Anda di halaman 1dari 12

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Lengkap Genetika dengan judul praktikum “Medium


Pemeliharaan lalat Buah (Drosophila melanogaster)” yang disusun oleh:
nama : Friska Novia Upriana
NIM : 1714041016
kelas : Pendidikan Biologi A
kelompok : I (Satu)
Setelah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/ Koordinator maka dinyatakan
diterima.

Makassar, November 2018

KoordinatorAsisten Asisten

Muh.Habil Ahmad Muh.Habil Ahmad


NIM : 1614142011 NIM : 1614142011

Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab

Hartati, S.Si, M.Si, Ph.D.


NIP :19740405 2000 03 2 004
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Banyak penemuan yang diperoleh dari lalat buah. Misalnya, penelitian
yang dilakukan pada tahun 1916 dengan menggunakan Drosophila menyimpulkan
bahwa kromosom merupakan basis fisik pewarisan dan struktur yang mengandung
gen. Ahli genetika ingin menemukan gen-gen yang masuk dalam proses biologis
dan mencari tahu apa yang dilakukan gen-gen tersebut. Setelah sekian lama, gen
peregulasi utama yang menyusun tubuh hewan selama masa perkembangan embrio
ditemukan dalam Drosophila (Campbell dkk, 2016).
Untuk pemeliharaan stok Drosophila melanogaster dapat digunakan
bermacam-macam medium. Tujuh jenis medium kultur berbeda digunakan pada
pusat penelitian ini dan tiap medium memiliki kelebihan dana memelihara lalat
buah. Orang pertama yang melakukan penelitian genetika dengan menggunakan
Drosophila melanogaster sebagai objek dari penelitinnya ialah Thomas Hunt
Morgan. Spesies Drosophila melanogaster ini merupakan serangga yang pada
ummnya tidak berbahaya. Spesies ini merupakan serangga pemakan jamur yang
sering didapatkan pada buah buahan yang sudah tidak utuh lagi.
Lalat buah ini sangat mudah berkembang biak. Dalam sekali perkawinan saja,
lalat buah ini dapat menghasilkan ratusan keturunan. Makhluk hidup dibumi ini
sangat beraneka ragam termasuk jenis kelaminnya pun berbeda beda. Pada
Drosophila melanogaster, jantan dan betina dapat dibedakan dengan melihat
ukurannya. Drosophila melanogaster jantan umumnya memiliki tubuh yang lebih
kecil dibandingkan dengan tubuh Drosophila melanogaster betina. Perbedaan lalat
buah jantan dan betina dapat pula dibedakan dengan melihat ujung abdomennya.
Ujung abdomen pada lalat buah jantan bentuknya runcing sedangkan bentuk
abdomen pada lalat buah betina tumpul.
Siklus hidup Drosophila melanogaster ialah metamorphosis sempurna, yang
dimana dimulai dari telur, lalu telur tersebut menetas dan berubah menjadi larva.
Larva tersebut mengalami tiga kali pergantian kulit atau yang biasa disebut juga
dengan instar, lalu menjadi pupa, dan menjadi imago atau lalat buah dewasa.
Medium ialah substansi yang didalamnya trdiri dari campuran makanan dan
zat-zat nutirisi. Medium ini dapat digunakan untuk pertumbuhan dan
perkembangan suatu organisme. Setiap mikroba dan organisme membutuhkan
nutrisi untuk klangsungan hidupnya. Bahan nutrisi yang dapat digunakan dapat
berupa bahan alami, dan juga bahan kimiawi.
Agar dapat mengetahui siklus hidup Drosophila melanogaster, dibutuhkan
medium yang cocok agar dapat mengamati setiap fase perkembangannya. Maka
dari itu praktikum kali ini, kami akan mempelajari cara pembuatan medium yang
baik dan benar untuk Drosophila melanogaster dengan menggunakan komposisi
tertentu yang telah ditetapkan.

B. Tujuan Praktikum
1. Mengetahui cara menyiapkan wadah medium pemeliharaan lalat buah
(Drosophila melanogaster)
2. Mengetahui cara pembuatan medium pemeliharaan lalat buah (Drosophila
melanogaster)

C. Manfaat Praktikum
1. Mahasiswa bisa menyiapkan wadah medium pemeliharaan lalat buah
(Drosophila melanogaster
2. Mahasiswa bisa membuat medium pemeliharaan lalat buah (Drosophila
melanogaster)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Hari / Tanggal : Rabu, 11 September 2019
Waktu : Pukul 09.00 WITA sampai 10.00 WITA
Tempat : Lab Biologi lt. 2 UNM
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Botol kultur 6 buah
b. Kertas serbet 6 buah
c. Plastik pembungkus 6 buah
d. Karet gelang 6 buah
e. Gelas beaker 1 buah
f. Panci 2 buah
g. Blender 1 buah
h. Baskom 1 buah
i. Pisau 1 buah
j. Kompor 1 buah
k. Spatula (pengaduk) 1 buah
2. Bahan
a. Pisang ambon 600 gram
b. Gula merah / gula jawa 150 gram
c. Agar-agar (swallow) 7 gram
d. Nipagin 7 ml
e. Sorbic acid 5 ml
f. Ragi / pernifan secukupnya
g. Aquades secukupnya
h. Alkohol secukupnya
C. Prosedur Kerja
1. Penyiapan wadah kultur

Cuci bersih botol


Siapkan botol kultur dan Potonglah sumbatan
dengan sabun.
busa sebagai penutupnya gabus sesuai ukuran
mulut botol

Masukkan botol medium Bungkus mulut botol kultur


kedalam panci untuk di dengan plastik lalu ikat
sterilisasi, lalu keluarkan dengan karet
setelah 15 menit.

2. Pembuatan Medium Kultur

Tambahkan adonan
Campurkan gula merah pisang kedalam air gula
dengan aquades lalu Pisang diblander hingga yang mendidih masak
dimasak hingga mendidih lumat sekitar 15 menit
Aduk secara perlahan Menambahakan agar-agar
hingga mendidih swallow Menambahkan sorbic
acid kedalam adonan

Meletakan kertas serbet


Menuang adonan kedalam
kedalam medium yang sudah
botol kultur sekitar 40 ml/40
memadat
gram

Taburkan sedikit ragi pada Tutup media biakan dengan


medium yang sudah memadat plastic yang sudah disemprot
alcohol 20%
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Gambar medium biakan keterangan

1. Pelastik penutup
2. Karet gelang
1 3. Kertas serbet
4. Ragi
2 5. Media kultur
2

3
2
4
25

D. Pembahasan
Dari pengamatan yang telah kita lakukan, dapat disimpulkan bahwa
medium lalat buah yang kita gunakan harus di sterilkan terlebih dahulu agar
medium yang nantinya kita gunakan untuk memelihara drosophila terbebas dari
bakteri dan jamur. Adapun resep yang kita gunakan adalah modifikasi dari resep
yang telah dgunakan oleh peneliti sebelumnya yang menggunakan pisang ambon
dan tape ketela pohon sebagai adonan mediumnya. Karena kualitas tape ketela
pohon dan pisang ambon tidak pernah seragam, maka para peneliti tersebut
membuat resep baru yang sampai saat ini masih digunakan oleh para peneliti
lainnya untuk membuat medium Drosophila melanogaster.
Dalam pembuatan medium pemeliharaan lalat buah pertama, kita harus
mensterilkan semua alat alat yang akan digunakan. Setelah itu mulailah
menghaluskan pisang menggunakan blender. Setelah itu, larutkan gula merah
dengan aquades lalu masak hingga mendidih, lalu campurkan pisang yang telah
dihaluskan beserta agar-agar kedalam larutan gula merah tesebut lalu aduklah
hingga mendidih. Setelah mendidih, campurkan adonan dengan solbac acid lalu
aduk hingga merata. Setelah itu tuangkanlah adonan kedalam medium sebanyak
40ml. lalu letakkan kertas saring di atas adonan, dan taburkan ragi secukupnya, lalu
tutuplah kembali medium tersebut dengan penutup plastik yang telah disterilkan
kembali dengan alkohol. Lalu medium siap digunakan.
Medium lalat buah terbuat dari campuran beberapa bahan yang berbeda-
beda fungsinya, antara lain:
1. Pisang embon yang akan mengundang datangnya lalat buah tersebut,
karena pisang ambon memiliki aroma yang sangat kuat untuk mengundang
Drosophila melanogaster.
2. Gula merah befungsi sebagai pemberi rasa manis terhadap medium, dan
juga akan dibutuhkan oleh drosophila betina untuk menghasilkan telur
3. Ragi digunakan untuk memberi nutrisi pada lalat buah
4. Nipagin berfungsi untuk mencegah timbulnya jamur pada medium
5. Sorbic acid berfungsi sebagai pengawet adonan pada medium
6. Agar agar digunakan untuk membuat adonan terlihat lebih padat jika
dimasukkan kedalam medium botol kultur.
7. Kertas saring digunakan sebagai tempat Drosophila melanogaster betina
untuk bertelur.
8. Aquades digunakan untuk melarutkan adonan.
9. Alkohol digunakan untuk mensterilkan alat alat yang akan digunakan
dari bakteri bakteri yang ada.
Cara pembuatan medium lalat buah yang kita gunakan merupakan resep
baru yang juga mengandung banyak nutrisi dan sangat juga mudah dijumpai.
Nutrisi yang terkandung antara lain protein, karbohidrat, vitamin, dan juga mineral.
Protein digunakan lalat buah untuk produksi telur dan juga kematangan seksualnya.
Karbohidrat merupakan sumber energi bagi aktivitas lalat buah.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
1. Medium lalat buah yang kita gunakan harus di sterilkan terlebih dahulu
agar medium yang nantinya kita gunakan untuk memelihara drosophila terbebas
dari bakteri dan jamur. Medium yang digunakan juga tidak boleh terlalu padat,
karena akan mempengaruhi keberlangsungan hidup lalat buah.
2. Resep yang kita gunakan adalah modifikasi dari resep yang telah dgunakan
oleh peneliti sebelumnya. Pada percobaan ini kami menggunakan pisang ambon,
gula merah, agar-agar, sorbac acid, Nipagin, dan aquades lalu dicampurkan menjadi
satu dan dimasukkan kedalam medium botol kultur yang telah di sterilkan, dan
diberi kertas saring dan ditaburkan pernifan/ragi di atasnya lalu ditutup dengan
plastik bening dan diikat dengan karet. Setiap bahan yang digunakan dalam
pembuatan medium lalat buah memiliki fungsi yang berbeda beda.
B. Saran
1. Adapun saran untuk praktikan agar sebelum masuk kedalam laboratorium
setidaknya tangan harus dalam keadaan steril (disemprotkan alkohol) dan juga
memakai masker agar terhindar dari larutan larutan yang berbahaya jika dihirup
oleh manusia.
2. Saran untuk asisten agar kedepannya lebih membimbing lagi praktikannya
selama praktikum
3. Saran untuk laboran agar memperbaiki dan menambah fasilitas
laboratorium agar terciptanya suasana yang nyaman dan kondusif.
DAFTAR PUSTAKA

Adnan. 2016. Penuntun Praktikum Perkembangan Hewan. Makassar: Jurusan


Biologi FMIPA UNM.
Adnan., Arifah, N.A., A.Irma, S. 2016. Perkembangan Hewan. Makassar: Jurusan
Biologi FMIPA UNM.

Campbell, N.A., Lisa, A.U., Jane, B.R., Michael, L.C., Steven, A.W., & Peter, V.M.
2016. Biology Eleventh Edition. United States of America: Pearson
Education.

Harlis, W.O., Nurhayu, M., Nufrianti. 2018. Efektivitas Ekstrak Rimpang Jahe
Putih (Zingiber officinale var.Amarum) sebagai antifertilitas terhadap
kebuntingan mencit (Mus musculus L.) tahap praimplantasi. Biowallacea.
5 (1) : 762.

Nainggolan, R., Revol, D.M., Winda, M. 2015. Penambahan Madu dalan


Pengenceran Sperna Untk Motilitas Spermatozoa, Fertilisasi dan Daya
Tetas Telur Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Budidaya Perairan.
3 (1): 132.

Nalley, W.M., dan Thomas, M.H. 2015. Aktivitas dan Tingkat Perkembangan
Embrio Patogenetik Mencit Setelah Dipapar Calcimycin dan Ionomicym.
Jurnal Veteriner.16 (4) : 577.