Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KAWASAN TANPA ROKOK DI SEKOLAH

UPT PUSKESMAS MAROS BARU


DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAROS

A. PENDAHULUAN

Kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah 63% dari total kematian
kelompok PTM yangmenjadi penyebab utama kematian di dunia adalah penyakit jantung
iskemik,hipertensi,stroke,diabetes mellitus,penyakit paru kronik,dan kanker.PTM juga
menjadi penyebab utama kematian di Asia Tenggara.Setiap tahun diperkirakan 7,9 juta
jiwa hilang akibat PTM,atau setara dengan 55% dari seluruh kematian di Asia
Tenggara.PTM merenggut nyawa penduduk pada usia yang relatif muda dibandingkan
dengan usia rerata di dunia.

United Nations Summit on Non – Communicable Disease tahun 2011 telah


menegaskan,bahwa konsumsi tembakau,disamping alkohol,diet buruk,dan kurang
aktifitas,merupakan empat faktor risiko utama atau four common risk factors terhadap
meningkatnya penyakit tidak menular yang semakin mengancam kehidupan manusia
secara global.Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 menunjukkan bahwa persentase perokok
meningkat dengan bertambahnya umur,sampai kelompok umur berikutnya. Peningkatan
tertinggi terjadi pada kelompok umur yang paling muda yaitu 10 – 14 tahun 0,3% tahun
1995 menjadi 3,7 % tahun 2013 atau meningkat hingga 12 kali lipat selama 19 tahun
2014 (GYTS 2014)sebuah survey representasi nasional berbasis sekolah dengan sasaran
pelajar pada kelompok umur 13 – 15 tahun menunjukkan hasil bahwa 36,2% pelajar laki
– laki dan 4,3 % pelajar perempuan,atau 20,3% dari total pelajar mengkonsumsi produk
tembakau kunyah,dimana 18,3% dari mereka merokok.Usia saat mulai merokok untuk
pertama kali pada 43,2 % pelajar adalah 12 -13 tahun.

B. LATAR BELAKANG

Penetapan Kawasan Tanpa Rokok sebenarnya selama ini telah banyak diupayakan
oleh berbagai pihak baik lembaga/institusi Pemerintah maupun swasta dan Masyarakat.
Namun pada kenyataanya upaya yang telah dilakukan tersebut jauh tertinggal
dibandingkan dengan penjualan ,periklanan/promosi dan ataupun pengguna
rokok.Asumsi lain adalah perokok membebankan biaya keuangan dari resiko fisik kepada
orang lain yang berarti bahwa seharusnya perokoklah yang menanggung semua “biaya”
atau kerugian akibat rokok ,tetapi pada kenyataanya perokok membebankan secara fisik
dan ekonomi kepada orang lain juga. Beban ini meliputi resiko orang lain terkena asap
rokok di lingkungan sekitarnya ,dan biaya yang di bebankan pada Masyarakat untuk
pelayanan Kesehatan. Agar permasalahan dan kondisi tersebut diatas dapat dikendalikan
maka perlu dilakukan Upaya pengamanan terhadap bahaya Merokok melalui penetapan
Kawasan Tanpa Rokok dan juga membatasi uang gerak para perokok.

C. DASAR HUKUM
1. Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan;
pasal 79 tentang sekolah untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat sehingga
peserta didik dapat belajar berkembang secara harmonis dan setingginya menjadi
SDM yang berkwalitas;
pasal 136 tentang upaya pemeliharan kesehatan remaja untuk mempersipakan diri
menjadi orang dewasa yang sehat dan produktif;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.71 Tahun 2015 Tentang
Penanggulangan Penyakit Tidak Menular;
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan NO.64 Tahun 2015 Tentang
Kawasan Tanpa Rokok di Linkungan Sekolah;
4. Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 188
Tahun 2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok.

D. TUJUAN PENETAPAN KAWASAN TANPA ROKOK DI SEKOLAH


1.Tujuan Umum
Tersedianya acuan bagi guru atau pembina program UKS/M dalam
melindungi kesehatan anak usia sekolah/madrasah dari dampak buruk akibat
merokok.
2.Tujuan Khusus
1. Terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok disekolah/madrasah
2. Terwujudnya peningkatan pengetahuan,keterampilan guru atau pembina
program UKS/M tentang konseling masalah merokok pada anak usia
sekolah/madrasah.
3. Terlaksananya upaya promotifdan preventif dalam upaya pengendalian
masalah merokok di lingkungan sekolah / madrasah.
4. Mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih ,bebas dari asap rokok
5. Menurunkan angka perokok dan mencegah perokok pemula
6. Mewujudkan generasi muda yang sehat
7. Memberikan perlindungan yang efektif dari bahaya asap rokok
8. Memberikan ruang dan lingkungan yang sehat bagi Masyarakat.

E. SASARAN
Guru atau pembina UKS SD /Madrasah Ibtidaiyah,SMP/Madrasah
Tsanawiyah,SMA/SMK/Madrasah Aliyah
F. KEGIATAN POKOK
1.Pendataan Perokok di lingkungan sekolah
2. Pemantauan Penerapan KawasanTanpa Rokok
3. Penyuluhan/sosialisasi tentang rokok
G. JADWAL KEGIATAN

JADWAL
NO KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Pendataan   
Perokok
2. Pemantauan   
Penerapan
Kawasan
Tanpa Rokok
3. Penyuluhan /
sosialisasi

H. PEMBIAYAAN

 Dana Bantuan Opersional Kesehatan

I. PENCATATAN DAN PELAPORAN


Dilakukan pencatatan dan pelaporan setiap desa binaan PKK dan Puskesmas sesuai
format baku.