Anda di halaman 1dari 4

BATERAI JERUK

I. Tujuan
a. Mengetahui apakah Baterai Jeruk dapat menghasilkan Energi Listrik
b. Mengetahui mekanisme baterai jeruk dalam menghasilkan Energi Listrik

II. Alat dan Bahan:


1. 6 buah jeruk
2. 6 lembar pelat seng
3. 6 lembar pelat tembaga
4. Kawat
5. Lampu LED

III. Cara Kerja


1. Tancapkan 1 lembar pelat tembaga dan 1 lembar pelat seng ke 1 buah jeruk
dengan jarak sekitar 5 cm. Lakukan ini pada semua jeruk yang ada

2. Hubungkan semua pelat tembaga dan pelat seng pada kawat.

3. Hubungkan kawat pada jeruk yang satu ke jeruk yang lain.

4. Hubungkan kawat lampu LED, yang merupakan kutub negatif, ke pelat


tembaga. Lalu hubungkan kawat lampu LED, yang merupakan kutub positif ke
pelat seng. Ini akan membentuk satu rangkaian tertutup.
IV. Data Pengamatan
Lampu LED pada rangkaian baterai jeruk menyala

V. Pembahasan
Pada pengamatan terlihat lampu LED menyala. Hal ini terjadi karena
buah jeruk dapat berperan sebagai penghantar arus listrik. Ketika pelat seng
ditancapkan ke jeruk, ion seng mulai terurai. Ion seng akan masuk ke dalam jeruk
dengan meninggalkan elektron di dalam pelat seng. Disini pelat seng berperan
sebagai katoda atau elektroda negatif, pelat tembaga sebagai anoda atau
elektroda positif, dan air jeruk berperan sebagai elektrolit atau penghantar.
Selanjutnya elektron akan mengalir dari pelat seng ke pelat tembaga, dan
menghasilkan arus listrik. Pada pelat tembaga, elektron akan bergabung dengan
ion hidrogen asam, dan menghasilkan hidrogen. Jeruk berperan sebagai elektrolit
karena jeruk dapat berfungsi sebagai penyangga antara ion-ion tembaga dan
seng.
Baterai merupakan alat listrik kimiawi yang dapat menyimpan energi,
kemudian mengeluarkan dalam bentuk listrik. Sebuah baterai terbuat dari logam
dan bahan kimia yang dapat menghasilkan arus listrik. Di dalam baterai terdapat
tiga komponen penting yaitu batang karbon (anoda), seng (katoda), dan pasta
(elektrolit). Baterai juga memiliki dua tempat kontak, yaitu tempat arus listrik
keluar masuk, yang disebut kutub. Sebagaian besar baterai memiliki satu kutub
pada satu sisi dibagian ujungnya. Satu kutub dinamakan kutub negatif (-) dan
kutub yang lain dinamakan kutub positif (+). Arus listrik akan mengalir dari kutub
negatif ke kutub positif.
VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan praktikum dan pembahasan maka dapat
disimpulkan bahwa :
1. Baterai jeruk dapat menghasilkan energi listrik dibuktikan dengan nyalanya
lampu LED
2. Mekanisme Baterai Jeruk menghasilkan Energi Listrik : buah jeruk dapat berperan
sebagai penghantar arus listrik. Ketika pelat seng ditancapkan ke jeruk, ion seng
mulai terurai. Ion seng akan masuk ke dalam jeruk dengan meninggalkan
elektron di dalam pelat seng. Disini pelat seng berperan sebagai katoda atau
elektroda negatif, pelat tembaga sebagai anoda atau elektroda positif, dan air
jeruk berperan sebagai elektrolit atau penghantar. Selanjutnya elektron akan
mengalir dari pelat seng ke pelat tembaga, dan menghasilkan arus listrik. Pada
pelat tembaga, elektron akan bergabung dengan ion hidrogen asam, dan
menghasilkan hidrogen. Jeruk berperan sebagai elektrolit karena jeruk dapat
berfungsi sebagai penyangga antara ion-ion tembaga dan seng.

Daftar Pustaka