Anda di halaman 1dari 39

Buku : Drs.

Sutrisno,MM
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Pengertian
Biaya Modal
Add text
atau Cost of
in here
Capital

Semua biaya yang


secara riil dikeluarkan
oleh perusahaan Rumus
Dana yang dalam rangka Biaya
digunakan mendapatkan sumber Modal
dana

• modal sendiri Biaya Rill


• pinjaman dari pihak Biaya Modal 100%
lain atau Hutang BIAYA Penerimaan
Bersih

MODAL
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Fungsi Biaya modal

Adalah sebagai Cut of Rate


atau tingkat pembatas suatu
keputusan investasi diterima
atau ditolak

Suatu investasi diterima bila


keuntungan yang diterima bisa
menutupi biaya modal yang
dikeluarkan
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

contoh
Misalnya perusahaan mengambil kredit rekening koran
berjangka satu tahun sebesar Rp 10.000.000,- dengan bunga
20% setahun. Berarti perusahaan harus membayar bunga
sebesar 20% x Rp 10.000.000,- = Rp 2.000.000,- disamping
itu perusahaan harus juga membayar biaya provisi misalnya
Rp 200.000,- biaya adminstrasi & materai Rp 25.000,- dan
biaya notaris Rp 50.000,- Dengan demikian seluruh biaya
yang dikeluarkan adalah sebesar = Rp 2.000.000 + Rp
200.000 + Rp 25.000 + Rp 50.000 = Rp 2.275.000,- dan dana
yang bisa digunakan sebesar Rp 10.000.000 – Rp 2.275.000 =
Rp 7.725.000,- karena itu biaya modal adalah :

2.275.000
Biaya Modal 100% 29.45%
7.725.000

Biaya modal dari kredit rekening koran sebesar Rp 10.000.000


Tersebut tidak sebesar bunga 20%, tetapi sebesar 29,45%
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Biaya yang ditanggung


Biaya Hutang perusahaan karena
1 menggunakan sumber dana
yang berasal dari pinjaman

Biaya
Modal
Biaya Saham Biaya Modal
Preferen 2 3 Saham Biasa

Surat bukti kepemilikan


Surat bukti kepemilikan
saham yang memberikan
perusahaan yang tidak
penghasilan tetap berupa
mempunyai hak-hak istimewa
dividen yang besarnya talah
seperti saham preferen
ditentukan persentasenya
terhadap harga sahamnya
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Biaya Hutang N – Nb
l+
1 n
Kd = X 100
Nb + N
2

Biaya Apabila :
Modal N = Nilai nominal
n = Jangka waktu obligasi
l = Bunga satu tahun
Nb= Penerimaan bersih
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Biaya Saham
Preferen D
2 Kp = X 100
Pn

Dimana :
Biaya D = Dividen yang dibayarkan
Modal Pn= Penerimaan bersih
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Biaya Modal
Saham Biasa
3 Kc = D1 +g
P

Biaya
Modal Dimana :
Kc = Biaya modal saham biasa
D1 = Dividen yang dibayarkan
P = Harga Pasar
g = Pertumbuhan dividen
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Berbagai Kombinasi beberapa jenis sumber dana, maka cost


sumber of capital yang perlu diperhitungkan adalah
dana keseluruhan biaya modal.
Misalnya selain menggunakan saham biasa, juga
menggunakan saham preferen dan hutang
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

PT HARJUNA merencanakan sebuah proyek investasi yang


diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 900.000.000,- Dana
tersebut Rp 100.000.000 merupakan modal kerja, dan sisanya modal
tetap dengan nilai residu diperkirakan sebesar Rp 200.000.000,- dan
mempunyai umur ekonomis 5 tahun. Proyeksi penjualan selama usia
ekonomis diperkirakan sebagai barikut:
Tahun 1 Rp 450.000.000
Tahun 2 Rp 500.000.000
Tahun 3 Rp 550.000.000
Tahun 4 Rp 600.000.000
Tahun 5 Rp 650.000.000

Struktur biaya pada proyek ini adalah biaya variabel 40%, dan biaya
tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp 30.000.000,- per tahun. Pajak
yang diperhitungkan 30%.
Kebutuhan dana untuk investasi sebesar Rp 900.000.000,- tersebut
terdiri dari beberapa sumber dana dengan komposisi dan karakteristik
sebagai berikut :
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

a. Obligasi Rp 270.000.000,-
Obligasi yang dikeluarkan dengan nilai nominal sebesar Rp 250.000,-
perlembar dengan bunga 20% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun.
Obligasi dijual dengan harga Rp 225.000,- per lembar.
b. Saham Preferen Rp 180.000.000,-
Saham preferen dijual dengan harga Rp 10.000,- per lembar dengan
memberikan dividen secara tetap sebesar Rp 1.500,- per lembar. Biaya
emisi Rp 150.- per lembar.

c. Saham Biasa Rp 450.000.000


Saham ini laku dijual dengan harga pasar Rp 7.500,- per lembar, dan
dividen akan dibayarkan sebesar Rp 900,- per lembar dengan
pertumbuhan 5%.
Diminta:
Apakah proyek tersebut layak? (cost of capital dibulatkan satuan
persen penuh ke atas)
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Jawab :
a. Menghitung besarnya biaya modal rata-rata tertimbang yang
digunakan sebagai cut of rate diterima atau ditolaknya usulan
investasi ini.

Cost of debt
N = Rp 250.000
Nb = Rp 225.000
N =5
T = 30%
L = 20% x Rp 250.000 = Rp 50.000

250.000 – 225.000
50.000 +
5
Kd = X 100
225.000 + 250.000
2
= 23,16%

Kd = 23,16% (1-0,3) = 16,21%


Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Cost of Preferred Stock


Pn = Rp 10.000 – Rp 150 = Rp 9.850
D = Rp 1.500

Kp = 1.500 X 100%
9.850

= 15,23%

Cost of Common Stock


P = Rp 7.500
D1 = Rp 900
g =5%

900
Kc = + 5%
7.500

= 17%
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

b. Menghitung Biaya Modal Rata-rata tertimbang

Sumber Dana Jumlah (Rp) Komposisi Cost of Capital Rata-rata


(1) (2) (3) (4) (5)=(3) x (4)
Obligasi 270.000.000 30% 16,21% 4,863%
Saham Preferen 180.000.000 20% 15,23% 3,046%
Saham Biasa 450.000.000 50% 17,00% 8,500%
900.000.000 16,409%
Jadi besarnya biaya modal rata-rata tertimbang adalah 16,41% dibulatkan
ke atas menjadi 17 % Biaya modal inilah yang akan digunakan sebagai
ukuran diterima atau ditolaknya suatu keputusan investasi
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

d. Mencari Cash Flow


Keterangan
c. Mencari Cash Flow Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

Penjualan 450.000 500.000 550.000 600.000 650.000

Biaya Variabel 180.000 200.000 220.000 240.000 260.000


Biaya Tetap non Penyusutan 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000
Biaya Tetap Penyusutan 120.000 120.000 120.000 120.000 120.000
TOTAL BIAYA 330.000 350.000 370.000 390.000 410.000

EBIT 120.000 150.000 180.000 210.000 240.000


Bunga 54.000 54.000 54.000 54.000 54.000
EBT 66.000 96.000 126.000 156.000 186.000
Pajak 30% 19.800 28.000 37.800 46.800 55.800
Laba Setelah Pajak (EAT) 46.200 67.200 88.200 109.200 130.200
Penyusutan 120.000 120.000 120.000 120.000 120.000
Penyusutan bunga 37.800 37.800 37.800 37.800 37.800
Nilai Residu - - - - 200.000
Modal Kerja - - - - 100.000
Cashflow 204.000 225.000 246.000 267.000 588.000

Catatan:
Penyusutan per tahun = (800.000.000 – 200.000.000) : 5 = Rp 120.000.000
Bunga Obligasi 20% per tahun = 20% x Rp 270.000.000,- = Rp 54.000.000
Penyusutan bunga = Rp 54.000.000,- (1-0,3) = Rp 37.800.000,-
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

d. Menganalisis dengan NPV dengan tingkat discount rete sebesar


cost of capital sebesar 17%

TAHUN CASHFLOW DISCOUNT FACTOR PRESENT VALUE


R= 17% OF CASHFLOW
1 204.000.000 0.855 174.420.000
2 225.000.000 0.730 186.150.000
3 246.000.000 0.624 153.504.000
4 267.000.000 0.534 142.578.000
5 588.000.000 0.456 268.128.000
Total Present Value of Cashflow 924.780.000
Present Value of Investment 900.000.000
NET PRESENT VALUE 24.780.000

Karena proyek investasi ini menghasilkan NPV yang positif sebesar Rp 24.780.000,-
maka proyek ini layak
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

PENTINGNYA KEBIJAKSANAAN STRUKTUR MODAL


TEORI STRUKTUR MODAL
PENDEKATAN TRADISIONAL
PENDEKATAN MODIGLIANI DAN MILLER
STRUKTUR MODAL BILA ADA PAJAK
SOAL DAN PENYELESAIAN
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Struktur modal
merupakan imbangan antara modal asing atau hutang
dengan modal sendiri.

Misalnya :
perusahaan mempunyai hutang baik jangka pendek
maupun hutang jangka panjang sebesar Rp
200.000.000,- ,Sementara modal sendiri yang dimiliki
sebesar Rp 300.000.000,- maka struktur modalnya
adalah sebesar 40%, artinya aktiva yang dimiliki oleh
perusahaan 40% dibelanjai dengan hutang dan 60%
dibelanjai dengan modal sendiri.
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Struktur modal
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Teori struktur modal ini penting karena:

• Setiap ada perubahan struktur modal akan


mempengaruhi biaya modal secara
keseluruhan, hal ini disebabkan masing-masing
jenis modal mempunyai biaya modal sendiri-
sendiri
• Besarnya biaya modal keseluruhan ini, nantinya
akan digunakan sebagai cut of rate pada
pengambilan keputusan investasi
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam


penentuan kebijaksanaan struktur modal adalah:

• Persesuaian dan suitability


Merupakan persesuaian antara cara
pemenuhan dana dengan jangka waktu
kebutuhannya.
• Pengawasan atau control
Pengendalian atau pengawasan perusahaan
ada di tangan para pemegang saham.
Manajemen perusahaan mengemban tugas
untuk menjalankan hasil keputusan pemegang
saham.
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam


penentuan kebijaksanaan struktur modal adalah:
• Laba atau earning per share
Memilih sumber dana apakah dari saham atau
hutang, secara finansial harusnya yang bisa
menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham
atau earning per share lebih besar.
• Tingkat risiko atau riskness
Hutang merupakan sumber dana yang
mempunyai risiko tinggi, sebab bunganya tetap
harus dibayarkan baik pada saat perusahaan laba
maupun dalam kondisi merugi.
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Teori Stuktur Modal

Beberapa notasi yang akan digunakan dalam berbagai formulasi

O = Laba bersih operasi (EBIT)


F = Bunga hutang yang dibayarkan oleh perusahaan
E = Laba yang tersedia bagi pemilik
S = Nilai pasar modal sendiri
B = Nilai pasar hutang
V = Total nilai perusahaan yakni S + B
𝐾𝑒 = Biaya modal sendiri atau return diharapkan
𝐾𝑑 = Biaya modal hutang atau tingkat bunga hutang
𝐾𝑜 = Biaya modal rata-rata tertimbang
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Teori Stuktur Modal


Selain notasi-natasi yang digunakan diatas ada asumsi-asumsi yang
kemungkinan besar tidak dijumpai dalam kenyataan, asumsi-asumsi
tersebut adalah:
1. Keuntungan yang diperoleh perusahaan dianggap konstan, artinya
perusahaan tidak mengadakan perubahan terhadap investasinya.
2. Seluruhan keuntungan yang diperoleh merupakan hak pemegang
saham, sihingga akan dibagikan semuanya kepada para
pemegang saham.
3. Hutang yang digunakan bersifat permanen, dengan arti bahwa bila
ada hutang yang jatuh tempo harus di roll-over atau segera diganti
dengan hutang baru.
4. Perusahaan dapat mengubah struktur modalnya secara langsung,
misalnya mengubah obligasi menjadi saham dan sebaliknya
saham menjadi obligasi dengan mudah dan tidak ada biaya
transaksi.
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

a. Biaya modal saham biasa


𝐸
𝐾𝑒 =
𝑆
b. Biaya modal dari hutang
𝐹
𝐾𝑑 =
𝑅
c. Biaya modal rata-rata tertimbang
𝑆 𝑆
𝐾𝑜 = 𝐾𝑒 ( ) + 𝐾𝑑 ( )
𝐵+𝑆 𝐵+𝑆
𝑂 𝐸𝐵𝐼𝑇
atau 𝐾𝑜 = =
𝑉 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑃𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Misalnya PT. ABADI dalam beroprasi hanya menggunakan modal sendiri, dan
memperoleh keuntungan operasi sebesar Rp 25.000.000,- per tahun.
Return diharapkan dari pemilik adalah sebesar 20% per tahun. Dengan data tersebut,
maka nilai perusahaan dan biaya modal perusahaan akan nampak sebagai berikut:

O = EBIT Rp 25.000.000
F = Bunga -
E = Laba untuk pemegang saham Rp 25.000.000
𝐾𝑒 = Biaya modal sendiri atau return diharapkan 0,20
S = Nilai pasar modal sendiri Rp 125.000.000
B = Nilai pasar hutang -
V = Total nilai perusahaan yakni S + B Rp 125.000.000
𝐾𝑜 = Biaya modal rata-rata tertimbang 0,20
= 0.2 (125/125) + 0(0/125)

Nilai pasar modal sendiri = 25 juta : 0,20 = Rp 125 Juta, sedangkan biaya modal
perusahaan bisa juga dihitung dengan cara:
𝐾𝑒 = 25 juta/125 juta = 0,20
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Misalkan, perusahaan akan mengganti sebagian modalnya dengan hutang.


Biaya hutang yang diminta oleh kreditor adalah sebesar 16%. Bunga yang harus
dibayarkan atas penggunaan hutang tersebut adalah Rp 10.000.000 Karena
sebagian dananya dibiayai dengan hutang, berarti perusahaan semakin berisiko.
Untuk itu pemilik mengharapkan tingkat keutungannya menjadi 22%. Dengan
demikian nilai perusahaan dan biaya modalnya adalah:
O = EBIT Rp 25.000.000
F = Bunga Rp 10.000.000
E = Laba untuk pemegang saham Rp 15.000.000
𝐾𝑒 = Biaya modal sendiri atau return diharapkan 0,22
S = Nilai pasar modal sendiri Rp 68.181.818
B = Nilai pasar hutang Rp 62.500.000
V = Total nilai perusahaan yakni S + B Rp 130.681.818
𝐾𝑜 = Biaya modal rata-rata tertimbang 0,191
= 0.22 (68.181.818/130.681.818) +
0.16(62.500.000/130.681.818)
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Dari perhitungan di atas, nampak terjadi penurunan biaya modal perusahaan dari
semula sebesar 0,20 setelah diubah struktur modalnya dengan mengganti
sebagian modal sendiri dengan hutang menjadi 0,191. Dengan demikian
perusahaan akan menjadi lebih baik setelah perubahaan struktur modal.
Misalnya jumlah lembar saham yang beredar sebesar 5000 lembar, maka
sebelum perubahan struktur modal harga per lembar saham sebesar Rp
125.000.000/5000 = Rp 25.000 setelah ada perubahan struktur modal harga per
lembar saham menjadi Rp 130.680.000 / 5000 = Rp 26.136
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Pendekatan Modigliani dan Miller (MM)


Pendekatan tradisional dibantah oleh Franco Modigliani dan Merton H.Miller yang
lebih dikenal dengan pendekatan modigliani dan Miller (MM approaches)

Misalnya ada dua perusahaan yang identik. PT ABADI yang dalam oprasinya
hanya menggunakan modal sendiri dan PT AGUNG yang dalam beroprasinya
sebaian menggunakan hutang
PT ABADI PT AGUNG
O = EBIT Rp 25.000.000 Rp 25.000.000
F = Bunga - Rp 10.000.000
E = Laba untuk pemegang saham Rp 25.000.000 Rp 15.000.000
𝐾𝑒 = Biaya modal sendiri atau return 0,22 0,22
diharapkan
S = Nilai pasar modal sendiri Rp 125.000.000 Rp 68.180.000
B = Nilai pasar hutang - Rp 62.500.000
V = Total nilai perusahaan yakni S + B Rp 125.000.000 Rp 130.680.000
𝐾𝑜 = Biaya modal rata-rata tertimbang 0,20 0,191
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Misalkan Tn. Rifki mempunyai 20% saham PT AGUNG yang menggunakan


hutang, berarti Tn Rifki mempunyai kekayaan sebesar 0,2 x Rp 68,18 juta = Rp
13,64 juta, Karena ada PT ABADI yang tidak mempunyai hutang. Maka Tn Rifki
akan menjual sahamnya di PT AGUNG untuk dibelikan saham di PT ABADI,
maka:
a. Tn. Rifki menjual sahamnya dan akan menerima dan Rp 13,64 juta
b. Pinjam uang sebesar Rp 12,5 juta dengan bunga sama dengan 16%,nilai
pinjaman tersebut sebesar 20% dari nilai hutang PT AGUNG dengan
demikian Tn.Rifki mempunyai dana sebesar = Rp 13,64 juta + Rp 12,5 juta =
Rp 26,14 juta.
c. Membeli 20% saham PT ABADI yakni senilai 20% x Rp 125 juta= Rp 25 juta
d. Dengan demikianTn Rifki masih mempunyai sisa dana sebesar Rp 1,14 juta,
yakni selisih dana yang dipunyai dengan harga beli saham PT ABADI

Pada saat Tn Rifki masih mempunyai 20% saham PT AGUNG, akan mendapat
keuntungan sebesar = 20% x Rp 15 juta = Rp 3 juta.
Sedangkan pada saat mempunyai 20% saham PT ABADI keuntungan Tn Rifki
adalah
Keuntungan dari saham PT ABADI = 20% x Rp 25 juta = Rp 5 juta
Bunga yang dibayar = 16% x Rp 12,5 juta = Rp 2 juta
Keuntungan bersih = Rp 3 juta
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Dengan demikian, atas pembelian saham PT ABADI tersebut Tn. Rifki


mendapatkan keuntungan yang sama dengan bila tetap memiliki saham PT
AGUNG yakni Rp 3 juta, tetapi bisa menghemat investasi sebesar Rp 1,14 juta.
Artinya dengan investasi yang lebih rendah akan menghasilkan keuntungan
yang sama. Bila investor menyadari hal ini, maka mereka akan melakukan hal
yang sama dengan Tn Rifki.
Pengalihan pemilikan saham seperti yang dilakukan oleh Tn Rifki dan investor
lain inilah yang dinamakan dengan proses arbitrase.
Peroses arbitrase ini berlangsung sampai pada tingkat tidak ada lagi
penghematan investasi bila menjual saham PT AGUNG untuk membeli saham
PT ABADI.
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Struktur Modal Bila ada Pajak


• Pendekatan sebelumnya dengan asumsi tidak ada
pajak.
• Menurut MM Apabila ada pajak, maka perubahan
struktur modal menjadi relevan.hal ini disebabkan
karena bunga yang dibayarkan berfungsi sebagai
pengurang pajak atau sebagai tax deductable, apabila
ada dua perusahaan yang menghasilkan laba oprasi
yang sama, yang satu perusahaan tidak menggunakan
hutang dan perusahaan satunya lagi menggunakan
hutang, maka pajak penghasilan yang dibayarkan
tidak akan sama.
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Contoh Soal 1
• Perusahaan TRAKINDO diperkirakan akan mendapatkan laba
operasi (EBIT) sebesar Rp 50.000,- perusahaan mempunyai aktiva
sebesar Rp 500.000,- dengan beberapa alternatif struktur modal
sebagai berikut:

Hutang Bunga Return diharapkan


Rp 100.000 10% 15%
Rp 200.000 11% 16%
Rp 300.000 12% 17%

Dari data tersebut di atas :


a. Hitunglah nilai pasar perusahaan dan biaya modal masing-
masing struktur modal.
b. Tentukan struktur modal yang optimal
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Jawab:
a. Menghitung besarnya nilai perusahaan

Keterangan Hutang Hutang Hutang


Rp 100.000 Rp 200.000 Rp 300.000
Laba oprasi 50.000 50.000 50.000
Bunga 10.000 22.000 36.000
Laba untuk pemilik 40.000 28.000 14.000
Biaya modal sendiri 0.15 0.16 0.17
Nilai pasar MS 266.667 175.000 82.353
Biaya Hutang 0.10 0.11 0.12
Nilai pasar hutang 100.000 200.000 300.000
Nilai perusahaan 366.667 375.000 382.253
Biaya modal perusahaan 13.64% 13.33% 13.08%

b. Dengan perhitungan tersebut di atas ternyata struktur modal yang optimal


adalah yang menggunakan hutang Rp 300.000,-
karena menghasilkan nilai perusahaan paling besar dan biaya modal
paling kecil
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Contoh Soal 2
• Ada dua perusahaan yang identik PT SHAFA menggunakan hutang,
sedangkan PT MARWA tidak menggunakan hutang. Berikut ini
adalah taksiran laba dari kedua perusahaan tersebut:
PT MARWA PT SHAFA
EBIT Rp 50,00 juta Rp 50,00 juta
Bunga - Rp 18,00 juta
Laba untuk pemegang saham Rp 50,00 juta Rp 32,00 juta
Pajak 25% Rp 12,50 juta Rp 8,00 juta
EAT Rp 37,50 juta Rp 24,00 juta

PT MARWA yang tidak menggunakan hutang dan mempunyai


kapitalisasi modal sendiri sebesar 20%, dan biaya hutang 18%
Diminta:
Menghitung nilai dasar masing-masing perusahaan berikut biaya
modalnya ?
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Jawab:

• Nilai pasar PT MARWA adalah


𝑉𝑈 = Rp 37, 5 juta/0,20
= Rp 187,5 juta
PV penghematan pajak = Rp 4,5 juta/0,18
= Rp 25 juta
• Nilai perusahaan PT SHAFA adalah
𝑉𝐿 = Rp 187, 5 juta + Rp 25 juta
= Rp 212,5 juta
Manajemen Keuangan
Muhamad Fahrudin -2016 31 098 (Teori, Konsep dan Alikasi)

Biaya modal kedua perusahaan tersebut adalah:


PT MARWA PT SHAFA
EBIT Rp 50,00 juta Rp 50,00 juta
Bunga - Rp 18,00 juta
Laba untuk pemegang saham Rp 50,00 juta Rp 32,00 juta
Pajak 30% Rp 12,50 juta Rp 8,00 juta
EAT Rp 37,50 juta Rp 24,00 juta
Biaya hutang - 0,18
Nilai hutang - Rp 100,00 juta
Biaya modal sendiri 0,20 0,2133
Nilai modal sendiri Rp 187,50 juta Rp 112,50 juta
Nilai perusahaan Rp 187,50 juta Rp 212,50 juta
Biaya modal perusahaan 0,20 0,1765
Thank You!
Muhamad Fahrudin
201631098

Anda mungkin juga menyukai