Anda di halaman 1dari 2

PEMEKATAN DAN PEMANTAUAN EKSTRAK

PEMBAHASAN

Pada percobaan ini dilakukan pemekatan ekstrak dan pemantauan esktrak. Pemekatan
dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi atau memisahkan pelarut dari ekstrak dengan cara
proses vakum atau penguapan biasa diatas penangas air dimana akan dihasilkan ekstrak
kental atau ekstrak kering. Pada proses penguapan alat yang digunakan yaitu rotary vaporator
yang bekerja tanpa pemanasan langsung pada suhu biasa/dapat diatur sesuai keinginan atau
sesuai dengan ketahanan senyawa yang terkandung dalam ekstrak temulawak. Penguapan
dengan rotary vaporator dengan suhu yang sesuai dapat menjaga kualitas senyawa sehingga
senyawa yang terkandung dalam ektrak tidak hilang atau rusak. Cairan penyari dapat
menguap pada suhu lebih rendah karena adanya tekanan/penurunan tekanan oleh vakum
dengan bantuan pompa vakum, uap, sehingga larutan penyari akan naik ke kondensor dan
mengalami kondensasi menjadi molekul-molekul cairan pelarut murni yang ditampung dalam
labu alas bulat sehingga diperoleh ekstrak kental dengan rendemen 15,9%.

Pemantauan ekstrak dilakukan untuk memastikan kebenaran kandungan senyawa aktif


yang terkandung pada ekstrak. Temulawak telah diketahui mengandung senyawa kimia yang
mempunyai keaktifan fisiologis, yaitu kurkuminoid dan minyak atsiri. Kurukuminoid terdiri
dari senyawa yang berwarna kuning kurkumin dan turunannya. Kurkuminoid yang memberi
warna kuning pada rimpang bersifat antibakteria, antikanker, antitumor, antiradang dan
mengandung anti-oksidan hypokelesteromik. Sedangkan minyak atsiri berbau dan berasa
khas. Kandungan minyak atsiri pada rimpang temulawak 3-12%. Sedangkan untuk
kurkuminoid dalam temulawak 1-2%. Untuk menentukan persentase dilakukan pemanasan
pada temperature 50-55 0C supaya tidak merusak zat aktifnya dan untuk mendapatkan warna
yang baik dari kurkuminoid.

Pemantauan ekstrak dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).


Kromatografi merupakan suatu tehknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola
pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen yang berada pada
larutan, atau prosedur pemisahan zat terlarut oleh suatu proses migrasi diferensiasi dinamis
dalam system yang terdiri dari dua fase atau lebih, salah satunya bergerak secara
berkesinambungan dalam arah tertentu dan didalamnya zat-zat itu menunjukkan perbedaan
mobilitas yang disebabkan dengan adanya perbedaan dalam adsorpsi partisi, kelarutan,
tekanan uap, ukuran molekul atau kerapatan muatan ion. Fase diamnya berbentuk lapisan
tipis yang melekat pada kaca/gelas, plastic, aluminium. Sedangkan fase geraknya berupa
campuran cairan, biasanya pelarut organik dan terkandung air. Pada percobaan ini fase diam
yang digunakan yaitu silika gel GF254. Silika gel GF254 adalah silika gel dengan pengikat dan
gypsum berfluoresensi pada sinar uv 254. Silika gel GF254 bersifat polar. Sedangkan fase
gerak yang digunakan adalah kloroform:methanol (95:5), dimana indeks kepolaran kloroform
4,1 dan methanol 5,1. Kedua campuran tersebut membentuk indeks kepolaran 4,15 yang
bersifat semipolar. Sifat dari kurkumin adalah polar sehingga dengan campuran pelarut
kloroform:methanol diharapkan dapat menarik senyawa kurkumin dengan baik. Hal ini sesuai
dengan prinsip “like disolve like”.

Setelah di elusi, pengamatan secara visual terlihat adanya bercak kuning pada plat
KLT, sedangkan pada sinar uv 366 terlihat salah satu bercak berflouresensi berwarna orange
kecoklatan. Warna tersebut diduga adalah senyawa kurkumin yang terkandung dalam
rimpang temulawak. Selanjutnya dilakukan penyemprotan bercak dan dilakukan pengukuran
nilai Rf. Nilai Rf yang baik adalah 0,2-0,8. Setelah dilakukan pengukuran didapatkan hasil
jarak yang ditempuh bercak yaitu 2,9 cm sedangakan jarak yang ditempuh pengembang yaitu
5,6 cm sehingga nilai Rf dari bercak noda yaitu 0,51. Pada literatur nilai Rf kurkumin adalah
0,62. Ini ada perbedaan antara nilai Rf pada plat KLT dengan nilai Rf kurkumin pada literatur.
Namun selain kurkumin kandungan senyawa utama yang terdapat pada rimpang temulawak
yaitu Xantorizol yang memiliki nilai Rf 0,50. Jika melihat nilai Rf, bercak orange kecoklatan
yang timbul diduga adalah senyawa xantorizol.