Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Telah diektahui bahwa perpindahan kalor ( panas ) dari Matahari ke Bumi
melalui gelombang elektromagnetik terjadi secara radiasi ( pancaran ). Sinar
matahari terpancar ke bumi melalui gelombang elektromagnetik, pancaran ini
disebut radiasi. Radiasi berlangsung dalam ruang hampa oleh benda sebagai
akibat dari radiasi termalnya (termal radiation). Secara umum, radiasi
terpancarkan berupa spektrum benda panas, hal ini bergantung pada komposisi
benda itu, yang dikenal dengan benda hitam (black body). Benda hitam adalah
suatu benda yang dapat menyerap semua radiasi yang datang padanya.
Kemampuan memancarkan atau menyerap energi radiasi yang dimiliki
sebuah benda hitam dapat diperkirakan berdasarkan nilai emisivitasnya. Nilai
emisivitas berkisar antara 0 dan 1, ditulis 0 ≤ 𝑒 ≤ 13 .Setiap benda yang suhu di
atas nol mutlak mampu meradiasikan energi termal. Energi termal dapat
dijelaskan dengan konsep radiasi benda hitam yang diselidiki oleh Stefan-
Boltzmann. Sementara, spektrum radiasi benda hitam diselidiki oleh Wien. Energi
yang dimiliki suatu benda yang berhubungan dengan suhu mutlaknya disebut
energi radiasi kalor dan energi radiasi termal. Dalam materi ini akan dijelaskan
intensitas radiasi benda hitam yang melibatkan : Stefan dan Boltzmann, Wilhelm
Wien, Rayleigh dan jeans, dan max planck. Ini merupakan model matematis yang
menunjukkan bahwa gambaran gelombang klasik tentang radiasi elektromagnet
(yang berhasil baik menerangkan percobaan Young dan Hertz pada abad ke
sembilas dan yang dapat di analisis secara tepat dengan persamaan Maxwell).
Benda hitam pertama kali diperkenalkan oleh Gustav Robert Kirchhoff
(1824-1887) pada tahun 1862. Istilah Benda hitam merupakan sebutan untuk
benda yang mampu menyerap dan melepaskan radiasi kalor dengan baik. Radiasi
kalor tersebut diserap dan dipacarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik.
Bentuk radiasi gelombangnya berbeda-beda tergantung wujud zat. Zat padat dan
cair berupa spektrum kontinu dan gas berupa spektrum garis.

1
Temperatur benda hitam berpengaruh terhadap jumlah dan jenis radiasi
gelombang elektromagnetikyang di pancarkan. Semakin tinggi suhu benda hitam
maka semakin banyak energi yang yang dipancarkan mulai dari panjang
gelombang merah, jingga, kuning dan putih. Benda hitam merupaka istilah,
objeknya tidak harus berwarna hitam

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa itu radiasi benda hitam ?
2. Apa itu intensitas radiasi ?
3. Bagaimana teori dan hukum mengenai radiasi benda hitam ?
4. Apa itu spektrum sinar X ?
5. Bagaimana penerapan radiasi benda hitam dan spektrum sinar X dalam
kehidupan ?

1.3 Tujuan Makalah


Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk :
1. Mengetahui radiasi benda hitam
2. Mengetahui intensitas radiasi
3. Mengetahui teori dan hukum mengenai radiasi benda hitam
4. Mengetahui spektrum sinar X
5. Mengetahui penerapan radiasi benda hitam dan spektrum sinar X dalam
kehidupan

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Radiasi Benda Hitam


Telah kita ketahui kalor merambat dengan 3 cara yaitu : konduksi, konveksi
dan radiasi. Energi matahari sampai di bumi dengan cara radiasi gelombang
elektromagnetik. Demikian juga jika kita dekat dengan api (1 benda yang lebih
panas ) maka maka tubuh kita terasa hangat,ataupun disekitar pembakar alkohol
suhu udara disekitarnya akan lebih tinggi. Radiasi ini dinamakan radiasi termal
Berdasarkan eksperimen laju kalor radiasi termal suatu benda dipengaruhi oleh :
1. Suhu benda : semakin tinggi suhu suatu benda semakin besar laju radiasi
kalor.
2. Sifat permukaan benda : semakin kasar suatu benda semakin banyak
memancarkan radiasi dibandingkan permukaan halus.
3. Luas permukaan benda : Permukaaan yang luas akan lebih banyak
memancarkan radiasi.
4. Jenis material : untuk jenis benda yang berbeda logam misalnya
mempunyai laju radiasi kalor yang berbeda. Dari faktor-faktor hasil
eksperimen diatas Stefan- Boltzman melakukan pengukuran besarnya daya
total yang dipancarkan oleh benda.
Radiasi thermal adalah radiasi yang dipancarkan oleh suatu benda sebagai
akibat dari suhunya. Benda baru bisa terlihat sebagai akibat dari radiasi thermal
jika memiliki suhu 1000 K, dimana pada suhu ini benda mulai berpijar merah
(contoh: kumparan pemanas kompor listrik) ; pada suhu lebih dari 2000 K benda
akan berpijar kuning atau keputih-putihan (contoh: lamen lampu pijar). Demikian
seterusnya, jika suhu ditingkatkan lebih lanjut maka akan menimbulkan pijar
warna yang berbeda pula. Pada akhir 1800an para ahli fisika melakukan
pengukuran berbagai frekuensi intensitas cahaya yang dihasilkan oleh radiasi
benda hitam pada kondisi temperatur tetap (5000 K). Dan dari percobaan tersebut
diperoleh data yang jauh berbeda dari benda hitam yang seharusnya (ideal). Pada
kurva ideal ditunjukkan bahwa, ketika temperatur dinaikkan rapatan energi
semakin bertambah pada daerah VIS (cahaya tampak) dan puncak semakin

3
bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih kecil, hal ini berarti bahwa radiasi
benda hitam bersifat kontinyu. Sedangkan pada hasil percobaan terlihat, kurva
radiasi yang ada tidak menunjukkan adanya pergeseran panjang gelombang ke
arah daerah VIS.
Benda hitam merupakan benda yang sangat ideal. Emisivitas (daya pancar)
yang dimiliki benda hitam sebesar (e) = 1,0. Untuk tingkatan laboratorium
(percobaan), benda hitam digambarkan 2 sebagai suatu rongga (lubang ) kecil
hitam. Dimana prinsip kerjannya yaitu ketika suatu berkas cahaya memsuki
rongga tersebut, berkas cahaya akan dipantulkun berkali-kali tanpa pernah keluar
dari rongga tersebut. Untuk setiap pemantulan yang terjadi, berkas cahaya tersebut
akan diserap oleh dinding-dinding berwarna hitam jika suhunya lebih lebih rendah
dari sekitarnya, sebaliknya berkas cahaya akan dipancarkan jika suhunya lebih
tinggi dibandingkan sekitarnya. Emisivitas yang dimiliki 0,99 karena jika
emisivitasnya lebih rendah dari nilai tersebut, tidak lagi dapat disebut sebagai
benda hitam, melainkan benda abu-abu.
Apabila kita telusuri lebih lanjut, panas matahari sampai ke bumi merupakan
penjalaran gelombang elektromagnetik. Seperti penjelasan sebelumnya
perpindahan kalor seperti ini disebut radiasi, yang dapat berlangsung dalam ruang
hampa. Radiasi yang dipancarkan oleh sebuah benda sebagai akibat suhunya
disebut radiasi panas (thermal radiation). Setiap benda secara kontinu
memancarkan radiasi panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Nilai
emisivitasnya: 𝑒 ≡ 14 . Penyerap radiasi yang baik juga merupakan pemancar
radiasi yang baik pula. Radiasi yang dihasilkan oleh benda hitam sempurna
disebut radiasi benda hitam. Benda hitam adalah benda dimana radiasi yang jatuh
akan diserap seluruhnya,pengertian benda hitam sempurna dapat dianalogikan
dengan suatu lubang kecil pada sebuah dinding berongga : Seberkas sinar masuk
pada lubang sebuah dinding berongga sinar ini dipantulkan berkali-kali oleh
dinding rongga dan setiap kali dipantulkan intensitasnya berkurang karena
sebagian sinar diserap oleh dinding sampai suatu saat energinya menjadi kecil
hampir mendekati nol. Jadi dapat dikatakan sinar yang mengenai lubang tidak
keluar lagi itulah sebabnya lubang itu dinamakan benda hitam.Sebaliknya pada

4
waktu benda berongga tersebut dipanaskan misalnya pada suhu T maka melalui
lubang akan dipancarkan radiasi .
Setiap benda memancarkan radiasi panas, tetapi umumnya benda terlihat
karena benda itu memantulkan cahaya yang datang padanya, dan bukan karena ia
memancarkan radiasi panas. Benda baru terlihat karena meradiasikan panas jika
suhunya melebihi 1000 K. Pada suhu ini benda mulai berpijar merah seperti
kumparan pemanas sebuah kompor listrik. Pada suhu diatas 2000 K benda
berpijar kuning atau keputih-putihan, seperti besi berpijar putih atau pijar putih
dari filament lampu pijar. Begita suhu benda terus ditingkatkan, intensitas relatif
dari spektrum cahaya yang dipancarkanya berubah.

2.2 Intensitas Radiasi


Ahli fisika Austria, Josef Stefan (1835-1893) pada tahun 1879. Hasil
eksperimennya menyebutkan bahwa daya total persatuan luas yang dipancarkan
pada semua frekuensi oleh suatu benda hitam, intensitas radiasi totalnya
sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya. Persamaan empiris hukum
Stefan ditulis:

𝐼𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = ∫ 𝑅𝑓 𝑑𝑓𝜎𝑇 4

dengan I total adalah intensitas (daya persatuan luas) radiasi pada permukaan
benda hitam pada semua frekuensi, 𝑅𝑓 adalah intensitas radiasi persatuan
frekuensi yang dipancarkan oleh benda hitam, T adalah suhu mutalak benda, dan
adalah tetapan StefanBoltzmann,yaitu 𝜎 = 5,67 × 10−8 𝑊 𝑚−2 𝑘 −4 . Untuk benda
panas yang bukan benda hitam akan memenuhi hukum yang sama hanya diberi
tambahan koefisien emisivitas, e, yang lebih kecil dari 1:
𝐼𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑒𝜎𝑇 4
𝑃
Ingat 𝐼 = 𝐴 sehingga persamaan diatas juga dapat ditulis :
𝑃
𝐼 = 𝐴 = 𝑒𝜎𝑇 4 atau 𝑃 = 𝑒𝜎𝐴𝑇 4

Dimana : P = daya/laju radiasi (Watt)


I = Intensitas Radiasi (Daya per satuan waktu)

5
e = emisivitas benda → nilainya di antara 0 dan 1
 = konstanta Stefan-Boltmann ( 5,67 × 10−8 𝑊 𝑚−2 𝑘 −4 )
A = luas permukaan benda (m2 )
T = suhu mutlak (K)
Teori Wien sesuai dengan spektrum radiasi benda hitam untuk panjang
gelombang pendek dan menyimpang untuk panjang gelombang panjang. Teori
Rayleigh-Jeans sesuai dengan spektrum radiasi benda hitam untuk panjang
gelombnag yang panjang, dan menyimpang untuk panjang gelombang yang
pendek.

2.3 Hukum dan Teori Mengenai Radiasi Benda Hitam

2.3.1 Hukum Pergeseran Wien


Jika benda padat dipanaskan sampai suhu yang sangat tinggi, benda
akan tampak memijar dan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan berada
pada spektrum cahaya tampak. Jika benda terus dipanaskan, intensitas relatif dari
spektrum cahaya yang dipancarkan berubah-ubah. Gejala pergeseran nilai panjang
gelombang maksimum dengan berkurangnya suhu disebut Pergeseran Wien.
Bila suhu benda terus ditingkatkan, intensitas relatif dari spektrum
cahaya yang dipancarkan berubah. Ini menyebabkan pergeseran dalam warna-
warna spectrum yang diamati, yang dapat digunakan untuk menaksir suhu suatu
benda yang digambarkan pada grafik berikut.

6
Pada gambar diatas menunjukkan hubungan antara benda dan panjang
gelombang yang dipancarkannya, pada spektrum cahaya tampak warna merah
mempunyai frekuensi terendah, sedangkan cahaya ungu mempunyai frekuensi
tertinggi.
Perubahan warna pada benda menunjukkan perubahan intensitas radiasi
benda. Jika suhu benda berubah, maka intensitas benda akan berubah atau terjadi
pergeseran. Pergeseran ini digunakan untuk memperkirakan suhu suatu benda.
Untuk lebih jelas melihat pergeseran intensitas benda kita menyebutnya
Pergeseran Wien terhadap panjang gelombang benda.
Dari hasil penelitiannya, Wien mendapatkan kesimpulan bahwa Jika suhu
suatu benda yang memancarkan cahaya semakin tinggi maka panjang gelombang
untuk intensitas maksimum semakin kecil.
Pergeseran Wien dirumuskan sebagai berikut :

Dimana : λm = panjang gelombang dengan intensitas maksimum (m)


T = suhu mutlak benda hitam (K)
C = tetapan pergeseran Wien = 2,90 x 10-3 m K
Melalui persamaan yang dikembangkan Wien mampu menjelaskan
distribusi intensitas untuk panjang gelombang pendek, namun gagal untuk
menjelaskan panjang gelombang panjang. Hal itu menunjukkan bahwa radiasi
elektromagnetik tidak dapat dianggap sederhana seperti proses termodinamika.
Radiasi yang dipancarkan benda hitam dilewatkan melalui celah agar
diperoleh berkas gelombang yang sempit. Gelombang tersebut kemudian
terdispersi menurut panjang gelombang masing-masing. Untuk mengukur
intensitas dan panjang gelombang setiap spektrum, digunakan detektor yang dapat
digeser menurut sudut deviasi berkas gelombang terdispersi. Percobaan tersebut
dilakukan berulang pada suhu benda hitam yang berbeda.Dari percobaan yang
dilakukan pada beberapa suhu yang berbeda tersebut maka didapat bahwa
intensitas radiasi yang dipancarkan benda hitam pada suhu tertentu ditunjukkan

7
oleh grafik yang selalu berbentuk garis lengkung. Intensitas radiasi maksimun
terjadi pada panjang gelombang tertentu.
Dan luas daerah yang dibatasi oleh garis lengkung dan sumbu panjang
gelombang menunjukkan intensitas radiasi terhadap benda yang di absorpsikan
nya sehingga akan terjadi warna spektrum sesuai pergeseran wiennya. Dari grafik
hasil percobaan menunjukkan bahwa jika suhu dinaikkan, intensitas radiasi akan
meningkat dan dalam setiap nilai suhu ada panjang gelombang yang memiliki
nilai maksimum, yakni maks. Terlihat pula pada grafik bahwa jika suhu berubah,
maks akan mengalami pergeseran. Semakin tinggi suhu, intensitas maks
semakin bergeser ke arah panjang gelombang yang lebih pendek. Gejala
pergeseran intensitas cahaya maks pada radiasi benda hitam disebut Pergeseran
Wien. Wien juga menemukan bahwa hasil kali antara intensitas pada maks dan
suhu mutlak merupakan suatu bilangan konstan. maks (T = konstan) Bilangan
konstan pada pada perumusan Hukum Pergeseran Wien disebut Konstanta Wien
dengan nilainya yaitu 2,898 ×[10]-3 m.K.

2.3.2 Teori Plank


Pada tahun 1900 Max Planck mengumumkan bahwa dengan membuat
suatu modifikasi khusus dalam perhitungan klasik, dia dapat menjabarkan fungsi
I(λT) yang sesuai dengan hasil eksperimen.
Planck mencari teori itu seperti itu dalam sebuah model proses atom
suara terperinci yang terjadi pada dinding – dinding rongga. Dia menganggap
bahwa atom-atom yang membentuk dinding-dinding tersebut berperilaku seperti
osilator-osilator elektromagnetik yang kecil dan masing – masing mempunyai
suatu frekuensi karateristik osilasi tertentu. Osilator – osilator tersebut
memancarkan energi elektromagnetik ke dalam rongga dan menyerap energi
elektromagnetik dari rongga tersebut. Proses ini berlangsung hingga radiasi
rongga tersebut berada dalam kesetimbangan.
Planck sampai pada dua kesimpulan untuk membuat dua anggapan
radikal (pada waktu itu) mengenai osilator – osilator atom.

8
1. Sebuah osilator tidak dapat mempunyai energi, tetapi hanya energi-energi
yang diberikan oleh : E = n.h.v
Dengan v adalah frekuensi osilator (hertz), h adalah konstanta (sekarang
dinamakan konstanta Planck) yang nilainya 6,626 x 1034 joule.sekon, dan
n adalah sebuah bilangan (sekarang dinamakan bilangan kuantum =
quantum number). Energi tersebut hanya mengambil nilai – nilai bulat.
Persamaan tersebut menyatakan bahwa energi osilator adalah
terkuantisasi.
2. Osilator – osilator tidak meradiasikan energi secara kontinu, tetapi hanya
dalam “loncatan-loncatan” atau kuanta (quanta). Kuanta energi
dipancarkan bila sebuah osilator berubah dari suatu keadaan energi
terkuantisasi ke suatu keadaan energi terkuantisasi yang lain. Jadi, jika n
berubah sebanyak satu satuan (unit), maka persamaan sebelumnya
memperlihatkan bahwa suatu jumlah energi yang diberikan :
∆𝐸 = ∆𝑛ℎ𝑣 = ℎ𝑣
Diradiasikan oleh osilator tersebut. Selama sebuah osilator tetap berada
dalam salah satu keadaan terkuantisasi (lazim dinamakan keadaan
stasioner), maka osilator tersebut tidak memancarkan dan juga menyerap
energi.

2.3.3 Hukum Stefan-Boltzmann


Istilah benda hitam diperkenalkan oleh Gustav Robert Kirchoff pada
tahun 1862 ketika mengamati adanya cahaya yang terpancar dari benda yang
berwarna hitam.
Menurut fisika klasik, walaupun secara teori benda hitam menyerap
semua radiasi, namun juga harus memancarkan seluruh panjang gelombang energi
yang mungkin karena hanya dari sinilah energi benda tersebut dapat diukur. Dari
hukum II Termodinamika. Kirchoff menunjukkan besar radiasi benda hitam
sebagai radiasi termal dari benda yang tidak bersuhu nol kelvin akan
memancarkan energi dalam bentuk elektromagnet, ia mengatakan bahwa
emisivitas pada suatu benda sama dengan absorbsivitasnya. Absorbsivitas

9
permukaan adalah perbandingan antara cahaya diserap dan cahaya yang datang
dari permukaan itu. Radiasi termal adalah radiasi elektromagnet yang
dipancarkan sebuah benda sebagai akibat suhu benda itu sendiri.
Walaupun suhu benda sama, benda akan tetap memancarkan
gelombang elektromagnetik dengan berbagai macam gelombang. Total radiasi
meningkat secara tajam dari pada peningkatan suhu benda. Secara matematis
besar radiasi yang memancar dari sebuah benda sebanding dengan pangkat empat
dari suhunya. Pernyataan ini dapat kita jelaskan dengan Hukum Stefan-Boltzman
yang berguna untuk menghitung total radiasi benda secara umum.
Secara matematis Hukum Stefan-Boltzmann ditulis dengan persamaan
I = e σ T4
Dengan I menyatakan intensitas radiasi pada permukaan benda hitam
pada semua frekuensi, T adalah suhu mutlak benda, dan σ adalah tetapan Stefan-
Boltzman yang bernilai 5,67 x 10-8 W/m2K4. Untuk kasus benda panas yang bukan
benda hitam, akan memenuhi hukum yang sama, hanya ditambahkan koefisien
emisivitas yang lebih kecil dari pada 1, sehingga :
I total = e.σ.T 4
Intensitas merupakan daya per satuan luas, maka persamaan diatas
dapat ditulis sebagai:

Dimana : P = daya radiasi (W)


Q = energi kalor (J)
A = luas permukaan benda (m2)
e = koefisien emisivitas
T = suhu mutlak (K)

2.3.4 Hukum Rayleigh – Jeans


Teori ini dikemukakan oleh Lord Rayleigh dan Sir James Jeans,
menurut teori ini muatan – muatan di sekitar dinding benda berongga
dihubungkan oleh semacam pegas. Ketika suhu benda dinaikkan, pada muatan

10
timbul energi kinetik sehingga muatan bergetar. Akibat getaran tersebut,
kecepatan muatan berubah – ubah, atau dengan kata lain setiap saat muatan selalu
mendapatkan percepatan. Muatan yang dipercepat inilah yang yang menimbulkan
radiasi.
Melalui penelitian yang dibuatnya, Rayleigh dan Jeans berhasil
menurunkan rumus distribusi intensitas, yang digambarkan grafiknya maka model
yang diusulkan oleh Rayleigh dan Jeans berhasil menerangkan spektrum radiasi
benda hitam pada panjang gelombang yang besar, namun gagal untuk panjang
gelombang yang kecil.

2.4 Spektrum Sinar X

2.4.1 Sejarah Sinar X


Sinar-X ditemukan oleh Wilhelm Conrad Rontgen seorang
berkebangsaan Jerman pada tahun 1895. Penemuanya diilhami dari hasil
percobaan percobaan sebelumnya antara lain dari J.J Thomson mengenai tabung
katoda dan Heinrich Hertz tentang foto listrik. Kedua percobaan tersebut
mengamati gerak electron yang keluar dari katoda menuju ke anoda yang berada
dalam tabung kaca yang hampa udara. Pembangkit sinar-X berupa tabung hampa
udara yang di dalamnya terdapat filament yang juga sebagai katoda dan terdapat
komponen anoda. Jika filamen dipanaskan maka akan keluar elektron dan apabila
antara katoda dan anoda diberi beda potensial yang tinggi, elektron akan
dipercepat menuju ke anoda. Dengan percepatan elektron tersebut maka akan
terjadi tumbukan tak kenyal sempurna antara elektron dengan anoda, akibatnya
terjadi pancaran radiasi sinar-X. Pemanfaatan sinar-X di bidang kedokteran nuklir
merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Peristiwa terjadinya sinar-X diawali dari percobaan Heinrich Hertz pada
tahun 1887 dengan menggunakan tabung hampa yang berisi katoda dan anoda.
Katoda dan anoda dihubungkan dengan sumber listrik E. Pada tegangan, E, yang
rendah tidak ada arus elektron dari katoda ke anoda yang dapat dilihat dari
galvanometer. Pada saat katoda disinari gelombang pendek elektromagnetik

11
ternyata dari katoda keluar elektron menuju anoda yang diamati dari
galvanometer. Arus yang terbaca di Galvanometer adalah arus yang sangat kecil
dalam order mikro ampere. Peristiwa di atas disebut dengan efek foto listrik.
Kecuali disinari dengan gelombang pendek elektron dapat keluar dari katoda
dengan cara dipanaskan sehingga terjadi emisi thermis. Jadi dengan cara
dipanaskan atau diberi gelombang pendek elektromagnetik katoda dapat
memancarkan elektron lebih banyak.
Makin pendek gelombang elektromagnetik yang menumbuk katoda,
maka makin besar arus yang mengalir dan sebaliknya makin panjang
gelombangnya, makin kecil arus yang terbaca di galvanometer. Hal demikian
dapat dipahami karena bila gelombang elektromagnetik panjang gelombangnya
makin pendek berarti frekuensinya makin besar dan energinya juga makin besar.
Karakteristik gelombang elektromagnetik ditentukan oleh panjang gelombang,
frekuensi, dan kecepatan. Kecepatan rambat gelombang elektromagnetik di udara
untuk semua panjang gelombang adalah sama yaitu sama dengan kecepatan dalam
ruang hampa c = 3 1010cm/det.
C = v × λ (1)
Dimana : c : Kecepatan rambat dalam hampa (cm/det)
v : Frekuensi gelombang (cycle/det)
λ : Panjang gelombang, (cm)
Pemancaran energi radiasi elektromagnetik oleh sumbernya tidak
berlangsung secara kontinyu melainkan secara terputus-putus (diskrit), sehingga
berupa paket yang harganya tertentu yang disebut dengan kuanta/foton. Besar
energi kuanta tergantung pada frekuensi gelombang.
E =h ×v (2)
Dimana : E : Energi foton, (eV)
h : Tetapan Max Plank, (Joule/det)
v : Frekuensi gelombang, (cycle/det)
Pada peristiwa terjadinya tumbukan tak kenyal sempurna antara elektron
dengan atom anoda (targed) akan terjadi dua hal sebagai berikut :

12
1. Terjadi radiasi yang dikenal dengan “ bremstrahlung” yaitu elektron yang
mendekati atom targed (anoda) akan berinteraksi dengan atom bahan
anoda, tepatnya dengan elektron luar atom tersebut. Ia mengalami
perlambatan sehingga mengeluarkan radiasi. Radiasi ini memiliki aneka
ragam panjang gelombang, oleh karena itu proses bremstrahlung dapat
dialami elektron berulang kali, sehingga spektrum radiasi ini bersifat
kontinyu. Spektrum sinar-X bremstrahlung Peristiwa tumbukan antara
electron dengan atom anoda dengan Anoda
2. Elektron yang mendekati atom didalam anoda berinteraksi dengan elektron
dalam atom ersebut, berupa tumbukan tak kenyal sempurna, akibatnya
elektron anoda terlepas dari kulitnya. Atom tertinggal dalam keadaan
bereksitasi yang dalam keadaan tidak stabil. Maka terjadilah (dalam waktu
10-8 detik) pengisian kekosongan itu oleh elektron-elektron yang lebih
luar. Perpindahan kulit yang luar ke kulit yang dalam disertai pancaran
radiasi dengan panjang gelombang tertentu, maka radiasi ini bersifat
diskrit. Interaksi elektron dengan atom anoda.

2.4.2 Sifat-sifat Sinar X


Sinar-x ditemukan pertamakali oleh Roentgen pada tahun 1895. Pada
saat ditemukan, sifat-sifat sinar-x tidak langsung dapat diketahui. Sifat-sifat
alamiah (nature) sinar-x baru secara pasti ditentukan pada th 1912 seiring dengan
penemuan difraksi sinar-x oleh kristal. Difraksi sinar-x ini dapat “melihat” atau
“membedakan” objek yang berukuran kurang lebih 1 angstroom. Sifat-sifat sinar-
x tersebut adalah:
a. Tidak dapat dilihat oleh mata, bergerak dalam lintasan lurus, dan dapat
mempengaruhi film fotografi sama seperti cahaya tampak.
b. Daya tembusnya lebih tinggi dari pada cahaya tampak, dan dapat
menembus tubuh, manusia,kayu, beberapa lapis logam tebal.
c. Dapat digunakan untuk membuat gambar bayangan sebuah objek pada
film fotografi (radiograf).
d. Sinar-x merupakan gelombang elektromagnetik dengan energi E = hf.

13
e. Orde panjang gelombang sinar-x adalah 0,5-2,5Ao. (sedangkan orde
panjang gelombang untuk cahaya tampak = 6000 Ao). Jadi letak sinar-x
dalam diagram spektrum gelombang elektromagnet adalah antara sinar
ultra violet dan sinar gama.
f. Satuan panjang gelombang sinar-x sering dinyatakan dalam dua jenis
satuan yaitu angstroom (Ao) dan satuan sinar-x (X Unit = XU). 1 kXU =
1000 XU = 1,00202 Ao
g. Persamaan gelombang untuk medan listrik sinar-x yang terpolarisasi
bidang adalah E= A sin 2(x/ft) = A sin (kx-t). Intensitas sinar-x
adalah dE/dt (rata-rata aliran energi persatuan waktu) per satu satuan luas
yang tegak lurus arah rambat. Nilai rata-rata intensitas sinar-x ini adalah
ergs
berbanding lurus dengan A2. Satuan intensitas adalah :
det.cm2

2.4.3 Sumber Sinar X


Salah satu cara untuk membangkitkan sinar-x adalah dengan cara
menembakan elektron yang berenergi kinetik (berkecepatan) tinggi pada suatu
target (anoda). Pembangkit (sumber) sinar-x jenis ini berdasarkan keadaan target
(anoda) dapat dibedakan menjadi dua jenis sumber sinar-x, yaitu sumber sinar-x
yang beranoda diam (fixed anode x-ray source) dan sumber sinar-x dengan anoda
berputar (rotating anode x-ray source). Kedua jenis sumber sinar-x ini akan
dijelaskan pada bagian berikut ini.
Sumber sinar-x beranoda diam. Komponen utama sumber sinar-x yang
beranoda diam adalah sebuah anoda, sebuah katoda (K), sebuah filamen (F)

14
sebagai sumber elektron, sebuah sumber tegangan tinggi (HV) untuk anoda dan
katoda, dan sebuah tegangan rendah (V) untuk filamen. Sumber sinar-x jenis ini
secara skema ditunjukkan pada gambar 2.

Gambar 2. Skema sumber sinar-X ber anoda tetap

Filamen yang diberi catu daya dari sumber tegangan rendah (V) akan
mengeluarkan elektron secara termal. Elektron-elektron ini selanjutnya dipercapat
oleh tegangan tinggi (HV) yang timbul antara anoda dan katoda, sehingga mereka
memperoleh energi kinetik yang sangat besar. Pada saat menumbuk anoda
elektron-elektron ini akan melepaskan energi kinetiknya. Sebagian kecil dari
energi tersebut berubah menjadi energi gelombang elektromagnetik yang kita
sebut sinar-x, sedangkan sebagian besar dari energi kinetik itu berubah menjadi
panas yang numpuk pada anoda. Berkas sinar-x yang dihasilkan dapat terdiri atas
dua jenis sinar-x. Jenis pertama adalah sinar-x polikhromatik, yaitu sinar-x yang
berasal dari akibat pengereman elektron oleh anoda. Berkas sinar-x jenis ini sering
disebut sinar-x bremsstrahlung (sebuah kata dalam bahasa Jerman yang berarti
pengereman). Jenis kedua adalah sinar-x monokhromatik, yaitu sinar-x yang
berasal dari adanya transisi eksitasi di dalam anoda. Kedua jenis sinar-x ini akan
dijelaskan secara rinci di dalam pasal berikutnya.
Disamping komponen-komponen utama tersebut di atas, sumber sinar-x
ini sering juga dilengkapi dengan komponen lainnya, seperti aliran air dingin
melaui anoda yang berfungsi untuk mengeluarkan panas yang timbul pada anoda.

15
Sumber sinar-x dengan anoda berputar. Pada prinsipnya, komponen utama
dari sumber sinar-x dengan anoda berputar adalah sama dengan komponen utama
dari sumber sinar-x yang beranoda diam. Tetapi perbedaan yang paling mencolok
diantara keduanya adalah bahwa anoda pada sumber sinar-x ini diputar oleh
sebuah motor listrik dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hal ini dimaksudkan
supaya elektron-elektron akan menumbuk anoda pada tempat yang selalu berbeda.
Keuntungan dari cara ini adalah untuk mengurangi panas yang timbul pada anoda
sehingga sumber sinar-x jenis ini dapat menghasilkan berkas sinar-x yang berdaya
besar. Sebagai perbandingan, sumber sinar-x beranoda diam hanya mampu
menghasilkan sumber sinar-x yang berdaya kurang lebih 2 kilowatt (kW)
sementara sumber sinar-x yang beranoda berputar mampu menghasilkan berkas
sinar-x dengan daya maksimum sebesar 18 kW.
Keuntungan lain dari sumber sinar-x yang beranoda berputas adalah :
a. Bahan anoda dapat diubah dengan mudah tanpa harus menggati tabung
sumber sinar-x secara keseluruhan. Penggatian bahan anoda sering
dilakukan apabila energi berkas sinar-x karakteristik yang dibutuhkan
harus bermacam-macam.
b. Jenis dan ukuran filamen juga dapat diubah dengan mudah, sehingga
ukuran noktah sinar-x yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan
kebutuhan.
c. Oreintasi anoda dan filamen dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanpa
harus memilih arah berkas sinar-x yang dihasilkan. Hal ini sangat
menguntungkan karena kita tidak pelru mengubah susunan alat-alat
eksperimen lainnya, seperti goniometer - misalnya, yang biasanya
sangat sulit untuk setel dan kalibrasi ulang. Oreintasi yang dapat dibuat
oleh sumber sinar-x ini adalah orientasi geometri titik dan orientasi
geometri garis. Kedua jenis oreintasi ini ditunjukkan dalam gambar 3.

16
Pada orientasi geometri titik, noktah sumber sinar-x pada anoda akan
tampak dari jendela seperti sebuah titik sumber, sedangkan pada orientasi
geometri garis noktah tersebut akan tampak dari jendela seperti sebuah garis
sumber. Kedua jenis orientasi ini dengan mudah dapat diperoleh dari sumber
sinar-x jenis ini tanpa harus mengganggu susunan alatalat eksperimen lainnya. Di
sisi lain, kelemahan sumber sinar-x dengan anoda berputar adalah :
a. Harganya jauh lebih mahal
b. Untuk memperoleh sinar-x dengan daya yang besar, sumber ini
memerlukan pompa pengisap udara yang sangat baik untuk dapat
memvakumkan ruang anoda-katoda.

17
2.4.4 Spektrum Sinar X
Berkas sinar-X yang dihasilkan oleh sebuah sumber dapat terdiri atas
dua jenis spektrum, yaitu spetrum kontinius dan spektrum diskrit. Spektrum
kontinius dan spektrum diskrit masing-masing sering juga disebut polikhromatik
dan monokhromatik.
Spektrum kontinius sinar-X timbul akibat adanya pengereman elektron-
elektron yang berenergi kinetik tinggi oleh anoda. Pada saat terjadi pengereman
tersebut, sebagian dari energi kinetiknya diubah menjadi sinar-X. Proses
pengereman ini dapat berlangsung baik secara tiba-tiba ataupun secara perlahan-
lahan, sehingga energi sinar-X yang dihasilkannya akan memiliki rentang energi
yang sangat lebar. Jika elektron-elektron tersebut direm secara tiba-tiba, maka
seluruh energi kinetiknya akan diubah seketika menjadi energi sinar-X dan energi
panas yang numpuk pada anoda.
Energi sinar-X ini merupakan energi tertinggi tertinggi yang dapat
dihasilkan oleh sebuah sumber sinar-X atau dengan kata lain panjang gelombang
sinar-X ini merupakan panjang gelombang terpendek (lmin) yang dapat dihasilkan
oleh sebuah sumber. Tetapi jika elektron-elektron itu direm secara perlahan, maka
energi kinetiknya akan diubah secara perlahan pula menjadi energi sinar-X dan
energi panas, sehingga sinar-X yang dihasilkannya akan berenergi yang bervariasi
sesuai dengan besarnya energi kinetik yang diubahnya. Sinar-X ini akan memiliki
panjang gelombang (energi) yang berbeda, sehingga karena itulah sinar-X ini
sering disebut sinar-X polikhromatik. Sinar-X yang dihasilkan oleh adanya
pengereman elektron baik secara tiba-tiba atau pun secara perlahan sering disebut
sinar-X bremsstrahlung. Spektrum sinar-X bremsstrahlung ini ditunjukkan di
dalam gambar b.
Gambar tersebut menunjukan spektrum sinar-X bremstrahlung untuk
beberapa harga tegangan tinggi yang digunakan. Makin besar tegangan tinggi
yang digunakan makin kecil harga lmin yang dihasilkan. Jika elektron yang
berenergi kinetik tinggi itu direm secara tiba-tiba oleh anoda maka seluruh energi
kinetiknya akan secara tiba-tiba pula diubah menjadi energi sinar-X tertinggi

18
(hvmax). Jadi jika energi kinetik elektron yang bergerak di dalam medan listrik
yang ditimbulkan oleh tegangan tinggi dinyatakan oleh eV, maka:
hc
eV  hvmax 
min
hc
 min 
Jadi, eV
Dimana : h = adalah konstanta Planck (6,262 x 10-34 J s)
C = adalah cepat rambat cahaya (3 x 108 m/s)
e = adalah muatan listrik elektron
V = adalah nilai tegangan tinggi yang digunakan.
Dalam prakteknya, spektrum bremstrahlung ini jarang digunakan untuk
kegiatan eksperimen dan bahkan sering dihindari karena ia memiliki panjang
gelombang yang bermacam-macam. Posisi puncak spektrum bremsstrahlung
2 3
terletak pada Emax atau pada min , karena Emax berbanding terbalik dengan
3 2
lmin. Untuk menghindari penumpukan panas (Q) pada anoda, setiap sumber sinar-
X yang berdaya besar biasanya selalu dilengkapi dengan aliran air dingin untuk
membuang panas (Q) yang timbul.

Gambar b. Spektrum sinar-X bremstrahlung untuk tegangan tinggi


beberapa harga tegangan tinggi V3 > V2 > V1

19
Sinar-x yang lebih bermanfaat dan sering digunakan dalam setiap kegiatan
eksperimen adalah sinar-X monokhromatik dan sering disebut sinar-X
karakteristik. Sinar-X monokhromatik (sinar-X karakteristik) ini timbul akibat
adanya proses transisi eksitasi elektron di dalam anoda. Sinar-x ini timbul secara
tumpang tindih dengan spektrum bremstrahlung. Disamping panjang
gelombangnya yang monokhromatik, intensitas sinar-X monokhromatik ini jauh
lebih besar dari pada intensitas sinar-X bremstrahlung. .
Proses terjadinya sinar-X monokhromatik ini dapat dijelaskan jika energi
kinetik elektron itu sama dengan atau lebih besar dari pada energi eksitasi atom-
atom di dalam anoda maka pada saat elektron-elektron tersebut menumbuk anoda,
atom-atom tersebut akan tereksitasi sehingga pada saat atom-atom tersebut
kembali ke kaadaan ekuilibriumnya mereka akan melepaskan energinya dalam
bentuk foton gelombang elektromagnetik yang kita sebut sinar-X karakteristik.
Karena tingkat-tingkat energi di dalam atom-atom itu terkuantisasi maka sinar-X
yang dipancarkannya akan memiliki panjang gelombang atau energi yang tertentu,
sehingga sinar-x ini disebut sinar-x monokhromatik.
Dimana, jika sebuah electron keluar dari kulit K, ia dapat diganti oleh
sebuah electron dari kulit L dengan memancarkan radiasi dengan energi.

Gambar c. Kulit-kulit electron

20
Energi Kulit K Garis-garis kulit k disebut dengan garis K, kulit L disebut
garis-garis L dan selanjutnya. Ada dua lingkaran garis yang dibedakan oleh energi
yang kecil pada kulit L, lima untuk kulit M dan seterusnya. Sebuah elektron yang
jatuh dari kulit L menuju kulit K memancarkan sebuah energi dengan besar sama
dengan selisih energi antara kulit-kulit ini
Sebagai contoh, apabila sinar-X ini timbul akibat transisi elektron dari
kulit L ke kulit K maka sinar-X ini akan memiliki energi E = EL – EK. Garis
spektrum sinar-x tersebut lazim dinamai K , sehingga panjang gelombangnya

sering disebut   K . Nama-nama garis spektrum lainnya adalah K  (untuk


transisi dari kulit M ke kulit K), K  (untuk transisi dari kulit N ke kulit K), dan

seterusnya. Jika transisi itu terjadi dari tingkat-tingkat energi yang lebih tinggi ke
kulit L,maka nama-nama untuk garis-garis spektrum sinar-X yang dihasilkannya
adalah L , L , L , .... dst., untuk transisi yang terjadi masing masing dari kulit

M, N, O, ...., dan seterusnya. Apabila kita bandingkan dengan sinar-X


bremsstrahlung, sinar-X karakteristik tersebut muncul secara tumpang tindih di
dalam spektrum bremsstahlung, seperti ditunjukkan dalam gambar c.

Gambar d. Sinar-X karakteristik K dan K  yang tumpang tindih di

dalam spektrum bremsstrahlung.

21
2.4.5 Prinsip Kerja Sinar X
Prinsip dasar dari analisis spektroskopi sinar-X adalah seperti halnya
tehnik spektroskopi yang lain, yaitu terjadinya interaksi antara energi dan materi.
Dimana yang berfungsi sebagai energi adalah radiasi elektromagnetik dan yang
sebagai materi adalah atom atau molekul dalam senyawa kimia, berkas-berkas
elektron eksternal. Pada spektroskopi sinar-X interaksi antara energi radiasi
elektromagnetik dengan materi akan menghasilkan transmisi elektronik electron
di kulit dalam (inner shell).
Jika suatu sinar-X atau suatu elektron yang bergerak dengan kecepatan
tinggi dari suatu atom, maka energinya dapat diserap oleh atom. Jika sinar-X
tersebut mempunyai energi yang cukup membuat sebuah electron keluar dari
salah satu kulit atom yang terluar misalnya kulit K sehingga atom menjadi
terionisasi, suatu electron dari kulit energi yang lebih tinggi, misalnya kulit L jauh
menempati posisi yang ditinggalkan electron yang lebih dalam. Panjang
gelombang dari emisi sinar-X karakteristrik unsure yang ditembak.
Sinar-X dihasilkan di suatu tabung sinar katode dengan pemanasan
kawat pijar untuk menghasilkan elektron-elektron, kemudian elektron-elektron
tersebut dipercepat terhadap suatu target dengan memberikan suatu voltase, dan
menembak target dengan elektron. Ketika elektron-elektron mempunyai energi
yang cukup untuk mengeluarkan elektron-elektron dalam target, karakteristik
spektrum sinar-X dihasilkan. Spektrum ini terdiri atas beberapa komponen-
komponen, yang paling umum adalah Kα dan Kβ. Ka berisi, pada sebagian, dari
Kα1 dan Kα2. Kα1 mempunyai panjang gelombang sedikit lebih pendek dan dua
kali lebih intensitas dari Kα2. Panjang gelombang yang spesifik merupakan
karakteristik dari bahan target (Cu, Fe, Mo, Cr). Disaring, oleh kertas perak atau
kristal monochrometers, yang akan menghasilkan sinar-X monokromatik yang
diperlukan untuk difraksi. Tembaga adalah bahan sasaran yang paling umum
untuk diffraction kristal tunggal, dengan radiasi Cu Kα =05418Å. Sinar-X ini
bersifat collimated dan mengarahkan ke sampel. Saat sampel dan detektor diputar,
intensitas Sinar X pantul itu direkam. Ketika geometri dari peristiwa sinar-X
tersebut memenuhi persamaan Bragg, interferens konstruktif terjadi dan suatu

22
puncak di dalam intensitas terjadi. Detektor akan merekam dan memproses isyarat
penyinaran ini dan mengkonversi isyarat itu menjadi suatu arus yang akan
dikeluarkan pada printer atau layar komputer.
Spektrum sinar-X memiliki :
 Panjang gelombang antara 10-5- 1 nm
 Frekuensi antara 10-17- 1020 Hz
 Energi antara 103-106 eV

2.5 Aplikasi Radiasi Benda Hitam dan Spektrum Sinar X

2.5.1 Aplikasi Radiasi Benda Hitam


Aplikasi dari radiasi benda hitam dalam kehidupan sehari-hari
diantaranya sebagai berikut:
a. Gejala Pemanasan Global (Efek Rumah Kaca)
Efek rumah kaca (green
house effect) yang merupakan
gejala pemanasan global adalah
penerapan dari sifat radiasi
benda hitam yang merupakan
gejala dari fisika kuantum yang
juga merupakan bagian dari
fisika modern. Secara alamiah
sinar matahari yang masuk ke
bumi maka sebagaian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa
dan sebagaian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di
atmosfer yang menyelimuti bumi yang disebut gas rumah kaca, sehingga sinar
tersebut terperangkap dalam bumi, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah
kaca tersebut.
Analogi sederhana untuk menggambarkan efek rumah kaca adalah ketika
kita memarkir mobil di tempat parkir terbuka pada siang hari. Ketika kita kembali
ke mobil di sore hari, biasanya suhu di dalam mobil lebih panas di bandingkan

23
suhu di luar. Karena sebagian energi panas dari matahari telah di serap oleh kursi,
dashboard dan karpet mobil. Ketika benda-benda tersebut melepaskan energi
panas tersebut, tidak semuanya dapat keluar melalui jendela tetapi sebagian di
pantulkan kembali.Penyebabnya adalah perbedaan panjang gelombang sinar
matahari yang memasuki mobil dan energi panas yang dilepaskan kembali oleh
kursi.Sehingga jumlah energi yang masuk lebih banyak dibandingkan energi yang
dapat keluar. Akibatnya kenaikan bertahap pada suhu di dalam mobil. Efek rumah
kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1 hingga 5 derajat Celcius. Dari 47%
energi radiasi matahari yang diserap permukaan bumi, sekitar 23% digunakan
untuk menguapkan air yang terdapat dipermukaan bumi. Sekitar 10% kembali
dialirkan keangkasa dalam bentuk konduksi dan konveksi serta sekitar 14%
dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromgnetik ke angkasa. Sinar matahari
yang memasuki permukaan bumi memiliki berbagai macam panjang gelombang.
Sinar matahari yang memasuki permukaan bumi memiliki berbagai macam
panjang gelombang. Sinar tampak berada pada panjang gelombang antara 400-
700 nm, sinar inframerah pada panjang gelombang diatas 700 nm dan sinar
ultraviolet pada panjang gelombang dibawah 400 nm.
Sinar matahari dengan panjang gelombang pendek, seperti sinar ultraviolet
dan sinar tampak, dengan mudah dapat menembus lapisan atmosfer bumi. Ketika
energi matahari ini memanaskan bumi, sebagian besar energi dipancarkan kembali
oleh bumi ke angkasa sebagai gelombang panjang. Energi yang diserap
dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan
bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh
awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi.
Sebenarnya dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, untuk
mempertahankan panas di bumi. Tanpa adanya efek rumah kaca sama sekali,
mungkin kondisi Bumi akan seperti Mars, dimana kondisi di sana sangat dingin
dan tidak memungkinkan adanya kehidupan. Akibat dari ulah manusia
menyebabkan naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya
di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan
pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik

24
lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk
mengabsorbsinya.

b. Penggunaan Pakaian
Pada siang hari, kita akan merasa lebih nyaman memakai baju berwarna
putih daripada baju berwarna hitam, akan tetapi pada malam hari yang dingin kita
akan merasa lebih hangat apabila mengenakan baju berwarna hitam dari pada baju
berwarna putih. Hal itu menunjukkan bahwa permukaan yang gelap merupakan
penyerap dan pemancar kalor yang baik dan permukaan yang berwarna putih atau
mengkilap merupakan penyerap dan pemancar kalor yang buruk.

c. Panel Surya
Panel surya adalah suatu
perangkat yang digunakan untuk
menyerap radiasi dari matahari.
Panel surya terdiri dari wadah logam
berongga yang di cat hitam dengan
panel depan terbuat dari kaca. Kalor
radiasi dari matahari diserap oleh
permukaan hitam dan dihantarkan
secara konduksi melalui logam. Bagian dalam panel dijaga tetap hangat oleh efek
rumah kaca, kemudian sirkulasi air melalui wadah logam akan membawa kalor
menjauh untuk dimanfaatkan pada sistem pamanas air domestik dan untuk
memanasi kolam renang.

d. Mengukur Suhu Matahari


Pada temperatur yang cukup tinggi, secara alamiah di dalam bintang-
bintang akan terjadi reaksi fusi, yakni inti-inti ringan akan bergabung membentuk
inti yang lebih berat. Melalui serangkaian tahapan reaksi fusi, inti-inti atom
hidrogen bergabung membentuk inti helium. Proses penggabungan itu digunakan
untuk membangkitkan energi di dalam bintang-bintang tersebut.

25
Energi yang dihasilkan oleh matahari atau bintang tersebut terdiri atas
berbagai bentuk radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat diketahui melalui
frekuensi atau panjang gelombangnya. Semua gelombang elektromagnetik yang
dipancarkan akan merambat dalam ruang angkasa dengan kecepatan sama, yakni
dengan kecepatan spektrum cahaya. Dengan meneliti spektrum sebuah bintang,
seorang astronom akan dapat mengetahui suhu bintang. Tidak mendekat ke
matahari atau bintang dengan berpedoman pada spektrum radiasi benda hitam.
Ada temperatur yang cukup tinggi, secara alamiah di dalam bintang-bintang akan
terjadi reaksi fusi, yakni inti-inti ringan akan bergabung membentuk inti yang
lebih berat. Melalui serangkaian tahapan reaksi fusi, inti-inti atom hidrogen
bergabung membentuk inti helium. Proses penggabungan itu digunakan untuk
membangkitkan energi di dalam bintang-bintang tersebut.
Energi yang dihasilkan oleh matahari atau bintang tersebut terdiri atas
berbagai bentuk radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat diketahui melalui
frekuensi atau panjang gelombangnya. Semua gelombang elektromagnetik yang
dpancarkan akan merambat dalam ruang angkasa dengan kecepatan sama, yakni
dengan kecepatan spektrum cahaya Dengan meneliti spektrum sebuah bintang,
seorang astronom akan dapat mengetahui suhu bintang. Tidak mendekat ke
matahari atau bintang dengan berpedoman pada spektrum radiasi benda hitam.
Pada siang hari, kita akan merasa lebih nyaman memakai baju berwarna putih
daripada baju berwarna hitam. Namun, pada malam hari yang dingin kita akan
merasa lebih hangat apabila mengenakan baju berwarna hitam daripada baju
berwarna putih. Hal itu menunjukkan bahwa permukaan yang gelap merupakan
penyerap dan pemancar kalor yang baik dan permukaan yang berwarna putih atau
mengkilap merupakan penyerap dan pemancar kalor yang buruk.

e. Termos
Lapisan perak mengkilap mencegah perpindahan kalor secara radiasi.
Lapisan tersebut memantulkan radiasi kembali ke dalam termos. Dinding gelas,
sebagai konduktor jelek, tidak dapat memindahkan kalorRuang vakum antara dua
dinding mencegah perpindahan kalor, baik secara konveksi maupun konduksi.

26
Sumbat dibuat dari bahan isolator. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk
mencegah agar konveksi dengan udara luar terjadi.Pada cuaca panas, kulit kita
berkeringat. Keringat ini menguap dan kalornya diambil dari tubuh kita sendiri
sehingga tubuh kita menjadi lebih dingin. Tidak seperti manusia, anjing tidak
memiliki kulit yang berkeringat. Ketika cuaca panas, anjing menjulurkan lidahnya
agar terjadi penguapan pada air ludahnya, dan tubuh anjing menjadi lebih
dinginMengapa air yang dingin dalam kendi (dibuat dari tanah liat) lebih dingin
daripada air yang disimpan dalam sebuah bejana plastik? Pada dinding kendi
terdapat pori-pori (celah-celah) yang kecil. Kalor yang diperlukan untuk
penguapan air itu diambil dari kendi dan air didalamnya. Ini menyebabkan air
dalam kendi lebih dingin atau karena tidak dapat meradiasikan kalor keluar kendi.

2.5.2 Aplikasi Radiasi Benda Hitam


Penggunaan sinar-X berkontribusi banyak dalam berbagai bidang
diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Bidang Kesehatan
Pada bidang kesehatan sinar X atau
juga disebut sebagai radiasi rontgen ini
digunakan untuk membantu dokter untuk
melihat bagian dalam tubuh tanpa harus
melakukan pembedahan.
Penggunaan X-ray atau sinar x ini
hanya dilakukan untuk membantu dalam
diagnosis medis seseorang agar tidak
menimbulkan resiko yang justru
membahayakan bagi kesehatan. Beberapa manfaat Sinar X dalam dunia
kesehatan, antara lain :
1. Untuk menyelidiki penyebab dan gejala pada penyakit pasien /
mendiagnosa suatu penyakit.
2. Dapat membantu mengkonfirmasi ada atau tidaknya suatu penyakit atau
cedera pada seorang pasien.

27
3. Sinar-X lembut digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal
sebagai radiograf. Sinar-X boleh menembusi badan manusia tetapi diserap
oleh bahagian yang lebih tumpat seperti tulang. Gambar foto sinar-X
digunakan untuk mengesan kecacatan tulang, mengesan tulang yang patah
dan menyiasat keadaan organ-organ dalam badan.
4. Ahli radiologi menggunakan pemindaian sinar-X untuk menghasilkan
gambar struktur internal tubuh pasien melalui suatu alat Radiograf. Hal ini
memungkinkan berbagai diagnosa seperti patah tulang, adanya tumor, dan
bahkan melihat saluran pencernaan dapat dilakukan dengan lebih akurat.
Dengan menggunakan ‘ruang ion’ yang terletak antara pasien dan film
sinar-X, ahli radiologi dapat mengatur jumlah paparan radiasi yang
diemisikan ke pasien.
5. Untuk melihat kondisi tulang, gigi serta organ tubuh yang lain tanpa
melakukun pembedahan yang dikenal dengan nama Foto Rontgen.
6. Sinar-X keras digunakan untuk Radioterapi. Radioterapi adalah suatu
pengobatan yang menggunakan sinar pengion yang banyak dipakai untuk
menangani penyakit kanker.
7. X-rays pada CT Scanning menghasilkan kualitas gambar yang lebih jelas
untuk mendiagnosis objek tiga dimensi tanpa bayangan dari organ lain
yang dicitrakan.

b. Bidang Perindustrian
Sinar X juga dapat digunakan untuk menunjang kegiatan-kegiatan industri,
diantaranya adalah:
1. Membantu untuk melacak kerusakan-kerusakan seperti retak dan aus
dalam komponen mesin-mesin industri yang mungkin tidak terdeteksi.
2. Sebagai alat mesin mikroskopis
3. Memperbaiki retakan / kerusakan pada mesin-mesin industri
4. Menghilangkan bakteri berbahaya dari produk kalengan makanan laut dan
produk lainnya.
5. Untuk memantau kualitas produk yang dihasilkan oleh sebuah industri.

28
6. Memeriksa kecacatan dalam struktur binaan atau bahagian-bahagian dalam
mesin dan engine.
7. Memeriksa rekahan dalam pipa logam, dinding konkrit dan dandang
tekanan tinggi.
8. Memeriksa retakan dalam struktur plastik dan getah.
9. Menyelidiki struktur hablur dan jarak pemisahan antara atom-atom dalam
suatu bahan hablur.

c. Bidang Keamanan / Security


Sinar X digunakan untuk membantu mendeteksi ada atau tidaknya sebuah
ancaman bahaya di suatu tempat. Misalnya di Bandara, sinar X dapat membantu
melihat ada atau tidaknya barang-barang berbahaya bawaan calon penumpang
pesawat.

Gambar 3.2 Penggunaan Sinar X mendeteksi barang di bandara

Prinsip dasar Mesin Xray di bandara :


 Barang yang akan diperiksa masuk ke dalam terowongan (tunel) sistim
pemeriksaan melalui ban berjalan (konveyor belt).
 Barang-barang yang akan diperiksa akan dideteksi oleh sejumlah light
barrier pada saat barang tersebut masuk ke dalam terowongan.

29
 Sensor mendeteksi adanya barang masuk dan sensor akan mengirim signal
ke unit pengontrol guna mengaktifkan sinar – x.
 Sinar – x akan menembus barang yang berada diban berjalan (konveyor
belt) sebagai bagian dari proses pemeriksaan.
 Barang yang akan diperiksa akan menyerap sinar yang dipancarkan oleh
pembangkit (x ray generator).
 Sinar yang dipancarkan akan mengenai detektor-detektor yang ada pada
dua sisi terowongan.
 Sinar yang berbentuk kipas akan menembus object yang berada di atas ban
berjalan (konveyor belt) seoptong demi sepotong dan signal gambar yang
diterima oleh detektor-detektor kemudian akan dikumpulkan bagian
perbagian dan kan membetuk sebuah fixel pada layar monitor.

d. Bidang Riset Alamiah dan Ilmu Pendidikan


Sinar X juga dapat dimanfaatkan pada berbagai riset alamiah dan ilmu
pendidikan diantaranya adalah:
1. Sinar X dapat digunakan untuk mempelajari struktur yang terdapat pada
sebuah senyawa / benda.
2. Digunakan oleh lembaga- lembaga akademik dan non akademik yang
berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan pengajaran. Beberapa
diantaranya yang menggunakan adalah fakultas kedokteran, fakultas
teknik sipil, fakultas geologi dan beberapa pendidikan lainnya.

e. Bidang Pertanian
Manfaat sinar X dalam bidang pertanian digunakan untuk menciptakan
bibit unggul yang berkualitas. Selain itu juga dapat digunakan untuk membantu
pemupukan. Manfaat sinar utraviolet dalam bidang pertanian sebagai salah satu
bahan proses pembuahan di padukan dengan sinar x akan membantu mendapatkan
hasil produksi yang lebih baik.

30
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan pada makalah ini adalah :


1. Benda hitam didefinisikan sebagai benda yang akan menyerap seluruh
radiasi yang jatuh ke dirinya (tidak ada yang dipantulkan). Radiasi benda
hitam berasal dari ketika benda berongga dipanaskan dan kemudian
menyerap dan memantulkan radiasi. Radiasi ini berlangsung terus –
menerus hingga mencapai keseimbangan termal, radiasi ini disebut radiasi
benda hitam.
2. Intensitas radiasi adalah berdasarkan hasil eksperimen menyebutkan
bahwa daya total persatuan luas yang dipancarkan pada semua frekuensi
oleh suatu benda hitam, intensitas radiasi totalnya sebanding dengan
pangkat empat dari suhu mutlaknya.
3. Ada beberapa teori dan hukum mengenai radiasi benda hitam , seperti
sebagai berikut :
 Hukum Stefan – Boltzmann, yang menyatakan bahwa walaupun
suhu benda sama, benda akan tetap memancarkan gelombang
elektromagnetik dengan berbagai macam gelombang. Total radiasi
meningkat secara tajam dari pada peningkatan suhu benda. Secara
matematis besar radiasi yang memancar dari sebuah benda
sebanding dengan pangkat empat dari suhunya.
 Hukum Pergeseran Wien, yang menyatakan bahwa jika benda
padat dipanaskan sampai suhu yang sangat tinggi, benda akan
tampak memijar dan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan
berada pada spektrum cahaya tampak. Jika benda terus dipanaskan,
intensitas relatif dari spektrum cahaya yang dipancarkan berubah-
ubah.
 Teori Planck yang mempunyai dua kesimpulan yaitu yang pertama,
Sebuah osilator tidak dapat mempunyai energi, tetapi hanya energi-

31
energi yang diberikan. Sedangkan yang kedua, Osilator – osilator
tidak meradiasikan energi secara kontinu, tetapi hanya dalam
“loncatan-loncatan” atau kuanta (quanta).
 Hukum Rayleigh – James, yaitu ini muatan – muatan di sekitar
dinding benda berongga dihubungkan oleh semacam pegas. Ketika
suhu benda dinaikkan, pada muatan timbul energi kinetik sehingga
muatan bergetar, dan getaran tersebut menimbulkan percepatan
yang selanjutnya menimbulkan radiasi.
4. Berkas sinar-X yang dihasilkan oleh sebuah sumber dapat terdiri atas dua
jenis spektrum, yaitu spetrum kontinius dan spektrum diskrit. Spektrum
kontinius dan spektrum diskrit masing-masing sering juga disebut
polikhromatik dan monokhromatik.
5. Aplikasi dari radiasi benda hitam dalam kehidupan sehari-hari diantaranya
sebagai berikut: Gejala pemanasan global (Efek Rumah Kaca), panel
surya, penggunaan pakaian, mengukur suhu matahari, dan termos.
Sedangkan Penggunaan sinar-X berkontribusi banyak dalam berbagai
bidang diantaranya adalah sebagai berikut : Bidang kesehatan, bidang
perindustrian, bidang keamanan/security, bidang kesenian, Bidang riset
alamiah dan ilmu pendidikan, dan bidang pertanian.

32
DAFTAR PUSTAKA

Arif Jauhari, 2008, ”Berkas Sinar-X dan Pembentukan gambar pada Pesawat
sinar-X”, Puskaradim, Jakarta.
Bambang .SW, 1986, ”Fisika Atom”, Karunika, Jakarta
Cholid Badri, 1998, ”Aspek Pemeliharaan Sarana Radiasi”, Instalasi Radioterapi
RS.Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Chang, Raymond. 2009. Kimia Dasar Edisi Ketiga Jilid Satu. Jakarta : Airlangga
Darmawan, 1987, ”Fisika Zat Padat”, Karunika, Jakarta .
Mukhlis Akhadi, 2001, ”Napak Tilas 106 Tahun Perjalanan Sinar-X”,
Pkrbnbatan, Jakarta.

M. Ali Yaz. 2007. Fisika 3. Yogyakarta : Yudhistira

Oxtoby, Gillis, Nachtrieb. 2003. Prinsip – Prinsip Kimia Modern Edisi Keempat
Jilid Dua. Jakarta : Airlangga

Surya, Yohannes. 2009. Fisika Modern. Tangerang : Kandel

33