merupakan gambaran umum pasien. Nilai tertinggi
pada perencanaan keperawatan sebesar 84,29 % yang sudah terarah pada prinsip
asuhan keperawatan.
c. Kepuasan ( Instrument B )
1) Kajian Teori
Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah
membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan
dibandingkan dengan harapannya (Sutono, 2001).
Kepuasan dipengaruhi oleh sumber daya pendidikan,
pengetahuan, sikap, gaya hidup, demografi budaya, sosial
ekonomi, keluarga dan situasi yang dihadapi. Intrumen ini
mengevaluasi tentang persepsi pasien terhadap mutu asuhan
keperawatan dengan cara menyebarkan angket/kuesioner
kepada klien yang memenuhi kriteria yaitu sudah rawat inap
minimal tiga hari.
112
Tabel 2.43
Kepuasan Klien Terhadap Tindakan Keperawatan
Di Ruang Gardenia tgl 31 Mei 2017 – 2 Juni 2017

NO KRITERIA YA TIDAK JUMLAH


1 Perawat memperkenalkan diri kepada anda 3 21 24
2 Dalam melayani pasien perawat bersikap ramah 24 - 24
dan sopan
3 Perawat menjelaskan peraturan dan tata tertib 5 19 24
rumah sakit pertama kali anda masuk rumah
sakit
4 Perawat menjelaskan fasilitas yang tersedia di 2 22 24
Rumah Sakit pada pasien baru
5 Perawat menjelaskan dimana tempat-tempat 4 20 24
yang penting untuk kelancaran perwat ( kamar
mandi, ruang perawat, tata usaha dan lain-lain)
6 Perawat menjelaskan tujuan perawatan kepada 18 6 24
pasien
7 Ada perawat atau kepala ruang yang 3 21 24
menunjukkan kepada pasien tentang perawat
yang bertanggung jawab kepada pasien.
8 Perawat memperhatikan keluhan klien 24 - 24
9 Perawat menanggapi keluhan pasien 24 - 24
10 perawat memberikan keterangan masalah yang 24 - 24
dihadapi pasien.
11 Perawat memberikan penjelasan sebelum 14 10 24
melakukan tindakan
12 Perawat meminta persetujuan keluarga sebelum 24 - 24
melakukan tindakan
13 Perawat menjelaskan prosedur tindakan sebelum 19 5 24
melakukan tindakan
14 Menjelaskan resiko atau bahaya suatu tindakan 10 14 24
pada pasien
15 Perawat selalu memantau atau mengobservasi 24 - 24
keadaan pasien secara rutin
16 Perawat selalu menjaga kebersihan rumah sakit 24 - 24
17 Perawat melakukan tindakan keperawatan 24 - 24
dengan terampil dan percaya diri
18 Dalam melakukan tindakan keperawatan, 24 - 24
perawat selalu berhati-hati
20 Setelah melakukan tindakan keperawatan, 20 4 24
perawat selalu menilai kembali keadaan pasien
Jumlah 314 124 456

113
Ket:

N
𝑛=
1 + N (𝑑 2 )

24
𝑛=
1 + 24 (0,1x0,1)
24
𝑛=
1 + 24 (0,01)
24
𝑛=
1 + 0,24
𝑛 = 19,35
Nilai kepuasan pasien
DE
M A
2
Keterangan :
M = Mean
D = skala tertinggi
E = skala terendah
A = jumlah item

Sehingga dalam penelitian ini diperoleh M sebagai berikut :


M = [(2 + 1) : 2] x 19
= 28,5
Jadi dapat dikategorikan :
Puas ≥ 28,5
Tidak puas <28,5
Presentasi kepuasan
Nilai = (314 x 2)+ (124 x 1) x 100%

(19 x 2 x 24)

628+124
= 𝑥 100 %
912

114
= 82,45 %

Dari hasil angket persepsi mutu asuhan keperawatan yang


diberikan terhadap 24 klien beserta keluarga diperoleh nilai 82,45% yang
masuk dalam kategori puas dan dengan nilai ketidakpuasan 17,55%, dari
hasil data kepuasan didapatkan kepuasan pasien puas .

Tabel 2.44
Hasil Evaluasi Kepuasan Kerja Pegawai ( Perawat)
di Ruang Gardenia RS “JIH” (n=14)
Observasi
NO Variabel yang dinilai STP TP CP P SP
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Jumlah gaji yang diterima dibandingkan pekerjaan 0 3 1 10 0
yang saudara lakukan
2 Sistem penggajian yang dilakukan institusi tempat 0 2 12 0 0
saudara bekerja
3 Jumlah gaji yang diterima dibandingkan pendidikan 0 2 9 3 0
saudara
4 Pemberian insentif tambahan atas suatu prestasi atau 0 0 13 1 0
kerja ekstra
5 Tersedianya peralatan dan kelengkapan yang 0 1 13 0 0
mendukung pekerjaan
6 Tersedianya fasilitas penunjang seperti kamar mandi, 0 0 12 2 0
tempat parkir, kantin.
7 Kondisi ruangan kerja terutama berkaitan dengan 0 0 11 3 0
ventilasi udara, kebersihan dan kebisingan
8 Adanya jaminan atas kesehatan atau keselamatan 0 0 13 1 0
kerja
9 Perhatian institusi rumah sakit terhadap saudara 0 0 14 0 0
10 Hubungan antar karyawan dalam kelompok kerja 0 0 11 3 0
11 Kemampuan dalam bekerjasama antar karyawan 0 0 13 1 0
12 Sikap teman-teman sekerja terhadap saudara 0 0 10 4 0
13 Kesesuaian antara pekerjaan dan latar belakang 0 0 12 2 0
pendidikan saudara
14 Kemampuan dalam menggunakan waktu bekerja dan 0 3 11 0 0
penugasan yang diberikan
15 Kemampuan supervisi atau pengawas dalam 0 0 12 2 0
membuat keputusan
16 Perlakuan atasan selama saya bekerja disini 0 0 11 3 0
17 Kebebasan melakukan suatu metode sendiri dalam 0 0 10 4 0
menyelesaikan pekerjaan
18 Kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kerja 0 0 9 5 0
115
melalui pelatihan atau pendidikan tambahan
19 Kesempatan untuk mendapat posisi yang lebih tinggi 0 0 14 0 0
20 Kesempatan untuk membuat prestasi dan 0 0 14 0 0
mendapatkan kenaikan pangkat
Nilai 0 11 225 44 0
Total Nilai 280
Sumber : Angket kepuasan kinerja karyawan (perawat) di Ruang Gardenia RS “JIH”
Yogyakarta 2017

Keterangan :

STP : Sangat tidak puas

TP : Tidak puas

CP : Cukup Puas

P : Puas

SP : Sangat puas

N : 14

Nilai = jumlah P x 100%

Jumlah total nilai

= 11 x 2 + 225 x 3 + 44 x4 x 100%

20 x 5 x 14

= 62,4%

2) Analisa Data
Berdasarkan dari hasil kuisioner kepuasan kinerja karyawan (perawat) di
Ruang Gardenia RS “JIH” Yogyakarta adalah 62,4% yang berarti cukup
baik, karena kesesuian antara gaji dengan pekerjaan dan latar belakang
pendidikan, kesempatan untuk mendapat posisi yang lebih tinggi,
pemberian insentif tambahan atas suatu prestasi /kerja ekstra,
kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pelatihan
atau pendidikan tambahan.
116
Tabel 2.45

EVALUASI KEPUASAN KARU DALAM MELAKSANAKAN MPKP

N Pernyataan SS S TS STS
o (3) (2) (1) (0)
1 Pembagian kerja perawat lebih terbagi rata √
2 Perawat ruangan dapat mengetahui permasalahan yang √
ada di ruangan dengan adanya meeting morning
3 Permasalahan yg ada di ruangan dapat diselesaikan √
bersama sama dengan perawat di ruangan
4 Kinerja staff keperawatan lebih optimal dengan adanya √
supervise dan motivasi
5 Semua pasien dapat dilayani oleh masing masing grup √
sesuai dengan kemampuan dan beban kerja
6 Penanggung jawab pelaksanaan asuhan keperawatan √
dapat ditingkatkan dengan adanya evaluasi secara rutin
7 Mutu asuhan keperawatan dapat ditingkatkan dengan √
adanya evaluasi secara rutin
8 Lebih mudah untuk menyediakan fasilitas dan sarana √
yang mendukung kelancaran tugas PN dann AN
9 Jumlah tenaga perawat diruangan mencukupi untuk √
pelaksanaan MPKP dan MPM
10 Pelaksanaan MPKP dengan model tim sapa S/M/L tetap √
dapat berjalan
11 Pelaksanaan MPKP dengan model tim dirasakan cocok √
di ruangan
12 Pelaksanaan MPKP dengan model tim dapat memotivasi √
perawat dalam bekerja
Jumlah 12

117
Berdasarkan dari hasil kuisioner kepuasan KaRu dalam melaksanakan MPKP di
Ruang Gardenia RS “JIH” Yogyakarta didapatkan bahwa KaRu menyatakan setuju pada
semua pernyataan.
Tabel 2.46
EVALUASI KEPUASAN PN DALAM MELAKSANAKAN MPKP
N Pernyataan SS S TS STS
o (3) (2) (1) (0)
1 Menjadi ketua tim dapat meningkatkan kepercayaan diri √
2 Perkembangan pasien dapat dievaluasi setiap pagi oleh √
ketua tim
3 Pembagian tanggung jawab perawat lebih jelas √
4 Semua perawat mengetahui kondisi dan perkembangan √
pasien yang menjadi tanggung jawabnya
5 Pendokumentasian askep pasien lebih jelas yang √
bertanggung jawab
6 Catatan dokumentasi askep pasien dapat terpantau √
kelengkapannya
7 Evaluasi tindakan dan rencana tindakan pasien √
selanjutnya dapat dilakukan saat post conference
bersama PA yang bertugas pada saat itu
8 Masalah dan tindakan pasien selanjutnya dapat diketahui √
secara lengkap oleh perawat yg bertugas selanjutnya
9 Pasien dan keluarga mengetahui siapa yang bertanggung √
jawab dalam perawatan selama pasien dirawat
10 Pelaksanaan MPKP dengan model tim di ruangan √
dirasakan sesuai dengan keadaan ruangan.
Jumlah 1 8 1

Dari hasil kuesioner kepuasan PN dalam melaksanakan MPKP di ketahui


bahwa menjadi katim dapat meningkatnkan kepercayaan diri, semua
118
perawat mengetahui kondisi pasien yang di tanggungnya, tetapi PN
memilih agar pasien dan keluarga pasien tidak megetahui siapa yang
bertanggung jawab dalam perawatan selama pasien dirawat.

d. Observasi ( Instrument C )
Instrument C yaitu evaluasi tentang pedoman observasi tindakan keperawatan.
Observasi yang dilakukan adalah tindakan keperawatan yang dilakukan selama
tiga hari yaitu mulai tanggal 2 November sampai 4 November 2015.
1) Kajian Teori
Dalam melakukan tindakan keperawatan yang baik harus sesuai dan
mengacu pada protap-protap atau standar yang telah ditetapkan. Prosedur
tetap merupakan salah satu pedoman kerja bagi setiap tenaga kerja
keperawatan dalam rangka mengimplementasikan praktek keperawatan
professional. Sebagai dasar penilaian tindakan keperawatan mengacu
instrumen evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan di rumah sakit
yang telah ditetapkan
2) Kajian Data
Dari observasi terhadap beberapa tindakan keperawatan yang dilakukan
oleh perawat selama tiga hari didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 2. 41
Hasil Observasi Total Instrumen ABC di Ruang Gardenia
RS ”JIH”

Instrumen Rata – rata


Ruang
A B C
80,44 %
Ruang M 79,1 % 73,17 % 89,07%
Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa secara umum
penampilan pelayanan keperawatan dinilai berdasarkan instrument ABC
dikatagorikan baik yaitu 80,44 %

119
BAB III
TINJAUAN KASUS

A. Identifikasi Faktor Internal Dan Eksternal Ruang Gardenia (Analisis


SWOT)
Analisis SWOT adalah kajian yang dilakukan terhadap suatu organisasi
yang sedemikian rupa sehingga diperoleh keterangan akurat tentang berbagai
faktor kekuatan, kelemahan, kesempatan atau peluang dan hambatan/ancaman
yang dimiliki serta atau dihadapi oleh organisasi.
Dengan analisis ini akan diketahui dengan jelas berbagai persiapan yang
perlu dilakukan sehingga perencanaan yang akan dibuat dapat lebih realistis.
Pengkajian yang dilakukan di Ruang Gardenia RS JIH dengan sumber data terdiri
dari Perawat, Pasien, Mahasiswa Praktek menggunakan teknik pengambilan data
dengan kuisioner, observasi, wawancara langsung terhadap sumber data dan
melihat langsung buku dokumentasi di Ruang Gardenia.
1. Kekuatan (Strenght)
Kekuatan (stenght) adalah faktor internal yang bersifat positif yang
dapat mempengaruhi organisasi, yang apabila dimanfaatkan akan berperan
penting dalam mencapai tujuan organisasi. Adapun kekuatan Ruangan
Gardenia sebagai berikut :
a. Rumah sakit terletak di tepi jalan utama yang dilalui transportasi
umum.
120
b. Rumah sakit memiliki jam kunjung untuk menjaga ketenangan pasien.
c. Di ruang Gardenia terdapat srtuktur organisasi yang tetap.
d. Staff pelaksana keperawatan di ruang Gardenia terdiri dari S1
keperawatan profesi, DIII keperawatan, SPK .
e. Ruangan bersih, nyaman dengan ventilasi yang cukup.
f. Digunakan sebagai lahan praktek, magang mahasiswa.
g. Ruang Gardenia telah memiliki struktur organisasi Metode Primer
Modifikasi (MPM), sarana administrasi memadai, BOR pada bulan
Februari-April 2017 mencapai 95,85%data ini diperoleh dari data BOR
ruang Gardenia.
h. Orientasi tenaga sudah dilakukan.
i. Kebijakan tentang sistem reward dan punisment sudah ditetapkan.
j. Filosofi Rumah Sakit tidak membedakan latar belakang dan berpusat
pada pasien dan karyawan rumah sakit.
k. Fasilitas untuk pasien dan perawat cukup lengkap.
l. Hak dan kewajiban pasien/penunggu pasien tertulis dengan jelas.
m. Komputer ruangan menggunakan akses internet.
n. Hubungan antar personal harmonis.
o. Sarana dan prasarana pelayanan asuhan keperawatan memadai.
p. Akses dengan ruangan lain mudah dan cepat.
q. Perawat sudah melaksanakan universal precaution, ditunjukkan
dengan penggunaan alat pelindung diri (topi, masker, handscoon, jubah
dan sepatu boot) pada saat melakukan perawatan luka.
r. Ruang Gardenia telah memiliki tempat sampah medis dan non medis.
2. Kelemahan (Weakness)
Kelemahan (weakness) adalah berbagai kekurangan yang bersifat
khas yang dimilki oleh organisasi. Beberapa kelemahan di Ruang Gardenia
adalah :

a. Perawat masih ada yang memakai jam tangan saat melakukan cuci
tangan
a. PN dan AN Gardenia belum melaksanakan semua job description yang
telah ditetapkan dari institusi.
121
b. Sistem pendokumentasian asuhan keperawatan masih bersifat
rutinitas, belum mengarah pada pengkajian terhadap pasien secara
optimal.
c. Pelaksanaan system kerja MPKP masih perlu di optimalkan.
d. AN belum maksimal dalam melaksanakan tindakan

3. Peluang (Opportunity)
Peluang (opportunity) adalah faktor eksternal yang bersifat positif
yang dapat mempengaruhi organisasi, yang apabila dimanfaatkan akan
berperan penting dalam mencapai tujuan organisasi. Peluang yang ada di
Ruang Gardenia adalah:
a. Adanya pelanggan peserta Asuransi Kesehatan dari pemerintah
maupun swasta (BPJS).
b. Adanya organisasi PPNI dan Komite Keperawatan yang menaungi
Profesi Keperawatan di Rumah Sakit.
c. Adanya kesempatan perawat untuk melanjutkan ke jenjang lebih
tinggi.
d. Adanya pengadaan alat dan pemeliharaannya serta adanya pelatihan staff.
4. Ancaman (Threat)
Ancaman (threat) adalah faktor eksternal yang dapat bersifat
negatif yang apabila tidak di antisipasi akan dapat mempengaruhi dalam
mencapai tujuan organisasi. Beberapa hal yang memungkinkan mendapat
ancaman adalah:
a. Persaingan dengan beberapa Rumah Sakit Swasta di sekitar RS JIH
Yogyakarta.
b. Ruang Gardenia merupakan ruang perawatan kelas III, kelas II, dan
alamanda dengan masyarakat menengah keatas sehingga tuntutan
masyarakat terhadap pelayanan bermutu juga meningkat.
c. Adanya Undang-Undang perlindungan konsumen.
d. Tuntutan masyarakat terhadap fasilitas dan peralatan yang canggih.
e. Kecenderungan tuntutan masyarakat untuk peningkatan mutu
pelayanan yang berkualitas

122
B. ANALISA SWOT
1. Belum optimalnya 5 moment cuci tangan
Analisa Data
Data Subyektif:
 Praktikan profesi Ners mengatakan berdasarkan observasi yang
sudah dilakukan sebagian perawat belum menerapkan mencuci
tangan sebelum melakukan tindakan dengan sabun atau handscrub.

Data Obyektif:
 Sebagian perawat tidak melepas jam tangan saat cuci tangan
 Sebagian perawat tidak melakukan cuci tangan sebelum melakukan
tindakan atau kontak dengan pasien.
2. Pelaksanaan system kerja MPKP belum optimal
Analisa Data:
Data Subyektif:
 Perawat AN mengatakan metode MTKP tidak selalu diterapkan,
tergantung tingkat ketergantungan pasien dan jumlah pasien yang
dirawat saat itu.
Data Obyektif:
 Kepala ruang:
1. Selama pelaksanaannya, karu masih berperan sebagai AN
sekaligus PN. Hal ini disebabkan karena rencana kegiatan di
pagi hari lebih banyak. Misalnya: program radiologi, konsul
dokter spesialis, dan tindakan rutin pasien.
 Primary Nurse (PN)
Tidak seimbangya antara jumlah perawat dengan program
pasien yang harus dilakukan sehingga bayak tugas PN yang
tidak optimal (PN masih membantu menjalankan tugas AN).
 Assosiate Nurse:
1. Associate nurse belum dapat mengambil keputusan secara
mandiri dalam melakukan tindakan ke pasien kelolaan.

123
2. Kurang terampilnya AN dalam tindakan keperawatan kepada
pasien sehingga kebanyakan tindakan masih di bantu oleh
perawat lain.

124
C. Plan Of Action (POA) Ruang Gardenia RSUPRS JIH
periode 2015

Waktu
No Masalah Pokok Kegiatan Sasaran Target Urutan Kegiatan PJ
Pelaksanaan

1. SAK 10 penyakit Membuat SAK 10 Seluruh Di ruang M ada 1. Membuat buku SAK 10 19 November Sutono
terbanyak belum penyakit terbanyak perawat di SAK 10 penyakit penyakit terbanyak sesui 2015
lengkap dan ruang M terbanyak, dan pengkajian Dijhah
mengorientasikany paham dipahami oleh semua 2. Konfirmasi kepada kepala
a kepada perawat dengan 10 perawat ruang
SAK 3. Mengumpulkan perawat
ruangan
4. Menjelaskan/mensosialisasik
an 10 SAK penyakit
twebanyak sesuai hasil
pengkajian
5. Penutup

125
2. Cuci tangan Membuat liflet Perawat Seluaruh perawat, 1. Membuat liflet tentang cuci 19 N0vember Sutono,
menggunakan tentang cuci tangan ruangan, mahasiswa tangan 2015 Sigit
sabun dan hanscrub mahasiswa praktikan, pasien dan 2. Konfirmasi kepada kepela
di ruang Gardenia praktekan, keluarga, dan ruangan
belum optimal pasien dan petugas kesehatan 3. Memberikan liflet kepada
keluarag, lain yang ada di perawat, mahasiswa
dan tenaga ruang Gardenia praktikan, pasien dan
medis melakukan cuci keluaraga, dan petugas
lainya. tanga sesuai 5 kesehatan lainya
momen cuci tangan

3. MPKP di ruang Melakukan Karu, PN, MPKP di ruang 1. Menyiapkan sekenario 13-20 Seluruh
Gardenia belum roleplay MPKP dan seluruh Gardenia lebih MPKP November mahasis
optimal yang selama 7 hari AN di ruang optimal dan 2. Konformasi kepada kepala 2015 wa
meliputi : Gardenia dilakukan setiap hari ruangan dan CI
sesuai dengan 3. Menentukan ruangan
a. Meeting peraturan MPKP. 4. Menyiapkan alat
morning 5. Mengumpulkan Karu, PN,
b. Orientasi pasien dan AN di ruang Gardenia
baru ( kalo ada 6. Melakukan Role play MPKP
pasien ) 7. Evaluasi
c. Discharge
Planning
Case confrence
( ronde
keperawatan )

126
4. Komunikasi Melakukan Seluruh Dalam memberikan 1. Menyiapkan sekenario 19 November Seluruh
terapetik kepada roleplay perawat di asuhan keperawatan komunikasi terapetik 2015 mahasis
pasien belum komunikasi ruang seluruh perawat di 2. Konformasi kepada kepala wa
optimal terapetik kepada Gardenia ruang Gardenia ruangan dan CI
pasien menerapkan 3. Menentukan ruangan
komunikasi terapetik 4. Menyiapkan alat
5. Mengumpulkan AN di ruang
Gardenia
6. Melakukan Role play
komunikasi terapetik
7. Evaluasi

127
BAB IV

PELAKSANAAN DAN EVALASI

Pelaksanaan rencana kegiatan atau Plan Of Action dilakukan diruang gardenia Lt. III
dari tanggal 13 - 15 November 2015 dan evaluasi kegiatan dilaksanakan pada tanggal
18-23 November 2015. Adapun uraian pelaksanaan kegiatan diuraikan berdasarkan
prioritas masalah sebagai berikut :

A. Penambahan SAK yang belum lengkap di ruang Gardenia Lt.III


1. Langkah kegiatan

Table 4.1
Langkah – Langkah penambahan SAK yang belum lengkap diruang
Gardenia
No Jenis kegiatan Pelaksana Sasaran Tujuan Waktu Tempat
A Persiapan
1 Mencari tahu Mahasiswa Buku SAK Untuk 11 Ruang
SAK yang ada mengetahui November Gardenia
Ners
diruang Gardenia SAK yang 2015 Lt.III
belum
lengkap
B Pelaksanaan
1 Mempersiapkan Mahasiswa Buku dan Mendapatkan 13 Ruang
materi dan jurnal tentang teori tentang November Gardenia
Ners
mencari literatur SAK SAK yang 2015 Lt.III
belum
lengkap
2 Membuat atau Mahasiswa - Melengkapi 14 - 16 Ruang
menyusun SAK SAK yang November Gardenia
Ners
yang belum belum 2015 Lt.III
lengkap lengkap
C Evaluasi
1 Melakukan Mahasiswa Perawat Menerapkan 17-20 Ruang
penggunaan Ruang SAK secara November Gardenia
Ners
SAK yang telah Gardenia optimal 2015 Lt.III
ditambah Lt.III

128
2. Jadwal Kegiatan
Tabel 4.2
Jadwal Pelaksanaan Penambahan SAK Yang Belum Lengkap Diruang Gardenia

Minggu Ke
No. Kegiatan
I II III IV
A. Persiapan
1. Mencari tahu SAK √
yang ada diruang 0
Gardenia
B. Pelaksanaan
1. Mempersiapkan √
materi dan mencari 0
literatur
2. Membuat atau √
menyusun SAK 0
yang belum lengkap
C. Evaluasi
1. Melakukan √
penggunaan SAK 0
yang telah ditambah
Keterangan : √ = Perencanaan

1. = Pelaksanaan
3. Anggaran Biaya

Tabel 4.3
Anggaran Biaya Pelaksanaan Penambahan SAK Yang Belum Lengkap Diruang
Gardenia RSPRS JIH

No. Kebutuhan Dana


1. Print dan copy 50.000,-
2. Jilid 25.000,-

4. Analisis dan Pembahasan


Di Ruang Gardenia Standar Asuhan Keperawatan yang sudah ada pada tahun
2009 berjumlah 11 Standar Asuhan Keperawatan kemudian direvisi pada tahun
2015 menjadi 10 Standar Asuhan Keperawatan, namun dari 10 Standar Asuhan
Keperawatan yang sudah ada, beberapa penyakit selama 3 bulan terakhir
(agustus-oktober) yang masuk sepuluh penyakit tertinggi belum dilampirkan
terdiri dari: Hemiparese, HNP, CHF, Vertigo, dan Vomitus.

129
Setelah dilakukan implementasi hasil observasi Standar Asuhan
Keperawatan maka jumlah SAK bertambah dari 10 SAK menjadi 15
Standar Asuhan Keperawatan.
5. Rencana Tindak lanjut
Diharapkan kepala ruang dan PN selalu mengingatkan dan
memberi motivasi kepada perawat untuk selalu menggunakan SAK dalam
setiap pendokumentasian.

B. Penerapan Mencuci Tangan Yang Benar Perawat Di Ruang Gardenia


1. Langkah kegiatan

Tabel 4.4
Langkah-Langkah Pelaksanaan Penerapan Mencuci Tangan Yang Benar Oleh
Perawat Di Ruang Gardenia RSPRS JIH

No. Kegiatan Pelaksana Sasaran Tujuan Waktu Tempat


A. Persiapan
1. Mempersiapkan Mahasiswa Buku dan Mendapatkan 10 Ruang
materi dan Ners jurnal teori tentang november Gardenia
mencari keperawaan penerapan 2015 RSPRS
literature cuci di internet cuci tangan JIH
tangan
B. Pelaksanaan
1. Melakukan Mahasiswa PN dan AN PN dan AN 17 Ruang
sosialisasi dan Ners termotivasi november Gardenia
demonstrasi untuk 2015 RSPRS
penerapan cuci meningkatkan JIH
tangan sebelum kewaspadaan
kontak dengan penularan
pasien, sebelum dengan dara
melakukan cuci tangan
tindakan
aseftic, sesudah
kontak dengan
pasien, sesudah
terkena cairan
tuuh pasien,
dan setelah
berhubungan
dengan
lingkungan
pasien.
2. Menyebarkan Mahasiswa PN dan AN Meningatkan 18 Ruang
leaflet cuci Ners kesadaran PN november Gardenia

130
tangan dan AN untuk 2015 RSPRS
selalu JIH
mengingat 5
momet cuci
tangan dan
selalu
melakukan
enam langkah
cuci tangan
C. Evaluasi
1. Evaluasi secara Mahasiswa PN dan AN Memperoleh 23 Ruang
keseluruhan 5 Ners hasil yang november Gardenia
moment cuci optimal 2015 RSPRS
tangan dan pelaksanaan JIH
action yang cuci tangan
dilakukan
perawat.

131
2. Jadwal kegiatan

Tabel 4.5
Jadwal Pelaksanaan Penerapan Mencuci Tangan Yang Benar Perawat Oleh Di
Ruang Gardenia RSPRS JIH

Minggu Ke
No. Kegiatan
I II III IV
A. Persiapan
1. Mempersiapkan

materi dan mencari
0
literature cuci
tangan
B. Pelaksanaan
1. Melakukan
sosialisasi dan
demonstrasi
penerapan cuci
tangan sebelum
kontak dengan
pasien, sebelum
melakukan tindakan √
aseftic, sesudah 0
kontak dengan
pasien, sesudah
terkena cairan tuuh
pasien, dan setelah
berhubungan
dengan lingkungan
pasien.
2. Menyebarkan leaflet √
cuci tangan 0
C. Evaluasi
1. Evaluasi secara
keseluruhan 5

moment cuci tangan
0
dan action yang
dilakukan perawat.
Keterangan : √ = Perencanaan

0 = Pelaksanaan

132
3. Anggaran Biaya

Tabel 4.6
Anggaran Biaya Pelaksanaan Penerapan Mencuci Tangan Yang Benar Perawat Di
Ruang Gardenia RSPRS JIH
No. Kebutuhan Dana
1. Print dan copy 10.000,-
2. Pembuatan leaflet 50.000,-

Tabel 4.7
Hasil Pelaksanaan Penerapan Mencuci Tangan Yang Benar Pada Perawat Di
Ruang Gardenia RSPRS JIH

a. Pelaksanaan mencuci tangan yang benar

Cuci tangan yang benar


1 2 3 4 5 6 7 8 nilai %
Perawat 1 0 1 1 1 1 1 1 1 7 87,5
Perawat 2 0 1 1 1 1 1 1 1 7 87,5
Perawat 3 0 1 1 1 1 1 1 1 7 87,5
Perawat 4 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
Perawat 5 0 1 1 1 1 1 1 1 7 87,5
Perawat 6 1 1 1 1 1 1 1 1 8 100
Perawat 7 0 1 1 1 1 1 1 1 7 87,5

No Langkah-langkah cuci tangan Sebelum Sesudah


dengan air mengalir Ya Tidak Ya Tidak
Lepaskan arloji, cincin (bila 3 4 2 5
1
perlu)
Basahi kedua belah tangan 1 6 6 0
dengan air yang mengalir,
2 mempergunakan sabun biasa
kemudian diratakan dengan
dengan kedua telapak tangan
Menggosok punggung tangan 5 2 6 0
dan sela-sela jari tangan kanan
3
dan kiri sekurang kurangnya 10-
15 detik
Menggosok kedua telapak dan 5 2 6 0
4
sela-sela jari tangan
Jari – jari sisi dalam kedua 5 2 6 0
5
tangan saling mencuci
Menggosok ibu jari berputar 5 2 6 0
6
dalam genggaman tangan kanan

133
dan sebaliknya
Menggosok dengan memutar 5 2 6 0
ujung jari-jari tangan kanan di
7
telapak tangan kiri dan
sebaliknya.
Membilas dengan air, 7 2 6 0
mengeringkan tangan dengan
8 kertas lap (paper towel) dan
gunakan paper towel untuk
mematikan kran
JUMLAH 36 20 (35,8) 50 3 (0,9)
(64,2%) (90,1%)

b. Cuci tangan menggunakan handcrub

1 2 3 4 5 6 7 nilai %
Perawat 1 0 1 1 1 1 1 1 6 85,7
Perawat 2 0 1 1 1 1 1 1 6 85,7
Perawat 3 0 1 1 1 1 1 1 6 85,7
Perawat 4 1 1 1 1 1 1 1 7 100
Perawat 5 0 1 1 1 1 1 1 6 85,7
Perawat 6 1 1 1 1 1 1 1 7 100
Perawat 7 0 1 1 1 1 1 1 6 85,7

No Langkah-langkahnya Sebelum Sesudah


Ya Tidak Ya Tidak
1 Lepaskan arloji, cincin (bila perlu) 1 6 2 5
2 Ambil cairan handscrab secukupnya 7 0 7 0
kemudian diratakan dengan kedua
telapak tangan
3 Menggosok punggung tangan dan 7 0 7 0
sela-sela jari tangan kanan dan kiri
sekurang kurangnya 10-15 detik
4 Menggosok kedua telapak dab sela- 5 2 7 0
sela jari tangan
5 Jari – jari sisi dalam kedua tangan 5 2 7 0
saling mencuci
6 Menggosok ibu jari berputar dalam 5 2 7 0
genggaman tangan kanan dan
sebaliknya
7 Menggosok dengan memutar ujung 5 2 7 0
jari-jari tangan kanan di telapak
tangan kiri dan sebaliknya.
JUMLAH 35 14 44 5
(75%) (25%) (89,7%) (10,3%)

134
4. Analisis dan Pembahasan
Pelaksanaan penerapan mencuci tangan sebelum dilakukan
implementasi adalah sebagai berikut: perawat mencuci tangan ketika akan
melakukan kontak dengan pasien. Sebelum dilakukan sosialisasi pada
perawat diruang Gardenia didapatkan hasil presentase cuci tangan
menggunakan handscrub sebanyak 71, 42%, sedangkan hasil cuci tangan
menggunakan handwash pada perawat diruang Gardenia didapatkan hasil
presentase sebanyak 75%.
Setelah dilakukan implementasi, hasil observasi menunjukan
adanya peningkatan perilaku dalam melakukan mencuci tangan, sebagai
berikut: perawat mencuci tangan ketika akan melakukan kontak dengan
pasien. Setelah dilakukan sosialisasi pada perawat diruang Gardenia
didapatkan hasil presentase cuci tangan menggunakan handscrub sebanyak
90,1%, sedangkan hasil cuci tangan menggunakan handwash pada perawat
diruang Gardenia didapatkan hasil presentase sebanyak 89,7%. Dari data
diatas dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi kesadaran
perawat untuk mencuci tangan meningkat.
5. Rencana Tindak Lanjut
Kepala ruang didukung oleh PN diharapkan dapat memotivasi
perawat di Ruang Gardenia untuk meningkatkan kesadaran dalam
pelaksanaan mencuci tangan.

135
C. Pelaksanaan MPKP di ruang Gardenia
1. Langkah kegiatan

Tabel 4.8
Langkah - langkah Pelaksanaan MPKP
di Ruang Gardenia RSPRS JIH

No. Kegiatan Pelaksana Sasaran Tujuan Waktu Tempat


A. Persiapan
1. Menyiapkan Mahasiswa Mahasiswa Memberi Ruang
skenario Ners Ners contoh Gardenia
MPKP terhadap PN RSPRS
dan AN JIH
B. Pelaksanaan
1. Melakukan Mahasiswa KaRu, PN PN dan AN Ruang
meeting Ners dan AN termotivasi Gardenia
morning untuk RSPRS
melakukan JIH
meeting
mornig
secara rutin
2. Orientasi Mahasiswa PN dan PN dan AN Ruang
Pasien Baru Ners AN termotivasi Gardenia
untuk RSPRS
melakukan JIH
orientasi
pasien baru
setiap ada
pasien baru
3. Discharge Mahasiswa PN dan PN dan AN Ruang
Planning Ners AN termotivasi Gardenia
melakukan RSPRS
persiapan JIH
pasien
pulang.
C. Evaluasi
1. Evaluasi Mahasiswa PN dan Memperoleh Ruang
secara Ners AN hasil yang Gardenia
keseluruhan optimal RSPRS
tindakan dalam JIH
MPKP yang pelaksanaan
dilakukan MPKP
perawat.

2. Jadwal kegiatan

136
Tabel 4.9
Jadwal Pelaksanaan MPKP
di Ruang Gardenia RSPRS JIH

Minggu Ke
No. Kegiatan
I II III IV
A. Persiapan
1. Menyiapkan √
skenario MPKP 0

B. Pelaksanaan
1. Melakukan meeting √
morning 0
2. Orientasi Pasien √
Baru 0
3. Discharge Planning √
0
C. Evaluasi
1. Evaluasi secara
keseluruhan

tindakan MPKP
0
yang dilakukan
perawat
Keterangan : √ = Perencanaan

0 = Pelaksanaan

3. Anggaran Biaya

Tabel 4.10
Anggaran Biaya Pelaksanaan MPKP
di Ruang Gardenia RSPRS JIH

No. Kebutuhan Dana


1. Print dan copy 100.000,-
2. Pembuatan leaflet 200.000,-

Tabel 4.11

137
Hasil MPKP
di Ruang Gardenia RSPRS JIH

b. Pelaksanaan Meeting morning

Per. 1 Per. 2 Per. 3 Per. 4 Per. 5 Per. 6 Nilai %


Hari 1 3 3 2 2 2 1 13 52
Hari 2 2 3 2 2 2 1 12 48

No VARIABEL YANG DINILAI Sebelum Sll Srg Kdg Tdk


Tdk (0) (3) (2) (1) (0)
1 KaRu menyiapkan tempat untuk
0 1 1 0 0
melakukan meeting morning
2 KaRu memberikan pengarahan
pada staf dengan materi yang telah 0 2 0 0 0
disiapkan sebelumnya
3 KaRu melakukan klarifikasi apa
0 0 2 0 0
yang telah disampaikan pada staf
4 Memberikan kesempatan pada staf
untuk mengungkapkan
0 0 2 0 0
permasalahan yang muncul di
ruangan
5 Bersama staf mendiskusikan
pemecahan masalah yang dapat di 0 0 2 0 0
tempuh
6 KaRu memberi motivasi dan
0 0 0 2 0
reinforcement pada staf
JUMLAH 0 9 14 2 0
PROSENTASE 56
0 36 % 8% 0%
%

c. Pelaksanaan Orientasi Pasien baru

A1 A2 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 C1 C2 C3 C4 D1 D2
Pasien 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Pasien 2 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1
Pasien 3 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1
Pasien 4 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1
Pasien 5 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1
Pasien 6 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1
Pasien 7 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1

D3 D4 E1 E2 E3 E4 E5 nilai %

138
Pasien 1 1 1 1 1 1 1 1 19 76
Pasien 2 1 1 1 1 1 1 1 20 80
Pasien 3 1 1 0 1 1 0 1 19 76
Pasien 4 0 1 1 1 1 1 1 22 88
Pasien 5 1 1 0 1 1 1 1 19 76
Pasien 6 1 1 1 1 1 1 1 21 84
Pasien 7 1 1 1 1 1 1 1 22 88

No. Kegiatan (n = 7) Sebelum Sesudah


Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N %
A. Pre Interaksi 0
1.
Mengumpulkan data tentang klien 3 100 0 0 7 100 0 0
2.
Membuat rencana pertemuan dengan 3 100 0 7 100 0 0
klien
B. Orientasi 100
1.
Memberi salam dan tersenyum 0 0 3 33, 7 100 0 100
2.
kepada klien
3. 3
4.
5. Memperkenalkan nama diri 2 66.7 1 0 4 57,2 3 42,8
6. Menanyakan nama panggilan 3 100 0 100 7 100 0 0
7. kesukaan klien
8. Menanyakan perasaan klien 0 0 3 100 5 71,4 2 28,6
9.
10. Menjelaskan peran perawat 0 0 3 100 5 71,4 2 28,6
11. Menjelaskan tugas perawat 0 0 3 100 6 85,7 1 14,3

12. Menjelaskan kegiatan (orientasi) 0 0 3 100 6 85,7 1 14,3


yang akan dilakukan
13. Menjelaskan tujuan kegiatan 0 0 3 100 5 71,4 2 28,6
Menjelaskan waktu yang dibutuhkan 0 0 3 3 42,8 4 57,2
14. utuk orientasi
15. Menjelaskan kerahasiaan 0 2 28,6 5 71,4
C. Kerja 3 100 0 100
Menanyakan keluhan utama klien 0 0 3 100 7 100 0 0
1.
2. Memberikan kesempatan bertanya 0 0 3 100 7 100 0 0

3. Memulai dengan ajakan untuk 0 0 3 7 100 0 0


berkonsentrasi
4. Melakukan orientasi 100 7 100 0 0
D. Materi 0 0 3 100

139
Mengorientasikan tentang fasilitas 0 0 3 100 7 0 0 0
1. yang ada di ruangan
Mengorientasikan tentang cara 0 0 3 100 7 0 0 0
2. menggunakan fasilitas
Mengorientasikan tentang tata tertib 0 0 3 6 85,7 3 14,3
3. penggunaan fasilitas ruang tunggu
Mengorientasikan tentang tempat- 100 7 100 0 0
4. tempat penting, kamar mandi, ruang
tunggu, ruang konsultasi, ruang
perawat, musolah, dll
E. Terminasi 0 0 3 100 5 71,4 2 28,6
Menyimpulkan hasil kegiatan 0 0 3 100 7 100 0 0
1.
2. Memberikan pujian positif 0 0 3 100 7 100 0 0

3. Merencanakan tindak lanjut kepada 0 0 3 0 6 85,7 1 14,3


klien
4. Melakukan kontrak selanjutnya 3 100 0 0 7 100 0 0
Mengkhiri kegiatan dengn cara yang 3 100 0 7 100 0 0
5. baik dan tersenyum
JUMLAH 20 26,7 55 73, 158 85,8 26 14,2
% %
% 3%

d. Pelaksanaan Discharge Planning

A1 A2 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 C1 C2 C3 C4 D1 D2
Pasien1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1
Pasien2 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
pasien3 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 D10 E1 E2 E3 E4 E5 nilai %
Pasien1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 24 77,41
Pasien2 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 25 80,64
pasien3 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 25 80,64

140
Sebelum Setelah
No Kegiatan Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N %
A Pre Interaksi
Mengumpulkan data tentang klien 3 100 0 0 3 100 0 0
Membuat rencana pertemuan 2 66,7 1 33,3 3 100 0 0
dengan klien
B Orientasi
Memberi salam dan tersenyum 1 33,3 2 66,7 3 100 0 0
pada kepada klien
Memperkenalkan nama diri 0 0 3 100 3 100 0 0
Menanyakan nama panggilan 0 0 3 100 2 66, 1 33,3
kesukaan klien 7
Menanyakan perasaan klien 0 3 100 2 66, 1 33,3
7
Menjelaskan peran perawat 1 33,3 2 66,7 2 66, 1 33,3
7
Menjelaskan tugas perawat 0 0 3 100 3 100 1 33,3
Menjelaskan kegiatan (orientasi) 1 33,3 2 66,6 2 66, 1 66,6
yang akan dilakukan 7
Menjelaskan tujuan kegiatan 1 33,3 2 66,6 3 100 0 0
Menjelaskan waktu yang 1 33,3 2 66,6 2 66, 1 33,3
dibutuhkan untuk orientasi 7
Menjelaskan kerahasiaan 1 33,3 2 66,6 2 66, 1 33,3
7
7. C Kerja
8. Menanyakan keluhan utama klien 0 0 3 100 3 100 0 0
Memberi kesempatan bertanya 2 66,6 1 33,3 3 100 0 0
Memulai dengan ajakan untuk 1 33,3 2 66,6 1 33, 2 66,6
berkonsentrasi 3
Melakukan orientasi 0 0 3 100 3 100 0 0
9. D Materi
10. Menjelaskan informasi mengenai 1 33,3 2 66,7 3 100 0 0
penyakit
Menjelaskan informasi mengenai 1 33,3 2 66,7 3 100 0 0
penyebab penyakit
Menjelaskan informasi mengenai 1 33,3 2 66,7 3 100 0 0
tanda dan gejala penyakit
Menjelaskan informasi mengenai 2 66,7 1 33,3 3 100 0 0
cara perawatan dirumah
Menjelaskan informasi mengenai 1 33,3 2 66,7 3 100 0 0
cara pemberian obat

141
Menjelaskan informasi mengenai 1 33,3 2 66,7 3 100 0 0
cara pencegahan penyakit
Menjelaskan informasi mengenai 2 66,7 1 66,7 3 100 0 0
program pengobatan lanjutan
Menjelaskan informasi mengenai 2 66,7 1 33,3 3 100 0 0
nutrisi yang sesuai dengan
program diet
Menjelaskan informasi mengenai 1 33,3 2 66,7 3 100 0 0
aktivitas dan istirahat
Menjelaskan informasi mengenai 2 66,7 1 33,3 3 100 0 0
control, waktu, tempat, cara
control, persiapan control
11. E Terminasi
12. Menyimpulkan hasil kegiatan 1 33,3 2 66,7 0 0 3 100
Memberikan pujian positif 1 33,3 2 66,7 3 100 0 0
Merencanakan tindak lanjut 3 100 100 0 1 33, 2 66,7
kepada klien 3
Melakukan kontrak selanjutnya 1 0 0 66,7 0 0 3 100
Mengakhiri pertemuan dengan 2 66,7 66, 33,3 3 100 0 0
cara yang baik dan tersenyum
7
JUMLAH 36 40% 54 60% 77 81, 17 18,1
9% %

4. Analisis dan Pembahasan


Sebelum dilakukan implementasi diruang Gardenia kegiatan meeting morning
belom optimal dengan presentase 0% di karenakan kepala ruang sedang
mengikuti pelatihan, setelah dilakukan implementasi diruang Gardenia dan
menerapkan roll play setiap pagi selama satu minggu masalah meeting morning
dapat terlaksana meskipu belum optimal. karu mampu menjalankan meeting
morning yang sudah diterapkan dengan presentasi sebesar 56%. Hal tersebut
menunjukkan adanya kemajuan pelaksanaan meeting morning diruang
Gardenia.
Sebelum dilakukan implementasi diruang gardenia kegiatan orietasi
penerimaan pasien baru belum optimal dengan presentase tidak sebanyak
73,3%. Setelah dilakukan implementasi diruang Gardenia dan menerapkan
orientasi pasien baru dapat dilakukan oleh semua perawat di bangsal gardenia

142
dengan presentasi ya sebanyak 85,8%. Hal tersebut menunjukkan adanya
kemajuan dalam pelaksanaan orientasi pasien baru.
Sebelum dilakukan implementasi diruang Gardenia kegiatan Discharge
Planning belum optimal dengan presentase tidak lebih tinggi sebanyak 60%.
Sedangkan setelah dilakukan implementasi diruang Gardenia dan menerapkan
Discharge Planning dapat dilakukan dibangsal Gardenia dengan presentasi Ya
lebih tinggi sebanyak 81,9%. Hal tersebut menunjukkan adanya kemajuan
dalam Discharge Planning pada pasien.
5. Rencana Tindak Lanjut
Kepala ruang dapat memimpin meeting morning dan memberi motivasi kepada
PN dan AN untuk tetap menjalankan Discharge Planning dan orietasi
penerimaan pasien baru. Perawat dapat menjalankan Discharge Planning dan
orietasi penerimaan pasien baru sesuai SOP yang sudah ada.

D. Pelaksanaan Komunikasi Terapetik Perawat Di Ruang Gardenia


1. Langkah kegiatan

Tabel 4.12
Langkah-Langkah Pelaksanaan Komunikasi Terapetik Perawat Di Ruang
Gardenia RSPRS JIH

No. Kegiatan Pelaksana Sasaran Tujuan Waktu Tempat


A. Persiapan
1. Mengumpulkan Perawat Pasien Untuk 15 Ruang
data tentang mengidentifikasi november Gardenia
klien pasien 2015 RSPRS JIH
B. Pelaksanaan
1. Memberi salam Perawat Pasien Agar terjalin 17 Ruang
dan tersenyum hubungan saling november Gardenia
kepada klien dan percaya antara 2015 RSPRS JIH
memperkenalkan perawat dan
nama diri pasien.
2. Menanyakan Perawat Pasien Agar terjalin 17 Ruang
nama panggilan hubungan saling November Gardenia
kesukaan klien percaya antara 2015 RSPRS JIH
dan menanyakan perawat dan
perasaan klien pasien.
3. Menjelaskan Perawat Pasien Agar pasien tahu 17 Ruang
peran dan tugas kegiatan/tindakan November Gardenia

143
perawat, apa yang akan 2015 RSPRS JIH
kegiatan dilakukan oleh
(orientasi) yang perawat.
akan dilakukan,
tujuan kegiatan,
waktu yang
dibutuhkan, dan
kerahasiaan.
4. Menanyakan Perawat Pasien Untuk 17 Ruang
keluhan utama mengetahui November Gardenia
klien, masalah yang 2015 RSPRS JIH
memberikan dihadapi pasien.
kesempatan
bertanya,
memulai dengan
ajakan untuk
berkonsentrasi,
dan melakukan
orientasi
C. Evaluasi
1. Evaluasi secara Mahasiswa Perawat Komunikasi 23 Ruang
keseluruhan Ners terapeutik November Gardenia
komunikasi kemperoleh hasil 2015 RSPRS JIH
terapeutik yang yang optimal
dilakukan oleh
perawat.

2. Jadwal kegiatan

Tabel 4.13
Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Komunikasi Terapetik Perawat Di Ruang
Gardenia RSPRS JIH

Minggu Ke
No. Kegiatan
I II III IV
A. Persiapan
1. Mengumpulkan data

tentang klien
0

B. Pelaksanaan
1. Memberi salam dan
tersenyum kepada

klien dan
0
memperkenalkan
nama diri
2. Menanyakan nama √

144
panggilan kesukaan 0
klien dan
menanyakan
perasaan klien
3. Menjelaskan peran
dan tugas perawat,
kegiatan (orientasi)
yang akan
dilakukan, tujuan
kegiatan, waktu
yang dibutuhkan,
dan kerahasiaan.
4. Menanyakan √
keluhan utama 0
klien, memberikan
kesempatan
bertanya, memulai
dengan ajakan
untuk
berkonsentrasi, dan
melakukan orientasi
C. Evaluasi
1. Evaluasi secara
keseluruhan
komunikasi √
terapeutik yang 0
dilakukan oleh
perawat.
Keterangan : √ = Perencanaan

0 = Pelaksanaan

3. Anggaran Biaya

Tabel 4.14
Anggaran Biaya Pelaksanaan Komunikasi Terapetik Perawat Di Ruang Gardenia
RSPRS JIH

No. Kebutuhan Dana


1. Print dan copy 10.000,-
2. Pembuatan leaflet 50.000,-

145
Tabel 4.15

Hasil Pelaksanaan Komunikasi Terapetik Perawat Di Ruang Gardenia RSPRS


JIH

1a 1b 1c 2a 2b 2c 2d 2e 2f 2g 2h 2i 2j 3a 3b 3c 3d 3e
Perawat 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1
Perawat 2 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1
Perawat 3 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1
Perawat 4 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Perawat 5 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1
Perawat 6 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Perawat 7 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1

4a 4b 4c 4d Nilai %
Perawat 1 1 1 0 1 16 72,72
Perawat 2 0 1 0 1 17 77,27
Perawat 3 1 1 0 1 18 81,9
Perawat 4 1 1 0 1 18 81,9
Perawat 5 0 1 0 1 16 72,72
Perawat 6 1 1 0 1 18 81,9
Perawat 7 0 1 1 1 15 68,18

Sebelum Sesudah
No Kegiatan Ya Tidak Ya Tidak
N % N % N % N %
1. Tahap persiapan
(Preinteraksi)
a. Perawat: mengumpulkan 3 100 0 0 7 100 0 0
data tentang klien (RM)
b. Alat: menyiapkan alat 3 100 0 0 7 100 0 0
yang dibutuhkan
c. Perawat: cuci tangan, 1 33,3 2 66,7 3 42,8 4 57,2
menilai kesiapan diri
perawat
2. Tahap Pelaksanaan
(Orientasi) 1 33,3 2 66,7 6 85,7 1 14,3
a. Memberi salam, berjabat
tangan, dan memberikan
senyum kepada klien
b. Melakukan validasi 2 66,7 1 33,3 5 71,4 2 28,6
c. Memperkenalkan nama 0 100 3 100 5 71,4 2 28,6
perawat

146
d. Menanyakan panggilan 0 100 3 100 5 71,4 2 28,6
kesukaan klien
e. Menjelaskan tanggung 2 66,7 1 33,3 4 57,2 3 42,8
jawab perawat
f. Menjelaskan peran 2 66,7 1 33,3 6 85,7 1 14,3
perawat dan klien
g. Menjelaskan kegiatan 1 33,3 2 66,7 6 85,7 1 14,3
yang akan dilakukan
h. Menjelaskan tujuan 1 33,3 2 66,7 5 71,4 2 28,6
i. Menjelaskan waktu yang 0 100 3 100 3 42,8 4 57,2
dibutuhkan untuk
kegiatan/lama kegiatan
j. Menjelaskan dan 1 33,3 2 66,7 4 57,2 3 42,8
menjawab kerahasiaan
3. Tahap Kerja
a. Memberi kesempatan 2 66,7 1 33,3 7 100 0 0
kepada klien untuk
bertanya
b. Menanyakan keluhan 3 100 0 100 7 100 0 0
utama
c. Memulai kegiatan dengan 3 100 0 100 7 100 0 0
baik
d. Melakukan kegiatan 3 100 0 100 7 100 0 0
sesuai rencana
e. Mencuci tangan sebelum 0 100 3 100 7 100 0 0
tindakan
4. Tahap Terminasi
a. Menyimpulkan hasil 3 100 0 100 4 57,2 3 42,8
kegiatan
b. Memberi reinforcement 3 100 0 100 7 100 0 0
yang positif
c. Membuat kesepakatan 2 66,7 1 33,3 1 14,3 6 85,7
kepada klien atau keluarga
untuk pertemuan/kegiatan
d. Mengakhiri kegiatan 1 33,3 2 66,7 7 100 0 0
dengan cara yang baik
(mengucapkan
salam/tersenyum/memberi
kan sentuhan/berjabat
tangan
JUMLAH 40 60,7 26 39,3 120 79,4 31 20,6
% %

4. Analisis dan Pembahasan


Sebelum dilakukan implementasi diruang Gardenia pengaplikasian komunikasi
terapeutik belom optimal dengan presentase Ya 60,7 % di karenakan perawat

147
mengetahui namun belum dilakukan secara optimal, setelah dilakukan
implementasi diruang Gardenia masalah kurang efektif komunikasi terapeutik
dapat terlaksana dengan pesentasi baik mengalami peningkatan menjadi 79,4%.
Hal tersebut menunjukkan adanya kemajuan terhadap pengguaan komunikasi
terapeutik dibangsal Gardenia.
5. Rencana Tindak Lanjut
Kepala ruang dapat memberi motivasi kepada PN dan AN untuk tetap
melakukan komunikasi terapeutik saat melakukan tindakan apapun pada pasien.
Perawat dapat mempertahan komunikasi terapeutik saat melakukan tindakan
apapun kepada pasien.

148
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
a. Mengidentifikasi masalah yang ada di ruang Gardenia RSPRS JIH
Yogyakarta
1. Standar Asuhan Keperawatan 10 penyaki tiga bulan terahir di ruang
Gardenia RSPRS JIHYogyakarta perlu dilengkapi.
2. Pelaksanaan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir belum optimal
dilakukan oleh perawat di ruang Gardenia RSPRS JIH Yogyakarta
dengan presentase 64,2%.
3. Pelaksanaan cuci tangan dengan handcrub belum optimal dilakukan oleh
perawat di ruang Gardenia RSPRS JIH Yogyakartadengan presentase
75%.
4. Pelaksanaan Discharge Planning belum optimal dilakukan oleh perawat
di ruang Gardenia RSPRS JIH yogyakarta, dengan prosentase 40 %
5. Pelaksanaan Orientasi Pasien baru di ruang Gardenia RSPRS JIH
yogyakarta belum dilakukan secara optimal oleh perawat dengan
prosentase 26,7 % yang dilakukan.
6. Pelaksanaan Komunikasi Terapetik terhadap pasien dan keluarga belum
dilakukan secara optimal oleh perawat di ruang Gardenia RSPRS JIH
yogyakarta , dengan prosentase 60,7% terlaksana.
7. Pelaksanaan Meeting morning di ruang Gardenia RSPRS JIH yogyakarta
belum terlaksana dengan prosentase 0 %, karena posisi Karu mengalami
kekosongan saat dilakukan pengkajian.
b. Menentukan pemecahan masalah di ruang Gardenia RSPRS JIH
1. Melengkapi kekurangan SAK 10 penyakti tiga bulan terahir yang belum
ada di ruang Gardenia RSPRS JIH Yogyakarta.
2. Mengoptimalkan pelaksanaan cuci tangan dengan sabun dan air
mengalirdi ruang Gardenia RSPRS JIH Yogyakarta
3. Mengoptimalkan Pelaksanaan cuci tangan dengan handcrubdi ruang
Gardenia RSPRS JIH Yogyakarta
4. Mengoptimalkan pelaksanaan Discharge Planning di ruang Gardenia
RSPRS JIH yogyakarta

149
5. Mengoptimalkan pelaksanaan orientasi pasien baru di ruang Gardenia
RSPRS JIH yogyakarta
6. Mengoptimalkan pelaksanaan komunikasi terapetik terhadap pasien dan
keluargadi ruang Gardenia RSPRS JIH yogyakarta
7. Mengoptimalkan pelaksanaan meeting morning di ruang Gardenia
RSPRS JIH yogyakarta
c. Melakukan implementasi pemecahan masalah yang ada di ruang Gardenia
RSPRS JIH yogyakarta
1. Melengkapi kekurangan SAK 10 penyakti tiga bulan terahir yang belum
ada di ruang Gardenia RSPRS JIH Yogyakarta dengan membuat 5 SAK
yang belum ada antara lain : HNP, Hemiparase, Vertigo, CHF, dan
Vomitus
2. Mengoptimalkan pelaksanaan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
di ruang Gardenia RSPRS JIH Yogyakarta dengan memberikan leaflet,
sosialisasi dan demonstrasi pada saat meeting morning.
3. Mengoptimalkan Pelaksanaan cuci tangan dengan handcrub di ruang
Gardenia RSPRS JIH Yogyakartamemberikan leaflet, sosialisasi dan
demonstrasi pada saat meeting morning.
4. Mengoptimalkan pelaksanaan discharge planning di ruang Gardenia
RSPRS JIH yogyakarta dengan melakukan pendampingan dan roleplay
discharge planning
5. Mengoptimalkan pelaksanaan orientasi pasien baru di ruang Gardenia
RSPRS JIH yogyakarta dengan melakuakan pendampingan dan
melakukan roleplay pelaksanaan orientasi pasien baru.
6. Mengoptimalkan pelaksanaan komunikasi terapetik terhadap pasien dan
keluarga di ruang Gardenia RSPRS JIH yogyakarta dengan melakukan
pendampingan dan roleplay pelaksanaan komunikasi terapetik
7. Mengoptimalkan pelaksanaan meeting morning di ruang Gardenia
RSPRS JIH yogyakarta dengan melakukan pendampingan dan roleplay
meeting morning .
d. Melakukan evaluasi terhadap keefektifan penyelesaian masalah yang telah
dilakukan di ruang Gardenia RSPRS JIH yogyakarta
1. Evaluasi kekurangan SAK 10 penyakti tiga bulan terahir yang belum
ada di ruang Gardenia RSPRS JIH Yogyakarta. Setelah dilakukan

150
implementasi, hasil observasi menunjukan SAK di ruang Gardenia
RSPRS JIH Yogyakarta sudah lengkap.
2. Evaluasi pelaksanaan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir belum
optimal dilakukan oleh perawat di ruang Gardenia RSPRS JIH
Yogyakarta. Setelah dilakukan implementasi, hasil observasi
menunjukan adanya peningkatan pelaksanaan cuci tangan menggunakan
sabun dan air mengalir dari prosentase 64,2% menjadi 90,9%.
3. Evaluasicuci tangan dengan handcrub belum optimal dilakukan oleh
perawat di ruang Gardenia RSPRS JIH Yogyakarta. Setelah dilakukan
implementasi, hasil observasi menunjukan adanya peningkatan
pelaksanaan cuci tangan dengan handcrub dari prosentase 75% menjadi
89,7%.
4. Evaluasi Pelaksanaan Discharge Planning belum optimal dilakukan oleh
perawat di ruang Gardenia RSPRS JIH yogyakarta. Setelah dilakukan
implementasi, hasil observasi menunjukan adanya peningkatan
pelaksanaan discharge planningdari prosentase 40 % menjadi 81,9%.
5. Evaluasi pelaksanaan orientasi pasien baru di ruang Gardenia RSPRS
JIH yogyakarta belum dilakukan secara optimal oleh perawat. Setelah
dilakukan implementasi, hasil observasi menunjukan adanya
peningkatan pelaksanaan orientasi pasien baru dari prosentase 26,7 %
menjadi 85,8%.
6. Evaluasi pelaksanaan komunikasi terapetik terhadap pasien dan keluarga
belum dilakukan secara optimal oleh perawat di ruang Gardenia RSPRS
JIH yogyakarta . Setelah dilakukan implementasi, hasil observasi
menunjukan adanya peningkatan pelaksanaan komunikasi terapetikdari
prosentase 60,7% menjadi 79,4%.
7. Evaluasi pelaksanaan meeting morning di ruang Gardenia RSPRS JIH
yogyakarta belum terlaksana karena posisi Karu mengalami kekosongan
saat dilakukan pengkajian. Setelah dilakukan implementasi, hasil
observasi menunjukan adanya peningkatan pelaksanaan meeting
morning dari 0 % menjadi 56 % sering dilakukan.
B. Saran
Dari hasil evaluasi dan pembahasan yang telah dilaksanakan, maka kami
memiliki beberapa saran antara lain :

151
1. Bidang keperawatan
a. Perlu meningkatkan kesesuaian asuhan keperawatan berdasarkan Standar
Asuhan Keperawatan yang ada.
b. Perlu meningkatkan kepatuhan dalam menerapkan cuci tangan
menggunakan sabun maupun handcrub.
c. Perlunya membiasakan dan miningkatkan secara terus menerus terkait
orientasi pasien baru sesuai dengan SOP yang ada.
d. Perlunya disusun SOP terbaru terkait komunikasi terapetik terhadap
pasien dan keluarga.
e. Bagi seluruh perawat perlu meningkatkan tentang discharge planning
yang sesuai dengan standar yang ada diruangan.
f. Perlu diadakan Ronde keperawatan.
2. Kepala ruang
a. Dapat memberi motivasi seluruh staff perawat yang ada diruang gardenia
untuk meningkatkan kepatuhan dalam melakukan asuhan keperawatan
sesuai Standar Asuhan Keperawatan dan menjadi role model bagi staf
keperawatan serta selalu menerapkan dan mengoptimalkan Standar
Asuhan Keperawatan dan menjadi role model.
b. Dapat meingatkan kepada seluruh staff perawat ruangan untuk
mengoptimalkan cuci tangan menggunakan sabun maupun handcrub
sesuai lima momen cuci tangan yang sudah ditetapkan.
c. Dapat mengoptimalkan meeting morning setiap hari dan memberikan
materi yang berbeda-beda setiap harinya.
d. Dapat memberikan motivasi kepada seluruh staff perawat ruang
Gardenia untuk melakukan ronde keperawatan, supaya dapat
mendiskusikan masalah yang ada diruangan.
3. Primary Nurse ( PN )
a. Diharapkan PN mengoptimalkan fungsinya dalam melakukan asuhan
keperawatan sesuai Standar Asuhan Keperawatan (SAK) yang ada.
b. Diharapkan PN menjadi role model dalam kepatuhan cuci tangan
menggunakan sabun maupun handcrub
c. Diharapkan PN menjadi role model dalam memberikan orientasi pasien
baru, discharge planning, dan komunikasi terapetik sesuai dengan
standar yang ada.

152
d. Diharapkan PN dapat mengoptimalkan fungsinya dalam melakukan
ronde keperawatan.
e. Diharapkan PN dapat menjadi roll model dalam ronde keperawatan.
4. Assosiate Nurse ( AN )
a. Diharapkan perawat mengoptimalkan asuhan keperawatan sesui Standar
Asuhan Keperawatan (SAK) yang ada.
b. Diharapkan perawat mengoptimalkan kepatuhan cuci tangan
menggunakan sabun maupun handcrub sesui dengan lima momen cuci
tangan yang sudah ditetapkan.
c. Diharapkan perawat mengoptimalkan komunikasi terapetik setiap
melakukan asuhan keperawatan
d. Diharapkan perawat turut serta bersama PN dalam melakukan orientasi
pasien baru dan discharge plenning sesui setandar yang sudah ada.

153
154