Anda di halaman 1dari 3

CORPORATE GOVERNANCE SYSTEM

Governance sebagai Sebuah Sistem


Sudut pandang organisasi sebagai sebuah sistem terbuka didasarkan pada paradigma
fungsionalis yang merupakan landasan filosofis dari konsep governance. Paradigma ini jika
dihubungkan dengan definisi CG, memberikan penekanan pada perlunya upaya untuk menjaga
keseimbnagan dan stabilitas di dalam kehidupan sosial. Paradigma fungsionalis mensyaratkan
setiap individual atau kelompok yang berkepentingan dengan korporasi melaksanakan
fungsinya dan menjaga hubungannya sesuai dengan struktur yang diatur perundang-undangan
di salam suatu sistem atau lingkungan tempat korporasi berada.
Adam Smith mengibaratkan bahwa setiap bidak di papan permainan catur memiliki
fungsi, peranan, serta motion yang berbeda. Menurutnya sistem adalah kesatuan antar
komponen sehingga bila satu komponen berjalan menyimpang, maka sistem secara
keseluruhan akan menjadi kacau. Berdasarkan metafora ‘permainan catur’ Adam Smith
tersebut, dapat dinyatakan bahwa sebagai suatu sistem, CG yang terdiri dari berbagai
perangkat/kelembagaan serta code of conduct dan hukum, dibutuhkan untuk menjaga
keseimbangan melalui mekanisme check and balances agar sistem dapat bekerja secara
optimal.

Corporate Governance: Sistem dan Model


Governance model merupakan kerangka dan proses, termasuk aktivitas serta berbagai
peralatan dan metodologi yang dapat dideskripsikan, didokumentasikan, dipelajari, serta
dioperasionalisasikan dalam suatu organisasi. Dalam kaitan ini, merupakan kerangka dan
proses pengambilan keputusan yang didesain agar korporasi mampu tumbuh dan bertahan di
dalam lingkungannya.
System governance berhubungan dengan seperangkat logical subsistems and related feedback
loops yang akan mempengaruhi setiap proses pengambilan keputusan strategic di dalam
korporasi. Dalam kaitan ini, karakter pimpinan puncak dianggap akan mendominasi suatu
System governance yang dianut oleh korporasi.

Governance dan Sistem Keuangan


Pemahaman hubungan anatara orientasi system keuangan dengan struktur modal dan
bagaimana keduanya berpengaruh terhadap perilaku korporasi di dalam memperoleh sumber
pembiayaannya merupakan hal penting. Perbedaan orientasi keuangan akan mempengaruhi
pola governance melalui perilaku korporasi di dalam memberikan reksi terhadap perubahan
lingkungan bisnis. Jika dihubungkan dengan konsep CG, maka sistem keuangan akan
mempengaruhi berbagai mekanisme governance yang mampu menjaga keseimbangan
kepentingan stakeholders, sehingga dapat mereduksi agency costs yang akan muncul.

Governance: Karakteristik dan Komparasi


Beberapa penelitian terdahulu memperlihatkan bahwa Indonesia menggunakan system CG
mengikuti pola Continental European model dan bukan termasuk kategori market dominated
system. Klaim tersebut didasarkan karakteristik berikut:
 Indonesia mengadopsi tradisi hokum French Civil-Law tradition sebagaimana
ditemukan dan deigunakan juga oleh berbagai negara continental Eropa.
 Menggunakan system dewan dua tingkat, yaitu Direksi dan Dewan Komisaris.
 Perusahaan bahkan yang sudah go public, didominasi oleh struktur kepemilikan yang
terkonsentrasi.
 Menggunakan sumber pembiayaan korporasi yang secara dominan berasal dari
pembiayaan eksternal seperti melalui lembaga penbankan.

Elemen Sistem Governance

Mekanisme Governance
 Mekanisme Pengandalian Internal
Tujuan utamanya adalah sebagai perangkat early warning system didalam
memosisikan agar organisasi back on track sebelum berbagai kesulitan yang
dihadapinya mencapai tahapan yang mengkhawatirkan. Keberadaan BOD merupakan
puncak dari system pengendalian internal serta memiliki tanggung jawab untuk
memfungsikan kembali perusahaan seperti pada kondisi normal.
 Mekanisme Pengandalian Eksternal
Merupakan fungsi control yang beroperasi melalui kompetisi pasar sebagai
bagian dari perangkat governance dalam mendisiplinkan perilaku manajemen. Menurut
Fama (1980); Fama dan Jensen (1983a) di dalam mekanisme ini termasuk mekanisme
disiplin yang terjadi melalui aktivitas capital market, product market, serta managerial
labor market yang pada prnsipnya berbasiskan mekanisme pasar.

Governance Outcomes
Konsep governance mengalami perkembangan. Evolusi konsep diperlukan dalam
upaya memenuhi kebutuhan terhadap perubahan lingkungan perusahaan. Hasil akhir dari
berbagai governance outcomes akan direalisasikan melalui peningkatan kinerja perusahaan.
Hasil tersebut dapat dicapai jika semua elemen yang terdapat dalam suatu governance system
dapat bekerja secara optimal.
Jika dihubungkan dengan pengaruh lingkungan terhadap organisasi dalam kerangka
sistem governance, maka dinamika perubahan lingkungan mengharuskan organisasi untuk
melakukan penyesuaian sedemikian rupa sehingga dapat bertahan hidup. Diantara faktor
lingkungan organisasi bisnis atau korporasi yang memerlukan perhatian lebih luas dalam era
modern ini adalah kemajuan teknologi dan ekspansi pasar secara terus-menerus dalam eskalasi
yang semakin meningkat, membawa konsekuensi besar dalam governance korporasi.