Anda di halaman 1dari 12

TALITHA PROPERTY

Kepala pusing dan berat di leher

Seorang laki-laki berusia 45 tahun memeriksakan diri di klinik kantor dikarenakan kepala pusing yang
terasa berat dan leher tegang. Pemeriksaan tekanan darah didapatkan nilai 160/95 mmHg, denyut nadi
76 x/menit dan frekuensi napas 18 x/menit, tinggi badan 160 cm, berat badan 80 kg. Sebelumnya pasien
tidak pernah menderita sakit seperti ini, maka dokter meminta untuk kontrol 3 hari kemudian. Saat
kontrol didapatkan tekanan darah 180/90 mmHg, denyut nadi 78 x/menit dan frekuensi napas 18
x/menit. Pasien diberi obat untuk menurunkan tekanan darah oleh dokter dengan kombinasi 2 macam
obat, serta dianjurkan untuk diet rendah garam, memperbaiki pola hidup, dan kontrol tekanan darah
secara rutin untuk mencegah kerusakan organ target. Pasien memiliki riwayat hipertensi di keluarganya,
riwayat diabetes mellitus, dislipidemia.

STEP 1

1. Diet rendah garam : adalah diet yang mengatur asupan natrium yang berlebihan, terutama
dalam bentuk natrium klorida. Jika berlebihan maka hal ini dapat menyebabkan gangguan
keseimbangan cairan tubuh
2. Hipertensi : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada
pada nilai 130/80 mmHg atau lebih.
3. Diabetes militus : adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan
kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal
4. Dislipedemia : adalah kondisi di mana kadar lemak dalam darah meningkat. Hal ini berisiko
menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

STEP 2

Pertanyaan Skenario

1. Apa hubungan tengkuk yang tegang dan kepala pusing dengan sakit yang diderita?
- Tekanan darah tinggi pembuluh darah di tengkuk dan kepala banyak, kecil, dan tipis
tekanan darah disana tinggi pusing.
- Kemungkinan di sekitar pembuluh darah ada saraf nyeri.
- Tekanan darah tinggi vasokonstriksi darah yang dialirakan ke kepala kurang nyeri.
- Otak hidup dari darah+ oksigen. Vasokonstriksi kurang oksigen ke otak pusing.
Pembuluh darah di sekitar leher besar pegal di tengkuk lebih besar dari daerah lainnya

2. Mengapa dianjurkan diet rendah garam?


Garam>> natrium dan klorida>> mengendap di pembuluh darah tubuh berusaha
mengikis endapan mengalir ke seluruh tubuh trombus menyumbat aliran hipertensi
TALITHA PROPERTY

Trombus adalah bekuan darah yang terbentuk di dalam suatu pembuluh darah.
Trombus yang berpindah-pindah = emboli. (semakin sedikit peradangan di sekitar suatu
trombus, semakin longgar trombus melekat di dinding pembuluh darah  semakin mudah
membentuk emboli.

Kandungan garam yang tinggi dalam tubuh dapat mengganggu kerja ginjal. Garam harus
dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal, tetapi karena natrium sifatnya mengikat banyak air, maka
makin tinggi garam membuat volume darah meningkat. Volume darah semakin tinggi sedangkan
lebar pembuluh darah tetap, maka alirannya jadi deras, yang artinya tekanan darah menjadi
semakin meningkat. Ini juga dapat meningkatkan risiko hipertensi.

3. Apa hubungan pola hidup (merokok dan minum minuman beralkohol) dg sakit yg diderita?
Merokok:
Rokok mengandung nikotin. Nikotin dibawa darah ke paru2 dibawa ke otak otak
merangsang adrenal untuk mengeluarkan epinefrin vasokonstriksi

Minuman beralkohol:

Alkohol meningkatkan adrenalin dalam tubuhvasokonstriksijantung bekerja lebih


cepat.
Alkohol meningkatkan keasaman darah darah menjadi lebih kental jantung
memompa lebih kuat.
Alkohol lebih banyak mengikat lemakpenyumbatan pembuluh darah lebih banyak.

4. Apa etiologi penyakit tsb?


Etiologi
1. Primer / esensial Banyak factor; genetic, susunan saraf simpatik,
2. Skunder Penyebab: penggunaan estrogen, kerusakan ginjal, dll
5. Apa factor risikonya?
- Obesitas: makin besar masa tubuh maka kebutuhan oksigen meningkat, sehingga
menyebabkan kenakan tekanan darah.
TALITHA PROPERTY

- Usia lebih dari 60 tahun; kelenturan PD hilang dan kaku  tidak dapat menyumbang saat
jantung memompa darah  karena itu darah dipaksa untuk melalui PD  peningkatan tekanan
darah
- Gaya hidup; konsumsi alcohol, junk food, merokok, dll
- Jenis kelamin; laki – laki lebih besar
-Daerah dataran tinggi lebih besar  semakin sedikit oksigen  viskositas  semakin besar
penekanan terhadap PD  respon kerja jantung meningkat

Factor resiko:
o yng tdk dpt diubah (riwayat keluarga,umur,dan jenis kelamin pria)
o yng dpt diubah (lipid darah (terutama kolesterol) yng tinggi,kebiasaan
merokok,DM,obisitas,inaktifitas fisik,asam urat darah yng tinggi,hipertensi dan penggunaan
estrogen sintesis)
6. Apa diagnosis penyakit pada pasien tsb?
Diagnosis banding :
1. Hipertensi : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada
pada nilai 130/80 mmHg atau lebih.
2. Diabetes militus : adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan
kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal
3. Dislipedemia : adalah kondisi di mana kadar lemak dalam darah meningkat. Hal ini berisiko
menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
Diagnosis :
- Hipertensi
7. Bagaimana patofisiologi penyakit tsb?
TALITHA PROPERTY

8. Bagaimana penegakan diagnosisnya?


Diagnosis hipertensi tidak boleh ditegakkan berdasar sekali pengukuran, kecuali bila TD diastolik
(TDD) ≥ 120 mmHg dan atau TD sistolik (TDS) ≥ 210 mmHg. Pengukuran pertama
harusdikonfirmasi pada sedikitnya 2x kunjungan dalam waktu 1 sampai beberapa minggu
(tergantung tingginya TD tersebut). Seseorang dinilai menderita hipertensi bila dari pengukuran
berulang-ulang tersebut diperoleh nilai rata2 TDD ≥ 90 mmHg dan atau TDS ≥ 140 mmHg

9. Apa penatalaksaan dari penyakit tsb?


- Nonfarmakologis:
a. Diet rendah garam
b. Memperbaiki pola hidup
c. Olahraga
d. Pengelolaan stress: meditasi

- Farmakologis:
ACE Inhibitor
Obat Diuretik : merangsang pengeluaran urin.

Macam2 terapi yng diberikan pd penderita hipertensi


a. Non farmakologi / modifikasi pola hidup
- Menurunkan berat badan bila gemuk
- Latihan fisik (aerobic) secara teratur
- Mengurangi makan garam menjadi <2,3 g natrium atau <6 g NaCl sehari atau diet rendah
garam.
- Makan K,Ca dan Mg yang cukup dari diet
- Membatasi minum alkohol Mak 20-30ml etanol perhari
- Berhenti merokok serta mengurangi makan kolesterol dan lemak jenuh untuk kesehatan
kardiovaskuler secara menyeluruh
b. Farmakologik Jika penggunaan obat dirasakan perlu, digunakan obat dosis paling
rendah dan secara bertahap ditingkatkan tergantung respons terhadap terapi, dengan
membiarkan 4 minggu untuk melihat efek, kecuali juka penurunan tekanan darah itu
memang sangat diperlukan (obat antihipertensi)
TALITHA PROPERTY

10. Apa komplikasi dari penyakit tsb?


Ada 2 jenis komplikasi hipertensi :
a. Komplikasi hipertensif, yakni komplikasi yang langsung disebabkan oleh hipertensi itu
sendiri. Misalnya :
- Perdarahan otak
- Ensefalopati hipertensif
- Hipertrofi vantrikel kiri
- Gagal jantung kongestif
- ginjal
- Aneurisma aorta
- Hipertensi akselerasi/maligna (perdarahan retina dengan/ tanpa udem pupil)
b. Komplikasi ateosklerosis, yakni komplikasi akibat proses aterosklerosis, yang disebabkan
tidak hanya hipertensi sendiri, tetapi juga oleh banyak faktor lain. Misalnya :
1. Peningkatan kolesterol serum
2. Merokok
3. DM Komplikasi aterosklerosis ini berupa penyakit jantung koroner, infark miokard,
trombosis serebral dan klaudikasio.

KOMPLIKASI PADA OTAK


Tekanan darah yang terus-menerus tinggi menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh
darah yang disebut disfungsi endotel. Hal ini memicu pembentukan plak aterosklerosis dan
trombosis (pembekuan darah yang berlebihan). Akibatnya, pembuluh darah tersumbat dan jika
penyumbatan terjadi pada pembuluh darah otak dapat menyebabkan stroke.

KOMPLIKASI PADA MATA


Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan deteksi komplikasi pada mata adalah pemeriksaan
Funduscopy

KOMPLIKASI PADA JANTUNG


- Penyakit Jantung Koroner (PJK) Selain pada otak, penyumbatan pembuluh darah dapat
terjadi pada pembuluh koroner dan dapat menyebabkan Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan
kerusakan otot jantung (Infark Jantung). Kerusakan otot jantung dapat menyebabkan
pengeluaran protein otot jantung yang disebut Troponin I ke dalam aliran darah. Dengan
demikian, pemeriksaan Troponin I dapat digunakan untuk deteksi dini terjadinya
Infark Jantung.
- Gagal Jantung
TALITHA PROPERTY

Pada penderita Hipertensi, beban kerja jantung akan meningkat, otot jantung akan
menyesuaikan sehingga terjadi pembesaran jantung dan semakin lama otot jantung akan
mengendor dan berkurang elastisitasnya, yang disebut dekompensasi. Akibatnya, jantung
tidak mampu lagi memompa dan menampung darah dari paru sehingga banyak cairan
tertahan di paru maupun jaringan tubuh lain yang dapat menyebabkan sesak nafas atau
oedema. Kondisi ini disebut Gagal Jantung. Pada kondisi seperti itu, otot bilik jantung akan
melepaskan senyawa peptida yang disebut BNP (B type Natriuretic Peptide) sebagai respon
dekompensasi jantung. Dengan demikian, pemeriksaan BNP dapat digunakan untuk deteksi
dini terjadinya Gagal Jantung.

KOMPLIKASI PADA GINJAL


Hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah pada ginjal mengkerut (vasokonstriksi)
sehingga aliran nutrisi ke ginjal terganggu dan mengakibatkan kerusakan sel-sel ginjal yang pada
akhirnya terjadi gangguan fungsi ginjal. Apabila tidak segera diatasi dapat menyebabkan Gagal
Ginjal Kronik atau bahkan Gagal Ginjal Terminal yang hanya dapat ditangani dengan cuci darah
(hemodialisis) atau cangkok ginjal.

Jantung dan Pembuluh Darah

1. Bagaimana anatomi dan fisiologi Jantung?


Anatomi jantung
TALITHA PROPERTY
TALITHA PROPERTY
TALITHA PROPERTY

Fisiologi jantung
Fungsi: memompa darah. Darah masuk VC  atrium dextra  Darah masuk ventrikel  masuk
miokardium  ventrikel kiri memopa lebih cepat  setelah stimulus menyebar  darah
dipompa ke seluruh tubuh
TALITHA PROPERTY

Stimulus menghilang ketika darah sudah meyebar ke seluruh tubuh dan pulmo
Waktu yg dibutuhkan adalah 0,8 detik setiap pompaan
2. Bagaimana mekanisme pengaturan tekanan darah?
Skema 1: Pengaturan jangka pendek terhadap penurunan tekanan darah

Skema 2: Pengaturan jangka pendek terhadap peningkatan tekanan darah


TALITHA PROPERTY

Skema 3: Efek peningkatan aktivitas parasimpatis dan penurunan aktivitas


simpatis pada jantung dan tekanan darah

Skema 4: Efek peningkatan aktivitas simpatis pada jantung dan tekanan darah

Skema 5: Efek penurunan aktivitas simpatis pada arteri dan tekanan darah

Skema 6: Efek peningkatan aktivitas simpatis pada arteri dan tekanan darah
TALITHA PROPERTY

Skema 7: Efek peningkatan aktivitas simpatis pada kelenjar adrenal dan tekanan darah

3. Apa yang mempengaruhi kerja tekanan darah?


a. curah jantung :
- denyut jantung
- isi sekuncup: kontraktilitas miokard, alir balik vena (yang dipengaruhi oleh volume darah,
kapasitas vena)
b. resistensi perifer :
- resistensi pembuluh darah :tonus arteri dan arteriola, elastisitas dinding pembuluh darah
- viskositas darah

4. Berapa nilai normal tekanan darah?


Nilai normal :
sistol: 110-130 ; diastole : 70-85 mmHg
Sistol : tekanan saat jantung berkontraksi
Diastole : tekanan saat jantung relaksasi
Klasifikasi :
- Pre Hipertensi : 130-139mmHg ; 85-89 mmHg
- Hipertensi 1 : 140-159 mmHg ; 90-99 mmHg
- Hipertensi II :160-179 mmHg ; 100-109 mmHg
- Hipertensi III : 180-209 mmHg ; 110-119 mmHg
- Hipertensi IV : >210 mmHg ; > 120 mmHg
5. Bagaimana hubungan sistem endokrin terhadap kerja jantung
Ada hormone adrenalin selain untuk meningkatkan kadar gula darah, juga akan meningkatkan
denyut jantung dan tekanan darah.
Epinefrin  vasokonstriksi
Vasopressin  meningkatkan reabsorbsi air di tubulus ginjal dan akan meningkatkan tekanan
arteri