Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH SIMKOMDIG

MASALAH-MASALAH SOSIAL

DISUSUN OLEH

FADIL FEBRIAN
KELAS : X TKJ 2

SMK NEGERI 1 RENGAT


T.P 2019 - 2020

1
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanniirahim

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah penulis ini yang berjudul
“ Masalah-Masalah Sosial ” ini dapat diselesaikan dengan baik.

Kami menyadari bahwa makalah penulis ini sangat jauh dari apa yang
diharapkan baik susunan bahasa maupun cara penulisannya. Untuk itu penulis
sangat berterima kasih kepada :

1. Kedua orang tua kami yang telah memberikan dorongan motivasi maupun
materil
2. Yang terhormat kepada Bapak/Ibu Guru pembimbing yang telah
memberikan petunjuk dalam penyusunan bahasa dan metode penulisan
makalah.
3. Kepada teman-teman penulis yang telah memberikan saran dan masukan
dalam penyusunan makalah ini.

Meskipun telah berusaha segenap kemampuan namun penulis menyadari


bahwa dalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna, sehingga kritik,
koreksi dan saran semua pihak untuk menyempurnakan makalah penulis
selanjutnya senantiasa akan penulis terima dengan tangan terbuka.
Akhirul kalam, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Guru pembimbing
yang telah membimbing penulis untuk membuat makalah ini.

Rengat, 29 September 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .......................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ...................................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan .................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Masalah Sosial .................................................................... 3


B. Penyebab Masalah Sosial ......................................................................... 3
C. Jenis –jenis Masalah Sosial ...................................................................... 5
D. Kondisi Masalah Sosial di Indonesia ....................................................... 8
E. Cara Mencegah Masalah sosial ................................................................ 11

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................... 12
B. Saran .......................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 15

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia dilahirkan sebagai makhluk individu, selain itu manusia disebut
juga sebagai makhluk sosial, dimana manusia tidak akan lepas dari pengaruh
lingkungannya. Manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan
untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lain atau disebut juga
interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang
berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nnilai sosial yang berlaku dan
diterapkan dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku,
interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik.
Didalam kehidupan sehari-hari tentunya manusia tidak lepas dari
hubungan antara satu dengan yang lainnya, ia akan selalu perlu untuk mencari
individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi atau bertukar pikiran.
Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekamto, interaksi sosial merupakan kunci rotasi
semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar
satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama.
Dalam berinteraksi di kehidupan bermasyarakat, setiap individu
diwajibkan untuk memiliki kesadaran akan kewajibannya sebagai anggota
kelompok masyarakat. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing-masing,
maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang di
harapkan. Selain itu jika proses sosial tidak berjalan dengan baik maka akan
timbul masalah sosial. Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam
masyarakat sebagai suatu kondisi yang tidak diharapkan.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara
nilai dalam masayarakat dengan realita yang ada. Sumber masalah sosial, yaitu
seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat
ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus, seperti tokoh
masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain
sebagainya.

4
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan masalah sosial ?
2. Apa penyebab masalah sosial ?
3. Jenis-jenis masalah sosial ?
4. Kondisi masalah social di Indonesia ?
5. Bagaimana cara mencegah masalah sosial ?

C. Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan tentang masalah social
2. Menyebutkkan tentang penyebab masalah soial
3. Menyebutkan tentang jenis-jenis masalah sosial
4. Meberitahukan kondisi masalah social di Indonesia
5. Memberitahukan cara mencegah masalah sosial

D. Manfaat Penulisan
1. Makalah ini dapat dijadikan sumber pengetahuan mengenai Masalah
Sosial
2. Para pembaca dapat mengetahui cara menyelesaikan masalah sosial yang
dialami

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Masalah Sosial


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masalah berarti sesuatu yang
harus diselesaikan atau dipecahkan ; persoalan. masalah merupakan suatu keadaan
yang bersumber dara hubungan antar a dua faaktor atau lebih situasi yang
membingungkan. Umumnya masalah disadari “ada” saat merasakan bahwa
keadaan yang ia hadapi tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , sosial berarti segala
sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat. Sosial merupakan segala sesuatu
perilaku manusiayang menggambarkan hubungan non individualis. Istilah tersebut
sering dibandingkan dengan cabang-cabang kehidupan manusia dan masyarakat
dimanapun. Pengertian sosial ini merujuk pada hubungan-hubungan manusia
dengan organisasi untuk megembangkan dirinya.
Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa masalah sosial
merupakan suatu masalah atau persoalan yang harus diselesaikan yang
berhubungan dengan nilai-nilai social dan lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Masalah social dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakat sebagai suatu
kondisi yang tidak diharapkan. Masalah social berkaitan erat dengan hal-hal yang
menggangu kedamaia didalam suatu kelompok msyarakat.

B. Penyebab Masalah Sosial


Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara
nilai dalam masayarakat dengan realita yang ada. Sumber masalah sosial, yaitu
seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat
ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus, seperti tokoh
masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain
sebagainya.

6
Penyebab masalah sosial dapat dikategorikan menjadi empat jenis faktor, antara
lain sebagai berikut:
1. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan faktor terbesar penyebab terjadinya masalah
sosial. Krisis global dan PHK mulai terjadi di berbagai tempat dan dapat memicu
tindak kriminal. Masalah tersebut didorong adanya ketidakmampuan seseorang
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak, misalnya pengangguran, anak
jalanan, dan lain lain.
2. Faktor Budaya
Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor budaya dipicu karena adanya
ketidaksesuaian pelaksanaan nilai, norma, dan kepentingan sosial akibat adanya
proses perubahan sosial dan pola masyarakat heterogen / multikultural. Contoh
masalah ini seperti, kenakalan remaja, konflik antarsuku, diskriminasi gender, dan
bahkan pengakuan hak milik kebudayaan lintas negara.
Kenakalan remaja merupakan salah satu masalah sosial yang disebabkan
oleh faktor budaya. Masalah sosial ini, sulit dihilangkan karena remaja suka
mencoba hal - hal baru yang berdampak negatif seperti narkoba.
3. Faktor Biologis
Masalah ini dapat timbul akibat adanya ketidaksesuaian keadaan
lingkungan yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan kondisi biologis
masyarakat, seperti adanya wabah penyakit menular, virus penyakit baru, dan
makanan beracun. Penyakit menular dapat menimbulkan masalah sosial jika
penyakit tersebut sudah menyebar di suatu wilayah.
4. Faktor Psikologis
Aliran sesat banyak terjadi di Indonesia dan meresahkan masyarakat
walaupun sudah banyak yang ditangkap dan dibubarkan tapi aliran sesat masih
banyak bermunculan di masyarakat sampai saat ini. Selain aliran sesat, faktor
psikologis yang menjadi faktor timbulnya masalah sosial yaitu sakit jiwa, lemah
ingatan, sukar menyesuaikan diri, dan lain - lain.

7
C. Jenis-Jenis Masalah Sosial
1. Kesenjangan sosial ekonomi
Dalam bahasa yang sederhana, kesenjangan dapat dikatakan sebagai
ketidak sesuaian antara harapan-harapan yang diinginkan dengan kenyataan yang
terjadi. Kesenjangan sosial ekonomi merupakan suatu kondisi sosial dalam
kehidupan masyarakat yang tidak seimbang akibat adanya berbagai perbedaan
dalam kehidupan sosial ekonomi, terutama dalam hal keadilan, kemakmuran, dan
kesejahteraan.
Kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena pembangunan dan
modernisasi tidak dilaksanakan secara merata dan berimbang. Ketidakmerataan
dan ketidakseimbangan sangat membahayakan kehidupan sosial karena dapat
memicu terjadinya kecemburuan sosial yang mempengaruhi goyahnya stabilitas
nasional. Disamping itu, kesenjangan sosial dan ekonomi akan terjadi mana kala
hasil-hasil yang dicapai dalam pembangunan dan modernisasi hanya dinikmati
oleh sebagian masyarakat saja. Akibatnya, di satu pihak berkembang golongan
masyarakat kaya dan serba mewah, di sisi yang lain berkembang golongan
masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Terjadinya kesenjangan dapat diawali dengan tidak meratanya kesempatan
yang dimiliki oleh anggota-anggota masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan,
berusaha, memenuhi kebutuhan pokok, maupun kesempatan untuk berpartisipasi
dalam pembangunan. Kesempatan untuk mendapatkan lapangan kerja dan
kesempatan untuk berusaha hanya dimiliki oleh sekelompok kecil masyarakat
yang memiliki modal dan memiliki kedekatan-kedekatan tertentu dengan pihak-
pihak yang berkepentingan. Akibatnya, sebagian kecil masyarakat dapat
menambah kekayaan, sedangkan yang lainnya masih bergelut dengan kemiskinan.
Adapun beberapa kesenjangan sosial yang disebabkan oleh proses
pembangunan dan modernisasi antara lain dapat disebutkan sebagai berikut:
a) Timbulnya Kelompok-Kelompok Sosial Tertentu, Seperti Pengangguran,
Pedagang Asongan, Pedagang Kaki Lima, Pengemis Jalanan, Pengamen, Dan
Lain Sebagainya
b) Terjadi kelas-kelas sosial yang disebabkan oleh perbedaan tingkat pendidikan,

8
c) Terjadi perubahan sosial budaya dalam kehidupan masyarakat seperti
pergaulan bebas, gaya rambut, mode pakaian, gaya hidup, dan lain sebagainya
yang semakin bersifat materialistis.
d) Sedangkan kesenjangan yang terjadi dalam bidang ekonomi antara lain dapat
disebutkan sebagai berikut:
1) Terjadinya jurang pemisah antara kelompok masyarakat kaya dengan
kelompok masyarakat miskin, dan
2) Berkembangnya budaya konsumerisme, yakni gaya hidup yang
menganggap bahwa barang-barang mewah sebagai ukuran
kebahagiaan sehingga mendorong untuk mengkonsumsi barang dan
jasa secara berlebihan.

2. Kenakalan remaja
Kenakalan remaja merupakan suatu bentuk kelainan sikap dan tingkah
laku di kalangan para remaja yang melanggar sistem nilai dan sistem norma yang
berlaku dalam kehidupan bersama. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan
berkembangnya kenakalan remaja, yakni yang berasal dari dalam diri para remaja
(faktor intern) dan yang berasal dari luar diri para remaja (faktorekstern).
Beberapa faktor yang bersifat intern yang menyebabkan terjadinya
kenakalan remaja antara lain adalah:
a) Cacat tubuh, baik yang disebabkan karena faktor keturunan maupun akibat
kecelakaan
b) Sifat dan pembawaan yang cenderung negatif yang membawa kepada
perilaku menyimpang
c) Munculnya berbagai konflik diri sebagai akibat dari kekurangan dan
kemiskinan yang dialami,
d) Lemahnya kemampuan untuk mengendalikan diri sebagai akibat dari
kurangnya pembinaan mental spiritual, dan
e) Kurang mampunya melaksanakan langkah-langkah penyesuaian dengan
lingkungan sosial sehingga mencari pelarian dengan bergabung dengan
kelompok-kelompok remaja nakal.

9
Sedangkan sebab-sebab kenakalan yang bersifat ekstern antara lain adalah:

a) Kurangnya perhatian dari orang-orang dekat seperti orang tua, guru, dan
masyarakat di lingkungan sekitarnya,
b) Gagalnya proses pendidikan, baik yang dilaksanakan di lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah, maupun di lingkungan masyarakat,
c) Kurangnya penghargaan yang memadai dari keluarga, sekolah, dan
masyarakat sekitarnya,
d) Kurangnya sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi
waktu senggang,
e) Kurang tepatnya pendekatan yang dilaksanakan oleh keluarga, sekolah,
dan masyarakat, dan
f) Terdapatnya peluang dan kesempatan bagi para remaja untuk menyalurkan
hasrat dan keinginan negatifnya.

3. Kriminalitas
Kriminalitas merupakan suatu bentuk perilaku menyimpang, yakni
perilaku yang keluar dari sistem nilai dan sistem norma yang berlaku dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kriminalitas tersebut dikaji
dalam sebuah disiplin ilmu yang dikenal dengan istilah kriminologi, yakni disiplin
ilmu yang secara khusus mengkaji tentang kejahatan. Menurut Martin L. Haskell
dan Lewis Yablonsky, kriminologi merupakan studi ilmiah yang dipelajari:
a) Sifat dan luas kejahatan,
b) Sebab-sebab terjadinya kejahatan,
c) Perkembangan hukum pidana dan pelaksanaan peradilan pidana,
d) Ciri-ciri penjahat,
e) Pembinaan penjahat,
f) Pola-pola kriminalitas, dan
g) Akibat kejahatan terhadap perubahan sosial.

10
Pemahaman terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan kejahatan seperti
di atas sangat penting agar dapat diperoleh pengertian yang lebih mendalam
mengenai perilaku manusia dan lembaga-lembaga sosial masyarakat yang mampu
mempengaruhi kecenderungan terjadinya penyimpangan terhadap norma-norma
hukum. Disamping itu, pemahaman terhadap kejahatan juga sangat penting untuk
melakukan kegiatan analisis dan sekaligus mencari cara-cara dan kebijaksanaan-
kebijaksanaan yang dapat diambil untuk mencegah, mengurangi, dan sekaligus
menanggulangi terjadinya kejahatan.salah satu cara yang dapat dilaksanakan
adalah menghilangkan kesempatan bagi masyarakat untuk berbuat jahat dan
menanamkan nilai-nilai agama dan budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat.

D. Kondisi Masalah Sosial Di Indonesia


Di Indonesia Masalah Sosial yang lebih dominan terjadi adalah
Kemiskinan, kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa hadir di
tengah-tengah masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang termasuk
indonesia. Kemiskinan senantiasa menarik perhatian berbagai kalangan, baik para
akademisi maupun para praktisi. Berbagai teori, konsep dan pendekatan pun terus
menerus dikembangkan untuk menyibak tirai dan mungkin “misteri” mengenai
kemiskinan ini.
Pertama, konsep kemiskinan masih didominasi oleh perspektif tunggal,
yakni “kemiskinan pendapatan” atau “income-poverty” (Chambers, 1997).
Pendekatan ini banyak dikritik oleh para pakar ilmu sosial sebagai pendekatan
yang kurang bisa menggambarkan potret kemiskinan secara lengkap. Kemiskinan
seakan-akan hanyalah masalah ekonomi yang ditunjukkan oleh rendahnya
pendapatan seseorang atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kedua, jumlah orang miskin di Indonesia senantiasa menunjukkan angka
yang tinggi, baik secara absolut maupun relatif, di pedesaan maupun perkotaan.
Meskipun Indonesia pernah dicatat sebagai salah satu negara berkembang yang
sukses dalam mengentaskan kemiskinan, ternyata masalah kemiskinan kembali
menjadi isu sentral di Tanah Air karena bukan saja jumlahnya yang kembali
meningkat, melainkan dimensinya pun semakin kompleks seiring dengan

11
menurunnya kualitas hidup masyarakaat akibat terpaan krisis ekonomi sejak tahun
1997.
Ketiga, kemiskinan mempunyai dampak negatif yang bersifat menyebar
(multiplier effects) terhadap tatanan kemasyarakatan secara menyeluruh. Berbagai
peristiwa konflik di Tanah Air yang terjadi sepanjang krisis ekonomi misalnya,
menunjukkan bahwa ternyata persoalan kemiskinan bukanlah semata-mata
mempengaruhi ketahanan ekonomi yang ditampilkan oleh rendahnya daya beli
masyarakat, melainkan pula mempengaruhi ketahanan sosial masyarakat dan
ketahanan nasional.
Secara umum ada beberpa faktor yang menyebabkan terjadinya msalah
kemiskinan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Rendahnya tingkat pendidikan


Rendahnya tingkat pendidikan seseorang dapat memicu terjadinya
kemiskinan. Hal ini karena individu tersebut tidak memiliki pengetahuan
atau pendidikan, keterampilan yang memadai yang dapat digunakan untuk
mencari penghasilan dan dapat menaikkan taraf hidup individu tersebut
serta mampu memenuhi kebutuhannya.
2. Kurangnya kreativitas individu
Jika seseorang dapat menggunakan kretivitasnya, tidak dipungkiri mereka
dapat memiliki penghasilan yang dapat menaikkan taraf hidup mereka.
Mereka dapat menggunakan sarana prasarana dan segala aspek yang ada
untuk mencari dan mendapatkan sumber penghasilan.
3. Tingkat kelahiran yang tinggi
Tingkat kelahiran yang tinggi ini juga dapat memicu terjadinya
kemiskinan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya pengeluaran
biaya yang lebih besar, sehingga dapat dimungkinkan harta kekayaannya
lama kelamaan akan terkuras. Namun hal ini berbeda untuk kelompok
sosial yang memiliki penghasilan yang cukup bahkan lebih atau tetap.
Mereka menganggap masih mampu menghidupi anggota keluarganya.

12
Maka mereka tidak dianggap sebagai kelompok sosial miskin. Hal ini
tampak sebagian besar di kota-kota besar.
4. Pengaruh lingkungan hidup atau tempat tinggalnya
Lingkungan hidup dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan.Seseorang
yang berada di lingkungan miskin pasti akan ikut terbawa arus
kemiskinan.apalagi individu-individu dalam kelompok tersebut adalah
individu-individu yang tidak mampu mengurusi dirinya sendiri dan tidak
mampu memenuhi kebutuhannya serta berada dalam gelombang
kebodohan atau kelompok yang anggota kelompoknya senantiasa malas
untuk bekerja.
5. Keturunan
Tingkat ekonomi dari kelompok sosialnya dapat mempengaruhi dengan
jelas. Individu yang berasal dari golongan miskin, tidak menutup
kemungkinan akan memyebabkan ia ikut miskin. Karena orang tuanya
tidak mampu mencukupi segala kebutuhannya, sehingga mereka
menganggap kehidupannya adalah takdir yang telah digariskan oleh Yang
Maha Kuasa. Sehingga kurang adanya kemauan dan usaha untuk
mengubah keadaannya.
Hal-hal lain yang tampak nyata menyebabkan kemiskinan banyak terjadi
di kota-kota besar yaitu antara lain arus urbanisasi. Banyak para urban dari desa
datang ke kota, kebanyakan dari mereka bertujuan mencari pekerjaan. Namun
banyak juga dari mereka gagal mendapatkan pekerjaan, karena mereka tidak
memiliki keahlian atau keterampilan tertentu untuk bekerja di kota.Dan juga
mereka tidak mempunyai sanak famili yang tinggal di kota. Sehingga hidupnya
terkatung-katung tidak menentu, dan merekapun hidup di tempat yang tidak layak
dihuni. Dan menyebabkan tingkat kemiskinan di kota meningkat, karena mereka
tidak memiliki penghasilan dan tidak dapat memenuhi segala kebutuhannya.

13
E. Cara Mencegah Masalah Sosial
1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
2. Pengentasan kemiskinan, terutama terhadap keluarga yang berada di
bawah garis kemiskinan.
3. Mendirikan lembaga-lembaga yang dapat menampung anak-anak yatim
dan anak-anak yang terlantar
4. Memberikan Pendidikan Gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.
5. Membangun sarana dan prasarana untuk menyalurkan bakat dan minat
para remaja, seperti olah raga, kesenian, dan sebagainya

14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masalah berarti sesuatu yang
harus diselesaikan atau dipecahkan ; persoalan. masalah merupakan suatu keadaan
yang bersumber dara hubungan antar dua faktor atau lebih situasi yang
membingungkan. Umumnya masalah disadari “ada” saat merasakan bahwa
keadaan yang ia hadapi tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , sosial berarti segala
sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat. Social merupakan segala sesuatu
perilaku manusiayang menggambarkan hubungan non individualis. Istilah tersebut
sering dibandingkan dengan cabang-cabang kehidupan manusia dan masyarakat
dimanapun. Pengertian sosial ini merujuk pada hubungan-hubungan manusia
dengan organisasi untuk megembangkan dirinya.
Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa masalah sosial
merupakan suatu masalah atau persoalan yang harus diselesaikan yang
berhubungan dengan nilai-nilai social dan lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai
dalam masayarakat dengan realita yang ada.
Sumber masalah sosial, yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya
masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki
kewenangan khusus, seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial,
musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Penyebab masalah sosial dapat dikategorikan menjadi empat jenis faktor, antara
lain sebagai berikut
1. Faktor Ekonomi
2. Faktor Budaya
3. Faktor Biologis
4. Faktor Psikologis

15
Jenis-jenis masalah sosial
1. Kesenjangan sosial ekonomi
2. Kriminalitas
3. kenakalan Remaja
Di Indonesia Masalah Sosial yang lebih dominan terjadi adalah Kemiskinan,
kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa hadir di tengah-tengah
masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang termasuk indonesia. jumlah
orang miskin di Indonesia senantiasa menunjukkan angka yang tinggi, baik secara
absolut maupun relatif, di pedesaan maupun perkotaan. Meskipun Indonesia
pernah dicatat sebagai salah satu negara berkembang yang sukses dalam
mengentaskan kemiskinan, ternyata masalah kemiskinan kembali menjadi isu
sentral di Tanah Air karena bukan saja jumlahnya yang kembali meningkat,
melainkan dimensinya pun semakin kompleks seiring dengan menurunnya
kualitas hidup masyarakaat akibat terpaan krisis ekonomi sejak tahun 1997.
Hal-hal lain yang tampak nyata menyebabkan kemiskinan banyak terjadi di kota-
kota besar yaitu antara lain arus urbanisasi. Banyak para urban dari desa datang ke
kota, kebanyakan dari mereka bertujuan mencari pekerjaan. Namun banyak juga
dari mereka gagal mendapatkan pekerjaan, karena mereka tidak memiliki keahlian
atau keterampilan tertentu untuk bekerja di kota.Dan juga mereka tidak
mempunyai sanak famili yang tinggal di kota. Sehingga hidupnya terkatung-
katung tidak menentu, dan merekapun hidup di tempat yang tidak layak dihuni.
Dan menyebabkan tingkat kemiskinan di kota meningkat, karena mereka tidak
memiliki penghasilan dan tidak dapat memenuhi segala kebutuhannya.
Cara mencegah masalah sosial
1) Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
2) Pengentasan kemiskinan, terutama terhadap keluarga yang berada di
bawah garis kemiskinan.
3) Mendirikan lembaga-lembaga yang dapat menampung anak-anak yatim
dan anak-anak yang terlantar
4) Memberikan Pendidikan Gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.

16
5) Membangun sarana dan prasarana untuk menyalurkan bakat dan minat
para remaja, seperti olah raga, kesenian, dan sebagainya

B. Saran
Untuk menghadapi masalah sosial dibutuhkan sikap yang bijaksana dan
cermat dalam meneliti sebuah masalah sosial itu. Tidak sedikit masalah sosial
dikaitkan dengan suasana hati seseorang, oleh karena itu kita harus berusaha
menyikapi suatu masalah sosial dengan baik. Tidak menghakimi seseorang yang
tersangkut masalah sosial secara langsung, karena Indonesia memiliki hukum
yang baik untuk mengatasi hal-hal seperti itu. Dan sebaiknya untuk para remaja di
sarankan untuk memilih teman pergaulan yang tidak memiliki pergaulan yang
menyimpang , karena seorang anak remaja lebih mudah untuk dipengaruhi.

17
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial
http://www.astalog.com/5858/pengertian-masalah-sosial.htm
https://id.wikipedia.org/wiki/Masalah_sosial
https://id.wikipedia.org/wiki/Masalah
http://www.anneahira.com/pengertian-sosial.htm
http://donaldtintin.blogspot.co.id/2015/03/klasifikasi-masalah-sosial.html
http://www.ilmupsikologi.com/2015/08/definisi-dan-klasifikasi-masalah-
sosial.html#ixzz3zAAShZMiX3
http://savieraandriany.blogspot.co.id/2016/02/makalah-masalah-sosial.html
http://falah-kharisma.blogspot.co.id/2015/11/penyebab-permasalahan-sosial.html
http://palingberkesan.blogspot.com/2015/12/macam-jenis-masalah-sosial-di-
indonesia.html

18