Anda di halaman 1dari 5

34

Jurnal Pharmascience, Vol .04, No.01, Februari 2017, hal: 34 - 38


ISSN-Print. 2355 – 5386
ISSN-Online. 2460-9560
http://jps.unlam.ac.id/
Research Article

Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol


Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Ekstrak Etanol
Nanas (Ananas comosus (L) Merr.)
*Ali Rakhman Hakim, Rina Saputri

Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sari Mulia, Banjarmasin
*Email : alirakhmanhakim@gmail.com

ABSTRAK

Bahan alam digunakan manusia sebagai obat untuk menyembuhkan, mencegah


penyakit tertentu dan menjaga kondisi badan agar tetap sehat. Bahan alam yang
digunakan dikenal dengan istilah obat herbal. Mentimun (Cucumis sativus L) dan
Nanas (Ananas cosmosus (L) Merr) merupakan sebagian dari bahan alam yang dapat
digunakan sebagai alternatif pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi kandungan senyawa kimia pada ekstrak etanol mentimun dan ekstrak
etanol nanas yaitu senyawa saponin, steroid, terpenoid, tanin dan secara kualitatif.
Ekstrak etanol mentimun dan ekstrak etanol nanas didapatkan dengan metode
maserasi. Hasil identifikasi senyawa kimia menunjukan ekstrak etanol mentimun
mengandung senyawa kimia terpenoid, saponin dan fenolik. Ekstrak etanol nanas
mengandung terpenoid dan fenolik.

Kata kunci: Identifikasi senyawa kimia, Mentimun (Cucumis sativus L), Nanas (Ananas
cosmosus (L) Merr)

ABSTRACT

Natural materials has used by humans as a medicine to cure, prevent certain


diseases and maintain body condition in order to stay healthy. Natural materials are used
is known as herbal medicine. Cucumber (Cucumis sativus L) and Pineapple (Ananas
cosmosus (L) Merr) is part of the natural materials that can be used as an alternative
treatment. This study aims to identified the chemical compounds in extracts of cucumber
ethanol and ethanol extract of pineapple there are saponins, steroids, terpenoids, tannins
and qualitatively. The ethanol extract of cucumber and pineapple ethanol extracts obtained
by maceration method. The results of the identification of chemical compounds showed the
ethanol extract of cucumber contains chemical compounds terpenoids, saponins and
phenolic. The ethanol extract of pineapple contains terpenoids and phenolic.

Keywords: Identification of chemical compounds, cucumber (Cucumis sativus L),


pineapple (Ananas comosus (L) Merr)

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


35

I. PENDAHULUAN Bahan yang digunakan, yaitu


Masyarakat secara turun temurun mentimun, nanas, etanol 96%, aquadest,
menggunakan bahan alam sebagai obat HCl pekat, FeCl3, pereaksi dragendorff,
untuk mengurangi rasa sakit, asam sulfat pekat (H2SO4), kloroform, dan
menyembuhkan dan mencegah penyakit asam asetat anhidrat.
serta dapat menjaga kondisi badan agar B. Cara Kerja
tetap sehat. Tumbuhan yang digunakan 1. Pengolahan Sampel
tersebut dikenal dengan obat herbal. Bahan Mentimun dan Nanas dibersihkan
alam yang sering digunakan oleh kemudian dipotong kecil-kecil. Mentimun
masyarakat untuk menjaga kesehatan dan nanas yang telah dipotong kecil
adalah mentimun (Cucumis sativus L) dan selanjutnya dikeringkan menggunakan
nanas (Ananas cosmosus (L) Merr). oven.
Mentimun secara empiris digunakan untuk 2. Pembuatan Ekstrak Etanol
hipertensi dan nanas yang dapat berfungsi Penelitian ini menggunakan metode
sebagai peluruh air kencing (diuretik). maserasi untuk mendapatkan ekstrak
Mentimun dan nanas yang telah etanol mentimun dan ekstrak etanol nanas.
terbukti secara empiris untuk kesehatan Ekstrak cair yang didapat diuapkan
perlu dilakukan pengujian identifikasi menggunakan rotary evaporator.
senyawa yang terkandung di dalamnya. 3. Metode uji identifikasi senyawa kimia
Manfaat dari penelitian ini untuk Metode yang digunakan untuk
mengetahui senyawa kimia yang memiliki mengidentifikasi kandungan kimia dalam
khasiat obat yang terkandung pada ekstrak etanol mentimun (Cucumis sativus
mentimun dan nanas. Linn) dan ekstrak etanol nanas (Ananas
cosmosus (L) merr) adalah uji kualitatif
II. METODE dengan reaksi warna dan busa.
A. Alat dan Bahan penelitian a. Uji identifikasi saponin
Alat yang digunakan dalam 10 ml larutan ekstrak uji di
penelitian ini adalah alat-alat gelas masukan ke dalam tabung reaksi, kocok
laboratorium (Herma Glass®), alat vertikal selama 10 detik bentuk busa
maserasi, hotplate (Thermo®), neraca setinggi 1-10 cm yang stabil ± 10 menit
analitik (Yamamoto Giken®), vacuum menandakan positif mengandung saponin
rotary evaporator (Dragonlab®), dan (Depkes RI, 1995).
penangas air.

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


36

b. Uji identifikasi alkaloid III. HASIL DAN PEMBAHASAN


Ekstrak dilarutkan dengan 5 ml A. Hasil uji identifikasi ekstrak etanol
HCl 2N, masukan ke dalam tabung reaksi. mentimun (Cucumis sativus Linn.)
Campurkan pereaksi dragendroff sebanyak Tabel 1. Hasil Uji Fitokimia Ekstrak
Etanol Mentimun (Cucumis
3 tetes, jika muncul warna jingga
sativus Linn.)
menandakan terdapat alkaloid (Shah & Simplisia Kandungan Hasil Warna
senyawa
Seth, 2010). Mentimun Saponin + Terdapat busa
(Cucumis (>30 detik)
c. Uji identifikasi steroid/ triterpenoid sativus Triterpenoid + coklat tua
Linn.) Alkaloid -
Ekstrak dilarutkan dengan 0,5
Steroid -
kloroform, campurkan 0,5 asam asetat Tannin -
Fenolik + Hijau
anhidrat, campurkan 2 ml asam sulfat kecoklatan
Keterangan: (+) positif, (-) negatif
pekat melalui dinding tabung,
terbentuknya cincin kecoklatan/ violet Berdasarkan tabel 1 didapatkan hasil
pada perbatasan larutan menunjukan uji identifikasi dari ekstrak etanol
adanya kandungan kimia triterpenoid. Jika mentimun (Cucumis sativus Linn.) positif
terbentuknya cincin biru kehijauan mengandung saponin, triterpenoid, dan
menunjukan adanya kandungan kimia fenolik.
steroid (Shah & Seth, 2010). a. Hasil pengujian saponin pada
d. Uji identifikasi tanin ekstrak etanol mentimun yaitu
Timbang sampel seberat 0,25, terdapat busa stabil ± selama 10
campurkan dengan 2 ml FeClз. Jika menit yang menunjukan sampel
muncul warna biru kehitaman atau hijau mengandung senyawa kimia
kehitaman menunjukan sampel saponin.
mengandung positif tanin (Depkes RI, b. Hasil pengujian triterpenoid pada
1995). ekstrak etanol mentimun yaitu
e. Uji identifikasi fenolik terbentuknya cincin, pada
Sebanyak 3 tetes ekstrak kental perbatasan larutan kemudian terjadi
sampel dari pelarut etanol diteteskan pada perubahan warna menjadi
kaca arloji. Kemudian ditambah dengan kecoklatan yang menunjukan
etanol, lalu diaduk sampai homogen. sampel mengandung senyawa kimia
Setelah itu ditambah FeClз. Adanya triterpenoid.
fenolik ditandai dengan terbentuknya c. Hasil pengujian alkaloid pada
warna hijau, kuning, orange, atau merah ekstrak etanol mentimun yaitu tidak
(Shah & Seth, 2010). terdapat perubahan warna orange

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


37

yang menunjukan sampel tidak ekstrak etanol nanas (Ananas cosmosus


mengandung senyawa kimia (L) Merr) mengandung senyawa kimia
alkaloid. fenolik dan triterpenoid.
d. Hasil pengujian steroid pada ekstrak a. Hasil pengujian saponin pada ekstrak
etanol mentimun yaitu tidak etanol nanas yaitu tidak terdapat
terbentuknya cincin kebiruan pada busa yang stabil selama± 10 menit
perbatasan larutan yang yang menunjukan sampel tidak
menunjukan sampel tidak mengandung senyawa kimia
mengandung senyawa kimia steroid. saponin.
e. Hasil pengujian tanin pada ekstrak b. Hasil pengujian triterpenoid pada
etanol mentimun yaitu tidak ekstrak etanol nanas yaitu
terdapat perubahan warna biru tua terbentuknya cincin, pada perbatasan
yang menunjukan sampel tidak larutan kemudian terjadi perubahan
mengandung senyawa kimia tanin. warna menjadi kecoklatan yang
f. Hasil pengujian fenolik pada menunjukan sampel mengandung
ekstrak etanol mentimun yaitu triterpenoid.
terbentuknya warna hijau c. Hasil pengujian alkaloid pada
kecoklatan menunjukan sampel ekstrak etanol nanas yaitu tidak
mengandung senyawa kimia terdapat perubahan warna orange
fenolik. yang menunjukan sampel tidak
mengandung senyawa kimia
B. Hasil uji identifikasi ekstrak etanol alkaloid.
nanas (Ananas cosmosus (L) Merr) d. Hasil pengujian steroid pada ekstrak
Tabel 2. Hasil Uji Fitokimia Ekstrak etanol nanas yaitu tidak terbentuknya
etanol nanas (Ananas cosmosus (L)
Merr.) cincin kebiruan pada perbatasan
Simplisia Kandungan Hasil Warna larutan yang menunjukan sampel
senyawa
Nanas Saponin - tidak mengandung senyawa kimia
(Ananas Triterpenoid + coklat tua steroid.
cosmosus Alkaloid -
(L) Merr) Steroid - e. Hasil pengujian tanin pada ekstrak
Tannin -
etanol nanas yaitu tidak terdapat
Fenolik + Hijau
kecoklatan perubahan warna biru tua yang
Keterangan: (+) positif, (-) negatif
menunjukan sampel tidak
Berdasarkan tabel 2 didapatkan
mengandung senyawa kimia tanin.
hasil uji identifikasi awal bahwa

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience


38

f. Hasil pengujian fenolik pada ekstrak


etanol nanas yaitu terbentuknya
warna hijau kecoklatan yang
menunjukan sampel mengandung
senyawa kimia fenolik.

IV. KESIMPULAN
Kesimpulan dari penelitian ini
adalah ekstrak etanol mentimun
mengandung senyawa kimia terpenoid,
saponin dan fenolik. Ekstrak etanol nanas
mengandung terpenoid dan fenolik.

DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. 1995. Materia Medika


Indonesia. Jilid VI. Cetakan
Kelima. Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.
Evans WC. 2009.Trease and Evans
Pharmacognosy. 16th ed, W.B.
Saunders
Shah B, Seth AK. 2010. Textbook of
Pharmacognosy and
Phytochemistry. India : Elsivier

Volume 04, Nomor 01 (2017) Jurnal Pharmascience