Anda di halaman 1dari 6

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Mayoritas jenis kelamin pasien adalah dari golongan perempuan (66,6%)

2. Mayoritas umur pasien adalah dari kalangan usia pertengahan (45 – 59 tahun)

dengan persentase 36,2 %.

3. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan derajat

osteoarthritis genu (p = 0.928)

4. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan derajat osteoarthritis

genu (p = 0,000)
7.1 SARAN

Setelah melakukan penelitian yang dijalankan terdapat beberapa saran

yang dapat diberikan agar penelitian seperti ini dapat diperbaiki pada masa akan

datang. Antara saran yang dapat diberikan adalah :

1. Penyuluhan kepada masyarakat sejak dini terhadap OA Genu untuk

mencegah terjadinya penyakit degeneratif ini.

2. Diagnosis dan pemberian rawatan yang awal pada penderita OA

memberikan prognosis yang baik..

3. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian yang

lebih mendalam tentang semua variable yang telah diteliti diatas dengan

mengambil periode waktu yang lebih panjang agar data sekunder yang

didapatkan lebih banyak agar hasil lebih akurat.

4. Diharapkan adanya penelitian lanjut tentang judul penelitian ini karena

penelitian dan penyelidikan yang berterusan mungkin membawa kepada

penemuan hasil yang diharapkan.


DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim, 2008, Osteoarthritis: The Care and Management of Osteoarthritis

inAdults, NHS Evidence, United Kingdom.

2. Anonimb , 2013, Osteoarthritis in General Practice, Arthritis Research UK,

England

3. Atman R.D, Alurphyw, Asche(1986), “Development of Criteria forThe

Classication and Reporting of Osteorthritis of the Knee”, OA Rheum, p

1039-1049.

4. Bethesda, 2013, Handout on Health; Osteoarthritis, http://www.niams.nih.gov/

diakses pada 5 Juni 2017.

5. Carlos J Lozada, 2017. Osteoarthritis, http://www. emedicine. medscape.

com/article/330487 diakses pada 5 Juni 2017.

6. D. Hayashi, F.W.Roemer & A. Guermazi, 2017. Imaging for Osteoarthritis,

Clearance Center, Inc.

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877065715005849

diakses pada 9 September 2017

7. Elin, Y.S., Retnosari, A., Joseph I.S., I K.A., A. Adji P.S., Kusnandar,

2008,Osteoarthritis, ISO Farmakoterapi, Cetakan I, 629-644, PT. ISFI

Penerbitan,Jakarta.

8. Felson, D.T., 2008, Osteoarthritis, HARRISON‟s Principles of InternalMedicine,

17th Edition, 2158-2165, Mc Graw-Hill Companies Inc, NewYork.

9. Fransen M et al, 2011. The Epidemiology of Osteoarthritis in Asia. http://www.

ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21518309 diakses pada 5 Juni 2017.


10. Hansen, K.E, Elliot, M.E, 2005, Osteoarthritis, In Dipiro, J.T., Talbert, R.L.,

Yee.G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., Posey, L., M., (Eds.), Pharmacopy,

A Pathophysiological Approach, Sixth Edition, 1685-1700, Appeton &

Lange, Stamford.

11. Helmi, Zairin N. 2012. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba

Medika.

12. Incredible Health, 2010. Aging, Belgium, diakses pada 20 November 2017.

13. Imayati, K. 2011. Laporan Kasus Osteoartritis. Bagian Ilmu Penyakit Dalam

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar: Denpasar.

14. ISD Scotland, 2010. Osteoarthritis, NHS, Scotland. http://www.isdscotland.

Diakses pada 20 November 2017

15. Iskandar, J., 2012, Rematik dan Asam Urat, 104-113, Penerbit PT Bhuana Ilmu

Populer, Jakarta.

16. Joseph A Buckwalter et al, OA Today and Tomorrow: Maintaining Function

with Early Intervention, Medscape Education, Ohio. Diakses pada 18

November 2017.

17. „Kellgren- Lawrence Classification : Knee Osteoarthritis Classification and

Treatment Options‟,2011, Stemcelldoc‟s WeBlog.

https://stemcelldoc.wordpress.com/2011/11/13/kellgren-lawrence-

classification-knee-osteoarthritis-classification-and-treatment-options/

diakses pada 8 September 2017.


19. Miller, C.A. (2004) Nursing for wellness in older adults: theory

andpractice.philadelphia.lippincott William & wilkin.

20. Morbidity & Mortality Report, 2010. Arthritis Prevalence & Body Weight.

Diakses pada 18 November 2017.

21. Murphy Susan L. et al , 2011. BMC Musculoskeletal Disorder.

http://bmcmusculoskeletaldisord.biomedcentral.com diakses pada 5 Juni

2017.

22. Nur Aini Sri Wahyuningsih; 2009. Hubungan Obesitas dengan Osteoartritis

pada Lansia di Kelurahan Puncangsawit Kecamatan Jebres Surakarta.

23. Priyanto, 2008, Farmakologi dan Terminologi Medis, Osteoarthritis,

Leskonfi,Jakarta.

24. Riset Kesehatan Dasar(Riskesdas). (2013). Badan Penelitian dan

PengembanganKesehatan Kementerian RI tahun

2013.http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riske

sdas%202013.pdf. diakses pada 7 Juni 2017.

25. Salimah K. Hubungan faktor resiko body mass index dengan kejadian

osteoartritis lutut pada pasien rawat jalan poli reumatik RS. Dr. Kariadi

(Studi kasus tanpa kontrol di bagian penyakit dalam RS. Dr. Kariadi

Semarang periode Maret-Juni 2005) [S1 thesis]. Semarang: Medical

Faculty Diponegoro University; 2005.

26. Shiozaki H, Koga Y, Omori G, Tamaki M. Obesity and osteoarthritis of the


27. Soenarto, 2010. Reumatik pada Usia Lanjut. Buku Ajar Boehi-

Darmojo Geriatri(Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Edisi 4.

Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 433-7.

28. Susilo D. Kesesuaian hasil foto rontgen dan diagnosis klinik

pada penderita osteoartritis di RSUP Dr. Kariadi 1995-

2002 [S1 thesis]. Semarang: Medical Faculty

Diponegoro University; 2002.

29. Takashi Nagai, Timothy C Sell & Scott M Lephart, 1999.

Effect of Age and Osteoarthritis on Knee Proprioception.

Pittsburgh : Touch Briefings 2007, pp 69-70

30. Woolf A. D., Pfleger B., 2003. Burden of major musculoskeletal


conditions.

Buletin of the World Organization. 81 (9)