Anda di halaman 1dari 19

LOMBA PEMBUATAN PRODUK

HERBAL COSMETIC COMPETITION

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

FORMULASI BLUSH ON CREAM MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI


BUNGA PACAR AIR (Impatiens balsamina L.)

Disusun oleh:

I Made Myasa Darmika (178114075)

Kadek Ria Agustini (178114086)

Ni Kadek Dwi Putri Kusuma Dewi (178114119)

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2019

i
ii
DAFTAR ISI

iii
SAMPUL i

PERSETUJUAN ii

PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA iii

DAFTAR ISI iv

ABSTRAK v

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 2

1.3 Tujuan 2

1.4 Manfaat 2

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kulit 4

2.2 Kosmetik 4

2.3 Cream 4

2.4 Pacar Air 5

BAB 3 METODE

3.1 Formula Pengembangan Resep Tradisional 7

3.2 Prosedur Kerja Kosmetika Herbal yang Dikembangkan 7

3.3 Cara Uji Efikasi dan Keamanan Serta Kontrol Kualitas Sediaan 8

3.4 Rasionalisasi Teknologi dan Bahan yang Dipilih 9

DAFTAR PUSTAKA 10
RIWAYAT HIDUP PESERTA 12

iv
ABSTRAK

Kosmetik merupakan kebutuhan utama semua kalangan baik itu wanita


maupun pria. Kebutuhan akan kosmetik di zaman sekarang ini sangatlah banyak,
sehingga produsen kosmetik pun berlomba-lomba untuk menghasilkan produk
terbaik mereka. Blush on merupakan kosmetik yang ditujukan untuk riasan
(dekoratif atau make-up). Penggunaan blush on dapat membuat wajah tampak lebih
berseri, cantik, dan berdimensi. Blush on juga digunakan untuk memerahkan pipi
sehingga memberikan penampilan yang lebih muda dan untuk menegaskan bentuk
tulang pipi. Variasi warna yang sangat banyak yang terdapat pada blush on perlu
kita waspadai bahan pewarna yang digunakan. Bahan pewarna merah K3 dan merah
K10 sering disalah gunakan di dunia kosmetika. Kedua bahan ini bersifat
karsinogenik (penyebab kanker). Bunga pacar air memiliki kandungan antosianin
yang merupakan pigmen warna merah alami dari tanaman, sehingga untuk tetap
mendapatkan wajah yang berseri, cantik, dan berdimensi tanpa takut akan pewarna
kimia berbahaya di dalamnya diformulasikanlah blush on cream menggunakan
pewarna alami bunga pacar air. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan dan
membuat sediaan blush on cream menggunakan pewarna alami bunga pacar air.
Metode yang dilakukan adalah metode eksperimental laboratorium, mencampur
sari bunga pacar air (pewarna) ke dalam dasar atau basis krim. Uji kualitas sediaan
blush on cream bunga pacar air yang dilakukan yaitu uji organoleptis, uji pH, uji
homogenitas, uji daya sebar, uji stabilitas fisik, uji stabilitas pigmen, pengukuran
viskositas, dan uji iritasi.

Kata kunci: Bunga pacar air, Blush On Cream, Pewarna

v
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kosmetik merupakan kebutuhan utama semua kalangan baik itu wanita
maupun pria. Kebutuhan akan kosmetik di zaman sekarang ini sangatlah
banyak, sehingga produsen kosmetik pun berlomba-lomba untuk menghasilkan
produk terbaik mereka. Kosmetik yang dibutuhkan oleh wanita maupun pria
terdapat dua golongan yaitu kosmetik yang ditujukan untuk perawatan kulit
(skin-care cosmetic) seperti sabun, sampo, dan handbody serta kosmetik yang
ditujukan untuk riasan (dekoratif atau make-up) seperti blush on, lipstick, dan
bedak.
Blush on merupakan kosmetik yang ditujukan untuk riasan (dekoratif
atau make-up). Produk make-up ini penting bagi wanita yang sudah berusia 20-
an. Penggunaan blush on dapat membuat wajah tambak lebih berseri, cantik,
dan berdimensi. Blush on juga digunakan untuk memerahkan pipi sehingga
memberikan penampilan yang lebih muda dan untuk menegaskan bentuk tulang
pipi. Terdapat beberapa jenis warna yang cocok bagi wanita yang memiliki kulit
cerah antara lain baby pink, peach, leight coral dan plum. Blush on bagi wanita
berkulit gelap memiliki variasi warna antara lain brick (merah bata), bright
tangerine, dan raisin sedangkan untuk kulit medium/sedang memiliki variasi
warna antara lain apricot, rose, bronze, soft berry, dan mauve.
Variasi warna yang terdapat pada blush-on perlu kita waspadai bahan
pewarna yang digunakan. Dalam bidang formulasi terdapat dua jenis zat warna
yang digunakan sebagai campuran yaitu pewarna dari bahan kimia dan pewarna
dari alam. Beberapa unsur kimia yang terdapat pada produk kecantikan
sangatlah berbahaya bagi kesehatan kulit. Jerawat, noda hitam merupakan
beberapa bahaya yang ditimbulkan dari bahan kimia yang digunakan pada
produk kecantikan. Tahun 2016, Badan POM menemukan 43 (empat puluh
tiga) item kosmetika mengandung bahan berbahaya yang dipergunakan untuk
mengubah atau memperbaiki penampilan. Bahan berbahaya yang
terindentifikasi dalam produk kosmetik antara lain merkuri, hidrokinon, asam
retinoat, dan bahan perwarna merah K3 dan Merah K10. Bahan pewarna merah
K3 dan merah K10 banyak disalahgunakan pada lipstik atau sediaan dekoratif
lain (pemulas kelopak mata dan perona pipi atau blush on). Kedua zat warna ini
bersifat karsinogenik (penyebab kanker) (BPOM, 2016).
Kesadaran masyarakat tentang bahaya produk kosmetik berbahan kimia
membuat mereka cenderung memilih produk yang berasal dari bahan-bahan
alam yang lebih aman untuk kulit. Bahan alami yang dimanfaatkan adalah
bahan pewarna alami yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan atau bunga,
dimana tentunya memiliki warna yang indah, natural dan alami. Pacar air
merupakan tanaman yang memiliki warna yang menarik pada bagian bunganya.

1
Secara tradisional, jika kita menggosokkan bunga pacar air pada kedua tangan
maka akan menimbulkan bekas warna yang tersisa pada tangan. Sehingga, dari
hal sederhana seperti inilah yang mampu menimbulkan rasa penasaran kami
untuk mengaplikasikannya pada sediaan kosmetika yaitu blush on. Menurut
Hidayat, N, & Saati, E, A. (2006), bunga pacar mengandung pigmen zat warna
antosianin. Pigmen ini menghasilkan warna merah, oranye, ungu, biru, dan
kuning. Formulasi sediaan blush on yang dipilih adalah blush on cream. Blush
on cream dipilih karena praktis, mudah dalam pengaplikasiannya, mudah
dibersihkan atau dicuci serta mudah menyebar rata dalam permukaan wajah.
Maka formulasi ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pewarna alami dari
bunga pacar air sebagai pewarna alami untuk sediaan blush on cream.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana formulasi blush on cream dari bunga pacar air?

1.2.2 Bagaimana cara pembuatan sediaan blush on cream dari bunga pacar
air?

1.2.3 Bagaimana kualitas sediaan blush on cream dari bunga pacar air?

1.3 Tujuan
1.3.2 Mengetahui pembuatan sediaan blush on cream dari bunga pacar air
1.3.3 Mengetahui bagaimana kualitas sediaan blush on cream dari bunga
pacar air

1.4 Manfaat

1.4.1 Bagi Peneliti

1.4.1.1 Manfaat Teoritis

Menambah informasi bagi dunia ilmu pengetahuan terutama


dalam bidang farmasi mengenai formulasi sediaan blush on
cream dari pewarna alami bunga pacar air.

1.4.1.2 Manfaat Praktis

Menambah pengalaman bagi praktisi mengenai formulasi


sediaan blush on cream dari pewarna alami bunga pacar air.

1.4.2 Bagi Masyarakat

2
1.4.2.1 Meningkatkan pemanfaatan bunga pacar air dalam bentuk
sediaan blush on cream dengan formulasi yang telah
dikembangkan.

1.4.2.2 Memberikan inovasi baru penggunaan blush on cream, yaitu


menggunakan pewarna alami bunga pacar air.

1.4.3 Bagi Ilmu Pengetahuan

1.4.3.1 Menghasilkan penelitian mengenai formulasi sediaan blush


on cream dengan pewarna alami bunga pacar air sebagai
alternatif pemilihan sediaan blush on untuk kosmetik.

1.5 Keunggulan Formula Baru

1.5.1 Formula ini memiliki nilai estetik yang lebih tinggi sehingga dapat
menarik perhatian dari pengguna.

1.5.2 Formula ini menggunakan pewarna alami dari bunga pacar air
sehingga warna yang ditimbulkan memberi kesan natural.

3
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kulit
Kulit adalah organ terluar dari tubuh yang melapisi tubuh manusia.
Berat kulit diperkirakan 7% dari berat tubuh total. Pada permukaan luar kulit
terdapat pori-pori (rongga) yang menjadi tempat keluarnya keringat.
Sedangkan wajah merupakan bagian terpenting bagi seseorang baik wanita
maupun pria (Sulastomo, 2013). Setiap wanita tentunya mendambakan wajah
yang cantik, segar dan berdimensi. Oleh karena itu, diperlukan kosmetik riasan
(dekoratif atau make up) yang merupakan kosmetika untuk memperindah
wajah (Sukristiani, 2014).

2.2 Kosmetik
Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk
digunakan pada bagian tubuh luar manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir,
dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk
membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki
bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik
(BPOM, 2015).
Penggolongan ksmetik menurut penggunaannya bagi kulit terbagi
dalam 2 jenis yaitu: (1) kosmetik perawatan kulit (skin-care cosmetic)
merupakan kosmetika untuk memelihara, merawat dan mempertahankan
kondisi kulit. (2) Kosmetik riasan (dekoratif atau make up) merupakan
kosmetika untuk mempercantik dan memperindah wajah (Sukristani, 2014).
Blush on adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai
pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan kesan segar
dalam tata rias wajah. Blush on digunakan dengan tujuan untuk mengoreksi
wajah sehingga wajah tampak lebih cantik, segar, dan berdimensi. Blush on
tersedia dalam berbagai pilihan warna, yaitu merah muda, jingga, dan
kecoklatan (Kusantati, dkk, 2008).

2.3 Krim
Krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi yang mengandung
air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar. Krim ada
dua tipe yakni krim tipe M/A dan tipe A/M. Sifat umum sediaan krim ialah
mampu melekat pada permukaan tempat pemakaian dalam waktu yang cukup
lama sebelum sediaan ini dicuci atau dihilangkan. Krim dapat memberikan
efek mengkilap, berminyak, melembapkan, dan mudah tersebar merata,
mudah berpenetrasi pada kulit, mudah/sulit diusap, mudah/sulit dicuci air
(Edy, 2013).

4
2.3.1 Blush On Cream

Blush on cream adalah sediaan setengah padat yang


mengandung air (<60%) yang memiliki variasi warna dan mudah
diaplikasikan karena sifatnya yang mudah tersebar merata pada kulit,
ditujukan untuk menambah nilai estetika pada wajah sehingga wajah
tampak cantik, lebih segar, dan berdimensi.

Blush on cream dapat membentuk lapisan tipis di


permukaan kulit sehigga dapat tampak lebih alami. Blush on cream
bersifat menolak air sehingga dapat terhindar dari resiko luntur bila
terkena air.

2.4. Pacar Air

Pacar Air (Impatiens balsamina L.) merupakan tanaman dari famili


Balsaminaceae. Pacar air tersebar di negara-negara Afrika, Asia, serta Eropa
(Dash et al 2019) dan sering digunakan sebagai tanaman herbal tradisional di
berbagai negara Asia (Li et al, 2017). Bagian dari tanaman pacar air memiliki
banyak manfaat dalam kesehatan, seperti pada bagian biji yang dapat
mengobati nyeri nifas bahkan kanker, dan pada bagian bunga dapat digunakan
untuk mengobati dermatitis, sakit pinggang neuralgia, dan luka bakar (Suh et
al, 2016).

Pacar air di Indonesia dibudidayakan sebagai tanaman hias. Namun, tak


jarang tanaman pacar air ditemukan tumbuh liar di hutan. Tanaman ini telah
tersebar di berbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi,
dan Kalimantan (Utami, 2014). Taksonomi pacar air (Impatiens balsamina L.)
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Kelas : Dicotyledonae

Divisi : Spermatophyta

Sub-divisi : Angiospermae

Ordo : Balsaminals

Famili : Balsaminaceae

Genus : Impatiens

Spesies : Impatiens balsamina L.


(Fatimah, 2012)

5
2.4.1. Bunga Pacar Air

Bunga pacar air tumbuh bertumpuk di ketiak daun. Bunga pacar


air memiliki beberapa macam warna yaitu putih, merah, ungu, dan
merah muda. Pada pacar air terdapat metabolit sekunder seperti
kaempferol, quarcetin, turunan 1,4-naphtoquinone (Lim, 2014) serta
antosianin (Hidayat, N, & Saati, E, A., 2006).

2.4.1.1 Kandungan Bunga Pacar Air

Menurut penelitian Hidayat, N, & Saati, E, A. (2006),


bunga pacar mengandung pigmen zat warna antosianin. Antosianin
adalah kelompok pigmen yang berwarna merah sampai biru yang
tersebar dalam tanaman. Antosianin dapat dijadikan alternatif
pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan.
Antosianin adalah suatu kelas dari senyawa flavonoid yang secara
luas terbagi dalam polifenol tumbuhan. Antosianin stabil pada pH
3,5 dan suhu 50oC, mempunyai berat molekul 207,08 g/mol dan
rumus molekul C15H11O (Rahmawati, 2012).

Gambar 1.1 Strukur Antosianin (PubChem, 2019)

2.4.1.2. Manfaat Bunga Pacar Air

Pada umumnya bunga pacar air digunakan sebagai


tanaman hias. Secara khusus, di Pulau Bali bunga pacar air
dimanfaatkan untuk membuat canang (sesajen) dalam upacara
agama. Bunga pacar air banyak dimanfaatkan sebagai pewarna
alami pada makanan. Namun, tidak banyak pemanfaatan
bunga pacar air dibidang formulasi kosmetik. Hanya
ditemukan beberapa pemanfaatan ekstrak daun pacar air untuk
pewarna rambut alami serta pemanfaatannya dalam formulasi
gel pacar air untuk mengatasi jerawat akibat
Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis.

6
BAB 3

METODE

3.1 Formula Pengembangan Resep Tradisional

Formula tradisional bunga pacar air yang digunakan masyarakat adalah


sebagai berikut. Bunga pacar air dihancurkan hingga halus. Hasil bunga
pacar yang sudah halus kemudian diaplikasikan pada bagian wajah.
Kemudian ditunggu beberapa menit hingga mengering.

Formula pengembangan resep tradisional:


Bobot % b/b
Formula

Propilenglikol (air) 5

Titanium dioksida (minyak) 1

Fenoksi etanol (air) 1

BHT (minyak) 0,5

Beeswax (minyak) 20

Kaolin (minyak) 9

Isopropil miristat (minyak) 30

Tween 80 (air) 1,85

Span 80 (air) 4,15

Sari Bunga Pacar Air 5

Oleum rosae q.s

Aquadest ad 100

(Nurfitriana, dkk., 2019).

Alat yang digunakan: cawan porselen, gelas beker, gelas ukur, batang
pengaduk, mortir stamper, timbangan analitik,
waterbath, pipet tetes, pipet ukur.

7
3.2 Langkah Pembuatan Produk Kosmetik Herbal yang dikembangkan

Timbang semua bahan sesuai dengan perhitungan masing-masing


pada formula. Kemudian fase minyak dibuat dengan meleburkan beeswax,
kaolin, titanium dioksida, isopropyl miristat menjadi satu (masa I) diatas
waterbath suhu 75°C mengunakan cawan porselen. Fase air dibuat dengan
mencampur propilenglikol dengan fenoksi etanol menjadi satu (masa II)
diatas waterbath suhu 75°C. Kemudian masa I dan II dicampur dalam
cawan porselen dan ditambahkan tween 80 serta span 80 sambil diaduk
hingga bahan homogen dan diperoleh dasar krim (sediaan tetap diaduk
perlahan selama ± 1 menit). Setelah homogen pindahkan pada mortir sambil
digerus perlahan.

Bunga pacar air digerus sehingga mengeluarkan sari yang berwarna.


Sari tersebut dicampur dengan BHT. Setelah tercampur dimasukkan ke
dasar krim yang diperoleh kemudian ditambahkan oleum rosae dan diaduk
hingga semua bahan homogen.

3.3 Cara pengujian efikasi dan keamanan serta kontrol kualitas sediaan
3.3.1 Pengujian organoleptis evaluasi fisik sediaan blush on cream
Pengujian organoleptis dilakukan secara visual terhadap blush on
cream untuk mengetahui warna sediaan, konsistensi sediaan, dan bau
dari sediaan blush on cream.
3.3.2 Uji homogenitas
Uji homogenitas dilakukan dengan mengoleskan blush on cream pada
gelas obyek, kemudian diamati.
3.3.3 Uji pH
Uji pH atau derajat keasaman blush on cream dilakukan untuk melihat
keberterimaan kulit terhadap sediaan. Range pH yang dapat diterima
kulit menurut SNI berkisar antara 4,5 – 8. Penetapan pH pada sediaan
blush on cream menggunakan pH meter.
3.3.4 Uji daya sebar
Uji daya sebar dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar
kemampuan penyebaran blush on cream. Semakin besar luar
penyebarannya, semakin mudah blush on cream menyebar merata di
kulit. Uji daya sebar dilakukan dengan meletakan blush on cream
sebanyak 0,5 gram di tengah cawan petri. Letakkan cawan petri lain
dibagian atas sebagai beban dan dibiarkan selama 1 menit, diukur
diameter blush on cream yang menyebar.
3.3.5 Uji stabilitas fisik

8
Uji stabilitas fisik dilakukan untuk mengetahui apakah sediaan stabil
dalam penyimpanan atau tidak. Pengujian dilakukan selama 2 bulan
diuji setiap minggu dengan beberapa uji yang meliputi uji
organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, dan pH.
3.3.6 Uji stabilitas pigmen
a. Stabilitas pigmen terhadap pengaruh suhu pemanasan
Dilakukan pada suhu 30, 40, 60, 80 dan 100℃ selama 5, 10, 15
dan 20 menit (Khuluq, dkk, 2007)
b. Uji stabilitas terhadap cahaya
Dilakukan dengan penyinaran lampu 2 watt selama 24 jam
(Khuluq, dkk, 2007).
3.3.7 Pengukuran Viskositas
Sebanyak 100 ml sediaan dimasukkan dalam wadah, lalu dimasukkan
spindle sampai batas pencelupan dan dijalankan rotor. Viskositas
diukur menggunakan Viskometer Brookfield model DV-E seri LV
dengan spindle dan kecepatan yang disesuaikan. Pengukuran ini
dilakukan pada temperatur 25°C, maka akan diperoleh viskositas
absolute dari sediaan (Sundari, 2012).
3.3.8 Uji iritasi
Pengujian menggunakan patch test. Kulit yang teriritasi pada tempat
patch menandakan terjadinya alergi.

3.4 Rasionalisasi Teknologi Dan Bahan yang dipilih

Pada penelitian ini, digunakan sari bunga pacar air sebagai bahan
alam dalam pembuatan blush on cream yang digunakan sebagai pewarna
alami. Dipilihnya sari bunga pacar air sebagai pewarna karena bunga pacar
air belum banyak digunakan sebagai pewarna alami untuk bahan pembuatan
kosmetik. Inovasi ini juga akan meningkatkan nilai guna dari bunga pacar
air selain sebagai tanaman herbal dan juga tanaman hias. Sari bunga pacar
air dapat diperoleh dengan cara digerus kemudia diperas ampas/residunya
hingga didapat sarinya yang akan digunakan sebagai pewarna.

Metode pembuatan dalam penelitian ini adalah mencampurkan fase


air ke dalam fase minyak guna membentuk basis krim. Pengawet yang
digunakan adalah fenoksi etanol karena dalam kosmetika sediaan krim
dapat mencegah pertumbuhan bakteri (anti bakteri). Isopropil miristat
ditambahkan dalam formulasi karena bahan ini merupakan emolien yang
mudah diserap oleh kulit dan juga sebagai penentu konsistensi. Selain itu
juga menggunakan BHT yang merupakan zat antioksidan yang dapat
mencegah oksidasi oleh cahaya, udara, maupun bakteri.

9
DAFTAR PUSTAKA

BPOM RI, 2015, Keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik
Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 tentang persyaratan teknis
bahan kosmetika, BPOM, Jakarta.

BPOM., 2016, Waspada Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya “Pilih


Kosmetika Aman untuk Tampil Cantik”.
https://www.pom.go.id/mobile/index.php/view/pers/310/WASPADA-
KOSMETIKA-MENGANDUNG-BAHAN-BERBAHAYA-----Pilih-
Kosmetika-Aman-untuk-Tampil-Cantik----.html, Diakses pada tanggal 4
Agustus 2019.

Dash, C.K., et al., 2019, Cytotaxonomy of Four Floral Variants of Impatiens


balsamina L., J. Bangladesh Acad Sci, 43(1), 1-9.

Edy, H. J., Juwita, A. P., Yamlean, P. V. Y., 2013, Formulasi Krim Ekstrak Etanol
Daun Lamun (Syringodium isoetifolium), Pharmacon Jurnal Ilmiah
Farmasi- UNSRAT, 2 (02).

Fatimah, S., 2012, Pemanfaatan Tanaman Pacar Air (Impatiens balsamina) sebagai
Pewarna Alami dan Olahan Makanan, Karya Tulis, Kutowinangun, 18.

Hidayat, N., dan Saatu, E. A., 2006, Membuat Pewarna Alami, Penerbit Trubus
Agrisarana, Surabaya.

Khuluq., 2007, Ekstraksi dan Stabilitas Betasianin dan Darah (Alternanthera


dentate) Kajian Perbandingan Pelarut Air, Etanol dan Suhu Ekstraksi, J.
Tek. Pangan, 8.

Kusantati, Herni., dkk., 2008, Tata Kecantikan Kulit Direktorat Pembinaan


Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional:
Jakarta.

Li, Q., et al., 2017, New Triterpene Saponins from Flowers of Impatiens balsamina
L. and Their Anti-Hepatic Fibrosis Activity, Journal of Funtional Foods,
33, 188-193.

Lim, T. K., 2014, Impatiens balsamina, Edible Medical and Non-Medical Plants,
7. 537-543.

PubChem, 2019. Flavylium.


https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Flavylium/ accessed on 08
August 2019.

10
Rahmawati, A., Handayani, P. A. 2012, Pemanfaatan Kulit Buah Naga (Dragon
Fruit) sebagai Pewarna Alami Makanan Pengganti Pewarna Sintetis,
Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 1 (2), 20.

Suh, W.S., et al, 2016, Four New Flavonoid Glycosides from The White Flower of
Impatiens balsamina, Planta Medica, 82, 510.

Sukristiani, Dwi., 2014, Pengetahuan tentang Kosmetika Perawatan Kulit Wajah


dan Riasan pada Mahasiswi Jurusan Kesejahteraan Keluarga Fakultas
Teknik Universitas Negeri Padang, Skripsi, Program Studi Pendidikan
Tata Rias dan Kecantikan Jurusan Kesejahteraan Keluarga Fakultas
Teknik, Universitas Negeri Padang, 2.

Sulastomo, E., 2013, Kulit Cantik dan Sehat: Mengenal dan Merawat Kulit,
Penerbit Buku Kompas: Jakarta.

Sundari, H., 2012, Formulasi Sediaan Krim Cair Tangan dan Badan Menggunakan
Sari Kacang Kedelai (Soya max L.) Sebagai Bahan Pelembab, Skripsi,
Universitas Sumatera Utara.

Utami, N., 2014, Suku Balsaminaceae di Jawa: Status Taksonomu dan


Konservasinya, Beriota Biologi, 13 (1).

11
Riwayat Hidup Peserta

A. Identitas Diri
Nama Lengkap I Made Myasa Darmika

Jenis Kelamin Laki-Laki

Program Studi Farmasi

NIM/NIDN 178114075

Tempat dan Tanggal Lahir Tabanan, 03 November 1998

Email myasadarmika@gmail.com

Nomor Telepon/HP 088802886964

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA

Nama Institusi SD No. 5 SMPN 1 SMAN 1


Kediri Tabanan Tabanan

Jurusan - - IPA

Tahun Masuk 2005-2011 2011-2014 2014-2017

12
A. Identitas Diri
Nama Lengkap Kadek Ria Agustini

Jenis Kelamin Perempuan

Program Studi Farmasi

NIM/NIDN 178114086

Tempat dan Tanggal Lahir Denpasar, 31 Agustus 1999

Email agustiniria9@gmail.com

Nomor Telepon/HP 083114886232

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA

Nama Institusi SDN SMPN 4 SMA (SLUA)


Tulangampiang Denpasar Saraswati 1
Denpasar

Jurusan - - IPA

Tahun Masuk 2005-2011 2011-2014 2014-2017

13
A. Identitas Diri
Nama Lengkap Ni Kadek Dwi Putri Kusuma Dewi

Jenis Kelamin Perempuan

Program Studi Farmasi

NIM/NIDN 178114119

Tempat dan Tanggal Lahir Denpasar, 01 Maret 1999

Email dputrikusuma1@gmail.com

Nomor Telepon/HP 082147548918

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA

Nama Institusi SD Saraswati 2 SMPN 4 SMAN 1


Denpasar Denpasar Denpasar

Jurusan - - IPA

Tahun Masuk 2005-2011 2011-2014 2014-2017

14