Anda di halaman 1dari 2

Patofisiologi HIV/AIDS

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dapat menyebabkan terjadinya Acquired


Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Virus penyebab AIDS, yaitu HIV dapat masuk ke
dalam tubuh manusia melalui perantara darah, cairan vagina, dan cairan semen. Infeksi HIV
mulai terjadi saat partikel virus atau virion berikatan dengan reseptor CD4 dan kemokin sel
yang rentan. Permukaan luar virus memiliki dua glikoprotein virus, yaitu gp41 dan gp120
yang akan berinteraksi dengan CD4 dan co-reseptore CCR5. Reseptor permukaan HIV yang
utama yaitu glikoprotein gp120 yang dapat berikatan dengan molekul CD4 yang banyak
ditemukan di permukaan sel T-helper. Interaksi glikoprotein virus dengan CD4 dan co-
reseptore CCR5 akan mengakibatkan terjadinya fusi atau penyatuan antara envelope virus
dengan membran plasma, kemudian nukleus virus akan masuk ke dalam sitoplasma sel target.
Target seluler utama dari infeksi HIV yaitu sel dendritik dan makrofag, dengan lokasi primer
infeksinya terjadi di limfosit T4. Limfosit T4 berperan penting dalam mengatur dan
mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Virus yang masuk ke limfosit T4 akan mengalami
transkripsi RNA menjadi DNA provirus. DNA provirus kemudian bermigrasi ke nukleus dan
diintegrasikan ke dalam DNA sel. Apabila sel terinfeksi diaktifkan (misalnya oleh sitokin),
maka provirus akan ditranskripsi dan diterjemahkan menjadi prekursor protein virus,
sehingga RNA virus yang baru akan keluar dari sel. Virion HIV yang baru terproduksi akan
masuk ke sitoplasma secara langsung dan dapat menyebabkan lisis serta menginduksi
apoptosis. Sel yang terinfeksi HIV akan mengekspresikan permukaan antigen baru yang
kemudian memicu lisisnya sel T lain (Ersha & Ahmad, 2018). Jumlah limfosit T CD4 normal
yaitu 500-1600 sel/μL. Individu yang terinfeksi HIV akan mengalami penurunan jumlah
limfosit T CD4 secara bertahap, sehingga rentan terkena infeksi oportunistik (IO). Infeksi
oportunistik dapat menyerang berbagai sistem dalam tubuh manusia akibat lemahnya sistem
imun.

Ersha, R.F., & Ahmad, A. (2018). Human Immunodeficiency Virus-Acquired


Immunodeficiency Syndrome dengan Sarkoma Kaposi. Jurnal Kesehatan Andalas. Vol. 7(3).
131-134.
HIV masuk ke dalam
tubuh manusia

Menginfeksi sel yang


memiliki molekul CD4

Mengikat molekul CD4

Menginfeksi sel target (sel


dendritik dan makrofag) dan
memproduksi virus

Sel limfosit T4 hancur

Imunitas tubuh
menurun
Risiko infeksi Proteksi tidak
Infeksi Oportunistik efektif

Sistem Sistem pencernaan Sistem integument


pernapasan

Peradangan pada Peradangan pada


Infeksi jamur Peristaltik usus
jaringan paru kulit

Sesak, nyeri dada, Peradangan di Diare kronis Timbul lesi pada


dan demam mulut kulit

Kesulitan menelan Kulit terasa gatal


Ketidakefektifan
dan nyeri
pola napas

Intake nutrisi kurang


Gangguan rasa
nyaman

Ketidakseimbangan nutrisi: Berat badan sulit


kurang dari kebutuhan tubuh bertambah

Risiko hambatan Perkembangan


perkembangan motorik terhambat