Anda di halaman 1dari 22

CRITICAL BOOK REPORT

MATA KULIAH EKONOMI PEMBANGUNAN

“STRATEGI PERTUMBUHAN DAN PERENCANAAN

PEMBANGUNAN EKONOMI”

DOSEN PENGAMPU : DENI ADRIANI, S.Pd., M.Pd

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 7

KETUA : RONI MUTIARA SARI SARAGIH (7182141007)

SEKRETARIS : NINA AULIA SITORUS (7181141003)

ANGGOTA : MITA ASNIA SARAGIH (7181141013)

KELAS A REGULAR 2018


PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberikan taufik
dan hidayah-Nya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan Critical Book Report ini
tepat pada waktunya.

Critical Book Report ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah “Ekonomi
Pembangunan” dengan sub judul materi “Strategi Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi
daerah”.

Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu Deni Adriani, S.Pd., M.Pd. selaku dosen
pengampu mata kuliah “Ekonomi Pembangunan” yang telah membimbing saya dalam
menyusun Critical Book Report ini, semoga ilmu yang ibu berikan kepada penulis dibalas
dengan kebaikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis sadar bahwa dalam penyusunan Critical Book Report ini masih banyak
terdapat kekurangan, baik dalam penulisan maupun isi dari pokok pembahasan. Saya
berharap saran maupun kritikan dari ibu yang bersifat membangun, sehingga dapat mencapai
kata kesempurnaan. Dan semoga Critical Book Report ini dapat berguna bagi pembaca,
khususnya bagi penulis sendiri.

Medan, 23 Maret 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

a. Latar Belakang ...................................................................................................... 1


b. Tujuan Penulisan CBR ......................................................................................... 1
c. Manfaat Penulisan CBR ....................................................................................... 1
d. Identitas Buku ....................................................................................................... 2
e. Foto Buku .............................................................................................................. 3

BAB II RINGKASAN ISI BUKU .................................................................................... 4

BAB III PEMBAHASAN ................................................................................................. 15

a. Pembahasan Isi Buku ........................................................................................... 15


b. Kelebihan dan Kekurangan Buku....................................................................... 17

BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 18

a. Kesimpulan ............................................................................................................ 18
b. Saran ...................................................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 19

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kondisi perekonomian suatu Negara menentukan nasib dari Negara tersebut. setiap
Negara pasti menginginkan masyarakatnya sejahtera (mengalami tingkat perekonomian yang
tinggi). Semakin tinggi perekonomian tersebut maka semakin tinggi pula tingkat
kesejahteraan rakyatnya dan pembangunan perekonomiannya. Untuk mencapai keinginan
tersebut maka diperlukan yang namanya strategi pembangunan ekonomi. setiap strategi harus
disesuaikan dengan kondisi Negara tersebut. Strategi pembangunan ekonomi merupakan
salah satu konsep penting yang harus diperhatikan dalam mengamati perekonomian ekonomi
suatu Negara. Strategi yang tepat dapat membuat dampak yang positive untuk negara
begitupun sebaliknya. strategi yang salah akan berakibat fatal. Untuk itu dibutuhkan sajian
materi khusus yang memaparkan jelas tentang strategi pembangunan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto rill
atau pendapatan nasional rill. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila
terjadi pertumbuhan output rill. Defenisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa
pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi
menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output rill per orang. Pembangunan
ekonomi sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu
masyarakat meningkat dalam jangka panjang.

B. Tujuan penulisan CBR


- Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Pembangunan
- Untuk mengetahui perbandingan, kelebihan serta kelemahan buku utama dengan buku
pembanding
- Untuk melatih penulis lebih kritis dalam mengkritik buku

C. Manfaat CBR
- Mengetahui perbandingan, kelebihan serta kelemahan utama dari keseluruhan buku
- Mengetahui perbandingan, kelebihan serta kelemahan khusus dari setiap topik yang
sama.
- Kemampuan mengkritik buku semakin meningkat.

1
D. IDENTITAS BUKU

BUKU PERTAMA

Judul : Dimensi Lingkungan Perencanaan Pembangunan


Penulis : Sudharto P.Hadi
Penerbit : Gadjah Mada University Press
Tahun Terbit / cetakan : Juli 20015/cetakan kedua
ISBN : 979-420-495-1

BUKU KEDUA

Judul : Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan

Penulis :Thee Kian Wie

Penerbit :LP3ES, Jakarta, anggota IKAPI

Tahun Terbit/cetakan :Cetakan ketiga, Maret 1989

:Cetakan kedua, Februari 1983

:Cetakan Pertama, Desember 1981

BUKU KETIGA

Judul :Perencanaan Pembangunan Wilayah

Penulis : Drs. Robinson Tarigan, M.R.P

Penerbit : PT.Bumi Aksara

:JL.Sawo Raya No.18 Jakarta 13220

Tahun Terbit/Cetakan :Cetakan Pertama, April 2004

:Perancang Kulit, Media Grafika

:Dicetak oleh Sinar Grafika Offset

ISBN :979-526-870-8

2
E. Foto Sampul Buku

Buku pertama

Buku kedua

Buku ketiga

3
BAB II

RINGKASAN ISI BUKU

1. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi


Pertumbuhan ekonomi ( Economic Growth ) adalah perkembangan kegiatan dalam
perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat
bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat
dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan
kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor
produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang
sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan
produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat
dari potensinya. (Sadono Sukirno, 1994;10).
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi
suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap
penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun
sebelumnya. Berkelanjutan pertumbuhan ekonomi harus mengarah standar hidup yang lebih
tinggi nyata dan kerja meningkat.
2. Faktor-faktor Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
a. Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi
oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses
pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana
sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang
memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
b. Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam
melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya alam saja tidak
menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh
kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang
tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan
mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

4
c. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong
adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula
menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak
kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan
ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju
pertumbuhan perekonomian.
d. Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang
dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses
pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang
dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur,
ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan
diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
e. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan
kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi
perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal
juga dapat meningkatkan produktivitas.

3. Manfaat Pertumbuhan Ekonomi


Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
a) Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil
pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur
tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita
dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga
produktivitasnya.
b) Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk
perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar
penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga
internasional lainnya.
c) Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi
perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan
sumbur daya (tenaga kerja dan modal).

5
4. Pertumbuhan ekonomi Indonesia
Menurut Subandi (2005), pertumbuhan ekonomi Indonesia dibagi dalam beberapa
masa:
a. Masa Orde Lama (1945-1966)
Pada masa ini perekonomian berkembang kurang menggembirakan sebagai dampak
ketidakstabilan kehidupan politik dan seringnya pergantian kabinet. Pertumbuhan
ekonomi yang cukup menggembirakan dengan laju pertumbuhan 6,9 % pada periode
1952-1958, turun drastis menjadi hanya 1,9% dalam periode 1960-1965, sementara
itu deficit anggaran belanja pemerintah terus meningkat dari tahun ke tahun. Deficit
anggaran terus dibiayai dengan pencetakan uang baru, sehingga tingkat harga terus
membumbung dan mencapai puncaknya pada tahun 1966.
b. Masa Orde Baru
Pada masa peralihan dari orde lama ke orde baru, ditandai dengan kondisi
perekonomian yang tidak menentu, antara lain:
 Ketidak mampuan pemerintah untuk memenuhi kewajiban hutang luar negeri +
US $ 2 miliar
 Penerimaan devisa ekspor hanya setengah dari pengeluaran untuk impor barang
dan jasa;
 Ketidak mampuan pemerintah mengendalikan anggaran belanja dan menmungut
pajak;
 Percepatan laju inflasi mencapai 30-40% perbulan;
 Buruknya kondisi prasarana perekonomian.
c. Masa Reformasi (1998- sekarang)
Pada masa reformasi ini perekonomian Indonesia ditandai dengan krisis moneter yang
berlanjut menjadi krisis ekonomi. Pada tahun 1977 pertumbuhan ekonomi 6% dan
pada tahun 1998 menjadi 5,5%. Pada tahun 1999 laju pertumbuhan ekonomi
diperkirakan telah menjadi positif. Ini menunjukkan pertanda pemulihan ekonomi
Indonesia.

6
A. Pembangunan Ekonomi
1. Pengertian Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan


pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dadisertai
dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan
pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic
growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya,
pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih
bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output
produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif,
bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam
struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam
lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan
pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Terdapat tiga elemen
penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
 Pembangunan sebagai suatu proses
Pembangunan sebagai suatu proses, artinya bahwapembangunan merupakan suatu
tahap yang harus dijalani olehsetiap masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh,
manusia mulai lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa
harus melalui tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus
menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur,
dan sejahtera.
 Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan
oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan
demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua
elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasiaktif dalam proses
pembangunan. Hal ini dilakukan karena kenaikan pendapatan perkapita
mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan masyarakat.
 Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang

7
Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila
pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak
berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami kenaikanterus menerus.
Misalnya, suatu negara terjadi musibah bencana alam ataupunkekacauan politik,
maka mengakibatkan perekonomian negara tersebut mengalami kemunduran.
Namun, kondisi tersebut hanyalah bersifat sementara yang terpenting bagi negara
tersebut kegiatan ekonominya secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.

2. Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi


Pertumbuhan ekonomi Pembangunan ekonomi

 Merupakan proses naiknya produk per  Merupakan proses perubahan yang terus
kapita dalam jangka panjang. menerus menuju perbaikan termasuk
 Tidak memperhatikan pemerataan usaha meningkatkan produk per kapita.
pendapatan.  Memperhatikan pemerataan pendapatan
termasuk pemerataan pembangunan dan
hasil-hasilnya.
 Tidak memperhatikan pertambahan
 Memperhatikan pertambahan penduduk.
penduduk
 Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
 Belum tentu dapat meningkatkan taraf
 Pembangunan ekonomi selalu dibarengi
hidup masyarakat.
dengan pertumbuhan ekonomi.
 Pertumbuhan ekonomi belum tentu
 Setiap input selain menghasilkan output
disertai dengan pembangunan ekonomi
yang lebih banyak juga terjadi perubahan
 Setiap input dapat menghasilkan output
– perubahan kelembagaan dan
yang lebih banyak
pengetahuan teknik.

3. Tujuan pembangunan ekonomi


Pada umumnya, tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mewujudkan masyarakat
yang sejahtera. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut, pembangunan harus
diarahkan pada hal-hal berikut.
a. Meningkatkan persediaan dan pemerataan kebutuhan pokok masyarakat.
b. Meningkatkan taraf hidup termasuk menambah dan meningkatkan pendapatan dan
penyediaan lapangan kerja, pendidikan yang lebih baik, peningkatan nilai-nilai budaya,
serta martabat bangsa.

8
c. Memperluas jangkauan pilihan ekonomi dan sosial masyarakat dengan membebaskan
dari perbudakan, ketergantungan, kebodohan dan penderitaan.

4. Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Ekonomi


Pembangunan ekonomi yang berlangsung di suatu negara membawa dampak, baik
positif maupun negatif.
Dampak Positif Pembangunan Ekonomi
 Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan
lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
 Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang
dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.
 Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung
bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.
 Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur
perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri,
sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan semakin beragam dan
dinamis.
 Pembangunan ekonomi menuntut peningkatan kualitas SDM sehingga dalam hal ini,
dimungkinkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang dengan pesat.
Dengan demikian, akan makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
 Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan
adanya kerusakan lingkungan hidup.
 Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.
 hilangnya habitat alam baik hayati atau hewani
5. Strategi Pembangunan Ekonomi
Strategi pembangunan merupakan suatu cara untuk mencapai Visi dan Misi yang
rumusankan dalam bentuk strategi sehingga dapat meningkatan kinerja. Kinerja sangat
dipengaruhi oleh bagai mana suatu organisasi (pemerintah) menerima sukses atau
mengalami kegagalan dari suatu misi organisasi pemerintah. Faktor – faktor keberhasilan
berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi dalam rangka mencapai tujuan dan misi
organisasi pemerintah secara sinergis dan efisien. Untuk merumuskan strategi maka
dibutuhkan analisis lingkungan strategis.

9
6. Macam – Macam Strategi Pembangunan Pembangunan Ekonomi
Dalam mempelajari perekonomian suatu Negara, salah satu konsep yang penting
untuk diperhatikan yaitu mengetahui strategi pembangunan ekonomi. menurut Suroso ( 1993
) strategi pembangunan ekonomi diberi batasan sebagai suatu tindakan pemilihan atas factor
– factor ( variable ) yang akan dijadikan factor / variabel utama yang menjadi penentu
jalannya proses pertumbuhan. adapun beberapa strategi pembangunan ekonomi yaitu :
a) Strategi pertumbuhan
Adapun inti dari konsep strategi ini adalah :
 Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya
pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang,
menyebar, terarah dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan
ekonomi.
 Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah
melalui proses merambat ke bawah ( trickle – down – effect ) pendistribusian
kembali.
 Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan hal tersebut merupakan syarat
terciptanya pertumbuhan ekonomi.
 Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa pada kenyataan
yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.
b) Strategi dengan pembangunan pemerataan
Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekankannya peningkatan pembangunan
melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan
induk, dan paket program terpadu.
c) Strategi ketergantungan
Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan kedua mendorong para ahli ekonomi
mencari alternatif lain sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan
dengan nama strategi ketergantungan.
d) Strategi yang berwawasan ruang
Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab –
sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya /
maju. Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah
maju dikarenakan kemampuan / pengaruh menyetor dari kaya ke miskin (Spread

10
Effects) lebih kecil daripada terjadnya aliran sumber daya dari daerah miskin ke
daerah kaya (Back-wash-effects).
e) Strategi pendekatan kebutuhan pokok
Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal.

7. Factor – Factor Yang Mempengaruhi Pemilihan Strategi Pembangunan


Ekonomi
Factor – factor yang mempengaruhi strategi pembangunan adalah berdasarkan tujuan
yang hendak di capai. Jika yang ingin dicapai adalah tingkat pertumbuhan yang tinggi, maka
faktor yang mempengaruhi digunakannya strategi tersebut adalah tingkat pertumbuhan
ekonomi yang rendah, akumulasi kapital yang rendah, tingkat pendapatan pada kapital yang
rendah, serta masalah ekonomi yang berat ke sektor tradisional yang kurang berkembang.
Pada dasarnya faktor - faktor yang mempengaruhi strategi pembangunan ada 4 yaitu :
o Sumber daya alam
o Jumlah dan kualitas penduduk
o modal
o sikap & mental masyarakat

8. Strategi Pembangunan Ekonomi Di Indonesia


Salah satu tujuan penting perencanaan ekonomi di negara sedang berkembang seperti
Negara kita, Negara Indonesia adalah untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut berarti perlu juga meningkatkan laju
pembentukan modal dengan cara meningkatkan tingkat pendapatan, tabungan, dan investasi.
Peningkatan laju pembentukan modal pada Indonesia ini menghadapi berbagai kendala, salah
satunya yaitu kemiskinan masyarakat Indonesia itu sendiri. Hal ini diakibatkan karena tingkat
tabungan yang rendah, tingkat tabungan rendah dikarenakan tingkat pendapatan rendah. Dan
karena itu semua berakibat pada laju investasi, laju investasi juga rendah dan berpengaruh
pada rendahnya modal dan produktivitas indonesia.
Sebelum orde baru, strategi pembangunan di Indonesia secara teori telah diarahkan
pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun, kenyataannya terlihat
adanya kecendrungan lebih menitik beratkan pada tujuan-tujuan politik dan kurang
memperhatikan pembangunan ekonomi. Sehingga perkembangan ekonomi yang tadinya
menjadi perioritas utama menjadi terabaikan dan entah bagaimana kelanjutannya.

11
Dan pada awal Orde Baru, strategi pembangunan di Indonesia lebih diarahkan pada
tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama usaha-usaha
untuk menekan laju inflasi yang sangat tingi (Hyper Inflasi). Inflasi pada saat itu dapat
dikatakan sangat tinggi. Kehidupan ekonomi masa orde baru, negara bersama aparat
ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi
unit-unit ekonomi swasta. Semuanya menyebabkan permulaan Orde Baru program
pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha
mengendalikan tingkat inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan
pokok rakyat. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal
tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Hal itu menjadi
penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah.
Semua strategi-strategi kemudian dipertegas dengan ditetapkan sasaran-sasaran dan
titik berat setiap Repelita, yakni :
 REPELITA I : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dan industri yang
mendukung sektor pertanian meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
 REPELITA II : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan
industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakkan landasan yang
kuat bagi tahap selanjutnya.
 REPELITA III : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada
pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi
meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
 REPELITA IV : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan
usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat
menghasilkan mesin-mesin industri sendiri, baik industri ringan yang akan terus
dikembangkan dalam Repelita-repelita selanjutnya meletakkan landasan yang kuat
bagi tahap selanjutnya.
Pada umumnya perencanaan pembangunan daerah di Indonesia mengenal empat
pendekatan, sebagaimana juga disebutkan di dalam PERMENDAGRI No.54 Tahun 2010
Pasal 6, diantaranya adalah teknokratis, partisipatif, politis dan top down-bottom up :

1. Teknokratis, yang merupakan pendekatan yang menggunakan metode dan kerangka


berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah. Metoda dan
kerangka berpikir ilmiah yang dimaksudkan adalah merupakan proses keilmuan untuk
memperoleh pengetahuan secara sistematis terkait perencanaan pembangunan

12
berdasarkan bukti fisis, data dan informasi yang akurat, serta dapat
dipertanggungjawabkan.
2. Partisipatif, yakni pendekatan yang dilaksanakan dengan melibatkan semua pemangku
kepentingan (stakeholders) dengan mempertimbangkan:
a. Relevansi pemangku kepentingan yang dilibatkan dalam proses pengambilan
keputusan, di setiap tahapan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan
daerah;
b. Kesetaraan antara para pemangku kepentingan dari unsur pemerintahan dan non
pemerintahan dalam pengambilan keputusan;
c. Adanya transparasi dan akuntabilitas dalam proses perencanaan serta melibatkan
media massa;
d. Keterwakilan seluruh segmen masyarakat, termasuk kelompok masyarakat rentan
termarjinalkan dan pengarusutamaan gender;
e. Terciptanya rasa memiliki terhadap dokumen perencanaan pembangunan daerah;
dan
f. Terciptanya konsensus atau kesepakatan pada semua tahapan penting pengambilan
keputusan, seperti perumusan prioritas isu dan permasalahan, perumusan tujuan,
strategi, kebijakan dan prioritas program.
3. Politis, merupakan pendekatan yang disampaikan melalui program-program
pembangunan yang ditawarkan masing-masing calon kepala daerah dan wakil kepala
daerah terpilih pada saat kampanye, disusun ke dalam rancangan RPJMD, melalui:
a. Penerjemahan yang tepat dan sistematis atas visi, misi, dan program kepala daerah
dan wakil kepala daerah ke dalam tujuan, strategi, kebijakan, dan program
pembangunan daerah selama masa jabatan;
b. Konsultasi pertimbangan dari landasan hukum, teknis penyusunan, sinkronisasi dan
sinergi pencapaian sasaran pembangunan nasional dan pembangunan daerah; dan
c. Pembahasan dengan DPRD dan konsultasi dengan pemerintah untuk penetapan
produk hukum yang mengikat semua pemangku kepentingan.
4. Top-down dan bottom-up. Pendekatan yang hasilnya diselaraskan melalui musyawarah
yang dilaksanakan mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional,
sehingga tercipta sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran rencana pembangunan
nasional dan rencana pembangunan daerah.

13
9. Perencanaan Pembangunan
Menurut Bintoro Tjokromidjojo, manfaat perencanaan pembangunan adalah :
1. Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu persyaratan kegiatan,
adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada
pencapaian tujuan pembangunan.
2. Dengan perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam
masa pelaksanaa yang akan dilalui.
3. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara
yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik.
4. Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas
5. Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu
pengawasan dan evaluasi
6. Penggunaan dan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara
lebih efisien dan efektif
7. Dengan perencanaan, perkembangan ekonom yang mantap atau pertumbuhan
ekonomi yang terus menerus dapat ditingkatkan
8. Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis
konjungtur.
9. Mendorong pertumbuhan dan pengembangan lembaga keuangan sebagai penunjang
pertumbuhan ekonomi.

14
BAB III

PEMBAHASAN

A. PEMBAHASAN ISI BUKU

1. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Dalam makalah dijelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ( Economic Growth ) adalah


perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang
diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
Sedangkan dalam buku Perekonomian Indonesia karangan Windhu Putra bahwa
pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara
berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.

Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah


proses kenaikan kapasitaa produksi suatu perekonomian yang menyebabkan pertmbahan
produksi barang dan jasa dalam suatu negara.

2. Faktor-faktor Pertumbuhan Ekonomi

Dalam makalah dijelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan


ekonomi yaitu Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi, Budaya, serta Sumber Daya Modal. Sama halnya juga dijelaskan dalam buku
Perekonomian Indonesia bahwa kelima aspek tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan
ekonomi.

3. Pengertian Pembangunan Ekonomi

Dalam makalah dejelaskan bahwa pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan
pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan
penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara
dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara. Sedangkan dalam buku Dimensi
Lingkungan Perencanaan Pembangunan dijelaskan bahwa pembangunan memiliki arti ganda.
Makna pertama adalah pembangunan yang lebih memberikan perhatian pada pertumbuhan
ekonomi yang memfokuskan pada jumlah produksi. Makna Kedua bahwa pembangunan
lebih memusaktan perhatian kepada perubahan dalam distribusi barang-barang dalam esensi
hubungan sosial. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi merupakan

15
serangkaian usaha dalam suatu perekonomian untuk mengembangkan perekonomiannya yang
selalu diserta dengan pertumbuhan ekonomi.

4. Strategi Pembangunan Ekonomi

Dalam makalah dijelaskan bahwa strategi merupakan suatu cara untuk mencapai Visi dan
Misi yang rumusankan dalam bentuk strategi sehingga dapat meningkatan kinerja.
Sedangkan dalam buku Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan dijelaskan bahwa strategi
merupakan seperangkat kebijaksanaan ke arah pembangunan untuk mencapai tujuan. Dari
pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan cara atau taktik yang
dilakukan untuk mencapai tujuan.

5. Macam-macam Strategi Pembangunan

Dalam makalah dijelaskan beberapa macam strategi pembangunan, yaitu strategi


pertumbuhan, strategi dengan pembangunan pemerataan, strategi ketergantungan, strategi
yang berwawasan ruang dan strategi pendekatan kebutuhan pokok. Sedangkan dalam buku
Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan macam-macam strategi yaitu pertumbuhan pesat dan
penetesan kebawah, retribusi radikal, retribusi inkremental (penambahan), dan retribusi
melalui pertumbuhan.

B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

1. Buku Dimensi Perencanaan Pembangunan


a. Dilihat dari aspek tampilan buku (face value), covernya sangat menarik karena
menggambarkan tentang materi yang dibahas.
b. Dari aspek layout dan tata letak, serta tata tulis, termasuk penggunaan font adalah
sudah bagus dan terususun dengan rapi.
c. Dari aspek isi buku: pemaparan materinya terlalu sedikit sehingga kurang menambah
minat untuk membaca.
d. Dari aspek tata bahasa, buku tersebut sudah baik karena tidak ada ditemukan
kesalahan-kesalahan dalam penulisan.

16
2. Buku Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan
a. Dilihat dari aspek tampilan buku (face value), buku yang direview adalah kurang
menarik karena covernya terlalu biasa dan tidak menggambarkan tentang
pertumbuhan maupun pembangunan.
b. Dari aspek layout dan tata letak, serta tata tulis, termasuk penggunaan font adalah
sudah bagus dan rapi susunannya.
c. Dari aspek isi buku: kurang menarik untuk dibaca karena materinya kurang mudah
untuk dipahami.
d. Dari aspek tata bahasa, buku tersebut sudah baik karena susunan dan bahasanya
menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

3. Buku Perekonomian Indonesia


a. Dilihat dari aspek yampilan buku (facr value), buku ini kurang menarik karena kurang
berwarna.
b. Dari aspek layout dan tata letak, serta tata tulis, termasuk penggunaan font, buku
tersebut sudah bagus dan susunannya sangat rapi.
c. Dari aspek isi buku: isinya sangat mendetail, banyak pendapat para ahli,
menggunakan studi kasus, sehingga materinya dapat dimengerti dan dipahami.
d. Dari aspek tata bahasa, buku tersebut sudah baik karena tidak ada ditemukan kata-
kata atau penulisan yang salah.

17
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pembangunan adalah sebagai sebuah proses multidimensional yang mencakup berbagai


perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi
nasional, disamping, tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan
ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan (Todaro, 2000 : 20). Pembangunan
juga diartikan sebagai suatu proses perubahan sosial dengan partisipatori yang luas dalam
suatu masyarakat yang dimaksudkan untuk mencapai kemajuan sosial dan material (termasuk
bertambah besarnya keadilan, kebebasan dan kualitas lainnya yang dihargai) untuk mayoritas
rakyat melalui kontrol yang lebih besar yang mereka peroleh terhadap lingkungan mereka.
(Rogers,1983 : 25).

Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan fisik secara kuantitatif yang menyangkut


peningkatan ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis
Sebagai hasil proses pematangan fungsi dalam perjalanan waktu tertentu. Pertumbuhan dapat
pula diartikan Sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadan
jasmaniah) ke dalam bentuk proses aktif berkesinambungan.

Dari hasil penjabaran pembahasan tadi, maka penulis mempuyai kesimpulan bahwa
pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi mempunyai keterikatan. Keterikatan yang
dimaksud yaitu pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya,
pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Dalam pembangunan
ekonomi, setiap Negara harus mampu mengelolanya dengan baik agar tidak menimbulkan
dampak negative untuk Negara itu sendiri.

B. Saran

Semoga dengan kehadiran CBR yang kami buat ini menambah wawasan atau pengetahuan
bagi kita semua. CBR yang telah kami buat ini belum begitu sempurna, maka kami sangat
mengharapkan kritik dan saran dari dosen pengampu dan juga para pembaca lainnya untuk
perbaikan CBR kami kedepannya.

18
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Lincolin. 1999. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah.


Yogyakarta: BPFE.

Bendavid, Avrom. 1974. Regional Economic Analysis for Practioners. New York, Praeger
Publisher Inc.

Black, J. 1981. Urban Transport Planning. London: Croom Helm.

Boediono. 1985. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE

19