Anda di halaman 1dari 20

29/10/2013

Dosen Pengampu
Didit Hadi Barianto
Sugeng Wijono
Moch. Indra Novian*
Akmaluddin

Tahun Kuliah 2012 / 2013

PALEONTOLOGI

PALEONTOLOGI : Cabang dari Geologi yang khusus membahas


tentang fosil

STUDI PALEONTOLOGI : Studi tentang fosil dan kegunaannya dalam


analisa biologi dan geologi

PALEONTOLOGI : STUDI BERSISTEM


TENTANGI FOSIL

WR/Paleontologi/F.Biologi UGM

1
29/10/2013

FOSIL
FOSIL : Sisa atau jejak organisme yang tersimpan dalam batuan oleh proses
alam yang menunjukkan adanya kehidupan di masa lalu (geologis)

Tersimpan dalam batuan oleh proses alam : Pengawetan atau Preservasi

Proses Pengawetan atau Preservasi:


1. Permineralisasi
2. Replacement
3. Rekristalisasi
4. Mold & Cast
5. Compression fossils
6. Bioimmuration

WR/Paleontologi/F.Biologi UGM

MASALAH GEOLOGI YANG MEMERLUKAN


PENGGUNAAN DATA PALEONTOLOGI
Analisis umur batuan sedimen, terutama yang berukuran halus
Analisis lingkungan pengendapan tempat terbentuknya batuan
sedimen serta kondisi paleoekologis pada lingkungan
tersebut
Batuan berbutir halus,
tidak mengandung ma-
krofosil
Diambil sejumlah sample.
Hasil analisa umur kan-
dungan mikrofosilnya
akan memberi petunjuk
apakah superposisinya :
1, 2, 3, 4, 5, 6 ataukah
6, 5, 4, 3, 2, 1

Dari analisa lingkungan


1 2 3 4 5 6 mikrofosil dapat ditetap-
kan kenapa batuan 5
berbeda dengan batuan
yang lain
WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

2
29/10/2013

STUDI SISTEMATIK FOSIL

STUDI TENTANG MORFOLOGI, KLASIFIKASI, SEBARAN STRATIGRA-


FIS SERTA PALEOEKOLOGI

• MORFOLOGI : Studi tentang bentuk dasar, bentuk umum,


bentuk khusus, rupa, ukuran dari cangkang / sisa
organisme
• KLASIFIKASI : Pembagian mikrofosil menjadi sejumlah
taxon atas dasar morfologinya
• SEBARAN STRATIGRAFIS : Keberadaan / perkembangan
takson sepanjang waktu geologi
 PALEOEKOLOGI : Hubungan timbal balik antara organisme
yang membentuk mikrofosil dengan lingkungan tempat
hidupnya semula.

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

PALEOEKOLOGI ORGANISME YANG MEMFOSIL

EKOLOGI : Hubungan timbal balik antara organisme dengan


lingkungan tempat dia hidup.
PALEOEKOLOGI : Hubungan timbal balik antara organisme telah
memfosil dengan lingkungan purba sewaktu dia hidup.
PRINSIP DASAR STUDI PALEOEKOLOGI :
Uniformitarianism : The Present is the Key to the Past
REKONSTRUKSI PALEOEKOLOGI :
Untuk fosil yang masih mempunyai perwakilan yang hidup:
Dipelajari dari perangai / sifat kehidupan dari perwakilan
tersebut (Fosil Orbulina universa dengan Orbulina
universa yang sekarang masih hidup)
Untuk fosil yang tidak mempunyai perwakilan yang hidup:
Dipelajari dengan membuat analogi fungsi dari unsur-unsur
morfologi fosil tersebut dengan organisme lain yang masih
hidup
Untuk Lingkungan Purba-nya : ditafsirkan berdasar kondisi stratigrafi
dan sedimentologi yang dimiliki oleh batuan pengandung
fosil tersebut
WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

3
29/10/2013

DIMANA FOSIL DITEMUKAN

• Batu kapur (Chalk) : Foraminifera, Coccolith

• Napal : Foraminifera, Coccolith,


Diatomae, Ostracoda
• Sisipan lanau/batupasir halus pada batugpg.
: Foraminifera, Coccolith
• Batugamping : Foraminifera, Algae

• Batupasir karbonatan : Foraminifera

• Batupasir glaukonitan : Foraminifera

• Serpih hitam : Diatomae, Ostracoda, Pollen

• Rijang : Radiolaria, Diatomae

• Breksi berkemas terbuka : pada bagian yang halus


: Foraminifera, Pollen

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

BATUAN PENGANDUNG FOSIL

Batulempung yang kaya akan Batugamping yang kaya akan


fosil moluska di Sangiran fosil Balanus di Klayu, Sragen

Perselingan Batugamping dan Batupasir dengan struktur


napal yang kaya akan fosil silang-siur yang kaya akan fosil
Foraminifera di Temas, Bayat vertebrata di Trinil, Ngawi
WR/Paleontologi/F.Biologi UGM

4
29/10/2013

DIMANA MIKROFOSIL DITEMUKAN

BATUGAMPING : F. NAPAL : Foram. Bentos,


Bentos, F. Besar, Alga, F. plangton, Nannofos.,
Fragmen Koral Ostracoda, Radiolaria

PERSELINGAN BATUGAMPING & NAPAL

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

DIMANA MIKROFOSIL DITEMUKAN

BATULEMPUNG HITAM BATUPASIR KARBONATAN :


Karbonatan : F. plangton, F. Bentos, Fragmen Koral,
Nannofosil, Ostracoda. Ostracoda
Non karbonatan : Pollen,
Diatomae

PERSELINGAN LEMPUNG HITAM & BATUPASIR KARBONATAN .

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

5
29/10/2013

DIMANA MIKROFOSIL DITEMUKAN

NAPAL : F. bentos (in


situ), F. plangton,
Radiolaria, Pollen

BATUPASIR KARBONATAN :
F. bentos (exotic), F. besar
(exotic)

PERSELINGAN BATUPASIR KARBONATAN & NAPAL

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

DIMANA MIKROFOSIL DITEMUKAN

RIJANG

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

6
29/10/2013

DIMANA MIKROFOSIL DITEMUKAN

Perselingan batugamping & napal Perselingan lempung hitam & batupasir karb.

Perselingan batupasir karbonatan & napal Rijang

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

PALEONTOLOGI ANALITIK

• PEMBAHASAN TENTANG PEMAKAIAN DATA


PALEONTOLOGI UNTUK KEPENTINGAN ANALISIS
MASALAH GEOLOGI.
• MASALAH GEOLOGI YANG PEMECAHANNYA MEMER-
LUKAN DATA PALEONTOLOGI :
a. Penetapan umur
b. Rekonstruksi paleobatimetri
c. Analisis Cekungan / Sequence Stratigraphy
• KEANDALAN DATA PALEONTOLOGI SANGAT
TERGANTUNG DARI :
a. Kebenaran dan representasi dari pengambilan contoh
b. Kebenaran pemrosesan contoh
c. Kebenaran identifikasi fosil yang dijumpai
d. Kebenaran tabulasi data fosil yang dijumpai

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

7
29/10/2013

PENGAMBILAN CONTOH MIKROFOSIL

• DIMANA ?
Mikrofosil berukuran kecil sehinga hanya
Batuan berbutir halus
akan terendapkan apabila proses pengen-
sampai sedang
dapan terjadi pada energi rendah
Mikrofosil kebanyakan berasal dari organis- Batuan bersifat kar-
me yang semula hidup di laut dimana bonatan
sedimen karbonat mudah terbentuk
Foram besar dan algae hidup berkembang pa- Batugamping keras
da daerah dangkalan karbonat, dimana sedi-
men yang terbentuk tersemen secara kuat
Sejumlah mikrofosil bentonik terpindahkan Batupasir turbidit
dari tempat aslinya ke lingkungan lain akibat Batupasir tempestite
longsoran atau badai laut
Mikroorganisme asal darat dapat terawetkan
dan tidak teroksidasi apabila masuk ke badan Batulempung hitam
air yang bersifat reduktif (oxygen depleted)
WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

PENGAMBILAN PADA INTERVAL


STRATIGRAFIS TERTENTU

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

8
29/10/2013

PENGAMBILAN CONTOH MIKROFOSIL

BATUAN SEDIMEN KARBONAT BERBUTIR HALUS


WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

PENGAMBILAN CONTOH MIKROFOSIL

BATUAN SEDIMEN KARBONAT BERBUTIR HALUS DI


ANTARA PERSELINGAN BATUPASIR
WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

9
29/10/2013

PENGAMBILAN CONTOH MIKROFOSIL

BATUAN KARBONAT KERAS (BATUGAMPING)


WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

PENGAMBILAN CONTOH MIKROFOSIL

BATULEMPUNG HITAM
WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

10
29/10/2013

PENGAMBILAN CONTOH MIKROFOSIL

MIKROFOSIL INSITU

MIKROFOSIL EXSITU

MIKROFOSIL REWORKED (EXSITU) DAPAT DIJUMPAI


PADA BATUPASIR TURBIDIT
WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

KENAPA TERJADI FOSIL EXSITU

SANGAT TERGANTUNG PADA PROSES YANG TERJADI


SETELAH ORGANISME TERSEBUT MATI, AKIBAT
BERBAGAI PROSES POST MORTEM

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

11
29/10/2013

KEMUNGKINAN BENTUK AWETAN FOSIL


ORGANISME HIDUP
Setelah mati mungkin

Rusak, hancur, lenyap, Tidak lenyap, segera


tidak terawetkan terkubur
TIDAK MEMBENTUK FOSIL MEMBENTUK KUMPULAN
/ ONGGOKAN FOSIL

Terkumpul di tempat Terangkut, terkumpul


semula hidup di tempat lain
FOSIL BIOCOENOSIS FOSIL THANATOCOENOSIS
Yang mungkin berupa

INDIGENEOUS EXOTIC REMANIE


Terpindahkan tetapi Terpindahkan ke Berasal dari batuan
masih pada lingkungan lingkungan yang yang lebih tua : REWORKED
yang sama lain atau lebih muda : LEAKED
WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

FOSIL BIOCOENOSIS

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

12
29/10/2013

FOSIL THANATOCOENOSIS

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

FOSIL THANATOCOENOSIS (LEAKAGE)

PENCAMPUR DARI
MUDA KE TUA

13
29/10/2013

FOSIL THANATOCOENOSIS (REWORKED)

PENCAMPUR DARI
TUA KE MUDA

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

KEGUNAAN BENTUK AWETAN FOSIL

FOSIL BIOCOENOSIS

Penentuan umur & Rekonstruksi Paleoekologi

FOSIL THANATOCOENOSIS

INDIGENEOUS Penentuan umur & Rekonstruksi Paleoekologi

EXOTIC Penentuan umur

REMANIE Penentuan hubungan dengan batuan sebelum


dan sesudahnya.

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

14
29/10/2013

REKONSTRUKSI PALEOEKOLOGI

Rekonstruksi didasarkan pada prinsip Uniformitarianism


Lingkungan masalalu ditempati oleh organisme
yang serupa, sama atau memiliki sifat yang sama
dengan organisme yang menempati lingkungan yang
sama pada masakini.
Diperlukan studi penyebaran mikroorganisme masakini pada
sejumlah lingkungan yang berbeda pada masa kini

Selain diperlukan jenis organisme yang menempati lingkungan


tertentu juga perlu dimengerti faktor-faktor ekologi yang ber-
pengaruh terhadap penyebaran organisme tertentu
Diperlukan pula pemahaman tentang tingkat toleransi suatu or-
ganisme terhadap perubahan faktor ekologi
Konsep : Eury - : toleran
Steno - : tidak toleran - indikator ekologi yang baik

WR/2008/Mikropaleontologi/Teknik Geologi UGM

15
29/10/2013

Apa itu?
 Ilmu yang mempelajari distribusi geografi
dari organisme yang memfosil
 So what?
 Biostratigrafi – menghubungkan antar provinsi
biotik
 Paleogeografi – melacak sea level changes,
melacak lempeng-lempeng dan benua-benua
 Paleoclimatologi – menggunakan organisme
untuk melacak iklim

Masa Air
 “Tubuh dari air samudera yang secara
relatif mempunyai kondisi temperatur
dan salinitas seragam”
 Contoh: California Current, Central
Pacific Water

16
29/10/2013

http://oceanmotion.org/html/background/timeline1978-88.htm

Implikasi:
 Distribusi geografik dari organisme dapat
merefleksikan batas dari massa air
 Arus equator bertindak sebagai penghalang
sebaran organisme laut (air dingin critters
tidak dapat melewati equator)
 Arus laut bergantung pada:
 Posisi benua
 budget panas dari bumi
 Dan distribusi geografik dari organisme
 Dengan memetakan organisme dapat
memetakan masa dan arus air laut masa lalu

17
29/10/2013

Proses Tektonik : mempengaruhi distribusi organisme


 Menciptakan/menghapus penghalang
sebaran organisme
 Contoh: Pembentukan Samudera Atlantic
menjadi penghalang organisme darat, menjadi
jalan bagi organisme laut
 Merubah arus laut
 Merubah kedalaman basin & sea level
 Merubah iklim – Pembenuaan memicu iklim
terestrial yang ekstrem

Implikasi
 Distribusi lempeng dapat menjelaskan
distribusi organisme
 Contoh, Organisme tethys
 Organisme dapat menjadi bukti untuk
rekonstruksi lempeng

18
29/10/2013

Contoh
 Rekonstruksi Gondwana
 Mesosaurus – kadal air tawar
 Glossopteris –flora tropis

http://www.mrsciguy.com/sciimages/fossil_record.gif

19
29/10/2013

Organisme & Iklim


 Distribusi organisme dipengaruhi oleh iklim
dan perubahannya
 Jika kita tahu biologi, kita dapat menduga
iklim : pollen
 Jika tahu iklim (menggunakan bukti-bukti lain
– isotope,pollen), kita dapat menduga biologi
: dinosaurus lintang tinggi
 Menggunakan iklim masa lalu dan
perubahan biogeografik untuk memprediksi
perubahan arus
 Apa yang terjadi pada interglacial? Kemana iklim
dan sabuk vegetasi akan bergerak?

20

Anda mungkin juga menyukai